Anda di halaman 1dari 26

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat dan
karunia-Nya sehingga Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
dapat menyelesaikan Buku Penuntun Penulisan Skripsi.

Buku ini disusun sebagai panduan bagi mahasiswa yang akan


menyelesaikan tugas akhir/skripsi dan sebagai panduan bagi dosen
pembimbing. Buku ini memuat persyaratan penyusunan skripsi dan tata cara
penulisannya. Diharapkan buku ini dapat menjadi acuan bagi mahasiswa dan
dosen pembimbing sehingga ada keseragaman mengenai persyaratan
penyusunan skripsi dan tata cara penulisan antar seluruh dosen pembimbing.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan buku penuntun ini banyak


sekali kekurangaanya, oleh karena itu kritik dan saran akan kami terima demi
sempurnanya penulisan buku ini.

Akhir kata semoga buku penuntun ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Wassalam

Dr. Hasan Rachmat M, DEA., Apt


Dekan

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


1
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR 1
DAFTAR ISI . 2
BAB I : PENDAHULUAN 3
A. Persyaratan penyusunan skripsi 3
B. Tata cara menyusun skripsi 4
C. Sidang proposal 5
D. Seminar hasil skripsi 5
E. Sidang komprehensif 6
BAB II : TATA CARA PENULISAN PROPOSAL SKRIPSI 8
A. Bagian awal 8
B. Bagian utama . 9
C. Bagian akhir 11
BAB III : TATA CARA PENULISAN SKRIPSI . 12
A. Bagian awal 12
B. Bagian utama . 13
C. Bagian akhir 16
BAB IV : TATA CARA PENULISAN 17
A. Bahan dan Ukuran . 17
B. Pengetikan 17
C. Penomoran 20
D. Tabel dan gambar 21
E. Bahasa 22
F. Penulisan Nama . 23
G. Istilah baru dan kutipan . 24
LAMPIRAN 26

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


2
BAB I
PENDAHULUAN

Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta menerapkan 6


SKS untuk mata kuliah skripsi/tugas akhir. Mata kuliah ini merupakan mata
kuliah penentu sebagai salah satu syarat untuk meraih gelar sarjana farmasi.
Ditetapkannya skripsi sebagai mata kuliah tahap akhir dan sekaligus mata
ujian penutup didasarkan pada alasan bahwa mata kuliah dan ujian skripsi
bersifat komprehensif.
Nilai mata kuliah ini didasarkan atas nilai ujian komprehensif, seminar
hasil dan nilai dari pembimbing. Ujian komprehensif diberikan kepada
mahasiswa yang telah lulus ujian seminar hasil. SKS mata kuliah skripsi akan
dirinci menjadi 2 bagian yaitu 4 SKS untuk seminar hasil, dan 2 SKS untuk
ujian komprehensif.

A. Persyaratan Penyusunan Skripsi

Apabila seorang mahasiswa akan menyusun skripsi, maka harus


memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Terdafatar sebagai mahasiswa aktif pada tahun akademik
bersangkutan dan pengambilan mata kuliah skripsi harus dicantumkan
dalam KRS semester tersebut.
b. Telah mengumpulkan sekurang-kurangnya 120 SKS, dengan IPK tidak
kurang dari 2.00.
c. Mempunyai minimum nilai C untuk mata kuliah-mata kuliah penunjang
matei skripsi.
d. Tidak mempunyai nilai D.

B. Tata Cara Menyusun Skripsi

a. Mahasiswa yang telah mempunyai persyaratan di atas, segera


menghubungi pembimbing akademik (PA) untuk berkonsultasi tentang
pelaksnaan tugas akhir.
b. Setelah disetujui PA, mahasiswa segera mencari dan menentukan
menentukan pembimbing untuk mendapatkan judul skripsi sesuai
arahan dosen PA.
c. Meminta formulir surat keterangan siap melaksanakan skripsi ke
sekretariat (formulir TA-1) untuk diisi dan ditandatangani pemohon dan
pembimbing skripsi, dosen pembimbing akademik dan ka prodi.
d. Membuat proposal skripsi dengan tata cara penulisan sesuai petunjuk
yang ada. Proposal yang telah disetujui dan ditandatangani
pembimbing, dijilid sebanyak-banyaknya 3 eksemplar dan diserahkan
ke sekretariat untuk dicatat dan dikeluarkan SK/ST pembimbing skripsi
dari Dekan untuk dosen yang bersangkutan. Sekretariat bersama
koordinator skripsi akan menjadwalkan pelaksanaan seminar proposal.

