Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmatNya
kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Pemahaman atas Pengendalian Intern.
Makalah ini membahas tentang apa yang dimaksud dengan pengendalian intern, unsur-unsur
pengendalian intern, dan tujuan dari pengendalian intern itu sendiri. Makalah ini kami buat untuk
memenuhi tugas mata kuliah Auditing 1. Dan kiranya kelak makalah ini dapat bermanfaat bagi
masyarakat luas pada umumnya dan mahasiswa - mahasiswi fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Universitas Mataram pada khususnya.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari apa yang diharapkan dalam mencapai
kesempurnaan. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun
dari dosen dan mahasiswa-mahasiswi supaya kiranya makalah ini dapat mencapai kesempurnaan
agar makalah ini nantinya juga dapat bermanfaat bagi kita semua. Atas perhatiannya kami
mengucapkan terima kasih.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
SA Seksi 319 pertimbangan atas pengendalian intern dalam audit laporan keuanagn
paragraf 06 mendefinisikan pengendalian intern sebagai suatu proses yang dijalankan
oleh dewan komisaris,manajemen, dan personal lain yang didesain untuk memberikan
keyakinan memadai tentang pencapaian 3 golongan tujuan berikut ini:
1. Keandalan pelaporan keuangan
2. Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku
3. Efektivitas dan efisiensi operasi

B. Perumusan masalah
1. Sebutkan Defenisi pengendalian intern?
2. Apakah tujuan Tujuan pengendalia intern?
3. Apakah keterbatasan pengendalian intern suatu Entitas?
4. Siapakh yang bertanggungjawab atas pengendlian intern suatu entitas?
5. Apa sajakah unsure pengendalain intern?
6. Bagaimana pemahaman atas pengendalian intern dan pengujian pengendalian?
7. Bagaimana dokumntasi informasi tentang pengendalian intern yang berlaku?
8. Apakah sumber informasi yang digunakan untuk memperoleh gambaran
pengendalian intern yang berlaku?
9. Bagaimana hasil pemahaman terhadap pemgendalian intern?

BAB II
PEMBAHASAN

PEMAHAMAN PENGENDALIAN INTERN


Pengendalian intern yang digunakan dalam suatu entitas merupakan faktor yang menentukan
keandalan laporan keuangan yang dihasilkan oleh entitas.Oleh karena itu,sebelum auditor
melaksanakan audit secara mendalam atas informasi yang tercantum dalam laporan
keuangan,standar pekerjaan lapangan kedua mengharuskan auditor memahami pengendalian
intern yang berlaku dalam entitas.

STANDAR PEKERJAAN LAPANGAN KEDUA


Standar pekerjaan lapangan kedua berbunyi sebagai berikut:
Pemahaman memadai ataspengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit
dan menentukan sifat,saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan.
Sebelum diuraikan secara mendalam maksud standar pekerjaan lapangan kedua ini,akan
diuraikan lebih dahulu konsep pengendalian intern sebagai objek yang harus di pahami oleh
auditor.

DEFINISI PENGENDALIAN INTERN


SA Seksi 319 pertimbangan atas pengendalian intern dalam audit laporan keuanagn paragraf 06
mendefinisikan pengendalian intern sebagai suatu proses yang dijalankan oleh dewan
komisaris,manajemen, dan personal lain yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai
tentang pencapaian 3 golongan tujuan berikut ini:
1. Keandalan pelaporan keuangan
2. Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku
3. Efektivitas dan efisiensi operasi

Dari definisi pengendalian tersebut terdapat beberapa konsep dasar berikut ini:
1. Pengendalian intern merupakan proses.Artinya suatu rangkaian tindakan yang bersifat
pervasif dan menjadi bagian tidak terpisahkan,bukan hanya sebagai tambahan, dari
infrastruktur entitas.
2. Pengendalian intern dijalankan oleh orang.Artinya bukan hanya terdiri dari pedoman
kebijakan dan formulir, namun dijalankan oleh orang dari setiap jenjang organisasi, yang
mencakup dewan komisaris, manajemen, dan personal lain.
3. Pengendalian intern diharapkan mampu memberikan keyakinan memadai, bukan
keyakinan mutlak, bagi manajemen dan dewan komisaris entitas.
4. Pengendalian intern ditujukan untuk mencapai tujuan yang saling berkaitan;pelaporan
keuangan, kepatuhan, dan operasi.

