Anda di halaman 1dari 19

1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Gerak merupakan salah satu bentuk tanggapan organisme terhadap

rangsang. Rangsang dapat datang dari luar (eksternal) atau dari dalam (internal)

tubuhnya sendiri. Pada makhluk primitif, kemampuan menanggapi rangsang

masih sangat sederhana yang di sebut daya iritabilitas (Bewley, 2000).

Gerak pada tumbuhan terjadi karena proses tumbuh atau karena

rangsangan dari luar. Walaupun tidak memiliki alat indra, tumbuhan peka terhadap

lingkungan sekitarnya. Tumbuhan memberi tanggapan terhadap rangsangan yang

berasal dari cahaya, gaya tarik bumi, dan air. Ada pula tumbuhan yang peka

terhadap sentuhan dan zat kimia. Tanggapan tumbuhan terhadap rangsangan-

rangsangan tersebut di atas disebut daya iritabilitas atau daya peka terhadap

rangsangan. Ada tiga macam gerak pada tumbuhan, yaitu gerak tropisme, gerak

nasti, dan gerak taksis (Uya, 2010).

Rangsangan yang mempengaruhi terjadinya suatu gerak pada tumbuhan,

antara lain: cahaya, air, sentuhan, suhu, gravitasi dan zat kimia. Rangsangan

tersebut, ada yang menentukan arah gerak tumbuhan dan ada pula yang tidak

menentukan arah gerak tumbuhan. Rangsangan yang menentukan arah gerak akan

menyebabkan tumbuhan bergerak menuju atau menjauhi sumber rangsangan.

Pada tumbuhan, rangsangan disalurkan melalui benang plasma (plasmodesmata)

yang masuk ke dalam sel melalui celah antar sel (noktah) yang terdapat pada

dinding sel (Rinaldi, 2010).

Geotropisme adalah pengaruh gravitasi bumi terhadap pertumbuhan organ

tanaman. Bila organ tanaman yang tumbuh berlawanan dengan gravitasi bumi,
2

maka keadaan tersebut dinamakan geotropisme negatif. Contohnya seperti

pertumbuhan batang sebagai organ tanaman, tumbuhnya kearah atas. Sedangkan

geotropisme positif adalah organ-organ tanaman yang tumbuh kearah bawah

sesuai dengan gravitasi bumi. Contohnya tumbuhnya akar sebagai organ tanaman

ke arah bawah. Akar selalu tumbuh ke arah bawah akibat rangsangan gaya tarik

bumi (gaya gravitasi). Gerak tumbuh akar ini merupakan contoh lain dari gerak

tropisme. Gerak yang disebabkan rangasangan gaya gravitasi disebut geotropisme.

Karena gerak akar diakibatkan oleh rangsangan gaya tarik bumi (gravitasi) dan

arah gerak menuju arah datangnya rangsangan, maka gerak tumbuh akar disebut

geotropisme positif. Sebaliknya gerak organ tumbuhan lain yang menjauhi pusat

bumi disebut geotropisme negatif (Nopi, 2009).

Intensitas cahaya yang tinggi mengakibatkan temperatur daun

meningkat,sebagai akibat menutupnya stomata, sehingga sebagaian klorofil

menjadi pecah dan rusak (fotodestruktif). Sedangkan pada intensitas cahaya

yangsemakin menurun sampai batas tertentu jumlah O2 yang dikeluarkan

oleh proses fotosintesis sama dengan jumlah O2 yang diperlukan oleh

prosesrespirasi. Batas ini disebut titik kompensasi cahaya (light

compensation point) (Toni, 2008).

Tujuan Percobaan

Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh

rangsangan gravitasi bumi terhadap pembengkokan akar pada kecambah

jagung (Zea mays L.)


3

Kegunaan Penulisan

Adapun kegunaan dari penulisan ini adalah sebagai salah satu syarat untuk

dapat mengikuti praktikum di Laboratorium Fisiologi tumbuhan Fakultas

Pertanian Universitas Sumatera Utara serta sebagai sumber informasi bagi pihak

yang membutuhkan.
4

TINJAUAN PUSTAKA

Geotropisme adalah gerak yang menuju pusat bumi, gerak ini dilakukan

oleh akar. Gerak ujung akar kepala itu sutau geotropi yang positif. Sedang jurusan

yang ditempuh oleh cabang-cabang akar yang agak mendatar itu disebut

diogeotropik atau transversal-geotropik. Sebaliknya, jurusan yang ditempuh oleh

ujung batang itu disebut geotropi yang negatife. Geotropisme dibagi menjadi dua,

yaitu geotropisme positif (gerakan pertumbuhan akar menuju arah gravitasi bumi

dan geotropisme negatif (gerakan pertumbuhan akar menjauhi gravitasi bumi.

