Anda di halaman 1dari 50

TUGAS

INTEGRASI PRAKTEK KEFARMASIAN

Narkotika, Psikotropika dan Prekursor

OLEH:

Agnestasia Widia K., S.Farm 2448716085

Ivana Valeria, S.Farm 2448716100

Lailatun Nimah, S.Farm 2448716102

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA

SURABAYA

2017
Anda sedang merintis pendirian apotek OK. Dalam tahap ini salah satu persiapan adalah
merancang pembelian merancang pengelolaan sediaan khusus meliputi narkotika,
psikotropika dan prekursor. Daftar sediaan yang direncanakan ada di apotek OK terlampir.
Rancanglah hal berikut ini sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
1. Carilah kandungan dan potensi masing-masing nama paten tersebut dan kelompokkan
sesuai penggolongan obat
2. Sistem pemesanan berserta format pemesanan obat (lampirkan contoh salah satu surat
pemesanan)
3. Sistem penyimpanan (sesuaikan dengan peraturan perundang2an)
4. Sistem untuk pelaporan sediaan narkotika, psikotropika dan prekursor (lampirkan
contoh format pelaporan)
5. Sistem pemusnahan sediaan tersebut beserta format yang diperlukan

Obat narkotika, psikotropika, dan prekursor yang direncanakan ada di Apotek OK :

Alganax 0,5 mg dan 1 mg Librium

Asabium 10 mg Serenal-10

Ativan 0,5; 1; dan 2 mg Frimania 200 dan 400 mg

Andep 20 mg Nopres

Antipres 50 mg Oxipres

Aldisa SR Serlof

Anantesol 2,5 dan 5 mg Tilsan

Aerius D tablet Tran-Q

Clarinase tablet Noprenia

Cepezet Rizodal 1; 2; dan 3 mg

Clorilex 25 dan 100 mg Zofredal 1; 2; dan 3 mg

Decazepam 5 mg Petidin

Diobrium Codein 10; 15; dan 20 mg

Frisium 10 mg Codipront Capsul

1
Fentanil Codipront Cum Expectorant syrup

Govotil 2 dan 5 mg MST 10 dan 20 mg

Mutabon-M Telfast Plus

Merlopam 0,5 dan 2 mg Methergin tab

Methergin Injeksi Trifed

Tremenza tablet Prospargin 0,125

2
DAFTAR OBAT

Nama
Kandungan dan Bentuk
No Golongan Kelas Terapi Obat Indikasi Penyimpanan Pabrik Pustaka
Potensi Sediaan
Paten
Narkotika Ditempatkan pada
tempat yang
Codein 10 Codein Phospate aman, terhindar MIMS.co
1. Analgesik Analgesik Tablet Kimia Farma
mg 10 mg dari cahaya m
matahari
langsung.
Ditempatkan pada
tempat yang
Codein 15 Codein Phospate aman, terhindar MIMS.co
Analgesik Tablet Kimia Farma
mg 15 mg dari cahaya m
matahari
langsung.
Codein 20 Codein Phospate Analgesik Tablet Ditempatkan pada Kimia Farma MIMS.co
mg 20 mg tempat yang m
aman, terhindar
dari cahaya
matahari
langsung.

3
Disimpan pada
lemari yang
terbuat dari kayu
Fentanyl 50 Suplemen analgesik atau bahan lain
Johnson & MIMS, P.
Fentanil g/ml (Sintetik. narkotik pada anastesi Injeksi yang kuat dan
Johnson 125
Opioid) regional atau general harus mempunyai
kunci serta
terhindar dari
cahaya
Ditempatkan pada
Manajemen nyeri
tempat yang man,
Morphine kronis pada pasien Mahakam Beta MIMS.co
MST 10 Tablet terhindar dari
Sulphate 10 mg yang membutuhkan Farma m
cahaya matahari
analgesik opioid
langsung.
Ditempatkan pada
Manajemen nyeri
tempat yang man,
Morphine kronis pada pasien Mahakam Beta MIMS.co
MST 20 Tablet terhindar dari
Sulphate 20 mg yang membutuhkan Farma m
cahaya matahari
analgesik opioid
langsung.
Petidin Pethidine HCL 50 Nyeri sedang hingga Injeksi Ditempatkan pada Kimia Farma MIMS.co
mg/ml berat, analgesia tempat yang m
obstetrik, analgesia aman, terhindar
perioperatif dari cahaya

4
matahari
langsung.
Terapi simtomatik
untuk batuk iritatif
Ditempatkan pada
Codeine 30 mg (batuk kering/non
tempat yang man,
Antitusif & Codipront dan produktif) yang Drugs.
Kapsul terhindar dari Kimia Farma
Ekspetoran Capsule Phenyltoloxamine disebabkan oleh com
cahaya matahari
10 mg alergi, paroksimal,
langsung.
bronkitis akut dan
kronis
Terapi simtomatik
untuk batuk iritatif Ditempatkan pada
Codipront Codein 30 mg,
(batuk kering/non tempat yang
Cum Phenyltoloxamine
produktif) yang aman, terhindar Drugs.
Capsule 10 mg, dan Kapsul Kimia Farma
disebabkan oleh dari cahaya com
Expectora guaifenesin 100
alergi, paroksimal, matahari
nt mg
bronkitis akut dan langsung.
kronis
Codipront Codeine 11,11 Terapi simtomatik Syrup Ditempatkan pada Kimia Farma Drugs.
Cum mg, untuk batuk dan tempat yang com
Expectora Phenyltoloxamine membantu aman, terhindar
nt Syrup 3,67 mg, mengeluarkan dahak, dari cahaya
Guaifenesin 55,55 radang dan infeksi matahari

5
saluran pernapasan,
mg paroksimal, bronkitis langsung.
akut dan kronis
2. Psikotropika Untuk terapi
antisnsietas, Medscap
Simpan di tempat
Alganax Alprazolam 0,5 antidepresi, antipanik, PT. Guardian e.com
Antianxiety Tablet sejuk (15-25oC)
0,5 mg mg atau gangguan panik Pharmatama MIMS.co
dan kering.
dengan atau tanpa m
agarophobia
Untuk terapi
antisnsietas, Medscap
Simpan di tempat
Alganax 1 antidepresi, antipanik, PT. Guardian e.com
Alprazolam 1 mg Tablet sejuk (15-25oC)
mg atau gangguan panik Pharmatama MIMS.co
dan kering.
dengan atau tanpa m
agarophobia
Asabium Clobazam 10 mg Untuk gangguan Tablet Simpan di tempat Otto Medscap
10 mg cemas akut dan sejuk (15-25oC) Pharmaceutical e.com
kronik, gangguan dan kering. Laboratories MIMS.co
psikovegetatif dan m
psikosomatik, terapi
tambahan untuk
epilepsi yang tidak
dapat dikendalikan

6
dengan antikonvulsan
lain.
Untuk pasien yang Disimpan
mengalami gangguan tersendiri pada
fisiologis kejiwaan, rak atau lemari Medscap
Diobrium Chlordiazepoxide Kapsul Cendo
kecemasan, mudah khusus dan e.com
tersinggung, dan terhindar dari
perasaan tidak enak. cahaya
Mania dan hipomania,
depresi, bipolar, Simpan pada ISO vol
Frimania Litium karbonat
tindakan agresif atau Tablet tempat sejuk (15- Mersifarma 46, P.
200 mg 200 mg
mencelakakan diri 250C) dan kering. 424
sendiri.
Mania dan hipomania,
depresi, bipolar, Simpan pada ISO vol
Frimania Litium karbonat
tindakan agresif atau Tablet tempat sejuk (15- Mersifarma 46, P.
400 mg 400 mg
mencelakakan diri 250C) dan kering. 424
sendiri.
Terapi jangka pendek Simpan pada ISO vol
Librium 5 Klordiazepoksid 5
ansietas dan sindrom Tablet tempat sejuk (15- Combiphar 46, P.
mg mg
putus alkohol akut. 250C) dan kering. 423
Librium Klordiazepoksid Terapi jangka pendek Tablet Simpan pada Combiphar ISO vol
10 mg 10 mg ansietas dan sindrom tempat sejuk (15- 46, P.

