Anda di halaman 1dari 20

FORMATPENGKAJIANKEPERAWATANMATERNITA

S
SEKOLAHTINGGIILMUKESEHATANHANGTUAHSU
RABAYA

TglPengkajian : 31 Januari 2017 Jam : 09.30 WIB


TglMRS :31 Januari 2017 No RekamMedik : 3882XX
Ruang : Ruang IGD VK DiagnosaMedis :G3P2001 & Ketuban Pecah
Premature

NamaPasien :Ny. S Pekerjaan : IRT


Umur : 32 tahun SukuBangsa : Jawa
Agama : Islam JenisKelamin : Perempuan
Pendidikan : SMA Statusperkawinan : Menikah
Alamat : PURWOREJO Penanggungbiaya : Suami

STATUS KESEHATAN SAAT INI

A. Alasan Kunjungan Ke Rumah Sakit


Pasien datang ke VK IGD RSAL Dr. Ramelan Surabaya dengan keluhan keluar cairan
dari kemaluan sekitar pukul 07.30 WIB. Cairan berwarna putih bening, encer, dan tidak
berbau. Cairan keluar dengan jumlah banyak. Pasien juga mengeluh perutnya kenceng-
kenceng sejak tasi malam namun tidak terlalu sering, kenceng-kenceng terasa seperti
papan. Pasien mengeluh diare sejak jam 07.00 SMRS. Konsistensinya cair, berwarna
kuning, tidak ada ampasnya. Sekarang terasa masih sedikit mules. Pasien jugta
mengatakan tadi malam merasa badannya panas namun tidak diukur suhunya. BAK dan
BAB normal.

B. Keluhan Utama Saat Ini


Pasien mengatakan perutnya kenceng-kenceng

C. Riwayat Persalinan Saat Ini


Anak 1 : Laki-laki/ 9 bulan/ Melahirkan di Bidan/ BB 2700/ 11 tahun
Anak 2 : Laki-laki/ 9 bulan/ RSAL / BB 2700/ 1 tahun (meniggal)
Anak 3 : Hamil saat ini
D. Diagnosa medis
G3P2001 & Ketuban Pecah Premature

RIWAYAT KEPERAWATAN
RIWAYAT OBSTETRI

a. Riwayat menstruasi
Menarche : umur 12 tahun Siklus : teratur (v) tidak ( )
Banyaknya : Lamanya : 7 hari
HPHT :Lupa Keluhan : Tidak ada keluhan

b. Riwayat kehamilan, persalinan, nifas :

Anak ke Kehamilan Persalinan Komplikasi nifas Anak


N Ta Umur Penyulit Jeni Penolon Peny Lasera Infeksi Perdara Jenis BB PJ
o hu kehamilan s g ulit si han
n
1 11 9 bulan - Nor Bidan - 2 cm - 100cc Laki 270 50
tah mal episiot -laki 0 cm
un (spo omi
ntan
baw
ah)
1 1 9 bulan - Nor RSAL - 2 cm - 135cc Laki 270 53
tah mal episiot -laki 0 cm
un (spo omi
ntan
baw
ah)

GENOGRAM
Laki-laki Meninggal

Perempuan ada hubungan

Pasien Tinggal 1 rumah

RIWAYAT KELUARGA BERENCANA


Melaksanakan KB : ( ) ya ( ) tidak
Bila ya jenis kontrasepsi apa yang digunakan : Suntik
Sejak kapan menggunakan kontrasepsinya :
KB suntik pakai 3 bulan terakhir sebelum anak ke 2 meninggal
Masalah yang terjadi :
Tidak ada masalah

RIWAYAT KESEHATAN
Penyakit yang pernah dialami ibu :
Tidak ada
Pengobatan yang didapat :
Tidak ada
Riwayat penyakit keluarga
( - ) Penyakit Diabetes Mellitus
( - ) Penyakit jantung
( - ) Penyakit hipertensi
( - ) Penyakit lainnya :
RIWAYAT LINGKUNGAN
- Kebersihan :Lingkungan di rumah dan disekitar tempat tinggal pasien bersih
- Bahaya : Tidak ada
-
ASPEK PSIKOSOSIAL
a. PersepsiIbu Tentang Keluhan/Penyakit :
Pasien mengatakan perutnya terasa kencang-kencang karena kontraksi bayi akan keluar
b. Apakah Keadaan Ini Menimbulkan Perubahan Terhadap Kehidupan Sehari-Hari?
Ya
Bila ya, bagaimana : Semenjak hamil nafsu makan ibu semakin bertambah
c. Harapan Yang Ibu Inginkan :
Bayi serta sang ibu selamat dan sehat walafiat
d. Ibu Tinggal Dengan Siapa :
Ibu tinggal dengan suami

e. Siapakah Orang Yang Terpenting Bagi Ibu


Suami dan anaknya
f. Sikap Anggota Keluarga Terhadap Keadaan Saat Ini
Anggota selalu memberi semangat kepada ibu serta selalu peduli dengan kondisi ibu
g. Kesiapan Mental Untuk Menjadi Ibu : ( ) ya ( ) tidak

