Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

CA VESIKA URINARIA

Topik : CA Vesika Urinaria


Sub Topik :
1. Definisi CA Vesika Urinaria
2. Etiolgi CA Vesika Urinaria
3. Menifestasi Klinis CA Vesika Urinaria
4. Penatalaksanaan CA Vesika Urinaria
5. Komplikasi CA Vesika Urinaria
6. Pencegahan CA Vesika Urinaria
Sasaran : Ibu dan Bapak
Tempat : Di ruang G2 Rumkital Dr. Ramelan
Hari / Tanggal : Kamis / 30 Maret 2017
Waktu : Pukul 08.40 09.20 WIB (1 x 40 menit)

A. Latar Belakang
Kanker ( CA )saat ini banyak terjadi pada orang-orang Indonesia karena
pola hidup yang salah. Salah satu kanker yang menggangu fungsi perkemihan
yang menempati posisi kedua adalah kanker kandung kemih setelah kanker
prostat. CA Vesika Urinaria dapat juga disebut kanker kandung kemih adalah
suatu infiltrasi sel-sel ganas di dinding atau di dalam lapisan kandung kemih
(Muttaqin, 2011).
Di seluruh dunia kanker kandung kemih menempati kedudukan sebesar
3% dari semua tumor ganas. Setiap tahunnya ada lebih dari 350.000 orang
divonis kanker kandung kemih. Kanker pada vesika urinaria (kanker kandung
kemih) merupakan penyakit onkologis yang sering menyerang manusia pada usia
60 sampai 70 tahun dengan resiko tertinggi pada pria dibanding dengan wanita.
Selain dipengaruhi oleh faktor hormonal, kejadian kanker pada vesika juga
ditingkatkan dengan perilaku merokok (faktor utama terjadinya kanker vesika
urinaria) (Prabowo, 2014).
Beberapa prekusor kanker telah banyak dikemukakan oleh para ahli. Inti
dari penyakit kanker adalah adanya perubahan struktur anatomi fisiologis dari
sebuah organ atau jaringan. Kanker pada vesika urinaria dengan stadium awal
biasanya tidak menimbulkan menifestasi klinis yang berarti. Seiring dengan
pertumbuhan jaringan tumor, maka ada proses desak ruang pada vesika urinaria
dan jaringan sekitarnya sehingga menimbulkan beberapa tanda gejala (nyeri dan
hematuria). Pada kondisi inilah klien akan merasakan perubahan pada pola
eliminasinya (Prabowo, 2014).
Dampak yang ditimbulkan pada klien dengan kanker kandung kemih
adalah akan merasa rendah diri karena dirinya merasa tidak seperti orang-orang
lainnya yang masih sehat. Klien akan merasa sulit dalam berinteraksi dengan
masyarakat sekitar. Dari uraian tentang kanker kandung kemih diatas, penulis
akan melakukan pendidikan kesehatan pada klien dengan kanker kandung kemih
mengenai konsepnya. Selain konsep kanker kandung kemih, juga akan
menjelaskan tentang cara perawatan pada klien dengan kanker kandung kemih.

B. Tujuan Instruksional Umum


Setelah dilakukan penyuluhan selama 40 menit, ibu dan bapak dari warga Ruang
G2 dapat mengerti dan memahami tentang konsep dari CA Vesika Urinaria.

C. Tujuan instruksional khusus


Setelah dilakukan penyuluhan selama 40 menit, ibu dan bapak dari warga Bendul
Merisi mampu:
1. Menyebutkan Definisi dari CA Vesika Urinaria
2. Menyebutkan Etiologi dari CA Vesika Urinaria
3. Menyebutkan Menifestasi Klinis dari CA Vesika Urinaria
4. Menyebutkan Penatalaksanaan dari CA Vesika Urinaria
5. Menyebutkan Komlikasi dari CA Vesika Urinaria
6. Menyebutkan Pencegahan dari CA Vesika Urinaria

D. Sasaran
Ibu dan Bapak Di ruang G2 Rumkital Dr. Ramelan

E. Materi
1. Definisi CA Vesika Urinaria
2. Etiologi CA Vesika Urinaria
3. Menifestasi Klinis CA Vesika Urinaria
4. Penatalaksanaan CA Vesika Urinaria
5. Komplikasi CA Vesika Urinaria
6. Pencegahan CA Vesika Urinaria

