Anda di halaman 1dari 6

PERCOBAAN V

PETA KARNAUGH

I. TUJUAN
Mempelajari representasi table kebenaran dalam bentuk peta Karnaugh.
Membangun gerbang logika dari peta Karnaugh dengan metoda jumlah
dari perkalian variable.

II. TEORI
Peta Karnaugh (Peta-K) adalah suatu representasi grafis dari table kebenaran yang
diturunkan dari fungsi-fungsi logika. Pada gambar berikut ditunjukkan bentuk-
bentuk dasar Pera-K untuk logika 2, 3, dan 4 variabel. Pemetaan fungsi logika
untuk n-masukan adalah aray dengan sel 2, masing-masing satu kombinasi atau
minterm untuk kombinasi masukan yang mungkin.
Baris-baris dan kolom-kolom dari sebuah Peta-K ditulis sedemikian hingga
kombinasi masukan untuk setiap sel dapat secara mudah ditentukan dari heading
baris dan kolom untuk sel yang bersangkutan. Angka-angka kecil pada masing-
masing sel bersesuaian dengan kombinasi minterm pada tabel kebenaran.

Beberapa terminology yang sering dijumpai dalam mempelajari Peta-K adalah


sebagai berikut :

1. Literal adalah variable atau komplemen dari variabel (misal: X;Y; X ;)
2. Bentuk normal (normal Term) adalah bentuk representasi logika kali
(product) atau logika jumlah (sum) sedemikian hingga tidak ada variable

yang muncul lebih dari satu kali (misal: W.X. X .Y; W+ W +X+Y)
3. Bentuk minimum (minterm) n-variabel adalah representasi bntuk normal

logika kali dan n-literal (misal: W.X.Y.Z; W . X . Y . Z )
4. Bentuk minimum (minterm) n-variable adalah representasi bentuk normal
logika jumlah dan n-literal (misal:W.X.Y.Z)
5. Bentuk kanonik logika jumlah (canonical sum) dari sebuah fungsi logika
adalah jumlah dari minterm yang bersesuaian dengan literal dari baris-baris
(kombinasi masukan) pada tabel kebenaran untuk fungsi-fungsi logika yang
menghasilkan keluaran logika 1. Bentuk ini dikenal juga sebagai jumlah dari
logika kali (sum of product)
6. Bentuk kanonik logika kali (canonical product) dari sebuah fungsi logika
adalah perkalian dari maxterm yang bersesuaian dengan literal dari baris-baris
(kombinasi masukan) pada tabel kebenaran untuk fungsi-fungsi logika yang
menghasilkan keluaran logika 0. Bentuk ini dikenal juga sebagai perkalian
dari logika jumlah (product of sum)

Literal masukan table kebenaran dituliskan secara alphabet dari kiri ke kanan
(contoh: X,Y,Z) baris dinomorkan dalam bentuk perhitungan biner.
Masing-masing kotak yang dibangun dalam Peta_K (diistilahkan sebagai sel)
berisi informasi kondisi logika dari fungsi tabel kebenaran sesuai dengan
kombinasi atau urutan barisannya, yakni 0 jika fungsi logika adalah 0 atau
sebaliknya 1 jika fungsi logika adalah 1.
Hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah bahwa tulisan yang
dicantumkan ke baris dan kolom Peta_K harus memiliki sifat korelasi antara sel
pemetaan dan baris tabel kebenaran. Sehingga untuk mempresentasikan sebuah
fungsi logika ke Peta_K adalah cukup menyalin kondisi-kondisi logika 1 dan 0
dari tabel kebenaran sesuai dengan sel-sel yang dipetakan.

