Anda di halaman 1dari 17

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. AQIDAH / TAUHID.

A. Pengertian Aqidah / Tauhid.

Secara Bahasa (Etimologi), Kata " Aqidah" diambil dari kata dasar
"al-aqdu" yaitu ar-rabth (ikatan), al-Ibraamal-ihkam (pengesahan),
(penguatan), at-tawatstsuq (menjadi kokoh, kuat), asy-syaddu biquwwah
(pengikatan dengan kuat), at-tamaasuk (pengokohan) dan al-itsbaatu
(penetapan). Di antaranya juga mempunyai arti al-yaqiin (keyakinan) dan
al-jazmu (penetapan). Aqidah artinya ketetapan yang tidak ada keraguan
pada orang yang mengambil keputusan. Sedang pengertian aqidah dalam
agama maksudnya adalah berkaitan dengan keyakinan bukan perbuatan.

Pengertian Aqidah Secara Istilah (Terminologi) Yaitu perkara yang


wajib dibenarkan oleh hati dan jiwa menjadi tenteram karenanya, sehingga
menjadi suatu kenyataan yang teguh dan kokoh, yang tidka tercampuri oleh
keraguan dan kebimbangan.

Aqidah islam itu di sebut juga dengan tauhid. kata tauhid di ambil
dari kata wahada yang berarti mengEsakan. maksudnya membersihkan
keyakinan tentang adanya kekuasan yang dapat menandingi atau
mengatasi kekuasaan ALLAH SWT yang disebut dengan syirik. Islam
datang untuk menyuruh manusia agar menyembah kepada ALLAH SWT,
tuhan yang maha suci dari keberhalaan, dan kesetaraan dengan
makhluknya. Hal ini didasarkan pada firman allah dalam surat ar-rad ayat
36 :

2








" orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka
bergembira dengan kitab yang diturunkan kepadamu, dan di antara
golongan-golongan (Yahudi dan Nasrani) yang bersekutu, ada yang
mengingkari sebahagiannya. Katakanlah : sesungguhnya aku hanya di
perintah untuk menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatupun
dengan dia. Hanya kepadanya aku seru (manusia) dan hanya kepadanya
aku kembali."

Selain itu, aqidah islam menetapkan bahwa Allah tuhan yang Maha
Esa, Maha Pencipta, Pengusa, Pemelihara, dan Pengatur Alam Semesta,
Hal ini didasarkan atas firman Allah dalam surat Al-Araf ayat 54 sebagai
berikut:

". Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan


langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy.
Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat,
dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-
masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan
memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam."

Akidah merupakan ladasan pikiran seseorang dalam melakukan


perbuatan yang dipilihnya. Kebenaran itikad ini tidak didasarkan pada
hakikat sesuatu,dan tidak bergantung pada pendapat dan pandangan
tertentu. Akidah merupakan sesuatu yang terhimpun padanya kalbu
seorang muslim,berupa iman kepada Allah, malaikat-nya, kitab-kitab-nya,
rasul-rasul-nya, hari akhir, serta qadha dan qadar yang baik dan yang
buruk.

B. Pembagian tauhid.

Tauhid terbagi 3 yaitu :

1. Tauhid Rububiyah.

Tauhid Rububiyah adalah meyakini allah sebagai satu-satunya


tuhanyang mencitakan dan memelihara alam semesta. Sesuai dengan
fiman allah dalam surat al- anbiya:22 berikut ini:

4





"sekiranya ada dilangit dan dibumi tuhan-tuhan selain
alla,tentulah keduanyaitu telah rusak binasa. Maka maha suci
allahyang mempunyai arsy dari pada apa yang mereka sifatkan."

