Anda di halaman 1dari 16

TUGAS

MAKALAH MANAJEMEN INDUSTRI

DIKERJAKAN OLEH:

KELOMPOK II

JURUSAN TEKNIK KIMIA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kita masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk menyelesaikan
tugas makalah Manajemen Industri. Taklupa pula kami kirimkan shalawat serta taslim kepada
junjungan Nabiullah muhammad SAW sebagai uswatun hasanah dalam hidup kita selama ini.

Dalam kesempatan kali ini kami telah menyelesaikan tugas makalah Manajemen
Industri yang mengcakup mengenai bagiamana itu manajemen secara umum. Semoga
makalah yang kami buat ini dapat bermanfaat untuk pembaca terutama teman-teman yang
membutuhkan informasi mengenai materi ini, Kami mengetahui masih banyak kekurangan
dari makalah ini, maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran sebagai bahan
pembelajaran kedepannya.

Wassalamualakum Warahmatullahi Wabarakatu

Makassar,07 maret 2016

Penulis
DAFTAR ISI

Kata pengantar.........................................................................................................................i

Daftar isi....................................................................................................................................ii

BAB I (PENDAHULUAN)

A. Latar Belakang.............................................................................................................1
B. Tujuan...........................................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Manajemen................................................................................................2
B. Fungsi Manajemen......................................................................................................4
C. Jenis-Jenis Manajemen................................................................................................6
D. Unsur-Unsur Manajemen............................................................................................8

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan...................................................................................................................9
B. Saran.............................................................................................................................9
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan dunia industri di Indonesia diikuti dengan


persaingan bisnis yang semakin meningkat, menuntut para pelaku bisnis untuk
meningkatkan efisiensi di segala bidang. Salah satu cara untuk mewujudkannya dengan
sistem perencanaan dan pengendaliaan persediaan yang baik, proses produksi berjalan
dengan lancar, sehingga permintaan konsumen dapat terpenuhi dengan tepat waktu dan
tidak terjadi keterlambatan. Disetiap industri manufaktur maupun industri jasa persediaan
berada di antara fungsi manajemen produksi yang terpenting sebab persediaan
membutuhkan modal yang sangat banyak dan mempengaruhi pengiriman barang sampai
dikonsumen. Sehingga persediaan berdampak pada semua fungsi bisnis, operasi secara
umum, pemasaran dan keuangan. Maka dari itu manajemen persediaan harus
menyeimbangkan berbagai konflik tersebut dan mengelola persediaan pada level yang
terbaik. Menurut Fien Zulfikariyah persediaan merupakan salah satu asset/kekayaan
terpenting dalam perusahaan karena nilai persediaan mencapai 40% dari seluruh
investasi modal.bahwa persediaan merupakan hal yang krusial. Sehingga perusahaan
selalu berusaha mengurangi biaya dengan mengurangi tingkat persediaan ditangan,
sementara itu di satu sisi lain pelanggan menjadi sangat tidak puas ketika jumlah
persediaan mengalami kehabisan. Oleh karena itu perusahaan harus mengusahakan
terjadinya keseimbangan antara investasi persediaan dan tingkat layanan pelanggan.
Minimalisasi biaya juga merupakan faktor penting dalam membuat keseimbangan.
Kami akan berusaha membahas satu per satu tentang beberapa bentuk manajemen
diatas. Seorang manajemen keuangan harus dapat merencanakan anggaran, memeriksa,
mengendalikan , mengelola, mencari dan menyimpan dana. Tujuan dengan adanya
manajer keuangan untuk mengelola dana perusahaan pada suatu perusahaan secara
umum adalah untuk memaksimalisasi nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu
saat perusahaan dijual maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin.
Suatu proses manajemen SDM terkait tiga proses. Pertama, mengembangkan dan
memperkuat karyawan baru pada proses pertama kali masuk perusahaan (onboarding).
Kedua, memelihara dan mengembangkan pegawai yang sudah ada di perusahaan. Ketiga,
menarik sebanyak mungkn pegawai yang memiliki kompetensi, komitmen dan karakter
yang bekerja pada suatu perusahaan dimana pada keadaan ini komitmen dan karakter
yang sangat berpengaruh. Dengan adanya manajemen kita dapat mengorganisir dan
mengatur jalannya suatu usaha atau perusahaan dengan mempertimbangkan apa saja
yang menjadi pendukung dari manajemen itu sendiri. Dalam manajemen kita dapat
mempertimbangkan mengenai hubungan manajemen dengan faktor-faktor produksi, serta
hubungan manajemen dengan pihak pemegang dana ( Investor) .

