Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
karena telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat
menyelesaikan dengan baik Tugas makalah mata kuliah Wawasan Kebangsaan
mengenai Krisis Bahasa Indonesia di Sekolah yang Menerapkan Kurikulum
Internasional / Asing. Ucapan terimakasih kami ucapkan kepada semua pihak
yang telah membantu kegiatan makalah yang kami susun ini, khususnya kepada:
1. Orang tua yang telah memberi dorongan semangat baik material maupun
spiritual.
2. Rekan-rekan kelas wawasan kebangsaan 34 yang telah ikut memberi motivasi
dalam menyelesaikan makalah ini.
3. Pihak lain yang telah membantu baik langsung maupun tidak langsung dalam
memperlancar terselesaikannya makalah ini.
Sebagaimana hasil karya manusia yang tak luput dari kekurangan dan
kesempurnaan, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari
berbagai pihak. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan pihak
lain yang bekepentingan.

Surabaya, 23 Februari 2017

Penulis

DAFTAR ISI

1
KATA PENGANTAR............................................................................................1
DAFTAR ISI...........................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................3
1.1 Latar Belakang............................................................................................3
1.2 Rumusan Masalah.......................................................................................4
1.3 Tujuan...........................................................................................................4
1.4 Metode Penulisan.........................................................................................4
BAB II DASAR TEORI.........................................................................................5
2.1 Pengertian Kurikulum Standar Internasional.........................................5
2.2 Peraturan Perundang Undangan yang Mengatur Sekolah Sekolah
yang Menganut Kurikulum dan Standar Internasional/ SPK......................7
2.3 Pengertian Identitas Nasional....................................................................7
BAB III PEMBAHASAN......................................................................................9
3.1 Dampak dari kehadiran sekolah sekolah yang menerapkan
kurikulum dan standar Internasional.............................................................9
3.2 Pengaruh atas hadirnya sekolah sekolah yang menerapkan
kurikulum dan standar internasional terhadap identitas nasional
Indonesia..........................................................................................................10
3.3 Solusi tepat untuk permasalahan krisis bahasa Indonesia pada sekolah
sekolah yang menerapkan kurikulum dan standar internasional...........11
BAB IV PENUTUP..............................................................................................12
Kesimpulan...........................................................................................................12
Saran......................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................13

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan merupakan proyek jangka panjang semua negara, tak terkecuali
Indonesia. Pendidikan sendiri sebagai tolak ukur suatu negara untuk dapat

2
bersaing dikancah Internasional. Output yang diharapkan dari pendiikan ini tentu
saja agar dapat mencetak generasi yang mampu memecahkan suatu permasalahan
dan tantangan yang dihadapi seiring berkembangnya zaman. Di Indonesia sendiri
penyempurnaan kurikulum pendidikan oleh pemerintah terus dilakukan demi
meningkatkan taraf serta mutu pelajar di seluruh Indonesia.
Demi memenuhi hak setiap warganya untuk mendapatkan pendidikan,
Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat mengeluarkan Undang-Undang
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dan untuk menjamin
terselenggaranya pendidikan bermutu yang didasarkan pada Standar Nasional
Pendidikan telah ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan (SNP). Kebutuhan Indonesia yang semakin tinggi
akan pendidikan menunjukkan bahwa peran pendidikan sangat penting dan
strategis dalam pembangunan di Indonesia.
Derasnya arus globalisasi yang mengelilingi seluruh negara didunia juga
berimbas pada pendidikan di Indonesia. Hal ini menyebabkan pemerintah semakin
gencar menggalakkan sekolah sekolah untuk menerapkan kurikulum dan
berbasis internasional agar pelajar di Indonesia unggul dan mampu bersaing
secara global. Walau kita tahu bahwa sekolah RSBI dan SBI telah dibubarkan
tetapi masih banyak sekolah sekolah swasta yang menerapkan kurikulum
internasional tetapi jalannya sekolah tersebut tidak memiliki landasan hukum.
Dalam praktiknya, sekolah sekolah yang menerapkan kurikulum dan standar
internasional lebih mengutamakan penggunaan bahasa asing dalam proses belajar
mengajar dan mengesampingkan bahasa Indonesia yang sejatinya bahasa
Indonesia sebagai identitas nasional Indonesia. Sehingga banyak pelajar yang
menyepelekan bahasa Indonesia dan menjadi buta akan pengucapan serta
penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Di Indonesia sendiri sekolah
internasional tersebut berubah label menjadi SPK (Status Pendidikan Kerja sama)
berlaku mulai 1 Desember 2014.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun permasalahan yang dihadapi dalam topik makalah ini adalah :
Apa dampak kehadiran sekolah sekolah yang menerapkan
kurikulum dan standar internasional/ SPK ?

