Anda di halaman 1dari 11

INFEKSI NIFAS

A. PENGERTIAN
Infeksi puerperium (nifas)adalah infeksi luka jalan lahir postpartum
biasanya dari endometrium, bekas insersi plasenta. Infeksi semua
peradangan yang disebabkan oleh masuknya kuman-kuman kedalam alat-
alat genetalia pada waktu persalianan dan nifas.
Infeksi nifas / puerperium :
1. Infeksi yang terbatas pada perineum, vulva, vagina, servix, dan
endometrium
2. Penyebaran melalui vena, ssaluran limfe, permukaan endometrium

Nifas atau pueerperium adlah periode waktu atau masa dimana


organ-organ reproduksi kembali kepada keadaan tidak hamil / semula.
Masa ini membutuhkan waktu sekitar enam minggu.

Masa nifas atau masa puerperium mulai setelah partus selesai dan
berakhir setelah kira-kira enam minggu. masa nifas (puerperium) adalah
masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat
kandungan.

B. ETIOLOGI
Menurut (Ambarwati dan Wulandari, 2009:122-123)
1. Berdasarkan masuknya kuman kedalam alat kandungan
a. Ektogen (kuman datang dari luar)
b. Autogen (kuman dari masukdari tempat lain dalam tubuh)
c. Endogen (dari jalan lahir sendiri)
2. Berdasarkan kuman yang sering menyebabkan infeksi
a. Streptococcus Haemolyticus Aerobik.
Masuknya secara eksogen dan menyebabkan infeksi berat yang
ditularakan dari penderita lain, alat-alat yang tidan suci hama,
tangan penolong
b. Staphylococcus Aereus
Masuk secar eksogen, infeksinya sedang, banyak ditemukan
sebagai penyebab infeksi dirumah sakit

c. Eschericia Coli
Sering berasal dari kandung kemih dan rektum, menyebabkan
infeksi terbatas
d. Clostridium Welchii
Kuman aerobik yang sangat berbahaya, sering ditemukan pada
abortus kriminalis dan partus yang ditolong dukun dari luar
rumag sakit.

C. KLASIFIKASI
1) Infeksi terbatas lokalisasinya pada perineum, vulva , serviks dan
endometrium. Infeksi yang terlokalisir di jalan lahir :
a. Vulvitis : lika bekas episiotomy atau robekan perineum yang
kena infeksi .
b. Vaginitis : luka karena tindakan persalinan terinfeksi.

1
c. Sevisitis : infeksi pada serviks agak dalam dapat menjalar ke
lig.latum dan parametrium.
d. Endometritis : infeksi terjadi pada tempat insersi plasenta dalam
waktu singkat dapat mengenai seluruh endometrium .

2) Infeksi yang menyebar ke tempat lain melalui : pembuluh darah


vena,pembuluh darah limfe, dan endometrium.
Septikimia adalah keadaan dimana kuman kuman dan toksinnya
langsung masuk ke dalam peredaran darah umum dan
menyebabkan infeksi umum .piemia dimulai dengan trombofleblitis
vena daerah peredaran perlukaan yang lalu lepas menjadi embolus
embolus kecil,dibawa oleh peredaran darah umum dan terjadilah
infeksi dan abses pada organ organ tubuh yang dihinggapinya
(paru paru ,ginjal. Jantung ,otak, dan sebagainya ).

D. MANIFESTASI KLINIS
Infeksi akut ditandai dengan demam, sakit didaerah infeksi,
berwarna kemerahan, fungsi organ tersebut terganggu, manifestasi klinis
infeksi nifas dapat berbentuk :
1. Infeksi local
Pembekakan luka episiotomi, terjadi penanahan, perubahan warna
kulit, pengeluaran lhocea bercampur nanah, mobilitasi terbatas karena
rasa nyeri, temperatur badan dapat meningkat

2. Infeksi umum
Tampak sakit dan lemah, temperatur meningkat, tekanan ddarah
menurun dan nadi meningkat, pernafasan dapat meningkat ddan
terasa sesak, kesadaran gelisah sampai menurun dan koma, terjadi
gangguan involusi uterus, lochea berbau dan bernanah serta kottor.

