Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

MANUSIA SEBAGAI MAHLUK BUDAYA

Di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar ISBD

Yang di Ampu Oleh Bpk. Edy Suryawardana, SE,MM

Di susun oleh:

Tim Kelompok II

1. Ayu Ervina safitri ( B.131.12.0320)

2. Nur Wahyu Hidayati ( B.131.12.0328)

3. Ahmad Muhaimin ( B.131.12.0351)

4. Noulan Apita Sasaaedy ( B.131.12.0402)

5. Zulfa Rohmaniyatun ( B.131.12.0446)

PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SEMARANG USM

2013

1
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirahim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga makalah ilmu sosial dan budaya dasar ini dapat
tersusun dengan baik.
Makalah ini di buat sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah ilmu
sosial dan budaya dasar (ISBD). Kami sampaikan terimakasih kepada dosen dan
semua pihak yang senantiasa membantu demi kelancaran makalah ini. Penulis
menyadari bahwa makalah ini sangat sederhana dan belum sempurna. Oleh karena itu
kritik dan saran dari pihak manapun senantiasa akan kami terima untuk menjadikan
makalah ini sesuai dengan harapan. Semoga makalah ini mendapat perhatian dan
bermanfaat bagi mahasiswa dan pembaca pada umunya.

Wassalamualaikum Warhmatullahi Wabarakatuh

Semarang, 23 Maret 2013

Kelompok Penulis

2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL 1
KATA PENGANTAR... 2
DAFTAR ISI 3
BAB I PENDAHULUAN 4
1.1. Latar Belakang.. 4
1.2. Rumusan Masalah. 5
1.3. Tujuan Masalah 5
1.4. ManfaatPenulisan 5
BAB II PEMBAHASAN.. 6
2.1 Kebudayaan........ 6
2.2 Manusia Sebagai Makhluk Budaya 14
2.3 Problematika dan Perubahan Kebudayaan... 16
BAB III PENUTUP.. 19
Kesimpulan.. 19
Saran 20
DAFTAR PUSTAKA.. 21

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tidak bisa
dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan YME ciptaan
yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan
melestarikanya secara turun temurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari-hari
dan juga dari kegiatan-kegiatan yang sudah diatur oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Manusia memiliki kehidupan yang sangat rumit, mereka tidak dapat hidup
sendiri, oleh karena itu mereka pasti memiliki hubungan dengan segala sesuatu di
dalam ruang lingkup hidupnya, baik itu hubungan dengan sang pencipta, sesama
manusia, lingkungan sekitarnya maupun dengan mahluk lain di alam ini. Semua
aspek relasi hidup tersebut haruslah terpenuhi secara merata.

Tentunya manusia perlu beradaptasi dengan keadaan lingkungan hidup di


sekitarnya karena itu merupakan tahap awal pembelajaran untuk dapat menjadi
pribadi yang berkualitas. Dimulai dari pemahaman tentang norma dan nilai yang
berlaku sampai kepada ilmu pengetahuan yang luas.

Sosialisasi antara sesama manusia yang berwawasan akan membentuk suatu


kebudayaan. Kebudayaan tersebut akan menjadi suatu bukti perkembangan hidup
manusia.

Manusia merupakan salah satu dari mahluk hidup yang secara tidak langsung
dipengaruhi oleh keadaan lingkungan hidup sekitarnya, baik secara vertikal
(genetika,tradisi) maupun horizontal (geografik, fisik, dan social), setiap manusia
memiliki banyak kebutuhan untuk bertahan hidup. Kebutuhan-kebutuhan tersebut
didapatkan dari lingkungan. Oleh karena itu, lingkungan memegang peranan yang
penting dalam kehidupan manusia.

