Anda di halaman 1dari 1

A.

Fungsi Serebral
Serebral yang tidak normal dapat menyebabkan gangguan dalam komunikasi, fungsi
intelektual, dan dalam pola tingkah laku emosional. Pemeriksaan fungsi serebral
meliputi:
1. Status mental
Fungsi serebral yang adekuat ditentukan melalui pengkajian status mental pasien.
Pengkaji mengobservasi penampilan pasien dan tingkah lakunya, dengan melihat
cara berpakaian pasien, kerapihan, dan kebersihan diri. Observasi postur, sikap,
gerakan-gerakan tubuh, ekspresi wajah dan aktivitas motoric, semuanya ini sering
memberikan informasi penting tentang pasien. Gaya berbicara dan tingkat
kesadaran juga diobservasi. Apakah gaya bicara pasien jelas atau masuk akal?
Apakah pasien sadar dan berespon atau mengantuk atau stupor?
2. Fungsi intelektual
Fungsi intelektual dikaji bila ragu-ragu terhadap kompetensi intelektual pasien.
Sering pasien dalam kondisi toksik atau mereka yang mempunyai kerusakan
korteks frontal pada saat dikaji kelihatan tidak benar-benar normal atau lebih dari
kapasitas integritas intelektual yang ada. Pertama, pengaji menentukan apakah
pasien diorientasikan pada waktu, tempat, orang. Apakah pasien mengetahui hari
apa hari ini, tahun berapa dan nama pasien sekarang? Apakah pasien tahu dimana
ia berada? Apakah pasien mengetahui siapa yang mengkaji dan tujuan ia berada di
ruangan?
3. Daya pikir
Mengkaji kemampuan berpikir pasien sangat penting selama melaksanakan
kegiatan wawancara. Apakah pikiran pasien bersifat spontan, alamiah, jernih,
relevan