Anda di halaman 1dari 11

KULIT

URTIKARIA
- Patch Tes
- Prick Test ( Dermatitis Atopik, Rinitis Alergi )
- Gatal, Eritema, Edema setempat
- Anti-Histamin dan Kortikosteroid

HIDRADENITIS SUPURATIF
- Infeksi Kelenjar Apokrin
- Abses -> Fistel

MILIARA
- Banyak berkeringat
- Prickle heat

ACNE VULGARIS
- Pilosebasea
- As. Retinoat, As. Salsilat

SKLERODERMA
- Fenomena Raynaud
- Wajah seperti topeng
- Poliartritis

DERMATOMIOSITIS
- Kelemahan otot
- Eritema
KULIT
PSORIASIS VULGARIS
Eritema disertai skuama yang berlapis-lapis
Fenomena Tetesan Lilin ( Skuama menjadi putih pada daerah
goresan )
Fenomena Auspitz (Tampak serum atau darah berbintik-bintik
disebabkan papilomatosis)
Fenomena Kbner (Trauma pada kulit penderita psoriasis, misalnya :
garukan, dapat menyebabkan kelainan yang sama dengan kelainan
psoriasis)
Kelainan Kuku Pitting Nail

Emolien fase non aktif


Preparat ter -> efek : antiradang, asal : fosil iktiol
Indikasi psoriasis akut ( batubara liantral, LCD )
Indikasi psoriasis menahun (Konsentrasi 2-5%, ditambah asam
salisilat 3-5%, meningkatkan penetrasi )
Sitostatik : Metrotrexat
Imunosupresan : Siklosporin
Etretinat (Tigason) : Kurangi proliferasi sel epidermal pada lesi
psoriasis

ERITRODERMA
- Eritema seluruh tubuh

PITIRIASIS ROSEA
- Pohon cemara
- Herald Patch ( Lesi pertama)
- Bedak salsilat, Kortikosteroid topical

DERMATITIS SEBOROIK
- Kelainan Kulit yang menyerang kepala, wajah, punggung, lipat paha
- Eritema disertai skuama dengan batas tak tegas
- Jika skuama halus aka nada gambaran pitiriasis sika (ketombe)
- Jika berat menyebabkan penyakit leiner
KULIT
NEKROLISIS EPIDERMAL TOXIC (NET) / Sindrom Lyell
- Ada anggapan NET adalah adalah bentuk dari SSJ yang berat, krn
sebagian besar pasien SSJ berkembang menjadi NET
- Epidermolisis Tes Nikolsky (+)
- Reaksi tipe II (sitolitik)
- Antibiotik spektrum luas, tdk nefrotoksik dan bakterisidal (
siprofloksasin) IV

Sindrom Stevens-Johnson
- Eritema Multiforme Mayor
- Reaksi tipe II (sitolitik)
- Pada alergi obat akan terjadi aktivasi sel T, CD4 (dermis) dan CD8
(epidermis), IL-5
- TRIAS : Kulit, Orificium, Mata
- PEMERIKSAAN : Biopsi kulit, kultur darah
- KOMPLIKASI : Bronkopneumonia

Erythema Multiforme
- Erupsi mendadak dan rekuren pada kulit, kadang-kadang pada
selaput lendir dengan gambaran bermacam-macam spektrum dan
gambaran khas bentuk iris
- Disebabkan : Obat, Infeksi, Keganasan
- Tipe Makula Eritema : Erupsi timbul mendadak, Lesi berturut-
turut, bentuk iris
- Tipe vesikobulosa : Lesi mula-mula berupa makula, papul, dan
urtika yang kemudian timbul lesi vesikulobulosa di tengahnya, ini
bisa mengenai selaput lendir
- Bila kasus berat, dapat terjadi anemia dan proteinuria ringan
- Kortikosteroid oral

Staphylococcal Scalded Skin Syndrome (S.S.S.S)


- Anak < 5 tahun
- Kuman mengeluarkan eksotoksin (epidermolin, eksfoliatin) bersifat
epidermolitik
- Demam tinggi disertai infeksi saluran nafas atas. Kelainan
kulit yang muncul adalah eritema yang akan berubah menjadi
bula yang bila terkelupas maka nikolskiy positif, dalam 2-3 hari
terjadi erosi
- Komplikasi : selulitis, pneumonia, septikemia
KULIT
Pemfigus Vulgaris
- Autoimun
- Menyerang permukaan sel keratinosit
Purpura Vaskulitis
- Reaksi antigen antibodi di dekat endotel pembuluh darah
- Klinisnya berupa purpura yang dapat diraba, eritema, edema,
urtikaria, dan bula. Bila disertai nyeri sendi dinamai sindrom
SHONLEIN, bila disertai gejala saluran cerna serta saluran
kemih disebut sindrom HENOCH