Jadi pengendalian intern merupakan suatu cara atau proses perusahaan dalalm mencapai tujuan
untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan,memeriksa data akuntansi agar efektif dan
efisien.

TUJUAN PENGENDALIAN INTERN


Seperti telah disebutkan di atas, tujuan pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan
memadai dalam pencapaian tiga golongan tujuan.(1) keandalan informasi keuangan, (2)
kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku, (3) efektivitas dan efisiensi operasi. Oleh
karena itu tidak semua tujuan pengendalian intern tersebut relevan dengan audit atas laporan
keuangan, tanggung jawab auditor dalam mematuhi standar pekerjaan lapangan kedua
sebagaimana disajikan di atas, hanya di batasi pada golongan tujuan pertama keandalan
pelaporan keuangan.Oleh karena itu,auditor berkewajiban untuk memahami pengendalian intern
yang ditujukan untuk memberikan keyakinan memadai bahwa laporan keuangan disajikan secara
wajar sesuai denagn prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia.

KETERBATASAN PENGENDALIAN INTERN SUATU ENTITAS


Keterbatasan bawaan yang melekat dalam setiap pengendalian intern sebagai berikut:
1. Kesalahan dalam pertimbangan.Seringkali, manajemen dan personal lain dapat salah
dalam mempertimbangkan keputusan bisnis yang diambil atau dalam melaksanakan tugas
rutin karena tidak memadainya informasi,kertebatasan waktu atau tekanan lain.
2. Gangguan.Personal secara keliru memahami perintah atau membuat kesalahan karena
kelalaian,tidak adanya perhatian atau kelelahan,perubahan yang bersifat sementara dalam
personal atau dalam sistem dan prosedur.
3. Kolusi.Tindakan bersama beberapa individu untuk tujuan kejahatan yang dapat
mengakibatkan bobolnya pengendalian intern yang dibangun untuk kekayaan entitas dan
tidak terungkapnya ketidakberesan atau tidak terdeteksi kecurangan oleh pengendalian
intern yang dirancang.
4. Pengabaian oleh manajemen.Manajemen dapat mengabaikan kebijakan atau prosedur
yang telah ditetapkan untuk tujuan yang tidak sah seperti keuntungan pribadi
manajer,penyajian kondisi keuangan yang berlebihan, atau kepatuhan semu.
5. Biaya lawan manfaat.Biaya yang diperlukan untuk mengoperasikan pengendalian intern
tidak boleh melebihi manfaat yang diharapkan dari pengendalian intern tersebut.

SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS PENGENDALIAN INTERN SUATU


ENTITAS?
Pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap pengendalian intern beserta perannya sbb:
1. Manajemen.Bertanggung jawab untuk mengembangkan dan menyelenggarakan secara
efektif pengendalian intern organisasinya.Direktur utama perusahaan bertanggung jawab
untuk menciptakan atmosfer pengendalian di tingkat puncak, agar kesadaran terhadap
pentingnya pengendalian menjadi tumbuh di seluruh organisasi.
2. Dewan komisaris dan komite audit.Bertanggung jawab untuk menentukan apakah
manajemen memenuhi tanggung jawab mereka dalam mengembangkan dan
menyelenggaran pengendalian intern.
3. Auditor intern.Bertanggung jawab untuk memeriksa dan mengevaluasi memadai atau
tidaknya pengendalian intern entitas dan membuat rekomendasi peningkatannya.
4. Personal lain entitas.Peran dan tanggung jawab semua personal lain yang menyediakan
informasi atau menngunakan informasi yang dihasilkan oleh pengendalian intern harus
ditetapkan dan dikomunikasikan dengan baik.
5. Auditor independen.Sebagai bagian dari prosedur auditnya terhadap laporan keuangan,
auditor dpat menemukan kelemahan pengendalian intern kliennya,sehingga ia dapat
mengkomunikasikan temuan auditnya tersebut kepada manajemen,komite audit,atau
dewan komisaris.
6. Pihak luar lain.Bertanggung jawab atas pengendalian intern entitas adalah badan
pengatur, seperti Bank Indonesia dan Bapepam.