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


3
Seminar proposal harus dihadiri oleh dosen pembimbing dan dosen
pembahas.
e. Selama penelitian, setiap, setiap 2 minggu harus membuat laporan
kemajuan penelitian yang ditandatangani pembimbing. Setiap
berkonsultasi ke dosen pembimbing harus mengisi log book bimbingan
tugas akhir dan meminta paraf atau tandatangan pembimbing.
f. Setelah selesai melaksanakan penelitian, segera mengisi surat
keterangan selesai penelitian (Formulir TA-2), surat selesai penelitian
dari lahan penelitian dan menyiapkan seminar hasil.
g. Jika telah dinyatakan lulus pada saat seminar hasil, maka dapat
mengikuti ujian komprehensif setelah melakukan perbaikan/revisi
skripsi. Skripsi dijilid hard cover dibuat 2 rangkap dan ditandatangani
Dekan, Ka. Prodi, Pembimbing dan Penguji Seminar Hasil.
h. Penilian hasil skripsi adalah sebagai berikut :
Nilai hasil skripsi: {(nilai rata-rata seminar hasil x 4) + (nilai rata-rata
ujian komprehensif x 2)} dibagi 6.
i. Nilai dapat dihitung dengan formula di atas jika kedua nilai, yaitu nilai
seminar hasil dan ujian komprehensif 56 (lima puluh enam).

C. Sidang proposal

Materi yang diujikan berupa kemampuan materi mahasiswa meliputi


latar belakang penelitian, prosedur kerja dan materi pendukung. Nilai yang
diberikan menjadi masukan bagi mahasiswa dan pembimbing skipsi
tentang gambaran kesiapan mahasiswa sebelum mulai penelitian. Siding
proposal dilaksanakan setiap awal dan akhir semester. Persyaratannya
adalah:
1. Foto kopi Kwitansi Pembayaran ADM Terakhir
2. Transkrip Nilai terbaru dari BAAK
3. 2 Eksemplar naskah proposal penelitian
4. Slide presentasi

D. Seminar Hasil Skripsi

Materi yang diujikan meliputi kemampuan mahasiswa dalam


memaparkan hasil, membahas hasil dan analisa dalam mengambil
kesimpulan. Seminar hasil skripsi dilaksanakan setiap akhir semester.
Kriteria penilaian meliputi:
a. Kemampuan materi 50%
b. Penulisan Naskah 30%
c. Presentasi 20%

Persyaratan:
1. Kuwitasi pembayaran administrasi perkuliahan terakhir.
2. Transkrip Nilai terbaru dari BAAK.
3. Formulir Bebas pemimjaman Alat Laboratorium.
4. Naskah seminar hasil 3 eksemplar.

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


4
E. Sidang Komprehensif

Persyaratan mengikuti ujian skripsi adalah sebagai berikut:

a. Telah dinyatakan lulus ujian seminar hasil dan melakukan


perbaikan/revisi skripsi. Skripsi telah dijilid dan dibuat rangkap 2 dan
ditandatangani Dekan, Ka. Prodi, Pembimbing dan Penguji Seminar
Hasil.
b. Telah lulus semua mata kuliah (tidak diperbolehkan ada nilai D dengan
IPK. Tidak kurang dari 2.00).

Ujian dilaksakan di akhir semester ganjil dan genap. Ujian dilaksanakan


secara lisan di hadapan tim Penguji yaitu terdiri dari Dekan atau salah
satu Ka. Prodi yang telah memenuhi kepangkatan akademik sebagai
ketua, beberapa dosen yang ditunjuk, yang telah memenuhi persyaratan
akademik, atau yang menggantikkan.

Persyaratan administrasi:

1. Foto copy ijazah SLTA/SMF yang telah dilegalisir asli (2 lembar).


2. Foto copy Akte Kelahiran 2 lembar
3. Pas foto berwarna Soft copy dan hard berukuran :
a. 4 x 6 (10 lembar) untuk pembuatan ijasah dan Transkrip Nilai dalam
bentuk hard dan sof copy.
b. 3 x 4 (6 lembar) untuk pembuatan buku wisuda
c. 2 x 3 ( 5 lembar) untuk pendaftaran wisuda.
4. Naskah skripsi (hard cover) sebanyak 1 eksemplar.
5. Jurnal dan lembar pengesahan seminar hasil masing-masing sebanyak
3 eksemplar.
6. Soft copy naskah skripsi dalam CD-RW (dalam 2 File 1 Word, 1 PDF,
CD disampul dan di label.
7. Foto kopi kwitansi pembayaran uang ujian komprehensif, administrasi
perkuliahan terakhir, wisuda, sumbangan perpuskataan, keterangan
lunas.
8. Transkrip Nilai terbaru dari BAAK 2 lembar
9. Keterangan bebas pinjaman buku dari perpustakaan.
10. Ukuran toga (S, M, L, XL)

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


5
BAB II
TATA CARA PENULISAN PROPOSAL SKRIPSI

Proposal skripsi terdiri atas bagian awal, bagian utama dan bagian akhir,
dengan jumlah halaman tidak kurang dari 20 halaman.