Meminimumkan Jumlah dari Logika Kali

Setiap kombinasi masukan yang menghasilkan kondisi logika 1 pada tabel


kebenaran adalah bersesuaian dengan satu minterm dari fungsi-fungsi logika
dalam bentuk kanonik logika jumlah dan arena pasangan sel logika 1 yang
berdekatan dalam Peta_K mempunyai minterm yang berbeda hanya satu
variabel, maka pasangan minterm tersebut dapat dikombinasikan menjadi satu
bentuk tunggal logika kali dengan menggunakan bentuk generalisasi teorema
aljabar boolean.
Berikut ini uraian secara matematik untuk beberapa fungsi logika seperti berikut:
F= x,y,z (1,2,5,7) = X.Y.Z+X.Y.Z+X.Y.Z+X.Y.Z
= X.Y.Z+X.Y.Z+(X.Y.Z+X.Y.Z)+X.Y.Z
= X.Y.Z+(X.X).Y.Z+X.Z(Y+Y)
= X.Y.Z+Y.Z+X.Z

Secara umum, penyederhanaan fungsi-fungsi logika dengan mengkombinasikan


pasangan-pasangan sel logika 1 ynag berdekatan (minterm) dimana saja
mungkin dan penulisan bentuk jumlah dari logika kali yang mewakili seluruh sel
1 yang dilingkari untuk menunjukkan minterm yang bersesuaian untuk
dikombinasikan menjadi bentuk tunggal logika kali. Pada gambar juga
ditunjukkan rangkaian AND-OR yang bersangkutan.
Hukum matematika yang tepat untuk menentukan bagaimana sel logika 1 dapat
dikombinasikan membentuk logika kali yang berkaitan adalah sebagai berikut:

sebuah himpunan 2i sel 1 dapat dikombinasikan jika ada 1 variabel dari

fungsi logika yang membangun semua 2i kemungkinan kombinasi dalam

himpunan tersebut, dimana sisa n-1 variabel memiliki kombinasi yang sama
dalam himpunan tersebut. Bentuk kali yang berkesusaian mempunyai n-1 literal,
dimana sebuah variabel adalah komplemen jika variabel tersebut muncul sebagai
0 dalam sebuah sel 1 dan tidak komplemen jika variabel tersebut muncul 1.

Menyederhanakan Perkalian dari Logika Jumlah

Dengan menggunakan prinsip duality, pernyataan perkalian dari logika jumlah


dapat diminimukan dengan memperhitungkan logika 0 pada Peta_K. Masing-
masing logika 0 pada pemetaan bersesuaian dengan maxterm dalam bentuk
kanonik logika kali dari fungsi logika. Fungsi-fungsi logika 0 tersebut dapat
dikombinasikan untuk membentuk logika jumlah sehingga dihasilkan jumlah
literal yang lebih sedikit.

Penyederhanaan perkalian dari logika jumlah dapat dilakukan dengan menerapkan


i
hukum berikut: sebuah himpunan 2 sel 0 dapat dikombinasikan jika ada 1

i
variabel dari fungsi logika yang membangun semua 2 kemungkinan

kombinasi dalam himpunan, sedangkan n-1 variabel yang tersisa membangun


kombinasi yang sama dalam himpunan. Jumlah term yang dihasilkan mempunyai
n-1 literal, dimana literal adalah komplemen jika variabelnya muncul sebagai 1
dalam sebuah sel 0 dan tidak komplemen jika variabelnya muncul sebagai 0.

III. ALAT-ALAT YANG DIBUTUHKAN


1. Catut Daya : +5V
2. Gerbang Logika : 1 buah NAND; 1 buah OR dan 1 buah NOT
3. Dioda pemancar cahaya : 1 buah
4. Kabel penghubung
IV. PERCOBAAN
1. Buatlah Peta-K untuk masing-masing fungsi logika berikut:
(5,7,12,13,14,15)
A. F= x , y , z
(1,3,4,5,9,11,12,13,14,15)
B. F= x , y , z
(2,3,4,5,6,7,11,13,15)
C. F= x , y , z
2. Sederhanakan Peta-K tersebut dengan metoda jumlah dari logika kali
(sum of product) dan perkalian dari logika jumlah (product of sum)
3. Bangun gerbang logika untuk fungsi-fungsi logika diatas dengan
menggunakan hasil dari langkah 2.

V. PERTANYAAN
1. Bandingkan hasil percobaan dengan fungsi-fungsi logika yang diberikan!
2. Berikan kesimpulan dari hasil percobaan diatas!