Anda di halaman 1dari 5

Etiologi

Etiologi hipotiroid kongenital cukup bervariasi.

Hipotiroid primer permanen

Disgenesis kelenjer tiroid

Aplasia, hipoplasia, dan kelenjer tiroid ektopik termasuk dalam disgenesis kelenjer tiroid.

Disgenesis kelenjer tiroid merupakan penyebab tersering hipotiroid kongenital, meliputi 80%

kasus dan dua pertiga diantaranya disebabkan oleh kelenjer tiroid ektopik. Hipoplasia tiroid

dapat disebabkan oleh beberapa defek genetik, termasuk mutasi pada TSH subunitnbeta, reseptor

TSH, dan faktor transkripsi PAX8.

Tabel Penyebab hipotiroid kongenital

Hipotiroid permanen Hipotiroid transien

Disgenesis Drug-induced

- Aplasia PTU
- Hipoplasia Methimazole
- Ektopik Yodium

Dihormogenesis

Tidak responsif terhadap TSH Defisiensi yodium


Defek trapping yodium
Defek pada tiroglobulin Maternal-antibody induced
Defisiensi Iodotirosine deiodinase
Idiopatik
Hipotiroid sentral
Anomali hipofisis-hipotalamus
Panhipopituarisme
Defisiensi TSH terisolasi
Dikutip dari : Huang SA. Hypothyroidism. Dalam : Lifshitz F. Pediatric endocrinology [volume 2]. Edisi ke-5. New

York: Informaa Health Care USA, 2007.


Dishormonogenesis

Dishormonogenesis meliputi kelainan proses sintesis, sekresi, dan utilisasi hormon tiroid sejak

lahir. Dishormonogenesis disebabkan oleh defisiensi enzim yang diperlukan dalam sintesis

hormon tiroid. Kelainan ini diturunkan secara autosomal resesif. Kelainan ini mencakup 10%

kasus hipotiroid kongenital.

Kelainan ini dapat terjadi karena:

1. Kelainan reseptor TSH.


Kelainan ini jarang terjadi. Disebabkan oleh kegagalan fungsi reseptor TSH pada

membran sel tiroid atau kegagalan sistem adenilat siklase untuk mengaktifkan reseptor

TSH yang sebetuknya normal.


2. Kegagalan menangkap yodium.
Kelainan ini jarang terjadi dan disebabkan oleh kegagalan fungsi pompa yodium untuk

memompa yodida konsentrat menembus menbran sel tiroid.


3. Kelainan organifikasi.
Merupan yang paling sering dijumjpai dan disebkan oleh defisiensi enzim tiroid

peroksidase menyebabkan yodida tidak dapat dioksidasi (diorganofikasi) sehingga tidak

dapat mengikatkan diri pada tirosin di dalam tiroglobulin.


4. Defek coupling.
Jarang terjadi dan disebabkan oleh kegagalan enzimatik untuk menggabungkan MIT dan

DIT menjadi T3 ataupun DIT dan DIT menjadi T4.

5. Kelainan deiodinasi.
Kegagalan ini menyebabkan MIT dan DIT tidak dapat melepaskan yodotirosin, sehingga

recycling yodium terhambat.


6. Produksi tiroglobulin abnormal.
Kegagalan ini menyebabkan tiroglobulin tidak dapat melepaskan T3 dan T4 kedalam

sirkulasi darah.
7. Kegagalan sekresi hormon tiroid.
Pada keadaan ini terjadi kegagalan enzim proteolitik untuk memecah ikatan tiroglobulin-

T4 sebelum dilepaskan ke dalam sirkulasi.


8. Kelainan reseptor hormon tiroid perifer.
Kelainan ini diturunkan secara autosomal dominan. Terjadi akibat gagalnya ikatan

hormon tiroid dengan reseptor di inti sel jaringan target sehingga hormon tiroid tidak

dapat berfungsi.

Ibu mendapatkan pengobatan yodium radioaktif


Preparat yodium radioaktif yang diberikan pada ibu dengan kanker tiroid atau penyakit

Graves setelah usia gestasi 10 minggu melewati plasenta, selanjutnya ditangkap oleh tiroid

janin sehingga mengakibatkan ablasio tiroid. Keadaan ini juga dapat menimbulkan stenosis

trakea dan hipoparatiroid.

