Anda di halaman 1dari 12

Alat Organ Reproduksi Wanita Fungsinya

& Gambarnya
By penyakit27Posted on February 24, 2016

Alat reproduksi adalah organ-organ yang berperan dalam serangkaian proses dengan tujuan
untuk berkembang biak atau memperbanyak keturunan. Manusia harus memiliki organ
organ reproduksi dengan fungsi dan dalam keadan normal bila ingin mendapatkan keturunan.
Alat reproduksi wanita berbeda dengan alat reproduksi laki-laki. Bila dibandingkan dengan
pria, organ reproduksi wanita lebih rumit karena terdiri dari dua cabang ovarium. Setiap
bulan pada wanita normal, secara bergantian kedua ovarium tersebut akan memproduksi sel
telur, dan jika sel telur tersebut tidak dibuahi maka akan terjadi menstruasi.Pada organ
reproduksi wanita juga memiliki beberapa kelenjar yang mempunyai peran masing masing.

Secara garis besar ada 2 kelompok dalam pembagian alat reproduksi wanita yaitu alat
reproduksi (genetalia) luar (dapat dilihat karena di permukaan tubuh) dan Alat reproduksi
(genetalia) dalam(yang tidak terlihat karena letaknya di rongga panggul).Tentunya ketahui
juga bagaimana cara perawatan organ reproduksi wanita agar terlepas dari gangguan
kesehatan reproduksi yang sering sekali menyerang pada wanita. Seperti kanker serviks,kista
maupun miom. Dimana begitu pentingnya pemahaman tentang kesehatan organ dalam
reproduksi wanita untuk diketahui. Di sini anda bisa menemukan informasi tentang alat
reproduksi wanita bagian dalam maupun luar beserta fungsinya secara lengkap. Anatomi
sistem reproduksi wanita sangat penting sekali untuk anda pahami dan ketahui, supaya anda
mengetahui apabila terdapat kelainan alat reproduksi wanita pada khususnya. Untuk itu
betapa pentingnya merawat alat reproduksi wanita dengan menjaga kebersihannya agar
terhindar dari berbagai macam jenis penyakit yangmenyerang organ reproduksi kewanitaan.

1. ALAT REPRODUKSI WANITA BAGIAN LUAR

a). Mons Veneris


Merupakan suatu bangunan yang terdiri atas kulit yang di bawahnya terdapat jaringan lemak
menutupi tulang kem@luan simphisis .Bagian yang sedikit menonjol dan bagian yang
menutupi tulang kem@luan (simfisis pubis) adalah mons veneris. Jaringan lemak dengan
sedikiti jaringan ikata adalah penyusun bagian ini. Sering dikenal dengan naman gunung
venus dari nama lain Mons Veneris. Bagian mons veneris akan ditutupi oleh rambut rambut
kem@luan dan membentuk pola seperti segitiga terbalik disaat sudah dewasa. Fungsi Mons
veneris adalah sebagai pelindung terhadap benturan-benturandari Iuar dan dapat menghindari
infeksi dari Iuar

b). Labia Mayora (bibir besar kem@luan)


Terdiri atas bagian kanan dan kiri lonjong mengecil ke bawah dan bersatu di bagian bawah
.Seperti dengan namanya.,seperti bibir bentuk dari bagian ini. Bagian lanjutan dari mons
veneris adalah labeia mayora ini yang berbentuk lonjok dan menuju ke bawah bersatu
membentuk perineum. Disusun oleh jaringan lemak, kelenjar keringat di bagian luar dari
labia mayora ini. Biasanya kalau sudah dewasa rambut rambut kem@luan akan menutupinya
yang merupakan rambut dari mons veneris. Sedangkan selaput lemat yang tidak berambut,
banyak ujung -ujung saraf dimiliki sehingga saat melakukan hubungan hubungan badan maka
sangat sensitif.

c). Labia Minora (bibir kecil kem@luan)