KEBUTUHAN DASAR KHUSUS


a. Pola nutrisi
Frekuensi makan : 3x sehari
Nafsu makan : ( ) baik, ( ) tidak nafsu
Jenis makanan rumah :
Nasi, lauk, sayur-sayuran dan buah-buahan
Makanan yang tidak disukai/alergi/pantangan : Tidak ada
c. Pola eliminasi
BAK
- Frekuensi : 9 kali
- Warna :Kuning
- Keluhan saat BAK : Tidak ada keluhan
BAB
- Frekuensi :1 kali
- Warna : Kuning
- Bau :
- Konsistensi : Lembek
- Keluhan : Tidak ada keluhan
c. Pola personal hygiene
Mandi
- Frekuensi : 2 kali/hari
- Sabun : ( ) ya ( ) tidak
Oral hygiene
- Frekuensi : Setiap mandi, 2 kali/hari
- Waktu : ( ) ya ( ) tidak
Cuci rambut
- Frekuensi : 2 hari sekali
- Shampo : () ya ( ) tidak
d. Pola isitrahat dan tidur
Lama tidur : 8 jam/hari
Kebiasaan sebelum tidur : mencuci tangan dan kaki, berdoa sebelum tidur
Keluhan : Tidak ada keluhan
e. Pola aktivitas dan latihan
Kegiatan dalam pekerjaan : membersihkan rumah
Waktu bekerja : () pagi ( ) sore ( ) malam
Olahraga : () ya ( ) tidak
Kegiatan waktu luang : Istirahat
Keluhan dalam beraktivitas : Tidak ada keluhan
f. Pola kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan
Merokok : Tidak merokok
Minuman keras : Tidak minum minuman keras
Ketergantungan obat : Tidak ada ketergantungan obat

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum :Baik Kesadaran : Composmentis
Tekanan darah :120/80 mmHg Nadi : 100x/menit
Respirasi :20x/menit Suhu : 370C
Berat badan :84 kg Tinggi badan : 162 cm
Kepala, mata kuping, hidung dan tenggorokan :
Kepala :Bentuk simetris
Keluhan :Tidak ada keluhan

Pengkajian Status Nyeri Pasien :


Pasien mengatakan nyeri pada perutnya
P : Kenceng-kenceng
Q : Seperti ingin kencing
R : Abdomen
S:4
T : Hilang-timbul

Mata :
Kelopak mata : normal
Gerakan mata : normal
Konjungtiva : tidak anemis
Sklera : tidak ikterik
Pupil : isokor
Akomodasi : baik

Hidung :
Reaksi alergi : baik
Sinus : tidak ada

Mulut dan Tenggorokan :


Gigi geligi : tidak ada
Kesulitan menelan : tidak ada
Lainnya sebutkan :

Dada dan Axilla


Mammae : membesar () ya , ( ) tidak
Aerola mammae : hiperpigmentasi kulit
Papilla mammae : membesar, lebih tegang, dan hitam
Colostrum : Ada

Penafasan
Jalan nafas : Paten
Suara nafas : tidak ada suara nafas tambahan
Menggunakan otot-otot bantu pernafasan : Tidak ada

Sirkulasi Jantung
Kecepatan denyut apical : 100x/menit
Irama : reguler
Kelainan Bunyi Jantung : tidak ada, S1 S2 tunggal lup dul
Sakit Dada : Tidak ada
Timbul : tidak ada

Abdomen
Tinggi Fundus Uterus : 32cm Kontraksi: 30 x, tiap 10 menit
Leopold I :
Tinggi fundus uteri teraba 4 jari diatas prosesus xypoideus, teraba bagian janin batas
tidak tegas, lunak, kurang melenting. Kesan : Bokong
Leopold II :
Teraba bagian keras memanjang di sisi kanan ibu. Kesan: Punggung kanan
Teraba bagian kecil janin di sisi kiri ibu. Kesan : Ekstremitas kiri
Leopold III :
Teraba bagian keras janin bulat, batas tegas, tidak melenting, tidak bisa digerakkan.
Kesan : Kepala sudah masuk PAP
Leopold IV :
Divergen
Pigmentasi :
Linea Alba : Ya
Striae : Tidak ada
Fungsi Pencernaan : Bising usus terdengar 10x/ menit
Masalah khusus : Tidak ada masalah