Angioedema
Kebocoran cairan dan edema dimana melibatkan pembuluh darah
pada superfisial dermis di lapisan kulit.
MATA
ABLASI RETINA
- Regmatogenosa ; dimn adnya ruptur retina yg memungkinkan
cairan masuk mel.ruptur ke bwh retina shg terpisah dr lps
pigmen epitel.
- Traksi (tarikan) ; lepasnya retina akbt jaringan parut dalam bdn
kaca menarik retina.
- Eksudatif : akibat peny.pd retina termasuk radang dan
trauma mata.
- Floater, Kilatan cahaya, Visus menurun, penglihatan spt tertutup
- Vitrektomi, Scleral buckle, Pneumatic Retinopexy

Ablasi retina traksional


- Seringkali pertumbuhan p.darah baru ini disertai pembentukan
jaringan parut (scar tissue) yg bersifat mengkerut,sehingga
dapat menarik retina dan dapat mengakibatkan lepasnya retina
(ablasi retina traksional). Kondisi ini dapat menyebabkan
kebutaan pada pasien.
-
GLAUKOMA PRIMER SUDUT TERBUKA
- Tidak sakit, visus menurun perlahan
- Sudut iridokornea > 45
- Tonometri, Tes Lapang Pandang, Funduskopi (melihat ekscavasi
N. optik. Bila > 0,4 (CDR) curiga yg paling mudah tertekan N.II,
sehingga vaskularisasi terganggu, Gonioskopik
- Parasimpatomimetik : ( Miotikum mperbesar outflow HA
Pilokarpin 2-4%mbantu melebarkan trabekel )
- Simpatomimetik :( Efinefrin 0,5-2%menurunkan prod.HA )
- Beta Bloker : Timolol 0,25-0,5%menghentikan prod.HA
-
GLAUKOMA PRIMER SUDUT TERTUTUP
- Sakit, Sakit kepala, Mual Muntah, Mata merah dan bengkak
- Kenaikan mendadak TIO> 40 50 mmHg
- OB : Injeksio Perikornea ringan, Kornea edema, Mid dilatasi pupil,
COA dangkal
- A. Stadium I prodormal : pilokarpin, timolol, carbonic anhidrase
-> Iridektomi perifer
- B. Stadium Kongestif Akut : Pilokarpin, Diamox, Hiperosmotik
Gliserin
XEROPHTHALMIA
- Kelainan mata akbt kekurangan vitamin A
- Buta senja
- XN : Buta senja
- X1A : Xerosis Konjungtiva
- X1B : Xerosis Konjungtiva + Bitot spot
- X2 : Xerosis Kornea dgn gambaran granuloma
- X3A : Keratomalacia ( kornea menjadi tipis dan kering)
- X3B : Ulserasi kornea
- X4 : Xerophthalmia Scars

OKLUSI ARTERI RETINA SENTRALIS


- Foveola tampak gambaran cherry red spot, milky white appearance,
visus hilang timbul, boxcar phenomenon, tiny thread like
OKLUSI VENA RETINA SENTRALIS
- OB : Vena retina kongesti & berkelok- kelok, Flame shape
hemorrhage
- SB : Nyeri, Merah, Fotofobia, Visus menurun perlahan
Non Proliferatif Diabetic Retinopathy
- Pembuluh darah retina yg halus mengalami kebocoran berupa
cairan dan darah ke retina, akibatnya retina membengkak dan
membentuk deposit yg disebut eksudat
- Tidak mengganggu penglihatan
Proliferatif Diabetic Retinopathy
- Terjadi pertumbuhan pembuluh darah baru (neovaskularisasi) yg
abnormal pada permukaan retina dan saraf optik.
- Neovaskularisasi terjadi akbt :
- hipoksia dan iskemik retina
- akibat kekurangan nutrisi - substansi toksik-
neovaskularisasi.-
- Neovsk yg rapuh :
- perdarahan badan kaca
- ablasi retina akbt traksi.
FOTOKOAGULASI LASER
Pemeriksaan Retinopathy Diabetic :
- Snellen Chart
- Oftalmoskop /indirek
- Foto fundus
- Fundus fluorescein angiography.
MATA
ARMD
Kerusakan atau penipisan jaringan makula krn faktor usia
sehingga menyebabkan penglihatan kabur atau hilangnya
penglihatan sentral.
- DRY ARMD : Drussen ad/ elevasi membr.Bruchs yg kecil bulat
dan berwarna kuning putih ,tersebar tidak rata di polus
posterior fundus, visus turun perlahan
a. Drussen
b. Pigmentary alterations
c. Atrophy
- WET ARMD : Pem.darah bocor, visus turun cepat, distorsi
penglihatan, kehilangan kemampuan membedakan warna, kesulitan
membaca, LASER KOAGULASI, PDT
a. Haemorrhage
b. Hard exudate
c. Subretinal,sub-RPE and intraretinal fluid
- Diagnosis : AMSLER GRID, Funduskopi, Fluoresin Angiografi

