Anda di halaman 1dari 9

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

DEODORANT TAMON ( TAWAS LEMON )

BIDANG KEGIATAN :
PKM KARSA CIPTA

Diusulkan oleh :
Ketua : Sunarti ( 201610300511013 )
Anggota : Rizaura Hartanti Putri ( 201610300511029 )
Selly Ayu Pratiwi (201610300511029 )

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG


MALANG
2017

1
HALAMAN PENGESAHAN (Lampiran 2.14).

2
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL (Lampiran 2.13).................................................................1
HALAMAN PENGESAHAN (Lampiran 2.14)......................................................2
BAB 1. PENDAHULUAN......................................................................................4
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................6
BAB 3. METODE PELAKSANAAN.....................................................................7
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN.........................................................8
4.1 Anggaran Biaya..............................................................................................8
4.2 Jadwal Kegiatan.............................................................................................8
LAMPIRAN-LAMPIRAN.......................................................................................9
Lampiran 1. Biodata ketua dan anggota serta Dosen Pembimbing yang.............9
ditandatangani (Lampiran 3.2).............................................................................9
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan (Lampiran 3.3)................................9
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas
(Lampiran.............................................................................................................9
3.4)........................................................................................................................9
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana (Lampiran 3.5).........................9
Lampiran 5. Gambaran Teknologi yang Hendak Diterapkembangkan................9

3
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tawas atau Alum adalah suatu senyawa alumunium sulfat dengan rumus
kimia Al2(SO4). Pembuatan tawas dapat dilaksanakan dengan melarutkan material
yang mengandung Al2O3 dalam larutan asam sulfat. Salah satu sumber Al 2O3
terdapat di kaolin. Reaksi antara kaolin dengan larutan asam sulfat akan
menghasilkan larutan alumunium sulfat. Tawas dapat diperoleh dari proses
kristalisasi larutan jenuh alumunium sulfat. (Jalaludin & Jamaluddin, 2005).
Zat kimia yang digunakan ada dua macam yaitu tawas sebagai koagulan
dan kaporit sebagai desinfektan. Tawas atau alumunium sulphate Al2(SO4)3
adalah penjernih air yang paling umum dijual. Pada penjernihan air, tawas akan
terurai menjadi dispersi koloid yang bermuatan positif Al3+, dan akan mengikat
partikel koloid bermuatan negatif sehingga partikel yang ada di dalamnya
mengendap (Aziz & Rethiana, 2013)
Indonesia merupakan suatu negara tropis yang selalu disinari matahari,
sehingga berkeringat tidak dapat dihindari. Bagi seseorang keluarnya keringat
yang berlebihan dapat menimbulkan masalah, seperti misalnya menimbulkan bau
badan yang kurang sedap. Bau badan sangat berhubungan dengan sekresi keringat
seseorang dan adanya pertumbuhan mikroorganisme, serta makanan dan bumbu-
bumbuan yang berbau khas seperti bawang-bawangan (Anonim, 2012). Bau
badan merupakan salah satu masalah yang mengganggu kehidupan seharihari.
Bau tidak sedap tubuh seringkali membuat seseorang merasa kurang percaya diri.
Aroma yang tidak sedap tersebut biasanya akan muncul ketika seseorang mulai
berkeringat. Sebenarnya berkeringat merupakan usaha untuk mengatur suhu tubuh
manusia. Keringat mengandung air, garam, dan zat sisa dari dalam tubuh. Ada
keringat yang mengeluarkan bau tetapi ada juga yang tidak. Biasanya bau yang
tidak sedap timbul bersama bau badan yang disebabkan oleh aktivitas bakteri
Staphylococcus epidermidis (Khasanah, Budiyanto, & Widiani, 2017).
Deodorant merupakan produk yang digunakan untuk mengatasi bau badan
yang disebabkan oleh keringat yang bercampur dengan bakteri. Saat ini terdapat
banyak sediaan dan macam deodoran dipasaran. Akan tetapi jika dibandingkan
dengan deodoran bentuk lain, deodoran spray memiliki beberapa keunggulan,
diantaranya 2 lebih praktis, tidak lengket, tidak meninggalkan noda pada baju,
tidak menyebabkan ketiak berwarna hitam, serta dapat digunakan dimana saja dan
kapan saja (Khasanah, Budiyanto, & Widiani, PEMANFAATAN EKSTRAK
SEREH (CHYMBOPOGON NARDUS L.) SEBAGAI ALTERNATIF
ANTIBAKTERI (STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS) PADA DEODORANT
PARFUM SPRAY, 2017)