F. Metode
1. Ceramah dan tanya jawab
2. Diskusi

G. Media
1. Leafleat
2. LCD

H. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Peserta hadir di tempat penyuluhan
b. Penyelenggaraan penyuluhan yang dilaksanakan di Balai Desa Bendul
Merisi Kec. Wonocolo RT. 05 RW.03 Surabaya
c. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya

2. Evaluasi Proses
a. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan yang disampaikan oleh
penyaji
b. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan sebelum
kegiatan selesai
c. Peserta terlihat aktif dan kooperatif dalam kegiatan penyuluhan yang
diberikan
3. Evaluasi Akhir
a. Peserta mampu menjelaskan Definisi dari CA Vesika Urinaria
b. Peserta mampu menyebutkan Etiologi dari CA Vesika Urinaria
c. Peserta mampu menyebutkan Menifestasi Klinis dari CA Vesika
Urinaria
d. Peserta mampu menyebutkan Penatalaksanaan dari CA Vesika
Urinaria
e. Peserta mampu menyebutkan Komplikasi dari CA Vesika Urinaria
f. Peserta mampu menyebutkan Pencegahan dari CA Vesika Urinaria

I. Kegiatan penyuluhan
No Waktu Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta
.
1. 5 menit Pembukaan :
1 Menjawab salam
1 Memberi salam pembukaan serta
dan menerima
fasilitator membagikan leaflet
liflet.
2 Memperkenalkan diri.
2 Memperhatikan.
3 Memvalidasi pengetahuan warga 3 Menjawab.
4 Memperhatikan.
mengenai CA Vesika Urinaria
5 Memperhatikan
4 Menjelaskan tujuan penyuluhan.
5 Menyebutkan materi yang akan
diberikan.
2. 20 menit Pelaksanaan :
1 Menjelaskan Definisi CA 1 Memperhatikan
Vesika Urinaria dan membaca liflet
2 Menjelaskan Etiologi CA 2 Memperhatikan
Vesika Urinaria dan membaca liflet
3 Menjelaskan Menifestasi Klinis 3 Memperhatikan
CA Vesika Urinaria dan membaca liflet
4 Menjelaskan Penatalaksanaan 4 Memperhatikan
CA Vesika Urinaria dan membaca liflet
5 Menjelaskan Komplikasi CA 5 Memperhatikan
Vesika Urinaria dan membaca liflet
6 Menjelaskan Pencegahan CA 6 Memperhatikan
Vesika Urinaria dan membaca liflet
3. 10 menit Evaluasi :
1 Memberikan kesempatan kepada 1 Bertanya.
peserta untuk bertanya tentang
materi yang telah diberikan.
2 Memberikan pertanyaan kepada 2 Menjawab
peserta tentang materi penyuluhan pertanyaan.
yang telah disampaikan.
4. 5 menit Terminasi :
1 Mendengarkan.
1 Mengucapkan terimakasih atas
perhatian yang diberikan.
2 Mengucapkan salam penutup. 2 Menjawab salam.

J. Struktur Organisasi
1. Moderator : Ayu Dina Nurmilasari
2. Penyaji : Meilani Sita Dewi
3. Fasilitator : Silviana Widyaningum
4. Observer : Lailatul Amelia Pratiwi
5. Dokumentasi : Reza Arditia Pamungkas

K. Setting tempat

:Moderator

:Penyaji

:Fasilitator

:Observer

:Peserta

L. Referensi
Muttaqin, Arif. 2011. Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Perkemihan.
Jakarta : Salemba Medika.
Purnomo, Basuki. 2012. Dasar-dasar Urologi. Edisi Ketiga. Malang : FK
Univ. Brawijaya.
Prabowo, Eko dan Andi Eka Pranata. 2014. Buku Ajar : Asuhan
Keperawatan Sistem Perkemihan. Yogyakarta : Nuha Medik
Triwahyuni. (2015). Buku Panduan Teori dan Parktikum Sistem Perkemihan.
Pontianak.
Smeltzer, S. & Bare, G., (2002).Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah
edisi 8 vol 2..EGC : Jakarta.
MATERI CA VESIKA URINARIA