E. PATOFISIOLOGI
Setelah kala III, daerah bekkas insersio plasenta merupakan sebuah
luka dengan diameter kira-kira 4 cm. Permukaannya tidak rata, berbenjol-
benjol karena banyaknya vena yang ditutupi thrombus. Daerah ini
merupakan tempat yang baik untuk tumbuhnya kuman dan masuknya
jenis patogen dalam tubuh wanita. Serviks sering mengalami perlukaan
pada persalinan, demikian juga vulva, vagina, dan perineum, yang
merupakan tempat masuknya kuman patogen. Infeksi nifas dapat dibagi
menjadi 2 golongan yaitu 1) infeksi yang terbatas pada perineum, vulva,
vagina, seviks dan endometrium. 2) penyebaran dari tempat tersebut
melalui vena-vena, melalui permukaan endometrium.

F. WOC

2
Setelah skala III

Terdapat bekas insersio plasenta

Permukaannya tidak rata, berbenjol-benjol karena vena yang ditutupi trombus

Tempat tersebut merupakan tempat baik untuk masuk dan berkembangnya


kuman

Berdasarkan masuknya kuman berdasarkan kuman


penyebab infeksi

Ektogen, autogen, endogen streptococcus haemolitycus


aerobik,

Staphylococcus aereus, echericia coli,


clostridium weelchii
MK :KURANG
PENGETAHUAN

INFEKSI NIFAS

Infeksi terbatas infeksi menyebar dari tempat


tersebut

( perineum, vulva, vagina, serviks, endometrium) melalui vena-vena

Septikimia piemia

MK :RESIKO
INFEKSI

MK :NYERI
AKUT

3
G. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1. Jumlah sel darah putih (SDP)
2. Hemoglobin (Hb /ht). Untuk mengetahui penurunan pada adanya
anemia
3. Kultur (aerobik /anaerobik) dari bahan intra uterus atau intra servikal
atau drainase luka atau perwarnaan gram dari lokhia serviks dan
uterus mengidentifikasi organisme penyebab
4. Urinalisis dan kultur : menetukan adanya fragmen-fragmen plasenta
yang tertahan, melokalisasi abses peritoneum
5. Pemeriksaan biomanual : menentukan sifat dan lokasi nyerri pelvis.
Masa atau pembentukan abses atau adanya vena-vena dengan
trombosis.

H. PENATALAKSANAAN
Pencegahan
a) Masa kehamilan
Mengurangi atau mencegah factor factor predisposisi
seperti anemia,malnutrisi dan kelemahan serta mengobati
penyakit penyakit yang diderita ibu.pemeriksaan dalam jangan
dilakukan kalu tidak ada indikasi yang perlu.
b) Masa persalinan
o Hindari pemerikasaan dalam berulang ulang ,lakukan bila
ada indikasi dengan sterilitas yang baik,apalagi ketuban
telah pecah.
o Hindari partus terlalu lama dan ketuban pecah lama.
o Jagalah sterilitas kamar bersalin dan pakailah masker, alat-
alat harus suci hama.
o Perlukaan perlukaan jalan lahir karena tindakan baik per
vaginam maupun perabdominam debersihkan dijahit
sebaik baiknya dan menjaga sterilitas.
o Pakaian dan barang barang atau alat alat yang
berhubungan dengan harus terjaga kesuci hamaannya .
o Perdarahan yang banyak harus dicegah, bilaterjadi darah
yang hilang harus segera diganti dengan tranfusi darah
c) Masa nifas
o Lika luka dirawat dengan baik jangan sampai kena infeksi
, begitu pula alat alat dan pakaian serta kain yang
berhubungan dengan alat kandungan harus steril.
o Penderita dengan infeksi nifas sebaiknya diisolasi dalam
ruangan khusus, tidak bercampur dengan ibu sehat .
o Tamu yang berkunjung harus dibatasi.

Pengobatan infeksi nifas


o Sebaiknya segera dilakukan pembiakan ( kultur ) dari secret
vagina, luka operasi dan darah serta uji kepekatan untuk
mendapatkan antibiotika yang tepat dalam pengobatan.
o Berikan dalam dosis yang cukup adekuat

4
o Karena hasil pemeriksaan memerlukan waktu,maka berikan
antibiotika septum luas ( broad spectrum ) menunggu hasil
laboratorium.
o Pengobatan mempertinggi daya tahan tubuh penderita,
infuse atau tranfusi darah diberikan, perawatan lainnya
sesuai dengan komplikasi yang dijumpai.

BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN TEORITIS

A. PENGKAJIAN
a. Riwayat kesehatan
Riwayat kesehatan sekarang
o Pengeluaran lochea yang tetap berwarna merah dalam
bentuk rubra dalam beberapa hari postpartum atau lebih
dari 2 minggu postpartum
o Adanya leukore dan lochea berbau menyengat.
Riwayat kesehatan dahulu
o Riwayat penyakit mioma uteri, trauma jalan lahir ,
kegagalan kompresi pembuluh darah, tempat implantasi
plasenta, retensi sisa plasenta.
Riwayat kesehatan keluarga
Ada riwayat keluarga yang pernah atau sedang menderita
hipertensi ,penyakit jantung dan preeklamsia, penyakit
keturunan hemofilia , dan penyakit menular.
Riwayat obstetric

5
o Riwayat menstruasi meliputi : manarche ,lamanya siklus,
banyaknya, baunya, keluhan waktu haid.
o Riwayat perkawinan meliputi :usia kawin, kawin yang
keberapa, usia mulai hamil.

Riwayat hamil, persalinan dan nifas yang lalu


o Riwayat hamil muda : waktu hamil muda, hamil
tua,apakah ada abortus .
o Riwayat persalinan meliputi : tuanya kehamilan ,cara
persalinan, penolong, tempat bersalin,adakah kesulitan
dalam persalinan, anak lahir hidup atau mati, BB dan
panjang anak waktu lahir.
o Riwayat nifas meliputi : apakah ada perdarahan,ASI cukup
atau tidak, kondisi ibu saat nifas, tinggi fundus uteri dan
kontraksi .
Riwayat kehamilan sekarang
o Hamil muda : keluhan selama hamil muda
o Hamil tua : keluhan selama hamil tua, peningkatan BB,
suhu nadi, pernafasan , peningkatan tekanan darah,
keadaan gizi akibat mual ,keluhan lain.
o Riwayat ANC meliputi : dimana tempat pelayanan
,beberapa kali, perawatan serta pengobatannya yang
didapat.
Riwayat persalinan sekarang
Pada riwayat persalinan sekarang meliputi : tuanya
kehamilan, cara persalinan , penolong , tempat bersalin ,
apakah ada penyulit dalam persalinan ( misalnya :
retensio plasenta ,perdarahan yang berlebihan setelah
persalinan ),anak lahir hidup atau mati, BB dan panjang
anak waktu lahir.

b. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan umum
a. Aktivitas instirahat
Tanda : kelelahan atau keletihan (persalinan lama,seresor,
pasca partum multiple )
b. Sirkulasi
Tanda :takikardi
c. Pengguna obat obatan
Tanda ansietas jelas ( peritonitis )

d. Status social
Tanda :
Anoreksia, mual / muntah.
Haus , membrane mukosa kering

6
Distenti abdomen , kekakuan , nyeri lepas
( peritonitis )
e. Neurosensori
Tanda : sakit kepala
f. Nyeri / ketidaknyamanan
Tanda :
Nyeri local ,disuria, ketidak mampuan abdomen.
Afterpain berat atau lama, nyeri abdomen
bawah atau uterus serta nyeri tekan dengan
guarding ( endometritis).
Nyeri / kekakuan abdomen unilateral / bilateral
( salpingitis / ooferitis, parametritis ).
g. Pernapasan
Tanda : pernafasan cepat / dangkal ( berat / proses
sistemik .
h. Keamanan
Suhu 104,40 F atau lebih tinggi pada 2 hari secara
terus menerus, namun 24 jam pasca partum adalah tanda
infeksi , namun suhu tinggi dari 1010 F ( 38,90 c ) pada 24
jam pertama menandakan berlanjutnya infeksi.
Pemeriksaan khusus
1. Uterus
Meliputi : tinggi fundus uteri dan posisinya serta
konsistensinya.
2. Lochia
Meliputi : warna, banyaknya dan baunya
3. Perineum
Diabsorvasi untuk melihat apakah ada tanda infeksi
dan luka jahitan
4. Vulva
Dilihat apakah ada edema atau tidak
5. Payudara
Dilihat kondisi aerola.konsistensi dan kolostrum
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Nyeri Akut b/d pengaruh proses infeksi
2. Resiko infeksi b/d peningkatan pemajanan lingkungan terhadap patogen
3. Kurang pengetahuan b/d penatalaksanaan dan penyebab infeksi

4. INTERVENSI KEPERAWATAN

NO DIAGNOSA NOC NIC

1 Nyeri Akut b/d Pain Tindakan


pengaruh proses Level, keperawatan :
infeksi pain Lakukan
control, pengkajian nyeri
comf secara komprehensif
ort level termasuk lokasi,
Setelah dilakukan karakteristik, durasi,

