Anda di halaman 1dari 47

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat


rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan
praktikum yang berjudul Laporan Mesin Bubut ini dapat
diselesaikan.
Laporan ini disusun dalam rangka guna memperoleh nilai dari
mata kuliah pemesinan untuk mesin bubut di Politeknik Negeri
Bandung tahun ajaran 2015/2016.
Melalui kesempatan yang sangat berharga ini penyusun
menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian
laporan ini.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan imbalan yang
setimpal atas segala bantuan yang telah diberikan.

Bandung, 19 April 2016

Penulis

MECHANICAL ENGINEERING 1
Daftar Isi

Kata Pengantar....................................................................................................... i
Daftar Isi................................................................................................................ ii
BAB I MATA BOR..................................................................................................... 1
1.1 Definisi Mata Bor....................................................................................... 1
1.2 Bagian-bagian Mata Bor............................................................................ 1
1.3 Macam-macam Mata Bor..........................................................................2
BAB II REAMER....................................................................................................... 5
2.2 Bagian-bagian Reamer................................................................................. 5
2.1 Definisi Reamer............................................................................................ 5
2.3 Macam-macam Reamer................................................................................ 6
BAB III ULIR............................................................................................................ 7
3.1 Definisi Ulir................................................................................................... 7
3.2 Bagian-bagian Ulir........................................................................................ 7
3.3 Jenis-jenis Ulir Berdasarkan Standard dan Bentuknya..................................8
BAB IV PROSES PEMBUBUTAN DRILL CHUCK.......................................................19
4.1 Langkah Persiapan..................................................................................... 19
4.1 Alat dan Bahan........................................................................................... 20
4.2 Proses Pembuatan Drill Chuck....................................................................23
4.2.1 Pembubutan Benda 1........................................................................23
4.2.2 Pembubutan Benda 2........................................................................29
BAB V PENUTUP................................................................................................... 39
5.1 Kesimpulan................................................................................................. 39
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................. iii
DAFTAR GAMBAR................................................................................................... iv
DAFTAR TABEL....................................................................................................... v

MECHANICAL ENGINEERING 2
BAB I MATA BOR

MATA BOR
1.1 Definisi Mata Bor
Mata bor adalah alat yang paling ideal untuk membuat lubang yang rapih
dan presisi. Bisa digunakan pada bahan kayu, plastik ataupun logam. Banyak
jenis dan ukuran lubang yang bisa dibuat dengan menggunakan bor, akan tetapi
dengan mempertimbangkan ukuran lubang dan jenis bahan kita perlu
menggunakan mata bor yang tepat.
Selain itupun jenis bahan pembuat mata bor juga menentukan kualitas hasil
pelubangan. lebih keras logam pada mata bor akan lebih halus hasil pengeboran.

1.2 Bagian-bagian Mata Bor


Gambar ini adalah mata bor pilin dengan sudut puncak 118 dan kisar
sedang digunakan untuk mengebor logam fero, besi tuang, baja tuang, dan besi

tempa.
1.3 Macam-macam Mata Bor

Twist Bits

Gambar 1.3. 1 Twist Bits

Jenis mata bor yang paling banyak digunakan dan cukup universal
fungsinya. Bisa digunakan menggunakan mesin bor tangan atau mesin
bor duduk baik secara horisontal maupun vertikal. Mata bor ini bisa untuk
membuat lubang pada bahan kayu, plastik atau logam.
Biasanya tersedia dalam ukuran 4 - 12 mm. Lebih baik buat sebuah
titik pusat menggunakan paku atau sekrup untuk arahan mata bor ini
ketika anda menggunakan mesin bor tangan.

Masonry Bits

Gambar 1.3. 2 Masonry Bits

Dirancang untuk membuat lubang pada tembok, beton atau batu.


Digunakan dengan mesin bor pada setelan martil (gerakan bir bergetar
seperti ketukan martil) dan pada ujung mata bor terdapat logam keras
sebagai pemotong. Biasanya tersedia dalam 4-15mm dan mata bor
lebih panjang daripada twist bits (300 - 400mm).

Spur Bits
Gambar 1.3. 3 Spur Bits

Dikenal sebagai mata bor kayu dengan ujung mata bor runcing pada
bagian tengahnya dan pisau pengiris pada bagian kelilingnya. Ujung
runcing di tengah berfungsi untuk menjaga agar mata bor tetap lurus
sehingga lubang yang dihasilkan presisi dan dengan yang sama.
Ukuran yang tersedia sekitar 6-15mm.

Countersink Bits

Gambar 1.3. 4 Countersink Bits

Mata bor ini bersudut 90 pada ujungnya dan berfungsi untuk membuat
lubang 45 terhadap permukaan kayu. Biasanya dipakai pada saat
membuat lubang untuk kepala sekrup agar permukaan sama rata dengan
kayu. Mata bor ini bisa berdiri sendiri dan ada juga yang terpasang
langsung dengan mata bor utama untuk membuat lubang sekrup.

Foster Bits
Gambar 1.3. 5 Foster Bits

Yaitu mata bor yang berfungsi untuk membuat lubang engsel sendok.
Paling baik apabila dioperasikan dengan mesin bor duduk yang lebih
stabil. Karena apabila menggunakan mesin bor tangan akan sulit untuk
mengendalikan kestabilan posisi mata bor dan lubang yang dihasilkan
kurang berkualitas.
Diameter yang tersedia mengikuti standar diameter engsel sendok, dari
15, atau 35 mm.

Hole Saw Bits

Gambar 1.3. 6 Hole Saw Bits

Lebih tepat mungkin kita sebut gergaji lubang karena bentuk mata
bornya yang seperti gergaji dengan diameter yang bisa disesuaikan
dengan kebutuhan. Berdiameter antara 25 - 60mm.