Manusia sebagai makhluk hidup yang paling sempurna, melebihi ciptaan


Tuhan yang lain. Manusia terdiri dari jiwa dan raga yang dilengkapi dengan akal
pikiran serta hawa nafsu. menanamkan akal dan pikiran kepada manusia agar
dapat digunakan untuk kebaikan mereka masing masing dan untuk orang di

4
sekitar mereka. Manusia diberikan hawa nafsu agar mampu tetap hidup di bumi
ini. Salah satu hakekat manusia lainnya ialah manusia sebagai makhluk sosial,
hidup berdampingan satu sama lain, berinteraksi dan saling berbagi.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang terkandung dalam makalah ini meliputi:

1. Esensi pengertian kebudayaan

2. Hubungan Manusia dengan kebudayaan

3. Problematika dan Perubahan Kebudayaan

1.3 Tujuan Penulisan

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas yang diberikan kepada penulis dan
juga sebagai pembelajaran bagi penulis. Disamping itu, penulisan makalah ini
juga diharapkan untuk :

1. Memahami esensi pengertian kebudayaan

2. Memahami manusia sebagai makhluk budaya

3. Memahami dan menelaah problematika dan perubahan kebudayaan

1.4 Manfaat Penulisan

Manfaat yang kita peroleh dari tulisan ini adalah :

1. Memahami arti dari pengertian kebudayaan

2. Memahami manusia sebagai makhluk budaya

3. Mengetahui problematika kebudayaan dan akibat dari perubahan


kebudayaan

5
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 KEBUDAYAAN

A. PENGERTIAN KEBUDAYAAN

Kita sering mendengar kata kebudayaan baik dalam pengertian yang


sempit maupun dalam pengertian yang luas, baik dalam pengertian orang
awam maupun pengertian keilmuan.

1. Dalam pengertian sempit kebudayaan seringkali diartikan sebagai adat


tradisi atau kebiasaan sehingga seringkali dicontohkan dengan upacara
adat.

2. Dalam pengertian luas kebudayaan dipahami sebagai cara manusia


mengelola kehidupanya. Contohnya : adaptasi masyarakat terhadap
lingkungan alam

3. Menurut Orang awam, dimana orang awam menyebutkan kesenian,


rumah adat atau bangunan kuno sebagai kebudayaan

4. Menurut bahasa :

Bahasa Sansekerta : Budhayah yaitu bentuk jamak kata buddhi yang


berarti budi atau akal

Bahasa Belanda : kata budaya berasal dari kata cultuur

Bahasa Latin : Colera yang berarti mengolah, mengerjakan,


menyuburkan, mengembangkan tanah (bertani)

Bahasa Inggris : kata budaya berasal dari kata culture

5. Menurut para ilmuan :

Konsep kebudayaan pertama kali dikembangkan menjelang akhir abad


kesembilan belas, tokoh pertama yang memberikan definisi yang jelas
dan menyeluruh adalah E.B Taylor pada tahun 1871.

6
Edward B. Taylor : Kebudayaan adalah kompleks keseluruhan yang
meliputi pengetahuan kepercayaan, kesenian, hukum, moral kebiasaan,
serta lain-lain kecakapan dan kebiasaan yang diperoleh manusia.

Ralp. Linton : Kebudayaan dalah sejumlah total pengetahuan, sikap


dan pola-pola tingkah laku yang dibiasakan, yang dibagikan, dan
ditransmisikan oleh anggota dari masyarakat tertentu.

Kluchkhohn dan W.H. Kelly : Kebudayaan adalah pola untuk hidup


yang tercipta dalam sejarah yang emplisit, implisit, rasional, irrasional
yang terdapat pada setiap waktu sebagai pedoman-pedoman yang
potensial bagi tingkah laku manusia.

Clifford Geertz : Kebudayaan adalah sistem makna dan simbol yang


diatur dalam rangka interaksi sosial.

Kroeber : Kebudayaan adalah reaksi motorik, kebiasaan, teknik,


gagasan dan nilai yang dipelajari dan ditransmisikan secara massal
serta tingkah laku yang dipengaruhinya.

Googenaugh : Kebudayaan mengacu pada sistem pengetahuan dan


kebudayaan yang diorganisasikan dimana orang0orang menstrukturkan
pengalamn dan persepsi mereka, menformulasikanaktivitas-
aktivitasnya, serta memilih diantara berbagai alternatif.

Keesing dan Keesing : Kebudayaan adalah fenomena yang dapat


diamati, yaitu pola-pola kehidupan didalam komunitas yang berulang
secara reguler serta pengaturan material dan sosial.

Eugene A. Nida : Kebudayaan adalah perilaku manusia yang diajarkan


terus menerus dari satu generasi ke generasi berikutnya.

