Anda di halaman 1dari 12

Majalah Ilmiah UNIKOM Vol.10, No.

bidang
EKONOMI

PENGARUH KEPATUHAN WAJIB PAJAK DAN


KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI KEUANGAN TERHADAP
EFEKTIVITAS SISTEM SELF ASSESSMENT
ARI BRAMASTO
Fakultas Ekonomi
Universitas Langlangbuana Bandung

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh


Kepatuhan Wajib Pajak Dan Kualitas Informasi Akuntansi Keuangan Terhadap
Efektivitas Sistem Menghitung Pajak Sendiri Pajak Penghasilan Badan baik
secara simultan maupun parsial pada Kantor Pelayanan Pajak Cimahi. Jenis
penelitian ini adalah deskriptif yang merupakan survei terhadap 67 wajib pajak
yang terdaftar pada Kantor Pelayanan Pajak Cimahi. Pengumpulan data
dilakukan dengan teknik survei menggunakan instrumen kuesioner serta
dilengkapi dengan teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Analisis data
untuk pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kepatuhan Wajib Pajak dan Kualitas
Informasi Akuntansi Keuangan secara bersama-sama maupun secara parsial
berpengaruh signifikan positif terhadap Efektivitas Sistem Menghitung Pajak
Sendiri.

Kata kunci: Pajak, Kepatuhan, Akuntansi, Sistem

PENDAHULUAN
daerah. Seperti yang dikemukakan oleh
Liberty Pandiangan (2002), di Indonesia
Latar Belakang
sesuai dengan sistem pemerintahan yang
berlaku pajak dikelola pemerintah pusat
Penerimaan negara disektor pajak terus
dan pemerintah daerah. Pajak yang dikelola
meningkat dari tahun ke tahun, sebagai
pemerintah pusat merupakan sumber
upaya bangsa kita untuk melepaskan diri
penerimaan negara di dalam APBN,
dari ketergantungan kepada bantuan luar,
sedangkan pajak yang dikelola pemerintah
sebagaimana yang diharapkan dalam
daerah merupakan sumber penerimaan
Pokok-Pokok Pikiran Dan Pokok-Pokok
daerah di dalam APBD. Dalam rangka
Perubahan Undang-Undang No. 16 Tahun
mendukung kebijakan pembangunan
2000 Tentang Ketentuan Umum Dan Tata
nasional khususnya dibidang ekonomi serta
Cara Perpajakan, bahwa kebijakan pokok di
sejalan dengan dinamika perkembangan
bidang pajak ditujukan untuk meningkatkan
kehidupan dunia usaha., pemerintah telah
penerimaan pajak menuju kemandirian
melakukan reformasi Undang-Undang
bangsa dalam pembiayaan negara dan
Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan
pembiayaan pembangunan. Pajak
Keempat atas Undang-Undang No. 17
merupakan bagian yang cukup potensial
Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan.
sebagai penerimaan negara maupun
sebagai upaya untuk memberikan keadilan,

H a l a ma n 179
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol.10, No. 2 Ari Bramanto

