Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH MIKROBIOLOGI

SEL PROKARIOTIK

DisusunOleh :

KELOMPOK 7

1. NIA HERIANI G 701 14 005


2. FITRA G 701 14 131
3. WIWIT YUNI KATRIKA G 701 14 152
4. NINING ANGRIANA G 701 12 068
5. MOH RONALDI G 701 14 188

JURUSAN FARMASI

UNIVERSITAS TADULAKO

TAHUN AKADEMIK 2015 / 2016

KATA PENGANTAR

1
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini sebagai salah satu tugas dari mata kuliah
MIKROBIOLOGI. Makalah ini secara garis besar membahas mengenai Sel Prokariotik.
Dalam penulisan makalah ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Arsa
S.Farm, M.Si, Apt sebagai dosen mata kuliah Mikrobiologi yang senantiasa memberikan
petunjuk, arahan, dan motivasi selama mengikuti mata kuliah tersebut.
Dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari makalah ini masih jauh dari
sempurna. Oleh sebab itu saran dan kritik yang berguna bagi kesempurnaan makalah ini
sangat diharapkan.

Palu, 12 September 2014

Kelompok 7

DAFTAR ISI

2
KATA PENGANTAR ..............................................................................................
DAFTAR ISI .......................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang ..........................................................................................
I.2 Rumusan Masalah .....................................................................................
I.3 Tujuan .......................................................................................

BAB II PEMBAHASAN .........................................................................................


II.1 Pengertian Sel Prokariotik ...............................................................................
II.2 Ciri-Ciri Sel Prokariotik ..................................................................................
II.3 Struktur dan Fungsi Sel Prokariotik ................................................................
II.4 Morfologi dan anatomi sel prokariotik ............................................................
II.5 Cyanobacteria ..................................................................................................
II.6 Archaeobacteria ...............................................................................................
Ciri-ciri Archaeobacteria.................................................................................
Archaeobacteria dikelompokkan berdasarkan habitatnya..............................
Klasifikasi Archaeobacteria ..

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ..
B. Saran ...........................

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

3
I.1 Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan teknologi kini diketahui sel memiliki sistem hidup
yang sangat kompleks. Memang Tuhan luarbiasa dalam menciptakan sesuatu, sesuatu
yang kecil ternyata memiliki sistem yang sangat rumit. Semua bekerja sebagaimana
tugas-tugasnya. Sel sebagai sebuah pabrik yang senantiasa bekerja agar kehidupan terus
berlangsung. Ada bagian-bagian sel yang berfungsi menghasilkan energi, ada yang
bertanggung jawab terhadap perbanyakan sel. Dan ada bagian sel yang menyeleksi
lalulintas zat masuk dan keluar sel. Dengan mempelajari komponen sel , kita akan dapat
memahami fungsi sel sebagai kehidupan.

Sel pertama kali ditentukan oleh robert hooke pada tahun (1635-1703)
mengamati sel gabus dengan menggunakan mikroskop sederhana. Ternyata sel gabus
tersebut tampak seperti ruangan-ruangan kecil maka dipilihlah kata dari bahasa latin
yaitu cellula yang berarti rongga/ruangan.

Sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup. Setiap Organisme di dunia ini
tersusun atas sel-sel yang saling berintegrasi membentuk suatu fungsi tertentu dalam
tubuh makhluk hidup. Baik organisme tingkat seluler (uniseluler) maupun organisme
Multiseluler. Sel pertama kali dikenalkan oleh Robert Hooke pada tahun 1665 yang
mengamati jaringan gabus pada pada tumbuhan dengan menggunakan lensa pembesar.

Sel memiliki ukuran yang sangat kecil dan tak kasat mata. Ada yang hanya 1-10
mikron, ada yang mencapai 30-40 mikron, bahkan ada yang beberapa sentimeter.
Didalam ukuran yang sangat kecil bentuk yang bermacam-macam tersebut, sel memiliki
bagian-bagian sel yang memiliki fungsi masing-masing. Antar bagian sel itu melakukan
interaksi dan salingt ketergantungan. Oleh karena itu sel dipandang sebagai dasar
kehidupan makhluk hidup. Dalam pembagiannya sel terdiri dari Eukariot(eu=sejati,
karyon=inti) yang memiliki membrane inti dan Prokariot(pro=sebelum, karyon=inti)
yang tidak memiliki membrane inti dan pada umumnya makhluk hidup uniseluler. Sel
dapat dikelompokkan dalam dua tipe sel, yaitu sel prokariotik dan seleukariotik.