UNSUR PENGENDALIAN INTERN


1. Lingkungan Pengendalian(control Environment)
Lingkungan pengendalian membentuk keadaan pengendalian dalam suatu organisasi dan
mempengaruhi kesadaran personal organisasi tentang pengendalian.Berbagai faktor yang
membentuk lingkungan pengendalian dalam suatu entitas antara lain:
a. Nilai integritas dan etika
b. Komitmen terhadap kompetensi
c. Dewan komisaris dan komite audit
d. Filosofi dan gaya operasi manajemen
e. Struktur organisasi
f. Pembagian wewenang dan pembebanan tanggung jawab
g. Kebijakan dan praktik sumber daya manusia.
Lingkungan pengendalian mencerminkan sikap dan tindakan para pemilik dan manajer entitas
mengenai pentingnya pengendalian intern entitas.

2. Penaksiran resiko
Penaksiran resiko untuk tujuan pelaporan keuangan adalah indentifikasi,analisis,dan
pengelolaan resiko entitasyang berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan.
Penaksiran resiko manajemen harus mencakup pertimbangan khusus terhadap risiko
yang dapat timbul dari perubahan keadaan,seperti:
a. Bidang baru bisnis atau transaksi yang memerlukan prosedur akuntansi yang belum
pernah dikenal.
b. Perubahan standar akuntansi.
c. Hukum dan peraturan baru.
d. Perubahan yang berkaitan dengan revisi sistem dan teknologi baru yang digunakan
untuk pengolahan informasi.
e. Pertumbuhan pesat entitas yang yang menuntut perubahan fungsi pengelolaan dan
pelaporan informasi dan personal yang terlibat di dalam fungsi tersebut.

3. Informasi dan Komunikasi


Sistem akuntansi diciptakan untuk mengidentifikasi ,merakit,
menggolongkan,menganalisis, mencatat,dan melaporkan transaksi suatu entitas,serta
menyelenggarakan pertanggungjawaban kekayaan dan utang entitas tersebut.
Komunikasi mencakup penyampaian informasi kepada semua personel yang terlibat
dalam pelaporan keuangan tentang bagaimana aktivitas mereka berkaitan dengan
pekerjaan orang lain, baik yang berada didalam maupun diluar organisasi. Komunikasi
ini mencakup system pelaporan penyimpangan kepada pihak yang lebih tinggi dalam
entitas. Pedoman kebijakan,pedoman akuntansi dan pelaporan keuanagan,daftar akun,dan
memo juga merupakan bagian dari komponen informasi dan komunikasi dalam
pengendalian intern.

4. Aktivitas Pengendalian
Adalah kebijakan dan prosedur yang dibuat memberikan keyakinan bahwa petunjuk yang
dibuat oleh manajemen dilaksanakan.Kebijakan dan prosedur ini memberikan keyakinan
bahwa tindakan yang diperlukan telah dilaksanakan untuk mengurangi risiko dalam
pencapaian tujuan entitas.Aktivitas pengendalian memiliki berbagai macam tujuan dan
diterapkan dalam berbagai dalam berbagai tingkat dan fungsi organisasi.

5. Pengendalian Pengelolahan Informasi


Banyak perusahaan sekarang menggunakan komputer untuk pengolahan informasi
umumnya dan terutama informasi akuntansinya.Pengendalian pengelolahan informasi
dibagi menjadi dua:pengendalian umum dan pengendalian aplikasi.
Pengendalian umum meliputi : organisasi pusat pengolahan data, prosedur dan standar
untuk perubahan program, pengembangan system dan pengoprasian fasilitas pengolahan
data.
Pengendalian aplikasi dirancang untuk memenuhi persyaratan pengendalian khusus tiap
aplikasi.

6. Pemantauan
Adalah proses penilaian kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang
waktu.Pemantauan dilaksanakan oleh personal yang semestinya melakukan pekerjaan
tersebut,baik pada tahap desain maupun pengoperasian pengendalian.