kemudahan / efisiensi administrasi, dan berarti untuk tahap pertama perhitungan


produktivitas bagi penerimaan negara, pajak yang dilakukan oleh wajib pajak
disamping penerapan sistem self dianggap sebagai benar.
assesment yang lebih baik.
Disisi lain Wajib Pajak harus membuktikan
Reformasi Perpajakan di Indonesia yang kepada aparat pajak (dalam pemeriksaan)
diikuti dengan penyempurnaan perangkat bahwa kegiatan pembayaran pajak atau
perundangannya juga belum mendorong dasar pembayaran pajak sudah sesuai
dan merangsang wajib pajak segera dengan aturan perpajakan. Oleh karena
m e m e n uh i k e wa j ib a nn y a da la m itu, untuk mendokumentasikan kegiatan
membayar pajak. Hal ini terlihat antara Wajib Pajak tersebut, Wajib Pajak harus
kurun 2001 sampai 31 Desember 2003, mengadakan pembukuan atau
jumlah wajib pajak patuh sebanyak 386 pencatatan. Wajib Pajak badan wajib
wajib pajak dengan perincian tahun 2001 melakukan pembukuan sedang Wajib
-13 wajib pajak (dari 2.468.383 WP) 2002 Pajak orang pribadi dengan kriteria
157 (dari 2.583.960 WP) wajib pajak tertentu diperbolehkan menggunakan
dan 2003 - 316 wajib pajak (dari Norma Penghitungan Penghasilan Neto.
2.959.837 WP) (Sumber : Majalah Berita (Direktorat Penyuluhan Perpajakan :
Pajak No. 1521/Tahun XXXVI/15 Februari 2001)
2004) Beberapa Penjelasan diatas
menggambarkan bahwa, pentingnya Salah satu unsur yang terkait dengan
kepatuhan wajib pajak dalam mencapai penyelenggaraan pembukuan wajib pajak
target penerimaan pajak termasuk juga adalah laporan keuangan (Informasi
pajak penghasilan. Pentingnya pajak A k u n t a n s i K e u a n g a n ) .
penghasilan dalam memberikan kontribusi Gunadi (2001) menerangkan bahwa :
terhadap penerimaan pajak mendorong Kualitas utama agar informasi akuntansi
kantor-kantor pelayanan pajak menggali berguna untuk pengambilan keputusan,
penerimaan pajak melalui pajak minimal harus berintikan relevansi,
penghasilan termasuk Kantor Pelayanan keandalan, kom parabilit as , dan
Pajak Cimahi yang berada di wilayah konsistensi. Jika unsur-unsur tadi
Kantor Wilayah DJP Jawa Bagian Barat II bobotnya kurang, maka informasi
Direktorat Jendral Pajak Departemen akuntansi tidak akan berguna bagi
Keuangan Republik Indonesia. pemakai dalam pengambilan keputusan
ekonomi. Oleh karena itu, akuntansi
Moh. Zain (1991) mengemukakan bahwa : merupakan hal yang tidak dapat
Dalam rangka pengawasan wajib pajak, dikesampingkan begitu saja dalam sistem
meliputi pengawasan atas pemenuhan perpajakan terutama yang menganut
kewajib an m enyam paik an Surat sistem Self Assessment. Hal ini
Pemberitahuan, sebagai indikator menggambarkan bahwa masih terdapat
mengenai kepatuhan wajib pajak, dan wajib pajak sebagai subyek pajak yang
pengawasan atas kebenaran dan terlambat dan tidak menyampaikan SPT
kelengkapan pengisian Surat sehingga menimbulkan dampak negatif
Pemberitahuan melalui penelitian dan berupa tidak diperolehnya kualitas
pemeriksaan sebagai alat pencegah informasi akuntansi keuangan yang andal
timbulnya penyelundupan pajak. dalam mengambil keputusan dan masih
Selanjutnya pada Sistem Self Assesment terdapat wajib pajak yang belum
yang kita anut dewasa ini, peranan Surat mematuhi kewajiban pajaknya dan tidak
Pemberitahuan tersebut lebih kurang menyampaikan informasi akuntansi
sama dengan ketetapan pajak yang keuangan sehingga tingkat tercapainya
dilakukan sendiri oleh wajib pajak, yang penerimaan pajak penghasilan sesuai

H a l a m a n 180
Ari Bramanto Majalah Ilmiah UNIKOM Vol.10, No. 2

dengan target yang ditetapkan belum pengembangan ilmu adalah :


efektif.
Memberikan bukti empiris mengenai
Rumusan Masalah pengaruh Kepatuhan Wajib Pajak
Badan & Kualitas Informasi Akuntansi
Rumusan masalah dalam penelitian ini Keuangan secara simultan dan secara
adalah: parsial terhadap terhadap efektivitas
1. Apakah kepatuhan wajib pajak sistem menghitung pajak sendiri Pajak
penghasilan badan dan kualitas Penghasilan Badan pada Kantor
informasi akuntansi keuangan secara Pelayanan Pajak.
bersama-sama berpengaruh terhadap Sebagai bahan kajian lebih lanjut bagi
efektivitas sistem menghitung pajak penelitian dan pengembangan ilmu
sendiri? akuntansi khususnya bidang
2. Apakah kepatuhan wajib pajak akuntansi perpajakan.
penghasilan badan berpengaruh Merupakan referensi dalam ilmu
terhadap efektivitas sistem akuntansi yang dapat digunakan
menghitung pajak sendiri? dalam proses pendidikan dan
3. Apakah kualitas informasi akuntansi pengajaran perpajakan.
keuangan berpengaruh terhadap
efektivitas sistem menghitung pajak Kegunaan Operasional
sendiri? Kegunaan penelitian sebagai kegunaan
operasional adalah :
Tujuan Penelitian
Bagi Direktorat Jendral Pajak,
Adapun tujuan penelitian ini adalah : khususnya Kantor Pelayanan Pajak
1. Mengetahui kepatuhan wajib pajak Cimahi di Kota Administratif Cimahi,
penghasilan badan dan kualitas dalam usaha memahami perilaku,
informasi akuntansi keuangan secara kepatuhan dan kualitas informasi
bersama-sama berpengaruh terhadap akuntansi keuangan yang dihasilkan
efektivitas sistem menghitung pajak wajib pajak badan sehingga dapat
sendiri. dijadikan pedoman dalam
2. Mengetahui kepatuhan wajib pajak mengevaluasi efektivitas sistem
penghasilan badan berpengaruh menghitung pajak sendiri pajak
terhadap efektivitas sistem penghasilan yang diterapkan dan
menghitung pajak sendiri. mengadakan perbaikan seperlunya.
3. Mengetahui kualitas informasi Bagi penulis, dengan adanya
akuntansi keuangan berpengaruh penelitian ini akan menambah
terhadap efektivitas sistem pengetahuan mengenai kepatuhan
menghitung pajak sendiri. wajib pajak badan & kualitas informasi
akuntansi keuangan, dan faktor-faktor
Kegunaan Penelitian yang mempengaruhi efektivitas sistem
menghitung pajak sendiri yang
Kegunaan hasil penelitian ini diharapkan dihasilkan.
dapat memberikan manfaat untuk
operasional dan pengembangan ilmu
sebagai berikut :

