Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di kota-kota besar, roti dapat dikatakan hampir dapat menggeser kedudukan nasi
sebagai makanan pokok terutama untuk sarapan pagi.Seiring dengan berjalannya
waktu, roti tidak lagi dikaitkan dengan sarapan pagi, tetapi sudah meluas sebagai menu
makanan alternatif di segala kondisi dan waktu. Roti tidak lagi dinikmati di pagi hari,
tetapi juga di siang hari, malam hari, atau sebagai snack di antara dua waktu makan.

Salah satu bentuk industri pengolahan hasil pertanian adalah roti.Rotimerupakan salah
satu bentuk makanan pokok yang cukup diminati masyarakatIndonesia.Sebagai contoh
roti tawar ataupun sejenis roti basah yang seringdikonsumsi oleh sebagian masyarakat
Indonesia khususnya yang tinggal diwilayah perkotaan.Umumnya mereka memilih roti
karena roti dapatdijadikan makanan alternatif pengganti nasi.Selain itu roti
merupakanmakanan instan yang siap saji (Anonim 2, 2004).

Peran roti kelak tidak lagi sebatas sebagai menu untuk sarapan, tetapi juga untuk menu
makan siang dan makan malam.Oleh karena itu, kandungan gizi roti sangat perlu untuk
diperhatikan agar dapat memberikan sumbangan gizi yang berarti bagi manusia.

1.2 Tujuan Praktikum

Adapun tujuan yang ingin di capai pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui dan mempelajari cara pembuatan roti.

BAB II
1
TINJAUAN PUSTAKA

1.1 Roti

Pengertian roti adalah proses tepung terigu yang difermentasikandengan ragi roti
(Saccharomyces cerevisiae), air dan atau tanpa penambahan makanan lain yang
dipanggang kedalam adonan, Kemudian ditambahkan gula,garam, susu atau susu
bubuk, lemak, pengemulsi dan bahan-bahan pelezatseperti cokelat, keju, kismis dan
lain-lain (Haryono,1992). Manfaat roti diperkaya dengan berbagai macam zat gizi, sebut
sajabeta karoten, thiamin (vit B1), riboflavin (vit B2), niasin, serta sejumlahmineral
berupa zat besi, iodium, kalsium dan sebagainya.Roti juga diperkayadengan asam
amino tertentu untuk meningkatkan mutu protein bagi tubuh.Menurut Dr. Clara, M.
Kusharto MS, dari Departemen Gizi Institut PertanianBogor, kandungan protein yang
terdapat dalam roti mencapai 9,7%, lebihtinggi ketimbang nasi yang hanya 7,8%. Selain
itu tidak seperti nasi yanghanya memiliki kadar pati 4-8%, dalam roti terdapat
13% pati.Empat iris roti, roti tawar akan menghasilkan kalori yang setara
dengansepiring nasi (Jenie, 1993).

Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan roti dapat digolongkanbahan utama dan
bahan pembantu. Bahan utama yang digunakan dalampembuatan roti adalah tepung
terigu, air, ragi roti, dan garam.Bahanpembantu adalah bahan-bahan yang menyertai
bagian utama dalam pembuatanroti untuk mendapatkan aroma, rasa dan tekstur yang
diinginkan. Bahanpembantu ini terdiri dari shortening, bread improver, susu skim, telur,
gula,bahan pengisi serta flavoring. Pemberian anti oksidan (asam askorbat,bromat), dan
anti kapang seperti kalium propionat dan kalsium pospatditambahkan untuk
memperpanjang keawetan roti. Bahan baku jugamempunyai karakteristik fisik, kimia
dan mekanik yang berbeda, demikianjuga perubahan sifatsifat tersebut akibat
pengolahan mungkin berbeda. Olehkarena itu sebelum mengetahui cara pembuatan roti,
terlebih dahulu mengenal 2 jenis bahan yang akan digunakan, fungsinya dalam
pembuatan roti serta sifat-sifat yang dibutuhkan. Hal ini perlu diketahui untuk bisa
memilih bahan secaraekonomis dan mengendalikan mutu produk sesuai dengan
keinginan(Kamarijani, 1983).

