Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ilmu geologi merupakan ilmu yang didalamnnya mempelajari arsitektur
kerak bumi, awal mula, proses, produk hingga sejarah alam yang berhubungan
dengan kristal, mineral, batuan dan juga lainnya seperti struktur geologi. Ilmu
geologi tidak akan terkupas lebih dalam jika hanya berbicara mengenai teorinya
saja, maka dibutuhkan praktikum yang tentunya sebagai wadah untuk
mengaplikasikan ilmu geologi yang telah didapatkan. Berbicara mengenai
praktikum maka dibutuhkan pengajar (assisten lab) yang dapat menyampaikan
bagaimana pengaplikasian ilmu geologi di lapangan sesuai dengan ajaran yang
benar.

1.2 Rumusan Masalah


Alasan menjadi assisten
Harapan untuk laboratorium geologi
Analasa topografi mengenai bentang alam, batuan dan struktur.

BAB II
ANALISA DAN PEMBAHASAN

2.1 Alasan Ingin Menjadi Assisten


Seperti yang diketahui secara umum bahwa geologi adalah ilmu yang
mempelajari bumi yang mencakup komposisi, struktur, sifat sifat fisik, sejarah
serta proses keterbentukkannya yang mengahasilkan produk berupa kristal,
mineral, batuan, lipatan, sesar, kekar dan lainnya. Ilmu tersebut harus
diaplikasikan dengan dilakukannya suatu praktikum dimana praktikum tersebut
merupakan tempat untuk latihan sebelum terjun langsung ke lapangan. Disisi
lain, dalam praktikum dibutuhkan tenaga pengajar atau pembimbing yang
memiliki pemahaman mengenai hal tersebut, dari hal tersebut saya menyatakan
ketertarikan untuk menjadi tenaga pembimbing (assisten) di laboratorium geologi
jurusan fakultas teknik universitas islam bandung. Dengan ilmu yang telah saya
dapatkan di mata kuliah maupun praktikum geologi umum dan kristalografi,
mineralogi & petrologi saya berniat untuk menjadi assisten dengan tujuan dapat
menambah wawasan saya mengenai ilmu geologi dengan membimbing
praktikan dalam mengaplikasikan ilmu geologi yang nantinya akan berguna di
lapangan. Selain itu hal yang menguatkan saya untuk menjadi assisten yaitu
dalam islam dikatakan bahwa tuntutlah ilmu setinggi tingginya dan sebarkanlah
ilmu tersebut dengan makna bahwa setiap ilmu yang kita dapatkan wajib kita
sebarkan atau harus di bagikan (diajarkan) kepada yang lainnya.

2.2 Harapan Kedepan untuk Masa Depan Laboratorium Geologi


Laboratorium geologi yang berada di jurusan teknik pertambangan
fakultas teknik universitas islam bandung yang berlandaskan islam ini
diaharapkan dapat menjadi laboratorium yang dapat menciptakan geologists
dengan ilmu yang kuat mengenai geologi khususnya dalam pengaplikasian ilmu
geologi di lapangan. Dengan sistem yang ada di laboratorium geologi diharapkan
dapat menciptakan ahli geologi yang berilmu, jujur dan disiplin.