BAB II REA MER

REAMER
2.2 Bagian-bagian Reamer

Gambar 2.2. 1 Bagian-bagian Reamer

2.1 Definisi Reamer


Reamer (Peluas) adalah alat potong untuk memperbesar dan
memperhalus permukaan lubang yang telah kita siapkan sebelumnya.
Lubang hasil pengeboran kadang-kadang hasilnya masih kasar atau saat
hendak dimasukkan batang atau benda pasangannya tidak cukup longgar
(sesak), maka untuk mengatasi hal seperti ini diperlukan adanya perluasan
lubang menggunakan alat reamer. Untuk mendapatkan ukuran yang pas maka
pekerja sebaiknya mengebor dengan ukuran 0,1 0,5 mm lebih kecil dari
diameter lubang yang telah ditentukan kemudian diperluas menggunakan
reamer.
Banyaknya bahan yang dilepas oleh peluas lubang tergantung pada
ukuran lubang danbahan yang dipotong, 0,38 mm adalah rata-rata yang baik.

2.3 Macam-macam Reamer

Reamer yang dapat di kembangkan


Reamer mesin yang dapat di atur

Reamer mesin kupas

Gambar 2.3. 1 Macam-macam Reamer

BAB III ULIR

ULIR
3.1 Definisi Ulir

Ulir adalah garis atau/profil melingkar pada silinder yang mempunyai


sudut kisar atau uliran tetap. Dalam teknik mesin ulir dibedakan menjadi 2
kelompok besar menurut fungsinya yaitu ulir pengikat (thread fasteners), dan ulir
daya (power screws). Ulir pengikat berfungsi untuk mengikat atau menyambung
antara dua elemen, contohnya berbagai macam baut dan mur. Ulir daya
berfungsi untuk mendapatkan keuntungan mekanik yang besar, biasanya
diterapkan pada dongkrak ulir, mesin pres, ragum, dan sebagainya.

3.2 Bagian-bagian Ulir

Gambar 3.2. 1 Bagian-bagian Ulir

Pitch (p) jarak antara titik puncak ulir yang memiliki spasi

seragam diukur sejajar dengan

sumbu.

Major Diameter (d), diameter terluar dari ulir.

Minor Diameter (dr / d1) diameter terkecil dari ulir.

Pitch diameter (dm / d2) diameter imaginer dimana lebar dan

tinggi alur sama besar.

Root bagian dasar ulir.

Crest bagian atas/puncak ulir.

Thread angle sudut ulir diantara crest.


Lead (kisar) jarak ulir satu putaran diukur sejajar terhadap

sumbu. Lead sama dengan dua kali pitch pada ulir double atau 3 kali pitch

pada ulir triple.


3.3 Jenis-jenis Ulir Berdasarkan Standard dan Bentuknya

1. Ulir segitiga
Jenis ulir ini banyak sekali kita temui, dan banyak sekali standar dari ulir
segitiga ini diantaranya adalah :

a. Ulir Metris / Metric Standart Thread


Merupakan ulir segitiga dengan sudut puncak 60 dan keseluruhan
dimensi dalam satuan metris. Simbol dari ulir ini adalah "M" contohnya M8

x 1,25 adalah ulir metris dengan diameter 8 mm dan pitch 1,25 mm


Gambar 3.3. 1 Ulir Metris
Tabel 3.3. 1 Ulir Metris

b. Ulir Whitworth / Whitworth Standart Thread


Merupakan ulir segitiga dengan sudut puncak 55 dan keseluruhan
dimensi dalam satuan british (inchi). Simbol dari ulir ini adalah "W",
contohnya W " x 20 TPI adalah ulir whitworth dengan diameter " dan
terdapat 20 Thread per Inch (jumlah puncak ulir tiap jarak 1 inchi)

Gambar 3.3. 2 Ulir Whitworth


Tabel 3.3. 2 Ulir Whitwort

c. Ulir Pipa

1. NPT Connections

Gambar 3.3. 3 NPT Connections

Gambar 3.3. 4 NPT Connections


NPT (National Pipe Thread) Seal populer digunakan di U.S dan Canada.
NPT male adapter mempunyai ulir meruncing (taper) yang sesuai dengan
NPT female adapter. Keduanya akan mengunci, karena male adapter
mempertegang female fitting sampai didapat sekian tenaga untuk
menahan pressure.

Salah satu tantangan desain ini adalah jika kita menghubungkan stainless
steel ke stainless steel maka jika terlalu kencang atau karena lubrikasi
yang buruk akan dapat merusak ulirnya. Thread Sealant diperlukan untuk
meng-seal tapi cukup hanya 2 garis ulir yang dibutuhkan. Lebih dari itu
maka sealant akan lari kemana-mana.

Selain itu ada varian lain yaitu NPTF (National Pipe Taper Fuel), yang
didesain bebas bocor tanpa harus menggunakan sealant maupun teflon
tape.

2. BSPT Connections
Gambar 3.3. 5 BSPT Connections

Gambar 3.3. 6 BSPT Connections


Ada 2 tipe ulir BSPT yaitu tipe Paralel dan tipe Taper (meruncing):

Ulir Taper, atau BSPT (British Standard Pipe Thread) memiliki diameter
yang tidak konstan (melebar/mengecil) sepanjang batang ulirnya.
Dinotasikan dengan huruf R.

Seklias BSPT sama dengan NPT kecuali sudut ulirnya (antara crest dan
root) adalah 550 (sementara sudut NPT adalah 600). Dengan demikian, NPT
male dapat masuk ke BSPT fitting tapi tidak akan mengunci (longgar).
BSPT fitting ini populer di China dan Jepang tapi jarang digunakan di
Amerika. Seperti NPT, Thread Sealant diperlukan untuk mengunci male

dan female bersamaan.


contohnya R " yaitu ulir standar pipa untuk diameter pipa "

Tabel 3.3. 3 BSPT Connections

3. BSPP Connections
Gambar 3.3. 7 Connections

Gambar 3.3. 8 BSPP Connections

Tipe ulir Paralel adalah BSPP (British Standard Pipe Parallel Thread), dan
disebut juga BSPF / BSPM (British Standard Pipe Fitting / British Standard
Pipe Mechanical Thread). Dinotasikan dengan huruf G.

