Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN KEGIATAN

SURVEILANS PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM)


PUSKESMAS LALOLAE KEC. LALOLAE
TGL. 09 - 15 FEBRUARI 2017

A. Latar Belakang
Penyakit Tidak Menular (PTM) telah menjadi masalah kesehatan
msyarakat yang besar di Indonesia. Prevalensi PTM dan cedera di Indonesia
berdasarkan Riskesdas 2013, hipertensi usia 18 tahun (25,8%), rematik
(24,7%), cedera semua umur (8,2%) dengan cedera akibat transportasi
darat (47,7%), asma (4,5%), PPOK umur 30 tahun(3,8%), diabetes melitus
(2,1%), PJK umur 15 tahun (1,5%), batu ginjal (0,6%), hipertiroid umur 15
tahun berdasarkan diagnosis (0,4%), gagal jantung (0,3%), gagal ginjal kronik
(0,2%), stroke (12,1), dan Kanker (1,4).
Berdasarkan Riskesdas 2013 prevalensi obesitas pada laki-laki umur
18 tahun (19,7%) dan pada perempuan (32,9%), obesitas sentral (26,6%),
konsumsi tembakau usia 15 tahun (36,3%), kurang konsumsi sayur-buah
(93,5%).
Penyelenggaraan surveilans faktor risiko PTM menggunakan suatu
sistem informasi kesehatan. Hal ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah
No 46 tahun 2014 tentang Sistem Informasi Kesehatan, di mana kegiatan
surveilans ini wajib dikelola oleh pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi,
Pemerintah Daerah kabupaten/kota, dan fasilitas pelayanan kesehatan, yang
dikelola secara berjenjang, terkoneksi, dan terintegrasi serta didukung dengan
kegiatan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi. Surveilans ini
dilaksanakan mulai dari tingkat Posbindu PTM, Fasilitas Kesehatan Tingkat
Pertama (FKTP), maupun Fasilias Kesehatan Rujukan Tingkat Rujukan
(FKRTL).

B. Tujuan
Tersedianya data dan informasi epidemiologi PTM sebagai dasar
pengambilan keputusan dalam perencanaan, pemantauan, evaluasi
program pengendalian PTM, cedera dan tindak kekerasan.

C. Pelaksanaan
Pelaksanaan surveilans PTM dilaksanakan pada tanggal 09 s/d 15
Januari 2017 di Desa Talodo, Desa Lalosingi, Desa Keisio, Kelurahan
Lalolae, dan Desa Wesalo.
D. Sasaran
Penderita Penyakit Tidak Menular

E. Sumber Dana
Pelaksanaan kegiatan Surveilans Penyakit Tidak Menular didanai oleh
Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) T.A. 2017.

F. Tenaga Pelaksana
Koordinator : Adrian Rasyd, AMK
Pendamping : 1. Mirnawati, AMK
2. Peni Ornela, AMK

G. Permasalahan Yang Dihadapi


1. Masih rendahnya pengetahuan petugas surveilans mengenai petunjuk
teknis surveilans PTM.
2. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang Faktor
Risiko Penyakit Tidak Menular.
3. Masih kurangnya peran serta masyarakat dalam mencegah faktor resiko
PTM di lingkungan tempat tinggalnya.

H. Pemecahan Masalah
1. Mengadakan pelatihan bagi petugas Surveilans tentang Petunjuk Teknis
Surveilans PTM.
2. Meningkatkan Sosialisasi dan penyuluhan kepada tenaga kesehatan dan
masyarakat tentang Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Faktor resiko dari
PTM agar Penyakit Tidak menular dapat dicegah sedini mungkin.
3. Pengadaan Poster dan Leflet tertang informasi mengenai faktor-faktor
resiko dan bahaya yang ditimbulkan dari penyakit tidak menular.
4. Optimalisasi peran Posbindu PTM.

I. Kesimpulan
Penyakit tidak menular (PTM) terjadi akibat berbagai faktor risiko, seperti
merokok, diet tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan konsumsi
minuman beralkohol. Faktor risiko tersebut akan menyebabkan terjadinya
perubahan fisiologis di dalam tubuh manusia, sehingga menjadi faktor risiko
antara lain tekanan darah meningkat, gula darah meningkat, kolesterol darah
meningkat, dan obesitas. Selanjutnya dalam waktu yang relatif lama terjadi
PTM.