Anda di halaman 1dari 1

PEMBUATAN RADIOISOTOP

Pembuatan radioisotop mengikuti proses sebagai berikut, penembakan elemen target


dengan neutron. Penambahan neutron dalam inti target akan membuat inti menjadi radioisotop
yang biasanya meluruh dengan pelepasan beta. Lantas penembakan elemen target dalam
akselerator. Partikel-partikel bermuatan seperti proton dan partikel alfa dipercepat dalam
akselerator lalu mengenai inti target dan melepaskan elektron. Hasilnya adalah radioisotop yang
meluruh sambil melepaskan positron atau menangkap elektron. Proses lain adalah fisi atau
pemecahan di dalam reaktor. Uranium atau plutonium dipecah untuk menghasilkan sejumlah
isotop yang dapat dipisahkan. Di antara isotop-isotop itu ada yang bersifat radioaktif. Pada saat
bersamaan dari proses fisi menghasilkan panas. (http://alamnuklir.blogspot.co.id/)

pembuatan radioisotope

karena waktu paruh dari inti aktif suatu radioisotope tidak terlalu lama, pada umumnya
radioisotope yang digunakan dalam berbagai keperluan tidak terdapat di alam. Oleh sebab itu,
radioisotope yang dibutuhkan harus dibuat dari radioisotope stabil alamiah melalui reaksi inti.
Untuk memproduksi radioisotope dalam jumlah banyak, cara yang umum digunakan antara lain
mengguanakan raksi inti dengan neutron. Bahan-bahan yang tidak aktif, seperti natrium,
kromium, ataupun iodium dimasukkan ke dalam rekator produksi radioisotope. Ketika reactor
dioperasikan maka neutron dari fisi digunakan untuk meradiasi bahan isotope. Unsur- unsur
bahan baku isotope yang bereaksi dengan neutron akan menjadi aktif. Unsur- unsur yang aktif
inilah yang disebut radioisotope. Contoh : radioisotope buatan BATAN, yaitu 24Na, 32p, 51 Cr,
90 Tc dan 131 I.