BSPP adalah tipe ulir yang paling sering digunakan. Tipe ini adalah fitting
ulir paralel, yang mempunyai diameter konstan, dan menggunakan seal
ring untuk menguncinya (Sealing). Bonded ring seal dipasang antara
punggung male fitting dan muka female fitting dan menjepit. BSPP
pressure gauge mempunyai longer male thread dan menggunkan ring
untuk menekan dasar male fitting dan dasar lubang female BSPP sehingga
membuat pressure tight seal. Tidak perlu Thread Sealant untuk membuat
seal pada BSPP.

d. Ulir UNF / Unified Fine Thread

Ulir UNF merupakan jenis ulir dengan dimensi gabungan dari metris dan
british. Ulir ini mempunyai sudut puncak ulir 60 dan dimensi ukuran
dalam satuan british (inchi). Ulir ini kebanyakan digunakan di negara
Amerika Serikat dan Kanada. simbol yang digunakan adalah "UNF" contoh
UNF " x 24 TPI yaitu ulir UNF dengan ukuran diameter " dan jumlah ulir
tiap inchi 24.
e. Ulir UNC / Unified Coarse Thread

Ulir UNC merupakan versi kasar dari ulir UNF. Kasar disini dimaksudkan
adalah jumlah ulir tiap inchi yang lebih sedikit dari ulir UNF sehingga
tampak kasar. Simbol yang digunakan adalah "UNC" Contohnya - 16
UNC adalah ulir UNC dengan diameter " dan jumlah ulir tiap inchi 16

Tabel 3.3.4 Ulir UNC

2. Ulir Segiempat / Square Thread

Ulir Segiempat merupakan ulir dengan bentuk profil segi empat, biasanya
digunakan untuk beban berat misalnya pada pembuka pintu air bendungan
dan ulir pada tanggem. ulir segiempat disimbolkan dengan huruf "Sq" dan
berdimensi inchi contohnya Sq " x 8 TPI yaitu ulir segiempat dengan
diameter " dan jumlah ulir tiap inchi adalah 8.
Gambar 3.3. 9 Ulir Segiempat
Tabel 3.3. 4 Ulir Segiempat

3. Ulir trapesium / Trapezium Thread

Ulir Trapesium merupakan ulir dengan profil trapesium dengan sudut puncak
30. biasa digunakan pada ulir penggerak pada eretan dan leadscrew pada
mesin bubut. . ulir ini disimbolkan dengan huruf "Tr" dengan dimensi metris
contohnya Tr 18 x 4 adalah ulir trapesium dengan diameter 18 mm dan jarak
puncak ulir 4 mm.
Tabel 3.3. 5 Ulir Trapesium

4. Ulir Acme / Acme Thread


Gambar 3.3. 10 Ulir Acme

Ulir Acme merupakan ulir dengan profil trapesium dengan sudut puncak 29,
biasa digunakan pada eretan dan leadscrew. ulir ini disimbolkan dengan
"Acme" dengan dimensi dalam satuan inchi.

5. Ulir Bulat / Round Thread

Gambar 3.3. 11 Ulir Bulat

Merupakan ulir dengan profil setengah lingkaran pada bagian lembah dan
puncak ulir. biasa digunakan untuk mentranmisikan daya/gerakan secara
halus dengan tanpa kelonggaran. jenis lain dari ulir bulat ini adalah ulir edison
yaitu ulir yang digunakan pada lampu bohlam
6. Ulir bola / Ball Screw

Gambar 3.3. 12 Ulir Bola

Merupakan ulir yang biasanya dipasangkan dengan mekanisme bola-bola


baja dan digunakan pada penggerak mesin CNC karena hampir tidak ada
kelonggaran dengan jarak yang presisi.

7. Ulir tanduk./ Buttress Thread


Gambar 3.3. 13 Ulir Tanduk

Merupakan ulir berbentuk segitiga tetapi bukan segitiga sama kaki melainkan
berbentuk seperti tanduk. biasa digunakan sebagai pengunci tarikan seperti
pengunci collet dan pada tutup pasta gigi.
8. Ulir majemuk / Multi start Thread
Gambar 3.3. 14 Ulir Majemuk

Merupakan ulir yang mempunyai lebih dari satu belitan ulir. biasanya untuk
penggerak dengan kecepatan tinggi. bentuk profil ulir bisa segitiga,
segiempat, trapesium, bola dan seba gainya.
BAB IV PROSES PEMBUBUTA N DRILL CHUCK

PROSES PEMBUBUTAN DRILL CHUCK


4.1 Langkah Persiapan

Sebelum melakukan pekerjaan sediakanlah safety tools guna menghindari hal-


hal yang tidak kita inginkan. Adapun langkah-langkah persiapan untuk
melakukan pekerjaan adalah:
1. Persiapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan
2. Membaca gambar kerja
3. Gunakan peralatan sesuai pada tempatnya
4. Periksa setiap bagian poros, puli, chack dan sabuk penggerak padasaat
motor sebelum bekerja maupun sedang bekerja.
5. Periksa setiap eretan, apakah terjadi gesekan antara eretan dan
kedudukan eretan.
6. Lumasi oli / pelumas pada bagian bagian yang terjadi gesekan.
7. Lakukan penyetelan pada kedudukan mesin agar terjadikeseimbangan.
8. Menghitung kecepatan putaran mesin
.d.n Vc .1000
Vc= 1000 n= d
Ket: 1. Vc: Kecepatan potong
2. n: Putaran Mesin (RPM)
3. d: Diameter Benda Kerja
9. Tulislah catatan setiap hasil pemeriksaan.
4.2 Alat dan Bahan
1. Jangka sorong

Gambar 4.2. 1 Jangka Sorong

Jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang , lebar dan tinggi dari
benda kerja.

2. Kunci tool holder


Kunci tool holder digunakan utuk menguatkan dan melonggarkan tool post

3. Kunci pas

Gambar 4.2. 2 Kunci Pas

Kunci ini digunakan untuk mengencangkan pahat dan melonggarkan


dudukan pahat

4. Tool holder
Tool holder berfungsi sebagai tempat kedudukan pahat.

5. Kunci Toll Post

Gambar 4.2. 3 Kunci Toll Post

Kunci tool post digunakan untuk mengunci dan melonggarkan tool post
dari kedudukannya.

6. Kunci Chuck
Gambar 4.2. 4 Kunci Chuck

Kunci chuck dugunakan untuk mengunci chuck.