.Bentuk dari organ Labia minora ini adalah berbentuk lipatan yang terdapat didalam labia
mayora. Rambut tidak dimiliki oleh alat ini, jaringan lemak sebagai penyusunnya dan
pembuluh darah banyak dimiliknya sehingga saat bergairah berhubungan badan dapat
bertambah besar. Orifsium vagina (lubang kem@luan) akan dikelilingi bibir kecil kem@luan
ini. Labia ini analog dengan kulit skrotum pada pria.

d). Klitoris
Klitoris merupakan suatu bangunan yang terdiri dari glans klitoris,korpus klitoris dan krura
klitoris.Organ klitoris ini mempunyai sifat erektil yang sangat sensitif terhadap rangsangan
saat berhubungan hubungan badan. Pembuluh darah banyak dimiliki oleh klitoris ini dan
banyak terdapat ujung saraf di organ ini. Merupakan bagian yang erektil, seperti penis pada
pria,maka dari itu sangat sensitif dan erektil sifat dari organ ini.

e). Vestibulum
Rongga pada kem@luan merupakan vestubulum yang pembatasnya adalah labia minora pada
sisi kiri dan kanan. Pada bagian atas dibatasi oleh klitoris dan pada bagian belakang
(bawah)nya dibatasi oleh pertemuan dua labia minora.
Vestibulum merupakan tempat bermuaranya :

Uretra (salurankencing)

Muara vagina (liangSenggama)


Cairan seperti lendir akan keluar dari masing masing kelenjar ini 2 lubang saluran kelenjar
bartholini dan Skene pada saat berhubungan berhubungan badan agar masuknya penis
mudah.

f). Himen (selaput dara)


Selaput membran tipis yang menutupi lubang vagina adalah himen. Sangat mudah robek pada
organ himen ini sehingga keperawaan dinilai dari salah satu aspek ini. Himen ini normalnya
memiliki satu lubang agak besar yang berbentuk seperti lingkaran. Cairan atau darah saat
mentruasi keluar pada tempati ini yaitu himen. Atresia Himena/is (Hymen lnferforata) yaitu
kondisi Pada perempuan yang tidak mempunyai introitus himenalis, akibatnya darah mens
tidak bisa keiuar .Biasanya akan robek dan mengeluarkan darah pada saat melakukan
hubungan sek pertama kalinya. Sisa sisa himen yang disebut caruncula Hymenalis
(caruncula mirtifomis) akan tertinggal setelah melahirkan.

Baca juga : Ketahui ciri ciri gejala penyakit kanker serviks dan obat herbalnya.

2. ALAT REPRODUKSI WANITA BAGIAN DALAM

a). vagina
muskulomembranasea (Otot-Selaput) yang menghubungkan rahim dengan dunia luar adalah
vagina. Panjang dari vagina ini sekitar 8-10 cm. Antara kandung kemih dan rektum letak dari
vagina. Dinding yang berlipat lipat dimilikinya. Selaput lendir adalah lapisan terluarnya.
Jalan lahir fungsi dari vagina ini dan juga sarana dalam hubungan hubungan badan serta
saluran agar darah dan lendir saat menstruasi dapat mengalir

Asal dari otot pada vagina dari sphingter ani dan levator ani (otot usus/dubur) sehingga dapat
mengendalikan dan melatih otot ini. Kelenjar yang dapat menghasilkan cairan tidak dimiliki
oleh vagina. Tetapi selalu dibasahi oleh cairan yang berasal dari kelenjar yang terdapat pada
rahim.

vagina (saluran senggama) mempunyai fungsi penting:

sebagai jalan lahir bagian lunak,

sebagai sarana hubungan hubungan badan,

saluran untuk mengalirkan lendir dan darah menstruasi.

b). Rahim (Uterus)


