Anda di halaman 1dari 21

Hipotiroidisme merupakan suatu penyakit akibat kekurangan produksi hormon tiroid atau

adanya defek pada reseptornya. Kelainan tersebut dapat ditemukan sejak lahir yang sering

dikenal sebagai hipotiroid kongenital, namun bila tampak gejala-gejala setelah periode fungsi

tiroid yang tampaknya normal maka kelainan ini merupakan kelainan yang didapat yang

biasanya akibat defek kongenital karena manifestasi defisiensinya terlambat.

Hipotiroid merupakan penyakit yang ditemukan dengan perbandingan 1 : 5000 dari

kelahiran hidup dan biasanya ditemukan 80 90 % pada bayi dengan usia < 3 bulan, lebih sering

mengenai perempuan dengan perbandingan antara perempuan dan laki-laki 2 : 1.

Hipotiroid seringkali dikelompokkan berdasarkan organ:

Type Origin Description

Kelenjar Bentuk yang paling sering dijumpai adalah Hashimotos


Primer
tiroid Thyroiditis dan terapi radioyodium untuk hipertiroid.

Terjadi bila kelenjar pituitary tidak menghasilkan TSH

Yang cukup untuk merangsang produksi thyroxine dan


Kelenjar
Sekunder Triiodothyronine. Biasanya hal ini disebabkan karena
Pituitari
Kerusakan kelenjar pituitary oleh beberapa hal, seperti

Tumor, radiasi, atau operasi.

Tersier Hipotala Terjadi bila hipotalamus gagal memproduksi cukup

1
mus TRH

FISIOLOGI KELENJAR TIROID

Kelenjar tiroid menghasilkan hormone tiroid ( T 4 dan T3 ) yang membantu mengatur

temperature tubuh, metabolisme energi dan protein juga membantu pengaturan fungsi normal

sistem kardiovascular dan sistem saraf pusat. Selain itu tiroid juga menghasilkan kalsitonin yang

berfungsi mengatur jumlah kalsium di dalam darah.

Hormone T3 sebagian besar berasal dari konversi T4 menjadi T3 yang berlangsung diluar

kelenjar tiroid. Tirotropin Releasing Factor ( TRF ) yang dihasilkan hypothalamus akan

merangsang kelenjar hipofise mengeluarkan tirotropin (TSH). Tirotropin juga akan merangsang

pertumbuhan kelenjar tiroid.

Tiroksin ( T4 ) menunjukkan pengaturan timbal balik negatif dari sekresi TSH dengan

bekerja langsung pada tirotropin hipofisis. Beberapa obat dan keadaan dapat mengubah sintesis,

pelepasan dan metabolisme hormon tiroid. Obat obat seperti perklorat dan tiosianat dapat

menghambat sintesis tiroksin. Sebagai akibatnya, menyebabkan penurunan kadar tiroksin dan

melalui rangsangan timbal balik negatif, meningkatkan pelepasan TSH oleh kelenjar hipofisis.

HORMON TIROID

Hormon-hormon tiroid meningkatkan konsumsi oksigen, merangsang sintesis protein,

mempengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi, dan mempengaruhi metabolisme karbohidrat,

lipid, dan vitamin. Hormon-hormon bebas memasuki sel, tempat T4 dapat dikonversi menjadi T3

dengan deyodinasi. T3 intraseluler kemudian masuk nukleus, untuk melekat pada reseptor

hormon tiroid. Hormon tiroid mempunyai fungsi untuk mengkatalisasi reaksi oksidasi dan

kecepatan metabolisme.

2
Tiroid diatur oleh hormon perangsang tiroid (TSH) yaitu suatu glikoprotein yang

diproduksi dan disekresi oleh kelenjar pituitaria anterior. Hormon ini mengaktifkan adenilat

siklase pada kelenjar tiroid untuk mempengaruhi pelepasan hormon tiroid. Sintesis dan pelepasan

TSH distimulasi oleh hormon pelepas-TSH (TRH) yang disintesis dalam hipotalamus dan

disekresi kedalam kelenjar pituitaria.