1 Definisi CA Vesika Urinaria


Kanker kandung kemih adalah suatu infiltrasi sel-sel ganas di dinding
atau di dalam lapisan kandung kemih (Muttaqin, 2011). Umumnya penyakit ini
biasa menyerang orang usia tua, terutama lelaki namun tidak tertutup
kemungkinan juga untuk semua usia.
Kanker pada vesika urinaria (kanker kandung kemih) merupakan
penyakit onkologis yang sering menyerang manusia pada usia 60 sampai 70
tahun dengan resiko tertinggi pada pria dibanding dengan wanita (Prabowo,
2014).
Kanker kandung kemih mempunyai 3 tipe yaituantara lain karsinoma sel
transisional atau karsinoma urothelial (kanker yang berasal dari sel transisional
dan yang paling sering dijumpai), karsinoma sel skuamosa / sel gepeng (kanker
yang berasal dari lapisan atas kandung kemih), dan adenokarsinoma (kanker
yang muncul di lapisan dalam kandung kemih akibat iritasi kronis dan
peradangan).

2 Etiolgi CA Vesika Urinaria


Stadium awal dari kanker kandung kemih sering kali tidak bergejala.
Biasanya penderita baru menyadari saat ada darah dalam urinnya. Penyebab pasti
dari kanker kandung kemih belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa
faktor yang meningkat resiko kejadian kanker kandung kemih, yaitu :
1 Usia Manula berumur > 40 tahun
2 Genetic atau cacat bawaan
Jenis kelamin Pria Tiga kali lebih berisiko menderita kanker
kandung kemih dibandingkan dengan wanita.
3 Merokok
Resiko merokok terhadap angka kejadian kanker kandung kemih
sekitar 30-40%. Kndungan toksin utamanya nikotin dalam rokok
menyebabkan gangguan sistemik. Pembuluh darah yang mengalami
vasokonstriksi akan menurunkan asupan oksigen ke jaringan,
sehingga kompensasi dilakukan dengan inflamasi jaringan untuk
optimalisasi serapan oksigen. Jika berlangsung lama (kronis), maka
akan terjadi hyperplasia jaringan (keganasan).
4 Obesitas
Orang-orang cenderung makan banyak daging dan lemak diyakini
memiliki risiko tinggi kanker kandung kemih.
5 Paparan Bahan Kimia
Bahan kimia yang berbahaya akan bersifat karsinogen dalam tubuh,
terlebih jika bahan kimia tersebut diekskresikan melalui ginjal.
Paparan bahan kimia, sebagian bahan kimia dianggap berhubungan
dengan kanker kandung kemih. seperti Bahan kimia yang digunakan
dalam industri pewarna, bahan kimia yang digunakan dalam industri
karet, kulit, kain, pewarnaan rambut, dan pencetakan.
6 Inflamasi Vesika Urinaria (Kandung Kemih)
Inflamasi jaringan kandung kemih yang berlangsung lama selain
mempengaruhi sel jaringan, tetapi juga akan menambah jumlah sel
yang tidak terkontrol. Inflamasi pada vesika urinaria juga bisa dipicu
oleh vesikolothiasis. Adanya peradangan kandung kemih atau penyakit
saluran kemih lainnya yang mengiritasi kandung kemih
7 Obat-obatan
Ada beberapa obat yang mampu menjadi prekursor terjadinya kanker
vesika urinaria (Prabowo, 2014). Aristolochia fangchi - Tanaman ini
telah digunakan di beberapa suplemen makanan dan obat herbal Cina.
Ada penelitian yang dilakukan pada tikus yang terkena kanker ini.