Organ berongga yang berbentuk seperti buah pir dengan berat sekitar 30 gram dan tersusun
atas lapisan lapisan otot disebut dengan Uterus. Bentuk dari ruang pada rahim (uterus)
adalah segitiga dengan bagian atas yang lebih lebar. Fungsi rahim menerima ovum yang
dibuahi ditanamkan ke endometrium dan mendapatkan makanan dari pembuluh darah.Dan
ovum dibuahi lalu berkembang menjadi embrio dan kemudian menjadi janin
dan terus berkembang sampai lahir setelah usia sembilan bulan.Dimana secara singkat rahim
sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya janin adalah. Sifat dari otot pada uterus adalah
elastis sehingga dapat menyesuaikan dan menjaga janin ketika selama 9 bulan kehamilannya.
Endometrium (dinding rahim) terdapat pada bagian uterus yang terdiri dari sel sel epitel dan
membatasi uterus. Pada saat ovulasi maka lapisan endometrium akan menebal dan pada saat
menstruasi maka akan meluruh. Agar posisinya bisa bertahan maka akan disangga oleh
logamentum dan jaringan ikat.

Fungsi rahim:

Sebagai alat tempat terjadinya menstruasi

Sebagai alat tumbuh dan berkembangnya hasil konsepsi

Tempat pembuatan hormon misal HCG

Bagian bagian dari rahim (uterus):

Korpus uteri adalah bagian yang bentuknya segitiga pada bagian atas

Serviks uteri adalah bagian yang bentuknya seperti silinder

Fundus Uteri adalah bagian korpus yang letaknya diatas kedua pangkal tuba fallopi

Beberapa
ligamentum, jaringan ikat dan parametrium menyangga posisi uterus, agar tetap bertahan
posisinya . Faktor usia wanita dan paritas mempengaruhi ukuran uterus. Uterus dapat
menahan beban hingga 5 liter.Dimana ukuran uterus anak-anak 2-3 cm, nullipara 6-8 cm,
multipara 8-9 cm dan > 80 gram pada wanita hamil.

Secara histoiogis uterus dibagi menjadi tiga bagian:

1. Endometrium, yaitu lapisan uterus yang paling dalam dimana setiap bulan akan keluar
sebagai darah menstruasi

2. Miometrum, adalah lapisan tengah dimana terdiri dari otot polos

3. Perimetrium, merupakan iapisan luar yang terdiri dari jaringan ikat

Dinding uterus terdiri dari tiga lapisan :

a) Peritonium
Meliputi dinding rahim bagian luar, yang menutupi bagian luar uterus. Merupakan penebalan
yang diisi jaringan ikat dan pembuluh darah limfe dan urat syaraf. Peritoneum meliputi tuba
dan mencapai dinding abdomen.

b) Lapisan otot
Susunan otot rahim terdiri dari tiga lapisan yaitu lapisan luar, lapisan tengah, dan lapisan
dalam. Pada lapisan tengah membentuk lapisan tebal anyaman serabut otot rahim. Lapisan
tengah ditembus oleh pembuluh darah vena dan arteri. Membentuk angka delapan
lengkungan serabut otot ini, sehingga terjadi kontraksi pembuluh darah terjepit rapat, dengan
deminkian pendarahan dapat terhenti. Semakain ke arah serviks maka otot rahim makin
berkurang dan jaringan ikatnya bertambah.

Isthmus merupakan bagian rahim yang terletak antara osteum uteri internum anatomikum,
yang merupakan batas dari kavum uteri dan kanalis servikalis dengan osteum uteri
histologikum (dimana terjadi perubahan selaput lendir kavum uteri menjadi selaput lendir
serviks). Saat persalinan Isthmus uteri ini akan menjadi segmen bawah rahim dan meregang

c) Endometrium
Terdapat lubang kecil yang merupakan muara dari kelenjar endometrium. perubahan
hormonal dalam siklus menstruasi menentukan variasi tebal, tipisnya, dan fase pengeluaran
lendir endometrium. akan mengalami perubahan menjadi desidua pada saat konsepsi
endometrium, sehingga memungkinkan terjadi implantasi (nidasi).Lapisan epitel serviks
berbentuk silindris, dan bersifat mengeluarakan cairan secara terus-menerus, sehingga dapat
membasahi vagina. Tonus otot rahim, tonus ligamentum yang menyangga dipengaruhi
kedudukan uterus dalam tulang panggul.