Kegunaan Pengembangan Ilmu


Kegunaan penelitian sebagai kegunaan

H a l a ma n 181
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol.10, No. 2 Ari Bramasto

TINJAUAN PUSTAKA Keuangan

Pengertian Pajak Informasi akuntansi dijadikan sebagai


dasar dalam pengambilan keputusan,
Pajak adalah iuran masyarakat kepada maka informasi tersebut harus
negara (yang dapat dipaksakan) yang berkualitas. Kualitas suatu informasi
terutang oleh yang wajib membayarnya akuntansi adalah informasi akuntansi
menurut peraturan-peraturan umum keuangan merujuk pada kemampuan
(undang-undang) dengan tidak mendapat informasi tersebut efektif dalam
prestasi kembali yang langsung dapat pengambilan keputusan. Informasi
ditunjuk dan yang berguna untuk akuntansi yang efektif harus mengacu
membiayai pengeluaran-pengeluaran pada standar yang ada.
umum berhubung tugas negara untuk Dikemukakan dalam Standar Akuntansi
menyelenggarakan pemerintahan (Zain, Keuangan (2002:7), yaitu terdapat empat
2003) karakteristik kualitatif pokok dari
informasi laporan keuangan yaitu : dapat
Waluyo dan Wirawan (2003) dipahami, relevan, keandalan, dan dapat
mengemukakan bahwa ciri-ciri yang dibandingkan :
melekat pada pengertian pajak, adalah:
1. Pajak dipungut berdasarkan undang- 1. Dapat dipahami
undang serta aturan pelaksanaannya Kualitas penting informasi yang
yang sifatnya dapat dipaksakan. ditampung dalam laporan keuangan
2. Dalam pembayaran pajak tidak dapat adalah kemudahannya untuk segera
ditunjukkan adanya kontraprestasi dapat dipahami.
individual oleh pemerintah. 2. Relevan
3. Pajak dipungut oleh negara baik Informasi memiliki kualitas relevan
pemerintah pusat maupun pemerintah kalau dapat mempengaruhi keputusan
daerah. ekonomi pemakai dengan membantu
4. Pajak diperuntukkan bagi pengeluaran- mereka mengevaluasi peristiwa masa
pengeluaran pemerintah, yang bila dari lalu, masa kini atau masa depan,
pemasukannya masih terdapat menegaskan, atau mengkoreksi, hasil
surplus, dipergunakan untuk evaluasi mereka di masa lalu.
membiayai public investment. 3. Keandalan
5. Pajak dapat pula mempunyai tujuan Informasi memiliki kualitas andal jika
selain budgeter, yaitu mengatur. bebas dari pengertian yang
menyesatkan, kesalahan material, dan
dapat diandalkan pemakainya sebagai
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi penyajian yang tulus atau jujur dari
Kepatuhan Wajib Pajak yang seharusnya disajikan atau yang
secara wajar diharapkan dapat
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi disajikan.
Kepatuhan Wajib Pajak menurut Nowak 4. Dapat dibandingkan
(1970) mengemukakan terdiri dari : Pemakai harus dapat
Pemahaman atas peraturan dan memperbandingkan laporan keuangan
perundang-undangan perpajakan, mengisi perusahaan antar periode untuk
formulir pajak dengan tepat, menghitung mengidentifikasi kecenderungan
pajak dengan jumlah yang tepat, posisi dan kinerja keuangan.
membayar pajak tepat pada waktunya.
Karakteristik dari informasi adalah
Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi informasi tersebut pada umumnya harus