A. Bagian Awal

1. Halaman Judul
Halaman judul memuat: judul, maksud proposal skripsi, lambang
UTA45 Jakarta, nama nomor BI dan NIRM, instansi, dan tahun.
a. Judul, dibuat sesingkat mungkin, tetapi jelas menunjukkan dengan
tepat masalah yang diteliti dan tidak membuka peluang penafsiran
yang beraneka ragam.
b. Maksud proposal skripsi adalah: untuk memenuhi tugas akhir pada
Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta.
c. Lambang UTA45 Jakarta dibuat sedemikian rupa sehingga bila
dibuat lingkaran pada segi limanya memiliki garis tengah 5,5 cm.
d. Nama Mahasiswa harus ditulis lengkap, tidak boleh disingkat. Di
bawah nama dicantumkan nomor BI dan NIRM.
e. Instansi dan tahun: Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus
1945 Jakarta, tahun pada saat proposal pembuatan.
Contoh halaman judul ada pada lampiran 1
2. Halaman Persetujuan
Halaman ini berisi persetujuan dari pembimbing utama lengkap dengan
tanda tangan dan tanggal persetujuan.
Contoh halaman persetujuan ada pada lampiran 2

B. Bagian Utama

Bagian utama proposal skripsi memuat: latar belakang, tujuan


penelitian, tinjauan pustaka, landasan teori (jika ada), hipotesis (jika ada),
metode penelitian, dan jadwal penelitian.
1. Latar Belakang
Latar belakang berisi perumusan masalah, keaslian penelitian, dan
faedah atau manfaat yang diharapkan.
a. Perumusan masalah, memuat penjelasan mengenai alasan-alasan
mengapa masalah yang dikemukakan dalam proposal penelitian
tersebut dipandang menarik, penting dan perlu diteliti. Kecuali itu
juga diuraikan kedudukan, masalah yang akan diteliti itu dalam
lingkup yang lebih luas.
b. Keaslian penelitian dikemukakan dengan menunjukkan bahwa
masalah yang dihadapi belum pernah dipecahkan oleh peneliti
terdahulu, atau dinyatakan dengan tegas beda penelitian ini dengan
yang sudah pernah dilaksanakan.

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


6
c. Faedah atau manfaat yang diharapkan adalah faedah bagi ilmu
pengetahuan dan bagi pembangunan Bangsa dan Negara.
2. Tujuan Penelitian
Dalam bagian ini disebutkan secara soesifik tujuan yang ingin dicapai.
3. Rumusan Masalah
Berbekal dengan latar belakang dan kerangka pikir, masalah yang
diteliti dapat dirumuskan. Masalah yang dirumuskan harus jelas dan
fokus pada kata kunci utama yang unik. Dalam merumuskan masalah,
deskripsi lokasi studi terutama keunikannya sudah masuk dalam
pertimbangan. Untuk memperjelas rumusan masalah, dapat juga
dibuat dalam beberapa pertanyaan yang hendak dijawab dalam
penelitian itu.
4. Hipotesis
Hipotesis memuat pernyataan singkat yang disimpulkan dari landasan
teori atau tinjauan pustaka dan merupakan jawaban sementara
terhadap masalah yang dihadapi, dan masih harus dibuktikan
kebenarannya.
5. Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis tentang hasil-hasil
penelitian yang didapat oleh peneliti terdahulu dan yang ada
hubungannya dengan penelitian yang akan dilakukan. Dalam
penyajian ini hendaknya ditujukkan bahwa permasalahan yang akan
dipakai
6. Landasan Teori
Landasan teori dijabarkan dari tinjauan pustaka dan disusun sendiri
sebagai tuntutan untuk memecahkan masalah penelitian dan untuk
merumuskan hipotesis. Landasan teori dapat berbentuk uraian
kualitatif, model matematis, atau persamaan-persamaan yang
langsung berkaitan dengan bidang yang diteliti.
7. Metode Penelitian
Cara penelitian mengandung uraian tentang : bahan atau materi
penelitian, alat, jalannya penelitian, variable dan data yang akan
dikumpulkan, serta analisis hasil.
a. Bahan atau materi penelitian yang dapat berwujud populasi atau
sampel, harus dikemukakan dengan jelas dan disebutkan sifat-sifat
atau spesifikasinya yang harus ditentukan.
b. Alat yang dipakai untuk menjalankan penelitian harus diuraikan
dengan jelas dan kalau perlu disertai dengan gambar dan
keterangan-keterangan.
c. Jalannya penelitian memuat uraian yang cukup terinci tentang cara
melaksanakan penelitian dan mengumpulkan data.
d. Variabel yang akan dipelajari dan data yang akan dikumpulkan
diuraikan dengan jelas, termasuk jenis dan kisarannya.
e. Analisis hasil mencakup uraian tentang model dan cara
menganalisa hasil.
8. Jadwal Penelitian
Dalam jadwal penelitian ditunjukkan:

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


7
a. Tahap-tahap penelitian
b. Rincian kegiatan pada setiap tahap
c. Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap tahap. Jadwal
penelitian dapat disajikan dalam bentuk matriks atau uraian.

C. Bagian akhir

Bagian akhir terdiri dari daftar pustaka dan lampiran (jika ada).
1. Daftar Pustaka
Daftar pustaka hanya memuat pustaka yang diacu dalam proposal
skripsi dan disusun kebawah menurut abjad nama akhir penulis
pertama. Buku dan majalah tidak dibedakan, penyusunannya kekanan,
yaitu:
a. Buku: nama penulis, tahun terbit, judul buku, jilid, terbitan ke,
penerbit, kota penerbit, dan nomor halaman yang diacu.
b. Majalah: nama penulis, tahun terbit, judul tulisan, nama majalah
dengan singkatan resminya, jilid, nomor, terbitan ke, dan nomor
halaman yang diacu.
Contoh penulisan daftar pustaka ada pada lampiran 4.
2. Lampiran
Lampiran dibuat bila memang ada, isinya berupa keternangan atau
informasi yang diperlukan pada pelaksanaan penelitian, misalnya
kuesioner. Sifatnya hanya melengkapi proposal skripsi.