2.3 Analisa Topografi


2.3.1 Analisa Topografi tentang Bentang Alam
Bentang alam merupakan suatu bentangan di permukaan bumi yang terbentuk
secara alami. Bentang alam dapat terbentuk dengan berbagai macam bentuk.
Dari topografi dapat diketahui bahwa dari kontur yang tertutup tunggal rapat
dapat diindikasikan sebagai pegunungan, namun kontur tertutup dan banyak
dapat diindikasikan sebagai perbukitan, dapat dikatakan seperti itu karena
bentuk permukaan bumi tersebut mungkin dipengaruhi oleh tenaga alam yaitu
endogen dan juga eksogen dimana dapat mengakibatkan naiknya permukaan
bumi dan secara langsung tergambar suatu kontur yang tertutup. Namun juga
dapat terjadi anomali misalnya seperti adanya kontur yang rapat disekitar garis
yang jarang, hal tersebut dapat diindikasikan daearah tersebut mengalami
sebuah gaya geologi yang mengakibatkan rekahan dengan adanya pergeseran
dan juga dapat berlanjut dengan terjadinya perlipatan akibat pergeseran
tersebut, dengan kata lain daerah tersebut terindikasi berupa daearah yang
memiliki lereng.
2.3.2 Analisa Topografi tentang Batuan
Didalam peta topografi tentu terdapat kontur yang menunjukkan tinggi
atau rendahnya suatu daerah yang ditunjukkan dengan garis dengan elevasi
tertentu. Dari kontur yang melingkar diantara pola kontur lainnya dapat
diindikasikan memiliki batuan yang lebih keras dari batuan disektiarnya karena
dengan kontur yang melingkar berarti kontur tersebut terdiri dari sebuah
pegunungan dimana setiap pegunungan pasti memiliki batuan yang kuat untuk
membentuknya. Dari kerapatan aliran sungai pun dapat tergambar batuan lunak
terdapat pada kerapatan sungai yang besar, dimana batuan lunak tersebut
mudah tererosi, sedangkan batuan yang keras akan terdapat pada kelokan
sungai yang secara tiba tiba, karena aliran sungai akan mengikis batuan
(batuan lunak) yang dilaluinya, maka kelokan yang secara tiba tiba tersebut
menunjukan bahwa aliran sungai berbelok karena batuan keraslah yang
membuat berbelok tersebut atau dengan kata lain aliran sungai tidak mampu
mengikis batuan (batuan keras) tersebut.
2.3.3 Analisa Topografi tentang Struktur Geologi
Struktur merupakan bentuk ataupun arsitektur bumi yang terbentuk akibat
adanya gaya gaya tertentu dari dalam bumi. Struktur yang umum dikenal yaitu
seperti sesar, lipatan dan kekar. Dalam hubungannya antara topografi dengan
struktur dapat dilihat dari kontur dan juga aliran sungai. Misalnya sesar, dari
topografi sesar dapat diketahui dengan adanya kontur yang rapat dengan
adanya pembelokan perbukitan atau sungai, bisa dikatakan seperti itu karena
pembelokan perbukitan tersebut diakibatkan oleh rekahan yang sudah
mengalami pergeseran yang mengakibatkan perpindahan. Lalu lipatan dimana
dapat tergambarkan dengan kontur yang rapat dibagian depan yang
merenggang makin kearah belakang, renggang ke arah belakang maksudnya di
kontur tersebut terdapat lengkungan akibat gaya didalam bumi yang biasanya
ditunjukkan pada perlapisan batuan sedimen. Berbeda dengan sesar kekar dapat
tergambar oleh kelurusan sungai dan bukit karena pada struturnya berupa
rekahan yang tidak mengalami pergeseran, atau dengan kata lain kelurusan
perbukitan tersebut diindikasikan akibat rekahan yang tanpa adanya pergeseran.

BAB III
KESIMPULAN

Menganalisa topografi mengenai bentang alam, batuan, dan juga


mengenai struktur, sebenarnya dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan
pada suatu kontur topografi maupun dengan melakukan pengamatan pada aliran
sungai (pola aliran), dengan dilakukannya pengamatan pada pola aliran sungai
ini maka pembaca peta topografi dapat mengetahui tentang proses pensesaran,
perkembangan kekar, lipatan, karakteristik dari keseragaman batuan penyusun
pada objek tertentu. Dapat diketahui bahwa batuan dapat terbentuk dari suatu
intrusi magma dimana dari batuan dimana batuan dapat menyusun struktur.
Sedangkan struktur sendiri dapat terbentuka akibat adanya gaya gaya seperti
endogen maupun eksogen. Dari struktur yang terbentuk akan mengakibatkan
keanekaragaman bentuk atau bentang alam di muka bumi ini. Maka dengan
menganalisa bentang alam, struktur dan maupun batuan, jika dilihat dari
topografi khususnya dari kontur dan aliran sungai dapat saling berhubungan satu
sama lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
Dann, 2010, Interpretasi topografi,
http://dannbuea.wordpress.com/2010/11/27/Interpretasi topografi/.
(Diakses pada tanggal 3 Februari 2014, online, blog)
Info pertambangan, 2012, Struktur geologi dan batuan, http://info-
pertambangan.blogspot.com/2012/10/struktur-geologi.html. (Diakses
pada tanggal 3 Februari 2014, online, blog)