H a l a m a n 182
Ari Bramasto Majalah Ilmiah UNIKOM Vol.10, No. 2

akurat, relevan, tepat waktu, dan lengkap c. Anggota Masyarakat Wajib Pajak diberi
agar informasi tersebut dapat berguna kepercayaan untuk dapat
dan memberikan nilai tambah bagi melaksanakan kegotong-royongan
pengambil keputusan. nasional melalui sistem perhitungan,
memperhitungkan dan membayar
Penjelasan lebih lanjut dalam sendiri pajak yang terutang (self
Pasal 3 ayat 7 bahwa Surat assessment) sehinga melalui sistem ini
Pemberitahuan yang ditandatangani pelaksanaan administrasi perpajakan
beserta lampirannya adalah satu kesatuan diharapkan dapat dilaksanakan
yang merupakan unsur keabsahan Surat dengan lebih rapi, terkendali, sehingga
Pemberitahuan. Kewajiban Wajib Pajak dan mudah untuk dipahami oleh
dalam mengisi dan menyampaikan Surat anggota masyarakat Wajib Pajak.
Pemberitahuan sesuai dengan Pasal 4
Ayat 1 UU No. 16 Tahun 2009 KUP : Wajib
Berdasarkan ketiga prinsip pemungutan
Pajak wajib mengisi dan menyampaikan
pajak tersebut, Sistem Perpajakan
Surat Pemberitahuan dengan benar,
Nasional mewajibkan kepada Wajib Pajak
lengkap, jelas , dan menandatanganinya.
untuk menghitung, memperhitungkan dan
membayar sendiri jumlah pajak yang
seharusnya terutang sesuai dengan
Menghitung Pajak Sendiri ketentuan peraturan perundang-undangan
perpajakan. Kelebihan sistem perpajakan
Mohammad Zain (2003) mengemukakan
nasional adalah mencatumkan adanya
bahwa sistem menghitung pajak sendiri ,
ketentuan yang menjamin untuk
yaitu ketetapan pajak yang ditetapkan
memberikan adanya kepastian hukum
oleh wajib pajak sendiri yang dilakukannya
mengenai hak dan kewajiban perpajakan
dalam Surat Pemberitahuan (SPT).
Selanjutnya B. Boediono, (2000:86) bagi Wajib Pajak tersebut.
mengemukakan bahwa : Sistem dan
Mekanisme pemungutan Pajak menjadi
ciri dan corak tersendiri dalam sistem Karakteristik Efektivitas
perpajakan nasional yang meliputi:
a. Bahwa pemungutan pajak merupakan Efektivitas sering dijadikan indikator
perwujudan dari pengabdian kewajiban keberhasilan suatu organisasi/
dan peran serta Wajib Pajak untuk manajemen. T. Hani Handoko (1999)
secara langsung dan bersama-sama mengartikan efektivitas sebagai
melaksanakan kewajiban perpajakan kemampuan untuk memilih tujuan yang
yang diperlukan untuk pembiayaan tepat atau peralatan yang tepat untuk
negara dan pembangunan nasional. pencapaian tujuan yang telah ditetapkan
b. Tanggung jawab atas kewajiban Sedangkan Mardiasmo (2002)
pelaksanaan pajak, sebagai tercermin mengartikan bahwa efektivitas adalah
kewajiban di bidang perpajakan berada tingkat pencapaian hasil program dengan
pada anggota masyarakat wajib pajak. target yang ditetapkan, secara sederhana
Pemerintah, dalam hal ini aparat efektivitas merupakan perbandingan
perpajakan sesuai dengan fungsinya tujuan dengan hasil yang dicapai.
berkewajiban melakukan pembinaan,
penelitian dan pengawasan terhadap
pelaksanaan perpajakan Wajib Pajak
berdasarkan ketentuan yang
digariskan dalam peraturan perundang
-undangan perpajakan.

H a l a ma n 183
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol.10, No. 2 Ari Bramasto