7. Kunci L
Kunci L digunakan untuk menyeting atau mengatur Tool pada Tool Post
terhadap ujung center.

8. Pahat

Gambar 4.2. 5 Pahat Bubut

Pahat bubut digunakan untuk memotong menyayat benda kerja

9. Kuas
Kuas digunakan untuk membersihkan mesin dari geram-geram dari
sayatan benda kerja.

10. Senter

Gambar 4.2. 6 Senter

Alat ini digunakan untuk memegang titik sumbu dari kedua ujung benda
kerja dibor runcing sedikit untuk menempatkan ujung senter tersebut.

11. Chuck Drill

Gambar 4.2. 7 Chuck Drill

Alat ini digunakan sebagai tempat atau kedudukan pahat drill.


12. Kaca Mata

Gambar 4.2. 8 Kaca Mata

Alat ini digunakan untuk melindungi mata dari pantulan geram-geram


13. Mata Bor

Gambar 4.2. 9 Mata Bor

Alat ini digunakan untuk membuat lubang pada benda kerja

14. Pahat Ulir Luar dan Dalam

Gambar 4.2. 10 Pahat Ulir

Alat ini digunakan untuk membuat ulir


4.3 Proses Pembuatan Drill Chuck

43,5

10 23,5 10
25 18
2x45 3x45 3

32,68
43
36

35

16

43
23
33

34

35

36
17 26,5

Gambar 4.3. 1 Benda 1

Gambar 4.3. 2 Benda 2

4.2.1 Pembubutan Benda 1

Facing
1. Masukkan benda ke chuck
2. Seting kedudukan benda kerja agar saat chuck berputar benda kerja tidak
lepas dan berputar dengan lurus.
3. Setting ketinggian pahat setinggi dengan senter putar
-Masukkan senter putar kedalam kepala lepas.
-Miringkan pahar kearah kepala lepas
-Kemudian setting ketinggian pahat setinggi senter putar
4. Kedudukan pahat di geser sekitar 10
5. Atur kecepatan mesin sesuai dengan yang kita hitung
6. Tempelkan mata pahat ketengah-tengah permukaan benda kerja
7. Nyalakan mesin
8. Facing permukaan benda kerja hingga rata.
9. Setelah selesai proses facing matikan mesin.

Center Drill
1. Pasang center drill pada chuck drill dan pastikan sudah terpasang
dengan kencang.
2. Pasang chuckdrill pada tail stock dan pastikan chuckdrill tidak goyang.
3. Dekatkan kepala lepas dengan benda kerja
4. Setting kecepatan mesin sesuai dengan yg telah dihitung
5. Bor benda kerja dengan kedalaman yang telah ditentukan
-Pastikan benda kerja tercekam dengan kencang.
-Saat melakukan pemakanan eretan diputar maju mundur agar bram
terbuang.

Pengeboran Tembus 6 mm

1. Masukan mata bor 6 mm kedalam chuckdrill.


2. Pastikan matabor tercekam dengan kuat.
3. Pasang chuckdrill pada tail stock dan pastikan chuckdrill tidak goyang.
4. Dekatkan kepala lepas dengan benda kerja.
5. Setting kecepatan putar mesin
Vc .1000 20. 1000
- n= .d
n=
3,14 .6
=1061rpm

-setting kecepatan mesin pada tabel yang mendekati 1061 rpm


6. Dekatkan mata bor pada benda kerja yg telah di centerdrill
sebelumnya.
7. Kunci kepala lepas agar saat proses pemakanan kepala lepas tidak
bergeser kebelakang.
8. Nyalakan mesin.
9. Putar eretan pada kepala lepas kekanan untuk memajukan mata bor
dan kekiri untuk memundurkan mata bor.
10.Pada saat pemakanan putar eretan kekanan secara pelan dan sesekali
putar kekiri untung membuang bram.
11.Lakukan pengeboran sampai tembus benda kerja.

Pengeboran tembus 10 mm

1. Masukan mata bor 10 mm kedalam chuckdrill.


2. Pastikan matabor tercekam dengan kuat.
3. Pasang chuckdrill pada tail stock dan pastikan chuckdrill tidak goyang.
4. Dekatkan kepala lepas dengan benda kerja.
5. Setting kecepatan putar mesin
Vc .1000 20. 1000
- n= .d
n=
3,14 .10
=639 rpm

-setting kecepatan mesin pada tabel yang mendekati 639 rpm


6. Dekatkan mata bor pada benda kerja yg telah di bor sebelumnya.
7. Kunci kepala lepas agar saat proses pemakanan kepala lepas tidak
bergeser kebelakang.
8. Nyalakan mesin.
9. Putar eretan pada kepala lepas kekanan untuk memajukan mata bor
dan kekiri untuk memundurkan mata bor.
10.Pada saat pemakanan putar eretan kekanan secara pelan dan sesekali
putar kekiri untung membuang bram.
11.Lakukan pengeboran sampai tembus benda kerja.

Pengeboran tembus 16 mm
43

45
16
1. Masukan mata bor 16 mm kedalam tail stock.
2. Pastikan matabor tercekam dengan kuat.
3. Dan pastikan mata bor tidak goyang.
4. Dekatkan kepala lepas dengan benda kerja.
5. Setting kecepatan putar mesin
Vc .1000 20. 1000
- n= .d
n=
3,14 .16
=400 rpm

-setting kecepatan mesin pada tabel yang mendekati 400 rpm


6. Dekatkan mata bor pada benda kerja yg telah di bor sebelumnya.
7. Kunci kepala lepas agar saat proses pemakanan kepala lepas tidak
bergeser kebelakang.
8. Nyalakan mesin.
9. Putar eretan pada kepala lepas kekanan untuk memajukan mata bor
dan kekiri untuk memundurkan mata bor.
10.Pada saat pemakanan putar eretan kekanan secara pelan dan sesekali
putar kekiri untung membuang bram.
11.Lakukan pengeboran sampai tembus benda kerja.