J. Verkuyl : Kebudayaan sebagai sesuatu yang diajarkan manusia dan


segala sesuatu yang dibuat oleh manusia.

Ki Hajar Dewantoro : Kebudayaan berarti buah budi manusia yaitu


hasil perjuangan manusia terhadap pengaruh kuat dari alam dan zaman
( kodrat dan masyarakat ) yang merupakan bukti kejayaan hidup

7
manusia untuk mengatasi baerbagai rintangan dan kesukaran didalam
hidup dan penghidupanya guna mencapai keselamatan dan
kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.

Robert H. Lowie : Kebudayaan adalah segala sesuatu yang diperoleh


individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-
norma aristik, kebiasaan makan serta keahlian yang diperoleh bukan
dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau
yang didapat melalui pendidikan formal atau informal.

Koentjaraningrat : Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan,


tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat
yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.

Rafael R. Maran : Kebudayaan adalah cara khas manusia


membangun alam guna memebuhi keinginan-keinginan serta tujuan
hidupnya, yang dilihat sebagai proses humanisasi.

Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi : mengatakan bahwa


kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.

Dan Herkoveits : Kebudayaan dari lingkungan hidup yang diciptakan


oleh manusia.

William H. Haviland : Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan


norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika
dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang
dipandang layak dan dapat di tarima ole semua masyarakat.

Dari berbagai definisi kebudayaan diatas terlihat bahwa masing-masing


definisi tidak mampu mewakili pengertian kebudayaan secara
menyeluruh, namun dengan demikian, kebudayaan atau budaya
menyangkut keseluruhan aspek kehidupan manusia baik material
maupun non material.

Terkait dengan hal ini, koentjaraningrat mengemukakan bahwa


kebudayaan memiliki tiga wujud, yaitu :

8
1. Wujud sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai,
norma-norma dan peraturan. Wujud tersebut bersifat abstrak.

2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan


berpola dari manusia dalam masyarakat. Wujud tersebut dinamakan
sistem sosial, karena menyangkut tindakan dan kelakuan berpola
dari manusia. Wujud ini bisa diobservasi, difoto dan
didokumentasikan karena tampak dalam bentuk perilaku dan
bahasa pada saat mereka berinteraksi dalam pergaulan hidup
sehari-hari di masyarakat.

3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.


Wujud ini adalah hasil karya cipta manusia yang bisa diraba dan
bersifat konkret. Misal : candi borobudur, kain batik, dan gedung-
gedung bangunan.

B. ISI UTAMA BUDAYA

Isi utama kebudayaan merupakan wujud abstrak dari segala macam ide
dan gagasan manusia yang bermunculan didalam masyarakat yang memberi
jiwa kepada masyarakat itu sendiri, baik dalam bentuk atau berupa sistem
pengetahuan, nilai, pandangan hidup, kepercayaan, persepsi, dan etos
kebudayaan.

1. Sistem Pengetahuan

Sistem pengetahuan merupakan suatu akumulasi dari perjalanan


hidupnya dalam hal berusaha memahami: Alam sekitar, Alam flora di
daerah tempat tinggal, Alam fauna didaerah tempat tinggal, Zat-zat bahan
mentah, dan benda-benda dalam lingkunganya, Tubuh manusia, Sifat-sifat
dan tingkah laku sesama manusia, Ruang dan waktu.

Untuk memperoleh pengetahuan tersebut di atas manusia melakukan


tiga cara, yaitu :

a) Melalui pengalaman dalam kehidupan sosial

9
b) Berdasarkan pengalaman yang diperoleh melalui pendidikan
formal/resmi (disekolah) maupun dari pendidikan non formal (tidak
resmi)

c) Melalui petunjuk-petunjuk yang bersifat simbiolis yang sering disebut


sebagai komunikasi simboliks.