2
Jenis roti bakery diantaranya adalah roti cake, pastery, dan cokies.Untuk memproduksi
roti yang baik yaitu memilih dan menangani bahan untukproses produksi berupa jenis
dan jumlah kebutuhan bahan baku dan jumlahbahan pembantu untuk satu periode telah
tersusun. Faktor mutu bahan bakudan bahan pembantu telah terukur, bahan baku dan
bahan pembantudipastikan tersedia untuk memenuhi persyaratan produksi. Memilih
danmenyiapkan peralatan produksi, peralatan produksi roti telah disiapkan,persyaratan
kebersihan dan status peralatan teridentifikasi dan siap, jenis danfungsi alat produksi
telah dikuasai, komponen peralatan yang terkaitdicocokkan dan disesuaikan dengan
kebutuhan proses produksi, parameterproses yang diperlukan memenuhi persyaratan
keselamatan dan produksi,pemeriksaan per-start dilakukan sebagaimana kebutuhan
tempat kerja,peralatan pencampur, pengaduk, pembagi, pemipih, pemanggang dan
alatbantu lain dioperasikan sesuai alat (Mudjajanto, eddy dan noor, 2004). Kualitas roti
secara umum disebabkan karena variasi dalampenggunaan bahan baku dan proses
pembuatannya. Jika bahan baku yangdigunakan mempunyai kualitas yang baik dan
proses pembuatannya benarmaka roti yang dihasilkan akan mempunyai kualitas yang
baik pula. Jenis danmutu produk bakeri sangat bervariasi tergantung jenis bahan-bahan
danformulasi yang digunakan dalam pembuatannya.Variasi produk rotidiperlukan untuk
memenuhi adanya variasi selera dan daya beli konsumen(Moehji, 1971).

Selain kedua kelompok bakery tersebut ada jenis lain yaitu cake, yangmerupakan
produk hasil pemanggangan yang dikembangkan denganpengembang kimia. Sel-sel
udara yang terbentuk dihasilkan dengan carapengocokan (terutama putih telur) yang
menyebabkan udara terperangkapdalam adonan, serta adanya pembentukan gas dari
bahan pengembang danterbentuk uap air pada waktu pemanggangan (Anonim 4, 2004).
Produk lain yang dibuat dari terigu adalah donat. Produk ini berbedadengan produk-
produk bakery lainnya karena pada tahap akhir prosespembuatannya tidak dipanggang,
melainkan digoreng. Donat mengembangkarena ragi roti, juga akibat terbentuknya gas
dari bahan pengembang dan uapair pada waktu penggorengan (Anonim 5, 2009).

3
Berdasarkan formulasi adonan roti dapat dibedakan menjadi tiga jenisyaitu adonan roti
manis, roti tawar dan adonan soft rolls. Adonan roti manisadalah adonan yang dibuat
dari formulasi yang banyak menggunakan gula,lemak dan telur. Adonan roti tawar
adalah adonan roti yang mengunakansedikit tanpa gula, susu skim dan lemak.
Sedangkan adonan soft roll adalahadonan roti yang dibuat dari formula yang
menggunakan gula dan lemakrelatif lebih banyak dari adonan roti tawar (Anonim 6,
2000). Kualitas roti secara umum disebabkan karena variasi dalampenggunaan bahan
baku dan proses pembuatannya. Jika bahan baku yangdigunakan mempunyai kualitas
yang baik dan proses pembuatannya benarmaka roti yang dihasilkan akan mempunyai
kualitas yang baik pula. Jenis danmutu produk bakery sangat bervariasi tergantung jenis
bahan-bahan danformulasi yang digunakan dalam pembuatannya. Variasi produk ini
diperlukanuntuk memenuhi adanya variasi selera dan daya beli konsumen
(Auingerpfund,1999).Setiap bahanjuga mempunyai karakteristik fisik, kimia dan
mekanik yang berbeda, demikian juga perubahan sifat - sifat tersebut akibat pengolahan
mungkin berbeda. Oleh karena itu sebelum mengetahui cara pembuatan roti, terlebih
dahulu mengenal jenis bahan yang akan digunakan, fungsi dalam pembuatan
roti serta sifat - sifat yang dibutuhkan. Hal ini perlu diketahui untuk bisa memilih
bahan secara ekonomis dan mengendalikan mutu produk sesuai dengan keinginan
(Buckle,1985).