3
Bagaimana pengaruh atas hadirnya sekolah sekolah yang
menerapkan kurikulum dan standar internasional terhadap identitas
nasional Indonesia/ SPK ?
Apa solusi yang tepat untuk permasalahan krisis bahasa Indonesia
pada sekolah sekolah yang menerapkan kurikulum dan standar
internasional/ SPK ?

1.3 Tujuan
Penulisan ini bertujuan untuk :
Megetahui dampak kehadiran sekolah sekolah yang menerapkan
kurikulum dan standar internasional / SPK
Mengetahui pengaruh atas hadirnya sekolah sekolah yang
menerapkan kurikulum dan standar internasional terhadap identitas
nasional / SPK
Mengetahui solusi yang tepat untuk permasalahan krisis bahasa
Indonesia pada sekolah sekolah yang menerapkan kurikulum dan
standar internasional / SPK

1.4 Metode Penulisan


Pada penulisan makalah ini kami sebagai penulis menggunakan
menggunakan metode studi literatur dan kuisioner. Studi literature yakni
Penulisan makalah ini di dasarkan pada beberapa literatur seperti buku dan
halaman internet yang bersangkutan dengan judul pembahasan makalah. Dan
kuisioner digunakan sebagai fakta juga responden yang mendukung gagasan yang
disampaikan.
BAB II
DASAR TEORI

2.1 Pengertian Kurikulum Standar Internasional


Kurikulum ditinjau dari asal katanya, berasal dari bahasa Yunani yang mula-
mula digunakan dalam bidang olahraga yaitu kata currere yang berarti jarak
tempuh. Dalam bahasa Arab istilah kurikulum diartikan dengan Minhaj, yakni
jalan yang terang atau jalan yang dilalui oleh manusia pada bidang kehidupannya.
Korelasinya dengan pendidikan adalah jalan terang yang dilalui pendidik dan
peserta didik untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan menurut Hilda Taba,

4
kurikulum merupakan suatu cara untuk mempersiapkan anak agar berpartisipasi
sebagai anggota yang produtif dalam masyarakatnya.
Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang merangkum semua
pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa di sekolah. Dalam kurikulum
terintegrasi filsafat, nilai-nilai, pengetahuan, dan perbuatan pendidikan.
Kurikulum disusun oleh para ahli pendidikan atau ahli kurikulum, ahli bidang
ilmu, pendidik, pejabat pendidikan serta unsur-unsur masyarakat lainnya.
Rancangan ini disusun dengan maksud memberi pedoman kepada para pelaksana
pendidikan, dalam proses pembimbingan perkembangan siswa, mencapai tujuan
yang dicita-citakan oleh siswa sendiri, keluarga, maupun masyarakat. UU nomor
20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan kurikulum adalah
seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran
serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Kurikulum adalah niat dan harapan yang dituangkan dalam bentuk rencana
atau program pendidikan untuk dilaksanakan oleh guru disekolah. Isi kurikulum
adalah pengetahuan ilmiah, termasuk kegiatan dan pengalaman belajar, yang
disusun sesuai dengan taraf perkembangan siswa. Kurikulum akan mempunyai
arti dan fungsi untuk mengubah siswa apabila dilaksanakan dan ditransformasikan
oleh guru kepada siswa dalam suatu kegiatan yang disebut proses belajar
mengajar. Dengan perkataan lain proses belajar mengajar adalah operasionalisasi
dari kurikulum.
Eksistensi kurikulum dalam pendidikan adalah sebagai alat mendeteksi
(meramal) dinamika kebudayaan dan peradapan umat manusia di masa depan.
Kurikulum ini yang nantinya akan dijadikan landasan pendidik untuk
membimbing peserta didiknya kearah tujuan pendidikan yang diinginkan melalui
akumulasi sejumlah pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental. Begitu juga
dengan pendidikan Islam yang mana proses yang ada dalam pendidikan islam
bukanlah suatu proses yang dapat dilakukan secara serampangan, tetapi juga
mengacu pada konseptualisasi manusia paripurna melalui transformasi sejumlah
pengetahuan, keterampilan dan sikap mental yang harus tersusun dalam
kurikulum pendidikan islam. Terdapat tiga peranan kurikulum yang sangat penting