Pengeboran tidak tembus 22 mm


1. Masukan mata bor 22 mm kedalam tail stock.
2. Pastikan matabor tercekam dengan kuat.
3. Dan pastikan mata bor tidak goyang.
4. Dekatkan kepala lepas dengan benda kerja.
5. Setting kecepatan putar mesin
Vc .1000 20. 1000
- n= .d
n=
3,14 .22
=289 rpm

-setting kecepatan mesin pada tabel yang mendekati 289 rpm


6. Dekatkan mata bor pada benda kerja yg telah di bor sebelumnya.
7. Kunci kepala lepas agar saat proses pemakanan kepala lepas tidak
bergeser kebelakang.
8. Nyalakan mesin.
9. Putar eretan pada kepala lepas kekanan untuk memajukan mata bor
dan kekiri untuk memundurkan mata bor.
10.Pada saat pemakanan putar eretan kekanan secara pelan dan sesekali
putar kekiri untung membuang bram.
11.Lakukan pengeboran sampai ukuran panjang sekitar 21-22 mm untuk
pemakanan selanjutnya menggunakan pahat bubut dalam hingga
ukuran panjanag 24 mm

Pengeboran tidak tembus 28 mm

1. Masukan mata bor 28 mm kedalam tail stock.


2. Pastikan matabor tercekam dengan kuat.
3. Dan pastikan mata bor tidak goyang.
4. Dekatkan kepala lepas dengan benda kerja.
5. Setting kecepatan putar mesin
Vc .1000 20. 1000
- n= .d
n=
3,14 .28
=227 rpm

-setting kecepatan mesin pada tabel yang mendekati 200 rpm


6. Dekatkan mata bor pada benda kerja yg telah di bor sebelumnya.
7. Kunci kepala lepas agar saat proses pemakanan kepala lepas tidak
bergeser kebelakang.
8. Nyalakan mesin.
9. Putar eretan pada kepala lepas kekanan untuk memajukan mata bor
dan kekiri untuk memundurkan mata bor.
10.Pada saat pemakanan putar eretan kekanan secara pelan dan sesekali
putar kekiri untung membuang bram.
11.Lakukan pengeboran sampai ukuran panjang sekitar 21-22 mm untuk
pemakanan selanjutnya menggunakan pahat bubut dalam hingga
ukuran panjanag 24 mm
Pengeboran tidak tembus 32 mm

1. Masukan mata bor 32 mm kedalam tail stock.


2. Pastikan matabor tercekam dengan kuat.
3. Dan pastikan mata bor tidak goyang.
4. Dekatkan kepala lepas dengan benda kerja.
5. Setting kecepatan putar mesin
Vc .1000 20. 1000
- n= .d
n=
3,14 .32
=200 rpm

-setting kecepatan mesin pada tabel yang mendekati 200 rpm


6. Dekatkan mata bor pada benda kerja yg telah di bor sebelumnya.
7. Kunci kepala lepas agar saat proses pemakanan kepala lepas tidak
bergeser kebelakang.
8. Nyalakan mesin.
9. Putar eretan pada kepala lepas kekanan untuk memajukan mata bor
dan kekiri untuk memundurkan mata bor.
10.Pada saat pemakanan putar eretan kekanan secara pelan dan sesekali
putar kekiri untung membuang bram.
11.Lakukan pengeboran sampai ukuran panjang sekitar 21-22 mm untuk
pemakanan selanjutnya menggunakan pahat bubut dalam hingga
ukuran panjanag 24 mm

Pembubutan dalam (panjang 24 mm dan lebar 35 mm)

24
43
35
16

1. Pasang pahat bubut dalam pada tool post dengan kuat.


2. Setting ketinggian mata pahat setinggi dengan center putar.
3. Setelah setting ketinggian pahat, putar tool post 90 ke arah kiri.
4. Kemudian kencangkan tool post.
5. Setting kecepatan putar mesin
Vc .1000 20. 1000
- n= .d
n=
3,14 .32
=200 rpm

6. Setelah setting kecepatan mesin, tempelkan mata pahat pada bagian


dalam benda kerja yang akan dibubut dalam.
7. Nyalakan mesin.
8. Mulailah langkah pemakanan dengan besar pemakanan 0,3-0,5 mm
hingga panjang 24mm dan lebar 35 mm
9. Matikan mesin setelah beres pembubutan.
Membubut Ulir Dalam

43
35
36
16

1. Pasang pahat ulir pada tool post.


2. Setting ketinggian pahat setinggi dengan senter putar
-Masukkan senter putar kedalam kepala lepas.
-Miringkan pahat kearah kepala lepas
-Kemudian setting ketinggian pahat setinggi senter putar
3. Kemudian setting derajat diputar kekiri secara tegak lurus.
4. Setting kecepatan putar mesin pada kecepatan paling lambat.
5. Tuas pembuat ulir disetting agar dapat menghasilkan ulir Matriks
dengan kedalaman 1mm.
6. Pastikan mesin poros penggerak otomatis ulir bergerak.
7. Dekatkan pahat kebenda kerja.
8. Setting skala pada eretan atas ke angka 0
9. Kemudian nyalakan mesin.
10.Lalu nyalakan penggerak otomatis yg bergerak ke kiri untuk proses
pemakanan.
11.Saat proses pemakanan tebal pemakanan hanya diperbolehkan 2 strip
skala pada eretan.
12.Saat pahat mencapai ujung bagian yang ingin diulir (12mm), matikan
penggerak otomatis, dan putar eretan kea rah keri atau skala pada
eretan menunjukan angka 5,5.
13.Kemudian nyalakan mesin tapi dengan putaran yg berlawanan (tuas
penghidup mesin ditarik keatas).
14.Kemudian hidupkan kembali penggerak otomatis.
15.Dan ulangi proses pemakanan diatas hingga kedalaman ulir 0,5mm
atau skala pada eretan 1,5 skala.

Membuat Tirus
32,68
43
36

35

16
1. Pasang pahat bubut dalam pada tool post dengan kuat.
2. Setting ketinggian mata pahat setinggi dengan center putar.
3. Hitung besar kemiringan tirus
Dd 3,14 4332,68
- tg 2 = 2l tg
2
=
2 18
=0,3225

4. Setelah setting ketinggian pahat, putar tool post 16 ke arah kiri.


5. Kemudian kencangkan tool post.
6. Setting kecepatan putar mesin
Vc .1000 20. 1000
- n= .d
n=
3,14 .32
=200 rpm

7. Nyalakan mesin.
8. Makan benda kerja sampai diameter kecilnya mendapatkan ukuran
sebesar 32,68.
9. Matikan mesin setelah beres pembubutan.

