Anda di halaman 1dari 10

RESPIRASI (TINGKAT KONSUMSI OKSIGEN)

Respiration (Measured Consumption Oxygen)

M Fathul Qorib B A (C14150034)*

Manajemen Sumberdaya Perairan


Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Institut Pertanian Bogor
2017

Abstrak
Ikan merupakan bahan pangan sebagai sumber yang memiliki protein tinggi dibandingkan
dengan beberapa produk pertanian lainnya. Lingkungan adalah menjadi kunci kelangsungan hidup
ikan. Salah satu parameter lingkungan yang penting yaitu oksigen terlarut. Kadar oksigen terlarut pada
perairan erat kaitannya dengan tingkat konsumsi oksigen. Tingkat konsumsi oksigen bergantung pada
beberapa faktor salah satunya yaitu ukurannya.. Oksigen yang diperlukan tubuh diserap kedalam tubuh
melalui proses pernafasan atau respirasi. Proses pernafasan atau respirasi pada dasarnya merupakan
proses pertukaran oksigen dengan karbondioksida secara difusi. Proses pertukaran oksigen dengan
karbondioksida secara difusi terjadi karena adanya perbedaan tekanan konsentrasi gas oksigen di
lingkungan yang tinggi dengan tekanan konsentrasi oksigen di dalam tubuh yang rendah sehingga
terjadi aliran oksigen dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Oksigen merupakan faktor pembetasan
bagi metabolisme ikan dan mempengaruhi proses pertumbuhan. Oksigen merupakan salah satu
komponen yang sangat dibutuhkan oleh ikan. Kebutuhan oksigen organisme akuatik dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya dipengaruhi oleh jenis spesies, ukuran dan variabel lingkungan. Kekurangan
oksigen terlarut pada perairan dapat mengakibatkan stress hingga kematian. Percobaan kali ini
menunjukan bahwa perbedaan salinitas tidak memberikan efek signifikan terhadap jumlah konsumsi
oksigen oleh ikan lele.
Kata kunci : ikan, respirasi, oksigen

Abstract
Fish is a food source that has a high protein compared to some other agricultural products.
Environment is the key to the survival of fish. One of the important environmental parameters are
dissolved oxygen. Levels of dissolved oxygen in the water is closely related to the rate of oxygen
consumption. Oxygen consumption rate depends on several factors, one of which is size. Oxygen is
necessary for the body absorbed into the body through the process of respiration. The process of
respiration is basically a process of exchange of oxygen with carbon dioxide diffusion. The process of
exchange of oxygen with carbon dioxide diffusion occurs due to the difference in pressure oxygen gas
concentration in the environment of high pressure oxygen concentration in the lower body, causing the
oxygen flow from high pressure to low pressure. Oxygen is a capping factor for fish metabolism and
affect the growth process. Oxygen is one of the components that are needed by fish. Oxygen needs of
aquatic organisms in meeting their needs is affected by species, size and environment variables. Lack
of oxygen dissolved in the water can result in stress and death. This experiment shows that the
difference in salinity did not give a significant effect on the amount of oxygen consumption by catfish.
Keywords : fish, respiration, oxygen.

PENDAHULUAN pernapasan adalah sistem organ yang


Setiap makhluk hidup pada berfungsi untuk melakukan pertukan
umumnya memiliki sistem pernapasan gas CO2 dari dalam tubuh dengan gas
untuk dapat bertahan hidup. Sistem O2 dari lingkungan. Pada hewan darat

