Anda di halaman 1dari 22

Proses Pembentukan Peraturan Kabupaten/Kota

Peraturan Daerah Kabupaten/kota

Disusun

Kelompok V

Kelas : B2 Sore

Nama : Npm

1. Winda Hafiza Ranti Lubis 1506200277


2. Rini Sartika Barus 1202
3. Fika Aprilia 1506200318
4. Wandi H Sinurat 1506200
5. Francois Africo 1506200
6. Fauzi Aldifa Hutabarat 1506200

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SUMATERA UTARA

KATA PENGANTAR

Page 1
Puji dan syukur kita sampaikan kehadirat Allah SWT atas izin dan karunia nya makalah ilmu
perundang-undangan tentang proses pembentukan peraturan kabupaten/kota oleh kelompok v
ini berhasil terangkum dan tersusun baik. Makalah ini disusun atas dasar keingintahuan dan
pembelajaran yang lebih mendalam terkait apa itu dan apa saja yang dibahas di dalam mata
kuliah ilmu perundang-undangan di semester ganjil pada jurusan ilmu hukum di fakultas
hukum universitas muhammadiyah sumatera utara.

Kiranya setelah makalah ini tersusun dan sama-sama kita membahasnya nanti,diperoleh
manfaat serta pengetahuan yang lebih lagi dan juga besar harapan kita menjadi lebih tahu dan
siap mengulas materi-materi perkuliahan lain nantinya pada jurusan ilmu hukum ini. Adapun
dalam penyusunan ini sebagai makhluk allah lainnya yang paling sempurna tiada kiranya bisa
melebihi kesempurnannya. Maka dari itu mohon dimengerti apabila terdapat kesalahan-
kesalahan yang tidak dan ataupun disengaja. Atas nama penyusun kami ucapkan Terima
kasih.

Medan,22 November 2016

Page 2
DAFTAR ISI

PENDAHULUAN......iii

BAB I...1

a. Latar Belakang........iv

b. Rumusan
Masalah...v

BAB II..2

a. Pembahasanvi

BAB III3

a. Kesimpulanvi

b. Saran...x

BAB IV4

DAFTAR
PUSTAKA.5

BAB I

PENDAHULUAN
A Latar Belakang

Page 3
Pengertian peraturan daerah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 12 Tahun
2011 yang terdapat dua pengertian tentang peraturan daerah provinsi dan peraturan daerah
kabupaten atau kota. Peraturan daerah provinsi adalah peraturan perundang-undangan yang
dibentuk oleh dewan perwakilan rakyat daerah provinsi dengan persetujuan bersama
gubernur. Sedang peraturan daerah kabupaten/kota adalah peraturan perundang-undangan
yang dibentuk oleh dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten/kota dengan persetujuan
bersama bupati/walikota.

Ada berbagai jenis perda yang ditetapkan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota dan
provinsi antara lain :

a. Pajak daerah
b. Retribusi daerah
c. Tata ruang wilayah daerah
d. APBD
e. Rencana program jangka menengah daerah
f. Perangkat daerah
g. Pemerintahan desa
h. Pengaturan umum lainnya.

Pembentukan perda yang baik harus berdasarkan pada asas pembentukan peraturan
perundang-undangan.

B Rumusan Masalah
1. Bagaimana proses pembentukan peraturan kabupaten/kota dan peraturan daerah
kabupaten/kota?

BAB II

PEMBAHASAN

Secara umum terdapat materi muatan peraturan daerah kabupaten/kota , disini berisi materi
muatan dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah dan tugas pembantuan serta
menampung kondisi khusus daerah dan/atau penjabaran lebih lanjut peraturan perundang-
undangan yang lebih tinggi.

Didalam proses pembentukan peraturan daerah kabupaten/kota ada beberapa tahap yang
harus dilalui,sebagai berikut :

Page 4
Perencanaan peraturan daerah kabupaten/kota dilakukan dalam prolegda
kabupaten/kota, ketentuan mengenai perencanaan penyusunan peraturan daerah provinsi
berlaku secara mutatis mutandis terhadap perencanaan penyusunan peraturan daerah
kabupaten/kota. Dalam prolegda kabupaten/kota dapat dimuat daftar kumulatif terbuka
mengenai pembentukan,pemekaran,dan penggabungan kecamatan atau nama lain nya dan
penggabungan desa atau nama lainnya.

Penyusunan peraturan daerah kabupaten atau kota, dalam penyusunan peraturan


daerah/provinsi berlaku secara multatis mutandis terhadap penyusunan peraturan daerah
kabupaten/kota.

Pembahasan rancangan peraturan daerah kab/kota , ketentuan mengenai pembahasan


rancangan peraturan daerah provinsi berlaku secara multatis mutandis terhadap pembahasan
peraturan kabupaten/kota.

Penetapan rancangan peraturan daerah kabupaten/ kota

Ketentuan mengenai penetapan rancangan peraturan daerah provinsi sebagaimana berlaku


secara mutatis mutandis terhadap penetapan peraturan daearah kabupaten/kota.

Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
Page 17
Page 18
Page 19
Page 20
Page 21
Page 22