4.2.2 Pembubutan Benda 2

Facing
1. Masukkan benda ke chuck
2. Seting kedudukan benda kerja agar saat chuck berputar benda kerja
tidak lepas dan berputar dengan lurus.
3. Setting ketinggian pahat setinggi dengan senter putar
-Masukkan senter putar kedalam kepala lepas.
-Miringkan pahar kearah kepala lepas
-Kemudian setting ketinggian pahat setinggi senter putar
4. Atur kecepatan mesin sesuai dengan yang kita hitung
5. Tempelkan mata pahat ketengah-tengah permukaan benda kerja
6. Nyalakan mesin
7. Facing permukaan benda kerja hingga rata.
8. Setelah selesai proses faceing matikan mesin.
Center Drill
1. Pasang center drill pada chuck drill dan pastikan sudah terpasang
dengan kencang.
2. Pasang chuckdrill pada tail stock dan pastikan chuckdrill tidak goyang.
3. Dekatkan kepala lepas dengan benda kerja
4. Setting kecepatan mesin sesuai dengan yg telah dihitung
5. Nyalakan mesin.
6. Bor benda kerja dengan kedalaman yang telah ditentukan
-Pastikan benda kerja tercekam dengan kencang.
-Saat melakukan pemakanan eretan pada kepala lepas diputar kekanan
dengan perlahan dan sesekali putar balik ke kiri agar bram terbuang.
7. Matikan mesin.

Membubut Panjang Luar (panjang 43mm lebar 43 mm)


10
36

1. Pasang pahat pada tool post.


2. Setting ketinggian pahat setinggi dengan senter putar
-Masukkan senter putar kedalam kepala lepas.
-Miringkan pahat kearah kepala lepas
-Kemudian setting ketinggian pahat setinggi senter putar
3. Kemudian setting derajat pahat tegak lurus atau 90 .
4. Setting kecepatan putar mesin
Vc .1000 20. 1000
- n= .d
n=
3,14 .43
=148 rpm

5. Gores benda kerja untuk menandai


6. Tempelkan pahat ke sisi benda kerja yang akan dimakan
7. Putarkan skala pada eretan bawah ke angka 0
8. Lalu geser eretan bawah kekanan sampai menunjukan skala 5,5-5,0
9. Geser eretan kekanan hingga tidak sejajar dengan benda kerja
10.Putarkan kembali skala pada eretan ke angka 0
11.Nyalakan mesin
12.Lakukan pemakanan sepanjang 10mm hingga mencapai diameter luar
36 mm dengan tebal pemakanan 0,3-0,5mm sekali pemakanan.
13.Setelah selesai proses pemakanan matikan mesin.
Proses Pembuatan Alur
3

34

36
1. Pasang pahat alur dengan ketebalan pahat 2,5-3,0 mm pada tool post.
2. Setting ketinggian pahat setinggi dengan senter putar
-Masukkan senter putar kedalam kepala lepas.
-Miringkan pahat kearah kepala lepas
-Kemudian setting ketinggian pahat setinggi senter putar
3. Kemudian setting derajat pahat tegak lurus atau 90 .
4. Setting kecepatan putar mesin
Vc .1000 20. 1000
- n= .d
n=
3,14 .43
=148 rpm

5. Tempelkan mata pahat pada benda kerja yang akan dibubut.


6. Nyalakan mesin.
7. Lakukan pemakanan sepanjang 3 mm hingga kedalaman 34 mm
dengan tebal pemakanan 0,02mm sekali pemakanan.
8. Setelah selesai proses pemakanan matikan mesin.

Proses Pembuatan Ulir Luar


3x45
2x45

43
36

35

34

1. Pasang pahat ulir pada tool post.


2. Setting ketinggian pahat setinggi dengan senter putar
-Masukkan senter putar kedalam kepala lepas.
-Miringkan pahat kearah kepala lepas
-Kemudian setting ketinggian pahat setinggi senter putar
3. Kemudian setting derajat diputar kekiri secara tegak lurus.
4. Setting kecepatan putar mesin pada kecepatan paling lambat.
5. Tuas pembuat ulir disetting agar dapat menghasilkan ulir Matriks
dengan kedalaman 1mm.
6. Pastikan mesin poros penggerak otomatis ulir bergerak.
7. Dekatkan pahat kebenda kerja.
8. Setting skala pada eretan atas ke angka 0
9. Kemudian nyalakan mesin.
10.Lalu nyalakan penggerak otomatis yg bergerak ke kiri untuk proses
pemakanan.
11.Saat proses pemakanan tebal pemakanan hanya diperbolehkan 2 strip
skala pada eretan.
12.Saat pahat mencapai ujung bagian yang ingin diulir (7mm), matikan
penggerak otomatis, dan putar eretan kea rah keri atau skala pada
eretan menunjukan angka 5,5.
13.Kemudian nyalakan mesin tapi dengan putaran yg berlawanan (tuas
penghidup mesin ditarik keatas).
14.Kemudian hidupkan kembali penggerak otomatis.
15.Dan ulangi proses pemakanan diatas hingga kedalaman ulir 0,5mm
atau skala pada eretan 1,5 skala.

Proses Pembuatan Champer 3 x 45


3x45
2x45

43
36

34

1. Pasang pahat champer berderajat 45 pada tool post.


2. Setting ketinggian pahat setinggi dengan senter putar
-Masukkan senter putar kedalam kepala lepas.
-Miringkan pahat kearah kepala lepas
-Kemudian setting ketinggian pahat setinggi senter putar
3. Kemudian setting derajat pahat tegak lurus atau 90 .
4. Setting kecepatan putar mesin
Vc .1000 20. 1000
- n= .d
n=
3,14 .43
=148 rpm

5. Gores benda kerja untuk menandai


6. Tempelkan pahat ke sisi benda kerja yang akan dimakan
7. Putarkan skala pada eretan bawah ke angka 0
8. Lalu geser eretan bawah kekanan sampai menunjukan skala 5,5-5,0
9. Geser eretan kekanan hingga tidak sejajar dengan benda kerja
10.Putarkan kembali skala pada eretan ke angka 0
11.Nyalakan mesin
12.Lakukan pemakanan sepanjang 3mm dengan kemiringan 45 Saat
proses pemakanan, ketebalan pemanan 0,2-0,3mm pada skala
eretan.
13.Setelah selesai proses pemakanan matikan mesin.
Pengeboran Tembus 6 mm