7
putus alkohol akut. 250C) dan kering. 423
Pengobatan jangka
Simpan di tempat ISO vol
Merlopam Lorazepam 0,5 pendek gejala ansietas
Tablet yang terhindar Mersi 46, P.
0,5 mg mg yang berhubungan
dari cahaya. 423.
dengan depresi.
Pengobatan jangka
Simpan di tempat ISO vol
Merlopam pendek gejala ansietas
Lorazepam 2 mg Tablet yang terhindar Mersi 46, P.
2 mg yang berhubungan
dari cahaya. 423.
dengan depresi.
Simpan pada
ISO vol
tempat yang
Nopres Fluoksetin 20 mg Kondisi depresi Kapsul Ferron 46, P.
terhindar dari
428
cahaya.
Kondisi depresi Simpan pada
ISO vol
Fluoksetin HCL terutama pada tempat yang
Oxipres Tablet Sandoz 46, P.
20 mg gangguan pada terhindar dari
428
depresi mayor. cahaya.
Neurosis, keluhan Simpan pada
ISO vol
Serenal - psikosomatis. tempat yang
Oksazolam 10 mg Kapsul Sankyo 46, P.
10 Premedikasi untuk terhindar dari
424
ansietas umum. cahaya.
Serlof Sertralin HCL 50 Terapi gejala depresi Tablet Simpan di tempat Kalbe Farma ISO vol
mg dengan atau tanpa sejuk (15-25oC) 46, P.

8
riwayat mania,
gangguan panik, stres dan kering. 428
paska trauma.
Simpan di tempat Otto ISO vol
Maprotilin HCL Tablet
Tilsan Depresi Endogen sejuk (15-30oC) Pharmaceutical 46, P.
25 mg Selaput
dan kering. Laboratories 429.
Ditempatkan pada
Penderita ansietas PT. Guardian
Buspiron tempat yang man,
dengan atau tanpa Pharmatama MIMS.co
Tran-Q Hidroklorida 15 Tablet terhindar dari
depresi dimana tidak Tanggerang - m
mg cahaya matahari
menimbulkan sedasi Indonesia
langsung.
Untuk gangguan Drugs.co
Simpan di tempat
Ativan 0,5 Lorazepam 0,5 kecemasan, cemas Sunthi Sepuri, m
Anticonvulsant Tablet sejuk (15-30oC)
mg mg yang berhubungan Wyeth Medscap
dan kering.
dengan depresi. e.com
Untuk gangguan Drugs.co
Simpan di tempat
Ativan 1 kecemasan, cemas Sunthi Sepuri, m
Lorazepam 1 mg Tablet sejuk (15-30oC)
mg yang berhubungan Wyeth Medscap
dan kering.
dengan depresi. e.com
Ativan 2 Lorazepam 2 mg Untuk gangguan Tablet Simpan di tempat Sunthi Sepuri, Drugs.co
mg kecemasan, cemas sejuk (15-30oC) Wyeth m
yang berhubungan dan kering. Medscap
dengan depresi. e.com

9
Untuk pasien tekanan
mental, anxietas,
eksitasi, gelisah, Disimpan
psikoneurosis, tersendiri pada
Decazepa gangguan rak atau lemari Medscap
Diazepam 5 mg Tablet Harsen
m 5 mg psikosomatik, khusus dan e.com
gangguan tidur, terhindar dari
sindrom menopause, cahaya
epilepsi, kejang, dan
induksi anastesia.
Untuk gangguan
cemas akut dan
kronik, gangguan Disimpan
psikovegetatif dan tersendiri pada
Frisium 10 psikosomatik, terapi rak atau lemari MIMS, P.
Clobazam 10 mg Tablet Sanofi Aventis
mg tambahan untuk khusus dan 106
epilepsi yang tidak terhindar dari
dapat dikendalikan cahaya
dengan antikonvulsan
lain.
Antidepressant Andep 20 Amitriptyline 20 Untuk terapi depresi Tablet Simpan di tempat PT. Medikon Drugs.
mg mg (Tricyclic setelah muncul gejala- sejuk (15-30oC) Prima com

10
Antidepressants/T gejala yang sesuai,
dan kering.
CAs) gangguan tidur
Gejala depresi dengan
atau tanpa riwayat
mania, terapi
Tablet Simpan di tempat
Antipres berkelanjutan untuk Drugs.
Sertraline 50 mg Film sejuk (15-30oC) PT. Sandoz
50 mencegah kambuhnya com
Coated dan kering.
episode awal depresi,
atau episode depesi
lanjut
Perphenazine 2 Disimpan pada
Terapi pemeliharaan ISO vol
Mutabon- mg dan tempat yang Schering
pada gangguan emosi, Tablet 46, P.
M Amitriptyline terhindar dari Plough
mental, dan depresi. 427
HCL 10 mg cahaya.
Trankuilizer major,
Simpan di tempat
Anantesol Flufenazin HCL gelisah, ketegangan, Bristol-Myers MIMS.co
Antipsychotics Tablet sejuk (15-25oC)
2,5 mg 2,5 mg dan gangguan mental Squibb m
dan kering.
lainnya.
Trankuilizer major,
Simpan di tempat
Anantesol Flufenazin HCL 5 gelisah, ketegangan, Bristol-Myers MIMS.co
Tablet sejuk (15-25oC)
5 mg mg dan gangguan mental Squibb m
dan kering.
lainnya.
Cepezet Chlorpromazine Untuk terapi Tablet Disimpan Mersifarma MIMS, P.

11
skizofrenia dan
kondisi yang
tersendiri pada
berhubungan dengan
rak atau lemari
psikosis, trankuilisasi
HCL 100 mg khsus dan TM. 112
dan kontrol darurat
terhindar dari
untuk gangguan
cahaya.
perilaku, dan retardasi
mental
Disimpan
Untuk pasien
tersendiri pada
Clozapine 25 mg skizofrenia yang tidak
Clorilex rak atau lemari Mersifarma MIMS,
(Antipsychotics responsif atau Tablet
25 mg khusus dan TM. p. 112
generasi 2) intoleransi dengan
terhindar dari
neuroleptik klasik
cahaya
Disimpan
Untuk pasien
tersendiri pada
Clozapine 100 mg skizofrenia yang tidak
Clorilex rak atau lemari Mersifarma MIMS,
(Antipsychotics responsif atau Tablet
100 mg khusus dan TM. p. 112
generasi 2) intoleransi dengan
terhindar dari
neuroleptik klasik
cahaya
Govotil 2 Haloperidol 2 mg Untuk pasien Tablet Disimpan PT. Guardian MIMS.co
mg (Antipsycotics Skizofrenia dan tersendiri pada Pharmatama m
generasi 1) gangguan mental rak atau lemari Tanggerang -

12
khusus dan
terhindar dari Indonesia
cahaya
Disimpan
tersendiri pada PT. Guardian
Haloperidol 5 mg Untuk pasien
Govotil 5 rak atau lemari Pharmatama MIMS.co
(Antipsycotics Skizofrenia dan Tablet
mg khusus dan Tanggerang - m
generasi 1) gangguan mental
terhindar dari Indonesia
cahaya
Skizofrenia akut dan
kronik serta kondisi
Tempat sejuk dan
Risperidone 1 psikosi lain. Film
terhindar dari MIMS.co
Noprenia mg; 2 mg; dan 3 mengurangi gejala- Coated Novell Pharma
paparan sinar m
mg gejala afektif yang Tablet
matahari langsung
berhubungan dengan
skizofrenia
Rizodal 1 Risperidone 1 mg Skizofrenia akut dan Tablet Tempat sejuk dan PT. Guardian MIMS.co
mg kronis, kondisi terhindar dari Pharmatama m
kejiwaan lain yang paparan sinar Tanggerang -
muncul, reaksi positif matahari langsung Indonesia
dan negatif,
mengurangi gejala
penyakit skizofrenia

13
Skizofrenia akut dan
kronis, kondisi
Tempat sejuk dan PT. Guardian
kejiwaan lain yang
Rizodal 2 terhindar dari Pharmatama MIMS.co
Risperidone 2 mg muncul, reaksi positif Tablet
mg paparan sinar Tanggerang - m
dan negatif,
matahari langsung Indonesia
mengurangi gejala
penyakit skizofrenia
Skizofrenia akut dan
kronis, kondisi
Tempat sejuk dan PT. Guardian
kejiwaan lain yang
Rizodal 3 terhindar dari Pharmatama MIMS.co
Risperidone 3 mg muncul, reaksi positif Tablet
mg paparan sinar Tanggerang - m
dan negatif,
matahari langsung Indonesia
mengurangi gejala
penyakit skizofrenia
Zofredal 1 Risperidone 1 mg Psikosis skizofrenia Tablet Tempat sejuk dan Kalbe Farma MIMS.co
mg akut dan kronik serta terhindar dari m
kondisi psikosis lain paparan sinar
dengan gejala positif matahari langsung
(halusinasi, delusi)
dan gejala negatif
(antisosial,
emosional), dan gejala