4
Lemon merupakan buah yang sering digunakan masyarakat sebagai
penyedap dalam masakan atau untuk menghilangkan bau amis. Lemon dapat
berpotensi secara biologis sebagai antibakteri, antidiabetes, antikanker, dan
antiviral. Flavanoid di dalam buah lemon membantu mencegah serangan dari
patogen termasuk bakteri, jamur, dan virus. Selain itu kandungan minyak atsiri,
alkaloid, serta sesquiterpen dan senyawa terpen lain dapat berfungsi sebagai
antibakteri dan antijamur (Budiman, Faulina, Yuliana, & Khoirunnisa, 2015).
Bau badan merupakan salah satu masalah yang sangat dikhawatirkan,
tidak hanya bagi kalangan muda akan tetapi orang tua pun mengalami hal yang
sama, juga tidak hanya untuk para fashion style yang sangat mementingkan
kebersihan, kerapian, serta aroma yang akan menambah elegant sebuah
penampilan tetapi bagi orang biasa pun mengalami hal yang sama. Jika dengan
menggunakan deodorant merupakan satu-satunya cara untuk menghilangkan bau
badan dan mengurangi keringat, dapat diartikan hanya kalangan atas dan mampu
yang dapat menikmati fasilitas tersebut, sedangkan kalangan bawah yang juga
mempunyai kebutuhan yang sama tidak dapat menggunakan deodorant secara
rutin sesuai kebutuhan. Dari semua masalah tersebut diharapkan dengan
pembuatan deodorant penghilang bau badan dari tawas dapat menjadi solusi yang
baik untuk masyarakat (Akbar & Mutmainah, 2011).

5
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
Akbar, R., & Mutmainah, N. (2011). Beluntas Teh Penghilang Bau Badan
.
Anonim. (2012). Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia.
Aziz, P., & Rethiana. (2013). Pengaruh Penambahan Tawas AI2(SO4)3
dan Kaporit Ca(OCI)2 Trerhadap Karakteristik Fisik dan Kimia Air
Sungai Lambidaro.
Budiman, A., Faulina, M., Yuliana, A., & Khoirunnisa, A. (2015). Uji
Aktivitas Sediaan Gel Shampo Minyak Atsiri Buah Lemon (Citros
limon burm).
elizabeth, C., Subdab, S., & Ratnawati, H. (2015). Buku Saku
Patofisiologi. Malang: UMM Press.
Jalaludin, & Jamaluddin, T. (2005). Pemanfaatan Kaolin Sebagai Bahan
Baku Pembuatan Alumunium Sulfat Dengan Metode Adsorps. 71.
Khasanah, R., Budiyanto, E., & Widiani, N. (2017). Pemanfaatan Ekstrak
Sereh (Chymbopogon Nardus L) Sebagai Alternatif Anti Bakteri
Staphylococcus Epidermidis Pada Deodoran Parfum Spray.
Khasanah, R., Budiyanto, E., & Widiani, N. (2017). PEMANFAATAN
EKSTRAK SEREH (CHYMBOPOGON NARDUS L.) SEBAGAI
ALTERNATIF ANTIBAKTERI (STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS)
PADA DEODORANT PARFUM SPRAY.

6
BAB 3. METODE PELAKSANAAN

7
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1 Anggaran Biaya
4.2 Jadwal Kegiatan

8
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata ketua dan anggota serta Dosen
Pembimbing yang
ditandatangani (Lampiran 3.2)
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan (Lampiran 3.3).
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Pelaksana dan
Pembagian Tugas (Lampiran
3.4).
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana (Lampiran
3.5)
Lampiran 5. Gambaran Teknologi yang Hendak
Diterapkembangkan.