I.2 Rumusan Masalah

4
1. Apa yang dimaksud dengan sel prokariotik ?
2. Mampu Mengidentifikasi struktur dan fungsi organel sel
3. Mampu mengetahui morfologi dan anatomi sel prokariotik
4. Mampu mengelompokan sel bakteri dan cyanobacteria
5. Mengelompokan sel archaebacteria

I.3 Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah agar dapat menambah pengetahuan dan
pemahaman khususnya bagi mahasiswa mengenai sel prokariotik

BAB II
PEMBAHASAN

II.1 Pengertian sel dan sel prokariotik

5
Sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup. Setiap Organisme di dunia ini
tersusun atas sel-sel yang saling berintegrasi membentuk suatu fungsi tertentu dalam
tubuh makhluk hidup. Baik organisme tingkat seluler (uniseluler) maupun organisme
Multiseluler. Sel pertama kali dikenalkan oleh Robert Hooke pada tahun 1665 yang
mengamati jaringan gabus pada pada tumbuhan dengan menggunakan lensa pembesar.

Prokariota : berasal dari bahasa Yunani,Pro = sebelum ; karyon = nukleus. Sel


prokariotik = sel yang tidak memiliki membrane inti, sehingga materi genetiknya tidak
dilindungi oleh membran Dalam hal ini materi disekitar DNA dapat disebut sebagai
nukleoid. Sel prokariotik merupakan tipe sel yang tidak memiliki sistem
endomembran sehingga sel tipe ini memiliki materi inti yang tidak dibatasi oleh sistem
membran, tidak memiliki organelyang dibatasi oleh sistem membran. Sel prokariotik
terdapat pada bakteri dan ganggang biru.

II.2 Ciri-ciri sel prokariotik


a. Tidak memiliki membran inti
b. Tidak memiliki sistem endomembran seperti retikulum endoplasma dan badan golgi
c. Tidak memiliki mitokondria dan kloroplas namun mempunyai struktur yang
fungsinya sama, yaitu mesosom dan kromatofor
d. Memiliki membran plasma, nukleoid (berupa DNA dan RNA), dan sitoplasma yang
mengandung ribosom.

II.3 Morfologi dan anatomi sel prokariotik


Bakteri merupakan salah satu contoh organisme yang memiliki sel tipe
prokariotik.

6
Gambar 1. Struktur umum sel prokariotik terdiri dari kapsul, dinding sel
(membran luar dan peptidoglikan merupakan anggota karbohidrat), membran
plasma, sitoplasma yang mengandung ribosom dan nukleoid.

Bagian luar sel bakteri terdiri dari: kapsula, dinding sel, dan membran plasma.
Kapsula yaitu bagian yang paling luar berupa lendir yang berfungsi untuk melindungi
sel. Bahan kimia pembangun kapsula adalah polisakarida. Dinding sel terdiri dari
berbagai bahan seperti karbohidrat, protein, dan beberapa garam anorganik serta berbagai
asam amino.

Fungsi dinding sel yaitu sebagai pelindung, mengatur pertukaran zat dan
reproduksi. Sedangkan membran dalam merupakan bagian penutup yang paling dalam.
Membran plasma bakteri mengadung enzim oksida dan respirasi. Fungsinya serupa
dengan fungsi mitokondria pada sel eukariotik. Pada beberapa daerah membran plasma
membentuk lipatan ke arah dalam disebut mesosom. Fungsi mesosom yaitu untuk
respirasi dan sekresi dan menerima DNA pada saat konyugasi. Beberapa bakteri
memiliki alat gerak berupa flagel. Beberapa bakteri lainnya mengandung villi yang
berfungsi untuk melekatkan diri. Sitoplasma merupakan bagian dalam sel bakteri.
Sitoplasma berbentuk koloid yang agak padat yang mengandung butiran-butiran protein,
glikogen, lemak dan berbagai jenis bahan lainnya. Pada sitoplasma sel bakteri tidak
ditemukan organel-organel yang memiliki sistem endomembran seperti badan Golgi,
retikulum endoplasma (RE), kloroplas, mitokondria, badan mikro, dan lisosom.
Sedangkan ribosom banyak ditemukan pada sitoplasma bakteri

7
Semua sel prokariotik memiliki membran plasma (ingat membran plasma,
bukan membran inti), nukleoid (berupa DNA atau RNA), dan sitoplasma yang
mengandung ribosom. Sel prokariotik tidak mempunyai membran inti, maka bahan inti
yang berada dalam sel mengadakan kontak langsung dengan protoplasma. Ciri lain dari
sel prokariotik adalah tidak memiliki sistem endomembran (membran dalam), seperti
retikulum endoplasma dan kompleks Golgi. Selain itu, sel prokariotik juga tidak
memiliki mitokondria dan kloroplas, yaitu mesosom dan kromatofor. Contoh sel
prokariotik adalah bakteri dan alga hijau biru.