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


8
BAB III
TATA CARA PENULISAN SKRIPSI

Sama halnya dengan proposal penlitian, skripsi terdiri dari tiga bagian
yaitu bagian awal, bagian utama, dan bagian akhir, tetapi isinya lebih luas.

A. Bagian Awal

Bagian awal mencakup halaman sampul depan, halaman judul,


halaman pengesahan, kata pengantar, daftar isi, datar tabel, daftar
gambar, daftar lampiran, dan abstrak.
1. Halaman sampul depan
Halaman sampul depan memuat: judul skripsi, maksud skripsi,
lambang UTA45 Jakarta, nama serta nomoi BI dan NIRM, instansi dan
tahun penyelesaian skripsi.
Contoh halaman sampul depan ada pada lampiran 5
2. Halaman Pengesahan
Halam judul berisi tulisan yang sama persis dengan halaman sampul
depan tetapi dibuat di atas kertas putih.
3. Halaman Pengesahan
Halaman ini memuat tanda tangan tim penguji, para pembimbing dan
tanggal ujian.
4. Kata Pengantar
Berisi uraian singkat tentang maksud skripsi, penjelasan-penjelasan,
dan ucapan terima kasih. Dalam bagian ini tidak terdapat hal-hal yang
bersifat ilmiah.
5. Daftar Isi
Daftar isi dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara
menyeluruh tentang isi skripsi dan sebagai petunjuk bagi pembaca
yang ingin melihat suatu bab atau sub bab. Di dalam daftar isi tertera
urutan judul, sub judul, anak sub judul disertai nomor halamannya.
6. Daftar Tabel
Jika dalam skripsi terdapat banyak tabel, perlu adanya daftar tabel
yang memuat urutan judul tabel beserta dengan nomor halamannya.
7. Daftar Gambar
Daftar gambar berisi urutan judul gambar dan nomor halamannya.
8. Daftar Lampiran
Sama halnya dengan daftar tabel dan dafatar gambar, daftar lampiran
dibuat bila skripsi dilengkapi dengan lampiran yang banyak isinya ialah
urutan judul lampiran dan nomornya.
9. Abstrak
Abstrak menyajikan intisari skripsi. Isinya berupa uraian singkat tetapi
lengkap tentang tujuan penelitian, cara dan hasil penelitian. Tujuan
disarikan dari bab pendahuluan, cara disarikan dari bab cara kerja dan
Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta
9
jalannya penelitian, dan hasil penelitian diambil dari kesimpulan. Oleh
karena itu, umumnya abstrak terdiri dari 3 alinea, ditulis seringkas
mungkin dengan jumlah kata tidak lebih dari 200 kata.

B. Bagian Utama

Bagian utama skripsi mengandung bab-bab Pendahuluan, Tinjauan


Pustaka, Cara Penelitian, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan dan Saran.

1. Bab I Pendahuluan
a. Memuat latar belakang, tujuan, manfaat penelitian, keaslian
penelitian, dan rumusan masalah/ pertanyaan penelitian, Hipotesis.
2. Bab II Tinjauan Pustaka
b. Tinjauan pustaka juga mungkin sama dengan pada proposal skripsi
dan sudah diperluas dengan keterangan-keterangan tambahan
yang dikumpulkan selama pelaksanaan.
c. Landasan teori juga tidak berbeda dengan yang disajikan pada
proposal skripsi, dan mungkin sudah diperluas dan disempurnakan.
3. Bab III Metode Penelitian
Pada cara penelitian terdapat uraian terinci tentang: bahan atau materi
penelitian, alat, jalannya penelitian, analisis hasil, kesulitan-kesulitan
dan cara pemecahannya.
a. Waktu dan Tempat Penelitian
b. Rancangan penelitian merupakan jembatan penghubung antara
hipotesis dengan cara penelitian dan mengandung uraian singkat
tetang langkah-langkah yang akan diambil untuk pembuktian
kebenaran hipotesis. Rancangan penelitian, variabel yang akan
dipelajari dan diperkirakan kisaran nilainya diuraikan dengan jelas.
Catatan: untuk bidang penelitian tertentu mungkin salah satu di
antara landasan teori, hipotesis, atau rencana penelitian tidak ada.
c. Bahan atau materi penelitian harus dinyatakan spesifikasinya
selengkap-lengkapnya. Untuk penelitian di laboratorium haruslah
disebutkan asal, cara penyiapan, sifat fisis, dan susunan kimia
bahan yang dipakai. Hal ini perlu dikemukakan agar peneliti lain
yang ingin menguji ulang penelitian itu tidak sampai salah langkah.
d. Alat yang dipergunakan untuk melaksanakan penelitian diuraikan
dengan jelas dan sedapat-dapatnya dilengkapi dengan gambar.
e. Jalannya penelitian berupa uraian yang lengkap dan terinci tentang
langkah-langkah yang telah diambil pada pelaksanaan penelitian,
termasuk cara mengumpulkan data dan pengolahan
data/statistiknya.
f. Kesulitan-kesulitan yang timbul selama penelitian dan cara
pemecahannya sangat perlu ditampilkan, agar para peneliti yang
sejenis terhindar dari hal-hal yang tidak menyenangkan.
4. Bab IV Hasil dan Pembahasan
Bab ini memuat hasil penelitian dan pembahasan yang sifatnya
terpadu dan tidak dipecah menjadi sub judul tersebut.