5
2. Tauhid Uluhiyah

Tauhid Uluhiyah adalah meyakini allah sebagai satu-satu yang


wajib disembah. Ajaran tauhid mengajarkan bahwa objek sembahan
dan permohonan harus sama yakni ditujukan kepada Yang Maha
Esa,Allah SWT. Seperti yang terkandung dalam ucapan "iyyaka
nabudu wa iyyaka nastain" (hanya kepada mu kami menyembah dan
kepadamu kami memohon pertolongan).

3. Tauhid Mulkiyah

Tauhid Mulkiyah adalah meyakini Allah sebagai satu-satunya yang


maha berkuasa. Kekuasaan yang lain harus tunduk kepada
kekuasannya,karna kekuasaan manusia sewaktu- waktu akan hilang dan
sirna. Sebagai mana firman allah dalam surat ali- imran:26 sebagai
berikut :









"katakanlah : wahai tuhan yang mempunyai kerajaan, engkau
memberikan kerajaan kepada orang yang engkau kehendaki dan
engkau cabut kerajaan dari orang yang engkau kehendaki. Engkau
memuliakan orang yang kau kehendaki dan kau hinakan orang ynag
kau kehendaki. Di tangan engkau-lah segala kebijakan. Sesungguhnya
engkau maha kuasa atas segala sesuatu."

6
7
2.2. SYIRIK.

A. Pengertian Syirik.

Syirik adalah lawan dari Tauhid, Tauhid berarti mengEsakan Allah,


sedangkan Syirik berarti memperserikatkan-Nya dengan yang lain. Syirik
menurut bahasa berasal dari bahasa Arab yaitu syirkun yang artinya
berserikat atau bersekutu. Dalam kata kerja aktif-transitif ialah as-syaraka
yang artinya memperserikatkan / mempersekutukan sesuatu.

Syirik itu adalah percaya bahwa ada yang memberi bekas selain
Allah dan percaya bahwa ada sesuatu yang mempunyai kekuasaan yang
mutlak selain Allah.

Syirik merupakan perbuatan menyekutukan Allah dalam bentuk


perkataan, pegangan, perbuatan, dan iktiqad yaitu dengan menjadikan
suatu yang lain yaitu makhluk bernyawa atau tidak sekutu bagi Allah. Bagi
seseorang yang yang berbuat syirik tidak akan diampuni dosanya oleh
Allah SWT. Firman-Nya dalam al-quran surat An-nisaa ayat 48:





Bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa seseorang
yang syirik kepada-Nya dan Allah akan mengampunkan kepada siapa
yang Dia kehendaki yaitu selain dosa syirik. Barang siapa yang
mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang
besar.

Begitu kuatnya larangan syirik karena Islam datang untuk menyeru


manusia agar menyembah kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha Suci dari
keberhalaan. Hal ini didasarkan atas firman Allah dalam Surat Ar-rad ayat
36.

8
Dalam surat Luqman ayat 13, Allah juga berfirman:





Sesungguhnya syirik itu adalah satu kezhaliman yang amat besar.

B. Pembagian Syirik.

1. Syirik Jali (Besar)

Syirik jali ini mempercayai Tuhan selain Allah SWT yang diikuti
dengan pemujaan atau penyembahan kepadanya secara terang-terangan.
Syirik ini sangat nyata dan besar yang bisa mengyebabkan seseorang
dianggap jatuh ke tahap kufur. Seperti kaum penyembah berhala (abidul
watsani), kepercayaan kepada dua kekuatan yang berpengaruh kepada
alam semesta yakni tuhan cahaya (Ahura Mazdak) dan tuhan kegelapan
(Ahriman) sebagaimana keyakinan umat Majusi, dan kepercayaan kepada
tuhan-tuhan lain.