2.2 Bahan Baku Pembuatan Roti

Tepung terigu merupakan hasil olahan dari gandum, jenis bahan baku yang paling ideal
untuk pembuatan roti, tepung terigu yang digunakan dalam pembuatan roti adalah
tepung yang mempunyai kualitas baik, karena tepung terigu mampu menyerap air dalam
jumlah besar, dapat mencapai konsistensi adonan yang tepat, memiliki elastisitas yang
baik untuk menghasilkan roti dengan remah halus, tekstur lembut, volume besar serta
mengandung protein paling tinggi yaitu berkisar antara 8%-14%. Didalam tepung terigu
terdapat senyawa yang dinamakan gluten.Hal ini yang membedakan tepung terigu
dengan tepung tepung lainnya (Anomim 1, 2007).
Tepung terigu mengandung dua macam protein yang memegang peranan penting dalam
pembuatan roti, yaitu protein glutenberfungsi menentukan struktur produk roti dan

4
memberikan kekuatan pada adonan untuk menahan gas dari aktivitas ragi, dan glutenin
memberikan elastisitas dan kekuatan untuk perenggangan terhadap gluten. Kandungan
gizi tepung terigu yang baik akan mempunyai komposisi kadar air 13%, kadar protein
12-13%, kadar hidrat arang 72-73%, kadar lemak 1,5%, pada saat bercampur dengan air
yang berfungsi sebagai kerangka roti, membuat adonan tidak mudah pecah pada waktu
diroll dan menahan gas CO2 hasil fermentasi. Gas CO2 yang tertahan dalam kerangka
jaringan gluten dapat lolos kembali apabila kerangka gluten yang terbentuk tidak kuat,
akibatnya roti menjadi kempes kembali setelah dioven (Haryono, 1992).

Kualitas tepung terigu dipengaruhi oleh moisture (kadar air), ash (kadar abu), dan
beberapa parameter fisik lainnya, seperti water absorption, development time, stability,
dan lain-lain. Moisture adalah jumlah kadar air pada tepung terigu yang mempengaruhi
kualitas tepung, bila jumlah moisture melebihi standar maksimum maka
memungkinkanterjadinya penurunan daya simpan tepung terigu karena akan
semakincepat rusak, berjamur dan bau apek. Ash adalah kadar abu yang ada padatepung
terigu yang mempengaruhi proses dan hasil akhir produk antara lain, warna produk
(warna crumb pada roti, warna mie) dan tingkatkestabilan adonan, semakin tinggi kadar
Ash semakin buruk kualitastepung dan sebaliknya semakin rendah kadar Ash semakin
baik kualitastepung, hal ini tidak berhubungan dengan jumlah dan kualitas
protein(Anomim 2, 2007).

Margarin pada umumnya dibuat dari minyak nabati. Margarin merupakan emulsi yang
terdiri atas lemak nabati, air dan garam denganperbandingan (80:18:2). Margarin dapat
dikonsumsi tanpa dimasak.Sifatfisik margarin pada suhu kamar adalah berbentuk padat,
berwarna kuning,dan bersifat plastis.Komposisi gizi margarin adalah sekitar
80 %.Merupakan zat gizi penting untuk menjaga kesehatan manusia.Selain itu,lemak
dan minyak merupakan sumber energi yang lebih efektifdibandingkan dengan
karbohidrat dan protein.Sumbangan energi per gramlemak, protein, dan karbohidrat
masing-masing 9, 4, dan 4 kkal,(Mudjajanto, Eddy dan Noor, 2004). Margarin
merupakan salah satu sumber energi dengan vitamin A,D, E dan K serta memiliki
jumlah kalori yang lebih sedikit dari padamentega biasa.Margarin memberi cita rasa