METODOLOGI PENELITIAN adanya perbedaan tersebut kemungkinan


besar diduga tingkat efektivitas sistem
menghitung pajak sendiri sesuai dengan
Desain Penelitian potensi pajak penghasilan yang ada di
masing-masing wajib pajak badan juga
Subyek penelitian ini adalah Kantor akan berbeda. Responden dalam
Pelayanan Pajak Cimahi Kota Cimahi. penelitian adalah Petugas Pajak yang
Penelitian ini dilaksanakan pada 67 wajib melaksanakan administrasi perpajakan
pajak yang terdaftar pada Kanor tempat wajib pajak tersebut terdaftar
Pelayanan Pajak Cimahi. Dalam penelitian pada Kantor Pelayanan Pajak.
ini, jumlah wajib pajak badan Kantor Populasi target pada penelitian ini adalah
Pelayanan Pajak Cimahi sebagai populasi, seluruh wajib pajak badan yang membayar
relatif besar sehingga berdasarkan waktu dan melapor pajak badannya di Kantor
dan biaya yang tersedia jumlah tersebut Pelayanan Pajak Cimahi. Wajib Pajak
tidak mungkin untuk diteliti secara Badan yang dimaksud adalah BUMN/
keseluruhan, dengan demikian dalam BUMD dan Swasta. Berdasarkan data
penelitian ini diambil sampel yang yang diperoleh dari Kantor Pelayanan
dianggap representatif untuk mewakili Pajak Cimahi terdapat 7565 wajib pajak
populasi perusahaan wajib pajak badan badan yang terdiri dari, 62 wajib pajak
Kantor Pelayanan Pajak Cimahi. BUMN/ BUMD dan 7503 wajib pajak
Swasta, yang perinciannya dapat dilihat
Jenis penelitian ini adalah penelitian pada Tabel 1 berikut.
deskriptif (descriptive). Metode
pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode survei, yaitu Tabel 1 Perincian Jumlah Wajib Pajak
teknik pengumpulan dan analisis data Badan Yang Terdaftar Pada KPP CIMAHI
berupa opini dari subyek yang diteliti (Kantor Pelayanan Pajak Cimahi)
(responden) melalui wawancara baik
secara tertulis maupun lisan. Pendekatan Kelompok Jumlah
yang digunakan dalam penelitian adalah Prosent
No. Wajib Wajib ase (%)
pendekatan kuantitatif. Penelitian ini Pajak Pajak
menggunakan desain analisis kausalitas
1. BUMN/ 62 0,82
dengan mengukur kekuatan hubungan
BUMD
antara dua variabel atau lebih, juga
menunjukkan arah hubungan antara 2. Swasta 7.503 99,18
variabel bebas dengan variabel terikat. Jumlah 7.565 100,00

Unit Analisis dan Populasi Penelitian Teknik yang digunakan dalam


pengambilan sampel adalah teknik
Unit analisis dalam penelitian ini adalah pengambilan sampel acak sederhana
Wajib Pajak Badan yang terdaftar yang (simple random sampling). Dengan
berada dalam ruang lingkup kewenangan metode ini, semua mempunyai hak yang
pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) sama untuk dipilih. Teknik pengambilan
Cimahi. Pemilihan unit analisis ini sampel ini dapat dilakukan karena
didasarkan pada argumentasi bahwa pada populasi dianggap homogen (Sekaran,
setiap wajib pajak, menjalankan 2000).
kewajiban perpajakannya dilaksanakan Menentukan ukuran sampel (sample size)
berbeda sehingga kepatuhan wajib pajak minimal, digunakan rumus (Harun Al
dan kualiatas informasi akan berbeda Rasjid,1994). Penelitian ini menggunakan
pada setiap wajib pajak badan. Dengan analisis korelasi maka ukuran sampel

H a l a m a n 184
Ari Bramasto Majalah Ilmiah UNIKOM Vol.10, No. 2

Iterasi ketiga :
Z (1 / 2) 1.96 Z(1 / 2) 1.44 1 1 0.40 0, 40
Up Ln 0, 426703
Iterasi pertama : 2 1 0.40 2 67 1
1 1 0, 40
1,96 1, 44
2
Up Ln 0, 423649
2 1 0, 40 n 3 66, 47 67
0, 426703
2

1,96 1, 44
2

n 3 67,39 68 n
0, 423649
2
Karena nilai untuk iterasi
kedua dan ketiga telah sama, maka nilai
n ini diambil sebagai ukuran sampel
Iterasi kedua : minimal. Jadi jumlah sampel minimal
1 1 0, 40 0, 40 yang digunakan dalam penelitian ini
U p Ln 0, 426661
2 1 0, 40 2 68 1 sebanyak 67 responden. Sampel yang
diteliti ditentukan dengan cara diundi dan
1,96 1, 44
2
hasilnya diperoleh terdiri 67 wajib pajak
n 3 66, 48 67 Swasta sedangkan kelompok wajib Pajak
0, 426661
2

yang digunakan didasarkan pada ukuran


sampel minimal untuk metode korelasi.
Dalam penelitian digunakan taraf nyata ( BUMN/ BUMD tidak dapat dijadikan
= 0,05 dan kuasa uji (1- ) = 0,85 serta sampel dengan alasan Kelompok wajib
dengan memperkirakan koefisien korelasi pajak tersebut merupakan kantor
() terkecil antara variabel Xi dengan perwakilan atau cabang, meskipun
variabel Y secara intuitif sebesar 0,4, dan terdaftar di KPP Cimahi tetapi kewajiban
diperoleh nilai z pada distribusi normal Pajak Penghasilan Badan dilaksanakan di
pada pengujian dua arah sebagai berikut Kantor Pusat masing-masing.
Karena dari iterasi pertama dan
n Variabel dan Pengukurannya
kedua diperoleh nilai yang berbeda,
maka harus dilakukan iterasi ketiga. Variabel independen dari penelitian ini
meliputi : Kepatuhan Wajib Pajak (X1), dan
Kualitas Informasi Akuntansi Keuangan