Genitourinary
Perineum :
Menonjol, EFF 25%
Vesika Urinaria :
Teraba lunak
Vagina
Kebersihan : Bersih
Keputihan : Tidak ada
Jenis/ Warna : Tidak ada
Ekstrimitas (integument/musculoskeletal)
Turgor kulit : Baik
Warna kulit : Sawo matang
Kontraktur pada persendian ekstrimitas : Tidak ada
Kesulitan dalam pergerakan : Tidak ada
Lainnya sebutkan : Tidak ada
Kesiapan dalam kehamilan persalinan:
Senam hamil : Tidak Pernah
Rencana tempat melahirkan : RSAL Dr. Ramelan Surabaya
Perlengkapan kebutuhan bayi dan ibu : Terpenuhi
Kesiapan mental ibu dan keluarga : Baik
Pengetahuan tentang tanda-tanda melahirkan, cara menangani nyeri, dan proses
persalinan

RIWAYAT PERSALINAN SEKARANG


KALA 1
Mulai kontraksi : tanggal 31 Januari 2017 jam 09.30
Interval dan lama kontraksi
Tanda dan Gejala :
Pasien merasakan perutnya kenceng-kenceng, VT 1 jari sempit, EFF 25%,
presentasi kepala H1, ketuban mengalir jernih (tes lakmus berwarna biru)
Tanda-tanda vital
TD: 120/80 mmHg Nadi: 100 x/menit Suhu: 37 0C RR: 18 x/menit
Lama kala 1 : 5 jam
Keadaan Psikososial : Baik
Tindakan Pengobatan :
Tes lakmus, Injeksi Cefotaxime 3x1gr dalam drip Natrium Klorida 0,9%,
Pemeriksaan Laboratorium Darah Lengkap, Pemasangan infus Ringer Laktat 2L/ 24
jam maintenance

Observasi kemajuan persalinan


Tanggal/jam Kontraksi TTV DJJ VT
uterus
31 Januari 2017
09.30 30x/10menit TD: 120/80 153x/doppler 1 jari sempit,
mmHg EFF : 25%
N : 100x/menit
t : 37 0C
RR : 18x/menit

10.00 36x/10menit TD : 120/80 135x/doppler 2 jari


mmHg EFF : 35%
N : 96x/menit
t : 36,7 0C
RR : 18x/menit
13.30 40x/10menit TD : 120/80 144x/doppler 7 cm
mmHg EFF : 90%
N : 88x/menit
t : 36,6 0C
RR : 20 x/menit

14.35 37x/10menit TD : 110/80 137x/doppler Lengkap


mmHg EFF : 100%
N : 90x/menit
t : 36,8 0C
RR : 20x/menit

KALA II

Kala II dimulai
Tanggal 31 Januari 2017 jam 14.35

Tanda-tanda vital
TD: 110/80 mmHg Nadi: 90 x/menit Suhu: 36,8 0C RR: 20 x/menit

Lama kala II : 10 menit


Tanda dan gejala :
Ibu merasakan dorongan yang kuat untuk meneran saat kontraksi
Ibu merasakan adanya peningkatan tekanan pada rektum dan atu vaginanya
Perineum ibu menonjol
Vulva-vagina dan sfingter ani membuka
Meningatnya pengeluaran lendir bercampur darah

Jelaskan upaya meneran :


Membantu ibu untuk mencari posisi yang nyaman dan menjelaskan kepada ibu upaya
meneran yang benar yaitu dengan cara kaki diangkat keatas, tangan berada dibawah lutut,
dan dagu di dada.

