Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

MEMAHAMI AL-QURAN DAN HADIS


SEBAGAI PEDOMAN HIDUP

Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Islamic World View


dibimbing oleh Dr. Ir. H. Muhammad Haddin, MT

disusun Oleh :
Syamsul Maarif, ST
MTS 1635 10857

PROGRAM MAGISTER TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Al Quran dan hadits merupakan pedoman kehidupan bagi setiap umat
Islam. Apabila manusia tidak mempunyai pendoman dalam hidupnya, dia
tidak akan pernah tahu arah yang dituju. Dengan berpedoman pada keduanya
maka kehidupan manusia akan selalu lurus dalam bimbingan Allah
Subhanahu Wataala, karena sebagaimana kita ketahui bahwasannya Al-
Quran merupakan kalam Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi
Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril dan hadis merupakan segala
ucapan, perbuatan, dan takrir Nabi Muhammad saw.
Sebagai umat Islam, kita harus mencintai Al-Quran. Oleh karena itu,
kita harus rajin belajar dan membaca Al-Quran dimanapun kita berada.
Mencintai berarti merasa senang memiliki rasa senang dan memiliki rasa
takut kehilangan terhadap hal yang dicintai. Rasa senang itu tentunya akan
terwujud dalam perbuatan yang nyata. Al-Quran dan Hadis merupakan
wasiat yang ditinggalkan Rasulullah SAW. kepada umat Islam yang paling
berharga. Dengan keduanya, umat Islam dapat selamat dan berbahagia
didunia dan diakhirat

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas maka rumusan masalah makalah ini yaitu
1. Bagaimana memahami al-Quran dan al-Hadis sebagai pedoman hidup?
2. Bagaimana mencintai al-Quran dan al-Hadis
C. Tujuan Pembahasan
Adapun tujuan dari pembahasan makalah ini adalah untuk mengetahui
cara memahami serta mencintai Al-Quran dan Al-Hadis dan menjadikannya
sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Memahami Al-Quran dan Hadis sebagai pedoman Hidup 2


BAB II
PEMBAHASAN

A. Memahami Al- Quran dan Al-Hadis sebagai Pedoman Hidup


1. Pengertian Al-Quran dan Hadits
Pengertian Al-Quran
Kata Al-Quran berasal dari bahasa Arab yang berarti bacaan.
Hasbi Ash-shiddieqy mengatakan Al-Quran menurut bahasa adalah bacaan
atau yang dibaca. Menurut istilah, Al-Quran adalah Kalam Allah SWT yang
diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril dengan
lafal dan maknanya. Pengertian ini berdasarkan Q.S As-Syuaraa / 26 : 192-
193.

Artinya:
Dan sungguh, (Al-Quran) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan
seluruh alam, yang dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (jibril). (Q.S. asy-
Syuaraa / 26 : 192-193).

Artinya:
Demi Al-Quran yang penuh hikmah, sungguh, engkau (Muhammad)
adalah salah seorang dari rasul-rasul, (yang berada) diatas jalan yang
lurus, (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) yang Maha Perkasa,
Maha Penyayang. (Q.S. Yasin / 36 : 2-5).

Pengertian Hadis
Kata hadis berasal dari bahasa Arab yakni al-hadis, jamaknya al-
ahaadits, al-hidsan dan al-hudsan. Dari segi bahasa, kata ini memiliki

Memahami Al-Quran dan Hadis sebagai pedoman Hidup 3


banyak arti, diantaranya: (1) al-jadid (yang baru), lawan dari al-qadim (yang
lama), (2) al-khabar (kabar atau berita).
Hadis dengan pengertian khabar seperti tersebut diatas dapat dilihat dalam
Q.S. Ad-Dhuha ayat 11.