1. Masukan mata bor 6 mm kedalam chuckdrill.


2. Pastikan matabor tercekam dengan kuat.
3. Pasang chuckdrill pada tail stock dan pastikan chuckdrill tidak
goyang.
4. Dekatkan kepala lepas dengan benda kerja.
5. Setting kecepatan putar mesin
Vc .1000 20. 1000
6. - n= .d
n=
3,14 .6
=1061rpm

7. -setting kecepatan mesin pada tabel yang mendekati 1061 rpm


8. Dekatkan mata bor pada benda kerja yg telah di centerdrill
sebelumnya.
9. Kunci kepala lepas agar saat proses pemakanan kepala lepas tidak
bergeser kebelakang.
10.Nyalakan mesin.
11.Putar eretan pada kepala lepas kekanan untuk memajukan mata bor
dan kekiri untuk memundurkan mata bor.
12.Pada saat pemakanan putar eretan kekanan secara pelan dan
sesekali putar kekiri untung membuang bram.
13.Lakukan pengeboran sampai tembus benda kerja.

Pengeboran tembus 12 mm

1. Masukan mata bor 12 mm kedalam chuckdrill.


2. Pastikan matabor tercekam dengan kuat.
3. Pasang chuckdrill pada tail stock dan pastikan chuckdrill tidak
goyang.
4. Dekatkan kepala lepas dengan benda kerja.
5. Setting kecepatan putar mesin
Vc .1000 20. 1000
- n= .d
n=
3,14 .12
=530 rpm

-setting kecepatan mesin pada tabel yang mendekati 530 rpm


6. Dekatkan mata bor pada benda kerja yg telah di bor sebelumnya.
7. Kunci kepala lepas agar saat proses pemakanan kepala lepas tidak
bergeser kebelakang.
8. Nyalakan mesin.
9. Putar eretan pada kepala lepas kekanan untuk memajukan mata bor
dan kekiri untuk memundurkan mata bor.
10.Pada saat pemakanan putar eretan kekanan secara pelan dan
sesekali putar kekiri untung membuang bram.
11.Lakukan pengeboran sampai tembus benda kerja.
Pengeboran tembus 18 mm

1. Masukan mata bor 18 mm kedalam tail stock.


2. Pastikan matabor tercekam dengan kuat.
3. Dan pastikan mata bor tidak goyang.
4. Dekatkan kepala lepas dengan benda kerja.
5. Setting kecepatan putar mesin
Vc .1000 20. 1000
- n= .d
n=
3,14 .18
=357 rpm

-setting kecepatan mesin pada tabel yang mendekati 357 rpm


6. Dekatkan mata bor pada benda kerja yg telah di bor sebelumnya.
7. Kunci kepala lepas agar saat proses pemakanan kepala lepas tidak
bergeser kebelakang.
8. Nyalakan mesin.
9. Putar eretan pada kepala lepas kekanan untuk memajukan mata bor
dan kekiri untuk memundurkan mata bor.
10.Pada saat pemakanan putar eretan kekanan secara pelan dan
sesekali putar kekiri untung membuang bram.
11.Lakukan pengeboran sampai tembus benda kerja.

Pengeboran tembus 23 mm

1. Masukan mata bor 23 mm kedalam tail stock.


2. Pastikan matabor tercekam dengan kuat.
3. Dan pastikan mata bor tidak goyang.
4. Dekatkan kepala lepas dengan benda kerja.
5. Setting kecepatan putar mesin
Vc .1000 20. 1000
- n= .d
n=
3,14 .23
=277 rpm

-setting kecepatan mesin pada tabel yang mendekati 277 rpm


6. Dekatkan mata bor pada benda kerja yg telah di bor sebelumnya.
7. Kunci kepala lepas agar saat proses pemakanan kepala lepas tidak
bergeser kebelakang.
8. Nyalakan mesin.
9. Putar eretan pada kepala lepas kekanan untuk memajukan mata bor
dan kekiri untuk memundurkan mata bor.
10.Pada saat pemakanan putar eretan kekanan secara pelan dan
sesekali putar kekiri untung membuang bram.
11.Lakukan pengeboran sampai tembus benda kerja.
Pengeboran tidak tembus 30 mm

2x45 3x45 3
33

23

34

36
35

1. Masukan mata bor 30 mm kedalam tail stock.


2. Pastikan matabor tercekam dengan kuat.
3. Dan pastikan mata bor tidak goyang.
4. Dekatkan kepala lepas dengan benda kerja.
5. Setting kecepatan putar mesin
Vc .1000 20. 1000
- n= .d
n=
3,14 .30
=212 rpm

-setting kecepatan mesin pada tabel yang mendekati 212 rpm


6. Dekatkan mata bor pada benda kerja yg telah di bor sebelumnya.
7. Kunci kepala lepas agar saat proses pemakanan kepala lepas tidak
bergeser kebelakang.
8. Nyalakan mesin.
9. Putar eretan pada kepala lepas kekanan untuk memajukan mata bor
dan kekiri untuk memundurkan mata bor.
10.Pada saat pemakanan putar eretan kekanan secara pelan dan
sesekali putar kekiri untung membuang bram.
11.Lakukan pengeboran sampai ukuran panjang sekitar 21-22 mm
untuk pemakanan selanjutnya menggunakan pahat bubut dalam
hingga ukuran panjanag 26,5 mm
2x45 3x45 3

23
33

34

36
35

Pembubutan dalam (panjang 26,5 mm dan lebar 30 mm)


1. Pasang pahat bubut dalam pada tool post dengan kuat.
2. Setting ketinggian mata pahat setinggi dengan center putar.
3. Setelah setting ketinggian pahat, putar tool post 90 ke arah kiri.
4. Kemudian kencangkan tool post.
5. Setting kecepatan putar mesin
Vc .1000 20. 1000
- n= .d
n=
3,14 .32
=200 rpm

6. Setelah setting kecepatan mesin, tempelkan mata pahat pada bagian


dalam benda kerja yang akan dibubut dalam.
7. Nyalakan mesin.
8. Langkah pemakanan dilakukan dari luar ke dalam.
9. Mulailah langkah pemakanan dengan besar pemakanan 0,3-0,5 mm
hingga panjang 26,5mm dan lebar 30 mm
10.Matikan mesin setelah beres pembubutan.