Bakteri

a) Dinding Sel
Dinding sel tersusun atas peptidoklan, polisakarida, lemak, dan protein.
Dinding sel berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk yang tetap. Pada
dinding sel terdapat pori-pori sebagai jalan keluar masuknya molekul-molekul.

b) Membran Plasma
Membran plasma atau membran sel tersusun atas molekul lemak dan protein.
Fungsinya sebagai pelindung molekuler sel terhadap lingkungan di sekitarnya
dengan jalan mengatur lalu lintas molekul dan ion-ion dari dan ke dalam sel.

c) Mesosom
Pada tempat tertentu, membran plasma melekuk ke dalam membentuk
mesosom. Mesosom berfungsi dalam pembelahan sel dan sebagi penghasil energi.

8
Biasanya mesosom terletak dekat dinding sel yang baru terbentuk pada saat
pembelahan biner sel bakteri. Pada membran mesosom terdapat enzim-enzim
pernapasan yang berperan dalam reaksi-reaksi oksidasi untuk menghasilkan energi.

d) Sitoplasma
Sitoplasma tersusun atas air, protein, lemak, mineral, dan enzim-enzim.
Enzim-enzim digunakan untuk mencerna makanan secara ekstraseluler dan untuk
melakukan proses metabolisme sel. Metabolisme terdiri dari proses penyusunan
(anabolisme) dan penguraian (katabolisme) zat-zat.

II.4 Pengelompokkan Bakteri


Bentuk tubuh bakteri terpengaruh oleh keadaan medium dan oleh usia. Maka
untuk membandingkan bentuk serta ukuran bakteri perlu diperhatikan bahwa kondisi
bakteri itu harus sama, temperature dimana piaraan itu disimpan harus sama,
penyinaran oleh sumber cahaya apapun harus sama, dan usia piaraan pun harus
sama. Pada bakteri umumnya dikenal 3 macam bentuk yaitu kokus, basil, dan spiral.

Kokus

Kokus berasal dari kata coccus yang berarti bola, jadi kokus adalah
bakteri yang bentuknya serupa bola-bola kecil. Beberapa kokus secara
khas ada yang hidupnya sendiri-sendiri, ada yang berpasangan, atau
rantai panjang bergantung. Caranya membelah diri dan kemudian
melekat satu sama lain setelah pembelahan. Golongan kokus tidak
sebanyak golongan basil. Kokus ada yang berdiameter 0,5 m adapula

9
yang diameternya sampai 2,5 m. Pada bentuk kokus ada beberapa tipe
morfologi diantaranya adalah :
Streptococcus
Kokus yang bergandeng-gandeng panjang serupa tali leher.
Streptococcus dicirikan dengan sel-sel yang membelah menjadi dua
kokus, yang pada pembelahan berikutnya tidak memisahkan diri,
biasanya dengan meninggalkan dua kokkus yang melekat satu sama
lain. Kokus yang senantiasa membelah dalam satu bidang namun
tidak memisahkan diri membentuk rantai kokkus. Berdiameter 0,5
1,2 mikron
Sarcina
Kokus yang mengelompok serupa kubus,yaitu kokus
membelah ke dalam tiga bidang yang tegak lurus satu sama lain
membentuk paket kubus Berdiameter 4,0 4,5 mikron..
styphylococcus
Kokus yang mengelompok merupakan suatu untaian yaitu
kokus yang membelah dalam dua bidang yang membentuk dua
gugusan yang tidak teratur bagaikan buah anggur. Berdimeter 0,8
1,0 mikron
Diplococcus
Kokus yang bergandengan dua-dua.
Tetracoccus
Kokus yang mengelompokan berempet.