Artinya:
Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan. (Q.S.
Ad-Dhuha / 36 : 2-5).
Kata Hadis berasal dari bahasa Arab yang berarti baru, muda, cerita, berita,
dan riwayat dari Nabi Muhammad saw.
Menurut istilah, hadis didefinisikan sebagai berikut:
a. Segala ucapan, perbuatan, dan keadaan nabi Muhammad saw.
b. Segala berita yang bersumber dari nabi Muhammad saw, baik berupa
ucapan, perbuatan,takrir (ketepatan), maupun deskripsi sifat-sifat beliau.
c. Segala perkataan, perbuatan, dan takrir nabi Muhammad saw. berkaitan
dengan hukum.
Dari ketiga definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa hadis adalah segala
ucapan, perbuatan, dan takrir nabi Muhammad saw.

2. Fungsi Al-Quran dan Hadis


Fungsi Al-Quran
Menurut Abuddin Nata Al-Quran antara lain berfungsi sebagai dalil atau
petunjuk atas kerasaulan Muhammad SAW, pedoman hidup bagi umat
manusia, menjadi ibadah bagi yang membacanya, serta pedoman dan sumber
petunjuk dalam kehidupan.
Secara umum, fungsi Al-Quran bagi kehidupan manusia, antara lain:
a. Sebagai petunjuk bagi manusia agar hidupnya berada dijalan Allah SWT.
b. Merupakan nikmat bagi orang-orang yang beriman.
c. Sebagai kabar gembira bagi orang-orang yang beriman karena Allah
SWT menjanjikan balasan keimanan dengan nikmat di surga.

Memahami Al-Quran dan Hadis sebagai pedoman Hidup 4


d. Sebagai pendidikan moral yang sempurna karena di dalamnya terdapat
kisah-kisah umat terdahulu yang dapat dijadikan pelajaran dalam
memilih jalan kehidupan.

Fungsi Hadits
Hadits berasal dari Nabi Muhammad SAW, sedangkan kehidupan beliau
selalu dituntun dengan wahyu Allah SWT. Oleh karena itu, ucapan, perbuatan
dan takriri beliau tentu sangat penting bagi kehidupan manusia. Diantara
fungsi hadits adalah sebagai berikut:
a. Mengukuhkan hukum-hukum yang telah disebutkan dalam Al-Quran.
b. Menafsirkan ayat-ayat Al-Quran yang bersifat mujmal(global).
c. Membatasi keumuman Al-Quran.
d. Menetapkan hukum yang belum terdapat dalam Al-Quran.

3. Cara-cara Memfungsikan Al-Quran dan Hadis dalam Kehidupan


a. Menjadikan Al-Quran dan hadis sebagai pedoman dalam kehidupan
pribadi.
b. Menjadikan Al-Quran dan hadis sebagai pedoman dalam kehidupan
keluarga/rumah tangga.
c. Menjadikan Al-Quran dan hadis sebagai pedoman dalam kehidupan
bermasyarakat[10]

4. Menerapkan Al-Quran dan Hadis sebagai Pedoman Hidup Umat Islam


Iman kepada Al-Quran dan Hadis (Rosul) harus dapat dibuktikan dalam
kehidupan sehari-hari. Keimanan tersebut tidak berarti tanpa adanya
pembuktian dalam sikap hidup sehari-hari. Berikut ini beberapa penerapan
ajaran Al-Quran dan Hadis dalam sehari-hari.
a. Dalam kehidupan pribadi
Sebagai seorang pelajar muslim, penerapan ajaran al-Quran dan hadis
dalam kehidupan, antara lain:
1) Meningkatkan ketekunan dalam mempelajari al-Quran dan hadis
2) Mempelajari ayat-ayat kauniyah (alam semesta) dalam rangka
meningkatkan keimanan.