2. Nilai

Nilai adalah sesuatu yang baik yang selalu diinginkan, dicita-citakan


dan dianggap penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat.
Oleh karena itu, sesuatu dikatakan nilai apabila memiliki unsur :

a. nilai kebenaran (berguna dan berharga)

b. nilai estetika (indah)

c. nilai moral atau etis (baik)

d. nilai agama (religius)

3. Pandangan Hidup

Pandangan hidup merupakan pedoman bagi suatu bangsa atau


masyarakat dalam menjawab atau mengatasi masalah yang dihadapinya.
Pandangan hidup disebut juga nilai-nilai yang dianut oleh suatu
masyarakat dengan dipilih secara selektif oleh individu, kelompok atau
bangsa karena pandangan hidup mengandung nilai kehidupan yang dicita-
citakan oleh suatu masyarakat.

4. Kepercayaan

Kepercayaan adalah dimensi lain diluar diri dan lingkunganya yang


dianggap mampu mengendalikan hidup manusia`

5. Persepsi

Persepsi atau sudut pandang adalah suatu titik tolak pemikiran yang
digunakan untuk memahami suatu gejala atau kejadian dalam kehidupan.

Persepsi terdiri atas :

10
a) Persepsi sensorik, yaitu persepsi yang tidak menggunakan salah satu
indra manusia.

b) Persepsi telepati, yaitu kemampuan pengetahuan kegiatan mental


individu lain

c) Persepsi clairvoyance, yaitu kemampuan melihat suatu kejadian jauh


dari tempat orang yang bersangkutan`

6. Etos Kebudayaan

Etos berasal dari bahasa Inggris yang berarti watak khas. Etos sering
tampak pada gaya perilaku masyarakat, misalnya kegemaran-kegemaran
masyarakat, serta benda hasil cipta karya dilihat dari luar oleh orang asing.
Contohnya, kebudayaan Batak yang dilihat oleh orang jawa, sebagai orang
yang kasar, agresif, kurang sopan, tegas, konsekuen, dan berbicara apa
adanya, dan sebaliknya, kebudayaan orang jawa yang dilihat dari orang
batak, bahwa orang jawa memancarkan keselarasan, kesuraman,
ketenangan yang berlebihan, lamban, tingkah laku yang sukar ditebak,
gagasan yang berbelit-belit, feodal, serta diskriminasi terhadap tingkatan
sosial.

C. SIFAT-SIFAT BUDAYA

Sifat-sifat budaya pada dasarnya memiliki ciri-ciri yang sama bagi semua
kebudayaan manusia tanpa membedakanfaktor ras, lingkungan alam, atau
pendidikan. Yaitu sifat hakiki yang berlaku umum bagi semua budaya
dimanapun.

Sifat hakiki dari kebudayaan diantaranya adalah :

1. Budaya terwujud dan disalurkan dari perilaku manusia

2. Budaya ada sebelu lahirnya generasi dan tidak akan mati sampai habisnya
generasi yang bersangkutan

3. Budaya diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya

11
4. Budaya mencakup aturan-atura yang berisikan kewajiban-kewajiban,
tindakan-tindakan yang diterima atau ditolak, dilarang dan yang diizinkan

Selain yang tersebut diatas, ada beberapa sifat-sifat kebudayaan yang


terjadi karena :

a. Kebudayaan beraneka ragam, hal ini terjadi karena :

1. Manusia tidak memiliki struktur anatomi khusus pada tubuhnya

2. Lingkungan geografis

3. Induk bangsa

4. Kontak budaya

5. Lingkungan sosialnya

b. Kebudayaan dapat diteruskan secara sosial dengan pelajaran, yaitu :

1. Secara horisontal : kebudayaan diteruskan melalui generasi kesatu


dangan generasi selanjutnya secara lisan

2. Secara vertikal : kebudayaan diteruskan melalui generasi yang


berbeda dengan cara tulisan atau literarur

c. Kebudayaan dijabarkan dalam komponen-komponen : biologi,


psikologi dan sosiologi.

