Anda di halaman 1dari 3

MARIA EKRISTA OKTAVIANA DEWI

BAB 14 145020301111062
GABRIELA PUSPITA RANI WIBOWO
MANAJEMEN PERSEDIAAN 145020301111071
BRIGITA PRATIWI
MANAJEMEN PERSEDIAAN 145020301111073
TRADISIONAL
Perusahaan mengelola persdiaan untuk memperoleh keunggulan kompetitif jangka panjang. Secara umum,
perusahaan yang memiliki tingkat persediaan yang lebih tinggi daripada pesiangnya cenderung pada posisi
kompetitif yang lemah
Biaya persediaan:
- Biaya pemesanan: biaya untuk menerima dan menempatkan pesanan (muncul bila persediaan
berupa bahan baku atau barang yang dibeli dari sumber luar)
- Biaya persiapan/penyetelan: biaya untuk menyiapkan peralatan dan fasilitas sehingga dapat
digunakan untuk memproduksi produk atau komponen tertentu (muncul bila produksi secara
internal)
- Biaya penyimpanan: biaya untuk menyimpan persediaan (muncul bila persediaan berupa bahan
baku dari luar perusahaan maupun diproduksi secara internal)
- Biaya habisnya persediaan: biaya yang terjadi ketika perusahaan tidak dapat menyediakan roduk
yang diminta pelanggan (muncul ketika permintaan tidak diketahui secara pasti)
Alasan tradisional untuk memiliki persediaan:
1. Menyeimbangkan biaya penyimpanan biaya pemesanan
Meminimalkan biaya penyimpanan mendorong jumlah persediaan yang sedikit atau bahkan tidak
ada, namun meminimalkan biaya pemesanan atau biaya persiapan mendorong jumlah persediaan
yang besar. Kebutuhan untuk menyeimbangkan 2 kelompok biaya tsb agar total biaya
penyimpanan dan pemesanan dapat diminimalkan adalah salah satu alasanuntuk menyimpan
persediaan
2. Ketidakpastian permintaan. Perusahaan tetap menyimpan persediaan karena adanya biaya
habisnya persediaan (stockout cost)
3. Untuk menghindari penutupan fasilitas manufaktur akibat kerusakan mesin, kerusakan
komponen, tidak tersedianya komponen, pengiriman komponen yang terlambat
4. Menyangga proses produksi yang tidak dapat diandalkan
5. Memanfaatkan diskon
6. Menghindari kenaikan harga dimasa depan

Kuantitas pesanan ekonomis (EOQ) Metode persediaan tradisional


Model EOQ: perolehan persediaan dawali dengan antisipasi permintaan di masa datang, bukan reaksi
terhadap permintaan saat ini. Hal yang mendasar dalam menggunakan analisis EOQ adalah penentuan niali
D (permintaan dimasa datang)

Kuantitas Pesanan dan Total Biaya Pemesanan dan Penyimpanan dalam menentukan kuantitas pesanan
atau ukuran lot produksi, manajer hanya perlu memperhatikan biaya pemesanan dan penyimpanan

TC = PD/Q + CQ/2
= Biaya pemesanan + Biaya penyimpanan
TC = total biaya pemesanan dan penyimpanan
P = biaya menempatkan pesanan dan penerimaan pesanan
D = jumlah permintaan tahunan yang diketahui
Q = jumlah unit yang dipesan setiap kali pesanan dilakukan
C = biaya penyimpanan satu unit persediaan selama setahun

Model biaya persediaan yang menggunakan biaya persiapan dan ukuran lot sebagai input hanya berlaku
untuk perusahaan yang mproduksi sendiri persediaannya (komponen/barang jadi)
Menghitung EOQ menghitung kuantitas Q = EOQ = 2 PD/C

Titik Pemesanan Kembali (Reorder Point)


Reorder point: titik waktu sebuah pesanan harus dilakukan
Lead time: waktu yang diperlukan untuk menerima kuantitas pesanan ekonomis setelah pesanan dilakukan
atau persiapan dimulai,

ROP = tingkat penggunaan x waktu tunggu

Ketidakpastian Permintaan dan Titik Pemesanan Kembali


Untuk menghindari adanya kekurangan persediaan perusahaan cenderung menyimpan persediaan pengaman.
Persedian pengaman (safety stock) persediaan ekstra sebgai jaminan bila terjadi fluktuasi permintaan.

Safety stock = lead time x (tingkat penggunaan maksimal tingkat rata-rata penggunaan)

EOQ dan Manajemen Persediaan


Model EOQ sanagt berguna dalam identifikasi pertukaran optimal antara biaya penyimpanan persediaan dan
biaya persiapan. Model EOQ juga berguna dalam mengatasi masalah yang berkaitan dengan ketidakpastian
melalui penggunaaan persediaan pengaman

MANAJEMEN PERSEDIAAN JIT


JIT: sistem beradasarkan tarikan permintaan yang membutihkan barang untuk ditarik melalui sistem
oleh permintaan yang ada, bukan didorong ke dalam sistem pada waktu tertentu berdasarkan
permintaan yang diantisipasi.
Pembelian JIT: mensyaratkan pemasok untuk mengirimkan suku cadang dan bahan baku tepat pada
waktunya untuk produksi
Tujuan JIT: meningkatkan laba dan memperbaiki posisi bersaing perusahaan
Tujuan tersebut dicapai dengan mengendalikan biaya, memperbaiki kinerja pengiriman,
meningkatkan kualitas