Memahami Al-Quran dan Hadis sebagai pedoman Hidup 5


3) Memanfaatkan waktu luang untuk menguasai suatu bidang
keterampilan untuk bekal menghadapi masa yang akan dating.
4) Memiliki semangat keilmuan yang tinggi untuk kepentingan dunia
dan akhirat
5) Memperbanyak bergaul dengan teman-teman yang soleh.
b. Dalam kehidupan keluarga
Sebagai seorang ayah, penerapan ajaran al-Quran dan hadis dalam
kehidupan, antara lain:
1) Berusaha mengarahkan diri dan seluruh anggota keluarga agar
ucapan, perbuatan, dan sikap hidupnya sesuai dengan al-Quran dan
hadis
2) Berusaha memperoleh nafkah yang halal dalam mencukupi
kebutuhan keluarga
3) Memberi contoh perilaku yang sesuai dengan al-Quran dan hadis
4) Memupuk semangat dan ketekunan kepada seluruh anggota keluarga
dalam menjalankan syariat Islam
5) Membiasakan bermusyawarah dalam keluarga untuk menyelesaikan
permasalahan yang dihadapi.
Sebagai seorang ibu, penerapkan ajaran al-Quran dan hadis dalam
kehidupan, antara lain:
1) Senantiasa menaati perintah dan saran-saran suami sebagai
pemimpin rumah tangga selama dalam kebenaran.
2) Member dukungan kepada suami dalam upaya membentuk keluarga
yang Islami.
3) Mendidik anak-anak sesuai dengan al-Quran dan hadis.
4) Menjaga harta suami dengan membelanjakannya sesuai keperluan
dan tidakberlebih-lebihan.
5) Menjaga kehormatan suami, baik ketika suami ada di rumah maupun
tidak.
Sebagai seorang anak, penerapan ajaran al-Quran dan hadis dalam
kehidupan, antara lain:
1) Menaati anjura dan bimbingan dari kedua orang tuanya.
2) Menjaga amanah yang diberikan oleh kedua orang tuanya.
3) Menjaga nama baik kedua orang tuanya dengan membiasakan
berperilaku terpuji.

Memahami Al-Quran dan Hadis sebagai pedoman Hidup 6


4) Mendoakan kedua orang tua agar senantiasa diberi perlindungan
oleh Allah Swt.
5) Mengamalkan ilmu-ilmu yang sudah diperoleh.
c. Dalam kehidupan bermasyarakat
Sebagai anggota masyarakat, dalam menerapkan ajaran Al-Quran dan
Hadis, antara lain:
1) Ikut berperan aktif dalam kehidupan masyarakat selama tidak
melannggar norma-norma agama.
2) Menjaga diri dari perilaku yang dapat menimbulkan keresahan di
masyarakat, baik dari ucapan, perbuatan, maupun tingkah laku.
3) Menjaga kerukunan dan gemar menolong.
4) Rela berkorban demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang
harmonis.
5) Gemar bermusyawarah dalam menghadapi permasalahan dalam
masyarakat.
d. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Sebagai warga negara yang baik, dalam menerapkan ajaran al-Quran
dan hadis antara lain:
1) Ikut berperan aktif dalam membangun bangsa dan Negara menuju
bangsa yang aman dan sejahtera dalam rido Allah Swt.
2) Mengutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi
ataupun golongan.
3) Ikut berperan aktif dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa
dan negara.
4) Melaksanakan kewajiban sebagai warga negara seperti membayar
pajak.
5) Mendukung program-program pemerintahan selama tidak
bertentangan dengan al-Quran dan hadis.
6) Ikut berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan Negara.

B. Mencintai Al-Quran dan Al-Hadis


1. Pengertian Mencintai Al-Quran dan Hadis
Cinta berarti selalu mengingat dan memikirkan dalam hati, kemudian
terwujud dalam tindakan nyata. Orang yang mencintai sesuatu, hatinya akan
selalu mengingat dan memikirkannya. Dia akan rela berkorban untuk sesuatu
yang dicintainya. Al-Quran dan hadits adalah dua sumber utama dalam

Memahami Al-Quran dan Hadis sebagai pedoman Hidup 7


hukum Islam. Seorang umat Islam harus mencintai keduanya karena dengan
demikian dia akan selamat, baik didunia maupun diakherat. Orang yang
mencintai Al-Quran dan hadits, dia akan selalu mengutamakan keduanya
diatas yang lain. Kecintaan terhadap Al-Quran dan hadis akan membuatnya
selalu ingin mengetahui lebih dalam ajaran yang terdapat didalamnya.

2. Perintah Mencintai Al-Quran dan Hadis


Sebagai seorang muslim mencintai Al-Quran adalah suatu kewajiban.
Perintah mencintai Al-Quran dan hadits banyak kita jumpai, baik didalam
Al-Quran dan hadits. Berikut ini beberapa dalil yang memerintahkan kita
untuk mencintai Al-Quran dan hadits.