Kelompok VII (Rica Sumaryani)


kebanyakan memiliki sistem produk produk dengan kandungan gizi
pernapasan yang dapat mengikat O2 yang baik mulai digemari masyarakat.
secara langsung dari udara. Berbeda Ikan sebagai salah satu produk pangan
dengan hewan darat, ikan memiliki dengan kandungan gizi yang baik
sistem pernapasan yang dapat mengalami peningkatan permintaan.
mengikat oksigen terlarut di dalam air. Untuk memenuhi permintaan yang
Organ yang berperan dalam proses terus meningkat dibutuhkan teknik
pengikatan okssigen bebas di dalam air budi daya yang tepat agar dapat
ialah insang. Insang terletak pada meningkatkan produktivitas. Salah
bagian belakang kepala ikan dan pada satu komoditas unggulan dari kegiatan
umumnya ditutupi dengan operkulum. budi daya air tawar di Indonesia ialah
Penyusun insang terdiri dari lembar- ikan lele. Ikan lele (Clarias sp.)
lembar insang dan lengkung. Warna merupakan ikan yang memiliki
merah pada lembaran insang terjadi pertumbuhan cepat dan memiliki daya
akibat banyaknya pembuluh darah tahan tubuh yang baik. Ikan lele
didalamnya. Pertukaran udara terjadi memiliki organ pernapasa tamabahan
pada lembaran insang. Insang selain insang yaitu arboreseren. Organ
menempel pada lengkung insang yang tambahan pada lele menjadikan ikan
berwarna putih. Ikan bernafas dengan lele dapat hidup di lingkungan dengan
cara membuka tutup insang dengan kondisi minim oksigen sekalipun.
tujuan untuk menyaring oksigen dari Menuruti Ubaidillah (2010) ikan lele
air yang keluar masuk melalui insang. meiliki kandungan gizi yang terdiri
Air masuk melalui mulut ikan dari kandungan protein (17,7 %),
kemudian akan dikeluarkan melalui lemak (4,8%), mineral (1,2 %), dan air
insang. Ketika air melalui lembar (76%). Selain itu ikan lele juga kaya
insang terjadi pertukaran gas dari akan kandungan asam amino leusin
dalam tubuh ikan dan lingkungan. dan lisin yang baik bagi pertumbuhan
Pada saat yang sama karbon dioksida dan perkembagan. Pemiliharan lele
akan keluar melalui pembuluh darah yang relatif mudah serta daya tahan
yang terletak pada lembaran insang. tubuh yang baik menjadikan ikan lele
Oksigen dalam air akan diikat oleh sebagai salah satu komoditas utama (
pembuluh darah. Oksigen yang telah Ikan merupakan hewan berdarah
diikat oleh ikan akan disimpan pada dingin yang kelangsungan hidupnya
gelembung renang untuk proses sangat dipengaruhi oleh kondisi
metabolisme dan juga untuk mengatur lingkungannya. Air sebagai media
renang ikan ( hidup ikan harus memiliki kondisi
Ikan merupakan salah satu sumber yang sesuai. Parameter parameter yang
protein hewan yang sangat baik. perlu diperhatikan ialah suhu,
Dibandingkan dengan produk kandungan oksigen terlarut (DO), dan
pertanian lainnya ikan memiliki keasaman (pH). Oksigen merupakan
kandungan protein yang sangat tinggi. faktor pembatas dalam proses
Sekitar 60-70% penyusun tubuh ikan metabolisme oleh karena itu
ialah protein. Seirin dengan kandungan oksigen terlarut dalam
meningkatnya kesadaran masyarakat perairan sangat penting bagi
akan pentingnya hidup sehat maka keberlangsungan ikan. Proses

Kelompok VII (Rica Sumaryani)