Namun pada umumnya akar bersifat geotropisme positif

(Starr dan Taggart, 2001).

Gaya berat berpengaruh terhadap arah pertumbuhan akar dan batang. Hal

in dapat terlihat dengan meletakkan kecambah tanaman secara horizontal. Setelah

beberapa lama, akar akan melengkung ke bawah. Sedangkan ujung batang akan

bengkok ke atas (Sutarmi, 1985).


o
Batang utama atau batang tanaman biasanya tumbuh 180 dari pusat

gravitasi bumi. Sedangkan cabang, tangkai dauun, rimpang dan stolon biasanya

lebih mendatar. Perbedaan arah tumbuh tersebut menyebabkan tumbuhan dapat

mengisi ruang sehingga dapat menyerap CO2 dan cahaya sangat efektif. Hal ini

merupakan suatu bentuk respon tanaman terhadap kondisi lingkungan

(Salisburry and Ross, 1995).

Salah satu dari gerak tropisme adalah geotropisme. Geotropisme adalah

pergerakan tropisme yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi. Pergerakan akar

menuju ke dalam tanah dan tunas yang berlawanan dengan gravitasi, pengaturan

ini disebut sebagai orthogravitropic. Berdasarkan arah gerak tanaman,


5

geotropisme dibagi menjadi 2 yaitu geotropisme positif dan geotropisme negatif.

Geotropisme positif adalah gerak tumbuh tanaman mengikuti arah gravitasi

bumi, contohnya adalah akar primer yang tumbuh menuju pusat bumi.

Sedangkan geotropisme positif adalah gerak tumbuh tanaman melawan arah

gravitasi bumi, contohnya adalah tunas yang tumbuh menjauhi pusat bumi.

Organ lain yang bergerak ke arah gaya tarik gravitasi seperti stolon, rhizom, dan

cabang lateral disebut diagravitropic. Organ seperti batang lateral dan akar lateral

yang berorientasi dengan sudut antara 0 sampai 90 disebut plagiogravitropic.

Organ tidak terlalu sensitif terhadap gravitasi disebut agravitropic

(Suharjo, 2011).

Pembengkokan batang utama dan akar. Pada awalnya bahwa sisi

penerimaan gravitasi adalah tudung akar. Seperti halnya pada fototropisme,

disebabkan oleh pertumbuhan diferensiasi pada daerah perpanjangan dibelakang

ujung. Pada batang atau koleoptil yang diletakkan horizontal pemanjangan terjadi

lebih besar pada posisi bawah dari pada sisi atas, sedangkan pada akar terjadi

sebaliknya, jadi berturut-turut mengakibatkan bengkokan keatas dan bengkokan

kebawah. (Heddy, 1996)


o
Batang utama atau batang tanaman biasanya tumbuh 180 dari pusat

gravitasi bumi. Sedangkan cabang, tangkai dauun, rimpang dan stolon biasanya

lebih mendatar. Perbedaan arah tumbuh tersebut menyebabkan tumbuhan dapat

mengisi ruang sehingga dapat menyerap CO2 dan cahaya sangat efektif. Hal ini

merupakan suatu bentuk respon tanaman terhadap kondisi lingkungan

(Salisburry and Ross, 1995).


