Anda di halaman 1dari 13

A.

Identifikasi Struktur
1. Struktur Folded Plate
a. Pendahuluan

Mlimatt Sports terletak di Swiss memiliki luas 55 m x 20 m

Kota Brugg dan daerah bagian Aargau di Swiss memutuskan untuk


memenuhi kebutuhan mendesak untuk fasilitas olahraga di daerah
dengan membangun pusat olah raga untuk keperluan pendidikan dan
pelatihan. Pada tahun 2005, sebuah kompetisi diadakan untuk
membuat dua hall olahraga untuk lembaga pendidikan lokal.
Mlimatt Sports memiliki dua hall yang didirikan di dalam struktur
folded plate yang terdiri dari elemen beton pracetak. Arsitek
memutuskan untuk memperlakukan atap sebagai elemen pembentuk
fasad juga, sehingga membentuk satu kesatuan dengan struktur
beton pracetak load-bearing. Sehingga bebas dari kolom internal,
pelat dilipat meliputi lebar 55-meter-lebar.
b. Pembahasan
1) Klasifikasi Struktur
a) Bentuk dasar
Mlimatt Sports Centre merupakan foldedplate yang memiliki
bentuk dasar semi-prismatik. Ciri yang dapat dilihat dari
penggunaan bentuk dasar foldedplate semi-prismatik ini
ditunjukan oleh gabungan bentuk dasar foldedplate piramida
yang berupa segitiga dan foldedplate prismatik yang berupa
bidang tegak lurus bidang tumpuan berupa persegi panjang.

Bidang foldedplate pada Mlimatt Sports Centre terlihat menggunakan bentuk dasa
semi-prismatik yang ditunjukan dengan penggunaan bentuk dasar segitiga dan
persegi panjang yang tegak lurus bidang tumpuan
b) Variasi Bentuk
Dapat dilihat dari tampak atas dan potongan bahwa Mlimatt
Sports Centre menggunakan variasi bentuk paralel yang
berarti garis, bidang, permukaan, berdampingan dan memiliki
jarak yang sama terus-menerus di antara mereka.

Pelat-pelat penutup atap pada Mlimatt Sports Centre


berdampingan dan memiliki jarak yang sama terus menerus.

Potongan melintang dan membujur yang menunjukan bahwa


Mlimatt Sports Centre menggunakan variasi bentuk paralel
Perspektif dari Mlimatt Sports Centre yang menunjukan
bahwa penutup atap berdampingan dan memiliki jarak yang
sama terus menerus

c) Klasifikasi jenis
Jika diperhatikan dengan seksama, Mlimatt Sports Centre
dapat digolongkan sebagai rangka kaku foldedplate. Ciri ini
dapat ditunjukan oleh penggunaan segmen-segmen lurus dan
segmen-segmen tekuk pada sebuah foldedplate.

Terdapatnya segmen-segmen pelat lurus sekaligus segmen-segmen tekuk


pada Mlimatt Sports Centre
2) Detail Struktur
a) Komponen penyusun struktur
Beton pratekan pracetak pasca tarik
Komponen utama penyusun struktur foldedplate pada
Mlimatt Sports Centre adalah berupa beton pratekan
pracetak yang memiliki ukuran ketebalan antara 160-
380mm.

Perlu diingat bahwa beton adalah material yang kuat


dalam menerima tekanan namun lemah dalam menerima
tarikan. Ini adalah salah satu alasan untuk melakukan
penguatan dengan inovasi menambahkan tulangan baja
untuk mengisi beton, karena tulangan memiliki sifat yang
mampu menerima tarikan dengan baik, selain itu baja
memiliki koefisien muai termal yang sama dengan beton
yaitu sekitar 1 x 10-5C, jika sifat ini tidak ada maka
campuran gabungan antara beton dan baja akan hancur
ketika ada perubahan temperatur karena kedua material
memiliki perubahan muai panjang(L) yang berbeda.
Dengan adanya beton bertulang, beton mampu menahan
beban tarikan yang bekerja pada kolom, balok, pelat, dsb.

Cara kerja beton bertulang adalah


mengkombinasikan antara beton dan baja tulangan dengan
membiarkan kedua material tersebut bekerja
sendiri-sendiri, dimana beton memikul tekan dan
tulangan baja memikul tarik.

Di sini, tulangan bertindak sebagai 'penguat pasif'.


Tulangan (baja tulangan) disusun di bagian bawah balok,
tidak menerima gaya apapun sampai beton mengalami
defleksi yang cukup untuk retak.

Sedangkan beton pratekan mempunyai cara kerja


dengan mengkombinasikan beton dan tulangan baja
secara aktif. Cara aktif ini dapat dicapai dengan cara
menarik baja yang menahannya ke beton, sehingga beton
dalam keadaan tertekan.

