Anda di halaman 1dari 10

TUGAS MANDIRI SEBELUM UTS

KESEHATAN PENYELAMAN& HIPERBARIK

Disusun Oleh :

MEILANI SITA DEWI

141.0061

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH SURABAYA


PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
TAHUN AJARAN 2016/2017
TUGAS RESUME INDIVIDU

Nama : Meilani Sita Dewi

NIM : 1410061

Pertemuan Ke : 5 ( ke lima )

Tanggal : 31 Maret 2017

Judul Materi : Komunikasi Terapeutik Pada Lingkungan Pasien Terapi Oksigen Hiperbarik

Pemateri : Mayor laut (k) maedi, S. Kep,Ns

Isi Materi :Terlampir

Komunikasi Terapeutik Pada Lingkungan Pasien Terapi Oksigen Hiperbarik

Komunikasi mempunyai banyak sekali makna dan sangat bergantung pada konteks pada
saat komunikasi dilakukan.Bagi beberapa orang, komunikasi merupakan pertukaran informasi
diantara dua orang atau lebih, pertukaran ide atau pemikiran.

Metodenya antara lain: berbicara dan mendengarkan atau menulis dan membaca,
melukis, menari, bercerita dan lain sebagainya. Komunikasi bisa secara lisan (verbal) atau tulisan
/ gerakan tubuh (non-verbal)

Tujuan komunikasi :

1. Mempengaruhi orang lain

2. Untuk mendapatkan informasi

Komponen dalam komunikasi ;

1. Komunikator/pengirim

2. Komunikan/penerima

3. Pesan

4. Media

5. Efek

Komunikasi terapeutik :

1. Kemampuan atau keterampilan perawat untuk membantu klien beradaptasi terhadap stres,
mengatasi gangguan psikologis dan belajar bagaimana berhubungan dengan orang lain
2. Hubungan timbal balik yang intim melibatkan pikiran, perasaan dan sikap antara perawat
dan klien

3. Komunikasi terapeutik agar kebutuhan dan kepuasan pasien dapat dipenuhi

Status hubungan

1. Perawat : pemberi alternatif informasi dan alternatif pemecahan masalah

2. Klien :menerima informasi dan membutuhkan bantuan

Perawat sebagai terapis

1. Kesadaran diri
Dengan meningkatkan kesadaran diriada beberapa cara yaitu sebagai berikut

a) Mempelajari diri sendiri

b) Belajar dari orang lain

c) Membuka diri

2. Klarifikasi nilai

a) Kebutuhan klien diutamakan

b) Perawat mempunyai sumber kepuasan dan rasa aman yang cukup

c) Konflik dan ketidakpuasan harus disadari

d) Menyadari sistem nilai

3. Eksplorasi perasaan (pasien)

a) Terbuka dan sadar akan perasaannya

b) Mengontrol respon terhadap klien

c) Mengontrol penampilan terhadap klien

4. Kemampuan menjadi model

a) Masalah pribadi dapat diselesaikan secara konstruktif

b) Ide dan fikiran yang baik jika perawat terlepas dari masalah

c) Perawat harus sadar akan kelemahan dan kekurangan


5. Rasa tanggung jawab

a) Perawat melakukan hubungan dengan klien adalah hubungan yang penuh tanggung
jawab.

b) Resiko yang dihadapi adalah rasa aman dan nyaman sampai kematian klien.

c) Tanggung gugat adalah hak klien.

Fungsi

1. Komunikasi intrapersonal : digunakan untuk berpikir, belajar, merenung, meningkatkan


motivasi, introspeksi diri

2. Komunikasi interpersonal : digunakan untuk meningkatkan hubungan interpersonal,


menggali data atau masalah, menawarkan gagasan, memberi dan menerima informasi

3. Komunikasi public : mempengaruhi orang banyak, menyampaikan informasi,


menyampaikan perintah atau larangan umum (publik)

Prinsip dasar komunikasi terapeutik

1. Hubungan perawat dan klien adalah hubungan terapeutik yang saling menguntungkan

2. Perawat harus menghargai keunikan klien, menghargai perbedaan karakter, memahami


perasaan dan perilaku klien dengan melihat perbedaan latar belakang keluarga, budaya,
dan keunikan setiap individu
3. Semua komunikasi yang dilakukan harus dapat menjaga harga diri pemberi maupun
penerima pesan, dalam hal ini perawat harus mampu menjaga harga dirinya dan harga
diri klien
4. Komunikasi yang menciptakan tumbuhnya hubungan saling percaya (trust)

