Anda di halaman 1dari 6

PLASENTA PREVIA AKRETA

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


RSUP
DR. M. DJAMIL 0 6
PADANG
DITETAPKAN DIREKTUR UTAMA
TANGGAL TERBIT
PANDUAN
PRAKTEK KLINIK
DR.dr. H. Yusirwan, SpB, SpBA, MARS
NIP 196211221989031001

1. Pengertian Suatu kelainan plasenta yang terjadi ketika trofoblas menginvasi


(definisi) miometrium pada berbagai kedalaman yang menyebabkan perlekatan
plasenta yang abnormal.

Biasanya terjadi jika terdapat plasenta previa atau plasenta berimplantasi


pada bekas insisi uterus sebelumnya (bekas SC, miomektomi, perforasi,
kuretase) (Cunningham, et al., 2014).

2. Anamnesis 1. Riwayat pembedahan pada uterus sebelumnya.


2. Perdarahan tanpa rasa nyeri dengan usia gestasi diatas 22 minggu.
(menyertai gejala yang biasa dijumpai pada plasenta previa)

3. Pemeriksaan 1. Dapat terjadi anemia


Fisik 2. Dapat terjadi kelainan letak / kepala tidak masuk pintu atas panggul
3. Perut tidak tegang / His (-)
4. Denyut jantung janin biasanya baik
5. Perdarahan pervaginam dari kanalis servikalis

4. Pemeriksaan 1. USG
Penunjang 2. USG - Color Doppler bila diperlukan
3. Pemeriksaan darah (Hb, Ht, Leukosit, Trombosit, PT, APTT)
4. MRI bila diperlukan
5. Pemeriksaan patologi anatomi plasenta bila diperlukan (post operatif)
5. Kriteria 1. Anamnesis :
Diagnosis Perdarahan vaginal merah terang tanpa disertai nyeri pada kehamilan
trimester II-III
2. Pemeriksaan fisik obstetri :
Dapat terjadi kelainan letak / kepala tidak masuk pintu atas panggul
3. USG :
Terdapat absen dari zona hipoekogenik retroplasenta pada desidua /
miometrium (halo zone) (Kurjak & Chervenak, 2003)
Color Doppler : Tornado flow.
Indeks Plasenta Akreta (Rac, et al., 2014)
Parameter Nilai
Riwayat SC 2 3
Lakuna :
Grade 3 3,5
Grade 2 1
Ketebalan myometrium terkecil
pada potongan sagital :
1 mm 1
>1 dan 3 mm 0,5
> 3 dan 5 mm 0,25
Plasenta previa anterior 1
Pembuluh darah bridging 0,5

Interprestasi : (persentase kemungkinan plasenta akreta)


>0 : 5% >1 : 10%
>2 : 19% >3 : 33%
>4 : 51% >5 : 69%
>6 : 83% >7 : 91%
>8 : 96%

4. MRI : Untuk melihat anatomi, derajat invasi, kemungkinan keterlibatan


ureter dan kandung kemih.
Gambaran yang dapat terlihat (Cunningham, et al., 2014):
Bulging uterus.
Intensitas heterogen didalam plasenta.
Intraplasenta band yang gelap.

5. Pemeriksaan patologi anatomi :


Perlengketan plasenta dengan abnormalitas perlengketan pada
miometrium dikarenakan hilangnya decidua basalis baik sebagian atau
total ataupun akibat perkembangan tidak sempurna fibrinoid atau
lapisan Nitabuch (Hull & Resnik, 2009).

Dapat diklasifikasikan menjadi :


Plasenta akreta : Vili melekat pada miometrium.
Plasenta inkreta : Vili telah menginvasi miometrium.
Plasenta perkreta : Vili telah menembus miometrium hingga ke
lapisan serosa uterus.