Kelebihan beton pratekan :


1.Tahan terhadap korosi karena tahan retak di daerah
tarik
2.Lebih kedap air
3.Lendutan lebih kecil
4.Penampang lebih kecil dari beton bertulang biasa/
volume lebih kecil
5.Berat baja yang digunakan lebih sedikit
6.Ketahanan geser dan puntir lebih besar
Kekurangan beton pratekan :
1.Berat jenis sedikit lebih besar

Prinsip Dasar Beton Pratekan:


Beton pratekan dapat didefinisikan sebagai beton yang
diberikan tegangan tekan internal sedemikian rupa
sehingga dapat mengurangi tegangan tarik yang terjadi
akibat beban eksternal sampai suatu batas tertentu. Ada
3(tiga) konsep yang dapat dipergunakan untuk
menjelaskan dan menganalisa sifat-sifat dasar dari beton
pratekan atau prategang :

1.Sistem pratekan/prategang untuk mengubah beton


yang getas menjadi bahan yang elastis.
2.Sistem pratekan untuk kombinasi baja mutu tinggi
dan beton mutu tinggi
3.Sistem prategang untuk mencapai keseimbangan
beban

Metode Prategangan
Pada dasarnya ada 2 macam metode pemberian gaya
prategang pada beton, yaitu :

1.Pratarik (Pre-Tension Method) Cara kerja metode ini


baja prategan diberi gaya prategang dahulu sebelum
beton dicor, oleh karena itu disebut pre-tension
method. Setelah gaya prategang ditransfer ke beton,
balok beton tersebut akan melengkung ke atas
sebelum menerima beban kerja. Setelah beban kerja
bekerja, maka balok beton tersebut akan rata

2.Pasca tarik (Post-Tension Method) Pada metode


pascatarik, beton dicor terlebih dahulu, dimana
sebelumnya telah disiapkan saluran kabel atau
tendon yang disebut duct. Karena alasan transportasi
dari pabrik beton ke site, maka biasanya beton
prategang dengan sistem post-tension ini
dilaksanakan segmental (balok dibagi-bagi), kemudian
pemberian gaya prategang dilaksanakan di site,
setelah balok segmental tersebut dirangkai.

Penggunaan beton pratekan umumnya untuk:


-Bentang lebar
-Desain yang unik, desain-desain yang tidak standard
-Mempercepat proses konstruksi
-Mengurangi biaya konstruksi
-Memperpendek tinggi antar lantai
-Performasi struktur yang superior
Pada beton pratekan pracetak yang digunakan pada
Mlimatt Sports Centre memiliki beberapa bagian-
bagian yang memiliki nama tertentu yaitu
- Komponen beton
Komponen beton yang digunakan memiliki
ukuran ketebalan antara 160-380mm. Komponen
beton ini menjadi salah satu komponen utama
pembentuk struktur bangunan agar dapat berdiri
dengan tegak.

Komponen beton memiliki ketebalan 160-380mm

- Komponen duct (lubang tendon baja)


Lubang tendon baja terletak pada bagian dalam
komponen beton. Lubang tendon baja digunakan
untuk meletakan tulangan baja pada komponen
beton, karena sebelumnya beton dicor dahulu
sebelum diberi tulangan baja.

Gambar beton pracetak yang terdapat lubang-lubang tendon(d


meletakan tulangan baja
- Tendon tulangan baja
Komponen tulangan baja dipasang saat
dilapangan. Setelah komponen beton dan
komponen tulangan baja terpasang. Segmen
tersebut akan disusun, setelah tersusun, tulangan
baja akan ditarik menggunakan alat penarik baja

Kabel tendon baja dipasang pada saat dilapangan

- Stell connecting plate(Angkor)


Komponen stell connecting plate(angkor)
terbuat dari besi/baja yang berfungsi untuk
menghubungkan pelat satu dengan pelat yang
lainnya.

Angkor berfungsi untuk menghubungan pelat foldedplate sat


foldedplate yang lain
3) Metode Konstruksi
Karena menggunakan material beton pratekan pracetak, maka
tidak perlu melakukan pembuatan adonan beton, membuat
cetakan/bekisting foldedplate yang rumit, dan tidak perlu
melakukan pengecoran sehingga langkah-langkah serta metode
konstruksi dalam pembangunan bangunan ini dapat dijelaskan
melalui langkah-langkah berikut:
Menyiapkan beton-beton pracetak yang sudah tersedia dan
dikirimkan dari pabrik

Beton pracetak

Memasang baja tulangan dengan ukuran yang sesuai pada


duct(lubang-lubang tendon baja) yang sudah tersedia pada
beton-beton pracetak

Kabel tendon baja dipasang pada saat dilapangan


Mengangkat dan menyusun segmen-segmen beton pracetak
dengan menggunakan crane

Mengangkat beton pracetak menggunakan crane

Menarik baja-baja tulangan yang sudah tersusun pada duct


beton dengan menggunakan alat penarik baja
Memasang angkor(stell connecting plate) pada setiap
persambungan segmen beton pracetak.

Angkor berfungsi untuk menghubungan pelat foldedplate sat


foldedplate yang lain
c. Analisa penyaluran beban
Pada bangunan ini dapat diketahui bahwa menggunakan
foldedplate yang memiliki panjang pelat yang berbeda. Sehingga
ketika folded plate tersusun dari pelat-pelat yang tidak sama
panjang, seluruh lipatan akan mengalami defleksi yang sama,
namun juga akan berotasi untuk mempertahankan sudut antara
pelat yang memiliki panjang yang berbeda.

Perbedaan panjang antara pelat miring dengan panjang a2 dan pelat


mendatar dengan panjang a1

Pada titik-titik persambungan anatara pelat satu dengan pelat lainnya, akan
mengalami rotasi untuk mempertahankan keadaan dan sudut antara pelat
yang memiliki panjang yang berbeda.
Analisa penyaluran beban pada pelat

Detail penyaluran beban pada pelat