10
Basil
Basil berasal dari kata bacillus yang
artinya tongkat pendek atau batang kecil
silindris. Bakteri yang berbentuk basil
adalah bakteri yang bentuknya
menyerupai tongkat pendek atau batang
kecil silindris. Basil mempunyai bentuk
dan ukuran yang beraneka ragam. Ujung
beberapa basillus di antaranya ada yang berupa batang rokok dan ada yang
berbentuk seperti cerutu. Basil juga sama seperti kokkus ada yang
bergandeng-gandengan panjang yang disebut Streptobasil, ada yang
bergandengan dua-dua yang disebut diplobasil dan ada yang terlepas satu
sama lain.

Ujung-ujung basil yang terlepasa satu sama lain itu tumpul, sedang
ujung-ujung yang masih bergandengan itu tajam. Akan tetapi bila ditinjau
dari segi pembelahan basil membelah hanya dalam satu bidang sehingga
disebut sebagai sel tunggal. Beberapa basil ada yang bentuknya hampir sama
dengan kokkus yaitu lebar dan panjangnya sama serta bentuknya lonjong
sehingga disebut koko basil. Basil ada yang lebarnya antara 0,2 sampai 2,0 ,
sedang panjangnya ada yang satu sampai 15 .

Spiral
Spiral adalah bakteri yang bengkok atau tidak lurus atau berbentuk silinder.
Bakteri yang berbentuk spiral itu tidak banyak terdapat. Spiral terbagi
menjadi tiga bentuk diantaranya :

11
1. Vibrio atau bakteri koma
Batang melengkung seperti koma dan kadang membelit seperti huruf S.
mempunyai spiral yang pendek.
2. Spiral
Benuknya seperti spiral atau seperti lilitan. Individu-individu sel yang
tidak saling melekat.
3. Spirocheta
Bentuknya seperti spiral tetapi pergerakannya sangat aktif yang
dimungkinkan karena adanya flagela yang membelit diketahui
bentukaslinya.

Struktur di luar dinding sel yang dapat dilihat pada mikroskop kekuatan
tinggi dengan memfokuskan satu sel bakteri tunggal maka struktur yang dapat
dilihat antara lain :

a. Flagellum atau Flagella


Falgella merupakan bentuk seperti rambut dan teramat tipis mencuat
menembus dinding sel dan bermula dari tubuh dasar suatu struktur granular
tepat di bawah membran sel dalam sitoplasma, disebut flagellum
(jamak,flagella). Flagellum terdiri dari tiga bagian: tubuh dasar, struktur
seperti kait, dan sehelai filamen panjang di kluar dinding sel. Panjang
flagellum biasanya beberapa kali lebih panjang dari selnya, namun
diameternya jauh lebih kecil daripada diameter selnya, misalnya 10 sampai
20 nm. Flagel merupakan benang-benang protoplasma yang berpangkal pada
titik tepat dibawah membran sel.

Flagellum di buat dari subunit-subunit protein yang disebut untuk


pergerakan (motilitas). Tidak semua bakteri punya flagellum, banyak spesies

12
basillus dan spirilum memilikinya tapi flagellum jarang dijumpai pada
kokus. Dari golongan kokus tidaklah banyak yang dapat bergerak (motil)
karena sebagian golongan kokkus adalah bakteri non motil (tidak bergerak),
kalaupun bakteri kokkus dapat bergerak biasanya hanya mempunyai satu
sampai lima flagel saja. Sedangkan dari golongan spiril banyak dapat
bergerak karena mempunyai flagel pada salah satu atau kedua ujung sel.

Golongan basil yang dapat bergerak mempunyai flagel yang terbesar


baik pada ujung maupun pada sisi. Berdasarkan tempat kedudukan flagel
tersebut bakteri yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

1. Jika flagel hanya satu dan


flagel itu melekat pada
ujung sel maka bakteri
tersebut monotrik
2. Jika flagel yang melekat
pada salah satu ujung itu
banyak maka bakteri
tersebut disebut lofotrik.
3. Jika banyak flagel yang
melekat pada kedua ujung
sel maka bakteri tersebut disebut amfitrik.
4. Jika flagel terbesar dari ujung sampai pada semua sisi bakteri maka
bakteri tersebut disebut peritrik.
5. Jika bakteri tersebut tidak memiliki flagel sama sekali maka bakteri
tersebut disebut atrik