6

Pergerakan Tanaman terjadi karena adanya proses pertumbuhan dan

adanya kepekaan terhadap rangsang atau iritabilitas yang dimiliki oleh tumbuhan

baik itu mendekati atau menjauhi arah rangsangan. Pergerakan dipengaruhi oleh

faktor rangsangan luar seperti cahaya, sentuhan dan gravitasi bumi serta dalam

bagian tumbuhan sendiri seperti pergerakan sitoplasma sel. Pertumbuhan tanaman

dipengaruhi oleh panjang gelombang, durasi, intensitas, dan arah datangnya sinar

cahaya. Secara fisiologis, cahaya mempengaruhi baik langsung maupun tidak

langsung bagi tubuh tanaman. Pengaruhnya pada metabolisme secara langsung

melalui fotosintesis, sedangkan pengaruh tidak langsungnya melalui pertumbuhan

dan perkembangan tanaman yang merupakan respon metabolik dan lebih

kompleks (Franklin,1991)

Gaya berat berpengaruh terhadap arah pertumbuhan akar dan batang. Hal

in dapat terlihat dengan meletakkan kecambah tanaman secara horizontal. Setelah

beberapa lama, akar akan melengkung ke bawah. Sedangkan ujung batang akan

bengkok ke atas (Sutarmi, 1985).

Teori cholodny went tentang geotropisme mengajukan dugaan bahwa

auksin dipindahkan dari belahan atas batang kebelahan bawah bila batang diubah

dari posisi vertikal keposisi horizontal. Sebagian geotropisme diarahkan pada

akar. Pada awalnya bahwa sisi penerimaan gravitasi adalah tudung akar

(Darwin, 1980)

Respon pertumbuhan dapat mengakibatkan suatu bagian tumbuhan lebih

cepat tumbuh dari bagian yang lain. Respon tersebut menghasilkan gerakan yang

pasti namun relatif lambat. Salah satu gerakan pertumbuhan sebagai respon

terhadap rangsangan dari luar tropisme. Tropisme merupakan gerakan


7

pertumbuhan sebagian anggota tubuh tanaman yang ditentukan oleh arah

datangnya rangsang yang mengenainya. Bila bagian tubuh tersebut mengarah

kearah asal rangsang maka dinilai sebagai respon positif dan bila berlawanan arah

maka dinilai sebagai respon negatif (Kimball, 1992).

Betapa besar pengaruh cahaya terhadap geotropi akar, dapat dilihat dengan

percobaan perkecambahan di dalam pemiaraan air. Hormon yang ada di bagian

batang dilemahkan oleh cahaya, sedang hormon yang terdapat di dalam bagian

akar dipergiat oleh cahaya (Dwidjoseputro, 1980).

Penyinaran sepihak merangsang penyebaran yang berbeda dari IAA. Sisi

tanaman yang disinari mengandung IAA lebih rendah daripada sisi gelap.

Akibatnya sel-sel pada sisi yang gelap tumbuh lebih memanjang daripada sel-sel

yang disinari. Bila respon akar dan batang tumbuhan yang diletakkan horizontal

diperbandingkan, akar akan bereaksi geotropisme positif, sedang batang

geotropisme negatif. Pada kedua keadaan tersebut, posisi horizontal

mengakibatkan perpindahan IAA ke belahan bawah batang dan akar. Konsentrasi

yang tinggi pada bagian bawah akar menghambat pemanjangan sel, sedangkan

konsentrasi IAA di belahan atas mendorong pemanjangan sel. Hasil akhir dari

kedua pengaruh ini, akar mebengkok ke bawah (Salisbury dan Ross, 1995).

Fenomena geotropisme ini juga terjadi pada ketidakseimbangan distribusi

hormon. Bagian ujung pertumbuhan akar dan batang merespon gravitasional. Sel-

sel yang berperan dalam geotropisme ini adalah amyloplast, termasuk butir pati,

yang berada pada bagian bawah sel. Saat butir pati berat, amyloplast terakumulasi

pada bagian bawah (Nadakavkaren and McKane, 1990).


8

Respon dari geotropik terjadi secara universal. Saat seluruh tubuh tanaman

berada pada posisi horizontal, batangnya akan segera mengarah ke atas dan

akarnya mengarah ke bawah. Dahulu pembengkokan akar tanaman ke arah bawah

diketahui akibat berat dari akar tanaman tersebut. Tapi, sekarang telah ditetapkan

bahwa pembengkokan ke arah bawah hanya mungkin terjadi akibat geotropik

(Pradhan, 2001).