Hipotiroid primer transien


Ibu dengan penyakit Graves atau mengkonsumsi bahan goitrogenik
Obat golongan tiourasil yang digunakan untuk mengobati penyakit Graves dapat melewati

plasenta sehingga menghambat produksi hormon tiroid janin. Propiltiourasil (PTU) 200-400

mg/hari yang diberikan pada ibu dapat mengakibatkan hipotiroid kongenital transien yang

akan menghilang jika PTU sudah dimetabolisme dan diekskresi bayi.

Defisiensi yodium pada ibu atau paparan yodium pada janin atau bayi baru lahir
Di daerah endemik goiter, hampir dapat dipastikan bahwa defisiensi yodium merupakan

penyebab utama terjadinya goiter dan hipotiroid. Pemakaian yodium berlebihan pada ibu

hamil seperti penggunaan antiseptik yodium (misal yodium povidon) pada mulut rahim saat

ruptur kulit ketuban antepartum, ataupun antiseptik topikal pada neonatus (misalnya untuk

membersihkan tali pusat) dapat menyebabkan terjadinya hipotiroid primer pada neonatus.

Amniofetografi dengan kontras beryodium dilaporkan dapat menyebabkan hipotiroid

kongenital transien.
Transfer antibodi antitiroid dari ibu.
Terdapat laporan tentang tiroiditis neonatal yang barkaitan dengan antibodi antitiroid ibu

yang menembus sawar plasenta. Kondisi ini membaik bersamaan dengan menghilangnya

antibodi igG pada bayi. TSHbinding inhibitor immunoglobulin dari ibu mampu menembus

plasenta yang selanjutnya menyebabkan hipotiroid transien.


Bayi prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang sakit dapat

memberikan hasil skrinning T4 rendah dan TSH normal. Beberapa diantaranya benar-benar

menunjukkan gejala hipotiroid dengan kadar T4 rendah dan TSH tinggi. Meskipun keadaan

ini hanya sementara, namun pasien harus diberikan terapi dengan hormon tiroid. Pengobatan

dapat dicoba untuk dihentikan setelah anak berusia 2-3 tahun dan diadakan pemeriksaan

ulang untuk mengetahui apakah pasein menderita hipotiroid kongenital yang permanen atau

tidak.

Idiopatik
Bila hipotiroid transien tidak cocok dengan kategori yang telah disebutkan di atas, maka

dapat dimasukkan dalam kelompok ini. Etiologi pasti belum diketahui, namun beberapa

kasus diduga adanya kelainan pada mekanisme umpan balik aksis hipotalamus-hipofisis-

tiroid.

Hipotiroid sekunder menetap


Kelainan ini merupakan 5% dari kasus hipotiroid kongenital. Penyebabnya antara lain:
Kelainan kongenital perkembangan otak tengah. Hipotiroid karena kelainan

perkembangan otak tengah merupakan penyebab defisiensi TSH kongenital. Kelainan ini

meliputi hipoplasia nervus optikus, displasia septooptik, atau dapat juga disertai kelainan

sumbing pada bibir atau palatum.


Aplasia hipofisis kongenital. Kelainan ini merupakan salah satu penyebab

panhipopituitarisme kongenital.
Idiopatik. Beberapa diantaranya dengan riwayat trauma lahir, hipoksia, dan hipotensi

sehingga mengakibatkan infark hipofisis.

Hipotiroid sekunder transien

Bayi dengan kadar T4 total, T4 bebas, dan TSH normal rendah masih mungkin mengalami

hipotiroid sementara. Keadaan ini sering dijumpai pada bayi prematur karena imaturitas

organ dianggap sebagai dasar kelainan ini, yaitu imaturitas aksis hipotalamus-hipofisis.

Hipotiroid pada bayi prematur sulit dibedakan dengan bentuk yang terjadi akibat penyakit

nontiroid. Bila dicurigai hipotiroid terjadi akibat nontiroid, maka pengobatan dengan hormon

tiroidtidak diberikan tetapi dilakukan tes fungsi tiroid secara serial sampai penyakit akut atau

kronik sembuh sehingga fungsi tiroid yang sebenarnya dapat diketahui.