Uterus di dalam perut terapung-apung tetapi terksasi oleh jaringan-jaringan ikat &
Iigamentum. Ligamentum-ligamentum yang mengfiksir uterus:

1. Ligamentum cardinaie sinistra & dextra (Mackenrodt)


Ligamen ini berfungsi:

o Mencegah supaya uterus tidak turun

o Di dalamnya terdapat pembuluh darah arteria & vena uterina Ligamen ini
berjaian dari servix uteri dan puncak vagina ke arah lateral dinding panggul.

Penyebab uterus turun:

o Sering melahirkan

o Perempuan yang sering melahirkan sering dipijat

o Orang yang sudah tua

2. Ligamentum Sakro Uterinum sinistra & dextra


Fungsi: menahan uterus supaya tidak dapat bergerak. BerjaIan dari servik bagian
beiakang kiri kanan ke Os sacrum.

3. Ligamentum Rotundum sinistra & dextlra


Ligamen ini berjalan dari daerah Fundus uteri ke dinding panggul. Pada perempuan
hamil sering mengalami nyeri pada daerah kaki bawah dikarenakan Iigamen
rotundum tegang.

4. Ligamentum Latum sinistra & dextra


Merupakan suatu jaringan Iapis tipis yang menutupi tuba uterina dan uterus di sebelah
belakang ligamentum iatum terdapat
5. Ligamentum infundibulum pelvikum sinistra & dextra
Di dalam Iigamen ini terdapat uraturat syaraf kelenjar Iimfa serta arteria dan vena
ovarika untuk darah yang memberikan ke ovarium dan uterus.

6. Ligamentum ovarii propriumB


Berjalan dari ovarium menuju ke bagian belakang fundus uteri. Secara embriologi
ligamentum ini berasal dari Gubernaculum seperti juga ligamentum rotundum

Disaat persalinan, rahim adalah jalan lahir yang penting karena janin dapat terdorong keluar
dengan kemampuan otot tersebut. Serta pembuluh darah akan tertutup otor uterus agar
pendarahan pasca persalinan bisa dicegah. Rahim akan kembali ke bentuk semula dalam
waktu sekitar 6 minggu setelah proses persalinan.

c). Tuba Fallopi (Oviduk)


Organ yang menghubungkan uterus (rahim) dengan indung telus (ovarium) disebut dengan
tuba fallopi. Tuba fallopi (oviduk) juga sering disebut saluran telur karena bentuknya seperti
saluran. Jumlah organin adalah 2 buah dengan panjang 8 20 cm.

Tuba Fallopii berasal dari ujung ligamentum Iatum berjalan ke arah lateral, 12 cm adalah
panjang kisaran tuba fallopi ini. Bukan merupakan saluran lurus tuba fallopi ini, tetapi
merupakan bagian yang lebar, dan dibedakan menjadi 4 bagian. Mempunyai fimbriare dan
ujungnya terbuka, sehingga dapat menagkap ovum(telur) saat terjadi ovulasi / pelepasan telur.
Dimana saluran telur nii akan menyalurkan hasil pembuahan menuju ke rahim. Tuba fallopi
merupakan bagian yang paling sensitive, dan sering menjadi penyebab utama terjadinya
kemandulan (infertilitas).

Fungsi dari tuba fallopi adalah

Sebagai saluran spermatozoa dan ovum

Penangkap ovum

tempat terjadinya pembuahan (fertilitas)

Sebagai tempat pertumbuhan hasil pembuahan sebelum mampumasuk ke dalam


uterus (rahim)

4 bagian dari tuba fallopi adalah:

1. Infundibulum, yaitu bagian berbentuk seperti corong yang terletak di pangkal dan
memiliki Fimbriae. Fimbriae berfungsi untuk menangkap ovum

