Anda di halaman 1dari 5

Ukuran Epidemiologis

Ukuran dasar yang digunakan dalam epidemiologi mencakup angka (rate), rasio dan
proporsi. Ketiga bentuk perhitungan ini digunakan untuk mengukur dan menjelaskan
peristiwa kesakitan, kematian dan nilai statistik vital lainnya. Mislanya kesakitan bisa diukur
dengan angka insidensi, prevalensi, dan angka serangan, sedangkan kematian bisa diukur
dengan angka kematian (Maryani, 2010).
Ukuran epidemiologis selalu dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya faktor person atau
orang, yang dinilai disini adalah dari aspek jumlah atau frekuensi orang yang berkaitan
dengan suatu peristiwa, selain itu faktor place atau tempat adalah faktor yang berkaitan
dengan darimana orang-orang yang mengalami peristiwa tersebut berasal. Faktor time atau
waktu adalah periode atau waktu kapan oarang-orang tersebut mengalami suatu peristiwa
(Maryani, 2010).
a. Angka (Rate)
Angka (rate) adalah suatu jumlah kejadian dihubugkan dengan populasi yang bersangkutan.
Peristiwa yang biasanya diukur dalam bentuk angka diantaranya adalah kesakitan, dimana
yang digunakan untuk perhitungan kasus adalah insidence rate, prevalence rate (point
prevalence rate), periode prevelence rate, attack rate dan dalam hubungan dengan kematian
akan dibicarakan crude death rate, age specific death rate, cause disease specific death rate
(Maryani, 2010).
1. Incidence Rate (Angka Insidensi)
Incidence Rate (Angka Insidensi) adalah jumlah kasus baru penyakit tertentu yang terjadi di
kalangan penduduk pada suatu jangka waktu tertentu (umumnya satu tahun) dibandingkan
dengan jumlah penduduk yang mungkin terkena penyakit baru tersebut pada pertengahan
tahun jangka waktu yang bersangkutan dalam persen atau permil (Maryani, 2010).
Rumus:
Jumlah kasusbaru suatu penyakit
selama periode tertentu
Incidence rate= xK
populasi yang mempunyai resiko

Untuk pengukuran incidenci diperlukan penentuan waktu atau saat timbulnya penyakit.
Penentuan incidence rate ini tidak begitu sulit berhubung terjadinya dapat diketahui pasti atau
mendekati pasti, tetapi jika penyakit timbulnya tidak jelas, disini waktu ditegakkan diagnosis
dapat diartikan sebagai waktu mulai penyakit.Kegunaan incidence rate adalah dapat
mempelajari faktor-faktor penyebab dari penyakit yang akut maupun kronis. Incidence rate
28

adalah suatu ukuran langsung dari kemungkinan atau probalitas untuk menjadi sakit
(Maryani, 2010).
2. Attack Rate (Angka Serangan)
Angka serangan adalah jumlah penderita baru suatu penyakit yang ditemukan pada satu saat
tertentu dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mungkin terkena penyakit tersebut pada
saat yang sama dalam persen atau permil. Angka serangan diterapkan terhadap populasi yang
sempit dan terbatas pada suatu periode, misalnya dalam suatu wabah (Maryani, 2010).
Rumus :
jumlah kasus selama epidemi
Attack Rate= xK
populasi yang mempunyai resikoresiko

3. Sekunder Attack Rate (Angka Serangan Sekunder)


Sekunder Attack Rate (Angka Serangan Sekunder) adalah jumlah penderita baru suatu
penyakit yang mendapat serangan kedua dibandingkan dengan jumlah penduduk dikurangi
jumlah orang yang telah pernah terkena pada serangan pertama dalam persen atau permil
(Maryani, 2010).
Rumus :
jumlah penderita baru pada serangan kedua
Sekunder Attack Rate= xK
jumlah penduduk yang terkena serangan pertama