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


10
a. Hasil penelitian sedapat-dapatnya disajikan dalam bentuk tabel,
grafik, foto, atau batuk lain, dan ditempatkan sedekat-dekatnya
dengan pembahasan, agar pembaca lebih mudah mengikuti uraian.
Pada alinea pertama bab ini sebaiknya dikemukakan bahwa hasil
penelitian dapat dijumpai pada daftar tabel dan gambar yang
nomornya disebut.
b. Pembahasan tentang hasil yang diperoleh berupa penjelasan
teoritik baik secara kualitatif, kuantitatif, atau secara statistic.
Kecuali itu, sebaiknya hasil penelitian juga dibandingkan dengan
hasil penelitian terdahulu yang sejenis.

5. Bab V Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan dan saran harus dinyatakan secara terpisan.
a. Kesimpulan merupakan pernyataan singkat dan tepat yang
dijabarkan dari hasil penelitian dan pembahasan untuk
membuktikan kebenarannya hipotesis.
b. Saran dibuat berdasarkan pengalaman dan pertimbangan penulis,
ditujukan kepada peneliti dalam bidang sejenis yang ingin
melanjutkan atau mengembangkan penelitian yang sudah
diselesaikan. Saran tidak merupakan suatu keharusan.

C. Bagian Akhir

Bagian akhir terdiri daftar pustaka dan lampiran


a. Daftar Pustaka
Daftar pustaka disusun seperti pada proposal skripsi.
b. Lampiran
Lampiran dipergunakan untuk menempatkan data atau keterangan lain
yang berfungsi untuk melengkapi uraian yang telah disajikan dalam
bagian utama skripsi.

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


11
BAB IV
TATA CARA PENULISAN

Tata cara penulisan meliputi: bahan dan ukuran, pengetikan,


penomoran, tabel dan gambar, bahasa dan penulisan sama.

A. Bahan dan Ukuran

Bahan dan ukuran mencakup: naskah, sampul, warna sampul, tulisan


pada sampul, dan ukuran kertas.
1. Naskah
Naskah dibuat di atas HVS 80 Gram/m2 warna putih tidak bolak-balik.
2. Sampul
Sampul dibuat dari kertas Buffalo atau sejenis, diperkuat dengan
karton dan dilapisi plastik (hard cover). Tulisan yang tercetak pada
sampul sama dengan yang tercetak pada halaman judul (contoh pada
lampiran 5).
3. Warna Sampul
Warna sampul sama dengan warna Bendera Fakultas Farmasi UTA45
Jakarta (contoh dapat dilihat di bagian administrasi akademik
Fakultas).
4. Ukuran
Ukuran kertas yang dipakai 21,5 X 29 cm (ukuran A4)

B. Pengetikan

Pada pengetikan disajikan : jenis huruf, bilangan dan satuan, jarak baris
(spasi), batas tepi (margin), alinea baru, permulaan kalimat, judul, sub
judul, perincian ke bawah, dan letak simetris.

1. Jenis huruf
a. Naskah diketik dengan huruf Times New Roman 12 atau Arial 11.
b. Huruf miring digunakan untuk istilah asing atau nama latin
tanaman/hewan.
c. Lambang, huruf Yunani atau tanda-tanda lain gunakan sesuai
kebutuhan.
2. Bagian dan satuan
a. Bilangan diketik dengan koma, kecuali bila dipakai pada permulaan
kalimat tulis dengan huruf.
b. Bilangan desimal ditandai dengan koma, bukan dengan titik.
Misalnya berat telur 50,5 g.
c. Satuan dinyatakan dengan singkatan resminya, tanpa titik
dibelakangnya. Misalnya m (meter), g (gram), kg (kilo gram), cal
(kalori, dll.

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


12
3. Jarak baris (spasi)
Jarak baris antara 2 baris dibuat 2 spasi, kecuali dalam abstrak,
kutipan langsung, judul tabel atau gambar yang lebih dari 1 baris, dan
daftar pustaka diketik 1 spasi.
4. Batas tepi (margin)
a. Tepi Atas : 4 cm
b. Tepi Bawah : 3 cm
c. Tepi Kiri : 4 cm
d. Tepi Kanan : 3 cm
5. Alinea baru
Alinea baru (idensi) dimulai pada ketikan ke 6 dari batas kiri, atau satu
sub tab.