5
gurih, mengurangi remah roti,mempermudah pemotongan, serta dapat memperlunak
kulit roti, berfungsiuntuk memperpanjang daya simpan, memperkeras tekstur agar
tidakmeleleh pada suhu kamar, dan mempertinggi titik didih untuk memenuhitujuan
pengovenan.Ciri-ciri margarin yang menonjol adalah bersifatplastis, padat pada suhu
ruang, agak keras pada suhu rendah, teksturnyamudah dioleskan, serta segera dapat
mencair di dalam mulut, (Anonym 5,2004).

Air merupakan komponen penting dalam bahan baku pembuatan rotibakery, karena air
dapat mempengaruhi penampilan, tekstur, serta cita rasamakanan, kandungan air dalam
bahan makanan roti ikut menentukanacceptability, kesegaran, dan daya tahan bahan,
kandungan air padaproduk roti di tentukan pada saat penggolahan dimulai
penggadonan, airsangat menentukan pada pengolahan makanan roti, tanpa air
pengolahanmakanan tidak dapat berlangsung, air juga di gunakan sebagai ingredient
makanan olahan (Auinger Pfund, 1999). Air pada proses penggolahan juga dapat
berfungsi sebagaipenghantar panas dan pelarut dan sebagai media reaksi antara
glutendengan karbohidrat, air yang digunakan sebaiknya memiliki pH antara 6-9,makin
tinggi pH maka roti yang dihasilkan tidak mudah hancur karenaabsorbsi air meningkat
dengan meningkatnya pH, selain pH air yangdigunakan harus air yang memenuhi
persyaratan air minum, diantaranyatidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa (Auinger
Pfund, 1999). Jumlah air yang ditambahkan pada umumnya sekitar 26-38%
daricampuran bahan yang akan digunakan, jika lebih dari 38% adonan akanmenjadi
sangat lengket dan jika kurang dari 28% adonan akan menjadirapuh sehingga sulit
dicetak (Astawan, 2006). Air yang berhubungan denagan hasil-hasil industri
pengolahan harusmemenuhi standar mutu yang harus diperlukan untuk air minum
dengannilai pH satu larutan ialah angka antara 0 sampai dengan 14 yangmenunjukan
keasaman (acidity) atau pengaraman (alkality) dalam larutan.Apabila apabila nila pH 7
berarti netral, bila di bawah 7 larutan asam(acid), semakin rendah pH larutan semakin
asam, sebaliknya semakintinggi pH berarti larutan bersifat alkali (garam), semakin
tinggi pHsemakin tinggi pula alkali (Cauvain Stanley, Linda, Dan Young, 2000).Industri
pengolahan pangan perlu mengembangkan syarat-syaratmutu air khusus untuk
mencapai hasil pengolahan yang memuaskan,dalam banyak hal diperlukan air minum,
dimana diperlukan penanganantambahan semua mikroorganisme yang ada, untuk
6
menghilangkan semuabahan-bahan di dalam air yang mungkin dapat
mempengaruhipenampakan, rasa, dan stabilitas hasil akhir, untuk menyesuaikan pH
padatingkat yang diinginkan dan supaya mutu air sepanjang tahun dapatkonsisten
(Buckle, 1985).

Ragi roti adalah bahan penggembang pada adonan yaitu sebagaibahan tambahan pangan
yang digunakan dalam pembuatan roti dan kue,menambah volume pada adonan, dan
pada saat adonan dipanggang dapatlebih menggembang, jika bahan penggembang
dicampurkan kedalam adonan maka akan terbentuk gas karbon dioksida, gas inilah
yangkemudian terperangkap didalam gluten (komponen protein yang ada dalamtepung
terigu) sehingga adonan menjadi menggembang karena gas yangdihasilkan semakin
lama akan semakin banyak (Sultan, 1981).