Geotropisme pada tanaman terjadi dalam 3 tahap, yaitu penerimaan,

transduksi, dan respons. Penerimaan berupa penerimaan stimulus dari

lingkungan. Transduksi adalah penghantaran stimulus oleh molekul penghantar

signal yang berupa auksin, ion Ca+. Respons berupa penerimaan stimulus

yang akan meghasilkan gerakan seperti diferensiasi, perbesaran atau

perpanjangan sel akar. Pergerakan geotropisme dapat dijelaskan dalam 3

hipotesis, yaitu hipotesis Cholodny Went, hipotesis Starch-Statolith, dan

hipotesis Gravielectric (Tjitrosomo, 2002).

Jika kita meletakkan suatu pot berisi kecambah dalam posisi mendatar,

maka ujung kar akan membelok ke pusat bumi (geotropi yang positif), sedang

ujung batang akan membelok keatas (geotropi yang negatif). Kejadian ini ada

hubungannya dengan distribusi auksin juga. Kesimpulannya adalah kadar auksin

yang tinggi menggiatkan pengembangan sel-sel batang, akan tetapi menghambat

sel-sel akar. Pembengkokan batang utama dan akar. Pada awalnya bahwa sisi

penerimaan gravitasi adalah tudung akar. Seperti halnya pada fototropisme,

disebabkan oleh pertumbuhan diferensiasi pada daerah perpanjangan dibelakang

ujung. Pada batang atau koleoptil yang diletakkan horizontal pemanjangan terjadi

lebih besar pada posisi bawah dari pada sisi atas, sedangkan pada akar terjadi
9

sebaliknya, jadi berturut-turut mengakibatkan bengkokan keatas dan bengkokan

kebawah (Kaufman, 2008).

Lempeng kaca merupakan alat pendukung dalam praktikum yang banyak

digunakan. Lempeng kaca pada laboratorium digunakan agar reaksi dapat terlihat

dengan transparan dan jelas, serta cahaya matahari dan sinar lainnya pun dapat

menembus lempeng kaca tersebut dengan mudah. Sehingga cocok digunakan pada

praktikum khususnya untuk tumbuhan (Lakitan, 2007).


10

BAHAN DAN METODE

Tempat dan Waktu Praktikum

Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan

Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara,

Medan dengan ketinggian 25 meter di atas permukaan laut pada hari

Jumat, 20 Mei 2016 pukul 14.00 sampai dengan selesai.

Bahan dan Alat

Adapun bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah biji

jagung (Zea mays L.) yang telah dikecambahkan selama 3 hari sebagai objek yang

akan diamati, kertas merang sebagai media perkecambahan, dan air untuk

melembabkan kertas merang.

Adapun alat yang digunakan pada percobaan ini adalah lempeng kaca

sebagai alas perkecambahan, gunting kecil untuk memotong ujung akar, karet

gelang untuk mengikat kecambah pada lempang kaca, dan kamar gelap sebagai

tempat kecambah agar tidak terkena sinar matahari.

Prosedur Praktikum

1. Diambil 3 buah lempeng kaca, dilapisi dengan kertas merang lalu dibasahi

dengan air sampai lembab.


2. Diikat karet gelang 3 buah vertikal dan 3 buah horizontal.
3. Diikat kecambah jagung pada tiap titik pertemuan karet gelang dengan

arah lembaga menghadap ke atas.


4. Dimasukkan ketiga lempeng kaca ke kamar gelap selama 48 jam, kamar

semi-gelap selama 48 jam dan terang selama 48 jam. Setelah itu diamati

dan digambarkan.
5. Dipotong semua akar kecambah jagung pada salah satu lempeng

sepanjang 3 mm.
11

6. Diputar ketiga lempeng kaca sebesar 90o searah jarum jam sehingga

kedudukan kecambah horizontal dan dimasukkan kembali ke kamar gelap


7. Setelah 48 jam diamati kembali dan digambarkan.
12

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Pengamatan 48 Jam Pengamatan 48 Jam setelah Pengamatan 96 Jam