14
lain yang
berhubungan
Psikosis skizofrenia
akut dan kronik serta
kondisi psikosis lain
dengan gejala positif Tempat sejuk dan
Zofredal 2 (halusinasi, delusi) terhindar dari MIMS.co
Risperidone 2 mg Tablet Kalbe Farma
mg dan gejala negatif paparan sinar m
(antisosial, matahari langsung
emosional), dan gejala
lain yang
berhubungan
Psikosis skizofrenia
akut dan kronik serta
kondisi psikosis lain
dengan gejala positif Tempat sejuk dan
Zofredal 3 (halusinasi, delusi) terhindar dari MIMS.co
Risperidone 3 mg Tablet Kalbe Farma
mg dan gejala negatif paparan sinar m
(antisosial, matahari langsung
emosional), dan gejala
lain yang
berhubungan
3. Prekursor Antihistamin Aerius D Desloratadine 2,5 Meredakan gejala- Tablet Simpan di tempat Schering MIMS.co

15
mg (antihistamin) gejala nasal dan non
dan nasal dari rhinitis
sejuk (15-25oC)
dan Decogestan Pseudoephedrine alergi, termasuk -Plough m
dan kering.
Sulphate 120 mg kongesti nasal (hidung
(decongestan) tersumbat)
Loratadine 5 mg
(antihistamin Mengurangi gejala Tablet
Simpan di tempat
generasi 2) dan yang berhubungan Sustaine MIMS.co
Aldisa SR sejuk (15-25oC) PT. Sanbe
Pseudoephedrine dengan rhinitis alergi, d m
dan kering.
sulphate 120 mg dan flu Release
(Decongestan)
Mengurangi gejala
Loratadine 5 mg
yang berhubungan
(antihistamin
dnegan rhinitis, Simpan di tempat
Clarinase generasi 2) dan Schering- MIMS, P.
alergikal, meredakan Tablet sejuk (15-25oC)
Tablet Pseudoephedrine Plough 91;336
bersin-bersin, dan dan kering.
sulphate 120 mg
hidung tersumbat
(Decongestan)
karena flu
Pseudoephedrine
Simpan di tempat
Tremenza HCl 60 mg dan Menghilangkan gejala MIMS.co
Tablet sejuk (15-25oC) Sanbe
Tablet Tripolidine HCl Flu m
dan kering.
2,5 mg
Tremenza Tiap 5 ml Menghilangkan gejala Syrup Simpan di tempat Sanbe MIMS.co

16
mengandung
Pseudoephedrine
sejuk (15-25oC)
Syrup HCl 30 mg dan Flu m
dan kering.
Tripolidine HCl
1,25 mg
Menghilangkan gejala
terkait dengan rhinitis
Fexofenadine HCl
alergi, efektif untuk Extended
Telfast 60 mg dan Simpan pada suhu MIMS.co
bersin rhinorrhea, Release Sanofi Aventis
Plus Pseudoephedrine dibawah 30oC. m
hidung gatal, mata Tablet
HCl 20 mg
berair, hidung
tersumbat
Mencegah dan
Simpan pada
mengontrol
Oterotonik dan Methylergometrin lemari es (suhu 2-
Methergin perdarahan rahim Tablet MIMS.co
Relaksan e maleat 0,2 8oC). Lindungi Novartis
Injeksi setelah melahirkan, coated m
Uterus mg/ml dari cahaya dan
atonia uterus,
pembekuan.
subinvolusi uterus,
Methergin Methylergometrin Mencegah dan Tablet Simpan pada suhu Novartis MIMS.co
Tablet e maleat 0,125 mengontrol Coated yang tidak lebih m
mg perdarahan rahim dari 25oC.
setelah melahirkan,
atonia uterus,

17
subinvolusi uterus,
Pencegahan dan
pengobatan
Methylergometrin Simpan pada
Pospargin postpartum (setelah MIMS.co
e maleat 0,2 Injeksi lemari es (suhu 2- Kalbe Farma
Injeksi melahirkan) dan m
mg/ml 8oC).
perdarahan
postabortal.
Pencegahan dan
pengobatan
Methylergometrin Simpan pada suhu
Pospargin postpartum (setelah Tablet MIMS.co
e maleat 0,125 yang tidak lebih Kalbe Farma
Tablet melahirkan) dan Coated m
mg dari 25oC.
perdarahan
postabortal.

18
SISTEM PEMESANAN OBAT

Pemesanan Narkotika
Pemesanan obat narkotika ditujukan kepada PT. Kimia Farma sebagai satu-satunya
distributor resmi obat narkotika yang ditunjuk oleh pemerintah. Pemesanan dilakukan dengan
menggunakan surat pemesanan narkotika yang ditandatangani oleh Apoteker Penanggung
Jawab dengan prosedur sebagai berikut :
1. Apoteker Penanggung Jawab membuat pesanan melalui surat pemesanan narkotika
model N.9 rangkap 4, dimana satu surat pemesanan narkotika hanya berlaku untuk
satu jenis obat narkotika.
2. Pedagang Besar Farmasi akan mengirimkan obat narkotika yang dipesan ke apotek
beserta fakturnya.
3. Sebanyak tiga rangkap surat pemesanan narkotika diberikan kepada Pedangan Besar
Farmasi dan satu rangkap disimpan di apotek sebagai arsip.

Pemesanan Psikotropika
Pembelian obat psikotropika menggunakan surat pemesanan psikotropika khusus
rangkap 2, satu surat pemesanan psikotropika dapat berisi beberapa jenis obat psikotropika
dan pemesanan dapat dilakukan ke PBF mana saja yang menyediakan obat psikotropika.

Pemesanan Prekusor
Pemesanan prekusor hanya satu rangkap dibuat khusus yang berisi beberapa jenis obat
prekusor dan tidak disatukan dengan jenis obat lain.

19
SISTEM PENYIMPANAN OBAT

Penyimpanan Narkotika
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 28/MenKes/Per/1978 tentang tata cara
penyimpanan narkotika pasal 5 dan 6 menyebutkan bahwa apotek harus memiliki tempat
khusus untuk menyimpan narkotika yang memenuhi persyaratan, yaitu :
1. Harus dibuat seluruhnya dari kayu atau bahan lain yang kuat.
2. Harus mempunyai kunci ganda yang berlainan.
3. Dibagi menjadi 2 bagian, masing-masing bagian dengan kunci yang berlainan. Bagian
pertama digunakan untuk menyimpan morfin, petidin dan garam-garamnya serta
persediaan narkotika, sedangkan bagian kedua digunakan untuk menyimpan narkotika
yang digunakan sehari-hari.
4. Lemari khusus tersebut berupa lemari dengan ukuran lebih kurang 40 x 80 x 100 cm.
Lemari tersebut harus ditanam pada tembok atau lantai.
5. Anak kunci lemari khusus dikuasai oleh apoteker penanggung jawab atau pegawai
lain yang diberi kuasa.

Penyimpanan Psikotropika
Penyimpanan obat psikotropika disimpan pada lemari khusus yang terpisah dengan obat-
obat lain, tidak harus terkunci, dan cukup dengan satu bagian pintu saja.

Penyimpanan Prekusor
Apotek, Puskesmas, Instalasi Farmasi Rumah Sakit, Instalasi Farmasi Klinik, dan Lembaga
Ilmu Pengetahuan harus menyimpan Prekusor Farmasi dalam bentuk obat jadi di tempat
penyimpanan obat yang aman berdasarkan analisis risiko.

20
Contoh Gambar Lemari Penyimpanan Narkotika:

(Sumber: Dok. Pribadi dari Apotek X).

Contoh Gambar Lemari Penyimpanan Obat Psikotropika (Kiri) dan Obat Prekusor
(Kanan):

(Sumber: Dok. Pribadi dari Apotek X).

21
SISTEM PELAPORAN OBAT NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, & PREKURSOR

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 3 tahun 2015


tentang peredaran, penyimpanan, pemusnahan, dan pelaporan narkotika, psikotropika, dan
prekursor farmasi khususnya pada Pasal 45 point (6) mengenai pelaporan khususnya Apotek
dijelaskan bahwa;
Apotek, Instalasi Farmasi Rumah Sakit, Instalasi Farmasi Klinik, Lembaga Ilmu
Pengetahuan, dan dokter praktik perorangan wajib membuat, menyimpan, dan
menyampaikan laporan pemasukan dan penyerahan / penggunaan Narkotika dan
Psikotropika, setiap bulan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota dengan
tembusan Kepala Balai setempat.

Pelaporan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) paling sedikit terdiri atas:
a. nama, bentuk sediaan, dan kekuatan Narkotika, Psikotropika, dan/atau Prekursor Farmasi;
b. jumlah persediaan awal dan akhir bulan;
c. jumlah yang diterima; dan
d. jumlah yang diserahkan.