Tabel 2. Klasifikasi Skor (Bobot) jawaba


Klasifikasi Yang Klasifikasi yang
Alternatif Bo
Dinyatakan dalam Dinyatakan Dalam
Jawaban bot
Prosentase (%) intensitas (kali)
A (81 100) % (10 12) kali dalam setahun 5

B (61 80) % (7 9) kali dalam setahun 4

C (41 60) % (5 6) kali dalam setahun 3

D (21 40) % (2 4) kali dalam setahun 2

E < 21 % < 2 kali dalam setahun 1

H a l a ma n 185
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol.10, No. 2 Ari Bramasto

(X2). Spearman Rank dan uji reliabilitas dengan


menggunakan metode Split Half.
Penentuan rentang untuk masing-masing Pengujian hipotesis dilakukan dengan
alternatif jawaban mengacu kepada menggunakan analisis regresi berganda
ketentuan Arikunto (1993), yaitu dengan (Multiple Regression Analysis).
cara membagi total nilai tertinggi dengan
jumlah alternatif jawaban. ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Klasifikasi pembobotan untuk masing- Uji Hipotesis Secara Simultan


masing alternatif jawaban adalah sebagai
berikut (Tabel 2). Hasil pengujian koefisien regresi secara
simultan menunjukkan bahwa nilai F-
Variabel Dependen hitung adalah 136,632 dimana nilai ini
menjadi statistik uji yang akan
Sebagai variabel dependen dalam dibandingkan dengan nilai F dari tabel
penelitian ini Efektivitas sistem untuk = 0.05. Dari tabel F untuk =
menghitung pajak sendiri diukur dengan 0.05 dan derajat bebas (2), diperoleh nilai
menggunakan skala rasio yaitu dengan F-tabel = 3,140 , karena Fhitung lebih
cara membandingkan antara realisasi besar dibanding Ftabel maka dengan
penerimaan pajak penghasilan wajib pajak derajat kekeliruan 5% (=0.05), Ho
badan dengan target penerimaan pajak ditolak.
penghasilan wajib pajak badan.
Artinya dengan tingkat kepercayaan 95%
Efektivitas sistem menghitung pajak dapat disimpulkan bahwa Kepatuhan
Wajib Pajak dan Kualitas Informasi
sendiri =
Akuntansi Keuangan secara bersama-
(Realisasi penerimaan pajak penghasilan sama berpengaruh signifikan terhadap
wajib pajak badan)/(Target penerimaan Efektivitas Sistem Self Assesment pada
pajak penhasilan wajib pajak badan) x Kantor Pelayanan Pajak Cimahi Kota
100% Cimahi.

Uji Hipotesis Secara Parsial


Pengumpulan Data
Pengaruh Kepatuhan Wajib Pajak
Data yang digunakan untuk diolah terhadap Efektivitas Sistem Self
adalah data primer dengan metode survei Assesment
yaitu data yang diperoleh dengan
menyebarkan kuesioner ke setiap petugas Hasil perhitungan diperoleh dengan nilai t-
pajak pada Kantor Pelayanan Pajak hitung = 6,924 sedangkan dari tabel t-
Cimahi Kota Cimahi. student untuk = 0.05 dan derajat bebas
= 64 pada pengujian dua sisi diperoleh
Metode Analisis Data nilai t-tabel = 1,669.

Data yang terkumpul dari kuesioner Dengan kriteria pengujian dua sisi adalah
sebelum dilakukan analisis data dilakukan tolak Ho jika t-hitung > t-tabel atau t-
pengeditan dan pengkodean untuk setiap hitung < -t-tabel, karena nilai t-hitung
butir pertanyaan dari setiap variabel. untuk variabel Kepatuhan Wajib Pajak
Setelah proses ini maka dilakukan uji lebih besar dari t-tabel maka pada tingkat
validitas dengan menggunakan korelasi kekeliruan 5% Ho ditolak dan H1 diterima,

H a l a m a n 186
Ari Bramasto Majalah Ilmiah UNIKOM Vol.10, No. 2

sehingga dengan tingkat kepercayaan Assesment pada Kantor Pelayanan Pajak


95% dapat disimpulkan bahwa terdapat Cimahi Kota Cimahi. Besarnya pengaruh
pengaruh yang signifikan dari Kepatuhan faktor-faktor lain yang tidak diamati
Wajib Pajak terhadap terhadap Efektivitas adalah sebesar 19,0 %.
Sistem Self Assesment pada Kantor
Pelayanan Pajak Cimahi Kota Cimahi. KESIMPULAN DAN SARAN