6. Diagnosis 1. Solusio plasenta


Banding 2. Ruptur uteri
3. Vasa previa
4. Varises dinding vagina
5. Gangguan pembekuan darah

7. Terapi 1. Indikasi rawat :


- Perdarahan banyak (Hb 8 g/dL) tidak tergantung usia kehamilan
perbaikan KU persiapkan terminasi dengan persiapan darah
minimal PRC 4 unit.
- Perdarahan sedikit (Hb > 8 g/dL) :
o Pada usia kehamilan >34 minggu : rawat pro terminasi elektif
o Pada usia kehamilan <34 minggu : rawat pada usia kehamilan 33
minggu :
Pematangan paru
Transfusi darah untuk menaikkan Hb hingga Hb 10 g/dL
Terminasi pada usia kehamilan >34 minggu dengan persiapan
darah PRC 2 unit.
2. Dikelola oleh tim plasenta akreta (dokter kebidanan dan kandungan /
dokter ginekologi onkologi / dokter uroginekologi / dokter anastesi
(intensive care) / dokter bedah urologi / dokter neonatologi)
(Cunningham, et al., 2014).

The American College of Obstetricians and Gynecologists (2012) dan The


Society for Maternal-Fetal Medicine (2010) merekomendasikan persalinan
elektif pada fasilitas tersier.
Tindakan yang dapat dilakukan :
1. Seksio Caessarean Klasik (SCK) dengan insisi korporal dan
histerektomi (sebaiknya tanpa melepaskan plasenta) pilihan
terbaik pada kasus plasenta inkreta atau perkreta.
2. Jika terjadi perdarahan paska histerektomi : Diperlukan
penggantian darah segera, dapat dilakukan ligasi arteri iliaka
interna (arteri hipogastrika)
3. Jika plasenta terpaksa ditinggalkan sebagian, terapi dilanjutkan
dengan kemoterapi metotreksat dan atau ethoposide.

8. Edukasi 1. Informed consent (dapat terjadi kematian ibu dan anak selama
tindakan, perdarahan hebat, trauma pada saluran kemih, trauma
saluran pencernaan, angkat rahim, resiko transfusi darah, resiko
Disseminated Intravascular Coagulation, resiko infeksi, emboli)
2. Informasi paska tindakan (peningkatan lama rawat dan kemungkinan
rawat ulang, perawatan ICU, tindakan bedah sekunder (reoperasi),
timbulnya infeksi dan menopause dini (Sheehan syndrome))

9. Prognosis 1. Morbiditas dan mortalitas ibu yang disebabkan oleh perdarahan,


infeksi.
2. Morbiditas dan mortalitas ibu paska operasi histerektomi (resiko
operasi, resiko penyakit, resiko pengobatan, resiko anestesi)

10. Tingkat I
Evidens
11. Tingkat A
Rekomendasi
12. Tingkat III
Severitas
13. Kualifikasi DPJP SpOG-K /sesuai dengan Tim Plasenta Previa Akreta (SK Direktur Utama
Utama RSUP DR.M.Djamil Padang)
14. Penelaah Dikonsultasikan dengan bidang pelayanan
Kritis
15. Indikator Temuan klinis dan pemeriksaan penunjang (pemeriksaan laboratorium
Medis darah, USG, Doppler, MRI, Patologi Anatomi)

16. Kepustakaan Cunningham, F. et al., 2014. Obstetrical Hemorrhage. In: Williams


Obstetrics 24edition. New York: The McGraw-Hill Companies, p. Chapter
41.

Hull, A. D. & Resnik, R., 2009. Placenta Previa, Placenta Accreta, Abruptio
Placentae and Vasa Previa. In: Creasy and Resnik's : Maternal-Fetal
Medicine Principles and Practice. Philadelphia: Saunders-Elsevier Inc, pp.
728-729.

Kurjak, A. & Chervenak, F., 2003. The Placenta. In: Donald School :
Textbook of Ultrasound in Obstetric and Gynecology. New Delhi: Jaypee
Brothers, p. 335.

Rac, M. et al., 2014. Ultrasound predictors of placental invasion : The


Placenta Accreta Index. American Journal of Obstetrics and Gynecology,
pp. 1.e1-e7.
DIBUAT OLEH DITINJAU OLEH DISAHKAN OLEH

NAMA DR. dr. Hj. Yusrawati, Dr. Yan Edwar,SpTHT- Dr. Akmal Mufriady Hanif,
SpOG(K) KL(K) SpPD-KKV, MARS

JABATAN Ka.KSM Kebidanan & Ketua Komite Medik Direktur Medik dan
Peny.Kandungan Keperawatan
TANDA
TANGAN

BAGIAN / UNIT JUMLAH PERSONEL TANDA TANGGAL


TANGAN

SMF Kebidanan &


Peny.Kandungan