Keadaan psikososial : Baik


Kebutuhan khusus : Tidak ada
Tindakan / Pengobatan : Tidak ada
Perineum (utuh/episiotomi/ruptur) : episiotomi 3cm
CATATAN KELAHIRAN BAYI
Bayi lahir jam : 14.45
Nilai APGAR, Menit 1 : 8 menit V : 8
Bonding ibu dan bayi : Bimbing ibu untuk melakukan IMD

KALA III
Tanda dan Gejala :
Perubahan bentuk tinggi fundus uteri dan tali pusat memanjang
Plasenta Lahir :
Plasenta lahir spontan dan lengkap
Karakteristik plasenta : Normal
Perdarahan : 200 ml, karakteristik: darah segar
Keadaan psikososial : Baik
Kebutuhan khusus : Tidak ada
Tindakan / Pengobatan : Tidak ada

KALA IV
Mulai jam 14.55
Tanda-tanda vital
TD: 110/80 mmHg Nadi: 86 x/menit Suhu: 37,2 0C RR: 20 x/menit
Kontraksi uterus : Teraba keras (baik)
Perdarahan : 200 ml
Bonding ibu dan bayi : IMD

DATA BAYI
Bayi lahir tanggal/jam : 31 Januari 2017
Jenis Kelamin : Perempuan
Nilai APGAR :8
BB/PB/Lingkar kepala bayi : 3400 gram 58 cm 34 cm
Kelainan kepala : Tidak ada
Suhu : 36,6 0C
Anus: berlubang
Perawatan tali pusat : Ya
Perawatan mata : Ya (Salep chlorampenicol )

DATA PENUNJANG

1) Laboratorium :Tidak ada

2) USG :Usia kehamilan 38/39 minggu

3) Rontgen : Tidak ada

4) Terapi yang didapat :

Infus Ringer Laktat drip Piton 2 ampul : 20 tetes/menit, gastrul 3/supp

e. Data Tambahan : NST Bayi : Normal

Surabaya, 31 Januari 2017

Pemeriksa

(.Kelompok 3A)
ANALISA DATA

Data Etiologi Masalah


DS : Pasien mengatakan nyeri Kontraksi Uterus Nyeri Akut
pada perutnya
P : Kenceng-kenceng
Q : Seperti ingin kencing
R : Abdomen
S:4
T : Hilang-timbul

DO :
Pasien tampak menyeri
ngai
Pasien tampak kesakitan
HIS : 30x/10menit
VT : 1 jari sempit, EFF
25%
Keluar cairan jernih
bercampur darah dari
vagina
DJJ : 153/doppler , TBJ :
3255 gram
TD: 120/80 mmHg
N : 100x/menit
RR : 18x/menit

DS : - Ruptur membran Resiko Infeksi


amnion prematur
DO :
Keluar cairan ketuban
berwarna jernih
bercampur darah pada
vagina
TD: 120/80 mmHg
N : 100x/menit
t : 37 0C
RR : 18x/menit

DS : - Pelepasan parsial Resiko perdarahan


plasenta
DO :
TD: 120/80 mmHg
N : 100x/menit
t : 37 0C
RR : 18x/menit
HIS : 30x/10menit
VT : 1 jari sempit, EFF
25%
Keluar cairan jernih
bercampur darah dari
vagina
DJJ : 153/doppler , TBJ :
3255 gram
DAFTARMASALAHKEPERAWATAN

TANGGAL
NO MASALAH EvaluasiSumatif PARAF
ditemukan Teratasi
KEPERAWATAN (nama)

1. Nyeri akut b.d 31-01-2017 - A.M.E


kontraksi uterus

2. Resiko infeksi b.d 31-01-2017


ruptur membran - A.M.E
amnion prematur
3 Resiko perdarahan b.d 31-01-2017 - A.M.E
pelepasan parsial
plasenta(plasenta
tertahan)
RENCANA KEPERAWATAN

Intervensi
No Masalah Tujuan Kriteria Hasil (Observasi, Mandiri, Edukasi, Rasional
Kolaborasi)
1 Nyeri akut b.d kontraksi uterus Setelah dilakukan 1.Klien mengatakan 1. Observasi tanda-tanda vital 1. Mengetahui
tindakan keperawatan dapat pasien dan tingkat nyeri yang perkembangan kondisi
selama 1x12 jam mentoleransi dialami pasien (PQRST) klien dan tindakan
diharapkan pasien rasa nyeri 2. Mengajarkan pasien teknik keperawatan yang akan
dapat mentoleransi 2.Klien tampak pengalihan rasa nyeri dengan dilakukan
rasa nyeri rileks cara teknik distraksi dan 2. Terknik non
3.Klien tampak relaksasi farmakologis
tenang 3. Edukasi kepada pasien dan pengendalian nyeri akan
4.TTV dalam batas keluarga tentang penyebab efektif bila nyeri pasien
nomal nyeri berbeda pada tingkat
TD: 120/80 4. Evaluasi skala nyeri pasien yang dapat ditoleransi
mmHg dan untuk meningkatkan
RR : 20x/menit kualitas kenyamanan
N : 80x.menit 3. Agar pasien dan keluarga
mengetahui penyebab
nyeri
4. Untuk memfasilitasi
pengkajian yang akurat
tentang ptingkat nyeri
yang dirasakan pasien