Akan tetapi flagela bukanlah satu-satunya sarana untuk bergerak bagi


bakteri. Beberapa tipe memperlihatkan gerakan melata. Bakteri-bakteri ini
melata di atas permukaan dengan gelombang-gelombang yang dihasilkan di
dalam protoplasma. Banyak bakteri yang dapat berenang dalam cairan
dengan kecepatan yang mengagumkan mengingat ukuran-ukurannya yang
sangat kecil.

b. Pili atau Pilus dan Fimbria atau Fimbriae

13
Pili atau pilus ini banyak dimiliki oleh bakteri gram negatif. Apendiks
ini yang disebut pilus (jamak, pili) merupakan organ tambahan berbentuk
benang yan berukuran lebih pendek, lebih lurus, dan jauh lebih kecil
daripada flagela. Pilus F berfungsi dalam pemindahan DNA pada konjugasi
bakteri atau sebagai pintu gerbang bagi masuknya bahan genetik, selama
berlangsungnya perkawinan antar bakteri. Susunan kimia phili terdiri sari
protein yang dinamakan pilia, yaitu heteropolimer dari 18 asam amino yang
bersifat antigenic. Beberapa pili berfungsi sebagai alat untuk melekat pada
permukaan yaitu pada jaringan-jaringan hewan atau tumbuhan yang
merupakan sumber nutriennya fimbria ini termasuk golongan yang disebut
lektin.

c. Kapsul (lapisan lendir)


Kebanyakan bakteri mempunyai lapisan lendir yang menyelubungi
dinding sel seluruhnya. Jika lendir ini cukup tebal maka bungkus itu disebut
kapsul atau lapisan lendir terdiri atas hasil metabolisme yang disekresikan
misalnya : karbohidrat dan pada species tertentu mengandung ungsur N atau
P. Lendir ini bukan suatu bagian integral dari sel melainkan suatu hasil
pertukaran zat. Kapsul bakteri sangat penting artinya baik bagi bakterinya
maupun bagi organisme lain Bagi bakteri, kapsul merupakan penutup
lindung dan juga berfungsi sebagai gudang cadangan makanan.

Kapsul bakteri-bakteri penyebab penyakit tertentu menambah


kemampuan bakteri tersebut untuk menginfeksi. Bakteri yang mempunyai
kapsul itu termasuk bakteri ganas (virulent). Bila bakteri itu kehilangan
kapsulnya sama sekali, maka ia dapat kehilangan virulensinya dan dengan
demikian kehilangan kemampuannya menyebabkan infeksi. Selain berfungsi
sebagai penutup lindung atau melindungi sel dan lingkungan dan sebagai
gudang cadangan makanan, kapsul juga berfungsi sebagai antigen membantu
mencegah ragositosis dan sebagai hasil pembuangan dari sel.

d. Selongsong
Beberapa spesies bakteri, terutama dari lingkungan air tawar dan
marin atau tempat yang kotor atau tempat pembuangan limbah terbungkus di
dalam selongsong atau tubul. Selongsong tersebut terdiri dari

14
senyawasenyawa logam tidak larut, seperti feri dan mangan okside yang
mengendap di sekeliling sel sebagai produk dari kegiatan metaboliknya.

Senyawa-senyawa logam ini dibentuk oleh sel dari senyawa-senyawa


besi dan mangan terlarut yang ada di lingkungan tersebut. Selongsong itu
dapat meluas di sekitar banyak sel yang berjajar dari ujung ke ujung,
sehingga memberikan kesan pertumbuhan seperti filamen. Sesungguhnya
sel-sel yang terbungkus selongsong itu terdapat tunggal secara berkala
mereka menyembul dari suatu ujung terbuka selongsongnya. Dan mengawali
lagi proses baru pembentukan selongsong. Selongsong bukanlah suatu
bagian yang amat diperlukan sel. Bakteri berselongsong membentuk suatu
kelompok utama mikroorganisme. Mereka banyak dijumpai di dalam habitat
air tawar yang kaya akan bahan organic, juga di aliran air kotor dan di
tempat-tempat pembuangan limbah.

e. Tangkai
Spesies-spesies bakteri tertentu dicirikan oleh pembentukan suatu
embel-embel setengah kaku yang memanjang dari sel yang disebut tangkai.
Diameter dari apendiks itu lebih kecil daripada diameter sel yang
menghasilkannya.Tangkai ini berfungsi untuk melekat pada permukaan
padat.karena memiliki suatu substansi yang lengket pada ujung yang jauh
dari sel. Bakteri bertangkai banyak di jumpai di lingkungan air tawar dan
marin. Di lingkungan semacam itu kemampuan untuk melekat pada
permukaan padat amatlah penting bagi pertumbuhan dan ketahanan
hidupnya.