metabolisme sangat erat kaitannya praktikum Respirasi tingkat kebutuhan
dengan proses respirasi. Hal ini karena oksigen yaitu ikan lele besar.
respirasi merupakan proses ekstraksi
energi dari molekul makanan yang Rancangan percobaan
bergantung pada ketersediaan oksigen. Percobaan kali ini
Oksigen yang terdapat di perairan menggunakan jenis percobaan
berasal dari difusi oksigen dari udara Rancangan Acak Lengkap (RAL).
bebas dan hasil fotosintesis dari RAL ialah salah satu model rancangan
mikroorganisme fotosintetik di percobaan yang digunakan apabila unit
perairan. Laju metabolisme dapat percobaan homogen. RAL hanya
diperkirakan dengan mengukur memiliki satu perlakuan dan ulangan
banyaknya oksigen yang dikonsumsi yang sifatnya homogen. Percobaan
makhluk hidup per satuan waktu. yang dilakukan yaitu meletakkan ikan
Tujuan praktikum ini yaitu lele ke dalam akuarium dengan kadar
mengetahui prinsip-prinsip salinitas 12ppt. Ikan tersebut
pengukuran konsumsi oksigen dengan diletakkan ke dalam respirator yang
menggunakan respirometer tertutup, terbuat dari akuarium yang diberi tutup
mengetahui kebutuhan (konsumsi) sterofoam. Ikan lele di hitung bobot
oksigen pada hewan uji sebagai awal dan kandungan oksigen terlarut
refleksi tingkat metabolismenya, dan sebelum perlakuan. Setelah 20 menit
mengetahui perbedaan kebutuhan pengamatan dilakukan pengukuran
konsumsi oksigen pada hewan uji yang oksigen terlarut di dalam respirator
berukuran besar ataupun kecil. tertutup. Pengukuran dilakukan setiap
20 menit sekali hinga satu jam
METODOLOGI perlakuan. Setelah satu jam perlakuan,
ikan lele kembali diukur bobot
Waktu dan Tempat akhirnya. Data yang diperoleh dihitung
Praktikum Respirasi Tingkat untuk mengetahui tingkat konsumsi
kebutuhan oksigen dilakukan pada oksigen dan pengaruh perlakuan
Senin, 27 Maret 2017 pukul 15.00- terhadap konsumsi oksigen lele yang
18.00 WIB. Bertempat di diuji.
Laboratorium Fisiologi Hewan Air,
Departemen Manajemen Sumberdaya Prosedur Kerja
Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Praktikum Respirasi tingkat
Kelautan, Institut Pertanian Bogor. kebutuhan oksigen dilakukan dengan
cara ikan lele yang telah dipuasakan di
Alat dan Bahan timbang untuk mengetahui bobot awal
Alat-alat yang digunakan ikan uji. Akuarium diisi dengan air
dalam praktikum Respirasi Tingkat sebanyak 10 L dan diukur oksigen
kebutuhan oksigen yaitu akuarium, terlarut awal sebelum perlakuan
aerator, sterofoam, lakban hitam, DO dengan menggunakan DO meter untuk
meter, lap, cup gelas, stopwatch, mengetahui oksigen terlarut awal.
cutter, dan alat tulis. Sedangkan bahan- Setelah air terisi, sterofoam
bahan yang digunakan dalam dipersiapkan dengan diukur sesuai
dengan bukaan akuarium. Setelah

Kelompok VII (Rica Sumaryani)