Pengaruh Kualitas Informasi Akuntansi Kesimpulan


Keuangan Pajak terhadap Efektivitas
Sistem Self Assesment Berdasarkan pembahasan hasil penelitian
terhadap Kantor Pelayanan Pajak Cimahi
Hasil perhitungan diperoleh dengan nilai t- Kota Cimah, dapat ditarik kesimpulan
hitung = 9,009 sedangkan dari tabel t- sebagai berikut :
student untuk = 0.05 dan derajat bebas 1. Karakteristik Kepatuhan Wajib Pajak
= 64 pada pengujian dua sisi diperoleh yang terdiri dari : mengisi formulir
nilai t-tabel = 1,669. pajak dengan tepat, menghitung pajak
dengan jumlah yang tepat, membayar
Dengan kriteria pengujian dua sisi adalah pajak tepat pada waktunya dan
tolak Ho jika t-hitung > t-tabel atau t- Karakteristik Kualitas Informasi
hitung < -t-tabel, karena nilai t-hitung Akuntansi Keuangan yang terdiri dari :
untuk variabel Kualitas Informasi benar, lengkap dan jelas secara
Akuntansi Keuangan lebih besar dari t- simultan (bersama-sama) berpengaruh
tabel maka pada tingkat kekeliruan 5% Ho signifikan terhadap Efektivitas Sistem
ditolak H1 diterima, sehingga dengan Self Assesment.
tingkat kepercayaan 95% dapat 2. Karakteristik Kepatuhan Wajib Pajak
yang terdiri dari : mengisi formulir
pajak dengan tepat, menghitung pajak
dengan jumlah yang tepat, membayar
pajak tepat pada waktunya secara
parsial (individu) berpengaruh
signifikan terhadap Efektivitas Sistem
Self Assesment. Begitu pula
disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Karakteristik Kualitas Informasi
yang signifikan dari Kualitas Informasi Akuntansi Keuangan yang terdiri dari :
Akuntansi Keuangan terhadap kinerja benar, lengkap dan jelas secara parsial
manajerial pada terhadap Efektivitas (individu) berpengaruh signifikan
Sistem Self Assesment pada Kantor terhadap Efektivitas Sistem Self
Pelayanan Pajak Cimahi Kota Cimahi Assesment..

Sedangkan besarnya pengaruh variabel Saran


independen terhadap variabel dependen
secara simultan dapat dilihat dari Adjusted Berdasarkan kesimpulan dari hasil
R Square, yang dapat dilihat dalam tabel penelitian ini dapat dikemukakan saran-
di bawah ini : saran sebagai berikut :
1. Bagi Kantor Pelayanan Pajak Cimahi,
Tabel diatas menunjukkan bahwa diharapkan agar:
Kepatuhan Wajib Pajak dan Kualitas Melaksanakan sosialisasi aturan
Informasi Akuntansi Keuangan secara atau ketentuan baru perpajakan,
bersama-sama berpengaruh signifikan jangka pendek untuk
81,0 % terhadap Efektivitas Sistem Self berlangsungnya pemenuhan

H a l a ma n 187
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol.10, No. 2 Ari Bramasto