5
yaitu peranan konservatif, peranan kritis atau evaluatif dan peranan kreatif.
Peranan konservatif menunjukkan bahwa salah satu tanggung jawab kurikulum
adalah mentransmisikan dan menafsirkan warisan sosial pada generasi muda.
Selain itu, kurikulum turut aktif berpartisipasi dalam kontrol sosial dan memberi
penekanan
pada unsur berpikir kritis. Peranan kreatif meletakkan kurikulum berperan dalam
melakukan berbagai kegiatan kreatif dan konstruktif, dalam artian menciptakan
dan menyusun suatu hal yang baru sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masa
sekarang dan masa mendatang.
Sedangkan kurikulum Cambridge adalah kurikulum yang diadaptasi dari
lembaga Internasional yang memiliki kualifikasi Internasional dan diakui secara
luas, misalnya Cambridge, IB (International Baccalaureat), NSTA (National
Science Teacher Association) dan lain-lain. Tidak semua lembaga pendidikan di
Indonesia menerapkan kurikulum Internasional, karena kurikulum tersebut bukan
kurikulum wajib yang harus diterapkan di setiap lembaga pendidikan di
Indonesia. Ada beberapa lembaga pendidikan yang menerapkan kurikulum
internasional dengan berpedoman pada SNP yang diperkaya dengan standar
pendidikan dari negara maju. Sedangkan kurikulum Cambridge yakni kurikulum
yang diadaptasi dari University Of Cambridge. Kurikulum Cambridge
mengembangkan pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik yang
merupakan inti dari pengalaman belajar. Dalam kurikulum Cambridge hal yang
penting adalah proses, karena proses mencerminkan bagaimana pikiran siswa
bekerja. Program yang menaungi kurikulum Cambridge yaitu Cambridge
International Examinations. Cambridge International Examinations adalah salah
satu program pendidikan internasional dan kualifikasi untuk anak berusia 5-19
tahun. Kualifikasi yang diambil di lebih dari 160 negara dan diakui oleh
universitas-universitas, penyedia pendidikan dan pengusaha di seluruh dunia.

2.2 Peraturan Perundang Undangan yang Mengatur Sekolah Sekolah


yang Menganut Kurikulum dan Standar Internasional/ SPK
Pasal 77 Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas
mencabut UU No. 48 tahun 1960 tentang Pengawasan Pendidikan
dan Pengajaran Asing. Seterusnya, Permendiknas No. 18 tahun

6
2009 tentang Penyelenggaraan Pendidikan oleh Lembaga
Pendidikan Asing di Indonesia dengan mengacu Rancangan PP
tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan.
Permendikbud No. 31 tahun 2014 tentang Kerja Sana
Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan oleh Lembaga
Pendidikan Asing dan Lembaga Pendidikan Indonesia.
Peraturan Dirjen Dikdasmen Kemdikbud No. 407/D/PP/2015
tentang Juknis Kerja Sama Penyelenggaraan dan Pengelolaan
Pendidikan Dikdasmen oleh LPA dan LPI.

2.3 Pengertian Identitas Nasional


Pengertian identitas nasional menurut beberapa pakar :
Berger
Dalam bukunya yang berjudul The Capitalis Revolution era
globalisasi dewasa ini ideologi kapitalislah yang akan menguasai dunia serta
mengubah masyarakat satu persatu menjadi sistem internasional yang
menentukan nasib bangsa-bangsa dibidang sosial, politik, dan kebudayaan.
Fujukama
Membawa perubahan ideologi partikuker keraah universal dan
kapitalismelah yang akan menguasai dunia. Dalam menghadapi proses
perubahan tersebut sangat tergantung kemampuan bangsa itu sendiri.