Telur adalah suatu bahan makanan sumber protein hewani yang bernilai gizi
tinggi.untuk dunia kuliner, telur berfungsi sebagaipengembang adonan, membentuk
warna, perbaikan rasa, menambah nilaigizi, sebagai pelembut atau pengempuk, sebagai
penambah aroma dan zatgizi. Jika telur tidak digunakan dalam adonan maka adonan
harusditambahkan cairan walaupun hasilnya kurang lunak.Roti yang lunakdapat
diperoleh dengan penggunaan kuning telur yang lebih banyak.Kuning telur banyak
mengandung lesitin (emulsifier). Bentuknya padat,tetapi kadar air sekitar 50%.
Sementara putih telur, kadar air 86%. Putihtelur mempunyai sifat creaming yang lebih
baik dibandingkan kuningtelur. Telur adalah suatu bahan makanan sumber zat protein
hewani yangbernilai gizi tinggi.Fungsi telur dalam penyelenggaraan gizi adalahsebagai
pengental, perekat atau pengikat Tarwotjo Soejoeti, 1998). Nilai Gizi yang terkandung
dari kuning telur dan putih telur berbeda,kuning telur memiliki kadar protein 16% dan
kadar lemak 31%,sedangkan putih telur memiliki kadar protein 13 %. Oleh karena itu
bagiantelur yang mempunyai nilai gizi paling tinggi sebagai bahan makananyaitu
kuning telur.Pada bagian kuning telur terdapat asam aminoessensial yang sering disebut
triptofane. Garam yang banyak terdapatdidalam kuning telur adalah garam ferum dan
fosfor, akan tetapi garamtersebut sedikit mengandung kalsium, vitamin yang banyak
terdapat dalamtelur adalah vitamin B, komplek dalam jumlah cukup (Moehji, 1971).

7
Salah satu tolak ukur dalam menentukan mutu telur adalah berdasarkan berat, ukuran
telur ada yang besar, sedang dan kecil, mututelur dapat dinilai dari kondisi dan
kebersihan kulit, besar kantong udara,kekompakan putih telur, letak dan bentuk kuning
telur, telur yang barudikeluarkan oleh induk ayam merupakan telur yang segar, telur
yangmasih baru, kuning telurnya masih rapat, terletak di tengah-tengah putihtelur yang
tebal, dilihat dari segi nutrisi telur baru dan telur lama tidak adaperbedaan, kecuali rasa
dan penampilanya tidak menarik, telur yangberumur lebih dari dua minggu hanya baik
untuk membuat kue (Anonim 6,2009).

Gula adalah karbohidrat murni yang tidak tersusun atas nutrient lainnya seperti, lemak,
protein, vitamin, dan mineral karena gula itukarbohidrat yang murni maka gula disebut
sebagai kalori kosong. Gulapasir merupakan hasil dari batang tebu yang digiling dan
diperas kemudiancairannya yang manis diolah menjadi gula, gula pasir atau sukrosa
adalahdisakarida yang tersusun dari satu gugus glukosa dan satu gugus fruktosa(Tiench
Tirtowinata, 2006). Fungsi gula sebagai makanan ragi, memberi rasa,
mengaturfermentasi, memperpanjang umur roti (shelf life), menambah kandungangizi,
membuat tekstur roti menjadi lebih empuk, memberi dayapembasahan pada roti dan
memberi warna cokelat yang menarik pada kulitkarena proses maillard atau
karamelisasi (Moehji, 1971). Gula ditambahkan pada jenis roti tertentu untuk
melengkapikarbohidrat yang ada untuk fermentasi dan untuk memberikan rasa
yanglebih manis. Tapi gula lebih banyak dipakai untuk pembuatan kue danbiskuit
dimana selain rasa manis gula juga mempengaruhi tekstur. Jumlahgula yang tinngi
membuat remah kue lebih lunak dan lebih basah, danpada biskuit juga melunakkan
(Moehji, 1971). Mutu kualitas dari sisi kebersihan produk yaitu warna kuning
lebihdisukai, karena rasa lebih manis, terlihat lebih asli, tidak banyak terpapar bahan
kimia, lebih hemat, sebagian tidak terlalu membedakan warna, yang menyukai gula
berwarna putih, alasan hanya estetika, terlihat lebih bersih,lebih pantas disajikan.
Ukuran kristal lebih besar, kualitas lebih bagus,penyuka gula putih, kristal lebih halus
(anonim 7, 2009).