4. Point Prevalence Rate


Prevalensi adalah gambaran tentang frekuensi penderita lama dan baru yang ditemukan pada
waktu jangka tertentu disekelompok masyarakat tertentu. Point Prevalence Rate mengukur
jumlah penderita lama dan baru yang ditemukan di sekelompok masyarakat tertentu pada satu
titik waktu tertentu dibagi dengan jumlah penduduk saat itu dalam persen atau permil. Point
Prevalence Rate biasa juga disebut Prevalence Rate saja (Maryani, 2010).
Faktor-faktor yang mempengaruhi prevalence rate, yaitu (Maryani, 2010):
a. Frekuensi orang atau person yang telah sakit pada waktu yang lalu.
b. Frekuensi orang atau person yang sakit yang baru ditemukan
c. Lamanya atau time menderita sakit.
Rumus :
jumlah kasus penyakit yang ada
pada satu titik waktu
Point Prevelence Rate= xK
jumlah penduduk seluruhnya

5. Periode Prevalence Rate


Periode Prevalence Rate adalah jumlah penderita lama dan baru suatu penyakit yang
ditemukan pada suatu waktu jangka tertentu dibagi dengan jumlah penduduk pada
pertengahan jangka waktu yang bersangkutan dalam persen atau permil. Periode Prevalence
terbentuk dari Periode Prevalence Rate ditambah incidence rate dan kasus-kasus yang
kambuh selama periode observasi (Maryani, 2010).

jumlah penderita lama dan baru


Period Prevalence Rate= xK
jumlah penduduk pertengahan

6. Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar)


Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar) adalah jumlah semua kematian yang ditemukan
pada satu jangka waktu tertentu (satu tahun) dibandingkan dengan jumlah penduduk pada
pertengahan waktu yang bersangkutan dalam persen atau permil. Crude Death Rate
digunakan untuk perbandingan angka kematian antar berbagai penduduk yang mempunyai
susunan umur yang berbeda-beda tetapi tidak dapat secara langsung melainkan harus melalui
prosedur penyesuaian (adjusment). Crude Death Rate digunakan secara luas karena sifatnya
yang merupakan summary rate dan dapat dihitung dengan adanya informasi yang minimal
(Maryani, 2010).

pertengahan

tahun, didaerahdan tahun yang sama

jumlah penduduk ratarata
jumlah kematiandi kalangan penduduk
di suatudaerah dalam1 tahun
Crude Death Rate=

7. Cause Disease Specific Death Rate (Angka Kematian Penyebab Khusus)


Cause Disease Specific Death Rate adalah jumlah keseluruhan kematian karena suatu
penyebab khusus dalam satu jangka waktu tertentu dibagi dengan jumlah penduduk pada
pertengahan waktu yang bersangkutan dalam persen atau permil (Maryani, 2010).

Jumlah kematiankarena
penyebab khusus
Cause Specific Death Rate= xK
jumlah penduduk pertengahan

8. Age Specific Death Rate (Angka Kematian Pada Umur Tertentu)


Age Specific Death Rate adalah jumlah keseluruhan kematian pada umur tertentu dalam satu
jangka waktu tertentu (satu tahun) dibagi dengan jumlah penduduk pada umur yang
bersangkutan pada daerah dan tahun yang bersangkutan dalam persen atau permil (Maryani,
2010).
jumlah kematianantara umur 15
tahundi suatu daerah
dalam waktu 1tahun
Age Specific Death Rate= xK
jumlah penduduk berumur antara
15 tahun pada daerah
dan tahun yang sama

b. Proporsi
Proporsi merupakan hubungan antar jumlah kejadian dalam kelompok data yang mengenai
masing-masing kategori dari kelompok itu atau hubungan antara bagian dari kelompok
dengan keseluruhan kelompok yang dinyatakan dalam persen. Proporsi umumnya digunakan
jika tidak mungkin menghitung angka indensi, karena itu proporsi tidak dapat menunjukkan
perkiraan peluang keterpaparan atau infeksi, kecuali jika banyaknya orang dimana peristiwa
dapat terjadi adalah sama pada setiap sub kelompok (Maryani, 2010).
c. Rasio
Rasio adalah suatu pernyataan frekuensi perbandingan peristiwa atau orang yang memiliki
perbedaan antara suatu kejadian terhadap kejadian lainnya. Dalam hal ini pernyataan yang
penting dalam epidemiologi adalah jumlah orang sakit dibandingkan dengan jumlah orang
sehat, misalnya rasio orang sakit kanker dibandingkan dengan orang sehat (Maryani, 2010).

DAPUS :
Maryani, Lidya dan M. Rizki. 2010. Epidemiologi Kesehatan, Yogyakarta: Graha Ilmu.
Hal: 12; 25-30; 47-50; 89-95; 178-180; 250.