Anda di halaman 1dari 5

MIE INSTAN

MSG
Apakah MSG atau MOnosodium Glukamate itu ? MSG adalah garam natrium (sodium) dari
asam glutamat (salah satu asam amino non-esensial penyusun protein). MSG umumnya dijual
sebagai kristal halus berwarna putih, dan penampakannya mirip gula pasir atau garam dapur.
Glutamate adalah asam amino (amino acid) yang secara alami terdapat pada semua bahan
makanan yang mengandung protein. Misalnya, keju, susu, daging, ikan dan sayuran. Glutamate
juga diproduksi oleh tubuh manusia dan sangat diperlukan untuk metabolisme tubuh dan fungsi
otak. Setiap orang rata-rata membutuhkan kurang lebih 11 gram Glutamate per hari yang didapat
dari sumber protein alami.

Monosodium Glutamate adalah zat penambah rasa pada makanan yang dibuat dari hasil
fermentasi zat tepung dan tetes dari gula beet atau gula tebu. Ketika MSG ditambahkan pada
makanan, dia memberikan fungsi yang sama seperti Glutamate yaitu memberikan rasa sedap
pada makanan. MSG sendiri terdiri dari air, sodium dan Glutamate.

MSG dibagi menjadi dua jenis, yakni alami dan buatan. MSG yang alami sehat untuk
dikonsumsi. Sedangkan yang buatan, dan justru banyak beredar, sangat berpotensi mendatangkan
gangguan kesehatan.

Jika digunakan secara berlebihan, MSG mempunyai efek negatif terhadap tubuh. mengkonsumsi
MSG sebanyak 12 gram per hari dapat menimbulkan gangguan lambung, gangguan tidur dan
mual-mual. Bahkan beberapa orang ada yang mengalami reaksi alergi berupa gatal, mual dan
panas. bukan hanya itu saja MSG juga dapat memicu hipertensi, asma, kanker serta diabetes,
kelumpuhan serta penurunan kecerdasan.

Tartrazine
Tartrazin adalah pewarna makanan buatan yang mempunyai banyak macam pilihan warna,
diantaranya Tartrazin CI 19140. Bahan pewarna makanan alami diantaranya adalah daun pandan.

Tartrazin dapat menyebabkan sejumlah reaksi alergi dan intoleransi bagi orang-orang yang
intoleransi terhadap aspirin atau penderita asma. Kasus ini cukup langka dan menurut dapat
FDA, prevalensi intoleransi tartrazin di Amerika Serikat jatuh pada angka 0,12% (360 ribu dari
200 juta penduduk). Beberapa referensi lain menyebutkan bahwa penggunaan tartrazin dapat
menyebabkan biduran (urtikaria) dengan prevalensi di bawah 0,01% atau 1 dari 10.000
penderita. Jumlah ini cukup kecil bila dibandingkan dengan angka prevalensi penderita alergi
terhadap udang, yaitu sebesar 0,6-2,8% (1 dari 50 orang)

Gejala alergi tartrazine dapat timbul apabila senyawa ini terhirup (inhalasi) atau ditelan (ingesti).
Reaksi alergi yang timbul berupa sesak nafas, pusing, migrain, depresi pandangan kabur, dan
sulit tidur. Dan tartrazine dapat menyebabkan gangguan kesehatan diantaranya tumor di kelenjar
tiroid, Lymphocytic lymphomas, dan kerusakan kromosomal.

Positive Negative makan mie instan:


Mie instan di klaim oleh beberapa pihak sebagai jenis makanan yang berbahaya karena
mengandung lapisan lilin pada mie-nya. Lapisan ini sulit di cerna oleh tubuh dan perlu waktu
sedikitnya dua hari sampai dapat dikeluarkan dar tubuh. Oleh karena itu, pihak-pihak yang
mengklaim hal tersebut menghimbau agar masyarakat setidaknya memberi jarak 2 hari setelah
mengkonsumsi mie instan sampai memakannya lagi. Mereka juga menyebutkan, konsumsi mie
instan dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan kanker karena tumpukan lilin di saluran
pencernaan. Berikut penjelasan dari informasi diatas:

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengkonsumsinya


Penggunaan lilin sebagai pelapis produk mie yang telah diijinkan oleh FDA adalah penggunaan
natural waxes yang terbuat dari food-grade vegetable (Jojoba oil, bayberry, castor, rice bran, soy
wax), petroleum (Parafin, microcrystalline, petroleum jelly), beeswax (lilin yang dihasilkan oleh
lebah), shellac- based wax (lilin yang dihasilkan oleh sejenis serangga Kierra Lacca) atau resin
(lilin yang dihasilkan oleh jenis-jenis tumbuhan tertentu).