Pada keadaan produksi hormon tiroid menurun, TSH dan TRH meningkat yang

mengakibatkan hipertrofi dan hiperplasia sel-sel tiroid, penangkapan yodium meningkat, dan

sintesis hormon tiroid meningkat. Peningkatan sintesis hormon tiroid menghambat produksi TSH

dan TRH, kecuali pada neonatus dimana kadar TRH dalam serum sangat rendah.

Hipotiroid adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada salah satu tingkat

dari aksis hipotalamus-hipofisis-tiroid-end organ, dengan akibat terjadinya defisiensi hormon

tiroid, ataupun gangguan respon jaringan terhadap hormon tiroid.

Menurut onsetnya, hipotiroid pada anak dibedakan menjadi 2 :7

1. Hipotiroid kongenital.

2. Hipotiroid dapatan.

PATOFISIOLOGI

Hipotiroid dapat disebabkan oleh gangguan sintesis hormon tiroid atau gangguan pada

respon jaringan terhadap hormon tiroid.

Sintesis hormon tiroid diatur sebagai berikut :

o Hipotalamus membuat thyrotropin releasing hormone (TRH) yang merangsang

hipofisis anterior.
o Hipofisis anterior mensintesis thyrotropin (thyroid stimulating hormone = TSH)

yang merangsang kelenjar tiroid.

3
o Kelenjar tiroid mensintesis hormone tiroid (triiodothyronin = T3 dan

tetraiodothyronin = T4 = thyroxin) yang merangsang metabolisme jaringan yang

meliputi : konsumsi oksigen, produksi panas tubuh, fungsi syaraf, metabolisme

protrein, karbohidrat, lemak, dan vitamin-vitamin, serta kerja daripada hormon-

hormon lain.

HIPOTIROID KONGENITAL

Penyebab hipotiroid kongenital dapat sporadis/ familial, gondok atau non gondok. Pada

banyak kasus, defisiensi hormon tiroid berat, dan gejala-gejala berkembang pada umur beberapa

minggu awal. Pada kasus lain, tingkat defisiensi yang lebih rendah terjadi dan manifestasi dapat

terlambat selama beberapa bulan atau beberapa tahun.4

Angka kejadian di beberapa negara sangat bervariasi dengan kisaran antara 4000-6000

kelahiran hidup. Hipotiroid kongenital merupakan salah satu penyebab retardasi mental dan

kegagalan pertumbuhan yang dapat dihindari bila ditemukan dan diobati sebelum usia 1 bulan.

Oleh karena itu banyak negara maju melakukan screening saat kelahiran.8

ETIOLOGI

A. Disgenesis Tiroid

Defek perkembangan (disgenesis tiroid) merupakan 90% dari bayi yang terdeteksi

hipotiroidisme. Pada sekitar sepertiga bayi tidak ditemukan adanya sisa jaringan tiroid (aplasia),

sedangkan duapertiga lainnya jaringan tiroid yang tidak sempurna ditemukan pada lokasi

ektopik, dari dasar lidah (tiroid lidah) sampai posisi normalnya di leher.

Kebanyakan bayi dengan hipotiroidisme kongenital pada saat lahir tidak bergejala

walaupun ada agenesis total kelenjar tiroid. Situasi ini dianggap berasal dari perpindahan

transplasenta sejumlah sedang tiroksin ibu (T4) yang memberikan kadar janin 25-50% normal

4
pada saat lahir. Kadar T4 serum yang rendah ini dan secara bersamaan kadar TSH meningkat

memungkinkan pendeteksian neonatus dengan hipotiroid.

Jaringan tiroid ektopik (lidah, bawah lidah, subhioid)dapat memberikan jumlah hormon

tiroid yang cukup selama bertahun-tahun atau dapat gagal pada masa anak-anak. Anak yang

terkena biasanya datang karena tumbuh massa pada dasar lidah atau pada linea mediana leher,

biasanya setinggi hioid. Kadang-kadang disertai dengan kista duktus tiroglossus. Pengambilan

secara bedah jaringan tiroid ektopik dari individu eutiroid dapat mengakibatkan hipotiroidisme

karena tidak memiliki jaringan tiroid yang lain.