2. Syirik Khafi (Kecil)

Syirik khafi yaitu keyakinan seorang muslim kepada selain Allah


disamping meyakini Allah sebagai Tuhan yang wajib disembah. Syirik ini
tersembunyi yang menyebabkan hilang atau luputnya pahala seseorang.
Syirik khafi terjadi dikalangan umat Islam sendiri, karena disamping
mempercayai dan menyembah kepada Allah SWT, mereka juga
menyembah kepada objek-objek lain yang mereka yakini dapat
memberikan manfaat atau mudharat kepada dirinya. Contonya adalah
kepercayaan terhadap benda-benda atau tempat-tempat yang dianggap
keramat, ramalan-ramalan nasib, menyembah kemewahan dunia dan

9
material, penggunaan tangkal dan azimat, keyakinan rezeki seperti gaji
dan upah datang daripada manusia.

10
C. Bentuk Bentuk Syirik.

Al-Quran banyak mengungkapkan bentuk-bentuk syirik yang


dipraktekkan manusia di sepanjang zaman. Bentuk praktek yang
dimaksud antara lain:

1. Penyembahan yang semata-mata dihadapkan kepada selain Allah. Seperti


penyembahan kepada berhala (Q.S. 21:52), pohon-pohon, bulan, bintang
dan matahari, seperti yang terdapat dikalangan umat dimasa Nabi Ibrahim
dan umat jahiliyah sebelum masuk Islam. Atau seperti keyakinan orang-
orang majusi kepada dua kekuatan yang mereka sebut sebagai dewa
(tuhan) cahaya yang diyakini sebagai sumber dari segala kebaikan, dan
dewa (tuhan) kegelapan yang diyakini sebagai sumber dari segala
kejahatan.

2. Menyekutukan Allah dengan sesuatu selain-Nya. Misalnya keyakinan


orang-orang Nasrani bahwa Isa Al-Masih adalah anak Tuhan (Allah) dan
roh kudus yang keduanya dianggap sebagai oknum Tuhan (Q.S. 5:72-73).

3. Menjadikan pemimpim-pemimpin agama sebagai Tuhan. Sebagaimana


dilakukan orang-orang Yahudi dan Nasrani (Q.S. 9:31).

4. Menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhan (Q.S. 25:43)

5. Keyakinan bahwa hidup di dunia hanya tergantung pada masa.


sebagaimana keyakinan kaumdahriyyun/atheis (Q.S. 45:24).

6. Sifat riya dalam beramal/ibadah.

Suatu amal yang dilakukan karena Allah, kemudian dicampuri dengan


riya, kalau riyanya disingkirkan, maka riya itu tidak membahayakan,
tetapi kalau riya itu terus menghinggapi, maka hilanglah nilai amal yang
permulaannya ikhlas karena Allah.

D. Bahaya Syirik.

11
Syirik selain merusak iman dan amalan, juga membahayakan diri
dan masyarakat sebagai pelaku syirik itu sendiri. Orang yang berbuat
syirik hatinya ditutupi kegelapan, jauh dari cahaya iman yang pada
akhirnya mudah bertindak zhalim. Perbuatan syirik akan membelenggu
jiwa dan membungkam pikiran, sebab keterikatannya kepada benda-benda
mengakibatkan ketergantungannya kepada benda yang diyakini itu
sehingga dapat menghilangkan fikiran jernih.

Perbuatan syirik yang dianggap sebagai perbuatan dosa berat


bukan disebabkan karena Allah itu iri hati, sebenarnya menurut al-quran
iri hati tidak mungkin dianggap sebagai sifat Tuhan, adapun dosa berat itu
disebabkan karena adanya kenyataan bahwa syirik itu merusak akhlak
manusia, sedangkan tauhid mengangkat manusia ke tingkat akhlak yang
tinggi.

Bahaya syirik yang lainnya yaitu:

1. Mengakibatkan kehinaan manusia.

Masalah ini timbul karena manusia beribadah kepada selain Allah,


yaitu sesama makhluk, menjadikannya mabud (yang disembah) dan
ditaati, padahal dia tidak bisa memberikan manfaat dan mudharat.

2. Kezhaliman terbesar.





Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar
kezhaliman yang besar. (Q.S. Luqman:13).