Tujuan

1. Untuk mengetahui Apa yang dimaksud manejemen Industri


2. Untuk mengetahui Fungsi-fungsi manajemen
3. Untuk mengetahui jenis-jenis manajemen
4. Untuk mengetahui unsur-unsur manajemen
5. Untuk mengetahui faktor-faktor produksi
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Manajemen
Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno mnagement, yang memiliki arti
seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan
diterima secara universal. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561)
maneggiare yang berarti mengendalikan, terutamanya mengendalikan kuda yang berasal
dari bahasa latin manus yang berati tangan. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa
Perancis mange yang berarti kepemilikan kuda (yang berasal dari Bahasa Inggris yang
berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia.[1]
Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi mnagement, yang
memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan
pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur
dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin
mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara
efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan,
sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan
sesuai dengan jadwal.Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat
ini belum ada keseragaman.Pendapat lain menjelaskan :
Manajemen : keahlian untuk menggerakan orang untuk melakukan suatu pekerjaan
(the art of getting thing done through people) (Lawrence A. Appley, American Management
Association)
Manajemen : seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
pengkoordinasian dan pengontrolan dari pada human and natural resources untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu.(oey Liang Gie, Guru besar
Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah
manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :
1. Manajemen sebagai suatu proses,
2. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,
3. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)
Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda
definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen
menurut pengertian yang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.Dalam Encylopedia of
the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan
suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.Selanjutnya, manajemen adalah fungsi
untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu
untuk mencapai tujuan yang sama. Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah
kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain,
segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu
disebut manajemen. Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu
ilmu pnegetahuan. Mengenai inipun sesungguhnya belum ada keseragamav n pendapat,
segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan
bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung
kebenarannya.
Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang
melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan tujuan
organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Manajemen juga adalah suatu ilmu
pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang
diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman,
pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen.
Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu
pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan
bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain
untuk melaksanakan apa saja yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara
melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.

B. Fungsi-Fungsi Manajemen
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di
dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan
kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang
industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan
lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan
mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi empat, yaitu:
Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang
dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan
cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif
sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan
dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses
terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak
dapat berjalan.
Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan
besarmenjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer
dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan
tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara
menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana
tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada
tingkatan mana keputusan harus diambil. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk
mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai
dengan perencanaan manajerial dan usaha Sampai saat ini, masih belum ada consensus baik
di antara praktisi maupun di antara teoritis mengenai apa yang menjadi fungsi-fungsi
manajemen, sering pula disebut unsur-unsur manajemen.fungsi-fungsi manajemen adalah
sebagai berikut:
Planning
Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yangsangat
rumit. Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah penentuan
serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir
merumuskan perencaan merupakan penetapan jawabankepada enam pertanyaan berikut :
1. Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
2. Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
3. Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?

4. kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?

5. Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?


6. Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?
Menurut Stoner Planning adalah proses menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk
mencapai sasaran tadi.

c. Tingkatan Manajemen

1. Manajemen Puncak (Top Level of Management)

Manajemen Puncak atau Top Level Management umumnya terdiri atas direksi, CEO
(Cheif Executive Officer), GM atau General Manager atau yang sering pula disebut
Presiden Direksi (presdir). Direksi merupakan perwakilan dar pemilik perusahaan atau
Pemegang Saham, mereka dipilih oleh pemegang saham perusahaan, dan CEO dipilih
oleh Dewan Direksi perusahaan.

Ciri ciri dan Peran yang paling utama dari manajemen puncak adalah sebagai berikut:

Menentukan rencana, tujuan, serta kebijakan perusahaan atau organisasi

Bertanggungjawab atas keseluruhan manajemen dibawahnya yang ada pada


organisasi

Memobilisasi sumber daya yang dimiliki perusahaan yang tersedia

Manajemen puncak umumnya bekerja dari pemikiran, perencanaan lalu memutuskan,


maka dari itu manajemen puncak juga sering disebut Otak organisasi atau
Administrator

Mempersiapkan rencana jangka panjang perusahaan

Manajemen puncak mempunyai wewenang serta tanggung jawab yang maksimal.