Laporan tersebut dapat menggunakan sistem pelaporan Narkotika, Psikotropika, dan/atau


Prekursor Farmasi secara elektronik dan disampaikan paling lambat setiap tanggal 10 bulan
berikutnya. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaporan Narkotika, Psikotropika,
dan/atau Prekursor Farmasi diatur oleh Direktur Jenderal.

22
SISTEM PEMUSNAHAN OBAT

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Tahun 2015 tentang Peredaran,


Penyimpanan, Pemusnahan, dan Pelaporan Narkotika, Pasal 37 dikatakan bahwa Pemusnahan
Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi hanya dilakukan dalam hal:

a. Diproduksi tanpa memenuhi standar dan persyaratan yang berlaku dan/atau tidak
dapat diolah kembali;
b. telah kadaluarsa;
c. tidak memenuhi syarat untuk digunakan pada pelayanan kesehatan san/ atau untuk
pengembangan ilmu pengetahuan, termasuk sisa penggunaan;
d. dibatalkan izin edarnya; atau
e. berhubungan dengan tindak pidana.

Pada pasal 38 nomor 1 dikatakan bahwa pemusnahan seperti yang dimaksud pada
pasal 37 huruf a sampai d dilaksanakan oleh Industri Farmasi, PBF, Instalasi Farmasi
Pemerintah, Apotek, Instalasi Farmasi Rumah Sakit, Instalasi Farmasi Klinik, Lembaga Ilmu
Pengetahuan, Dokter, atau Toko Obat.

Pemusnahan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi harus dilakukan dengan:

a. tidak mencemari lingkungan; dan


b. tidak membahayakan kesehatan masyarakat.

Pemusnahan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi dilakukan dengan tehapan


sebagai berikut:

a. penanggung jawab fasilitas fasilitas pelayanan kefarmasian dalam hal ini Apotek
menyampaikan surat permberitahuan dan permohonan saksi kepada:
1. Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota dan / atau Balai Besar / Balai Pengawas Obat
dan Makanan setempat.
b. Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota dan / atau Balai Besar / Balai Pengawas Obat dan
Makanan setempat akan menetapkan saksi pemusnahan sesuai dengan surat
permohonan sebagai saksi
c. Pemusnahan disaksikan oleh petugas yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud
pada huruf b.
d. Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi dalam bentuk obat jadi harus
dilakukan pemastian kebenaran secara organoleptis oleh saksi sebelum dilakukan
pemusnahan.

23
e. Dalam hal Pemusnahan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi dilakukan
oleh pihak ketiga, wajib disaksikan oleh pemilik Narkotika, Psikotropika, dan
Prekusor Farmasi beserta saksi sebagaimana dimaksud pada huruf b.

Penanggung jawab fasilitas pelayanan kefarmasian dalam hal ini adalah Apotek yang
melaksanakan pemusnahan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi harus membuat
Berita Acara Pemusnahan.

Berita Acara Pemusnahan yang dimaksud, paling sedikit memuat:

a. hari, tanggal, bulan, dan tahun pemusnahan;


b. tempat pemusnahan;
c. nama penanggungjawab fasilitas pelayanan kefarmasian (Apoteker Penanggungjawab
Apotek);
d. nama petugas kesehatan yang menjadi saksi dan saksi lain badan / sarana tersebut;
e. nama dan jumlah Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi yang dimusnahkan;
f. cara pemusnahan; dan
g. tanda tangan penanggungjawab penanggungjawab fasilitas pelayanan kefarmasian
(Apoteker Penanggungjawab Apotek).

Berita Acara Pemusnahan dibuat dalam rangkap tiga dan tembusannya disampaikan kepada
Direktur Jenderal dan Kepala Badan/Kepala Balai.

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK


INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2013

PREKURSOR
A. Pengadaan
A.1. Pengadaan obat mengandung Prekursor Farmasi harus berdasarkan Surat Pesanan (SP).

24
A.2. SP harus:
a. Asli dan dibuat tindasan sebagai arsip (Anak Lampiran 1c);
b. Ditandatangani oleh Apoteker Penanggung Jawab Apotek/Apoteker Pendamping
dengan mencantumkan nama lengkap dan nomor SIPA, nomor dan tanggal SP, dan
kejelasan identitas pemesan (antara lain nama dan alamat jelas, nomor
telepon/faksimili, nomor ijin, dan stempel);
c. Mencantumkan nama dan alamat Industri Farmasi/Pedagang Besar Farmasi (PBF)
tujuan pemesanan; Pemesanan antar apotek diperbolehkan dalam keadaan mendesak
misalnya pemesanan sejumlah obat yang dibutuhkan untuk memenuhi kekurangan
jumlah obat yang diresepkan;
d. Mencantumkan nama obat mengandung Prekursor Farmasi, jumlah, bentuk dan
kekuatan sediaan, isi dan jenis kemasan;
e. Diberi nomor urut tercetak dan tanggal dengan penulisan yang jelas atau cara lain
yang dapat tertelusur, dan
f. Khusus untuk pesanan obat mengandung Prekursor Farmasi dibuat terpisah dari surat
pesanan obat lainnya dan jumlah pesanan ditulis dalam bentuk angka dan huruf.
g. Apabila pemesanan dilakukan melalui telepon (harus menyebutkan nama penelpon
yang berwenang), faksimili, email maka surat pesanan asli harus diberikan pada saat
serah terima barang, kecuali untuk daerah-daerah tertentu dengan kondisi geografis
yang sulit transportasi dimana pengiriman menggunakan jasa ekspedisi, maka surat
pesanan asli dikirimkan tersendiri.
A.3. Apotek yang tergabung di dalam satu grup, masing-masing Apotek harus membuat SP
sesuai kebutuhan kepada Industri Farmasi/PBF.
A.4. Apabila SP tidak dapat digunakan, maka SP yang tidak digunakan tersebut harus tetap
diarsipkan dengan diberi tanda pembatalan yang jelas.
A.5. Apabila SP Apotek tidak bisa dilayani, Apotek harus meminta surat penolakan pesanan
dari Industri Farmasi/PBF.
A.6. Pada saat penerimaan obat mengandung Prekursor Farmasi, harus dilakukan pemeriksaan
kesesuaian antara fisik obat dengan faktur penjualan dan/atau Surat Pengiriman Barang
(SPB) yang meliputi:
a. Kebenaran nama produsen, nama Prekursor Farmasi/obat mengandung Prekursor
Farmasi, jumlah, bentuk dan kekuatan sediaan, isi dan jenis kemasan;
b. Nomor bets dan tanggal daluwarsa;
c. Apabila butir a, b dan/atau kondisi kemasan termasuk segel dan penandaan rusak,
terlepas, terbuka dan tidak sesuai dengan SP, maka obat tersebut harus dikembalikan
kepada pengirim disertai dengan bukti retur/surat pengembalian (Anak Lampiran 2)

25
dan salinan faktur penjualan serta dilengkapi nota kredit dari Industri Farmasi/PBF
pengirim.
A.7. Setelah dilakukan pemeriksan pada butir A6 di atas, Apoteker Penanggung Jawab atau
tenaga teknis kefarmasian wajib menandatangani faktur penjualan dan/atau Surat
Pengiriman Barang (SPB) dengan mencantumkan nama lengkap, nomor SIPA /
SIKTTK dan stempel Apotek.

B. Penyimpanan
B.1.Obat mengandung Prekursor Farmasi disimpan di tempat yang aman berdasarkan analisis
risiko masing-masing Apotek.
B.2.Apabila memiliki obat mengandung Prekursor Farmasi yang disimpan tidak dalam wadah
asli, maka wadah harus dilengkapi dengan identitas obat meliputi nama, jumlah, bentuk
dan kekuatan sediaan, isi dan jenis kemasan, nomor bets, tanggal daluwarsa, dan nama
produsen
B.3. Memisahkan dan menyimpan dengan aman obat mengandung Prekursor Farmasi yang:
a. Rusak;
b. Kadaluwarsa;
c. Izin edar dibatalkan sebelum dimusnahkan atau dikembalikan kepada Industri
Farmasi/PBF.
B.4. Melakukan stock opname secara berkala sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali.
B.5. Melakukan investigasi adanya selisih stok dengan fisik saat stock opname dan
mendokumentasikan hasil investigasi.