3. Menimbulkan rasa takut.


Orang syirik akan terombang-ambing diantaranya keragu-raguan. Ia
takut tentang hidupnya, rezekinya, serta tenta segala sesuatu.

12
4. Menyebabkan keburukan dalam kehidupan manusia.
Syirik menjadikan pelakunya bergantung kepada orang lain
sebagaimana kaum Nashara kepada Almasih a.s. Mereka bergantung
kepada diri sendiri disamping kepada Allah, tetapi kepada Yesus yang
dianggap Tuhan.

5. Mangakibatkan seseorang masuk neraka.












Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata:
Sesungguhnya Allahialah Al Masih putra Maryam, padahal Al Masih
sendiri berkata: Hai Bani Israil, sembahlah Allah tuhanku dan
tuhanmu. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu
dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan
tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu
seorang penolongan. (Q.S.Al-Maidah:72).

13
2.3. KIAT-KIAT PEMELIHARAAN AKIDAH.

Iman itu mengalami pasang surut, adakalanya bertambah dan adakalanya


berkurang. Ia ibarat grafik yang dapat naik dan turun sesuai situasi dan kondisi
yang mempengaruhinya. Agar keadaannya stabil, maka perlu adanya kiat-kiat
dalam pemeliharaan iman itu sendiri. Adapun kiat-kiat tersebut diantaranya
adalah:

1. Menambah atau memperdalam ilmu

Firman Allah dalam surat Fathir ayat 28:










dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan
binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan
jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-
hamba-Nya, hanyalah ulama (Orang orang yang beriman).
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Menambah dan memperoleh ilmu yang dimaksud adalah ilmu


tauhid (akidah) itu sendiri secara keseluruhan. Bila telah menguasai ilmu
akidah Islam secara benar, maka akan menjadikan pribada yang jujur,
disiplin, dan sopan.

2. Membiasakan amal shalih

14
Akidah yang telah dikuasai diwujudkan dalam bentuk tindakan
nyata dalam kehidupa sehari-hari yang disebut amal shaleh, baik dalam
bentuk ibadah mahdhah maupun dalam bentuk ibadah ghairu mahdhah.
Sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nur ayat 55.
















dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di
antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia
sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi,
sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka
berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang
telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar
(keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman
sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan
sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah
(janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik.

3. Membiasakan jihad.

Firman Allah dalam surat As-shaffat ayat 10-11:

15







Hai orang-orang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu
perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?
(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan
Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu
mengetahuinya.

4. Berserah diri kepada Allah.


Firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 112:






(tidak demikian) bahkan Barangsiapa yang menyerahkan diri
kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, Maka baginya pahala pada
sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak
(pula) mereka bersedih hati.

5. Selalu mencari keridhaan Allah

Bila ingin meraih ridha Allah dalam hidup ini maka lakukan semua
aktifitas yang sesuai dengan koridor yang ditetapkan Allah yang
dijelaskan dan dicontohkan Rasulullah. Sebagaimana Allah katakana
dalam surat Al-Maidah ayat 16.

16






dengan kitab Itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti
keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah
mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang
terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan
yang lurus.

6. Memakmurkan masjid
Masjid adalah salah satu lembaga pembinaan akhlak mulia pertama
di zaman Rasulullah. Diharapkan kita meramaikan masjid untuk mendidik
jiwa disamping untuk menunaikan ibadah. Sebagaimana firman Allah
dalam surat At-Taubah ayat 16.









Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang
Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad
di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain
Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. dan Allah Maha
mengetahui apa yang kamu kerjakan.

7. Membiasakan zikir dan membaca serta mendengarkan Al-Quran.

17
Berzikir dapat menumbuh kembangkan potensi hati yang dimiliki.
Zikir meliputi seluruh potensi hati yang dimiliki manusia, sehingga
disebut zikir lidah, zikir hati, zikir otak, dan zikir anggota tubuh.

18