6. Pemulaan kalimat
Bilangan, lambang, atau rumus kimia yang dipakai pada awal kalimat
harus dieja.
Contoh:
- Natrium korida
- sepuluh ekor tikus dsb
7. Judul, sub judul, anak sub judul dan lain-lain
a. Judul bab ditulis hurup capital semua dan diatur simetris tengah-
tengah, dengan jaran 4 cm dari tepi atas tanpa diakhiri dengan titik.
Diberi anga romawi besar, dan dicetak tebal (bold)
b. Sub judul ditulis simetris di tengah-tengah, semua kata dimulai
dengan huruf capital kecuali kata penghubung dan kata depan. Di
depannya diberi nomor dengan huruf besar (A, B, C, dst), serta
dicetak tebal.
c. Anak sub judul diketik dari tepi sebelah kiri, hanya huruf awal yang
diketik capital. Depannya diberi nomor angka arab. Tidak dicetak
tebal.
d. Sub anak judul diketik menjorok ke tengah naskah dimulai pada
ketikan huruf ke-6 (sama dengan indensi alinea/1 tab). Kalimat
pertama langsung diketik di belakang sub anak sub judul.
Contoh dapat dilihat pada lampiran 7
8. Rincian ke bawah
Rincian kebawah pada penulisan jika diperlukan harus disusun
memakai nomor urut. Tidak dibenarkan menggunakan tanda
penghubung (-) di depannya.

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


13
9. Letak simetris
Judul, sub judul, tabel, gambar, dan persamaan diketik simetris di
tengah-tengah naskah.

C. Penomoran

Penomoran terbagai menjadi: penomoran halaman, tabel gambar dan


persamaan.
1. Halaman
a. Bagian awal naskah skripsi, mulai dari halaman judul samai ke
abstrak diberi nomor halaman dengan angka romawi kecil (I, ii, iii,
).
b. Bagian utama mulai BAB I sampai akhir (lampiran diberi nomor
halaman dengan angka arab (1, 2, 3, ).
c. Nomor halaman ditempatkan di bagian bawah tengah-tengah,
dengan jarak 2,8 cm dari tepi bawah. Jenis dan ukurannya sama
dengan huruf naskah.
2. Tabel
Tabel diberi nomor dengan angka romawi besar (I, II, III, ).
3. Gambar
Gambar diberi nomor urut dengan angka arab (1, 2, 3, ).
4. Persamaan
Nomor urut persamaan baik yang berbentuk rumus matematis maupun
reaksi kimia, dan sebagainya dinomori dengan angka arab.
Missal:
CaSO4 + K2CO3 CaCo3 + K2CO4 (1)

D. Tabel dan Gambar

1. Tabel
a. Nomor tabel yang diikuti dengan judul di tempatkan simetris di atas
tabel, tanpa diakhiri dengan titik.
b. Tabel tidak boleh digenggal, kecuali kalau memang panjang (tidak
muat dalam 1 halaman. Pada halaman lanjutan dicantumkan nomor
tabel dan kata lanjutan, tanpa judul.
c. Kolom-kolom diberi nama dijaga agar pemisahan antara yang satu
dengan lainnya cukup jelas.
d. Kalau tabel lebih lebar dari ukuran kertas, sehingga dibuat
memanjang, maka bagian atas tabel harus terletak di seblah kiri
naskah.
e. Di atas dan di bawah tabel dipasang garis batas agar terpisah dari
uraian pokok dalam tulisan.
f. Tabel harus diketik simetris.
g. Tabel yang lebih dari 2 halaman atau harus ditempatkan pada
lampiran.

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


14
2. Gambar
a. Bagan, grafik, peta, foto dan sebagainya termasuk ke dalam
gambar (tidak dibedakan).
b. Nomor gambar yang diikuti dengan judulnya diletakkan simetris
dibawah gambar tanpa diakhiri dengan titik.
c. Gambar tidak boleh dipenggal.
d. Keterangan gambar dituliskan pada tempat-tempat lowong di dalam
gambar. Jangan ditempatkan pada halaman lain.
e. Bila gambar dilukis melebar sepanajang tinggi kertas, maka bagian
atas gambar harus diletakkan pada bagian kiri naskah.
f. Ukuran gambar (tinggi dan lebarnya) harus dibuat sewajar-
wajarnya, jangan terlalu kurus atau terlalu gemuk.
g. Skala pada grafik harus dibuat agar mudah dipakai untuk
mengadakan intrapolasi atau ekstrapolasi.
h. Letak gambar harus diusahakan simetris.

E. Bahasa

1. Bahasa yang dipakai


Bahasa yang adalah bahasa Indonesia baku (ada subjek, predikat,
objek dan ditambah dengan keterangan).
2. Bentuk kalimat
Kalimat harus efektif dan efisien. Tidak memakai basa-basi, seperti
dalam tulisan sastra atau ilmiah popular. Kalimat tidak boleh
menampilkan orang pertama dan orang kedua (saya, aku, kami,
engkau, kamu, kalian, dan sebagainya), tetapi harus dibuat dalam
bentuk pasif. Pada penyajian ucapan terima kasih pada kata
pengantar, kata saya diganti dengan penulis.
3. Istilah
a. Istilah yang dipakai ialah Indonesia atau yang sudah di-indonesia-
kan.
b. Jika terpaksa harus memakai istilah asing, ketik dengan huruf
miring, atau garis bawahi istilah tersebut.
4. Kesalahan yang sering terjadi
a. Kata penghubung, seperti sehingga, dan sedangkan, tidak boleh
dipakai untuk memulai kalimat.
b. Kata depan misalnya pada, sering dipakai tidak pada tempatnya,
tidak boleh dipakai di depan subjek (merusak kalimat).
c. Kata dimana dan dari kerap kali kurang tepat pemakaiannya, hanya
menerjemahkan dari Where atau of dalam bahasa Inggris. Dalam
bahasa Indonesia bentuk kalimat demikian tidak baku dan jangan
dipakai.
d. Kata depan did an ke sering keliru dengan awalan ke- dan di- harus
diketik serangkai dengan katanya.
e. Penggunaan tanda baca sering tidak tepat terutama untuk koma.