E. Pemusnahan
E.1. Pemusnahan dilaksanakan terhadap Obat Mengandung Prekursor Farmasi yang rusak
dan kadaluwarsa;
E.2. Harus tersedia daftar inventaris Obat Mengandung Prekursor Farmasi yang akan
dimusnahkan mencakup nama produsen, bentuk dan kekuatan sediaan, isi dan jenis
kemasan, jumlah, nomor bets, dan tanggal daluwarsa.
E.3. Pelaksanaan pemusnahan harus dibuat dengan memperhatikan pencegahan diversi dan
pencemaran lingkungan. Kegiatan pemusnahan ini dilakukan oleh penanggung jawab
apotek dan disaksikan oleh petugas Balai Besar/Balai POM dan/atau Dinas Kesehatan

26
Kab/Kota setempat. Kegiatan ini didokumentasikan dalam Berita Acara Pemusnahan
yang ditandatangani oleh pelaku dan saksi (Anak Lampiran 9)
E.4. Berita Acara Pemusnahan yang menggunakan pihak ketiga harus ditandatangani juga
oleh saksi dari pihak ketiga

F. Pencatatan dan Pelaporan


F.1. Pencatatan dilakukan terhadap setiap tahapan pengelolaan mulai dari pengadaan,
penyimpanan, penyerahan, penarikan kembali obat (recall), dan pemusnahan secara
tertib dan akurat serta disahkan oleh Apoteker Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit.
F.2. Catatan sebagaimana dimaksud pada butir F.1 sekurang-kurangnya memuat:
a. Nama, jumlah, bentuk dan kekuatan sediaan, jenis dan isi kemasan, nomor bets,
tanggal daluwarsa, dan nama produsen;
b. Jumlah yang diterima, diserahkan, dan sisa persediaan dan
c. Tujuan penyerahan.
F.3. Dokumentasi meliputi:
a. Pengadaan;
b. Penyimpanan;
c. Penyerahan;
d. Penanganan obat kembalian;
e. Pemusnahan; dan
f. Pencatatan dan Pelaporan.
F.4. Apoteker Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit wajib membuat dan menyimpan catatan
serta mengirimkan laporan pemasukan dan pengeluaran Obat Mengandung Prekursor
Farmasi Efedrin dan Pseudoefedrin dalam bentuk sediaan tablet/kapsul/kaplet/injeksi
(Anak Lampiran 17).
F.5. Dokumen pengadaan meliputi SP, faktur pembelian, SPB, bukti retur, nota kredit dari
Industri Farmasi/PBF pengirim, wajib diarsipkan menjadi satu berdasarkan nomor urut
atau tanggal penerimaan barang dan terpisah dari dokumen obat lain.
F.6. Dokumentasi selain berbentuk manual dapat juga dilakukan secara sistem elektronik
yang tervalidasi harus mudah ditampilkan dan ditelusuri pada saat diperlukan. Apabila
memiliki dokumentasi dalam bentuk manual dan elektronik, data manual harus sesuai
dengan data elektronik.
F.7. Apabila dokumentasi hanya dilakukan secara sistem elektronik, harus tersedia Standar
Prosedur Operasional terkait penanganan system tersebut jika tidak berfungsi.
F.8. Laporan sebagaimana dimaksud pada butir F.4 adalah:

27
a. laporan pengadaan dan penyerahan obat mengandung Prekursor Farmasi Efedrin
dan Pseudoefedrin dalam bentuk sediaan tablet/kapsul/kaplet/injeksi (Anak
Lampiran 17);
b. laporan kehilangan (Anak Lampiran 8) dan
c. laporan pemusnahan obat mengandung Prekursor Farmasi (Anak Lampiran 11).
F.9. Pelaporan pada butir F.8.a. dikirimkan kepada Badan POM cq. Direktorat Pengawasan
Napza dengan tembusan ke Balai Besar/Balai POM.
F.10. Setiap instalasi farmasi rumah sakit wajib menyimpan dokumen dan informasi seluruh
kegiatan terkait pengelolaan obat mengandung Prekursor Farmasi dengan tertib, akurat
dan tertelusur.

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


NOMOR 3 TAHUN 2015

BAB III PENYIMPANAN


Bagian Kesatu Umum
Pasal 24
Tempat penyimpanan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi di fasilitas produksi,
fasilitas distribusi, dan fasilitas pelayanan kefarmasian harus mampu menjaga keamanan,
khasiat, dan mutu Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi.

28
Pasal 25
(1) Tempat penyimpanan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi dapat berupa
gudang, ruangan, atau lemari khusus.
(2) Tempat penyimpanan Narkotika dilarang digunakan untuk menyimpan barang selain
Narkotika.
(3) Tempat penyimpanan Psikotropika dilarang digunakan untuk menyimpan barang selain
Psikotropika.
(4) Tempat penyimpanan Prekursor Farmasi dalam bentuk bahan baku dilarang digunakan
untuk menyimpan barang selain Prekursor Farmasi dalam bentuk bahan baku.

Pasal 26
(1) Gudang khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) harus memenuhi
persyaratan sebagai berikut:
a. dinding dibuat dari tembok dan hanya mempunyai pintu yang dilengkapi dengan pintu
jeruji besi dengan 2 (dua) buah kunci yang berbeda;
b. langit-langit dapat terbuat dari tembok beton atau jeruji besi;
c. jika terdapat jendela atau ventilasi harus dilengkapi dengan jeruji besi;
d. gudang tidak boleh dimasuki oleh orang lain tanpa izin Apoteker penanggung jawab;
dan
e. kunci gudang dikuasai oleh Apoteker penanggung jawab dan pegawai lain yang
dikuasakan.
(2) Ruang khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) harus memenuhi syarat
sebagai berikut:
a. dinding dan langit-langit terbuat dari bahan yang kuat;
b. jika terdapat jendela atau ventilasi harus dilengkapi dengan jeruji besi;
c. mempunyai satu pintu dengan 2 (dua) buah kunci yang berbeda;
d. kunci ruang khusus dikuasai oleh Apoteker penanggung jawab/Apoteker yang
ditunjuk dan pegawai lain yang dikuasakan; dan
e. tidak boleh dimasuki oleh orang lain tanpa izin Apoteker penanggung jawab/Apoteker
yang ditunjuk.
(3) Lemari khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) harus memenuhi syarat
sebagai berikut:
a. terbuat dari bahan yang kuat;
b. tidak mudah dipindahkan dan mempunyai 2 (dua) buah kunci yang berbeda;

29
c. harus diletakkan dalam ruang khusus di sudut gudang, untuk Instalasi Farmasi
Pemerintah;
d. diletakkan di tempat yang aman dan tidak terlihat oleh umum, untuk Apotek, Instalasi
Farmasi Rumah Sakit, Puskesmas, Instalasi Farmasi Klinik, dan Lembaga Ilmu
Pengetahuan ; dan
e. kunci lemari khusus dikuasai oleh Apoteker penanggung jawab/Apoteker yang
ditunjuk dan pegawai lain yang dikuasakan.

Pasal 27
Penyimpanan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi wajib memenuhi Cara
Produksi Obat yang Baik, Cara Distribusi Obat yang Baik, dan/atau standar pelayanan
kefarmasian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Bagian Kedua
Penyimpanan Narkotika atau Psikotropika

Pasal 28
(1) Industri Farmasi yang memproduksi Narkotika harus memiliki tempat penyimpanan
Narkotika berupa gudang khusus, yang terdiri atas:
a. gudang khusus Narkotika dalam bentuk bahan baku; dan
b. gudang khusus Narkotika dalam bentuk obat jadi.
(2) Gudang khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berada dalam penguasaan Apoteker
penanggung jawab.

Pasal 29
(1) Industri Farmasi yang memproduksi Psikotropika harus memiliki tempat penyimpanan
Psikotropika berupa gudang khusus atau ruang khusus, yang terdiri atas:
a. gudang khusus atau ruang khusus Psikotropika dalam bentuk bahan baku; dan
b. gudang khusus atau ruang khusus Psikotropika dalam bentuk obat jadi.
(2) Gudang khusus atau ruang khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berada dalam
penguasaan Apoteker penanggung jawab.

Pasal 30

30
(1) PBF yang menyalurkan Narkotika harus memiliki tempat penyimpanan Narkotika berupa
gudang khusus.
(2) Dalam hal PBF menyalurkan Narkotika dalam bentuk bahan baku dan obat jadi, gudang
khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus terdiri atas:
a. gudang khusus Narkotika dalam bentuk bahan baku; dan
b. gudang khusus Narkotika dalam bentuk obat jadi.
(3) Gudang khusus untuk tempat penyimpanan Narkotika sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dan ayat (2) berada dalam penguasaan Apoteker penanggung jawab.