Manajemen puncak merupakan otoritas tertinggi pada sebuah organisasi,
bertanggungjawab secara langsung kepada pemilik perusahaan (Pemegang Saham),
Pemerintah maupun ke Masyarakat umum.

Manajemen puncak memerlukan keterampilan konseptual yang lebih dibandingkan


keterampilan secara teknis.

2. Manajemen Tingkat Menengah (Middle Level of Management)

Manajemen tingkat menengah berada pada tengah tengah dari hierarki pada sebuah
perusahaan atau organisasi. Manajemen Tingkat Menengah bertanggungjawab atas
pelaksanaan rencana yang sudah ditentukan oleh manajemen puncak.Manajemen
tingkat menengah bisa meliputi beberapa tingkatan, membawahi dan mengarahkan
aktivitas aktivitas manajer dibawahnya. Manajemen pada tingkat ini memiliki
tanggung jawab terhadap segala aktivitas yang dilakukan oleh tingkatan manajemen
yang lebih rendah dan bahkan terkadang terhadap beberapa karyawanoperasionalnya.
Manajemen pada tingkat menengah ini umumnya terdiri atas Kepala Departemen atau
HOD, Manajer Cabang, Junior Executive. Kepala Departemen semisal Manajer
Keuangan, Purchasing Manager dan yang lain lain. Manajer Cabang contohnya kepala
cabang perusahaan atau unit lokal. Junior Eksekutif contohnya adalah Asisten
Manajer Pembelian, Asisten Manajer Keuangan dan yang lainnya. Manajemen
Tingkat Menengah ini dipilih oleh Manajemen Puncak

Tugas dan peran manajemen tingkat menengah beberapa diantaranya seperti berikut ini:

Menjalankan perintah, kebijakan, rencana yang telah disusun oleh manajemen puncak

Memberi saran atau rekomendasi kepada manajemen puncak

Mengkoordinasikan seluruh aktivitas dari semua departemen yang ada

Berkomunikasi dengan manajemen puncak dan manajemen tingkat yang lebih rendah
posisinya

Mempersiapkan rencana jangka pendek, umumnya disusun hanya untuk 1 hingga 5


tahun

Mempunyai keterbatasan tanggung jawab dan wewenang karena manajemen tingkat


menengah ini merupakan perantara manajemen puncak dengan manajemen yang lebih
rendah.

Bertanggung jawab secara langsung kepada Dewan Direksi dan CEO perusahaan

Membutuhkan keterampilan yang lebih manajerial serta teknis dan kurang


membutuhkan keterampilan yang sifatnya konseptual

3. Manajemen Lini Pertama (First Line Management)

Manajemen Lini Pertama atau Low Level Management adalah tingkatan manajemen
yang paling rendah dalam sebuah organisasi yang memimpin serta melakukan
pengawasan terhadap tenaga tenaga operasional pada sebuah perusahaan atau organisasi
serta tidak membawahi manajer yang lain. Manajemen Lini Pertama ini umumnya terdiri
atas mandor dan pengawas yang dipilih oleh manajemen level menengah. Mereka
biasanya juga disebut dengan tingkat Supervisor atau pengawas. bahkan mereka pula
dikenal sebagai manajemen operasional yang terlibat secara langsung dalam proses
produksi dan bertanggung jawab untuk menyelesaikan rencana rencana yang sudah
ditentukan oleh manajemen yang lebih tinggi. Manajemen tingkat yang paling bawah ini
melaksanakan beberapa aktivitas seperti berikut ini:

Mengarahkan karyawan atau pekerja


Mengembangkan moral kepada para karyawan

Menjaga hubungan yang baik antara manajemen tingkat menengah dan para pekerja

Menginformasikan keputusan yang diambil oleh manajemen kepada para karyawan


atau pekerja, selain itu manajemen tingkat pertama ini memberi informasi mengenai
kinerja, hambatan atau kesulitan, perasaan, tuntutan ataupun hal lainnya dari para
karyawan atau pekerja

Manajemen tingkat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengendalikan dan
mengarahkan pekerja

Menyusun rencana harian, mingguan serta bulanan. tidak menyusun rencana jangka
panjang

Mempunyai kewenangan yang terbatasi namun tanggung jawab yang penting untuk
mendapatkan pekerjaan yang dijalankan dari pekerja. Manajemen lini pertama ini
dengan teratur harus memberi laporan dan bertanggung jawab secara langsung kepada
manajemen level menengah

Manajemen lini pertama ini juga membutuhkan keterampilan yang bersifat lebih
teknikal dan kemampuan dalam berkomunikasi.