2. Pars ampularis, yaitu bagian agak lebar yang merupakan tempat bertemunya ovum
dengan sperma (Pembuahan/fertilisasi)

3. Pars Interstitialis, yaitu bagian tuba yang letaknya dekat dengan uterus.

4. Pars Ismika, yaitu bagian tengah tuba yang sempit


d). Ovarium (IndungTelur)
Kelenjar reproduksi utama pada wanita yang berfungsi untuk menghasilkan ovum (sel telur)
dan penghasil hormon berhubungan badan utama disebut dengan Ovarium. Bentuk dari
ovarium adalah oval dan 2,5 4 cm panjang dari ovarium. Terletak di kanan dan kiri terdapat
sepasang ovarium dan dihubungkan dengan rahim oleh tuba fallopi. Pada wanita umumnya
setiap ovarium mempunyai 300.000-an dan mengalami kegagalan pematangan atau mati pada
sebagian besar sel telur sehingga terjadilah menopause disaat benih telur habis. Hormon
estrogen dan progesteron dihasilkan oleh ovarium juga yang berperan dalam proses
menstruasi.

Produksi telur pada wanita sesuai dengan usianya adalah sebagai berikut:

Saat Iahir/bayi :mempunyai sel telur 750.000

Umur 6-15 tahun :mempunyai sel telur 439.000

Umur 6-25 tahun :mempunyai sel telur 159.000

Umur 26-35 tahun :mempunyai sel telur 59.000

Umur 35-45 tahun :mempunyai sel telur 34.000

Masa menopause :semua telur menghilang

Fungsi ovarium:

Sebagai penghasil sel teiur/ovum

Sebagai organ yang menghasilkan hormon (estrogen dan progesteron)

e). Parametrium (Penyangga Rahim)


Tempat yang menghubungkan rahim dengan tulang panggul yang merupakan lipatan
peritoneum dengan berbagai penebalan. Tuba fallopi adalah lipatan atasnya dan ikut
menyangga indung telur. Sering mengganggu fungsinya karena pada bagian ini sensitive
terhadap infeksi.

Pada rongga panggul hamper terdapat keseluruhan alat reproduksi wanita. Pada umumnya
setiap wanita mempunyai rongga panggul /pelvis yang berbeda satu dengan yang lain. Pada
proses persalinan bentuk ini sangat menentukan mudah dan tidaknya proses persalinan
tersebut. Untuk mengukur usia kehamilan seorang wanita biasa dilihat dari perubahan ukuran
panggul ini. Untuk mengetahui kematangan alat reprodukasi wanita bisa dilihat ketika
mendapatkan haid pertama kali yang disebut menarche. Biasanya wanita aakil balig adalah
sebutan bagi yang sudah mengalami proses mens ini, yang dimulai sekitar usia 8 12 tahun.
Apabila wanita sudah mengalami menarche, artinya dalam tubuhnya sudah menghasilkan sel
telur yang dapat dibuahi oleh sperma yang dihasilkan oleh tubuh laki laki, sehingga dapat
menyebabkan kehamilan.

Baca juga : Ketahui ciri ciri gejala penyakit kista dan mion & obat herbalnya.
Fisiologi Sistem Reproduksi Wanita

Hormon Reproduksi pada wanita

Hormon FSH berfungsi untuk merangsang pertumbuhan sel-sel folikel sekitar sel
ovum.

Hormon Estrogen yang berfungsi merangsang sekresi hormone LH.

Hormon LH yang berfungsi merangsang terjadinya ovulasi, yaitu yaitu proses


pematangan sel ovum.

Hormon progesteron hormon ini berfungsi untuk untuk menghambat sekresi FSH dan
LH

Siklus Menstruasi:

Siklus mnstruasi terbagi menjad 4. jika wanita tidak hamil, maka akan mengeluarkan darah
dari alat kandungannya setiap bulan.

1. Stadium menstruasi (Desquamasi), suatu kondisi dimana endometrium terlepas dari


rahim dan adanya pendarahanselama 4hari.