f. Dinding sel
Dinding sel terletak dibawah substansi ekstraseluler seperti kapsul
atau lendir dan diluar membran sitoplasma terletak di dinding sel adalah
suatu struktur yang amat kaku yang memberikan bentuk pada sel. Fungsi
utama dari dinding sel adalah menyediakan komponen struktural yang kaku
dan kuat yang dapat menahan tekanan osmosis yang tinggi disebabkan kimia
tinggi ion organik dalam sel. Tanpa adanya dinding sel, dalam kondisi
normal bakteri akan menyerap air dan pecah. Semua dinding sel,
peptidoglikan atau meruein komponen ini memberi kekakuan yang
diperlukan untuk mempertahankan keutuhan sel.

15
Peptidoglikan adalah molekul yang sangat besar terbuat dari N-asetil
muramat dikaitkan tetrapeptida yang terdiri atas empat asam amino,yaitu : L-
alanin, D-alanin, asam D-glutamat, dan lisin atau asam diaminopimelat,
untuk menyediakan tambahan yang diperlukan bagi jembatan molekul asam
amino yang dihubungkan secara menyilang tetrapeptida yang terkait pada
asam N-asitil muramat. Sebagian besar komponen struktur dinding sel
berkaitan silang oleh ikatan kovalen, dan setiap substansi yang menghalangi
pembentukan atau pengangkutan masing-masing komponen ke dinding sel
akan melemahkan struktur dan mematikan sel. Fungsi dinding sel yang
paling menonjol adalah : memberi perlindungan pada lapisan protoplasma,
berperan dalam reproduksi sel, turut mengatur pertukaran zat dari dalam dan
luar sel, mempengaruhi kegiatan metabolisme.

Bakteri dari komponen dan struktur dinding selnya dapat dibedakan


menjadi dua kelompok yaitu bakteri gram-positif dan bakteri gram-negatif
pengelompokan ini didasari teknik pewarnaan diferensial yang disebut
pewarnaan gram.
bakteri gram positif dan gram negatif

Struktur dinding bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif. Bandingkan
komponen utama dinding sel kedua jenis bakteri, bagaimana letak
peptidoglikan pada kedua bakteri tersebut. Peptidoglikan inilah yang
membedakan hasil pewarnaan Gram yang berbeda pada kedua bakteri
tersebut. (Sumber : Campbell et al., 2002)

1. Bakteri gram positif

16
Bakteri gram-positif dinding selnya terdiri atas 60-100 persen peptodoglikan
dan semua bakteri gram-positif memiliki polimer iurus asam N-asetil muramat dan
N-asetil glukosamin dinding sel beberapa bakteri gram positif mengandung
substansi asam teikoat yang dikaitkan pada asam muramat dari lapisan
peptidoglikan. Asam teikoat ini berwujud dalam dua bentuk utama yaitu asam
teikoat ribitoi dan asam teiokat gliserol fungsi dari asam teiokat adalah mengatur
pembelahan sel normal. Apabila diberi pewarna gram menghasilkan warna ungu.

2. Bakteri gram-negatif
Dinding sel gram negatif mengandung 10-20 % peptidoglikan, diluar lapisan
peptidoglikan ada struktur membran yang tersusun dari protein fostolipida dan
lipopolisakarida. Apabila diberi pewarna gram menghasilkan warna merah

II.5 Cyanobacteria

1. Definisi

Cyanobacteria atau ganggang biru-hijau adalah filum (atau "divisi")


bakteri yang mendapat energi melalui fotosintesis. Jejak fosil cyanobacteria telah
ditemukan sejak 3,8 miliar tahun lalu. Cyanobacteria sekarang adalah salah satu
kelompok terbesar dan terpenting bakteri di bumi.

Tholypothrix sp

2. Bentuk

17
Cyanobacteria ditemukan di hampir semua habitat yang bisa dibayangkan,
dari samudera ke air tawar ke batu sampai tanah. Mereka bisa bersel tunggal atau
koloni. Koloni dapat membentuk filamen ataupun lembaran.