4. Unsur Manajemen
a. Manusia ( man )
Sarana penting atau sarana utama setiap manajer untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan oleh individu-individu tersendiri atau manusianya. Berbagai kegaitan-
kegiatan yang dapat diperbuat dallam mencapai tujuan seperti yang dapat ditinjau dari
sudut pandang sepeprti sudut pandang proses, perencanaan, pengorganisasian, staffing,
pengarahan, dan pengendalian atau dapat pula kita tinjau dari sudut bidang, seperti
penjualan, produksi, keuangan dan personalia. Bidang-bidang tersebut memerlukan
sumber daya manusia.

b. Material ( material )
Dalam proses pelaksanaan kegiatan, manusia menggunakan matrial atau bahan-bahan.
Oleh karna itu, material dianggap pula sebagaialat atau sarana manajemen untuk
mencapai tujuan.

c. Mesin ( Machine ).
Dalam kemajuan teknologi, manusia bukan lagi sebagi pembantu mesin seperti pada
masa lalu sebelum Revolusi Industri terjadi. Bahkan, sebaliknya mesin telah berubah
kedudukannya menjadi pembantu manusia.

d. Metode ( method ) .
Untuk melakukan kegiatan secara guna dan berhasil guna, manusia dihadapkan kepada
berbagai alternatif metode cara menjalankan pekerjaan tersebut sehingga cara yang
dilakukannya dapat menjadi sarana atau alat manajemen untuk mencapai tujuan.
e. Uang ( money ) .
Uang sebagai sarana manajemen harus digunakan sedimikian rupa
agar tujuan yang diinginkan tercapai. Kegiatan atau ketidaklancaran proses manajemen
sedikit banyak dipengruhi oleh pengelolaankeuangan.

f. Pasar ( Markets ) .
Bagi badan yang bergerak dibidang industri maka sarana manajemens penting lainnya
seperti pasar-pasar atau market. Untuk mengetahu bahwa pasar bagi hasil
produksi.jelas tujuan perusahaan industri tidak mustahil semua itu dapat dirai.
sebagain dari masalah utama dalam perusahaan industri adalah minimal
mempertahankan pasar yang sudah ada. Jika mungkin, mencari pasar baru untuk hasil
produksinya. Oleh karena itu. markets merupakan salah satu sarana manajemen
penting lainnya. baik bagi perusahaan industri maupun bagi semua badan yang
bertujuan untuk mencari laba

D. Pihak - Pihak Yang Berkepentingan Dalam Akuntansi


a. Pihak Intern

Pihak Intern adalah pihak manajemen yang berkepentingan langsung dan sangat
membutuhkan informasi keuangan untuk tujuan pengendalian (controlling),
pengkoordinasian (coordinating), dan perencanaan (planning) suatu perusahaan.

b. Pihak Ekstern

Adalah pihak-pihak yang berada di luar perusahaan tetapi ia membutuhkan informasi


keuangan perusahaan tersebut.

1. Pemilik/Investor

Pemilik memerlukan informasi akuntansi di perusahaannya untuk mengetahui maju


mundurnya perusahaan, sehingga ia dapat mengambil keputusan apakah akan
mempertahankan perusahaannya, menjualnya, atau menambah investasinya.

2. Calon Investor
Bagi calon investor sangat perlu informasi akuntansi perusahaan. Hal ini dilakukan
dalam rangka untuk mengambil keputusannya apakah akan menginvestasikan dananya di
perusahaan tersebut atau tidak.

3. Kreditor

Informasi akuntansi suatu perusahaan sangat dibutuhkan bagi kreditor untuk mengetahui
kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pinjamannya. Hal ini dapat dijadikan
oleh kreditor sebagai bahan untuk mengambil keputusan apakah akan ditambah atau
ditarik pinjamannya.