PEMAHAMAN ATAS PENGENDALIAN INTERN DAN PENGUJIANPENGENDALIAN


a. Mengapa Audtor Perlu Memperoleh Pemahaman tentang Pengendalian Intern Kliennya?
Secara umum,auditor perlu memperoleh pemahaman tentang pengendalian intern
kliennya untuk perencanaan auditnya.Secara khusus, pemahaman auditor tentang
pengendalian intern yang berkaitan dengan suatu asersi adalah untuk digunakan dalam
kegiatan berikut ini:
Kemungkinan dapat atau tidaknya audit dilaksanakan.
Salah saji material yang potensial dapat terjadi.
Risiko deteksi.
Perancangan pengujian substantif.
b. Pemahaman atas Pengendalian Intern
Dalam memperoleh pemahaman atas pengendalian intern,auditor menggunakan 3 macam
prosedur audit berikut:
Mewawancarai karyawan perusahaan yang berkaitan dengan unsur pengendalian.
Melakukan inspeksi terhadap dokumen dan catatan.
Melakukan pengamatan atas kegiatan perusah

c. Pemahaman atas Lingkungan Pengendalian


Informasi tentang lingkungan pengendalian umumnya dikumpulkan oleh auditor dengan
cara:permintaan keterangan dari manajer yang bertanggung jawab atas unsur
pengendalian intern,inspeksi dokumen dan catatan,dan pengamatan atas kegiatan
perusahaan.
d. Pemahaman atas penaksiran Risiko
Auditor harus mengumpulkan informasi tentang bagaimana manajemen mengidentifikasi
risiko yang berkaitan dengan penyajian laporan keuangan secara wajar dan kepedulian
manajemen terhadap risiko tersebut,serta bagaimana manajemen merancang aktivitas
pengendalian untuk mengatasi risiko tersebut.

e. Pemahaman atas Informasi dan Komunikasi


Sistem informasi entitas sangat menentukan risiko salah saji dalam laporan
keuangan.Sistem akuntansi yang didesain dengan baik dan diimplementasikan denagn
baik akan menghasilkan informasi yang andal.

f. Pemahaman atas Aktivitas Pengendalian


Informasi tentang aktivitas pengendalian umumya diperoleh auditor bersamaan dengan
pengumpulan informasi mengenai lingkungan pengendalian dan aktivitas pengendalian.

g. Pemahaman atas Pemantauan


Auditor harus memahami jenis aktivitas yang digunakan oleh klien untuk memantau
efektivitas pengendalian intern untuk menghasilkan laporan keuangan yang andal.

PENGUJIAN PENGENDALIAN
PENGUJIAN ADANYA KEPATUHAN
Untuk menentukan apakah informasi mengenai pengendalian yang dikumpulkan oleh auditor
benar-benar ada,auditor melakukan dua macam pengujian:
a. Pengujian transaksi dengan cara mengikuti pelaksanaan transaksi tertentu
b. Pengujian transaksi tertentu yang telah terjadi dan yang telah dicatat.

PENGUJIAN TINGKAT KEPATUHAN


Dalam pengujian pengendalian terhadap pengendalain intern,auditor tidak hanya berkepentingan
terhadap eksistensi unsur-unsur pengendalian intern,namun auditor juga berkepentingan terhadap
tingkat kepatuhan klien terhadap pengendalian intern.

DOKUMENTASI INFORMASI TENTANG PENGENDALIAN INTERN YANG


BERLAKU
Ada tiga cara yang biasanya digunakan oleh auditor untuk mendokumentasikan informasi
mengenai pengendalian intern yang berlaku dalam perusahaan:
1. Kuesioner pengendalian intern baku
Kuesioner merupakan cara yang banyak dipakai oleh auditor dalam mendokumentasikan
informasi pengendalian intern kliennya.
2. Uraian tertulis
Ini biasanya berisi identitas karyawan yang melaksanakan suatu fungsi dan uraian terinci
cara pelaksanaan fungsinya.Penggunaan uraian tertulis hanya praktis diterpkan pada
audit atas laporan keuangan perusahhan yang kecil saja.
3. Bagan alir system
Cara ini suatu sistem yang digambarkan dengan menggunakan simbol-simbol
tertentu.Simbol-simbol yang dapat digunakan oleh auditor untuk membuat deskripsi
pengendalian intern kliennya.