akar di Potong dan di Putar

90o

Gelap Gelap Gelap

Semi Gelap Semi Gelap Semi Gelap

Terang Terang Terang


13

Pembahasan

Berdasarkan hasil praktikum dapat diketahui bahwa perbedaan perlakuan

tanaman Jagung(Zea mays L.) yang gelap,semi gelap, dan terang selama 48 jam

adalah tanaman yang diletakkan ditempat yang gelap terlihat perubahan akarnya

yang lebih panjang diantara yang lainnya, Tanaman yang diletakkan ditempat

gelap dapat tumbuh dengan cepat karena disebabkan oleh adanya aktivitas

hormon auksin yang lebih besar dibandingkan pada tempat yang terang. Hal ini

sesuai dengan literatur Franklin(1991) yang menyatakan bahwa Pertumbuhan

tanaman dipengaruhi oleh panjang gelombang, durasi, intensitas, dan arah

datangnya sinar cahaya. Secara fisiologis, cahaya mempengaruhi baik langsung

maupun tidak langsung bagi tubuh tanaman. Pengaruhnya pada metabolisme

secara langsung melalui fotosintesis, sedangkan pengaruh tidak langsungnya

melalui pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang merupakan respon

metabolik dan lebih kompleks.

Berdasarkan hasil praktikum yang dilakukan dapat diketahui bahwa

alasan akar nya kita potong terlebih dahulu agar rata-rata pertumbuhan pada

perlakuan dipotong lebih cepat pertumbuhannya dari pada perlakuan tanpa

dipotong di karenakan perlakuan pengukuran yang tidak sama panjang

mengakibatkan sulit terdeteksi dengan jelas pertambahan panjang, banyaknya

kesalahan mengakibatkan data yang dihasilkan tidak lengkap, diantaranya tidak

diukurnya sudut pembengkokan, sehingga tidak dapat melihat besarnya sudut

geotropisme yang terjadi. Hal ini sesuai dengan literatur Darwin (1980)

geotropisme mengajukan dugaan bahwa auksin dipindahkan dari belahan atas

batang kebelahan bawah bila batang diubah dari posisi vertikal keposisi
14

horizontal. Sebagian geotropisme diarahkan pada akar. Pada awalnya bahwa sisi

penerimaan gravitasi adalah tudung akar.

Adapun alasan kita putar 90 dikarenakan agar kita mengetahui bahwa

perlakuan 48 jam diputar 90o, seluruh lempeng terlihat bahwa pada posisi

horizontal akar tetap mengarah ke pusat bumi dikarenakan penyinaran sepihak

seperti pada perlakuan seperti ini, dapat menyebabkan perangsangan yang berbeda

dari IAA. Hal ini sesuai dengan literatur Salisbury dan Ross (2005) yang

menyatakan bahwa Penyinaran sepihak merangsang penyebaran yang berbeda

dari IAA. Sisi tanaman yang disinari mengandung IAA lebih rendah daripada sisi

gelap. Akibatnya sel-sel pada sisi yang gelap tumbuh lebih memanjang daripada

sel-sel yang disinari. Bila respon akar dan batang tumbuhan yang diletakkan

horizontal diperbandingkan, akar akan bereaksi geotropisme positif, sedang

batang geotropisme negatif. Pada kedua keadaan tersebut, posisi horizontal

mengakibatkan perpindahan IAA ke belahan bawah batang dan akar. Konsentrasi

yang tinggi pada bagian bawah akar menghambat pemanjangan sel, sedangkan

konsentrasi IAA di belahan atas mendorong pemanjangan sel.

Dari hasil praktikum dapat diketahui bahwa fungsi dari kertas merang

yang kita gunakan pada saat praktikum yaitu kertas merang mampu menyerap

air dengan maksimal dan dapat mempertahankan kelembabannya dengan

baik,oleh karena itu kita menggunakan kertas merang tersebut. Hal ini sesuai

dengan literatur Franklin (1991) yang menyatakan bahwa Secara fisiologis,

cahaya mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung bagi tubuh tanaman.

Pengaruhnya pada metabolisme secara langsung melalui fotosintesis, sedangkan


15

pengaruh tidak langsungnya melalui pertumbuhan dan perkembangan tanaman

yang merupakan respon metabolik dan lebih kompleks.

Dari hasil praktikum dapat diketahui bahwa faktor faktor yang

mempengaruhi geotropisme adalah faktor dalam dan faktor luar. Kalau faktor

dalam gen dan hormon,sedangkan faktor luar cahaya,kelembaban,air,suhu,nutrisi

dan gravitasi. Hal ini sesuai dengan literatur Rinaldi (2010) yang menyatakan

bahwa Rangsangan yang mempengaruhi terjadinya suatu gerak pada tumbuhan,

antara lain: cahaya, air, sentuhan, suhu, gravitasi dan zat kimia. Rangsangan

tersebut, ada yang menentukan arah gerak tumbuhan dan ada pula yang tidak

menentukan arah gerak tumbuhan. Rangsangan yang menentukan arah gerak akan

menyebabkan tumbuhan bergerak menuju atau menjauhi sumber rangsangan.

