Anda di halaman 1dari 2

Pertanyaan

1. Apa masalah di bentuknya Posbindu PTM ?


2. Siapa sasaran Posbindu PTM?
3. Di mana pembentukan Posbindu PTM dilakukan?
4. Kapan dilakukan Posbindu PTM ?
5. Mengapa Posbindu PTM di bentuk?
6. Bagaimana cara menjalankan program Posbindu PTM ?

Rumusan masalah
Menurut peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 tahun
2016 tentang standar pelayanan minimal bidang kesehatan salah satunya
pelayanan kesehatan pada usia reproduksi, Pernyataan Standar Setiap warga
negara Indonesia usia 1559 tahun mendapatkan skrining kesehatan sesuai
standar. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota wajib memberikan skrining
kesehatan sesuai standar pada warga negara usia 1559 tahun di wilayah kerjanya
dalam kurun waktu satu tahun. Pelayanan skrining kesehatan usia 1559 tahun
diberikan sesuai kewenanganya oleh: (1) Dokter; (2) Bidan; (3) Perawat; (4)
Nutrisionis/Tenaga Gizi; (5) Petugas Pelaksana Posbindu PTM terlatih. Posbindu
PTM dilakukan di Puskesmas dan jaringannya (Posbindu PTM) serta fasilitas
pelayanan kesehatan lainnya yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Pelayanan skrining kesehatan usia1559 tahun minimal dilakukan satu tahun
sekali. Posbindu PTM di bentuk untuk pelayanan kesehatan skrining usia 15-59
tahun di antaranya adalah deteksi kemungkinan obesitas dilakukan dengan
memeriksa tinggi badan dan berat badan serta lingkar perut, deteksi hipertensi
dengan memeriksa tekanan darah sebagai pencegahan primer, deteksi
kemungkinan diabetes melitus menggunakan tes cepat gula darah, deteksi
gangguan mental emosional dan perilaku, pemeriksaan ketajaman penglihatan,
pemeriksaan ketajaman pendengaran, deteksi dini kanker dilakukan melalui
pemeriksaan payudara klinis dan pemeriksaan IVA khusus untuk wanita usia 30
59 tahun. Menjalankan program posbindu dengan cara 1) Skrining faktor risiko
PTM dan gangguan mental emosional dan perilaku 2) Konseling tentang faktor
risiko PTM dan gangguan mental emosional dan perilaku 3) Pelatihan teknis
petugas skrining kesehatan bagi tenaga kesehatan dan petugas pelaksana (kader)
Posbindu PTM 4) Penyediaan sarana dan prasarana skrining (Kit Posbindu PTM)
5) Pelatihan surveilans faktor risiko PTM berbasis web 6) Pelayanan rujukan
kasus ke Faskes Tingkat Pertama 7) Pencatatan dan pelaporan faktor risiko PTM
8) Monitoring dan evaluasi.