Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

TREADMILL JANTUNG

DISUSUN OLEH :

NAMA : MUHAMMAD SISWANDI


NIM : 010112a064

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


STIKES NGUDI WALUYO
UNGARAN
2013
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Treadmill test adalah uji latih jantung beban dengan cara memberikan
stress fisiologi yang dapat menyebabkan abnormalitas kardiovaskuler yang tidak
ditemukan pada saat istirahat.

1. Dasar dasar fisiologi


Dasar fisiologi ULJB adalah latihan dinamik. Telah diketahui latihan
dinamik memberikan serial kompleks penyesuaian kardiovaskuler yang terjadi
akibat peningkatan suplai darah ke otot gerak sesuai dengan kebutuhan
metabolisme yang terjadi, disamping upaya untuk mempertahankan suplai darah
ke organ vital seperti otak dan jantung.
2. Secara umum akibat latihan dinamik dapat terjadi :

Peningkatan curah jantung (cardiac output)

Tekanan darah arterial meningkat

Tahanan/resistensi perifer meningkat

Apabila terjadi pengurangan suplai darah ke organ vital seperti jantung akan
mengakibatkan perubahan pada rekaman listrik jantung (EKG) ataupun rekaman
listrik ke otak (EEG. Khusus pada EKG akan terlihat perubahan segmen ST
berupa ST depresi atau ST elevasi.

3. Respons denyut jantung.


Peningkatan denyut jantung merupakan respon dari sistem kardiovaskuler
terhadap latihan yang dapat diukur untuk pertama kalinya dan merupakan
mekanisme utama dari peningkatan curah jantung (CO) dimana :
CO = HR X SV
Denyut jantung meningkat secara linier sesuai dengan beban peningkatan beban
kerja (work loads) dan peningkatan ambilan oksigen (oksigen uptake)

4. Respons tekanan darah.


Tekanan darah meningkat dengan meningkatnya kerja dinamik yang
mengakibatkan peningkatan curah jantung (CO). Tekanan sistolik meningkat
segera dalam beberapa menit pertama dan kemudian terjadi tingkat penyesuaian
yang disebut stedy state (saat penyesuaian). Sedang tekanan diastolik tidak
mengalami perubahan yang nyata, bila terjadi peningkatan tekanan diastolik
(DBP) menandakan adanya hipertensi yang labil .

B. Indikasi

Untuk menegakkan diagnosa PJK.

Untuk mengevaluasi keluhan : nyeri dada , sesak nafas dll.


Untuk mengevaluasi kapasitas kemampuan fungsional

Untuk mengevaluasi adanya disritmia.

Untuk mengevaluasi hasil pengobatan.

Untuk menentukan prognosa dari kelainan kardiovaskuler

C. Kontra indikasi :

Infark miokard akut < 5 hari.

Unstable angina pectoris

Hipertensi berat

Aritmia yang berarti

Sesak

Vertigo

D.Komplikasi

Hipotensi

Disritmia yang berat

Infark myocard acute

Syncope dan stroke

Trauma fisik (jatuh saat test)

Henti jantung (cardiac arrest)

Kematian

E. Indikasi penghentian test.

1. Keluhan subjektif

Timbul nyeri dada yang hebat

Sesak nafas

Vertigo / pusing
Nyeri pada persendian kaki

Kelelahan/cape sekali

Pasien minta agar test dihentikan

2. Objektif

Respon hipertensi/hipotensi

Timbul aritmia yang berarti

ST depresi/ST elevasi >3 mm

Timbul tanda- tanda perfusi yang buruk (pucat,sianotik,ekstremitas


dingin).

Target HR maximal tercapai

F. Persiapan Tindakan Treadmill test ada 2 :

1. Persiapan untuk pasien

Malamnya tidur cukup

Sebaiknya dua jam sebelum dilakukan tindakan tidak boleh makan

Pada pagi harinya sebaiknya jangan olahraga dulu.

Untuk diagnostic sebaiknya obat-obatan kardiovaskuler (beta blocker)


dihentikan sesuai dengan perintah dokter.

Harus bawa surat consult dari dokter.

2. Persiapan Alat

Satu set alat treadmill

Kertas printer teradmill

Emergencytroly lengkap dan defibilator

Plester

Elektrode

Oksigen
Tensimeter dan stetoscpoe

jelly

Alkohol 70 % dan kassa non steril

Tissue/Handuk kecil

Celana, baju dan sepatu yang layak dipakai untuk treadmill.

G.Cara kerja

1. Pasien di anamnesa dan menjelaskan tentang tata cara,maksud, manfaat


dan resiko dari treadmill.

2. Menentukan target HR submaximal dan maximal (target HR max : 220


dikurang umur dan submaximal adalah 85 % dari target HR max)

3. Pasien menandatangani formulir informed consent.

4. Pasien dipersilahkan ganti pakaian, celana dan sepatu treadmill yang telah
disediakan.

5. Pasien berbaring denagn tenang di tempat tidur

6. Bersihkan tubuh pasien pada lokasi pemasangan electrode dengan


menggunakan kassa alkohol.

7. Tempelkan electrode sesuai dengan tempat yang sudah ditentukan.

8. Sambungkan dengan kabel treadmill

9. Fiksasi electrode dengan sempurna

10. Masukkan data pasien ke alat treadmill

11. Ukur tekanan darah

12. Rekam EKG 12 leads

13. Jalankan alat treadmill dengan kecepatan sesuai dengan prosedur.

14. Setiap tiga menit speed dan elevation akan bertambah sesuai dengan
prosedur yang sudah ditentukan.

15. Pantau terus perubahan EKG dan keluhan pasien selama tets.

16. Rekam EKG 12 leads dan BP setiap tiga menit.


17. Hentikan test sesuai dengan prosedur.

H. Recovery

1. Rekam EKG 12 leads dan ukur tekanan darah setelah test dihentikan.

2. Persilahkan pasien untuk duduk/berbaring.

3. Pantau terus gambaran EKG selama pemulihan.

4. Rekam EKG 12 leads dan ukur tekanan darah setiap tiga menit.

5. Pemulihan biasanya selama enam menit/sembilan menit (hingga gambaran


EKG ,HR, dan tekanan darah kembali seperti semula)

6. Menberitahukan pada pasien bahwa test sudah selesai.

7. Lepaskan elektrode dan manset BP.

8. Bersihkan jelly yang menempel di dada pasien .

9. Merapihkan kembali alatalat pada tempatnya.

10. Sebaiknya selama 15 menit pasca treadmill test pasien masih berada dalam
pengawasan petugas.

Personal pelaksana ULJB.

1. Dua orang tenaga yang terlatih telah menguasai seluk beluk alat dan
prosedur treadmill.

2. Mempunyai pengetahuan tentang indikasi dan kontra indikasi ULJB.

3. Mempunyai pengetahuan tentang dasar dasar fisiologi treadmill.

4. Mengetahui prinsip prinsip interpretasi ULJB

5. Mampu melakukan prosedur penanganan emergency termasuk


kemampuan ACLS.

Protokol Bruce

Phase Speed Elevation


1 1,7 10
2 2,5 12
3 3,4 14
4 4,2 16
5 5 18
Setiap phase selama tiga menit.

Protokol Modifikasi Bruce

Phase Speed Elevation


1 1,7 0
2 1,7 5,0
3 1,7 10
4 2,5 12
5 3,4 14
Setiap phase selama tiga menit

DAFTAR PUSTAKA

Froelicher F V and Myers N Jonathan, (2007), Manual of exercise testing, third


edition, Mosby