B. Antibodi Penyekat-Reseptor Tirotropin (TRBAb)

TRBAb dahulu disebut penghambat imunoglobulin pengikat tiroid (TBII). Penyebab

hipotiroidisme kongenital sementara yang tidak biasa adalah antibodi ibu yang lewat secara

transplasenta yang menghambat pengikatan TSH pada reseptornya pada neonatus. Frekuensinya

adalah 1 dalam 50.000-100.000 bayi. Harus dicurigai adanya riwayat penyakit tiroid autoimun

ibu termasuk tiroiditis Hashimoto, penyakit Graves, hipotiroidisme pada terapi penggantian, ng

hipotiroidisme kongenital berulang yang bersifat sementara pada saudara kandung berikutnya.

Diagnosis yang benar dalam kasus ini adalah mencegah pengobatan berkepanjangan yang tidak

perlu, waspada klinis terhadap kemungkinan berulang pada kehamilan berikutnya, dan

menawarkan prognosis yang baik pada orang tua.

C. Sintesis Tiroksin yang Kurang Sempurna

Berbagai defek pada biosintesis hormon tiroid dapat mengakibatkan hipotiroidisme

kongenital, dan bila defeknya tidak sempurna akan terjadi kompensasi dan mulainya

5
hipotiroidisme dapat terlambat selama beberapa tahun. Defek ini ditentukan secara genetik dan

dipindahkan dengan cara autosom resesif.

D. Radioyodium

Hipotiroidisme telah dilaporkan akibat dari pemberian radioyodium secara tidak sengaja

selama kehamilan untuk pengobatan kanker tiroid atau hipertiroidism. Pemberian yodium

radioaktif pada wanita yang sedang menyusui juga terkontraindikasi karena dengan mudah

dieksresikan dalam susu.

E. Defisiensi Tirotropin

Defisiensi TSH dan hipotiroidisme dapat terjadi pada keadaan apapun yang terkait

dengan defek perkembangan kelenjar pituitaria atau hipotalamus. Lebih sering pada keadaan ini,

defisiensi TSH akibat defisiensi hormon pelepas tiroropin (TRH). Mayoritas bayi yang terkena

memiliki defisiensi kelenjar pituitaria multipel dan datang dengan hipoglikemi, ikterus persisten,

dan mikropenis bersama dengan displasia septo-optik, celah bibir linea mediana, hipoplasia

wajah tengah, dan anomali wajah linea mediana yang lain.

F. Ketidaktanggapan Hormon Tirotropin

Hipotiroidisme kongenital ringan telah dideteksi pada bayi baru lahir yang selanjutnya

terbukti menderita pseudohipoparatiroidisme tipe Ia. Penyebab molekular resistensi terhadap

TSH pada penderita ini adalah gangguan menyeluruh aktivasi cAMP yang disebabkan oleh

defisiensi genetik subunit guanin nukleotid pengatur protein. Keadaan ketidaktanggapan TSH

murni yang telah dideteksi, yaitu kadar T4 serum rendah, kadar TSH serum dengan

radioimmunoassay dan bioassay meningkat, dan tidak ada respon terhadap pemberian TSH

eksogen.

G. Ketidaktanggapan Hormon Tiroid

6
Semakin bertambah jumlah penderita yang ditemukan yang menderita resistensi terhadap

kerja endogen dan eksogen T4 dan T3. Kebanyakan penderita menderita gondok, dan kadar T4, T3,

T4 bebas, dan T3 bebas meningkat. Ketidaktanggapan ini dapat bervariasi di antara jaringan.

Mungkin ada tanda klinis hipotiroidisme yang tidak terlihat, termasuk retardasi mental, retardasi

pertumbuhan, dan maturasi skeleton terlambat ringan serta satu manifestasi neurologis yaitu

peningkatan hubungan gangguan hiperaktivitas defisit perhatian.