Tujuan pemakaian susu dalam pembuatan produk bakery yaitu untukmemperbaiki gizi
karena susu mengandung protein (kasein), gula laktosadan kalsium, memberikan
8
pengaruh terhadap warna kulit (terjadipencoklatan protein dan gula), digunakan untuk
mengoles permukaan roti,memperkuat gluten karena kandungan kalsium, menghasilkan
kulit yangenak dan crispy serta bau aromatic smell (Subarna, 2002). Jenis susu yang
banyak digunakan dalam proses bakery adalah susububuk, full krim dan skrim. Susu
bubuk full krim mengandung lemak yangtinggi sehingga memberikan kelembutan dan
aroma yang menyenangkan.Susu skim banyak mengandung protein kasein yang
cenderungmeningkatkan penyerapan dan daya menahan air, sehingga
mengeraskanadonan dan memperlambat proses fermentasi adonan roti. Keuntungansusu
skim adalah kandungan air dan kandungan lemaknya rendah sehinggadapat disimpan
lebih lama dan tidak cepat tengik. Kada air susu skimadalah 2,5% dan kandungan
lemaknya 1,1% (Wheat associates, 1983).
Susu yang digunakan untuk pembuatan roti pada umumnya dalambentuk bubuk
(powder). Hal ini disebabkan alasan kemudahanpenyimpanan dan mempunyai umur
simpan yang lebih panjang dari padasusu segar. Sebaiknya penyimpanan susu bubuk
senantiasa dijaga agartetap kering, hal ini dilakukan karena susu bubuk bersifat sangat
rentanterhadap kerusakan dari lingkungan terutama air (Subarna, 1992).

9
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Bahan dan Alat

Adapun bahan dan alat yang digunakan adalah sebagai berikut:


1. Tepung terigu protein tinggi : 100 g
2. Gula pasir : 15 g
3. Garam :5g
4. Telur : 1 butir
5. Susu bubuk :5g
6. Ragi : 2,2 g
7. Mentega putih : 16 g
8. Air : secukupnya
9. Air hangat : 15 mL
10. Oven
11. Wadah/baskom
12. Loyang
13. Timbangan

3.2 Prosedur Kerja

Adapun prosedur kerja yang dilakukan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Larutkam ragi dan gula pasir dalam 30 ml air hangat selama 10 menit.
2. Campurkan larutan tersebut dengan mentega putih, susu bubuk, telur, air dan
garam lalu aduk selama 5 menit.
3. Masukan 2/3 bagian tepung kedalam campuran dan uleni. Jika masih lengket,
adonan di taburi tepung sisa, pengulenan dilakukan selama 5 menit.
4. Setelah kalis, masukan adonan kedalam wadah plastik.
5. Tutup adonan dengan kain dan diamkan selama 45-90 menit.
6. Tusuk adonan dengan jari, jika telah siap dibentuk adonan akan terlihat
membekas.
7. Bentuk adonan dengan cara diinjak agar menjadi kempis, lalu dibagi menjadi
dua bagian.
8. Ambil adonan secukupnya hingga terbagi menjadi enam bagian, lalu masukan
adonan kedalam cetakan roti tawar.
9. Tutup adonan dengan kain selama 45 menit.
10. Panggang roti dengan oven bersuhu 190oC. pemanggangan dilakukan hinggs roti
berwarna kecoklatansekitar 35-45 menit.
11. Angkat roti dan dinginkan sebentar, lalu keluarkan dari Loyang.
BAB IV
PEMBAHASAN