Tiga komponen pembentuk pribadi, yaitu hereditas diperoleh dari sifat


orangtua, primary nature yaitu kodrat pertama sejak dalam
kandungan, secondary nature yaitu terbentuknya pribadi oleh
lingkungan

d. Kebudayaan mempunyai struktur, ada tujuh unsur :

1. Sistem religi dan upacara keagamaan

2. Sistem organisasi kemasyarakatan

3. Sistem pengetahuan

12
4. Sistem mata pencarahian

5. Bahasa

6. Kesenian

7. Sistem teknologi dan peralatan

e. Kebudayaan mempunyai nilai (Cultural Value)

Kebudayaan ini bersifat relatif karena penafsiran antara budaya yang


berbeda-beda, misalnya budaya timur berdasarkan kerohanian,
perasaan, instuisi, pasif (diam) sedangkan budaya barat berdasarkan
akal, materi, bebas, kreatif, aktif.

f. Kebudayaan mempunyai sifat statis dan dinamis

g. Kebudayaan dapat dibagi dalam bermacam-macam aspek, yaitu :

1. Kebudayaan rohani (spiritual)

2. Kebudayaan kebendaan (material cultural)

3. Kebudayaan darat (terra)

4. Kebudayaan maritim (aqua culture)

5. Kebudayaan daerah (kebudayaan suatu suku)

D. MANUSIA SEBAGAI PENCIPTA KEBUDAYAAN

Kemampuan manusia dalam mengatasi kompleksitas kebutuhan


hidupnya karena manusia mempunyai :

1. Akal, intelgensia dan instuisi

2. Perasaan dan emosi

3. Kemauan

4. Fantasi

5. Perilaku

13
6. Eksternalisasi

7. Objektivasi

8. Internalisasi

2.2 HUBUNGAN MANUSIA DENGAN KEBUDAYAAN

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA

A. FUNGSI AKAL DAN BUDI BAGI MANUSIA

Suatu hal yang membedakan manusia dengan makhluk Tuhan lainya


adalah akal dan budi. Kadar akal dan budi berbeda antara setiap orang,
kelompok, masyarakat serta suku bangsa.

Akal adalah kemampuan pikir manusia sebagai kodrat alami yang


dimiliki manusia. Berpikir merupakan perbuatan operasional yang mendorong
untuk aktif berbuat demi kepentingan dan peningkatan hidup manusia.
Kemampuan berpikir manusia mempunyai fungsi mengingat kembali apa yang
telah diketahui sebagai tugas dasarnya` kemudian membentuk konsep-konsep
untuk memecahkan masalah-masalah dan akhirnya membentuk tingkah laku.

Budi juga berarti akal yang berasal dari bahasa sansekerta, yaitu budhi.
Budi adalah akal yang merupakan unsur rohani dalam kebudayaan. Budi
diartikan sebagai batin manusia, serta panduan akal dan perasaan yang dapat
menimbang baik buruknya segala sesuatu. Sutan takdir alisyhabbana
menyebutkan bahwa budi menyebabkan manusia mengembangkan suatu
hubungan yang bermakna dengan alam sekitarnya dengan jalan memberikan
objek dan kejadian.

Uraian diatas menggambarkan bahwa fungsi akal dan budi manusia


adalah untuk menunjukan martabat manusia dan kemanusiaan.

B. MEMANUSIAKAN MANUSIA

Pada saat seorang anak manusia dilahirkan diduniamaka ia adalah


makhluk yang sangat lemah. Keberlangsungan hidupnya sangat tergantung

14
pada oranglain dan kebudayaan yang ada disekitarnya. Dengan cara seperti ini
anak tersebut berproses menjadi manusia.

Dalam memenuhi menjadi manusia, Maka kita perlu mengetahui dan


memahami konsep-konsep budaya dasar yang penting dalam kehidupan
manusia. Konsep tersebut diantaranya adalah `: cinta, keindahan, kegelisahan,
keadilan, pandangan hidup, tanggungjawab, pengabdian,

C. PROSES PEMBUDAYAAN

Hubungan antara manusia dengan kebudayaan tidak dapat terpisahkan.


Tidak akan ada kebudayaan tanpa ada manusia, dan manusia tidak akan
mencapai puncak potensinya sebagai manusia tanpa kebudayaan.

Hampir semua tindakan manusia adalah kebudayaan, karena sangat


sedikit tindakan manusia dalam rangka kehidupan bermasyarakat yang tidak
perlu dibiasakan dalam belajar (tindakan naluriah). Bahkan berbagai tindakan
manusia yang sifatnya naluriah pada akhirnya juga diubah menjadi tindakan
kebudayaan. Contoh ; manusia mempunyai tindakan naluriah untuk makan
dan minum, namun cara-cara serta sopan santun dalam makan dan minum
harus dipelajari terlebih dahulu.