diukur, sterofoam dipotong dengan |O 2|n1|O 2|2 xV 0
tl=
menggunakan cutter. Sterofoam yang ( Wn ) x (tntn1)
telah dipotong diberi lubang ditengah
bagiannya dengan ukuran sesuai Keterangan :
dengan DO Meter. Ikan lele yang telah |02|n =Konsentrasi oksigen pada
ditimbang dimasukkan kedalam saat tn (mg O2/L)
akuatium. Akuarium yang telah diisi Vn = Volume air pada tn
ikan ditutup dengan menggunakan Vn-1 = Volume air pada saat tn
sterofoam. Sterofoam ditekan hingga
menyentuh air, sehingga tidak terdapat HASIL DAN PEMBAHASAN
udara diatas permukaan air. Ikan
diamati setiap 20 menit. Setiap 20 Hasil percobaan pada ikan lele
menit air didalam akuarium diukur untuk mengetahui tingkat konsumsi
dengan menggunakan DO meter untuk oksigen pada kadar salinitas air tawar dan
salinitas 12 ppt tersaji dalam tabel di
mengetahui perubahan oksigen
bawah ini.
terlarut. Pengamatan terus dilakukan
hingga menit ke- 60 atau satu jam. Tabel 1 Konsumsi oksigen ikan lele
Setelah satu jam ikan ditimbang dengan perlakuan salinitas 12 ppt
kembali untuk mengetahui bobot akhir.
Ulanga Konsumsi Oksigen
Analisis Data n 20 40 60
Jenis percobaan yang 1 0,003300 0,002475 0,001650
dilakukan adalah Rancangan Acak 2 0,005931 0,002737 -0,003193
Lengkap (RAL) dengan metode 3 0,000413 0,002066 0,001653
observasi:
4 0,000000 0,000327 0,001309
Rancangan Acak Lengkap
5 -0,006654 0,007541 -0,001331
Bentuk umum: Yij = + ti + ij
Berdasarkan tabel 1 tingkat
Keterangan:
konsumsi oksigen sangatlah beragam pada
Yij = Pengamatan perlakuan ke i ikan lele dengan perlakuan salinitas.
ulangan ke j. Konsumsi oksigen terbesar terjadi pada
= Rataan umum ulangan kelima menit ke 40 sebesar
ti = Perlakuan ke i 0,007541. Sedangkan konsumsi oksigen
ij = Galat paling kecil terjadi pada ulangan keempat
Konsentrasi awal oksigen terlarut menit ke 20 yaitu sebesar 0. Nilai negatif
O2= pada pengukuran konsumsi oksigen
Vtitran x N thiosulfat x 8 x 1000 disebabkan oleh kelalahan alat karena
ml sampel x ( ml botolml reagen ) / ml botol secara teori tidak mungkin kadar oksigen
pada akuarium meningkat sedangkan
terdapat ikan didalamnya yang
menggunakan oksigen.
Tingkat Konsumsi oksigen
|O 2|0|02|1 xV 0 Tabel 2 Konsumsi oksigen ikan lele tanpa
tl= ( W 1 ) x (t 1t 0) perlakuan (kontrol)

Ulanga Konsumsi Oksigen

Kelompok VII (Rica Sumaryani)