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


15
F. Penulisan Nama

Penulisan nama mencakup nama penulis yang diacu dalam uraian, daftar
pustaka, nama yang lebih dari satu kata, nama dengan garis penghubung,
nama yang diikuti dengan singkatan, dan derajat kesarjanaan.
1. Nama penulis yang diacu (disitasi) dalam uraian
Penulis yang dituliskan diacu dalam naskah hanya disebutkan nama
akhirnya saja, kalau dua orang disebutkan nama akhir kedua penulis,
dan kalau lebih dari 2 orang, hanya nama akhir penulis pertama yang
dicantumkan diikuti dengan dkk atau et al (diketik miring karena
berasal dari istilah asing).

Contoh:
a. Menurut calvin (1988)
b. Pirolisis ampas tebu (Othmer dan Fenstorm, 1978) menghasilkan

c. Bensin dapat dibuat dari methanol (Meisel dkk, 1976) di sini
yang menulis lebih dari 2 orang.

2. Nama penulis dalam daftar pustaka


Dalam daftar pustaka semua penulis harus dicantumkan namanya, dan
tidak boleh hanya penulis pertama yang diikuti oleh dkk atau et al.
3. Nama penulis lebih dari satu kata
Jika nama penulis lebih dari satu kata cara penulisannya ialah dengan
nama akhir diikuti singkatan nama depan, tengah dan seterusnya,
yang semuanya diberi titik.
Contoh:
a. Sultan Takdir Alisyahban, ditulis Alisyahban S.T.
b. Donald Fixgerald Othmer ditulis Othmer, D.F.
4. Nama dengan garis penghubung
Kalau nama penulis dalam sumber aslinya ditulis dengan garis
penghubung di antara dua katanya, maka keduanya dianggap sebagai
satu kesatuan.
Contoh:
Sulastin-Sutrisno tetap ditulis Sulastin-Sutrisno.
5. Nama yang diikuti dengan singkatan.
Nama yang diikuti dengan singkatan dianggap bahwa singkatan
tersebut menjadi satu kata dengan kata yang ada di depannya.
Contoh:
Williams D. Ross Jr. Ditulis Ross Jr.,W.D.
6. Derajat kesarjanan
Derajat kesarjanaan tidak boleh dicantumkan.

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


16
G. Istilah Baru dan Kutipan

1. Istilah baru
Istilah-istilah baru yang dibakukan dalam bahasa Indonesia dapat
digunakan asal konsisten. Pada penggunaan yang pertama kali perlu
diberikan padanannya dalam tanda kurung. Kalau banyak sekali
menggunakan istilah baru sebaiknya dibuat daftar istilah di belakang.
2. Kutipan
Kutipan ditulis dalam bahasa aslinya, kalaui lebih dari 2 baris ketik
dengan satu spasi, diketik menjorok ke dalam (idensi). Tidak
diterjemahkan, namun boleh dibahas dengan kata-kata penulis sendiri.

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


17
LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 1: Contoh halaman judul Proposal

Proposal Skripsi

PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN PENGHANCUR TERHADAP


DISOLUSI TABELT PARACETAMOL

Untuk Memenuhi Tugas Akhir


Pada Fakultas Farmasi
Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

5,5 CM

5,5 CM

Disusun oleh:

ANDIKA SURYA PUTRA


1043050001/311107430550001

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA
2016

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


18
Lampiran 2: contoh Halaman Pengesahan

Proposal Skripsi

PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN PENGHANCUR TERHADAP


DISOLUSI TABELT PARACETAMOL

Disusun oleh:

ANDIKA SURYA PUTRA


1043050001/311107430550001

Telah disetujui,

Pembimbing utama:

(________________________) tanggal:

Pembimbing Pendamping:

(________________________) tanggal:

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


19
Lampiran 3: Contoh cara penunjukan sumber pustaka

Penunjukan sumber pustaka dalam uraian dapat dituliskan sebagai berikut:


1. Nama penulis pada bagian permulaan kalimat:
Jarret (1995) menyebutkan ... Dst.
2. Nama penulis pada bagian tengah kalimat:
Leucoplast yang mPngandung butir amilum diketemukan oleh Diers
(1963) di dalam buluh serbut ... Dst.
3. Nama penulis pada bagian akhir kalimat:
......... tergantung pada gula dalam medium (Suprapto, 1979).
4. Penulis 2 orang : kedua-duanya disebutkan:
Philips dan Andrew (1996) ..........
5. Penulis lebih dan i 2 orang : Hanya disebutkan penulis pertama diikuti oleh
dkk atau et al :
............ mengandung sejumlah amiliolast (Roesseno dkk., 1964) atau
(Roesseno et. aL,1964)
6. Yang diacu lebih dad 1 sumber:
a. Kalau nama penulis masuk dalam uraian, semua sumber disebutkan :
Menurut Shuka dan Misra (1979), Davis dan Heywood (1983),
Heywood (1986) studi mengenai kekerbatan merupakan bagian dari
studi sistematik.
b. Jika penulis tidak masuk dalam uraian :
..... reaksi oksidasi senyawa polifenol menjadi quinon berwarna coklat
Wereig dan Philips, 1974; Bidwell, 1976; Soeseno, 1979).

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


20
Lampiran 4: Contoh daftar pustaka

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1995, Farmakope Indonesia, Edisi IV, Departemen Kesehatan


Republik Indonesia, Jakarta, 1-10, 18.
Ansel H.C., 1989, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, diterjemahkan oleh
F. Ibrahim, edisi ke empat, UI Press, Jakarta, 224-301.
Augburger, L.L., 1994b, The Characterization and Finction of The Newer
"Superdisintegrants" and Their Role in Direct Compression, in
Seminar on Direct Compression Technology, Jakarta, 65-84.
Bos, C.E.; Boihuis, G.K.; and Lerk, C.F., 1990, Evaluation of Modified Rice
Strach, a new excipient for direct compression, in Tropical Tabelts,
The Development of Tabelt Formulations for Use in Tropical
Countries, AVEBE, Veendam, The Netherlands.
Dahlia, I., 1992, Pengaruh Perlakuan Pendahuluan dan Waktu Liquifikasi
Secara Enzimatis Pati Biji Nangka Terhadap Gula Reduksi dan
Fluiditas, Skripsi, Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Yogyakarta.
Daud, A., 1987, Karbohidrat Dad Umbi-umbian dan Biji-bijian Sebagai
Sumber Nutrisi, Laporan Penelitian, Fakultas Teknologi Pertanian
UGM, Yogyakarta.
Fudholi, A., 1987, Laktosa Monohidrat dalam Sistem Granulasi Basah,
Simposium Laktosa, Jakarta, 1-20.
Lachman, L., H.A. Lieberman, and J.L. Kaning, 1994, Teori dan Praktek
Farmasi
Industri, Penerjemah Siti Suyatmi, UI Press, Jakarta, 643-737.

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


21
Lampiran 5: Contoh halaman sampul

PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN PENGHANCUR TERHADAP


DISOLUSI TABELT PARACETAMOL

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Gelar Sarjana Strata Satu (S1)


Pada Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

5,5 CM

5,5 CM

Disusun oleh:

ANDIKA SURYA PUTRA


1043050001/311107430550001

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA
2016

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


22
Lampiran 6: contoh halaman pengesahan

LEMBAR PENGESAHAN

PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN PENGHANCUR TERHADAP


DISOLUSI TABELT PARACETAMOL

Disusun oleh:

ANDIKA SURYA PUTRA


1043050001/311107430550001

Telah dipertahankan di hadapan tim penguji


Pada tanggal 25 April 2016

Pembimbing: Penguji

(_______________) (_______________)
Utama Ketua

(_______________) (_______________)
Pendamping Sekretaris

(_______________)
Anggota

(_______________)
Anggota

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


23
Lampiran 7. Contoh isi proposal/ hasil penelitian/ skripso/tugas akhir

BAB I
JUDUL
A. Sub Judul
1. Anak sub judul
Mulai dengan kalimat pertama, dan seterusnya.....
a. Sub anak sub judul
Mulai dengan kalimat pertama, dan seterusnya.....
1) Anak sub anak sub judul, Iangsung kalimat baru dan
seterusnya.
a). Susunan ke bawah berikutnya
b). Susunan ke bawah berikutnya
2). Anak sub anak sub judul berikutnya
b. Sub anak sub judul berikutnya
Mulai dengan kalimat pertama, dan seterusnya.....
2. Anak sub judul seterusnya
Mulai dengan kalimat pertama, dan seterusnya.....
a. Sub anak sub judul
1) Anak sub anak sub judul, Iangsung kalimat baru dan
seterusnya.
a). Susunan ke bawah berikutnya
b). Susunan ke bawah berikutnya
2). Anak sub anak sub judul berikutnya h. Sub anak sub judul
berikutnya
Mulai dengan kalimat pertama, dan seterusnya.....

Catatan:
Sebaiknya pengetikan pertama dan pembuatan sub-sub judul tidak
dibuat menjorok ke tengah teks (indensi), untuk menghindari
pengosongan daerah teks.

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


24
LOG BOOK BIMBINGAN TUGAS AKHIR/ SKRIPSI

NO HARI/TGL URAIAN KEGIATAN PARAF

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


25
LOG BOOK BIMBINGAN TUGAS AKHIR/ SKRIPSI

NO HARI/TGL URAIAN KEGIATAN PARAF

Buku Panduan Penyusuna Skripsi Fakultas Farmasi UTA45 Jakarta


26