H. Penyebab Lain Hipotiroid (Obat)

Hipotiroidisme kongenital dapat merupakan akibat dari paparan janin terhadap yodium

atau obat antitiroid yang berlebihan. Keadaan ini bersifat sementara dan tidak boleh keliru

dengan bentuk-bentuk hipotiroidisme lain. Pada neonatus, penggunaan antiseptik mengandung

yodium topikal pada kamar perawatan anak dan oleh ahli bedah juga dapat menyebabkan

hipotiroidisme kongenital sementara, terutama pada bayi dengan BBLR. Sedangkan pada anak

yang lebih besar, sumber yodium biasanya dalam sediaan paten yang digunakan untuk mengobati

asthma.

II.2. MANIFESTASI KLINIS

Hipotiroidisme kongenital lebih sering terjadi pada anak perempuan dibanding anak laki-

laki. Sebelum program skrining neonatus, hipotiroidisme kongenital jarang dikenali pada bayi

yang baru lahir karena tanda-tanda dan gejala-gejalanya biasanya tidak cukup berkembang.

Hipotiroidisme ini dapat dicurigai dan diagnosis ditegakkan selama umur umur minggu-minggu

awal jika terdapat manifestasi awal tetapi kurang khas dikenali. Bayi dengan tampak tenang dan

mempunyai badan yang relatif gemuk biasanya lambat didiagnosa.

Riwayat dan gejala pada neonatus dan bayi :

7
- Fontanella mayor yang lebar dan fontanella posterior yang terbuka.

- Suhu rektal < 35,5C dalam 0-45 jam pasca lahir.

- Berat badan lahir > 3500 gram; masa kehamilan > 40 minggu.

- Suara besar dan parau, tidak belajar berbicara.

- Hernia umbilikalis.

- Riwayat ikterus lebih dari 3 hari, karotenemia

- Miksedema (kulit kelopak mata, punggung tangan, dan genitalia eksterna)

- Makroglosi.

- Riwayat BAB pertama > 20 jam setelah lahir dan sembelit (< 1 kali/hari).

- Kulit kering, dingin, dan motling (berbercak-bercak, terutama tungkai).

- Letargi.

- Gangguan minum dan menghisap

- Bradikardia (< 100/menit).

- Penampilan fisik sekilas seperti sindrom Down, namun pada sindrom Down bayi lebih aktif.

- Hipotonia

- Tidur yang berlebihan, sedikit menangis, tidak selera makan, biasanya lamban.

- Mata terpisah lebar

- Jembatan hidung sempit

Diagnosis dan pengobatan dini penting untuk mencegah mental yang permanen pada

penderita.

Gejala pada anak besar :

- Dengan goiter maupun tanpa goiter.

8
- Gangguan pertumbuhan (kerdil).

- Gangguan perkembangan motorik, mental, gigi, tulang, dan pubertas.

- Ganguan perkembangan mental permanen terutama bila onset terjadi sebelum umur 3 th.

- Aktivitas berkurang, lambat.

- Kulit kering.

- Miksedema.

- Tekanan darah rendah, metabolisme rendah.

- Intoleransi terhadap dingin.

PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS

A. Anamnesis :

o Apakah berasal dari daerah gondok endemik?

o Struma pada ibu. Apakah ibu diberi KI, PTU waktu hamil?

o Adakah keluarga yang struma?

o Perkembangan anak.

B. Gejala klinis :

Dicurigai adanya hipotiroid bila skor Apgar hipotiroid kongenital > 5; tetapi tidak

adanya gejala atau tanda yang tampak, tidak menyingkirkan kemungkinan hipotiroid

kongenital.

Tabel : Skor Apgar pada hipotiroid kongenital

Gejala klinis Skore


Hernia umbilicalis 2
Kromosom Y tidak ada (wanita) 1
Pucat, dingin, hipotermi 1
Tipe wajah khas edematus 2

9
Makroglosi 1
Hipotoni 1
Ikterus lebih dari 3 hari 1
Kulit kasar, kering 1
Fontanella posterior terbuka (>3cm) 1
Konstipasi 1
Berat badan lahir > 3,5 kg 1
Kehamilan > 40 minggu 1
Total 15

C. Laboratorium :

o Pemeriksaan fungsi tiroid T4 dan TSH dilakukan untuk memastikan

diagnosis, apabila ditemukan kadar T4 rendah disertai TSH meningkat

maka diagnosis sudah dapat ditegakkan.


o Pemeriksaan darah perifer lengkap, air kemih, tinja, kolesterol serum

(biasanya meningkat pada anak > 2 tahun).


o Apabila ibu dicurigai menderita hipotiroid maka bayi perlu diperiksa

antibodi antitiroid. Kadar TBG diperiksa bila ada dugaan defisiensi

TBG yaitu bila dengan pengobatan hormon tiroid tidak ada respon.