n 20 40 60 bobot tubuhnya. Hal ini terjadi karena
1 -0,004789 0,003421 -0,000342 ketika ikan masih dalam stadia larva atau
juvenil seluruh organ tubuhnya belum
2 0,006175 0,002058 -0,000686
terbentuk sempurna sehingga oksigen
3 0,005452 0,000991 -0,001487 lebih banyk digunakan untuk
4 0,007285 0,003428 -0,000857 pertumbuhan sel dan minim digunakan
5 -0,000453 0,000906 0,000906 untuk metabolisme tubuh. Pada ikan
Berdasarkan tabel 2 tingkat dewasa seluruh organ tubuhnya telah
konsumsi oksigen sangatlah beragam pada terbentuk sempurna sehingga kebutuhan
ikan lele tanpa perlakuan (kontrol). oksigen untuk metabolisme tubuh semakin
Konsumsi oksigen terbesar terjadi pada meningkat. Selain itu oksigen juga
ulangan keempat menit ke 20 sebesar diperlukan ikan dewasa dalam proses
0,007285. Sedangkan konsumsi oksigen pertahanan diri (self maintanance). Ketika
paling kecil terjadi pada ulangan kelima musim kawin untuk proses pematangan
menit ke 40 dan 60 yaitu sebesar gonad ikan pun membutuhkan oksigen
0,000906. Nilai negatif pada pengukuran (Santoso 2006). Sehingga kebutuhan akan
konsumsi oksigen disebabkan oleh oksigen dalam suatu perairan bagi ikan
kelalahan alat karena secara teori tidak berbanding lurus dengan bobot ikan
mungkin kadar oksigen pada akuarium tersebut akan tetapi hal ini bergantung
meningkat sedangkan terdapat ikan pada kondisi ikan saat lapar atau kenyang
didalamnya yang menggunakan oksigen. (Augusto 2014).
Berdasarkan hasil analisis data pada Ketika terjadi perubahan lingkungan
tabel ANOVA nilai F yang diperoleh maka akan mempengaruhi proses
sebesar 0,091534 dan Fcrit sebesar fisiologis ikan dan pada tingkatan tertentu
5,317655 pada selang kepercayaan 95%. dapat menyebabkna stres pada ikan. Stres
Nilai F < Fcri yang menandakan terjadi pada ikan merupakan kondisi dimana
gagal tolak H0. Berdasarkan hal tersebut homeostasis terancam oleh faktor
dapat disimpulkan bahwa pada tingkat endogenus dan eksogenus sehingga ikan
kepercayaan di atas 95%, respirasi berusaha untuk beradaptasi terhadap
mengenai tingkat konsumsi oksigen ikan lingkungannya. Kadar DO yang rendah
Lele pada kontrol dan perlakuan tidak dapat menyebabkan ikan mengalami stres.
berpengaruh nyata. Berdasarkan tabel Ketika kadar DO berada di bawah batas
ANOVA, dapat disimpulkan bahwa toleransi ikan maka ikan tersebut akan
tingkat konsumsi oksigen berdasarkan terkena hipoxia yang menyebabkan
kadar salinitas tidak berpengaruh nyata. frekuensi bukaan operkulum dan
Hal ini dikarenakan masih banyak faktor mulutnya meningkat. Ikan akan
yang memengaruhi tingkat konsumsi memaksimalkan mengikat oksigen pada
oksigen pada praktikum ini. Faktor-faktor perairan sebagai bentuk adaptasi dan
yang memengaruhi yaitu spesies, jenis terkadang ikan akan naik kepermukaan
kelamin, kondisi fisiologis, dan kondisi dan mencoba mengambil oksigen dari
lingkungan (Omoregie 2009). udara. Hal sebaliknya akan terjadi pada
Tingkat konssumsi oksigen ikan ikan yang mengalami hperxia. Frekuensi
dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti bukaan opekulum ikan lele lebih rendah
ukuran ikan, spesies, dan kondisi dibandingkan dengan beberapa ikan
fisiologis ikan tersebut. Kadar DO dalam lainnya terutama ikan tanpa alat
suatu perairan yang optimum bagi ikan pernapasan tambahan. Ikan lele memiliki
ialah 3mg/L (aquarista 2012). Pada udang alat pernapasan tambahan yaitu arboresen
parma tingkat konsumsi oksigen kian sehingga daya tampung oksigen akan
meningkat seiring dengan meningkatnya bertambah. Itulah mengapa frekuensi

Kelompok VII (Rica Sumaryani)