Facing
1. Masukkan benda ke chuck
2. Seting kedudukan benda kerja agar saat chuck berputar benda kerja
tidak lepas dan berputar dengan lurus.
3. Atur kecepatan mesin sesuai dengan yang kita hitung
4. Tempelkan mata pahat ketengah-tengah permukaan benda kerja
5. Nyalakan mesin
6. Facing permukaan benda kerja hingga rata.
7. Setelah selesai proses faceing matikan mesin.
Proses Pembuatan Champer 2 x 45

3x45
2x45
43
36

34

1. Pasang pahat champer berderajat 45 pada tool post.


2. Setting ketinggian pahat setinggi dengan senter putar

-Masukkan senter putar kedalam kepala lepas.


-Miringkan pahat kearah kepala lepas
-Kemudian setting ketinggian pahat setinggi senter putar

3. Kemudian setting derajat pahat tegak lurus atau 90 .


4. Setting kecepatan putar mesin

Vc .1000 20. 1000


- n= .d
n=
3,14 .43
=148 rpm

5. Gores benda kerja untuk menandai


6. Tempelkan pahat ke sisi benda kerja yang akan dimakan
7. Putarkan skala pada eretan bawah ke angka 0
8. Lalu geser eretan bawah kekanan sampai menunjukan skala 5,5-5,0
9. Geser eretan kekanan hingga tidak sejajar dengan benda kerja
10.Putarkan kembali skala pada eretan ke angka 0
11.Nyalakan mesin
12.Lakukan pemakanan sepanjang 2 mm dengan kemiringan 45 Saat
proses pemakanan, ketebalan pemanan 0,2-0,3mm pada skala
eretan.
13.Setelah selesai proses pemakanan matikan mesin.
BAB V PENUTUP

PENUTUPAN
5.1 Kesimpulan
1. Ketajaman dan sudut mata pahat yang benar sangat berpengaruh
pada hasil permukaan benda kerja karena akan mengahasilkan
permukaan yang kasar.
2. Pada saat melakukan pengasahan mata pahat sebaiknya dilakukan
secara perlahanlahan, agar sudut pahat yang dihasilkan sesuai
dengan yang telah ditentukan dan agar benda kerja yang dihasilkan
permukaannya rata.
3. Dalam melakukan proses di mesin bubut hendaklah dalam setiap
pembubutan collant disemprotkan agar permukaan benda kerja yang
dihasilkan licin dan mengkilap dan berpengaruh juga terhadap mata pahat
bubut
4. Saat pembuatan lubang dan pembesaran lubang yang dilakukan
oleh mesin bubut terlebih dahulu benda kerja dijepit dngan kuat dan
sebelum proses dilakukan benda kerja disenter dahulu dengan
senter yang terletak di kepala lepas agar lubang yang dihasilkan
lebih bagus dan lubang yang dihasilkan pada permukaan benda
kerja senter atau ditengah .
DAFTAR PUSTAKA

http://generasi-muda.tumblr.com/post/101982576601/tirus-teknik-pemesinan
http://www.teknikmesin.org/reamer/
http://anothama.blogspot.co.id/2015/02/pengertian-bagian-bagian-dan-
jenis.html
http://haryantoabdi.blogspot.co.id/2012/10/bagian-bagian-mata-bor.html
https://yefrichan.files.wordpress.com/2011/01/reamer.jpg
http://belajar-tanpa-henti.blogspot.co.id/2015/05/jenis-ulir-dan-tabel-types-of-
thread.html
DAFTAR GAMBA
Gambar 1.3. 1 Twist Bits.............................................................................................
Gambar 1.3. 2 Masonry Bits.......................................................................................
Gambar 1.3. 3 Spur Bits.............................................................................................
Gambar 1.3. 4 Countersink Bits..................................................................................
Gambar 1.3. 5 Foster Bits...........................................................................................
Gambar 1.3. 6 Hole Saw Bits....................................................................................
Gambar 2.3. 1 Macam-macam Reamer

Gambar 3.2. 1 Bagian-bagian Ulir

Gambar 3.3. 1 Ulir Metris....................................................................................... 8


Gambar 3.3. 2 Ulir Whitworth................................................................................ 9
Gambar 3.3. 3 NPT Connections..........................................................................10
Gambar 3.3. 4 NPT Connections..........................................................................10
Gambar 3.3. 5 BSPT Connections........................................................................11
Gambar 3.3. 6 BSPT Connections........................................................................11
Gambar 3.3. 7 Connections................................................................................. 12
Gambar 3.3. 8 BSPP Connections........................................................................12
Gambar 3.3. 9 Ulir Segiempat............................................................................. 14
Gambar 3.3. 10 Ulir Acme.................................................................................... 16
Gambar 3.3. 11 Ulir Bulat.................................................................................... 16
Gambar 3.3. 12 Ulir Bola..................................................................................... 17
Gambar 3.3. 13 Ulir Tanduk................................................................................. 17
Gambar 3.3. 14 Ulir Majemuk 1

Gambar 4.2. 1 Jangka Sorong...................................................................................


Gambar 4.2. 2 Kunci Pas...........................................................................................
Gambar 4.2. 3 Kunci Toll Post...................................................................................
Gambar 4.2. 4 Kunci Chuck......................................................................................
Gambar 4.2. 5 Pahat Bubut......................................................................................
Gambar 4.2. 6 Senter...............................................................................................
Gambar 4.2. 7 Chuck Drill........................................................................................
Gambar 4.2. 8 Kaca Mata.........................................................................................
Gambar 4.2. 9 Mata Bor...........................................................................................
Gambar 4.2. 10 Pahat Ulir........................................................................................
Gambar 4.3. 1 Benda 1............................................................................................
Gambar 4.3. 2 Benda 2............................................................................................
DAFTAR TABEL

Tabel 3.3. 1 Ulir Metris................................................................................................


Tabel 3.3. 2 Ulir Whitwort...........................................................................................
Tabel 3.3. 3 BSPT Connections..................................................................................
Tabel 3.3. 4 Ulir Segiempat.......................................................................................
Tabel 3.3. 5 Ulir Trapesium.......................................................................................