Results in Results in
Name Normal Value
Hypothyroidism Hyperthyroidism
0.3 5.0U/mL or
Thyroid Stimulating
High Low
Hormone (TSH)
0.3 5.0 mU/L
Total T4 5 11g/dL or
Low High
Immunoassay 64 142 nmol/L

Free T4 Index 6.5 12.5 Low High

10
Total T3 95 190 ng/dL or
Normal or Low High
Immunoassay 1.5 2.9 nmol/L
Free T3 Index 20 63 Normal or Low High

D. Radiologis :

USG atau CT scan tiroid.

Tiroid scintigrafi, membantu memperjelas penyebab yang mendasari bayi dengan

hipotiroidisme kongenital. Pasien meminum radioaktif yodium atau technetium dan

ditunggu hingga substansi tersebut ada pada kelenjar tiroid. Jika tiroid berfungsi maka

akan terlihat level penyerapan yang sama pada seluruh kelenjar tiroid. Bila ada

aktivitas berlebih akan terlihat daerah berwarana putih. Sedangkan area yang kurang

aktif akan terlihat lebih gelap.

Umur tulang (bone age), adanya retardasi perkembangan tulang misalnya disgenesis

epifise atau deformitas veterbra.

X-foto tengkorak, menunjukkan adanya fontanella besar dan sutura yang melebar, tulang

antar sutura (wormian) biasanya ada, terlihatnya sella tursika yang membesar dan bulat,

dan mungkin terlihat adanya erosi dan penipisan.

DIAGNOSIS BANDING

Mongolisme

Sering disertai hipotiroid kongenital, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan faal tiroid

secara rutin. Pada mongolisme terdapat: epikantus (+), makroglosi (+), miksedema (-), retardasi

motorik dan mental serta adanya kariotyping dan trisomi 21.

11
Dysmorphogenetic chromosomal syndromes

Infeksi kongenital

Intrauterine drug exposure

Intestinal obstruction

Ikterus fisiologis

Miopatik kongenital

TATALAKSANA

Hormon tiroid

Obat pilihan adalah Sodium L-Thyroxine, diberikan sedini mungkin.

1. Bila fasilitas untuk mengukur faal tiroid ada, diberikan dosis seperti tabel berikut :

Umur Dosis g/kg BB/hari


0-3 bulan 10-15

3-6 bulan 8-10

6-12 bulan 6-8

1-5 tahun 5-6

2-12 tahun 4-5

> 12 tahun 2-3


Kadar T4 dipertahankan di atas pertengahan nilai normal.

3. Bila fasilitas untuk mengukur faal tiroid tidak ada, dapat dilakukan therapeutic

trial sampai usia 3 tahun dimulai dengan dosis rendah dalam 2-3 minggu; bila ada

perbaikan klinis, dosis dapat ditingkatkan bertahap atau dengan dosis pemberian +

12
100 g/m2/hari. Penyesuaian dosis tiroksin berdasarkan respon klinik dari uji

fungsi tiroid T3, T4, dan TSH yang dapat berbeda tergantung dari etiologi

hipotiroid.

4. Penundaan atau keterlambatan pengobatan akan meningkatkan risiko komplikasi

5. Monitoring pengobatan harus dilakukan setiap bulan pada tahun pertama dan

selanjutnya setiap 2-3 bulan

6. Pemantauan tumbuh kembang yang optimal namun hindari overtreatment

7. Kasus transien hipotiroid kongenital boleh tidak diobati, namun jika penurunan T 4

dan peningkatan TSH menetap harus segera diobati.