bukaan mulut dan operculum ikan lele SARAN
lebih rendah dari ikan tanpa alat Ikan yang digunakan pada
pernapasan tambahan (Fafioye 2008). praktikum meiliki perbedaan ukuran tubuh
Kandungan oksigen terlarut dalam yang cukup besar agar dapat diamati
perairan dipengaruhi oleh beberpa faktor perbedaan kebutuhan oksigennya
seperti suhu dan salinitas. Perubahan
tekanan gas oksigen di perairan akan DAFTAR PUSTAKA
menghasilkan tekanan yang Augusto ES, Assad HM, Rex FM,
mengakibatkan perpindahan oksigen Traifalgar. 2014.Variations in The
dalam air ke dalam darah untuk Rate of Oxygen Consumption by Fry
mendukung proses difusi oksigen pada and Fingerlings of The African
insang. Jumlah kandungan oksigen di Catfish Clarias gariepinus (Burchell
dalam air akan menentukan difusi oksigen 1882). Europian Journal of
pada ikan dan menentukan kehidupan ikan Experimental Biology. 3(1):348-353.
tersebut. Apabila kandungan oksigen pada Aquarista F, Iskandar, Subhan U. 2012.
suatu perairan menurun maka ikan akan Pemberian Probiotik dengan Carrier
berenang ke permukaan dan berusah Zeolit pada Pembesaran Ikan Lele
mengambil oksigen dari udara. Hal ini Dumbo (Clarias gariepinus). Jurnal
dapat mengakibatkan ikan kehabisan Perikanan dan Ilmu Kelautan. 3(4):
energi dan lemas akibat kekurangan 133-14
oksigen. Ketika kadar oksigen menurun Bagherzadeh LF, Sattari M, Falahatkar H.
ikan akan mencoba melakukan adaptasi 2013. Effect of Different Oxygen
salah satunya denga mengurangi konsumsi Levels on Growth Perfomance, Stress
oksigen. Salah satu faktor penting yang Response and Oxygen Consumption
berhubungan erat dengan konsumsi in Two Weight Groups of Great
oksigen ikan ialah suhu. Metabolisme ikan Sturgeon Huso huso. Iranian Journal
sangatlah dipengaruhi oleh suhu of Fisheries Science. 12(3): 533-549.
sedangkan oksigen merupakan faktor Barbieryi E dan Paes E T. 2011. The use
pembatas dalam metabolisme ikan (Das of oxygen consumtion and
et al. 2005). Ketika insang ikan tidak ammonium excretion to evaluate the
mampu melakukan kerjanya secara toxicity af cadmium on farfante
maksimal, maka laju pernafasan tambahan penaeus paulensis with respect to
akan membantu dalam keadaan tidak salinity. Journal of Chemio
adanya oksigen diperairan (Barbiery sphere.Vol 34:9-16.
2011). Das T, Pal A K, Chakraborty S K, Manush
S M, Sahu N P dan Mukherjee. 2005.
KESIMPULAN Thermal tolerance, growth and
Perlakuan salinitas pada air oxygen consumption of Labeo
akuarium yang dilakukan tidak rohita fry (Hamilton, 1822)
mempengaruhi tingkat konsumsi oksigen acclimated to four temperatures.
ikan lele. Tingkat konsumsi oksigen dapat Journal of Thermal Biology Vol 30:
dipengaruhi oleh faktor ukuran tubuh, 378- 383.
bobot tubuh, jenis ikan, jenis kelamin, Fafioye OO, Adeogun AO, Omoniyi LT.
kondisi lingkungan dan beberapa faktor 2008. Lethal Limits and Respiration
lainnya. Ketika ikan kekerungan oksigen in The Cichild Fishes, Tilapia zilli,
maka ikan tersebut akan memperlihatkan Sarotherodon gailaeus, S.
prilaku yang khas seperti berenang yang Melanotheron, and Oreochromis
melambat dan berenang kepermukaan air. niloticus Exposed to Effluent from
Chemistry Departement Lanoratories.

Kelompok VII (Rica Sumaryani)


J. Appl. Sci. Environ. Manage. 12(1):
63-66.
Omoregie E, Ajima MNO, Keke RI. 2009.
Effect of Single Superphosphate
Fertilizer on Survival and Respiratory
Dynamic of Nile Tilapia,
Oreochromis niloticus
(Actinopterygii: Perciformes:
Cichlidae). Acta Ichthyologica Et
Piscatoria. 39(2): 103-110.
Santoso AD. 2006. Studi Tentang Laju
respirasi Biota Perairan. Jurnal
Hidrosfir. 1(1): 27-31.
Ubaidillah A, Hersoelistyorini W. 2010.
Kadar Protein dan Sifat Organoleptik
Nugget Rajungan dengan Substitusi
Ikan Lele (Clarias gariepinus).
Jurnal Pangan dan Gizi. 1(2): 45-55.

Kelompok VII (Rica Sumaryani)


LAMPIRAN

ANOVA
Source of Variation SS df MS F P-value F crit
Between Groups 1,59E-07 1 1,59E-07 0,091534 0,769953 5,317655
Within Groups 1,39E-05 8 1,74E-06

Total 1,41E-05 9
Fhit < Ftab : Gagal tolak Ho

Kelompok VII (Rica Sumaryani)


Kelompok VII (Rica Sumaryani)