2. Staduim prosmenstruum (regenerasi), kondisi dimana terjadi proses terbentuknya


endometrium secara bertahap selama 4hr

3. Stadium intermenstruum (proliferasi), yaitu terjadinya penebalan endometrium dan


kelenjar tumbuhnya lebih cepat.

4. Stadium praemenstruum (sekresi), perubahan kelenjar dan adanya penimbunan


glikogen guna mempersiapkan endometrium.

Hormon-Hormon Reproduksi

1. Estrogen
Pada ovarium menghasilan estrogen.Estrogen yang paling penting untuk reproduksi adalah
estradiol, meskipun banyak dari jenis estrogen ini. Sebagai pembentuk perkembangan
hubungan badan pada wanita adalah fungsi dari hormon estrogen ini. Yaitu seperti perubahan
lekuk tubuh, pembentukan payudara,munculnya rambut pada kemaual,dll. Pada siklus
menstruasi estrogen juga berguna, yaitu membentuk ketebalan endometrium, menjaga
kualitas dan kuantitas cairan serviks serta vagina, sehingga sesuai dengan penetrasi sperma.

2. Progesteron
Korpus luteum memprosuksi hormon ini. Implantasi zyot dapat diterima karena progesteron
mempertahankan ketebalan endometrium. Terus dipertahankan kadar progesteron selama
trimester awal kehamilan sampai plasenta dapat membentuk hormon HCG.

3. Gonadotropin Releasing Hormone


Hormon yang diproduksi oleh hipotalamus di otak adalah hormon GNRH. Dimana hormon
ini akan merangsang pelepasan FSH (folikl stimulating hormone) di hipofisis. Estrogen akan
memberikan umpan balik ke hipotalamus apabila kadar estrogen tinggi, sehingga kadar
GNRH akan menjadi rendah dan begitu juga sebaliknya.

4. FSH (folikel stimulating hormone) dan LH (luteinizing Hormone)


Kedua hormon ini dinamakan gonadotropoin hormo dan diproduksi oleh hipofsis akibat
rangsangan dari GNRH. Dimana dari folikel akan matang yang disebabkan oleh hormon
FSH. Maka ovum akan keluar dari folikel yang sudah matang. Kemudian folikel ini akan
menjadi korpus luteum dan dipertahankan untuk waktu tertentu oleh LH.

5. LH (Luteinizing Hormone) / ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone)


Pada sel sel kromofob hipofisis anterior memproduksi hormon ini. Bersama FSH dan LH
berfungsi memicu perkembangan folikel / sel sel teka dan sel sel granulosa. Dan juga ovulasi
tercetus karena di pertengaan siklus (LH-surge). Selama fase luteal siklus, LH akan
mempertahankan dan meningkatkan fungsi korpus luteum pascaovulasi dalam menghasilkan
progesteron.Secara periodek pelepasannya, dan pada setiap fase siklus kadar dalam darah
bervariasi. Dimana kerja sangat cepat dan singkat dan waktu paruh eliminasinya pendek
sekitar 1 jam.

6. HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)


Sejak usia kehamilan 3 4 minggu sudah dimulai produksi hormon ini, oleh jaringan
trofoblas / plasenta. Sampai dengan kehamilan 10 12 minggu kadarnya semakin meningkat,
kurang lebih 100.000 mU/ml. Kemudian pada trimester kedua turun menjadi sekitar 1000
mU/ml. Dan kemudian akan naik kembali pada kahir trimester ketiga menjadi 10.000 mU/ml.
Pada masa kehamilan awal hormon ini berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi
korpus luteum, dan produksi hormon hormon steroid. Dan juga fungsi imunologik juga
dimiliki oleh hormon ini. Pada darah atau urine deteksi HCG dapat dijadikan sebagai tanda
kemungkinan adanya kehamilan.

7. LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolactin


Hormon ini diproduksi pada hipofisis anterior, dimana hormone ini dapat meningkatkan dan
memiliki aktifitas produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara. Prolaktin pada
ovarium ikut mempengaruhi pematangan sel telur dan mempengaruhi fungsi korpus
luteumdan juga pada kehamilan.