Proses pembudayaan adalah tindakan tindakan yang menimbulkan dan


menjadikan sesuatu lebih bermakna untuk kemanusiaan. Ini merupkan suatu
proses nilai tambah dalam arti sebenarnyasecara kelanjutan. Proses belajar
kebudayaan yang dilalui manusia diantaranya dapat dilihat sbb :

1. Proses internalisasi

Pada proses internalisasi kebudayaan diserap kedalam struktur


kesadaran subjektif manusia, sehingga menentukan manusia tersebut.

2. Proses sosialisasi

Berger mengemukakan bahwa sosialisasi adalah proses melalui mana


seorang anak belajar menjadi anggota yang berpartisipasidalam
masyarakat.

15
3. Proses enkultutrasi

Enkulturasi adalah proses meneruskan kebudayaan dari generasi


yang satu kepada generasi berikutnya.

4. Proses akulturasi

Akulturasi terjadi bila kelompok-kelompok individu yang memiliki


kebudayaan yang berbeda saling berhubungan secara langsung
dengan intensif, sehingga timbiulah kemudian perubahan-perubahan
besar pada pola kebudayaan dari salah satu atau kedua kebudayaan
yang bersangkutan

2.3 PROBLEMATIKA DAN PERUBAHAN KEBUDAYAAN

A. PROBLEMATIKA KEBUDAYAAN

Beberapa problematika kebudayaan antara lain :


1. Hambatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan
sistem kepercayaan.
2. Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau
sudut pandang hambatan budaya ini dapat terjadi antara nasyarakat
dan pelaksana pembangunan
3. Hambatan budaya yang berkaitan dengan faktor psikologi atau
kejiwaan
4. Masyarakat yang terasing dan kurang komumnikasi dengan
masyarakat luar
5. Sikap tradisionalisme yang berprasangka buruk terhadap hal-hal
baru
6. Sikap etnosentrisme, yaitu sikap yang mengagungkan budaya suku
bangsanya sendiri dan mengaggap rendah budaya suku bangsa lain
7. Perkembangan IPTEK sebagai hasil dari kebudayaan, seringkali
disalahgunakan oleh manusia

16
B. PERUBAHAN KEBUDAYAAN

Pengertian perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan dalam


masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur
kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi
fungsinya bagi kehidupan.

Semua terjadi karena adanya salah satu atau beberapa unsur budaya
yang tidak berfungsi lagi, sehingga menimbulkan gangguan keseimbangan
didalam masyarakat. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian
yaitu : kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi dan filsafat bahkan perubahan
dalam bentuk juga aturan-aturan organisasi sosial. Perubahan kebudayaan
akan berjalan terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakatnya.

Ada lima Penyebab terjadi perubahan kebudayaan, yaitu :


1. Perubahan lingkungan alam
2. Perubahan yang disebabkan adanya kontak dengan kelompok lain
3. Perubahan karena adanya penemuan ( discovery )
4. Perubahan yang terjadi karena suatu masyarakat atau bangsa mengadopsi
beberapa elemen kebudayaan material yang telah dikembangkan oleh
bangsa lain di tempat lain
5. Perubahan yang terjadi karena suatu bangsa memodifikasi cara hidupnya
dengan mengadopsi suatu pengetahuan atau kepercayaan baru atau karena
perubahan dalam pandangan hidup dan konsepsinya tentang realitas.
Namun perubahan kebudayaan sebagai hasil cipta, karsa dan ras manusia
adalah tentu saja perubahan yang memberi nilai manfaat bagi manusia dan
kemanusiaan, bukan sebaliknya yaitu yang akan memusnahkan manusia
sebagai pencipta kebudayaan tersebut. Untuk pembahasan lebih lanjut, sebagai
contoh kami akan membahas satu permasalahan, yaitu :