PEMANTAUAN

A. Terapi

Kemungkinan terjadinya hipertiroidisme perlu diwaspadai. Dosis yang berlebihan dapat

mengakibatkan takikardia, kecemasan berlebihan, gangguan tidur, dan gejala tirotoksikosis

yang lain. Pemberian tiroksin berlebihan jangka lama mengakibatkan kraniosinostosis. Anak

yang sedang dalam pengobatan hipotiroid kongenital harus dievaluasi secara teratur stiap

beberapa bulan sampai paling tidak hingga 3 tahun pertama kehidupan. Menurut American

academy of pediatric, serumT4 atau T4 bebas dan Tes darah TSH harus dilakukan menurut

jadwal:

2-4 minggu setelah pengobatan T4

Setiap 1-2 bulan hingga 6 bulan pertama kehidupan

13
Setiap 3-4 bulan, mulai 6 bln hingga 3 tahun pertama kehidupan

Setiap 6 -12 bulan hingga pertumbuhan normal tercapai

Dua minggu setelah perubahan dosis

Evaluasi lebih sering bila ditemukan hasil yang abnormal

Apabila fase perkembangan otak sudah dilalui, pemantauan dapat dilakukan 3

bulan sampai 6 bulan sekali dengan mengevaluasi pertumbuhan linear, berat badan,

perkembangan motorik dan bahasa serta kemampuan akademis untuk yang sudah

bersekolah. Umur tulang dipantau tiap tahun. Karena levothyroxine identik dengan

thyroxine yang dihasilkan badan, efek samping jarang ditemukan. Namun bila dosis

terlalu kecil atau terlalu besar akan terjadi efek samping seperti tertulis di tabel

berikut.

Gejala dosis kurang atau berlebih dari Levothyroxine

Dosis Dosis berlebih

kurang

Lemas Gejala kardiovaskuler (detak jantung cepat, berkeringat, varian denyut nadi yang

luas, angina atau congestive heart failure)

Ketumpulan Agitasi (tremor, nervousness, insomnia, keringat berlebih)

mental

14
Merasa Sakit kepala dan nyeri otot

kedinginan

Kram otot Gejala intestinal dan metabolic (pperubahan nafsu makan, diare, penurunan BB)

Demam dan intoleransi terhadap panas

Tumbuh Kembang

Hipotiroid kongenital sangat mengganggu tumbuh kembanganak apabila tidak

terdiagnosis secara dini ataupun bila pengobatan dilakukan tidak benar. Apabila hipotiroid

diobati dini dengan dosis adekuat, proses pertumbuhan linier pada sebagian besar kasus

mengalami kejar tumbuh yang optimal sehingga mencapai tinggi badan normal. Pengobatan

yang dilakukan setelah usia 3 bulan akan mengakibatkan taraf IQ subnormal atau lebih rendah.

PROGNOSIS

Dengan adanya program skrining neonatus untuk mendeteksi hipotiroidisme kongenital,

prognosis untuk bayi yang terkena telah baik secara dramatis. Diagnosis awal dan pengobatan

yang cukup sejak umur minggu-minggu pertama memungkinkan pertumbuhan linier yang

normal dan intelegensianya setingkat dengan saudara kandung yang tidak terkena.

Tanpa pengobatan dini akan terjadi sekuale neurologis berupa

retardasi mental

koordinasi motorik yang lemah

hipotonia muskuler

15
ataxia

Dengan pengobatan dini retardasi mental dapat dihindari. Lebih dini pengobatan

prognosis akan lebih baik. Bahkan dengan pengobatan komplikasi disfungsi psikomotor seperti

gangguan belajar masih dapat dijumpai.

HIPOTIROID DIDAPAT

ETIOLOGI

Tiroiditis Limfositik.

Tiroiditis limfositik merupakan penyebab paling lazim terjadinya hipotiroidisme didapat.

Meskipun secara khas ditemukan pada remaja, keadaan ini terjadi seawal pada usia 2 tahun.

Penyakit ini merupakan suatu penyakit autoimun yang ditandai secara histologis infiltrasi tiroid

dengan limfosit. Setiap bentuk autoimun tiroiditis secara tipikal dimulai dengan sel T dan B:

Sel T dan B menginfiltrasi kelenjar tiroid dalam jumlah yang setara. Kedua sel ini

berperan dalam respon primer terhadap infeksi. Sel T mengidentifikasi molekul invasive

(cth: virus) dan membantu sel B untuk memproduksi antibodi.