2 Resiko infeksi b.d ruptur Setelah dilakukan 1.Pasien terbebas 1. Pantau tanda dan gejala infeksi 1. Untuk mencegah dan
membran amnion prematur tindakan keperawatan dari tanda dan (mis; suhu tubuh, denyut mendeteksi dini infeksi
selama 1x12 jam gejala infeksi jantung, peningkatan leukosit) pada pasien yang
diharapkan faktor resiko seperti 2. Observasi cairan ketuban beresiko
infeksi akan hilang peningkatan pasien 2. Untuk meminimalkan
suhu lokal, tidak 3. Edukasi kepada pasien dan penyebaran dan
hipertermia dan keluarga agar menjaga personal penularan agen infeksius
tidak ada hygine untuk melindungi tubuh 3. Untuk memberikan
peningkatan terhadap infeksi instruksi tentang
leukosit pentingnya personal
2.DJJ normal hygine

3 Resiko perdarahan b.d pelepasan Setelah dilaksanakan 1.Mengalami 1. Observasi TTV 1. Mengetahui
parsial plasenta (plasenta tindakan keperawatan perdarahan 2. Amati tinggi dan keteguhan perkembangan kondisi
tertahan) selama 1x24 diharapkan minimal atau fundus secara teratur klien dan tindakan
perdarahan abnormal tidak ada 3. Jika pasien mengalami perdarahan keperawatan yang akan
tidak akan terjadi perdarahan yang secara aktif, pertahankan tirah dilakukan
tampak baring 2. Memantau dan mengelola
2.Mempunyai 4. Berikan produk darah jika di pasien yang baru
tekanan darah, programkan melahirkan
nadi, dan 3. Memantau dan
pernafasan dalam mengelola pasien yang
batas normal baru melahirkan
3.Memiliki uterus 4. Memantau dan mengelola
yang tetap pasien yang baru
ditempatnya saat melahirkan
palpasi
4.Tidk mengalami
distensi abdomen

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

No. Tanggal/J Tindakan TTD Tanggal/J Catatan Keperawatan TTD


Diagnos am Pera am Peraw
a wat at
Pemeriksaan VT : 1 jari sempit, EFF : 25%, HIS
Dx 1,2,3 31-1-2017 30x/10menit presentasi kepala H1, ketuban mengalir jernih 31-1-2017 Dx 1
09.30 dilakukan tes lakmus (hasil: biru), dilakukan NST (hasil: 14.00 Kala 1
susp NST) S: Pasien mengatakan nyeri pada
perutnya
Dx 1 09.40 Memberikan posisi yang nyaman, pasien dianjurkan untuk
P : Kenceng-kenceng
miring kiri dan mememasang O2 nasal canul 3l/m
Q : Seperti ingin kencing
R : Abdomen
Dx 1,2,3 09.50 Observasi TTV pasien dan mengkaji skala nyeri pasien
S:4
TD : 120/80 mmHg
T : Hilang-timbul
N : 96x/menit
t : 36,7 0C
O: Pemeriksaan VT : 7cm, EFF : 90%,
RR : 18x/menit
presentasi kepala HII
DJJ : 135/doppler
DJJ: 144x/doppler, HIS 40x/10menit
Pasien mengatakan nyeri pada perutnya
P : Kenceng-kenceng A: Pasien masuk kala II
Q : Seperti ingin kencing
R : Abdomen P: untuk kala II (Persiapan alat, pasien
S:4 dipimpin untuk mengejan)
T : Hilang-timbul
14.35 Kala II
Dx 1 09.55 Mengajarkan pasien teknik pengalihan rasa nyeri dengan S: Pasien mengatakan perutnya
cara teknik relaksasinafas dalam dan memberikan kenceng-kenceng dan ada
edukasi tentang penyebab nyeri dorongan yang kuat untuk
mengejan
10.00 Melakukan pemeriksaan VT : 2jari , EFF: 35%, DJJ
Dx 1 135x/doppler, HIS 36x/10menit
O: Pemeriksaan VT : Lengkap, EFF :
100%, lama kala 2 10menit, perineum
11.00 Melakukan NST ulang
menonjol
Dx 1
11.15 Melakukan pemasangan infus Ringer Laktat 22tetes/menit
A: Pasien masuk kala III
Dx 1
11.20 Melakukan terminasi pervaginam dengan Oksitosin
P: untuk kala III (Persiapan alat, pasien
Dx 1 1ampul x12 jam
dipimpin untuk menarik nafas
panjang saat peregangan plasenta,
11.30 Melakukan injeksi cefotaxime 1 gram dalam drip Natrium
bimbing ibu untuk melakukan IMD)
Dx 1 Klorida 0,9% 100ml
Kala III
12.00 Melakukan pemeriksaan USG (Hasil: UK: 39/39 minggu )
S: Pasien mengatakan sudah sedikit
Dx 1 dan mengambil darah vena (cek darah lengkap)
karena bayi sudah keluar
13.30 Pemeriksaan VT : 7cm, EFF : 90%, presentasi kepala HII,
Dx 1 DJJ: 144x/doppler, HIS 40x/10menit O: Tali pusat memanjang, perdarahan
200cc (karakteristik darah segar),
14.30 Observasi KU pasien, KU: baik, pasien mengatakan ingin plasenta lahir spontan dan lengkap
Dx 1,2,3 mengejan.
A: Pasien masuk kala IV
14.35 Evaluasi: Melakukan pemeriksaan VT: Lengkap, EFF
Dx 1 100%, presentasi kepala H4, DJJ: 137x/doppler serta P: untuk kala IV (Persiapan alat, pasien
mengajarkan pasien teknik mengejan yang benar, HIS dipimpin untuk mengejan)
30x/10menit