4. Calon Kreditor

Bagi calon kreditor informasi akuntansi suatu perusahaan sangat diperlukan sebagai
bahan pertimbangan bagi calon kreditor untuk menilai resiko serta memutuskan apakah
perusahaan tersebut akan diberikan pinjaman atau tidak.

5. Pemerintah

Informasi akuntansi perusahaan bagi pemerintah sangat berguna untuk penetapan


besarnya pajak penghasilan (PPh) badan usaha. Selain itu, juga dapat dipakai sebagai alat
penilaian bagi perusahaan apakah perusahaan tersebut mematuhi peraturan atau tidak.

6. Karyawan perusahaan yang bersangkutan

Informasi akuntansi perusahaan sangat bermanfaat bagi karyawan perusahaan yang


bersangkutan untuk kelangsungan hidupnya. Maju mundurnya perusahaan dapat berguna
untuk kemantapan kerja, bahan pertimbangan penuntutan naiknya gaji, dan jaminan
sosial karyawan.

E. Faktor Produksi Dalam Ekonomi

Adapun keempat faktor produksi tersebut yaitu :


1. Sumber Daya Alam

Faktor produksi yang pertama dan harus ada adalah sumber daya alam seperti tanah,
ruko, lahan sebagai tempat usaha maupun bangunan, dimana hal utama dari faktor
produksi ini semuanya berasal dari kekayaan alam atau ketersediaan yang ada di
alam. Tanpa adanya kekayaan alam maka tidak akan terjadi sebuah proses produksi.
Faktor produksi sda ini terdiri dari tanah, tambang, batubara, air, segala yang ada di
daratan dan lautan, udara dan lain sebagainya yang hasilnya dari alam.

2. Tenaga Kerja

Yang dimaksud dengan faktor produksi tenaga kerja ialah sesuatu yang mengelola
sumber daya alam tersebut dengan menggunakan tenaga dari manusia atau biasa
disebut dengan sumber daya manusia. Dalam faktor ini ada pengelompokkan
tersendiri bagi tenaga kerja yaitu berdasarkan sifatnya dan kemampuan atau
kualitasnya.

o Berdasarkan sifatnya, tenaga kerja terbagi menjadi dua, (1) tenaga kerja
jasmani, dimana seluruh kegiatan atau aktivitas pekerjaan yang dilakukan
lebih banyak menggunakan kekuatan fisik seperti : kuli bangunan, tukang kuli
cangkul sawah, tukang becak, buruh pengangkut barang, dls. Dan (2) tenaga
kerja rohani dimana kegiatan yang dilakukan lebih banyak menggunakan otak
atau pikiran seperti : direktur, guru, penulis, pengacara, dls.

o Berdasarkan kualitas atau kemampuannya, tenaga kerja terbagi menjadi tiga,


yaitu (1) tenaga kerja terdidik, dimana tenaga kerjanya membutuhkan
pendidikan yang sesuai seperti profesi dokter, guru, bidan, dosen,dls. (2)
terampil dimana tenaga kerja yang dibutuhkan mengharuskan pengalaman,
skill, terlatih dan biasanya mengikuti kursus sebelumnya seperti contoh :
penjahit, tukang rias, tukang las, tukang pembuat kue dls. Dan (3) tidak
terdidik dan tidak terampil yang biasa disebut tenaga kerja kasar dimana tidak
membutuhkan keterampilan atau pendidikan khusus seperti contoh tukang
penjual koran, pemulung, tukang cangkul dls.