Karakteristik Dasar JIT


- Tata letak pabrik: tata letak pabrik dikelola secara berbeda dalam proses manufaktur JIT. Sel
manufaktur terdiri atas mesin-mesin yang dikelompokkan dalam kumpulan yang biasanya
berbentuk setengah lingkaran. Struktur sel biasanya menghasilkan penururnan waktu tunggu dan
menurunkan harga pokok produksi. Tenega kerja dalam JIT memiliki beberapa kehlian sekaligus.
- Pengelompokan dan pemberdayaan karyawan:
- Total quality control: mendapatlan produk, proses manufaktur tanpa cacat
- Ketulusuran biaya Overhead
Biaya Manufaktur Lingkungan Tradisional Lingkungan JIT
TKL Penelusuran langsung Penelusuran langsung
BBL Penelusuran langsung Penelusuran langsung
Penanganan bahan baku Penelusuran penggerak Penelusuran langsung
Perbaikan dan Penelusuran penggerak Penelusuran langsung
pemeliharaan
Energi Penelusuran penggerak Penelusuran langsung
Suplai operasional Penelusuran penggerak Penelusuran langsung
Supervisi (departemen) Alokasi Penelusuran langsung
Asuransi dan pajak Alokasi Alokasi
Depresiasi pabrik Alkasi Alokasi
Depresiasi peralatan Penelusuran penggerak Penelusuran langsung
Pelayanan bea cukai Alokasi Penelusuran langsung
Pelayanan kafetaria Penelusuran penggerak Penelusuran penggerak

- Pengaruh persediaan: JIT menolak penggunaan persediaan karena dipandang sebagai


pemborosan, berhubungan dengan kemampuan perusahaan untuk bersaing
- JIT menerapkan kontrak jangka panjang dengan beberapa pemasoknya guna membangun
hubungan baik yang saling menguntungkan sehingga dapat dipilih pemasok yang memasok
bahan berharga murah, bermutu tinggi, berkinerja pengiriman tepat waktu dan tepat jumlah serta
dapat mengurangi frekuensi pemesanan
- Sistem kanban: sistem informasi yang mengendalikan produksi melalui penggunaan tanda atau
kartu. 3 kartu kanbanpenarikan, kanban produksi, kanban pemasok
- Keterbatasan JIT:
1) Sulit suatu perusahaan yang memproduksi secara massal hanya melayani pesanan pelanggan
saja, misalnya pabrik gula, kopi, sabun dan sebagainya, dan hanya memproduksi satu jenis
produk.
2) Dalam perusahaan manufaktur sulit sekali tidak memiliki persediaan, khususnya yang bahan
bakunya impor.
3) Menempatkan karyawan pada keahlian khusus pada satu jenis produk tidak mudah, dan
mungkin biayanya mahal.
4) Memerlukan waktu yang cukup panjang untuk membangun relasi yang kuat dengan para
supplier.
5) Pengurangan persediaan yang dipaksa dan terlalu drastis dapat menyebabkan para pekerja
stress. Jika para pekerja melihat JIT sebagai suatu cara untuk memeras mereka, maka usaha-
usaha untuk mengimplementasikan JIT tidak akan sepenuhnya berhasil dan kinerja karyawan
malah akan menurun.

TEORI KENDALA (kinerja perusahaan dibatasi oleh kendala)


Throughput = organisasi menghasilkan uang melalui penjualan (selisih anatra pendapatan penjualan dan
biaya variabel tingkat unit seperti bahan baku, listrik)
Meminimalkan persediaan, bebean operasi dan meningkatkan throughput tiga ukuran kinerja akan
terpengaruh: laba bersih, imbal hasil atas investasi akan meningkat dan arus kas akan membaik.

Langkah- langkah TOC:


1. Identifikasi kendala perusahaan
Kendala eksternal: berasal dari luar perusahan
Kendala internal : faktor yang membatasi yang ditemukan dalam perusahaan
Kendala longgar: sumber daya yang terbatas tidka digunakan sepenuhnya oleh bauran produk
Kendala yang mengikat: sumber daya yang tersedia dimanfaatkan sepenuhnya
2. Mengeksploitasi kendala yang mengikat
Memaksimalkan pengunaan kendala yang mengikat memastikan bauran produk optimal yang
diproduksi. Penyangga waktu persediaan yang dibuthkan untuk menjada agar sumber daya yang
mempunyai kendala tetap sibuk alam intervalwaktu tertentu (untuk melindungi throuhput dari
gangguan yang dapat diatasi dalam interval waktu tertentu)
3. Menyubordinasi apapun selain keputusan yang dibuat pada langkah 2
4. Mengangkat kendala-kendala yang mengikat
Memulai program perbaikan yang berkelanjutan dengan mengurangi keterbatasan yang dimilki
kendala yang mengikat atas kinerja perushaan
5. Mengulangi proses

Sumber :
Hansen & Mowen. Akuntansi Manajerial. Edisi 8 Buku 2.