Baca juga:

Ciri ciri gejala penyakit demam berdarah / DBD & obat herbalnya.

Cara Menghilangkan Stress Pikiran Berat dan Negatif Dengan Cepat

Cara Hidup Sehat Rasulullah SAW Menurut Islam dan Bugar

Cara Diet Air Putih Hangat Yang Benar dan Manfaatnya

Cara mengatasi kaki bengkak saat hamil tua 7,8,9 bulan

Cara mengobati sariawan di lidah dan pinggir bibir dengan cepat & tidak perih
Cara mengobati keputihan yang gatal secara tradisional

Penyebab sakit kepala sebelah kanan,kiri,belakang,depan & belakang

Manfaat luar biasa pisang ambon untuk pria,ibu hamil & wajah

Cara perawatan masa nifas setelah melahirkan

Obat batuk tradisional untuk anak,dewasa,bayi & ibu hamil

Cara Menghilangkan Minyak Di Wajah Secara Alami,Permanen,Cepat!

Menu Makanan Sehat Untuk Diet Golongan Darah O,B,A,AB

Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita Usia Subur

Kelainan alat reproduksi wanita:

4 masalah kelainan alat reproduksi wanita secara umum yang sering terjadi pada sistem
reproduksinya.
Sering terjadi banyak perempuan baik yang muda maupun tua mengeluhkan adanya masalah
pada sistem reproduksi mereka. Beberapa keluhan yang dirasakan pada organ reproduksi
wanita ini, sehingga banyak wanita yang ingin mengetahui apakah alat reproduksi mereka
normal atau tidak. Dan berikut ini dapat anda ketahui beberapa kelainan alat reproduksi
wanita atau gangguan yang terjadi pada alat system reproduksi wanita yang harus anda
ketahui dan yang paling umum dikeluhkan.

1).Masalah kelainan alat reproduksi wanita yang berhubungan dengan vulva dan
vagina

1. Vulvovaginitis
Adalah dimana terjadinya suatu peradangan pada vulva dan vagina yang disebabkan
oleh iritasi ( seperti sabun mandi atau sabun cuci). Dan hal ini disebabkan karena
tidakdikelola dengan baik dalam menjaga kebersihanalat reproduksi, seperti membilas
dari belakang ke depan setelah buang air, bukan sebaliknya. Dan hal ini dapat
menyebabkan suatu peradangan. Gejala yang ditimbulkan dari vulvovaginitis ini
adalah timbulnya rasa gatal dan kemerahan pada area vagina dan vulva, dan dari
vagina terkadang keluar cairan.

2. Perdarahan nonmenstrual
Dimana hal ini terjadi akibat penumpukan partikel asing dalam vagina, contohnya ada
tisu toilet. Peluruhan uterus juga menjadi penyebab pendarahan, yaitu kondisi dimana
mucus membrane uretra mencuat keluar dari vagina, serta membentuk jaringan lunak
berbentuk seperti lingkaran cincin yang mudah berdarah. Cendera saat bersepedajuga
dapat menyebabkan pendarahan nonmenstrual yaitu kondisi dimana vagina terantuk
frame sepeda, atau diakibatnya terjadinya pelecehan hubungan badan.

2).Masalah kelainan alat reproduksi wanita yang berhubungan dengan indung telur
dan tuba valopi:
Kehamilan ektopik
Kondisi dimana berkembangnya zigot di luar rahim di saat telur dibuahi, dan biasanya
pada tuba falopi zigot ini melekat. Dan wanita yang mengalami kondisi ini dapat
mengalami suatu kondisi nyeri perut yang parah, dan harus dikonsultasikan ke dokter
dengan segera karena biasanya operasi adalah jalan yang harus ditempuh oleh pasien.