10
4.1 Pengamatan

Adapun pengamatan yang dilakukan pada penelitian tentang pembuatan roti adalah
sebagai berikut:

1. Daya pengembang
Dapat dilihat hasil dari pengembangan ragi yang akan dimasukan kedalam oven
adalah sebagai berikut:

Gambar 4.1 hasil pengembangan untuk roti tawar

Pada gambar dapat dilihat terjadi pengembangan terhadap adonan untuk


pembuatan roti tawar.

2. Penampakan
Adapun penampakan hasil akhir dari pembuatan roti tawar dapat dilihat pada
gambar 4.2 sebagai berikut:

Gambar 4.2 hasil oven untuk roti tawar

Dapat dilihat pada gambar roti tawar yang sudah jadi pada gambar 4.2 diatas
menujukan pembuatan roti tawar yang dilakukan pada praktikum kali ini telah
berhasil.

3. Rasa dan tekstur

11
Dari hasil penelitian yang dilakukan untuk rasa dari roti tawar enak dan tekstur
lunak.

4.2 Hasil Pengamatan

Adapun hasil pengamatan pada praktikum ini dapat kita lihat pada tabel 4.1 sebagai
berikut :

Tabel 4.1 hasil pengamatan pembuatan roti


warna rasa aroma tekstur penampilan
5 5 4 4 4

Keterangan :
1. Sangat tidak suka 6. Sangat lunak 11. Sangat keras
2. Tidak suka 7. lunak
3. Agak suka 8. Agak lunak
4. Suka 9. Agak keras
5. Sangat suka 10. Keras

Dapat dilihat pada tabel hasil pengamatan pembuatan roti didapatkan hasil untuk roti
yang dibuat dengan warna mendapatkan poin 5 yang berarti sangat suka terhadap warna
roti tersebut, rasa mendapatkan poin 5 yang berarti sangat suka terhadap rasa roti
tersebut dan untuk aroma, tekstur, dan penampilan mendapatkan poin 4 yang berarti
suka terhadap aroma tekstur dan penampilan dari roti tersebut.

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pembuatan roti
yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan melarutkam ragi dan gula pasir dalam
30 ml air hangat selama 10 menit. Campurkan larutan tersebut dengan mentega putih,
susu bubuk, telur, air dan garam lalu aduk selama 5 menit. Masukan 2/3 bagian tepung
12
kedalam campuran dan uleni. Jika masih lengket, adonan di taburi tepung sisa,
pengulenan dilakukan selama 5 menit. Setelah kalis, masukan adonan kedalam wadah
plastik. Tutup adonan dengan kain dan diamkan selama 45-90 menit. Tusuk adonan
dengan jari, jika telah siap dibentuk adonan akan terlihat membekas. Bentuk adonan
dengan cara diinjak agar menjadi kempis, lalu dibagi menjadi dua bagian. Ambil adonan
secukupnya hingga terbagi menjadi enam bagian, lalu masukan adonan kedalam cetakan
roti tawar. Tutup adonan dengan kain selama 45 menit. Panggang roti dengan oven
bersuhu 190oC. pemanggangan dilakukan hinggs roti berwarna kecoklatansekitar 35-45
menit. Angkat roti dan dinginkan sebentar, lalu keluarkan dari Loyang.

5.2 Saran

Adapun saran yang dapat saya berikan pada penelitian kali ini adalah untuk
membandingkan pengaruh merk tepung terhadap hasil pembuatan roti, sehingga bisa
diketahui tepung dengan merek apa yang bagus untuk pembuatan roti.

Daftar Pustaka

1. https://www.scribd.com/search?page=4&content_type=documents&query=laporan
%20praktikum%20kue%20dan%20rotiHh
2. https://www.scribd.com/doc/306072814/Makalah-Teknologi-Pengolahan-Roti-Dan-
Kue

13