Lilin-lilin diatas banyak digunakan di dalam industri makanan, biasanya sebagai pelapis buah-
buahan agar tetap segar dan tidak mudah busuk selama melalui pengangkutan dari kebun, pasar
sampai meja makan pembeli. Selain itu, kemungkinan besar industri jenis makanan lain
(termasuk disini mie instan) menggunakan salah satu diantaranya untuk melapisi produknya agar
tidak lengket saat dimasak.

Yang perlu diperhatikan disini adalah penggunaan petroleum sebagai pelapis makanan.
Petroleum adalah campuran kompleks zat hidocarbon dalam berbagai berat jenis. Hidrocarbon
adalah campuran hidrogen dan carbon. Menurut beberapa penelitian yang pernah saya baca dan
informasi kesehatan lain yang saya dapat, hidrokarbon dapat memicu timbulnya kanker karena
menginduksi perubahan atau mutasi gen.

Selama ini kita tidak tahu, jika benar para produsen makanan tersebut menggunakan lilin sebagai
pelapis produknya, lilin jenis apa yang digunakan, apakah petroleum atau jenis alami yang lain.
Oleh karena itu, sebaiknya berhati-hati.

Disamping penggunaan lilin, kita juga harus memperhatikan penggunaan pewarna pada produk
mie instan. Yang biasa kita temui adalah penggunaan warna kuning buatan, tartrazine. Pewarna
buatan ini mempunyai beberapa efek samping negatif terhadap kesehatan berhubungan dengan
penyakit asma. Mungkin sebagai konsumen, kita dapat memilih produk-produk makanan yang
menggunakan pewarna alami seperti beta caroten (pewarna kuning alami). Selain pewarna, kita
juga harus memperhatikan penggunaan MSG dan kadar natrium total pada mie instan yang
biasanya mencapai sekitar seribu miligram. Kita semua pasti tahu, bahwa kadar garam yang
terlalu tinggi tidak baik bagi penderita hipertensi, jantung dan ginjal.

Beberapa hal positif darinya


Kebanyakan produk-produk mie instan telah melalui proses fortifikasi (seperti yang sudah
pernah dibahas), yakni proses penambahan mikronutrien ke dalam produk. Mikronutrien ini
seperti misalnya zat besi, asam folat, niasin, vitamin dan mineral seperti kalsium.

Baru-baru ini telah diperkenalkan jenis mie instan baru yang justru dapat membantu orang-orang
yang mengalami kegemukan atau ingin berdiet, menurunkan berat badannya. Mie instan tersebut
adalah mie yang menggunakan pectin sebagai salah satu bahan dasarnya.

Pectin adalah polisakarida linear yang terutama terdiri dari asam galacturonic dan turunannya.
Saat zat ini berada di dalam lambung dan terisi cairan, ia akan mengembang dan mengisi penuh
perut, dan konsistensinya membuat lama berada dalam saluran pencernaan, sehingga
memperlambat timbulnya rasa lapar.

Menurut penelitian, serat pectin dapat mengurangi absorbsi pada saluran pencernaan sehingga
menurunkan level kolesterol darah, meningkatkan peristaltik usus, mengurangi konstipasi dan
mengurangi resiko kanker saluran cerna.

Hasil dari penelitian Instant Noodles with pectin for Weight Reduction menyebutkan bahwa
efikasi penurunan berat badan dan pembentukan postur tubuh pada penggunaan mie instan
dengan pectin lebih baik daripada mie instan dengan formula standar (tanpa pectin).