SUMBER INFORMASI UNTUK MEMPEROLEH GAMBARAN PENGENDALIAN


INTERN YANG BERLAKU
Sumber informasi yang digunakan oleh auditor dalam melakukan audit terhadap pengendalian
intern kliennya adalah:
Bagan organisasi dan deskripsi jabatan
Buku pedoman akun
Buku pedoman sistem akuntansi
Permintaan Keterangan kepada karyawan inti
Permintaan keterangan kepada karyawan pelaksana
Laporan,kertas kerja,dan program audit auditor intern
Pemeriksaan terhadap catatan akuntansi,dokumen,perlatan mekanis,dan media lain yang
digunakan untuk mencatat transaksi
Laporan mengenai rekomendasi perbaikan pengendalian intern dan laporan auditor tahun
sebelumnya yang telah diterbitkan.

HASIL PEMAHAMAN TERHADAP PENGENDALIAN INTERN


Hasil pemahaman auditor atas pengendalian intern dicantumkan dalam suatu kertas kerja,yang
berisi kelemahan dan kekuatan pengendalian intern klien,pengaruh kelemahan dan kekuatan
pengendalian intern tersebut terhadap luas prosedur audit yang akan dilaksanakan dan
rekomendasi yang ditujukan kepada klien untuk memperbaiki bagian-bagian yang lemah dalam
pengendalian intern.

AUDIT INTERN (INTERNAL AUDITING)


Untuk mencapai tujuan tersebut auditor intern melaksanakan kegiatan-kegiatan berikut ini:
a. Pemeriksaan dan penilaian terhadap efektivitas pengendalian intern dan mendorong
penggunaan pengendalian intern yang efektif dengan biaya yang minimum.
b. Menentukan sampai seberapa jauh pelaksanaan kebijakan manajemen puncak di patuhi
c. Menentukan sampai seberapa jauh kekayaan perusahaan dipertanggungjawabkan dan
dilindungi dari segala macam kerugian.
d. Menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian dalam
perusahaan.
e. Memberikan rekomendasi perbaikan kegiatan-kegiatan perusahaan.

Pemerolehan Tentang Fungsi Audit Intern

Pada waktu auditor berusaha memahami pengendalian intern, ia harus berusaha memahami
fungsi audit intern untuk mengidentifikasi aktivitas audit intern yang relevan dengan
perencanaan audit. Auditor biasanya meminta keterangan dari manajemen yang semestinya dan
dari staf auidt intern, mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan fungsi auidit intern berikut
ini :

1. Status audit intern dalam organisasi entitas.


2. Penerapan standar profesional.
3. Perencanaan audit, termasuk sifat, saat, dan lingkup perencanaan audit.
4. Akses ke catatan dan apakah terdapat pembatasan atas lingkup aktivitas mereka.

Penentuan Kompetensi Dan Objektivitas Auditor Intern

Dalam menetapkan kompetensi dan objektivitas auditor intern, auditor independen biasanya
mempertimbangkan informasi yang diperoleh dari pengalaman dalam audit sebelumnya dengan
fungsi audit intern, dari diskusi dengan manajemen, dan dari review mutu yang terkahir
dilaksanakan oleh pihak eksternal, jika hal ini dilaksanakan, atas aktivitas fungsi audit intern.
Auditor dapat pula menggunakan standar profesional auditing intern sebagai kriteria untuk
melakukan penilaian atas kompetensi dan objektivitas auditor intern. Jika auditor independen
menentukan bahwa auditor intern cukup kompeten dan objektif, auditor independen perlu
mempertimbangkan bagaimana pekerjaan auditor intern berdampak terhadap audit atas laporan
keuangan.

Dampak Pekerjaan Auditor Intern Atas Audit Yang Dilaksanakan Oleh Auditor
Independen

Pekerjaan auditor intern dapat berdampak terhadap sifat, saat, dan lingkup audit yang
dilaksanakan oleh auditor independen, yang mencakup :