Endometriosis
Adalah jaringan halus pembentuk uterus yang ditemukan berkembang di luar uterus
seperti di indung telur, tuba falopi, atau bagian lain rongga panggul. Dan
endometriosis dapat menyebabkan nyeri pada panggul, kemudian mengalami suatu
pendarahan abnormal, dan meraskan menstruasi yang menyakitkan

Tumor indung telur


Bisa saja hal ini terjadi,walaupun sebenarnya jarang. Wanita akan mengalami nyeri
pada perut bagian atas dan tekanan yang dirasakan dalam abdomen jika wanita
tersebut memiliki tumor indung telur. Dan kondisi ini harus diperlukan prosedur
pengangkatan tumor dengan segera.

Kista indung telur


Adalah kelenjar abnormal yang terbentuk dalam indung telur berisikan cairan atau
material semi-padat lain. Pada umumnya kista tergolong tidak mengkhawatirkan dan
umum terjadi, kecuali kelenjar terus bertambah membesar. Diman hal yang berbahaya
adalah jika kista besar dapat menekan organ di sekelilingnya, dan menyebabkan perut
terasa nyeri. Kista akan menghilang dengan sendirinya pada kebanyakan khasus dan
tidak perlu suatu perawatan khusus dalam menangani kista. Namun jika kista terasa
menyakitkan maka untuk menghentikan pertumbuhannya, dokter akan meresepkan pil
KB serta melakukan prosedur pengangkatan kista dengan operasi.

Sindrom ovarium polisistik


Dimana pada ovarium terjadi gangguan hormon yang menyebabkan peningkatan
produksi androgen. Dan kondisi ini akan menyebabkan indung telur membesar
danmenumbuhkan kista. Pada saat remaja sindrom ovarium polisistik ini akan timbul
untuk pertama kalinya. Dan kondisi ini tergantung dari keparahan kondisi dan
tipenya, dan dapat ditangani dengan obat pengontrol keseimbangan hormone dan
menstruasi.

3).Masalah kelainan alat reproduksi wanita yang berhubungan dengan menstruasi


Pada perempuan muda seringkali mengeluhkan masalah menstruasi. Dan beberapa kondisi
yang umum dikeluhkan, termasuk:

Dysmenorrhea
Adalah periode menstruasi yang menyakitkan.

Menorrhagia, adalah periode menstruasi di mana volume perdarahan yang terjadi


sangat banyak dan berat.

Oligomenorrhea
Aadalah kondisi di mana seorang perempuan memiliki periode menstruasi yang tidak
teratur atau melewati jadwal menstruasinya, walaupun ia sudah pernah menstruasi
dengan teratur sebelumnya dan tidak sedang hamil.

Amenorrhea
Terjadi saat seorang perempuan belum memulai periode menstruasinya setelah
beranjak 16 tahun atau 3 tahun setelah masa pubertas, belum menunjukkan tanda-
tanda pubertas saat berusia 14 tahun, atau memiliki periode menstruasi yang normal
tetapi berhenti menstruasi mendadak tanpa alasan yang diketahui (selain kehamilan).

4).Masalah kelainan alat reproduksi wanita yang berhubungan dengan sistem


reproduksi

1. Penyakit berhubungan badan menular (STD/STI),


Termasuk radang panggul (PID), HIV/AIDS, human papillomavirus (HPV), sifilis,
raja singa (gonorrhea), dan herpes (HSV). DImana penularan penyakit ini melalui
aktivitas hubungan badan, dari satu orang ke orang lainnya.

2. Sindrom syok racun atautoxic shock syndrome.


Penyakit ini mematikan meskipun jarang terjadi,dan yang menjadi penyebabnya
adalah racun yang dilepaskan ke dalam tubuh.Selama infeksi bakteria yang akan
berkembang jika tampon dibiarkan terlalu lama di dalam vagina. Gejala yang
ditimbulkan penyakit ini seperti demam tinggi, diare, muntah, dan syok

Jika anda memiliki tanda dan gejala tertentu dari suatu masalah atau kelainan pada sistem
reproduksi.Maka sebaiknya segera periksakan diri anda agar dapat diketahui secara pasti
apakah terjadi kelainan pada alat organ reproduksi wanita.