Toyanbee
Ciri khas dari suatu bangsa yang merupakan lokal genius dalam
menghadapi tantangan dan respon. Jika tantangan besar sementara respon
kecil maka bangsa tersebut akan punah. Namun apabila tantangan kecil
sementara respon besar maka bangsa tersebut akan berkembang menjadi
bangsa yang kreatif.

Kepribadian seabagai suatu identitas nasional suatu bangsa adalah


keseluruhan atau totalitas dari kepribadian individu-individu sebagai urutan yang
membentuk bangsa tersebut. Identitas nasional tidak dapat dipisahkan dengan
pengertian peoples character atau national identity.

7
Menurut Robert De Ventos dalam bukunya The Power of Identity, ia
mengemukakan bahwa selain faktor intensitas, teritorial, bahasa, agama serta
budaya juga harus dipahami dalam konteks arti dinamis yaitu bangsa tersebut
melakukan akselerasi dalam pembangunan termasuk proses interaksinya secara
global dengan dunia internasional.

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Dampak dari kehadiran sekolah sekolah yang menerapkan kurikulum
dan standar Internasional
Dari analisis hasil kuisioner kami terdapat 38 responden dengan berbagai
macam komentar dan alasan mengenai adanya sekolah yang menerapkan
kurikulum dan standar Internasional, sehingga menitikberatkan penggunaan
bahasa asing dari pada bahasa Indonesia. Berdasarkan dari ke-38 responden
tersebut berikut dampak positif dan negatif dari adanya sekolah sekolah tersebut
:
Dampak Positif
Proses pembelajaran sekolah berbasis internasional menggunakan pola
pembelajaran bilingual (dua bahasa), yaitu bahasa Inggris dan bahasa

8
Indonesia. Pembelajaran dengan bahasa Inggris ini mampu
mengembangkan potensi pelajar supaya kedepannya dapat bersaing di
kancah global, pelajar juga akan memiliki banyak referensi belajar
khususnya untuk yang berbahasa asing, dapat meningkatkan kemajuan
generasi penerus bangsa baik dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) serta
kemampuan berbahasanya, mendukung persiapan untuk menghadapi
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang saat ini tengah ramai di
perbincangkan Indonesia.
Dampak Negatif
Dapat mengikis rasa nasionalisme terhadap negara sendiri dan merasa
bangga terhadap negara lain, dapat meleburkan bahasa persatuan yang
merupakan warisan leluhur, Bahasa Indonesia kurang dilestarikan dan
dibanggakan, biaya yang terbilang mahal sehingga hanya kalangan
menengah ke atas yang dapat mengenyam sekolah sekolah tersebut.
Sejatinya dampak negatif yang paling riskan selain dana adalah,
penerapan pengajaran bahasa asing--terutama bahasa Inggris--secara
terintegrasi dengan mata pelajaran lainnya pada metode sekolah berbasis
internasional membuat adanya disintegrasi terhadap bahasa lokal. Di
samping itu, kehadiran sekolah berbasis internasional ini dapat membuat
rasa nasionalisme kebangsaan menjadi berkurang. Hal ini karena para
siswa lambat laun lebih tertarik mengenal dan mempelajari bahasa asing
daripada bahasa Indonesia. Pada akhirnya, bahasa Indonesia akan
mengalami kepunahan.

3.2 Pengaruh atas hadirnya sekolah sekolah yang menerapkan kurikulum


dan standar internasional terhadap identitas nasional Indonesia
Pengertian bahasa menurut KBBI adalah sistem lambang bunyi yang
arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama,
berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Jadi Bahasa Indonesia adalah alat
komunikasi antara anggota suatu masyarakat yang ada di Indonesia. Bahasa
Indonesia ialah bahasa resmi Republik Indonesia sebagaimana disebutkan dalam
Undang-Undang Dasar RI 1945, Pasal 36. Bahasa Indonesia juga merupakan
bahasa persatuan bangsa yang jelas tercantum pada Sumpah Pemuda tahun 1928
yang berbunyi Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa

9
persatuan bahasa Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa fungsi bahasa
Indonesia yaitu sebagai identitas nasional, alat komunikasi, dan pemersatu
masyarakat yang heterogen.
Bahasa sebagai identitas nasional merupakan bahasa sebagai ciri khas suatu
bangsa dan menjadi pembeda dengan bangsa-bangsa lainnya. Seiring
berkembangnya zaman, bahasa Indonesia sebagai identitas nasional semakin
luntur terutama pada sekolah-sekolah yang menerapkan kurikulum dan standar
internasonal. Sekolah bertaraf Internasional merupakan sekolah yang
menggunakan dua bahasa sebagai metode pembelajarannya. Tetapi dalam hal
praktiknya sekolah banyak menggunakan bahasa asing bahkan bahasa campuran
yang menyalahi kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Secara tidak
langsung siswa mempelajari budaya asal sebuah negara ketika mempelajari
bahasa negara tersebut sehingga bahasa Idonesia dan bahasa lokal lama-kelamaan
akan luntur. Di titik inilah budaya westernisasi masuk. Pelajar akan memiliki
kecenderungan untuk mengikuti gaya dan pola westernisasi tanpa menyaringnya
yang cenderung bertentangan dengan budaya ketimuran. Lambat laun,
penggunaan budaya tersebut secara perlahan akan mengikis jiwa nasionalisme
mereka.

3.3 Solusi yang tepat untuk permasalahan krisis bahasa Indonesia pada
sekolah sekolah yang menerapkan kurikulum dan standar internasional
Kita tahu keberadaan sekolah sekolah yang menerapkan kurikulum dan
standar internasional memiliki banyak pro dan kontra. Kehadirannya membuat
banyak pengamat identitas negara menjadi gigit jari, takut akan generasi penerus
yang kehilangan jiwa nasionalisnya. Tetapi dibalik itu semua tentu saja
keberadaan sekolah sekolah tersebut memiliki tujuan yang positif. Tidak
mungkin pemerintah serta - merta membuat kebijakan yang hanya akan
menimbulkan dampak negatif bagi negara.
Keputusan dan peraturan pemerintah mengizinkan keberadaan sekolah
sekolah tersebut yang dibangun diatas negara Indonesia harus dikaji kembali.
Seperti halnya pada saat proses pembelajaran penggunaan bahasa asing (terutama
bahasa inggris) haruslah seimbang dengan bahasa Indonesia agar pelajar tidak
menyepelekan bahasa Indonesia, akan sangat lucu pelajar dari Indonesia dengan
segala kecerdasannya malah buta berbahasa Indonesia dengan baik dan benar,

10
terdapat mata pelajaran bahasa Indonesia beserta evaluasinya, serta peran aktif
orangtua dirumah untuk selalu menggunakan bahasa Indonesia.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Simpulan
Di Indonesia sekolah yang dulu mengatas namakan internasional kini
berubah label menjadi Status Pendidikan Kerjasama (SPK). Walau begitu apabila
penggunaan bahasa asing terlalu besar dalam kegiatan belajar mengajar pada sekolah-
sekolah tersebut akan dapat mempengaruhi bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa.
Untuk itu, perlu adanya keseimbangan waktu dalam proses belajar mengajar antara
bahasa asing dan bahasa Indonesia, serta peran aktif orangtua selama dirumah untuk
membiasakan berbicara bahasa Indonesia.

4.2 Saran
Agar keberadaan sekolah yang menganut kurikulum asing tidak
menyebabkan terjadinya krisis identitas nasional para peserta didik, ada beberapa
cara yang bisa dilakukan, yaitu menerapkan pembagian penggunaan bahasa secara
seimban, pemerintah harus lebih tegas dan sering memantau sekolah sekolah
tersebut agar identitas bangsa tetap terjaga.

11
DAFTAR PUSTAKA

Novitasari, Ely. Pengaruh Sekolah Berbasis Internasional terhadap Identitas


Nasional. 22 Februari 2017.
http://ely-novitasari-fib12.web.unair.ac.id/artikel_detail-106337-Umum-
Pengaruh%20Sekolah%20Berbasis%20Internasional%20Terhadap
%20Identitas%20Nasional.html
Alchofino, Toni. Identitas dan Sumber Identitas Nasional. 21 Februari
2017. http://www.scribd.com/doc/14286716/Identitas-Dan-Sumber-Identitas-
Nasional-Bangsa-Indonesia
digilib.uinsby.ac.id/6187/5/Bab%202.pdf

12