Cyanobacteria termasuk uniselular, koloni, dan bentuk filamen. Beberapa


koloni filamen memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi tiga tipe sel
yang berbeda: sel vegetatif adalah yang normal, sel fotosintesis pada kondisi
lingkungan yang baik, dan tipe heterokista yang berdinding tebal yang
mengandung enzim nitrogenase. Setiap individu sel umumnya memiliki dinding sel
yang tebal, lentur, dan Gram negatif.

Cyanobacteria tidak memiliki flagela. Mereka bergerak dengan meluncur


sepanjang permukaan. Kebanyakan cyanobacteria ditemukan di air tawar,
sedangkan lainnya tinggal di lautan, terdapat di tanah lembab, atau bahkan kadang-
kadang melembabkan batuan di gurun. Beberapa bersimbiosis dengan lumut kerak,
tumbuhan, berbagai jenis protista, atau spons dan menyediakan energy bagi inang.

3. Klasifikasi
Ganggang Biru dibedakan dalam 3 bangsa.
a. Bangsa Chroococcales.
Berbentuk tunggal atau kelompok tanpa spora, warna biru kehijau-
hijauanUmumnya alga ini membentuk selaput lendir pada cadas atau tembok
yang basah. Setelah pembelahan, sel-sel tetap bergandengan dengan
perantaraan lendir tadi, dan dengan demikian terbentuk kelompok-kelompok
atau koloni.

Chroococcus turgidus Gloeocapsa sanguinea

18
b. Bangsa Chamaesiphonales
Alga bersel tunggal atau merupakan koloni berbentuk benang, mempunyai
spora. Benang-benang itu dapat putus-putus merupakan hormogonium, yang dapat
merayap dan merupakan koloni baru.Spora terbentuk dari isi sel (endospora).
Setelah keluar dari sel induknya, spora dapat menjadi tumbuhan baru. Untuk
menghadapi kala yang buruk dapat membentuk sel-sel awetan dengan menambah
zat makanan cadangan serta mempertebal dan memperbesar dinding sel

Chamaesiphon confervicolus

c. Bangsa Nostocales
Sel-selnya merupakan koloni berbentuk benang, atau diselubungi suatu
membran.
Benang-benang itu melekat pada substratnya, tidak bercabang, jarang
mempunyai percabangan sejati, lebih sering mempunyai percabangan semu.
Benang benang itu selalu dapat membentuk hormogonium.
Contoh : Oscillatoria , Rivularia , Anabaena, Spirulina

1) Oscillatoria,
hidup dalam air atau di atas tanah yang basah,
selselnya bulat, merupakan
benang-benang dan akhirnya
membentuk koloni yang
berlendir.

19
Pada jarak-jarak tertentu pada benangbenang itu terdapat sel-sel
yang dindingnya tebal,
kehilangan zatzat warna yang berguna untuk asimilasi, hingga
kelihatan kekuning-kuningan dan dinamakan heterosista.
Heterosista ini dalam keadaan khusus dapat tumbuh menjadi
benang baru, tetapi fungsinya belum dikenal dan biasanya lekas
mati.
Contoh Oscillatoria limosa; Oscillatoria princeps.

2) Rivularia

3) Nostoc

4) Anabaena azollae / Anabaena cycadae.

5) Spirulina

20
Nostoc, dapat menambat N dari udara, seringkali bersimbiosis dengan Fungai
membentuk Lichenes.

Anabaena, juga menambat N dari udara dan dapat bersimbiosis dengan tanaman

Anaabaena cycadae bersimbiotic dengan pakis haji (Cycas rumphii)

Anabaena azollae bersimbiotic dengan paku air Azolla pinata (dalam daunnya) yang
hidup di sawah-sawah dan di rawa rawa.

dalam bersimbiotic anabaena berada dalam akar-akarnya yang disebut akar-akar


bunga karang mengikat nitrogen untuk tumbuhannya

Sinobakteria adalah satu-satunya kelompok organisme yang mampu mereduksi


nitrogen dan karbon dalam kondisi tidak ada oksigen (anaerob). Mereka melakukannya
dengan mengoksidasi belerang (sulfur) sebagai pengganti oksigen.

II.6 ARCHAEBACTERIA
Dalam sistem klasifikasi pada sistem enam kingdom, Archaeobacteria termasuk
dalam satu kingdom tersendiri. Yang termasuk Archaeobacteria, yaitu bakteri yang
hidup di sumber air panas, di tempat berkadar garam tinggi, di tempat yang panas dan
asam. Archaeobacteria termasuk kelompok prokariotik. Pertama kali diidentifikasikan

21
pada tahun 1977 oleh Carl Woese dan George Fox. Ada tiga kelompok dari
Archaeobacteria, yaitu methanogens, halophiles, dan thermophiles.