Pasal 31
(1) PBF yang menyalurkan Psikotropika harus memiliki tempat penyimpanan Psikotropika
berupa gudang khusus atau ruang khusus.
(2) Dalam hal PBF menyalurkan Psikotropika dalam bentuk bahan baku dan obat jadi,
gudang khusus atau ruang khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus terdiri atas:
a. gudang khusus atau ruang khusus Psikotropika dalam bentuk bahan baku; dan
b. gudang khusus atau ruang khusus Psikotropika dalam bentuk obat jadi.
(3) Gudang khusus atau ruang khusus untuk tempat penyimpanan Psikotropika sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) berada dalam penguasaan Apoteker penanggung jawab.

Pasal 32
(1) Instalasi Farmasi Pemerintah yang menyimpan Narkotika atau Psikotropika harus
memiliki tempat penyimpanan Narkotika atau Psikotropika berupa ruang khusus atau lemari
khusus.
(2) Ruang khusus atau lemari khusus tempat penyimpanan Narkotika atau Psikotropika
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berada dalam penguasaan Apoteker penanggung jawab
atau Apoteker yang ditunjuk.

Pasal 33
(1) Apotek, Instalasi Farmasi Rumah Sakit, Puskesmas, Instalasi Farmasi Klinik, dan
Lembaga Ilmu Pengetahuan harus memiliki tempat penyimpanan Narkotika atau Psikotropika
berupa lemari khusus.
(2) Lemari khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berada dalam penguasaan Apoteker
penanggung jawab.

31
Pasal 34
Dokter praktik perorangan yang menggunakan Narkotika atau Psikotropika untuk tujuan
pengobatan harus menyimpan Narkotika atau Psikotropika di tempat yang aman dan
memiliki kunci yang berada di bawah penguasaan dokter.

BAB IV
PEMUSNAHAN
Pasal 37
Pemusnahan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi hanya dilakukan dalam hal:
a. diproduksi tanpa memenuhi standar dan persyaratan yang berlaku dan/atau tidak dapat
diolah kembali;
b. telah kadaluarsa;
c. tidak memenuhi syarat untuk digunakan pada pelayanan kesehatan dan/atau untuk
pengembangan ilmu pengetahuan, termasuk sisa penggunaan;
d. dibatalkan izin edarnya; atau
e. berhubungan dengan tindak pidana.

Pasal 38
(1) Pemusnahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf a sampai dengan huruf d
dilaksanakan oleh Industri Farmasi, PBF, Instalasi Farmasi Pemerintah, Apotek, Instalasi
Farmasi Rumah Sakit, Instalasi Farmasi Klinik, Lembaga Ilmu Pengetahuan, Dokter atau
Toko Obat.
(2) Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi yang memenuhi kriteria pemusnahan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf a sampai dengan huruf d yang berada di
Puskesmas harus dikembalikan kepada Instalasi Farmasi Pemerintah Daerah setempat.
(3) Instalasi Farmasi Pemerintah yang melaksanakan pemusnahan harus melakukan
penghapusan sesuai ketentuan peraturan perundangundangan di bidang pengelolaan Barang
Milik Negara/Daerah.
(4) Pemusnahan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi yang berhubungan dengan
tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf e dilaksanakan oleh instansi
pemerintah yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 39
Pemusnahan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi harus dilakukan dengan:

32
a. tidak mencemari lingkungan; dan
b. tidak membahayakan kesehatan masyarakat.

Pasal 40
Pemusnahan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi dilakukan dengan tahapan
sebagai berikut:
a. Penanggung jawab fasilitas produksi/fasilitas distribusi/fasilitas pelayanan
kefarmasian/pimpinan lembaga/dokter praktik perorangan menyampaikan surat
pemberitahuan dan permohonan saksi kepada:
1. Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan, bagi Instalasi
Farmasi Pemerintah Pusat;
2. Dinas Kesehatan Provinsi dan/atau Balai Besar/Balai Pengawas Obat dan Makanan
setempat, bagi Importir, Industri Farmasi, PBF, Lembaga Ilmu Pengetahuan, atau
Instalasi Farmasi Pemerintah Provinsi; atau
3. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan/atau Balai Besar/Balai Pengawas Obat dan
Makanan setempat, bagi Apotek, Instalasi Farmasi Rumah Sakit, Instalasi Farmasi
Klinik, Instalasi Farmasi Pemerintah Kabupaten/Kota, Dokter, atau Toko Obat.
b. Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Dinas Kesehatan Provinsi,
Balai Besar/Balai Pengawas Obat dan Makanan setempat, dan Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota menetapkan petugas di lingkungannya menjadi saksi pemusnahan sesuai
dengan surat permohonan sebagai saksi.
c. Pemusnahan disaksikan oleh petugas yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud pada
huruf b.
d. Narkotika, Psikotropika dan Prekursor Farmasi dalam bentuk bahan baku, produk antara,
dan produk ruahan harus dilakukan sampling untuk kepentingan pengujian oleh petugas
yang berwenang sebelum dilakukan pemusnahan.
e. Narkotika, Psikotropika dan Prekursor Farmasi dalam bentuk obat jadi harus dilakukan
pemastian kebenaran secara organoleptis oleh saksi sebelum dilakukan pemusnahan.

Pasal 41
Dalam hal Pemusnahan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi dilakukan oleh pihak
ketiga, wajib disaksikan oleh pemilik Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi dan
saksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf b.

33
Pasal 42
(1) Penanggung jawab fasilitas produksi/fasilitas distribusi/fasilitas pelayanan
kefarmasian/pimpinan lembaga/dokter praktik perorangan yang melaksanakan pemusnahan
Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi harus membuat Berita Acara Pemusnahan.
(2) Berita Acara Pemusnahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), paling sedikit memuat:
a. hari, tanggal, bulan, dan tahun pemusnahan;
b. tempat pemusnahan;
c. nama penanggung jawab fasilitas produksi/fasilitas distribusi/fasilitas pelayanan
kefarmasian/pimpinan lembaga/dokter praktik perorangan;
d. nama petugas kesehatan yang menjadi saksi dan saksi lain badan/sarana tersebut;
e. nama dan jumlah Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi yang dimusnahkan;
f. cara pemusnahan; dan
g. tanda tangan penanggung jawab fasilitas produksi/fasilitas distribusi/fasilitas
pelayanan kefarmasian/pimpinan lembaga/ dokter praktik perorangan dan saksi.
(3) Berita Acara Pemusnahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat dalam rangkap 3
(tiga) dan tembusannya disampaikan kepada Direktur Jenderal dan Kepala Badan/Kepala
Balai menggunakan contoh sebagaimana tercantum dalam Formulir 10 terlampir.

BAB V
PENCATATAN DAN PELAPORAN
Bagian Kesatu Pencatatan
Pasal 43
(1) Industri Farmasi, PBF, Instalasi Farmasi Pemerintah, Apotek, Puskesmas, Instalasi
Farmasi Rumah Sakit, Instalasi Farmasi Klinik, Lembaga Ilmu Pengetahuan, atau dokter
praktik perorangan yang melakukan produksi, Penyaluran, atau Penyerahan Narkotika,
Psikotropika, dan Prekursor Farmasi wajib membuat pencatatan mengenai pemasukan
dan/atau pengeluaran Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi.
(2) Toko Obat yang melakukan penyerahan Prekursor Farmasi dalam bentuk obat jadi wajib
membuat pencatatan mengenai pemasukan dan/atau pengeluaran Prekursor Farmasi dalam
bentuk obat jadi.
(3) Pencatatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) paling sedikit terdiri atas:

34
a. nama, bentuk sediaan, dan kekuatan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi;
b. jumlah persediaan;
c. tanggal, nomor dokumen, dan sumber penerimaan
d. jumlah yang diterima;
e. tanggal, nomor dokumen, dan tujuan penyaluran/penyerahan;
f. jumlah yang disalurkan/diserahkan;
g. nomor batch dan kadaluarsa setiap penerimaan atau penyaluran/penyerahan; dan
h. paraf atau identitas petugas yang ditunjuk.
(4) Pencatatan yang dilakukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) harus dibuat
sesuai dengan dokumen penerimaan dan dokumen penyaluran termasuk dokumen impor,
dokumen ekspor dan/atau dokumen penyerahan.

Pasal 44
Seluruh dokumen pencatatan, dokumen penerimaan, dokumen penyaluran, dan/atau dokumen
penyerahan termasuk surat pesanan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi wajib
disimpan secara terpisah paling singkat 3 (tiga) tahun. Bagian Kedua Pelaporan .