Pada tumbuhan, rangsangan disalurkan melalui benang plasma (plasmodesmata)

yang masuk ke dalam sel melalui celah antar sel (noktah) yang terdapat pada

dinding sel.
16

KESIMPULAN

1. Perbedaan perlakuan tanaman Jagung(Zea mays L.) yang gelap,semi gelap,

dan terang selama 48 jam adalah tanaman yang diletakkan ditempat yang

gelap terlihat perubahan akarnya yang lebih panjang diantara yang lainnya.

2. Alasan akar nya kita potong terlebih dahulu agar rata-rata pertumbuhan pada

perlakuan dipotong lebih cepat pertumbuhannya dari pada perlakuan tanpa

dipotong.

3. Alasan kita putar 90 dikarenakan agar kita mengetahui , seluruh lempeng

terlihat bahwa pada posisi horizontal akar tetap mengarah ke pusat bumi

dikarenakan penyinaran sepihak seperti pada perlakuan seperti ini, dapat

menyebabkan perangsangan yang berbeda dari IAA. fungsi dari kertas

merang yang kita gunakan pada saat praktikum yaitu kertas merang mampu

menyerap.

4. Fungsi dari kertas merang adalah dapat menyerap air dengan maksimal dan

dapat mempertahankan kelembabannya dengan baik,oleh karena itu kita

menggunakan kertas merang tersebut.

5. Faktor faktor yang mempengaruhi geotropisme adalah faktor dalam dan

faktor luar. Kalau faktor dalam gen dan hormon,sedangkan faktor luar

cahaya,kelembaban,air,suhu,nutrisi dan gravitasi.


17

DAFTAR PUSTAKA

Bewley, J.D. 2000. Physiology and Biochemistry of Seeds. Springer Verlag


Berlin Heidelberg. Berlin

Darwin. 1980.. Intermediate Botany. Mc.Millan and Company Limited. ST


Martins Press Inc .New York.
Dwidjoseputro .1980.Fisiologi Lingkungan Tanaman. Gadjah Mada University
Press. Yogyakarta.

Franklin .1991. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Institut Teknologi Bandung. Bandung

Heddy, Suasono,. 2000. Biologi Pertanian. Rajawali Press. Jakarta.

Kaufman. 2008. Prinsip-Prinsip Biologi Tumbuhan Untuk Daerah Tropik.


Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Kimball. 1992. Ibrahim, W.A. 2006. Budidaya Tanaman Jagung. Universitas


Padjajaran: Jatinangor.
Lakitan, B. 2007. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta. Raja Grafindo
Persada.
Nadakavkaren and Mc Kane. 1990. Plant Physiology. Addison-Wesley Publishing
Company, California.
Nopi . 2009. . Penuntun Praktikum Struktur Perkembangan Tumbuhan II.
Laboratorium Botani Jurusan Biologi Universitas Hasanuddin.Makassar.

Pradhan. 2001. S. 2001. Plant Physiology. Har-Anand Publications Pvt. Ltd.,New


Delhi.

Rinaldi. 2010. Budidaya Tanaman Jagung. Universitas Padjajaran: Jatinangor.

Salisbury dan Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan. ITB, Bandung.


Suharjo, Usman K.J. 2011. Penuntun Praktikum Dasar-Dasar
FisiologiTanaman.Universitas Bengkulu: Bengkulu.

Sutarmi. 1985. Praktikum Fisiologi Tumbuhan. Jurusan Biologi Fakultas


Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas, Padang.

Starr and Taggart. 2001. Plant Physiology. Tata McGraw-Hill Company Limited,
New Delhi.

Tjitrosomo, H. S. S. 2002. Botani Umum. Penerbit Kanisius, Jakarta.

Toni.2008. Palawija Budidaya dan Analisa Usaha Tani. Penebar Swadaya.Jakarta.

Uya.2010. Gerak Pada Tumbuhan.PT Gramedia. Jakarta.


18

LAMPIRAN
19

Anda mungkin juga menyukai