1. Pemahaman Atas Pengendalian Intern


Auditor independen berusaha memahami desain kebijakan dan prosedur pengendalian
intern untuk merencanakan auditnya dan untuk menentukan apakah kebijakan dan
prosedur tersebut dilaksanakan. Karena tujuan utama fungsi audit intern pada umumnya
adalah me-review, menetapkan, dan memantau kebijakan dan prosedur pengendalian
intern, prosedur yang dilaksanakan oleh auditor intern dalam bidang ini memberikan
informasi yang bermanfaat bagi auditor independen.
2. Penaksiran Risiko
Tingkat laporan keuangan. Pada tingkat laporan keuangan, auditor independen
melakukan penaksiran menyeluruh atas risiko salah saji material yang akan
berdampak pada laporan keuangan. Penaksiran auditor independen atas risiko
pada tingkat laporan keuangan seringkali akan berdampak secara menyeluruh.
Fungsi audit intern dapat mempengaruhi penaksiran menyeluruh risiko dan
keputusan auditor terkait sifat, saat, dan lingkup prosedur audit yang dilakukan.
Tingkat saldo akun atau golongan transaksi. Pada tingkat saldo akun atau
golongan transaksi, auditor independen melakukan prosedur untuk memperoleh
dan mengevaluasi bukti audit tentang asersi manajemen. Auditor independen
menetepkan risiko pengendalian untuk setiap asersi yang signifikan dan
melakukan pengujian pengendalian, yang dapat mempertimbangkan hasil
prosedur yang dirancanakan atau dilaksanakan oleh auditor intern.
3. Prosedur Substantif
Beberapa prosedur yang dilaksanakan oleh auditor intern dapat memberikan bukti
langsung tentang salah saji material dalam asersi mengenai saldo akun atau golongan
transaksi tertentu.

Penggunaan Auditor Intern Dalam Penyelidikan Bantuan Langsung Bagi Auditor Intern

Dalam melaksanakan audit, auditor independen dapat meminta bantuan langsung dari auditor
intern. Bantuan langsung berkaitan dengan pekerjaan yang secara spesifik diminta oleh auditor
independen dari auditor intern untuk menyelesaikan beberapa aspek pekerjaan auditor
independen. Bila bantuan langsung disediakan, auditor independen harus menentuka kompetensi
dan objektivitas auditor intern dan melakukan supervisi, review, evaluasi, serta pengujian
pekerjaan yang dilaksanakan oleh auditor intern yang luasnya disesuaikan dengan keadaan.
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Pengendalian intern merupakan suatu cara atau proses perusahaan dalalm mencapai tujuan untuk
menjaga keamanan harta milik perusahaan,memeriksa data akuntansi agar efektif dan efisien.
tujuan pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai dalam pencapaian tiga
golongan tujuan.(1) keandalan informasi keuangan, (2) kepatuhan terhadap hukum dan peraturan
yang berlaku, (3) efektivitas dan efisiensi operasi. Keterbatasan bawaan setiap penegndalian
internal yaitu: (1) kesalahan dalam pertimbangan, (2) gangguan, (3) kolusi, (4) pengabaian oleh
manajemen, dan (5) biaya lawan manfaat. Terdapat banyak pihak yang terlibat dalam
pengendalian internal suatu entitas yaitu manajemen, dewan komisaris dan komite audit, auditor
intern, personel lain entitas, auditor independen, dan pihak luar lain. Unsur pengendalian internal
terdiri atas lingkungan penegndalian, penaksiran risiko, informasi dan komunikasi, aktivitas
pengendalian, dan pemantauan. Pengujian pengendalian merupakan suatu pengujian yang
dilaksanakan auditor dengan melaksanakan prosedur pemahaman pengendalian inten dengan
cara mengumpulkan informasi tentang desain pengendalian intern dan apakah pengendalian
tersebut dilaksanakan. Dokumentasi informasi tentang pengendalian intern dilakukan dengan tiga
cara yaitu kuesioner pengendalian intern baku, uraian tertulis, dan bagan alir sistem. Sumber
informasi yang digunakan auditor dalam pengendalian intern klien adalah bagan organisasi dan
deskripsi jabatan, buku pedoman akun, buku pedoman sistem akuntansi, permintaan keterangan
kepada karyawan inti, permintaan keterangan kepada karyawan pelaksana, laporan, kertas kerja,
dan program audit auditor intern, pemeriksaan terhadap catatan akuntansi, kunjungan ke kantor
dan pabrik, dan laporan mengenai rekomendasi perbaikan pengendalian dan laporan auditor
tahun sebelumnya. Auditor intern memberikan bantuan besar bagi auditor independen dalam
audit atas laporan keuangan.