17
PERUBAHAN KEBUDAYAAN INDONESIA

Di Indonesia, sebenarnya memiliki berbagai ragam kebudayaan, tetapi masyarakat


Indonesia terkadang merasa tidak memiliki kebudayaan tersebut, pada umumnya kita
menganut budaya timur tetapi pada kenyataannya berbanding balik dengan realita
yang ada. Masyarakat Indonesia lebih condong kepada kebudayaan barat yang
katanya lebih gaul dan keren. Seperti contoh cara kita berpakaian, berbahasa, dan
bermoral, dari sisi itu perubahan kebudayaan disebabkan Karena factor lingkungan,
adanya kontak suatu dengan kelompok lain, dan adanya penemuan.
Masyarakat Indonesia telah mengadopsi beberapa elemen kebudayaan barat untuk di
terapkan di bangsa ini. Perubahan ini terjadi karena bangsa Indonesia ingin
memodifikasi cara hidupnya dengan mengadopsi suatu pengetahuan dalam pandangan
hidup.

Sebenarnya perubahan kebudayaan sebagai hasil cipta karsa dan rasa manusia adalah
bermanfaat bagi pencipta kebudayaan atau disebut manusia, seharusnya perubahan
kebudayaan memiliki sisi hal yang lebih positif yang bisa memusnahkan pencipta
kebudayaan.

18
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Pengertian kebudayaan tidak mudah untuk dirumuskan. Berbagai ahli


memiliki pandangan yang tidak selalu sama tentang kebudayaan. Jumlah definisi
kebudayaan yang tercatat mencapai hingga 300 definisi. Keadaan ini tidak berarti kita
akan sulit untuk memahami apa itu kebudayaan, karena dari berbagai definisi yang
ada ternyata saling melengkapi antara satu dengan yang lain.

Manusia sebagai makhluk hidup yang kompleks memiliki berbagai


kemampuan dalam mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya. Kemampuan
tersebut mencakup akal, intelegensia, dan intuisi, ; perasaan dan emosi, kemauan,
fantasi, serta perilaku.

Kebudayaan sifatnya dinamis, dimana selalu mengalami perubahan.


Perubahan dapat bejalan cepat maupun lambat. Terdapat berbagai sebab yang dapat
melatarbelakangi terjadinya perubahan kebudayaan diantaranya perubahan
lingkungan alam, perubahan karena kontak dengan kelompok lain, atau perubahan
karena adanya penemuan, fenomena menarik yang nampaknya semakin tidak dapat
kita hindari di era globalisasi dimana saling ketergantungan antar warga dunia
semakin besar.

Manusia memiliki keistimewaan akal dan budi yang tidak dimiliki oleh
makhluk hidup lainya. Keberadaan akal dan budi ini membuat manusia dapat
mengembangkan dirimenjadi lebih berbudaya, secara pemikiran dan batin.

Manusia adalah makhluk yang lemah dan sangat tergantung pada oranglain
dan kebudayaan sekitarnya, pada saat ia lahir kedunia.

Proses perkembangan kebudayaan tidak akan pernah berhenti seiring dengan


terus mengalirnya kebutuhan manusia sebagai pemilik kebudyaan tersebut. Dari
konteks ini, maka akan selalu ada yang dinamakan prose pembudyaan. Proses ini
dapat diperoleh melalui proses belajar. Lebih jauh, proses belajar kebudayaan yang

19
dilalui manusia dapat dilihat, diantaranya melalui proses internalisai, sosialisasi,
enkulturasi, atau akulturasi.

B. SARAN

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok
bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya,
kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada
hubungannya dengan judul makalah ini.

Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman memberikan kritik dan
saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan
penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini
berguna bagi penulis pada khususnya juga para mahasiswa universitas semarang
pada umumnya.

20
DAFTAR PUSTAKA

1. Sihotang, Amri P,.(2008). Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD). Semarang:


Penerbit Semarang University.

2. Hertati, dkk. (2010). Materi Pokok Ilmu Sosial Dan Buadaya Dasar. Penerbit
Universitas Terbuka.

3. Budiwati, Yulia dan Dewi Mutiara. (2002). Manusia dan Kebudayaan Ilmu
Budaya Dasar, Yulia Budiwati, dkk. Jakarta : Pusat Penerbitan Universitas
Terbuka.

4. Koentjaraningrat. (1992). Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan.


Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

5. Wahyono, Effendi, (2002). Ilmu Sosial Dasar. Jakarta : Pusat penerbitan


Universitas Terbuka

21