Pada kasus autoimunitas, sel T mengira molekul badan kita sebagai molekul invasive.

Sehingga sel B memproduksi antibodi yang disebut autoantibody.

Antibodi kemudian menyerang protein tiroid yang disebut thyroid peroxidase yang

menyebabkan kehancuran dari sel tiroid.

Ada beberapa teori yang menjelaskan mengapa sel T dan B menhancurkan sel tiroid,

antara lain:

16
Salah satu teori mengatakan selama infeksi sel T menginduksi sel B untuk mengeluarkan

antibodi guna melawan invasi virus. Namun tanpa diduga, sel T juga menginduksi sel B

untuk menghancurkan protein tiroid yang serupa.

Faktor genetic paling berperan pada autoimun tiroiditis. Sebagai contoh, pasien dengan

hashimotos tiroiditis memiliki gen yang disebut fas Gen, yang berinteraksi dengan sel

tiroid dan merangsang proses yang disebut apoptosis, yang memulai terjadinya

kehancuran sel.

Pada beberapa wanita, autoimunitas terjadi ketika sedang mengandung. Dalam hal ini sel

fetal terakumulasi di kelenjar tiroid ibu, merangsang respon imun.

Pada hashimotos tiroiditis antibodi memblok reseptor pada sel tiroid yang mengikat

TSH. Efek ini lebih menjelaskan perburukan dari kelainan ini, tapi tidak menjelaskan

sebab awal terjadinya kehancuran sel tiroid..

Beberapa penelitian membuktikan intake yodium yang berlebihan berhubungan dengan

terjadinya hashimotos tiroiditis

A. Tiroidektomi Subtotal

Tiroidektomi subtotal pada tirotoksikosis atau kanker dapat menyebabkan hipotiroidisme,

sama seperti halnya dengan pengambilan jaringan tiroid ektopik misalnya tiroid lidah, tiroid

17
subhioid media, atau jaringan tiroid pada kista duktus tiroglossus merupakan satu-satunya

sumber hormon tiroid, dan pemotongan menyebabkan terjadinya hipotiroidisme.

B. Sistinosis Nefropati

Anak dengan keadaan seperti ini ditandai dengan penyimpanan sistin intralisosom dalam

jaringan tubuh, mengalami gangguan fungsi tiroid. Hipotiroidisme dapat jelas, tetapi bentuk yang

terkompensasi lebih lazim, dan penilaian berkala kadar TSH terindikasi. Pada usia 13 tahun,

duapertiga penderita ini memerlukan penggantian tiroksin.

C. Infiltrasi Histiosit

Yaitu terjadi pada anak dengan histiositosis sel Langerhans dapat menyebabkan

hipotiroidisme.

D. Iradiasi

Iradiasi daerah tiroid yang merupakan kejadian pada pengobatan penyakit Hodgkin atau

malignansi lain atau yang diberikan sebelum transplantasi sumsum tulang sering menyebabkan

kerusakan tiroid. Pada sekitar sepertiga anak tersebut terjadi kenaikkan kadar TSH dalam setahun

setelah terapi, dan 15-20% menjadi hipotiroidisme dalam 5-7 tahun.

E. Obat-obatan

Penelanan obat-obatan yang mengandung yodium yang lama dapat menyebabkan

hipotiroidisme, biasanya disertai dengan gondok. Amiodaron, obat yang digunakan untuk aritmia

jantung 37% beratnya terdiri dari yodium sehingga menyebabkan hipotiroidisme pada sekitar

20% anak yang diobati. Ini mempengaruhi fungsi tiroid secara langsung karena kandungan

yodiumnya yang tinggi juga karena hambatan 5-deiodinase yang mengubah T 4 menjadi T3, anak

yang mendapat pengobatan ini harus dilakukan pengukuran T4, T3, dan TSH seri.