kewajiban perpajakan dengan


pajak, kemampuan dan kualitas
benar. Sementara untuk jangka
petugas pajak, biaya pemungutan
panjang adalah bagaimana
pajak, faktor sosial dan ekonomi
membentuk masyarakat yang tahu
serta faktor-faktor lainnya yang
dan paham pajak sehingga pada
belum diamati dalam penelitian ini.
akhirnya sadar dan peduli pajak
dengan wujud kepatuhan sukarela Memperluas populasi dan
yang bisa terus meningkat dari sampelnya serta jika
tahun ke tahun. memungkinkan meneliti
berdasarkan wajib pajak badan
Menyusun dan menyelenggarakan
maupun wajib pajak orang pribadi
program pendidikan dan pelatihan
sehingga hasilnya dapat
di bidang perpajakan bagi petugas
digeneralisir untuk Kantor
pajak guna meningkatkan
Pelayanan Pajak lainnya.
pengetahuan dan kemampuan
petugas pajak sehingga menjamin
kecepatan, keakuratan dan
Penelitian ini memiliki keterbatasan
kemudahan dalam pelaksanaan
antara lain adalah:
tugas, aktivitas pengawasan dan
1. Data yang dianalisis dalam penelitian
pembinaan kepatuhan Wajib Pajak
ini hanya terbatas pada data yang
didukung sarana dan prasarana
dikumpulkan dari Kantor Pelayanan
berbasis teknologi terkini.
Pajak Cimahi, oleh karena itu
Menyediakan fasilitas yang generalisasi hasil penelitian hanya
berbasis teknologi informasi, yang terbatas pada Kantor Pelayanan Pajak
dapat memonitoring seluruh data Cimahi saja.
informasi akuntansi keuangan wajib 2. Hasil penelitian ini sangat tergantung
pajak, sehingga dapat pada kejujuran para responden dalam
membandingkan antar SPT Wajib menjawab kuesioner, namun peneliti
Pajak, membandingkan SPT dengan telah berusaha untuk meminimalkan
data wajib pajak dan data dari terjadinya ketidakjujuran dengan cara
pihak ketiga dan atau informasi mendampingi langsung pengisian
lain, membandingkan seluruh data kuesioner serta melakukan wawancara
wajib pajak dengan profile wajib kepada para responden.
pajak yang dimutakhirkan terus
menerus.
Mampu dan memiliki integritas DAFTAR PUSTAKA
yang tinggi untuk memberikan
pelayanan yang terbaik bagi wajib
pajak di satu sisi, serta disisi lain Anonymous, Undang-Undang Nomor 16
membawa diri dan wajib pajak Tahun 2009 tentang Perubahan
untuk sama sama saling terbuka Ketiga atas Undang-Undang No. 16
demi optimalnya peneriman pajak. Tahun 2000 tentang Ketentuan
Umum dan Tata Cara Perpajakan,
2. Bagi Peneliti berikutnya, disarankan Pusat Penyuluhan Perpajakan
agar dalam penelitian selanjutnya: bekerjasama dengan Majalah Berita
Menambahkan faktor-faktor lain Pajak, Jakarta.
yang mungkin turut mempengaruhi Anonymous, Undang-Undang Nomor 36
penerimaan pajak penghasilan, Tahun 2008 tentang Perubahan
seperti: peraturan-peraturan Ketiga atas Undang-Undang No. 17
perpajakan, aspek perilaku wajib Tahun 2000 tentang Pajak
Penghasilan , Pusat Penyuluhan

H a l a m a n 188
Ari Bramasto Majalah Ilmiah UNIKOM Vol.10, No. 2

Perpajakan bekerjasama dengan Publik, Andi, Yogyakarta halaman 4


Majalah Berita Pajak, Jakarta. Zain, M., 1991, Desertasi: Kontribusi
Arikunto, S. 2002, Prosedur Penelitian Administrasi Perpajakan Dalam Usaha
Suatu Pendekatan Praktek, Rineka Meningkatkan Penerimaan Pajak
Cipta, Jakarta. (Pendekatan dari Beberapa Aspek),
B. Boediono, 2001, Perpajakan Indonesia, tidak dipublikasikan, UNPAD, Bandung
Cetakan Kedua Penerbit DIADIT MEDIA, halaman 28-29
Jakarta. Zain, M., 2003, Manajemen Perpajakan,
Boediono, 2004, Berita Pajak : Menkeu Salemba Empat, Jakarta halaman 112.
Kapolri Tanda tangan MoU
Penanggulangan Tindak Pidana Pajak
(Aneka Berita) DJP: Ditjen Pajak
Jakarta
Departemen Keuangan Republik
Indonesia Direktorat Jendral Pajak.
2001. Buku Panduan Perpajakan Bagi
BUMN/ .: Direktorat Penyuluhan
Perpajakan. Jakarta
Departemen Keuangan Republik
Indonesia Direktorat Jendral Pajak.
Kantor Wilayah DJP Jawa Barat Bagian
Barat II Kantor Pelayanan Pajak
Cimahi. Laporan Pengolahan Data SPT
Tahunan PPh Tahun 2003-2004 &
Laporan Keadaan SPT PPh 2004 Yang
Diterima. Nopember 2005, KPP
Cimahi, Cimahi
Direktorat Informasi Perpajakan,
Monitoring Pelaporan Pembayaran
Pajak Unit KPP Cimahi Bulan Januari
s.d. Oktober 2005, KPP Cimahi, Cimahi
Gunadi, 1999, Pajak Internasional,
Lembaga Penerbit FE-UI. Jakarta
Harun Al Rasyid, 1994, Teknik
Penarikan Sampel dan Penyusunan
Skala, Diktat Kuliah, Bandung: UNPAD.
Ikatan Akuntan Indonesia. 2002. Standar
Akuntansi Keuangan. Jakarta: Penerbit
Salemba Empat.
Indriantoro N dan Supomo, 1999,
Metodologi Penelitian Bisnis: Untuk
Akuntansi & Manajemen, BPFE,
Yogyakarta.
Kieso, E., Weygandt, J., and Warfield.,
Terry D. 2004. Intermediate
Accounting. 11st Edition. John Wiley &
Sons, Inc, New York.
Mardiasmo, 2001, Perpajakan,
Yogyakarta, Andi, Yogyakarta
Mardiasmo, 2002, Akuntansi Sektor

H a l a ma n 189
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol.10, No. 2 Ari Bramasto

H a l a m a n 190