Ciri-ciri Archaeobacteria.
1. Sel bersifat prokaryotik.
2. Lipida pada membran sel bercabang.
3. Tidak memiliki mitokondria, retikulum endoplasma, badan golgi, dan
lisosom.
4. Habitat di lingkungan bersuhu tinggi, bersalinitas tinggi, dan asam.
5. Berukuran 0,1 m sampai 15 m, dan beberapa ada yang berbentuk filamen dengan
panjang 200 m.
6. Dapat diwarnai dengan pewarnaan Gram.

Archaeobacteria dikelompokkan berdasarkan habitatnya, yaitu:


a. Halophiles, yaitu lingkungan yang berkadar garam tinggi.
b. Methanogens, yaitu lingkungan yang memproduksi methan. Ini dapat ditemukan
pada usus binatang.
c. Thermophiles, yaitu lingkungan yang mempunyai suhu tinggi. Dalam contoh
konkrit kalian dapat menemukan Archaeobacteria di gletser, asap hitam, tanah
rawa, kotoran, air laut, tanah dan saluran pencernaan makanan pada binatang
seperti ruminansia, dan rayap.
Terdapat juga pada saluran pencernaan makanan pada manusia.
Walaupun demikian, Archaeobacteria biasanya tidak berbahaya bagi organisme
lainnya dan tidak satu pun dikenal sebagai penyebab penyakit.

Klasifikasi Archaeobacteria
Menurut Woese, Kandler dan Wheelis, 1990, Archaeobacteria dibagi menjadi
beberapa phylum, yaitu :
a. Phylum Grenarchaeota
b. Phylum Euryarchaeota
c. Halobacteria
d. Methanococci
e. Methanophyri
f. Archaeoglobi
g. Thermococci
h. Thermoplasmata
i. Phylum Korarchaeota
j. Phylum Nanoarchaeota

22
BAB III
PENUTUP

III.1 Kesimpulan
Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan. Semua
fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Sel-sel prokariota beradaptasi
dengan kehidupan uniselular. Sel tumbuhan terdiri atas: dinding sel, membran plasma,
sitoplasma, dan organel-organel (retikulum endoplasma kasar dan halus, ribosom,
mitokondria, apartus golgi, plastida, vakuola sentral dan nukleus). Berdasarkan
keadaan intinya, sel dibedakan dalam dua macam, yaitu: sel prokariotik dan sel
eukariotik. Pada sel prokariotik, materi inti (DNA) terdapat dalam nukleoid yang tidak
dibatasi oleh membran inti. Contoh sel prokariotik ialah bakteri, dan gangang biru
yang termasuk Monera.

III.2 SARAN
Struktur dan fungsi organel-organel dalam sel akan mudah dipelajari jika
ditunjang oleh banyak literatur , baik dari buku-buku penunjang atau internet
.Sehingga kita dapat mengetahui hubungan antara struktur dan fungsi dari masing-
masing organel dengan jelas . Selain itu kita juga dapat memahami hubungan antara
organel-organel tersebut di dalam sel. Bagi kita dan generasi akan datang sudah
sepatutnya untuk mengetahui struktur dan fungsi organel sel pada mahluk hidup, dan
perbedaan antara sel hewan dan tumbuhan. Kepada para pembaca kalau ingin lebih
mengetahui tentang bahasan ini bisa membaca buku atau majalah-majalah yang
memuat tentang struktur dan fungsi organel sel pada mahluk hidup.

23
DAFTAR PUSTAKA

id.wikipedia.org
Prawirohartono Slamet, Suhargono Hardisumarto. 1999. Sains Biologi. Jakarta: Bumi
Aksara
Campbell. 2002. Biologi edisi kelima jilid I. Jakarta: Erlangga
Campbell Neil A. dan Reece Jane B., 2008, Biologi Edisi Kedelapan Jilid 1, Jakarta :
Erlangga, 222-226
Isnaeni.Wiwi,2006, Fisiologi Hewan, Yogyakarta: kanisius
Pratiwi. D. A, 2007, Biologi Untuk SMA Kelas XI, Jakarta: Erlangga
Tenser. Amy, 2003, Bahan Ajar, Malang: Dirjen Dikti

24