Dari beberapa ulasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa konsumsi mie instan tidak
sepenuhnya berbahaya, bahkan bermanfaat selama dikonsumsi dalam jumlah yang tidak
berlebihan.
Lain-lain:
Bahan pengawet
Dalam produksi pangan olahan untuk tujuan komersial, penggunaan bahan tambahan yang
bersumber dari substansi kimia sebagai bahan pengawet tidak mungkin dihindari, terutama
dalam pengolahan industri rumah tangga. Penggunaan bahan tambahan makanan yang salah
satunya yakni pengawet bertujuan untuk menghambat atau menghentikan aktivitas mikroba
seperti bakteri, kapang, dan khamir. Sehingga dapat meningkatkan daya simpan suatu produk
olahan, meningkatkan cita rasa, warna, menstabilkan dan memperbaiki tekstur, sebagai zat
pengental/penstabil, anti lengket, mencegah perubahan warna, memperkaya vitamin, mineral dan
lain-lain.
Penggunaan zat pengawet sebaiknya dengan dosis di bawah ambang batas yang telah ditentukan.
Pemberian bahan tambahan makanan telah ditetapkan standarnya oleh badan yang berwenang
dan ada ketentuan yang mesti ditaati oleh industri pembuat makanan, sebab jika kadarnya
melebihi batas ketentuan tentu saja tidak aman dan dapat berbahaya bagi kesehatan dan
keselamatan konsumen. Menurut ketentuan yang ditetapkan, ada beberapa jenis kategori bahan
tambahan makanan. Pertama, bahan tambahan makanan yang bersifat aman, dengan dosis yang
tidak dibatasi misalnya: pati. Kedua, bahan tambahan makanan yang digunakan dengan dosis
tertentu, yang untuk menggunakannya ditentukan dosis maksimum. Ketiga, bahan tambahan
yang aman dan dalam dosis yang tepat, dan telah mendapatkan izin beredar dari instansi yang
berwewenang, misalnya zat pewarna yang sudah dilengkapi sertifikat aman.

Bahan berbahaya
Berikut ini dibahas jenis bahan tambahan makanan yang dibatasi dan yang dilarang
penggunaannya karena dampaknya yang berbahaya bagi manusia. Bahan pengawet seperti
dietilpirokarbonat (DEP), kloroform, dan nitrofuran (ketiganya dilarang penggunaannya).
Sedangkan bahan lainnya adalah natrium sulfite dan kalium sulfite, asam benzoat, natrium
benzoat, Propil p-hidroksi benzoate, serta natrium dan kalium nitrit (dibatasi penggunaannya
atau diatur dosisnya).
Untuk asam benzoat dan natrium benzoat bisa menimbulkan reaksi alergi dan penyakit saraf.
Sedangkan natrium dan kalium nitrit, dapat menyebabkan efek seperti kegagalan reproduksi,
perubahan sel darah, tumor pada saluran pernapasan, dan bisa menimbulkan efek toksik pada
manusia di jaringan lemak.
Untuk kalium dan natrium sulfit penggunaannya dapat mengganggu saluran pernapasan pada
manusia, mengganggu pencernaan, mengganggu metabolisme vitamin A dan B dan metabolisme
kalsium.

Bahan pewarna
Bahan pewarna makanan seperti amaranth, allura merah, citrus merah, karamel, erythrosin,
indigotine, karbon hitam, Ponceau SX, fast green FCF, chocineal, dan kurkumin dibatasi
penggunaannya. Amaranth dapat menimbulkan tumor, reaksi alergi pada pernapasan, dan dapat
menyebabkan hiperaktif pada anak-anak. Allura merah bisa memicu kanker limpa. Karamel
dapat menimbulkan efek pada sistem saraf, dan dapat menyebabkan penyakit pada sistem
kekebalan. Indigotine dapat meningkatkan sensitivitas pada penyakit yang disebabkan oleh virus,
serta mengakibatkan hiperaktif pada anak-anak. Pemakaian Erythrosin menimbulkan reaksi
alergi pada pernapasan, hiperaktif pada anak-anak, dan efek yang kurang baik pada otak dan
perilaku. Ponceau SX dapat berakibat pada kerusakan sistem urin, sedangkan karbon hitam dapat
memicu timbulnya tumor.