7
tinfakan keperawatan frekuensi, kualitas dan
selama . Pasien tidak faktor presipitasi
mengalami nyeri, Observasi reaksi
dengan kriteria hasil: nonverbal dari
Mam ketidaknyamanan
pu mengontrol nyeri Bantu pasien
(tahu penyebab nyeri, dan keluarga untuk
mampu menggunakan mencari dan
tehnik nonfarmakologi menemukan
untuk mengurangi dukungan
nyeri, mencari Kaji tipe dan
bantuan) sumber nyeri untuk
Mela menentukan
porkan bahwa nyeri intervensi
berkurang dengan Ajarkan tentang
menggunakan teknik non
manajemen nyeri farmakologi: napas
Mam dala, relaksasi,
pu mengenali nyeri distraksi, kompres
(skala, intensitas,
hangat/ dingin
frekuensi dan tanda Berikan
nyeri) analgetik untuk
Meny mengurangi nyeri:
atakan rasa nyaman ...
setelah nyeri Tingkatkan
berkurang istirahat
Tand Berikan
a vital dalam rentang informasi tentang
normal nyeri seperti
Tidakpenyebab nyeri,
mengalami gangguan berapa lama nyeri
tidur akan berkurang dan
antisipasi
ketidaknyamanan dari
prosedur
Monitor vital sign
sebelum dan sesudah
pemberian analgesik
pertama kali
2 Resiko infeksi b/d Immune status Infection control
peningkatan Knowledge : infection (kontrol infeksi)
pemajanan control Tindakan keperawatan :
lingkungan Risk control Bersihkan
terhadap patogen Kriteria Hasil : lingkungan setelah
Klien bebas dari dipakaipasien lain
tanda dan gejala Pertahankan teknik
infeksi isolasi

8
Mendeskripsikan Batasi pengunjung
proses penularan bila perlu
penyakit, factor yang Instruksikan pada
mempengaruhi pengunjung untuk
penularan serta mencuci tangan
penatalaksanaannya saat berkunjung dan
Menunjukkan setelah berkunjung
kemampuan untuk meninggalkan
mencegah timbulnya pasien
infeksi Gunakan sabun anti
Jumlah leukosit dalam mikrobia untuk cuci
batas normal (N: tangan
4000-10.000) Gunakan baju,
Menunjukkan perilaku sarung tangan
hidup sehat sebagai alat
pelindung
Perhatikan
lingkungan aseptik
selama pemasangan
alat
Tingkatkan intake
nutrisi
Berikan terapi
antibiotik bila perlu
Infection protection
(proteksi terhadap
infeksi)
Tindakan keperawatan :
Monitor tanda dan
gejala infeksi
sistemik dan lokal
Monitor kerentanan
terhadap infeksi
Batasi pengunjung
Pertahankan teknik
isolasi
Berikan perawatan
kulit pada area
epidema
Dorong masukan
nutrisi yang cukup
Dorong masukan
cairan
Dorong istirahat
Ajarkan cara
menghindari infeksi
Ajarkan pasien dan
keluarga tanda dan

9
gejala infeksi
Laporkan kultur
positif
Pengendalian infeksi
Tindakan keperawatan :
Meminimalkan
penyebaran dan
penularan agens
infeksi

3 Kurang NOC: NIC :


pengetahuan b/d Kowl Kaji
penatalaksanaan wdge : disease tingkat
dan penyebab process pengetahuan pasien
infeksi Kowl dan keluarga
edge : health Jelaskan
Behavior patofisiologi dari
Setelah dilakukan penyakit dan
tindakan keperawatan bagaimana hal ini
selama . pasien berhubungan
menunjukkan dengan anatomi dan
pengetahuan tentang fisiologi, dengan
proses penyakit dengan cara yang tepat.
kriteria hasil: Gambarka
Pasien dan n tanda dan gejala
keluarga yang biasa muncul
menyatakan pada penyakit,
pemahaman dengan cara yang
tentang tepat
penyakit, Gambarka
kondisi, n proses penyakit,
prognosis dan dengan cara yang
program tepat
pengobatan Identifikas
Pasien dan i kemungkinan
keluarga penyebab, dengan
mampu cara yang tepat
melaksanakan Sediakan
prosedur yang informasi pada
dijelaskan pasien tentang
secara benar kondisi, dengan cara
Pasien dan yang tepat
keluarga Sediakan
mampu bagi keluarga

10
menjelaskan informasi tentang
kembali apa kemajuan pasien
yang dengan cara yang
dijelaskan tepat
perawat/tim Diskusika
kesehatan n pilihan terapi atau
lainnya penanganan
Dukung
pasien untuk
mengeksplorasi
atau mendapatkan
second opinion
dengan cara yang
tepat atau
diindikasikan
Eksplorasi
kemungkinan
sumber atau
dukungan, dengan
cara yang tepat

11