Anda di halaman 1dari 2

TEH LAMTORO (Leucaena leucocephala) SEBAGAI ANTI DIABETES

Perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia, terutama pada kelompok umur dewasa ke
atas pada seluruh status sosial ekonomi dapat berdampak pada kesehatan. Saat ini masyarakat
lebih memilih gaya hidup yang serba instan dengan memilih makanan cepat saji di restoran atau
disebut juga junk food. Makanan tersebut banyak mengandung lemak dan gula. Gaya hidup yang
seperti ini dapat menyebabkan gangguan berbagai macam penyakit degeneratif seperti hipertensi,
diabetes mellitus, hiperlipid dengan penyakit turunannya seperti penyakit jantung koroner,stroke,
gagal ginjal, obesitas dan lain-lainnya.

Diabetes mellitus atau kencing manis adalah suatu penyakit yang disebabkan karena
peningkatan kadar gula dalam darah (hiperglikemi) akibat kekurangan hormon insulin baik
absolut maupun relatif. Absolut berarti tidak ada insulin sama sekali, sedangkan relatif berarti
jumlahnya cukup atau sedikit tinggi dan daya kerjanya kurang. Menurut Widowati (1997),
diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang banyak dijumpai di Indonesia. Bahkan,
menurut hasil penelitian, penyakit ini merupakan salah satu penyebab terbesar terjadinya
kematian di Indonesia. Diabetes mellitus juga disebut sebagai suatu penyakit gangguan
metabolisme karbohidrat yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi (hiperglikemi)
dan adanya glukosa dalam urine (glukosuria).

Gejala yang ditimbulkan oleh diabetes mellitus adalah poliuria (sering buang air kecil),
polidipsia (sering merasa haus), polifagia (sering merasa lapar), gejala lain yang ditimbulkan
akibat dari diabetes mellitus yaitu penurunan berat badan, lemas, mata kabur, kesemutan, mata
gatal, dan impotensi pada pria. Kriteria penyakit diabetes mellitus adalah dengan pengukuran
kadar gula darah dalam sewaktu 20 mg/dl dan gula darah puasa 126 mg/dl. Kadar gula darah
yang tidak terkontrol pada pasien diabetes mellitus akan menyebabkan berbagai macam
komplikasi yaitu berupa nefropati, neuropati, dan retinopati. Diabetes mellitus tidak dapat
disembuhkan namun dapat dikontrol sehingga penyakit ini akan terjadi seumur hidup.
Masyarakat cenderung menggunakan pengobatan berbahan alami karena memiliki efek
samping yang sedikit, disamping itu alasan penggunaan obat alami yaitu karena bahan bakunya
murah dan mudah didapatkan. Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman
hayati yang kaya akan tanaman tradisional. Terdapat sekitar 30.000 jenis tanaman tradisional dan
7000 diantaranya memiliki khasiat sebagai obat. Salah satunya yaitu tanaman petai cina atau
disebut juga lamtoro (Leucaena leucocephala). Bagian tanaman ini yang dapat berfungsi untuk
menurunkan kadar gula di dalam darah yaitu bijinya. Biji lamtoro yang digunakan sebanyak satu
sendok teh, dan dibuat dengan cara diseduh dengan dosis 3 kali sehari. Efek hipoglikemik (kadar
glukosa darah yang rendah) biji lamtoro disebabkan karena biji mengandung senyawa flavonoid.
Dari penelitian Li et al. (2005) menunjukkan bahwa total flavonoid pada lamtoro dapat
menyebabkan efek hipoglikemik pada mencit diabetes, akan tetapi tidak menurunkan kadar gula
darah pada mencit normal. Kandungan biji lamtoro yang lainnya yaitu mengandung sitosterol
yang dapat meningkatkan produksi insulin.
Ada beberapa cara pembuatan ramuan-ramuan tradisional (minuman seduh) dari biji
lamtoro. Salah satunya yaitu dengan cara memilih biji lamtoro yang sudah tua dan kering,
kemudian biji-biji tersebut disangrai dan ditumbuk hingga halus (dibuat bubuk). Lalu, diambil
sebanyak satu sendok dan diseduh dengan air panas.