Pasal 45
(1) Industri Farmasi yang memproduksi Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi
wajib membuat, menyimpan, dan menyampaikan laporan produksi dan penyaluran produk
jadi Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi setiap bulan kepada Direktur Jenderal
dengan tembusan Kepala Badan.
(2) PBF yang melakukan penyaluran Narkotika, Psikotropika dan Prekursor Farmasi dalam
bentuk obat jadi wajib membuat, menyimpan, dan menyampaikan laporan pemasukan dan
penyaluran Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi dalam bentuk obat jadi setiap
bulan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dengan tembusan Kepala Badan/Kepala
Balai.
(3) Instalasi Farmasi Pemerintah Pusat wajib membuat, menyimpan, dan menyampaikan
laporan pemasukan dan penyaluran Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi dalam
bentuk obat jadi kepada Direktur Jenderal dengan tembusan Kepala Badan.
(4) Instalasi Farmasi Pemerintah Daerah wajib membuat, menyimpan, dan menyampaikan
laporan pemasukan dan penyaluran Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi dalam
bentuk obat jadi kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten/Kota setempat
dengan tembusan kepada Kepala Balai setempat.

35
(5) Pelaporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (4) paling sedikit
terdiri atas:
a. nama, bentuk sediaan, dan kekuatan Narkotika, Psikotropika, dan/atau Prekursor
Farmasi;
b. jumlah persediaan awal dan akhir bulan;
c. tanggal, nomor dokumen, dan sumber penerimaan;
d. jumlah yang diterima;
e. tanggal, nomor dokumen, dan tujuan penyaluran;
f. jumlah yang disalurkan; dan
g. nomor batch dan kadaluarsa setiap penerimaan atau penyaluran dan persediaan awal
dan akhir.
(6) Apotek, Instalasi Farmasi Rumah Sakit, Instalasi Farmasi Klinik, Lembaga Ilmu
Pengetahuan, dan dokter praktik perorangan wajib membuat, menyimpan, dan
menyampaikan laporan pemasukan dan penyerahan/penggunaan Narkotika dan Psikotropika,
setiap bulan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan tembusan Kepala Balai
setempat.
(7) Pelaporan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) paling sedikit terdiri atas:
a. nama, bentuk sediaan, dan kekuatan Narkotika, Psikotropika, dan/atau Prekursor
Farmasi;
b. jumlah persediaan awal dan akhir bulan;
c. jumlah yang diterima; dan
d. jumlah yang diserahkan.
(8) Puskesmas wajib membuat, menyimpan, dan menyampaikan laporan pemasukan dan
penyerahan/penggunaan Narkotika dan Psikotropika sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
(9) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (4) dan ayat (6) dapat
menggunakan sistem pelaporan Narkotika, Psikotropika, dan/atau Prekursor Farmasi secara
elektronik.
(10)Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (4) dan ayat (6)
disampaikan paling lambat setiap tanggal 10 bulan berikutnya.
(11)Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaporan Narkotika, Psikotropika, dan/atau
Prekursor Farmasi diatur oleh Direktur Jenderal.

36
SURAT PESANAN NARKOTIKA
Nomor : 004/III/N/AC1/2017

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : Agnestasia Widia K., S. Farm., Apt.
Alamat : Jalan Kalisari Selatan no. 1, Surabaya
Jabatan : Apoteker Pengelola Apotek

Mengajukan pesanan Narkotika kepada :


Nama Distributor : PT Kimia Farma
Alamat : Jl. Rungkut Industri Raya No. 6 Surabaya
Telp : (031) 8431158-8431918, 8431969 Fax : (031) 8431946

dengan Narkotika yang dipesan adalah:

37
Kekuatan/ Potensi
Nama Obat Bentuk Sediaan Jumlah
Sediaan
Codein Tablet Codein 15 mg 250 (Dua Ratus Lima Puluh)

Narkotika tersebut akan dipergunakan untuk :


Nama Sarana : Apotek OK
Alamat Sarana : Jalan Kalijudan Taruna I, No. 34, Surabaya

Surabaya, 28 Maret 2017

Agnestasia Widia K., S. Farm., Apt.


SIPA : 2448716085

Catt:
- Satu surat pesanan hanya berlaku untuk satu jenis Narkotika
- Surat Pesanan dibuat sekurang-kurangnya 3 (tiga) rangkap
SURAT PESANAN PSIKOTROPIKA
Nomor : 005/III/PS/AC1/2017

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : Agnestasia Widia K., S. Farm., Apt.
Alamat : Jalan Kalisari Selatan no. 1, Surabaya
Jabatan : Apoteker Pengelola Apotek

Mengajukan pesanan Psikotropika kepada :


Nama Distributor : PT Anugerah Pharmindo Lestari
Alamat : Jl. Rungkut Industri III/18 Surabaya
Telp : (031) 8439908-8439835, 8439674 Fax : (031) 8439839-4

dengan Psikotropika yang dipesan adalah:

38
Kekuatan/ Potensi
No. Nama Obat Bentuk Sediaan Jumlah
Sediaan
1. Alganax 1 Tablet Alprazolam 1 mg 40 (empat puluh)
2 Frisium Tablet Klobazam 10mg 100 (seratus)
3 Serlof Tablet Sertralin HCl 50mg 30 (tiga puluh)

Psikotropika tersebut akan dipergunakan untuk :


Nama Sarana : Apotek OK
Alamat Sarana : Jalan Kalijudan Taruna I, No. 34, Surabaya

Surabaya, 28 Maret 2017

Agnestasia Widia K., S. Farm., Apt.


SIPA : 2448716085

Catt:
- Surat Pesanan dibuat sekurang-kurangnya 3 (tiga) rangkap

SURAT PESANAN OBAT JADI PREKURSOR FARMASI


Nomor : 006/III/P/AC1/2017

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : Agnestasia Widia K., S. Farm., Apt.
Alamat : Jalan Kalisari Selatan no. 1, Surabaya
Jabatan : Apoteker Pengelola Apotek

Mengajukan pesanan Obat Jadi Prekursor Farmasi kepada :


Nama Distributor : PT Anugerah Argon Medica
Alamat : Jl. Manyar Kertoadi Blok H/329-331 Surabaya
Telp : (031) 5935542-5935543 Fax : (031) 5938247

dengan Obat Jadi Prekursor Farmasi yang dipesan adalah:

39
Bentuk
No. Nama Obat Kekuatan/ Potensi Sediaan Jumlah
Sediaan
Loratadine 5mg
1 Aldisa SR Tablet 100 (seratus)
Pseudoefedrin sulfat 120mg
Desloratadine 2,5mg
2 Aerius D Tablet 50 (lima puluh)
Pseudoephedrin sulfat 120mg
Pseudoefedrin HCl 60mg
3 Tremenza Tablet 200 (seratus)
Tripolidin HCl 2,5mg
Pseudoefedrin HCl 60mg
4 Trifed Tablet 50 (lima puluh)
Tripolidin HCl 2,5mg
Metilergometrin hydrogen
5 Pospargin Injeksi 10 (sepuluh)
maleat 0,2 mg/mL

Obat Jadi Prekursor Farmasi tersebut akan dipergunakan untuk :


Nama Sarana : Apotek OK
Alamat Sarana : Jalan Kalijudan Taruna I, No. 34, Surabaya
Surabaya, 28 Maret 2017

Agnestasia Widia K., S. Farm., Apt.


SIPA : 2448716085
Catt:
- Surat Pesanan dibuat sekurang-kurangnya 3 (tiga) rangkap
BERITA ACARA PEMUSNAHAN NARKOTIKA
Nomor : 010/III/PN/AC1/2017

Pada hari ini Selasa tanggal 28 bulan Maret tahun 2017 sesuai dengan Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2015 tentang Peredaran, Penyimpanan dan
Pemusnahan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor Farmasi, kami yang bertandatangan di
bawah ini:

Nama Apoteker/Pimpinan : Agnestasia Widia K., S.Farm., Apt


SIPA/SIK : 2448716085
Nama Sarana : Apotek OK
Alamat Sarana : Jalan Kalijudan Taruna I, No. 34, Surabaya

Dengan disaksikan oleh : Kemenkes, Badan POM dan Apoteker Pendamping


1. Nama : Joko Susanto, M.Kes
Jabatan : Staf Direktorat Tata Kelola Obat Publik dan Perbekalan
Kesehatan cabang Jawa Timur
NIP : 231987654

40
2. Nama : Budi Utomo, M.Kes
Jabatan : Staf Direktorat Pengawasan Narkotika, Psikotropika dan Zat
Adiktif
NIP : 231876543

3. Nama : Ivana Valeria, S.Farm., Apt


Jabatan : Apoteker Pendamping
SIPA : 2448716100

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa pada pukul 12.00 WIB, bertempat di Jalan
Kalijudan Taruna I, No. 34, Surabaya, kami telah memusnahkan sejumlah Narkotika
sebagaimana tersebut dalam lampiran.

Pemusnahan ini kami lakukan dengan cara pembakaran.