Pemanis sintetis
Bahan pemanis sintetis seperti dulsin, aspartam, xyllotil, siklamat, dan sakharin yakni natrium
dan kalium sakarin, dilarang penggunaannya. Pemanis aspartam dapat mengakibatkan penyakit
fenilketonuria, memicu sakit kepala, pusing-pusing, dapat mengubah fungsi otak dan perilaku.
Siklamat mempengaruhi hasil metabolismenya karena bersifat karsinogenik. Sakarin, yang nama
kimia sebenarnya adalah natrium sakarin atau kalium sakarin penggunaan yang berlebihan dapat
memicu terjadinya tumor kandung kemih, dan menimbulkan rasa pahit getir. Sedangkan
penggunaan xyllotil akan berimplikasi pada timbulnya kanker karena bersifat karsinogenik.

Penyedap rasa
Penyedap rasa dan aroma seperti kafein, brominasi minyak nabati, monosodium glutamate
(MSG), dan asam tannin, semuanya dibatasi penggunaannya. Pemakaian kafein yang berlebihan
akan merangsang sistem saraf, pada anak-anak menyebabkan hiperaktif, dan memicu kanker
pankreas. Monosodium glutamate menyebabkan sakit kepala, memicu jantung berdebar, mudah
lemah, menyebabkan mati rasa (Chinese Restorant Syndrome), bisa menyebabkan asma,
kerusakan saraf, dan efek psikologi. Brominasi minyak nabati dapat menyebabkan abnormalitas
pada beberapa anatomi, sedangkan penggunaan asam tarin yang berlebihan dapat merangsang
kerusakan liver, dan memicu timbulnya tumor.

Bahan pemutih
Bahan pemutih seperti benzoilperioksida harus dibatasi penggunaannya karena merusak vitamin
C, bersifat karsinogenik dan menimbulkan reaksi alergi. Bahan sekuestran seperti asam Etilen
Diamin Tetra Asetat (EDTA), bisa menimbulkan gangguan pada absorpsi mineral-mineral
esensial seperti tembaga, besi, dan seng. Bahan tambahan makanan yang digunakan untuk
memperbaiki tekstur, yaitu karboksimetil selulosa, epikklorohidrin, natrium dan kalsium
karagenan, polieksietilen stearat, saponin, dan natrium alginat.
Penggunaan karboksimetil selulosa dapat menyebabkan gangguan pada usus, dan bersifat
karsinogenik. Saponin mengakibatkan efek pada masa kehamilan, dan gangguan darah. Karagen
bisa memicu luka pada hati, efek pada sistem imun, karsinogenik, dan menyebabkan bisul pada
perut. Penggunaan berlebihan dari Epikklorohidrin dapat menyebabkan kerusakan ginjal,
karsinogenik, dan bahkan efek perubahan pada kromosom. Polieksietilen stearat dapat
menyebabkan efek pada usus lambung dan urin, seperti batu pada tumor, dan kandung kemih.
Sedangkan penggunaan natrium alginat dapat menyebabkan reaksi alergi dan penyerapan pada
mineral esensial.
Beberapa bahan tambahan makanan seperti pembentuk cita rasa seperti koumarin, safrol, minyak
kalamus, dan sinamil antranilat, semuanya dilarang).

Bahan antioksidan
Bahan antioksidan seperti asam askorbat, BHA, tert-butihidrokinon, dan tokoferol harus dibatasi
penggunaannya. Bahan antibusa seperti dimetilpolisiloksan dibatasi. Bahan pengental seperti
metilsellulosa, CMC, asam alginat, harus dibatasi penggunaannya. Bahan pemantap seperti
propilenglikol, harus dibatasi penggunaannya.
Pengetahuan yang memadai tentang bahan tambahan makanan akan membantu kita dalam
mengonsumsi bahan makanan atau minuman yang aman. Juga dari segi kehalalan dari suatu
makanan atau minuman perlu kita ketahui dengan baik sebelum kita mengonsumsinya.***