F. Subklinis hipotiroid

18
Subklinis hipotoiroid terjadi ketika kadar TSH tinggi tetapi kadar T3 dan T4 normal. Para

ahli masih meragukan bagaimana subklinis hipotiroid mempengaruhi metabolisme selular karena

kadar dari hormone yang normal. Cochrane collaboration menemukan bahwa tidak ada kegunaan

dari terapi penggantian hormone.

MANIFESTASI KLINIS

Perlambatan pertumbuhan biasanya merupakan manifestasi klinis pertama, tetapi tanda

ini sering lewat tanpa diketahui. Perubahan miksedematosa kulit, konstipasi, intoleransi dingin,

energi menurun, bertambahnya kebutuhan untuk tidur berkembang secara diam-diam. Namun,

tugas sekolah dan nilai biasanya tidak terpengaruh bahkan pada anak yang menderita hipotiroid

berat sekalipun. Maturasi tulang terlambat, sering secara mencolok yang merupakan petunjuk

lamanya hipotiroidisme.

Beberapa anak datang dengan nyeri kepala, masalah penglihatan, pubertas prekoks, atau

galaktorrea. Anak-anak ini biasanya mengalami pembesaran hiperplastik kelenjar pituitaria,

seringkali dengan perluasan suprasella, setelah hipotiroidisme yang lama; keadaan ini dapat

keliru dengan tumor kelenjar pituitaria.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK dan PENGOBATAN

Pemeriksaan diagnostik dan pengobatan adalah sama seperti yang diuraikan pada

hipotiroidisme kongenital. Pengukuran antibodi antiroglobulin dan antiperoksidase (dahulu

antimikrosom) dapat mengarah pada tiroiditis autoimun sebagai penyebab. Selama tahun

pertama pengobatan, penjelekkan tugas sekolah, kebiasaan tidur yang buruk, kegelisahan, waktu

perhatian yang pendek, dan masalah-masalah perilaku dapat terjadi, tetapi hal ini sementara.

19
KOMPLIKASI

Kondisi Emergensi

Koma myxedema, merupakan komplikasi yang mengancam jiwa bila hipotiroid tidak diobati.

Gejalanya antara lain meliputi penurunan suhu tubuh yang drastis (hypothermi), delirium,

penurunan fungsi paru, perlambatan denyut jantung, konstipasi, retensi urin, kejang, stupor

dan akhirrnya koma. Jarang terjadi, tetapi lebih sering ditemukan pada pasien yang mendapat

paparan stresss yang berat, seperti infeksi, operasi, atau cuaca yang terlalu dingin. Obat-

obatan tertentu ( seperti sedative, penghilang nyeri, amiodarone, narkotik dan litium) dapat

meningkatkan resiko.Tingkat mortalitas tinggi (30-60%) terutama pada orang tua dan

penderita hipoternia persisten atau kelainan jantung.

Suppurative Thyroiditis. Biasanya diawali dengan infeksi saluaran nafas atas. Gejala

meliputi demam, nyeri leher, rash, dan kesulitan mengunyah dan berbicara.

Efek hipotiroid pada anak dan balita

Anak yang dilahirkan dari ibu yang tidak mendapat pengobatan. Anak ini memiliki resiko

cacat mental termasuk gangguan konsentrasi dan verbal.

Efek hipotiroid selama masa balita. Walaupun sementara, pada kasus yang berat dapat

menyebabkan gangguan perkembangan neurologist dan mental.

Bayi yang dilahirkan dengan hipotiroid congenital. Harus segera mendapat pengobatan

untuk mencegah retardasi mental, pertumbuhan yang terhambat, dan perkembanagan

abnormal lainnya ( sindrom yang disebut kretinisme). Sudah diperkirakan bahwa anak yang

20
tidak diobati akan mengalami penurunan IQ tiga hingga lima poin per bulan selama tahun

pertama. Tetapi walau bagaimanapun, bahakn dengan terapi awal, gangguan ringan dalam

hal memori, perhatian, dan perkembangan mental dapat tetap ada hingga dewasa.

Efek yang terjadi bila onset hipotiroid > 2 tahun. Ancaman mental retardasi berkurang

namun pertumbuhan fisik menjadi lebih pelan dan pertumbuhan gigi jadi terlambat.

21