Hubungan perawat dan klien

1. Kejujuran

2. Tidak membingungkan dan cukup ekspresif

3. Bersikap positif

4. Empati bukan simpati

5. Mampu melihat permasalahan dari kacamata klien

6. Menerima klien apa adanya

7. Sensitif terhadap perasaan klien


8. Tidak mudah terpengaruh oleh masa lalu klien ataupun diri perawat sendiri

Tahapan komunikasi terapeutik

1. Tahap persiapan/pra-interaksi

a) Mengeksplorasi perasaan, mendefinisikan harapan dan mengidentifikasi kecemasan.

b) Menganalisis kekuatan dan kelemahan diri.

c) Mengumpulkan data tentang klien.

d) Merencanakan pertemuan pertama dengan klien.

2. Tahap perkenalan/orientasi

a) Membina rasa saling percaya, menunjukkan penerimaan dan komunikasi terbuka.

b) Merumuskan kontrak (waktu, tempat pertemuan, dan topik pembicaraan

c) Menggali pikiran dan perasaan dengan menggunakan teknik komunikasi pertanyaan


terbuka.

d) Merumuskan tujuan interaksi dengan klien.

3. Tahap kerja

Dalam tahap ini pula perawat mendengarkan secara aktif dan dengan penuh perhatian
sehingga mampu membantu klien untuk mendefinisikan masalah yang sedang dihadapi
oleh klien, mencari penyelesaian masalah dan mengevaluasinya

4. Tahap terminasi

a) Mengevaluasi pencapaian tujuan dari interaksi yang telah dilaksanakan (evaluasi


objektif). Brammer dan mcdonald (1996) menyatakan bahwa meminta klien untuk
menyimpulkan tentang apa yang telah didiskusikan merupakan sesuatu yang sangat
berguna pada tahap ini.

b) Melakukan evaluasi subjektif dengan cara menanyakan perasaan klien setelah


berinteraksi dengan perawat.

c) Menyepakati tindak lanjut terhadap interaksi yang telah dilakukan. Tindak lanjut yang
disepakati harus relevan dengan interaksi yang baru saja dilakukan atau dengan
interaksi yang akan dilakukan selanjutnya. Tindak lanjut dievaluasi dalam tahap
orientasi pada pertemuan berikutnya

Sikap dalam melakukan komunikasi terapeutik


1. Berhadapan dengan lawan bicara

2. Sikap tubuh terbuka; kaki dan tangan terbuka (tidak bersilangan)

3. Menunduk/memposisikan tubuh kearah/lebih dekat dengan lawan bicara

4. Pertahankan kontak mata, sejajar, dan natural

5. Bersikap tenang

Komunikasi terapeutik

Tujuan :

