Anda di halaman 1dari 5

TUGAS MPK

MANAGEMEN PENGENDALIAN DAN KEGAGALAN KONTRUKSI

Disusun Oleh :
DIMAS DIAN DARU ( 1341320076 )

JURUSAN MANAJEMEN REKAYASA KONSTRUKSI


POLITEKNIK NEGERI MALANG
SEMESTER 7
2016/2017
1. Pekerjaan Galian Tanah Pondasi
Untuk mendapatkan lubang yang horizontal yang rata akan di
gunakan digital waterpas (theodolite waterpass). Jika kemiringan lahan
besar, maka bangunan harus dibagi menjadi 2 bagian dengan ketinggian
lantai yang berbeda, untuk menjaga agar pondasi letaknya tidak terlalu
tinggi. Tinggi permukaan pondasi yang muncul diatas tanah,sedangkan
kedalaman pondasi digali sesuai dengan petunjuk gambar.
Gali pondasi sampai permukaan tanah keras. Pondasi harus selalu
dibuat diatas permukaan tanah keras. Pembuatan pondasi pada tanah yang
lunak sering menyebabkan pondasi tidak berfungsi baik dan
mengakibatkan runtuhnya dinding atau kolom. Dasar dari galian harus
dijaga kebersihannya, bebas dari reruntuhan sisa-sisa bahan bangunan.
Jika terjadi hujan sebelum pondasi jadi, keringkan dasar pondasi dari sisa-
sisa air hujan, dan kotoran-kotoran lainnya.Tumpuk sisa-sisa tanah dari
penggalian pondasi didalam garis tapak, yang akan digunakan kemudian
untuk menimbun kembali di sekeliling lubang pondasi dan dibawah lantai.

2. Tahapan Pekerjaan :
Langkah pertama adalah mempersiapkan alat bantu kerja sesuai
dengan MS (Method Schedule) Pekerjaan galian : Manual atau
dengan alat berat Excavator.
Mempersiapkan alat bantu ukur (Theodolite/Total Station) untuk
penentuan batas galian dan pompa air untuk dewatering.
Untuk galian yang besar dan dalam serta berbatasan dengan
bangunan lain perlu disiapkan turap untuk dapat menahan tanah di
sekelilingnya dan mencegah terjadinya kelongsoran seperti sheet
pile, continuous pile, H pile dan lain-lain.
3. Sistemnya adalah sebagai berikut :
Dengan sheet pile (plat baja yang telah dimodifikasi)
Dengan Soldier pile (bore pile beton dipasang berbaris
mengelilingi bangunan.
Dengan Shot create:
Penjangkarannya dengan menggunakan ground anchor
Penjangkarannya dengan menggunakan soil nailing
Periksa kemungkinan adanya prasarana lingkungan yang melintasi
atau berada di sekitar area galian (jalur kabel/pipa/telepon, dll).
Menentukan batas daerah galian (survey & marking koordinat serta
elevasi)
Menentukan peralatan yang cocok untuk pekerjaan penggalian dan
jumlah alat untuk kelancaran pekerjaan.

4. Peralatan yang digunakan adalah peralatan standar Galian tanah :


Cangkul / Sekop
Linggis
Excavator
5. Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pekerjaan,
antara lain :
Pelaksanaan pekerjaan harus sesuai dengan gambar yang telah
disetujui oleh Konsultan Perencana;
Perhitungan elevasi yang tepat agar luasan pekerjaan tidak
memiliki kelebihan atau kekurangan yang jauh dari gambar
rencana;
Pelaksana pekerjaan harus selalu memperhatikan prosedur
keselamatan kerja seperti yang tertuang pada metode K3;
Pelaksana Pekerjaan diwajibkan mengatur metode pekerjaan
dengan baik, semisal pembuangan tanah;
setelah pekerjaan penggalian tanah selesai dikerjakan, pelaksana
hendaknya berkoordinasi kembali dengan surveyor dan
melaporkannya kepada Konsultan Perencana.
6. Identifikasi Resiko Galian Tanah Pondasi :
Tahap Pemesanan
Penyewaan alat biasanya kehabisan karena banyaknya proyek
serupa yang membutuhkan alat yang sama.
Harga lebih mahal jika harus memesan di panjang hari sebelum
hari proyek dikerjakan.
Tahap Penggalian Tanah
bahaya dan resiko tertabrak bucket excavator
tanah longsor/runtuhnya dinding samping
Pekerja/kendaraan terjatuh ke lubang galian
Excavator menabrak fasilitas sekitar
Tahap Perawatan
terjatuhnya akibat lubang pondasi yang belum ditutup kembali.
7. Pengendaliannya Resiko Pekerjaan Galian :
Menempatkan pengawas saat excavator beroperasi
Memasang tanda peringatan
Operator harus mempunyai Surat ijin Operator (SIP)
Buat pagar pengamanan
Buat tangga turun ke lokasi galian
Pasang rambu rambu peringatan

Tabel 1. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN GALIAN TANAH


PONDASI

Item Pekerjaan Koefisie Sat Harga Satuan Jumlah


n
SEWA
Sewa Dump Truk 0.067 Ja Rp. 66.100,00 Rp. 4.428,70
5 Ton m
Sewa Excavator 0.067 Ja Rp. 132.000,00 Rp. 8.857,70
m
Jumlah Rp. 13.268,10
UPAH
Mandor 0.007 OH Rp. 120.000,00 Rp. 840,00
Pembantu 0.226 OH Rp. 99.000,00 Rp. 22.374,00
Tukang
Jumlah Rp. 23.214,00
Nilai Hspk Rp. 36.500,10
Overhead & Profit Rp. 5.475,015
15%
Harga Satuan Rp. 41.975,115

Biaya Overheat Meliputi :

Transportasi
Listrik
rapat-rapat lapangan (site meetings)
biaya administrasi proyek
pembangkit listrik (generator)
upah staf/pegawai di lapangan
biaya tender