1. Menifestasi Klinis CA Vesika Urinaria


Gambaran dari kanker sebenarnya adalah dampak sekunder dengan adanya
peningkatan kuantitas dan kualitas suatu jaringan. Begitu pula dengan kanker
vesika urinaria yang memiliki tanda dan gejala local serta sistemik. Berikut ini
adalah tanda dan gejala dari kanker vesika urinaria :
a. Spasme vesika urinaria
Penekanan jaringan tumor pada jaringan vesika urinaria dan sekitarnya akan
meningkatkan iritabilitas jaringan otot. Hal ini akan memicu adanya regangan
kontraksi otot (spasme).
b. Hematuria
Jaringan tumor atau kanker sangat kaya akan pembuluh darah
(hipervaskularisasi). Gesekan minimal antar jaringan atau dengan material
sekitar akan meningkatkan resiko robekan atau ruptur jaringan. Jika terjadi
ruptur, maka darah akan bercampur dengan urine (hematuria). Gross
hematuria jarang terjadi, kecuali diikuti dengan kerusakan atau ruptur jaringan
parenkim ginjal.
c. Nyeri
Biasanya nyeri jarang sekali timbul (10%), kecuali iritabilitas meningkat dan
mengenai ujung saraf sensoris pada vesika urinaria. Mengalami nyeri saat
buang air kecil tanpa indikasi ISK saat BAK nyeri biasanya di bawah
punggung.
d. Frekuensi dan urgensi
Frekuensi dan urgensi kadang-kadang terjadi pada klien kanker vesika
urinaria.
e. Infeksi
Gejala sistemik ini terjadi karena luka pada jaringan vesika urinaria dan
terkontaminasi bakteri pathogen yang bisa berasal dari eksternal atau dari
urine (Prabowo, 2014).

2. Penatalaksanaan CA Vesika Urinaria


Berikut ini adalah penatalaksanaan untuk mengatasi tumor pada vesika urinaria :
a. Transurethral resection
Tindakan Transurethral Resection Of Bladder Tumor (TUR-BT) tidak
membutuhkan insisi, jadi sangat efisien untuk meminimalisir infeksi.
Kelebihan dari tindakan ini adalah tidak terganggunya fungsi vesika urinaria
dan seksual klien. Tindakan ini memungkinkan jika insisi tumor sederhana
(non radical).
b. Radical atau partial cystectomy
Tindakan diindikasikan jika dimungkinkan tumor atau kanker telah metastase
pada jaringan sekitar, fungsi vesika urinaria yang sudah rusak dan penyebaran
tumor sangat cepat. Pada klien dengan tindakan sistektomi radikal tetap
diperlukan terapi sistoprostatektomi.
c. Radiasi
Radiasi digunakan untuk melokalisir pertumbuhan sel tumor dengan tindakan
non invasif.
d. Kemoterapi
Kemoterapi secara langsung pada jaringan kanker (interval cavum vesika
urinaria) biasanya dilakukan pada tipe superfisial kanker dengan stadium
awal. Obat yang digunakan biasanya tiotepa, doksorubisin, mitomisin, dan
BCG (Prabowo, 2014).

3. Komplikasi CA Vesika Urinaria


Kanker kandung kemih dapat menyebar ke organ terdekat. sel kanker juga
dapat melakukan perjalanan ke kelenjar getah bening panggul dan menyebar ke
hati , paru-paru , dan tulang . Selain itu kanker kandung kemih juga dapat
menyebabkan beberapa komplikasi berikut:
a. Anemia
b. Radang ureter ( hidronefrosis )
c. Striktur uretra
d. Inkontinensia urin dan berbagai penyakit lainnya.

Seperti jenis kanker lainnya, penyakit kanker kandung kemih kemungkinan untuk
lebih berhasil diobati jika diketahui lebih cepat dan segera mendapat penanganan
medis sebelum menyebar ke jaringan dan organ tubuh lainnya.

4. Pencegahan CA Vesika Urinaria


Tidak ada cara pasti untuk mencegah penyakit kanker kandung kemih tetapi
beberapa metode berikut dipercaya bisa mengurangi resiko terkena kanker seperti:
a. Cukupi asupan air putih. minum banyak air dapat menetralisir berbagai zat
toksin yang ada dalam tubuh serta sangat baik untuk sistem urinaria dan
mencegah penyakit batu ginjal.
b. Stop merokok aktif dan menghindari paparan asap rokok fasif. karena
berbagai zat kimia yang terdapat dalam asap rokok dipercaya bisa
menyebabkan resiko tinggi terjadinya kanker dan berbagai penyakit lainnya.
c. Jaga pola makan, diet yang sesuai, kurangi berbagai makanan yang banyak
mengandung lemak. dan perbaiki pola hidup sehat seperti berolah raga secara
teratur.
d. Hindari paparan bahan kimia di tempat kerja. Lindungi diri dengan
menggunakan pakaian dan perlengkapan keamanan diri lainnya apabila
pekerjaan anda berhubungan dengan bahan kimia berbahaya.