1. Membina hubungan

2. Mempengaruhi perilaku

3. Menetapkan peran dan tanggung jawab

4. Mengumpulkan data

5. Menganalisa dan memproses data

6. Menetapkan kontrak

7. Mencapai komunikasi perawat-klien efektif

8 area komunikasi

1. Komunikasi yang sistematik

2. Menetapkan hubungan perawat-klien

3. Menguasai komunikasi

4. Berespon pada perasaan klien

5. Mendiskusikan isue pribadi

6. Berespon pada reaksi emosional klien

7. Berhubungan dengan keluarga

8. Mengintegrasikan ketrampilan komunikasi dengan ketrampilan teknik keperawatan.

Dimensi komunikasi

1. Dimensi respon
a) Keikhlasan
b) Menghargai
c) Empati
d) Kongkrit

2. Dimensi tindakan

a) konfrontatif

b) Kesegeraan

c) Keterbukaan perawat

d) Emosional chatarsis

e) Bermain peran

Macam teknik komunikasi

1. Mendengar

2. Pertanyaan terbuka

3. Restating

4. Klarifikasi

5. Memfokuskan

6. Membagi persepsi

7. Diam

8. Refleksi

9. Sugesti

10. Informasi

11. Humor

Hal-hal yang menghambat komunikasi

1. Terlalu banyak saran

2. Memberi informasi yang salah

3. Mengalihkan pembicaraan

4. Menilai/menuduh
5. Bertanya terlalu banyak

6. Menggunakan kalimat emosional

7. Menentang pembicaraan

8. Memberi komentar

Claustrofobia

Klaustrofobia (dari bahasa latinclaustrum "tempat tertutup" dan yunaniphbos


"takut")penyakit ketakutan terhadap terhadap ruangan tertutup /sempit

Tanda dan gejala

1. Berkeringat

2. Denyut jantung cepat

3. Hiperventilasi (bernapas lebih cepat atau lebih dari normal)

4. Gemetar

5. Pusing

6. Mual (perasaan sakit)

7. Pingsan

Penyebab :Penyebab kombinasi kerentanan genetik dan pengalaman hidup

Cara mengatasinya

1. Melawannya atau penyesuaian, memang terasa berat namun bukan berarti tidak mungkin

2. Orientasi

3. Mendampinginya
Pengobatannya

1. Obat anti depresan

2. Berkonsultasi

Komunikasi terapeutik antar tim dalam terapi hbo

Tim terapi hbo :

1. Supervisor

2. Dokter hiperbarik

3. Tender / pengawas dalam

4. Operator / pengawas luar

5. Tekniksi

Defenisi-defenisi ham

Hubungan antar manusia adalah suatu sosiologi konkret karena meneliti situasi
kehidupan, khususnya masalah interaksi dengan pengaruh psikologisnya.Interaksi
mengakibatkan dan menghasilkan penyesuaian diri secara timbal balik yang mencakup
kecakapan dalam penyesuaian dengan situasi baru.(hugh cabot dan joseph a. Kahl,1967)

Interaksi : hubungan antara 2 atau lebih individu manusia dan perilaku individu yang 1
mempengaruhi , mengubah, dan memperbaiki perilaku individu yang lain atau sebaliknya.(H.
Bonner, 1975)

Tujuan hub. Antar manusia

1. Memanfaatkan pengetahuan tentang faktor sosial psikologis dalam penyesuaian diri


manusia sedemikian rupa sehingga penyesuaian diri terjadi dengan serasi dan selaras
dengan ketegangan dan pertentangan sedikit mungkin.

2. menemukan, mengidentifikasi masalah, dan membahasnya untuk mencari pemecahan


masalah.

Faktor-faktor yang mendasari interaksi sosial

1. Imitasi : suatu keadaan seseorang yang mengikuti sesuatu di luar dirinya.

Syarat-syarat imitasi:

a) Minat dan perhatian yang cukup besar terhadap hal yang akan diimitasi
b) Sikap menjunjung tinggi atau mengagumi hal-hal yang imitasi

c) Seseorang meniru suatu pandangan atau tingkah laku karena akan memperoleh
penghargaan sosial yang tinggi.

2. Sugesti : suatu proses seorang individu menerima cara pandang atau pedoman tingkah
laku orang lain tanpa kritik terlebih dahulu.

Syarat-syarat sugesti:

a) hambatan berpikir. Karena rangsangan emosional, proses sugesti terjadi pd individu


secara langsung menerima tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu segala pengaruh
atau pandangan orang lain.

b) Pikiran terpecah-pecah (diasosiasi). Orang yang sedang mengalami pemikiran yang


terpecah-pecah, mudah terjadi sugesti.

c) Otoritas / prestise. Proses sugesti cenderung terjadi pada orang yang sikapnya
menerima pandangan tertentu dari seseorang yang memiliki keahlian tertentu sehingga
dianggap otoritas dalam keahlian tersebut atau dari seseorang yang mempunyai
prestise sosial yang tinggi.

d) Mayoritas .orang akan mudah menerima pandangan ketika hal tersebut di sokong oleh
mayoritas atau sebagian besar golongan atau masyarakat. Penerimaan pandangan itu
terjadi tanpapertimbangan lebih lanjut.

e) Kepercayaan penuh. Penerimaan sikap atau pandangan tanpa pertimbangan lebih


lanjut dikarenakan pandangan tersebut sudah ada pada diri individu yang
bersangkutan.

3. identifikasi

a) Proses identifikasi berlangsung secara sadar/ irasional, berdasarkan perasaan, dan


berkembang bahwa identifikasi berguna untuk melengkapi sistem norma dan cita-cita.
b) Dorongan utama identifikasi ; ingin mengikuti, menerima jejak orang lain yang
dianggap ideal bagi dirinya.

4. simpati

a) Adalah: perasaan tertarik seseorang terhadap orang lain yang timbul atas dasar
penilaian perasaan.
b) Dorongan utamanya adalah rasa ingin dimengerti dan bekerja sama dengan orang lain.