14.40 Melakukan pertolongan persalinan normal


Dx 1,2
14.45 Bayi lahir spontan bawah, jenis kelamin perempuan, Apgar
Dx 1 Skor 8, P: 51 cm, BB: 3400 gram, anus bayi berlubang, Kala IV
tidak ada kelainan kongenital dan membimbing IMD S: -

14.50 Mengobservasi ketuban pasien, ketuban jernih O: Observasi TTV


Dx 2 Melakukan injeksi piton 1 ampul/IM TD : 110/80 mmHg
N : 86x/menit
15.00 Plasenta lahir spontan (lengkap), mengobservasi tinggi dan t : 37,20C
Dx 3 keteguhan fundus secara teratur. Kontraksi uterus teraba RR : 20x/menit
keras (baik) Perdarahan 200 cc
Uterus teraba keras
15.05 Observasi TTV pasien, perdarahan pasien
Dx 1,2,3 TD : 110/80 mmHg A: Masalah teratasi sebagian
N : 86x/menit
t : 37,20C P: Massage perut ibu
RR : 20x/menit 17.10
Perdarahan 200 cc
Dx 2
15.07 Memberikan terapi obat gastrul 3/supp S: -
Dx 2,3
15.10 Melakukan injeksi lidocain 1 ampul pada vagina dan O: Cairan ketuban berwarna jernih
Dx 1,3 melakukan heating pada luka bekas episiotomi Observasi TTV pasien
TD : 120/80 mmHg
15.30 Memberika posisi yang nyaman untuk pasien N : 86x/menit
Dx 1,2,3 t : 36,70C
15.35 Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga agar RR : 18x/menit
Dx 2 menjaga personal hygine untuk melindungi tubuh Terdapat luka jahitan di perineum
terhadap infeksi
A: Masalah teratasi sebagian

P: Pasien pindah ke ruang rawat inap F1


15.50 Observasi TTV pasien
Dx 2,3 TD : 110/80 mmHg Dx 3
N : 82x/menit
S: -
t : 36,40C
RR : 18x/menit
O: Perdarahan 200cc
Menganjurkan pasien untuk makan
Observasi TTV pasien
TD : 120/80 mmHg
16.05 Observasi TTV pasien
N : 86x/menit
TD : 120/80 mmHg
N : 86x/menit t : 36,70C
t : 36,70C RR : 18x/menit
RR : 18x/menit
A: Masalah teratasi sebagian
16.20 Observasi TTV pasien
TD : 120/80 mmHg P: Pasien pindah ke ruang rawat inap F1
N : 90x/menit
t : 36,80C
RR : 20x/menit

16.35 Observasi TTV pasien


TD : 120/80 mmHg
N : 83x/menit
t : 370C
RR : 18x/menit

17.05 Observasi TTV pasien


TD : 120/80 mmHg
N : 86x/menit
t : 36,70C
RR : 18x/menit

17.35 Pasien pindah ke ruang rawat inap F1