3. Modal
Selain faktor-faktor diatas, modal pun memiliki peranan penting dalam proses
pengadaan barang dan jasa. Dengan modal yang memadai akan terjadinya kelancaran
dalam menjalankan kegiatan ekonomi. Tanpa adanya modal yang cukup, tentu akan
menghambat proses pengadaan barang dan jasa. Faktor produksi modal merupakan
benda-benda hasil dari produksi barang dan jasa yang berfungsi sebagai penunjang
dalam melancarkan atau mempercepat kemampuan dalam memproduksinya. Ada
beberapa pembagian modal
o Berdasarkan sifatnya : Terebagi menjadi dua yaitu modal tetap dan lancar.
Modal tetap bisa digunakan beberapa kali atau berulang-ulang seperti contoh :
mesin jahit, komputer, buku, kendaraan, dls. Sedangkan modal lancar hanya
bisa sekali pakai seperti bahan baku pembuatan kue, bensin, minyak, dls.

o Berdasarkan sumbernya : Ada modal sendiri dan modal asing. Modal sendiri
bersumber dari suatu perusahaan milik bersama ataupun pribadi. Sedangkan
modal asing bersumber dari pinjaman bank atau hasil penjualan obligasi yang
bearasal dari luar perusahaan.

o Berdasarkan kepemilikan : Modal individu dan modal umum. Modal individu


adalah modal yang bersumber dari perorangan yang mana hasilnya merupakan
sumber pendapatan bagi si pemilik sebagi contoh: bunga tabungan, sewa
kontrakan, rentalan. Sedangkan modal umum ialah modal yang berasal dari
pemerintah yang digunakan untuk kepentingan bersama seperti pasar,
lapangan, pelabuhan dls.

o Berdasarkan bentuknya : Modal konkret dan abstrak. Dimana modal konkret


bisa dilihat secara real dalam suatu proses produksi, contohnya : komputer,
buku, mesin jahit dls. Sedangkan modal abstrak tidak memiliki bentuk dalam
sebuah proses produksi, namun memiliki nilai tersendiri bagi perusahaan
seperti contoh hak merek dan hak paten.

4. Kewirausahaan
Agar proses yang dijalankan berjalan lancar dan tidak ada hambatan serta terkendali,
pasti membutuhkan seorang pengusaha atau tenaga ahli untuk proses yang sedang
dijalani. Adapun hal pokok yang harus dimiliki seorang pengusaha dalam melakukan
proses produksi barang ataupun jasa ialah sebagai berikut:

o Planning : Memiliki sebuah perencanaan yang matang, penyusunan strategi,


visi misi yang jelas, memikirkan modal secara matang, dan menetapkan tujuan
yang pasti.

o Organizing : Terdiri dari pengelolaan segala sumber daya yang tersedia demi
mewujudkan tujuan perusahaan yang jelas dan terstruktur.
o Actualing : Berupa pengarahan ataupun bimbingan dan memberikan motivasi
kepada para tenaga kerja atau karyawan terhadap bagian pekerjaan masing-
masing.

o Controling : Melakukan pengawasan untuk kesesuaian terhadap pekerjaan


pada bagiannya masing-masing.

BAB III

PENUTUP

A.Kesimpulan

Manajemen adalah proses merencanakan,mengorganisasi, memimpin,


mengendalikan usaha-usaha anggota organisasi dan proses menggunakan sumber
daya organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi yang sudah ditetapkan.
Intinya manajemen kita sebagai sumber daya manusia yang melaksanakan sesuatu
sesuai dengan tempat dan posisinya. Dimana pada manajemen terdiri atas tingkat
management yaitu top level management, minddle level management, dan low level
management dan masing- masing tingkat tersebut memiliki peran dan tujuan masiang-
masing. Untuk menjalankan tingkat manajemen tersebut kita harus memperhatikan
unsur-unsur manajemen dan faktor produksi.

Unsur-unsur manajemen terdiri atas men, material, matchine, methode, money


dan dapat disingkat 5M. Adapun Faktor produksi terdiri atas Buruh, tanah, modal,
kewiraswastaan, dan bahan,energi, dan IPTEK.

a. Saran
Saran kami sebagai kelompok 4 , semoga proses pembelajarannya dapat
menyenangkan dan kami dapat memperoleh ilmu dari tugas kami ini. Dan di
harapkan agar dosen pembimbing dapat memberikan masukan dan motivasi agar
kami dapat lebih baik lagi dalam mata kuliah ini.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://www.kompasiana.com/faisalumarnisbantoro/manajemen-
industri_550b5055813311f713b1e495
2. http://nichonotes.blogspot.co.id/2015/02/tingkatan-manajemen.html
3. http://www.artikelsiana.com/2014/08/unsur-unsur-manajemen.html
http://mestargroup.blogspot.com/2012/01/materi-akuntansi.html