REFRAKSI
- EMETROP : NORMAL
- MIOPI : MIN, membaca dekat
- HIPERMETROP : PLUS, melihat jauh
- ASTIGMAT : Penglihatan kabur, silinder
- PRESBIOPI : Sulit melihat dekat
- ANISOMETROPIA : Kelainan dua mata yg berbeda
- ANISEIKONIA : Keadaan mata memberikan bayangan yang
berbeda
- AMBLIOPIA : Mata malas
-

KELAINAN PALPEBRA

- KOLOBOMA PALPEBRA : Tampak sebagai lekukan segitiga,


dimargo palpebra
- PTOSIS : Mata sukar dibuka
- DISTIKIASIS : Gl. Meiboom diambil alih
tempatnya oleh bulu mata
- BLEFARITIS : Peradangan menahun margo
palpebra dengan kemerahan, edema skuama dan krusta
- HORDEOLUM : Infeksi akut kelenjar palpebra
disebabkan bakteri stafilokus atau streptokus .Bila mengenai Gl.
Meiboom, disebut hordeolum internum, sedang yang mengenai
Gl Zeis atau Moll disebut hordeolum eksternum.
- KALAZION : Peradangan granulomatosa menahun dari
Gl.Meiboom. Tampak sebagai pembengkakan sebesar kacang,
tanpa keluhan apa-apa, rabaannya keras, melekat pada tarsus,
akan tetapi lepas dari kulit
- TRIKIASIS : Bulu mata mengenai kornea
- ENTROPION : Membaliknya margo palpebra kedalam, yang juga
disertai trikiasis
- EKTROPION : Kebalikan entropion
- ANKILOBLEFARON : Melekatnya Margo palpebra sup&inf
- Blefarofimosis : Fissura palpebra mengecil
- Blefarokalasis : kelebihan kulit ortu
- LAGOFTALMUS : Mata tidak tertutup
HISTOLOGI
KORNEA : Epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk
- Lapisan epitel
- Membran Bowman
- Substansia Propria
- Membran descement
- Endotel
- RUANG ANTARA KORNEA IRIS : COA
- RUANG ANTARA IRIS LENSA : COP
SKLERA :
- JARINGAN EPISKLERALIS : Jaringan fibrosa padat kapsula Tenon
- LAMINA FUSKA : Suatu lapisan tipis antara sklera dengan koroid
RETINA
- FOVEA SENTRALIS : Penglihatan terjelas
- EPITEL PIGMEN : menyerap cahaya dan mencegah pemantulan,
berperan dalam nutrisi fotoreseptor, dan penting untuk
pembentukan rhodopsin serta pergerakannya dengan menimbun
dan melepas vitamin A
- KELOMPOK SEL :
Fotoreseptor (batang dan kerucut)
Neuron konduksi langsung (sel bipolar dan sel ganglion)
Neuron asosiasi dan lainnya (sel horisontal, amakrin, dan sel bipolar
sentrifugal).
Unsur penyokong (serat Mller dan neuroglia).

KONJUNGTIVA :
- Epitel selapis kuboid
TELINGA TENGAH
- Membran timpani : epitel selapis gepeng epitel silidris bersilia
TELINGA DALAM
- Skala Vestibuli dan timpani : Perilimfe dilapisi sel gepeng mesenkim
- Stria Vaskularis : Hasilkan endolimfe
KULIT
- Telapak kaki & tangan : Stratum germinativum, spinosum (jembatan
intersel) , granulosum, lusidium (keratohialin), korneum
- Epidermis merupakan epitel berlapis gepeng dengan lapisan
tanduk, terdiri dari 4 jenis sel yang berbeda yaitu :
Keratinosit
Melanosit (Granil ini mengandung Tirosinase)
Sel Langerhans (granula Birbeck)
Sel Merkel (Mekanoreseptor)

FOLIKEL RAMBUT
- Lapis Henle (fibril hialin. Melekat pada akar)
- Lapis Huxley (granula Trikohialin, tonofibril)
- Kutikula sarung akar Rambut