Berita acara ini dibuat rangkap 4 (empat), dan dikirimkan kepada:
1. Kementerian Kesehatan RI c.q. Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan
2. Badan POM RI
3. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur
4. Pertinggal

Demikian Berita Acara ini kami buat dengan sesungguhnya agar dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.

Mengetahui Surabaya, 28 Maret 2017


Direktur, Penanggung Jawab/ Pimpinan

Tanda tangan dan stempel

(Agnestasia Widia K., S.Farm., Apt)


SIPA : 2448716085

Saksi-saksi:
1. Petugas Kementerian Kesehatan RI,

(Joko Susanto, M.Kes)

2. Petugas Badan POM

41
(Budi Utomo, M.Kes)

3. Petugas sarana yang bersangkutan

(Ivana Valeria, S.Farm., Apt)

Lampiran Berita Acara Pemusnahan Narkotika:


Nomor : 011/III/L-PN/AC1/2017

Daftar Narkotika yang dimusnahkan :


No. Urut Nama Obat Satuan Jumlah Harga Keterangan
(Rusak/Expire)
1 Codein 10 mg 30 Tablet Rp 600/tablet Expired
2 Codein 20 mg 30 Tablet Rp 1200/tablet Expired
3 Morphine Sulphate 30 Tablet Rp 1600/tablet Expired
10 mg

Mengetahui Surabaya, 28 Maret 2017


Direktur, Penanggung Jawab/ Pimpinan

Tanda tangan dan stempel

42
(Agnestasia Widia K., S.Farm., Apt)
SIPA : 2448716085

Saksi-saksi:
1. Petugas Kementerian Kesehatan RI,

(Joko Susanto, M.Kes)

2. Petugas Badan POM

(Budi Utomo, M.Kes)

3. Petugas sarana yang bersangkutan

(Ivana Valeria, S.Farm., Apt)

43
APOTEK OK
Jalan Kalijudan Taruna I, No. 34, Telp. 5679850
Surabaya
LAPORAN PENGGUNAAN NARKOTIKA
Bulan : Februari Tahun : 2017 Lembar ke : 1
Stok Pemasukan Penggunaan
Nama Narkotika Satuan Stok Akhir
Awal Tanggal Dari Jumlah Untuk Resep Jumlah
Codein 10 mg Tablet 30 3/2/17 PT Kimia Farma 250 89 89 191
Codein 15 mg Tablet 115 - - - 55 55 60

Codein 20 mg Tablet 15 1/2/17 PT Kimia Farma 250 70 70 195


Fentanil Ampul 5 - - - - - 5
MST 10 Tablet 20 - - - - - 20

MST 20 Tablet 20 - - - - - 20
Petidin Ampul 2 - - - 1 1 1
Codipront Capsule kapsul 10 5/2/17 PT Kimia Farma 100 35 35 75
Codipront Cum
kapsul 20 8/2/17 PT Kimia Farma 50 20 20 50
Expectorant Capsule
Codipront Cum
Botol 2 17/2/17 PT Kimia Farma 3 2 2 3
Expectorant Syrup

Surabaya, 4 Maret 2017

Agnestasia Widia K., S. Farm., Apt.


SIPA : 2448716085

44
APOTEK OK
Jalan Kalijudan Taruna I, No. 34, Telp. 5679850
Surabaya
LAPORAN PENGGUNAAN PSIKOTROPIKA
Bulan : Februari Tahun : 2017 Lembar ke : 1
Pemasukan Penggunaan
Nama Stok
Satuan Stok Awal Untuk
Psikotropika Tanggal Dari Jumlah Jumlah Akhir
Resep
PT Millenium Pharmacon
Alganax 0,5 mg Tablet 10 3/2/17 40 30 30 20
International
Tablet PT Millenium Pharmacon
Alganax 1 mg 20 3/2/17 40 20 20 40
International
Asabium 10 mg Tablet 5 1/2/17 PT Otto Prima Lestari 50 - - 55
Diobrium Kapsul 15 - - - - - 15
Frimania 200 mg Tablet 60 - - - 10 10 50

Frimania 400 mg Tablet 30 - - - - - 30

Librium 5 mg Tablet - - - - - - -

Librium 10 mg Tablet 10 - - - - - 10

Merlopam 0,5 mg Tablet 80 - - - 30 30 50

Merlopam 2 mg Tablet 50 - - - 20 20 30
Nopres Kapsul 10 6/2/17 PT Anugerah Argon Medica 50 20 20 40
Oxipres Tablet 40 - - - 10 10 30
Serenal - 10 Kapsul 10 - - - - - 10

45
LAPORAN PENGGUNAAN PSIKOTROPIKA
Bulan : Februari Tahun : 2017 Lembar ke : 2
Serlof Tablet - 1/2/17 PT Rajawali 50 30 30 20

Tilsan Tablet - - - - - - -

Tran-Q Tablet 20 - - - - - 20

Ativan 0,5 mg Tablet 5 1/2/17 PT Antar Mitra Sembada 100 50 50 55

Ativan 1 mg Tablet 40 - - - 25 25 15

Ativan 2 mg Tablet 20 - - - - - 20

Decazepam 5 mg Tablet 5 - - - - - 5

Frisium 10 mg Tablet 4 1/2/17 PT Anugerah Pharmindo Lestari 100 48 48 56

Andep 20 mg Tablet - - - - - - -

Antipres 50 Tablet 35 - - - 10 10 25

Mutabon-M Tablet 10 - - - - - 10

Anantesol 2,5 mg Tablet 47 - - - 16 16 31

Anantesol 5 mg Tablet 21 - - - - - 21

Cepezet Tablet 25 8/2/17 PT Kebayoran 100 62 62 63

Clorilex 25 mg Tablet 45 - - - 15 15 30

Clorilex 100 mg Tablet 8 - - - - - 8

Govotil 2 mg Tablet 5 5/2/17 PT Enseval 100 20 20 85

46
LAPORAN PENGGUNAAN PSIKOTROPIKA
Bulan : Februari Tahun : 2017 Lembar ke : 3

Govotil 5 mg Tablet 10 - - - - - 10

Noprenia Tablet 4 2/2/17 PT Sawah Besar Farma 100 32 32 72

Rizodal 1 mg Tablet 50 - - - 24 24 26

Rizodal 2 mg Tablet 20 - - - - - 20

Rizodal 3 mg Tablet 9 3/2/17 PT Merapi 50 14 14 45

Zofredal 1 mg Tablet 40 - - - 18 18 22

Zofredal 2 mg Tablet 15 27/2/17 PT Parit Padang 100 15 15 100

Zofredal 3 mg Tablet - - - - - - -

Surabaya, 4 Maret 2017

Agnestasia Widia K., S. Farm., Apt.


SIPA : 2448716085

47
APOTEK OK
Jalan Kalijudan Taruna I, No. 34, Telp. 5679850
Surabaya
LAPORAN PENGGUNAAN PREKURSOR
Bulan : Februari Tahun : 2017 Lembar ke : 1
Pemasukan Penggunaan
Stok Stok
Nama Prekursor Satuan Untuk
Awal Tanggal Dari Jumlah Jumlah Akhir
Resep
Aerius D Tablet 47 18/2/17 PT Anugerah Pharmindo Lestari 40 58 58 29
Aldisa SR Tablet 40 20/2/17 PT Bina Sanprima 100 50 50 90

Clarinase Tablet Tablet 65 - - - 24 24 41


Tremenza Tablet Tablet 40 2/2/17 PT Bina Sanprima 200 109 109 131
Tremenza Syrup Botol 4 19/2/17 PT Bina Sanprima 4 3 3 5

Telfast Plus Tablet 20 10/2/17 PT Parit Padang 100 40 40 80


Methergin Injeksi Ampul 3 - - - - - 3
Methergin Tablet Tablet 40 - - - 10 10 30
Pospargin Injeksi Ampul 5 - - - 2 2 3
Tablet PT Millenium Pharmacon
Pospargin Tablet 10 1/2/17 100 40 40 70
International
Surabaya, 4 Maret 2017

Agnestasia Widia K., S. Farm., Apt.


SIPA : 2448716085

48
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012, ISO Informasi Spesialite Obat Indonesia, Vol. 46, PT. ISFI, Jakarta.

Anonim. 2015, MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi, Vol 16, Penerbit Asli (MIMS
Pharmacy Guide), Jakarta.

Drugs. 2015, Drugs.com, www.drugs.com.

Medscape. 2015, Drug Interaction Checker, www.medscape.com.

Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor
40 Tahun 2013.

Permenkes Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2015 tentang Peredaran, Penyimpanan,


Pemusnahan, dan Pelaporan, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi.

Permenkes Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan


Kefarmasian di Apotek.

49