Artinya:
Katakanlah (Muhammad), jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah
aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah
Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Q.S. Ali-Imran / 3 : 31)
Ayat tersebut menyebutkan bahwa orang yang mencintai Allah SWT,
haruslah mengikuti Nabi Muhammad SAW. Orang yang mencintai Allah,
berarti dia mencintai Al-Quran sebagai kalam-Nya. Dia pun harus mengikuti
ajaran Nabi Muhammad SAW. sebagai penerima wahyu Al-Quran.
Mengikuti Nabi Muhammad SAW. berarti menerima dan mencintai hadits
sebagai ajaran-ajaran beliau.
Rasulullah SAW. pernah berpesan kepada umatnya agar senantiasa
berpegang pada Al-Quran dan Hadits. Dengan perpegang pada keduanya,
umat Islam tidak akan tersesat, baik didunia maupun di akherat. Rasulullah
SAW. bersabda sebagai berikut.

Artinya :

Memahami Al-Quran dan Hadis sebagai pedoman Hidup 8


Aku tinggalkan kepadamu dua perkara. Kamu tidak akan tersesat selama
kamu berpegang pada keduanya, yaitu Kitab Allah (Al-Quran) dan sunah
Nabi-Nya (hadits). (HR. Malik dari Umar bin Khattab No. 1395)

3. Bentuk-bentuk Mencintai Al-Quran dan Hadis


Mencintai Al-Quran dan hadits dapat diwujudkan dalm beberapa bentuk,
antara lain:
a. Berusaha memilki kitab Al-Quran dan hadits meskipun harus
menyisihkan uang saku,
b. Memilki kemuauan untuk dapat membaca Al-Qurn dan hadits secara
benar meskipun harus mengeluarkan biaya,
c. Memilki kemauan yang sungguh-sungguh untuk dapat memahami isi Al-
Quran dan hadits secara benar,
d. Rajin mendatangi majelis-majelis ilmu yang mempelajari Al-Quran dan
hadits,
e. Tidak suka jika ada pihak lain yang merendahkan atau menghina Al-
Quran dan hadits,
f. Berusaha menjaga kesucian Al-Quran dan hadits tanpa memandang
remeh, dan
g. Memiliki kepedulian apabila melihat lembaran yag bertuliskan Al-Quran
atau hadits berceceran dengan mengumpulkan atau membakarnya.

Bentuk mencintai Al Quran dan hadits yang paling utama adalah


mencintai ajaran-ajaran dalam Al Quran dan hadits, dengan mempelajari dan
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bentuk lain dalam mencintai Al
Quran dan hadits sebagai berikut.
Pertama, kita harus mempelajari Al Quran dan hadits, baik bacaan
maupun isi kandungannya secara bertahap. Sekarang ini banyak sekali
lembaga-lembaga pendidikan untuk mempelajari Al Quran dan hadits, baik
formal maupun nonformal dari tingkat dasar sampai tingkat yang tinggi. Dari
pendidikan formal seperti MI, MTs, MA dan seterusnya, sedangkan yang
nonformal seperti TPQ, Madrasah diniyah, pondok pesantren dan sebagainya,

Memahami Al-Quran dan Hadis sebagai pedoman Hidup 9


itu semua bertujuan supaya generasi Islam tetap dapat mempelajari Al Quran
dan hadits dengan harapan mereka kelak menjadi generasi yang mencintai Al
Quran dan hadits serta mampu mengajarkannya kepada generasai
selanjutnya.
Kedua, setelah kita mempelajarinya dengan baik, tugas kita selanjutnya
adalah menjaganya dengan menghafalkannya jangan sampai lupa atau bahkan
meninggalkannya sama sekali. Hendaklah Al Quran menjadi bacaan wajib
bagi kita sehari-hari, karena sebaik-baik bacaan adalah bacaan Al Quran.
Karena orang yang mencintai sesuatu maka dia akan dengan senang hati
selalu menyebut menyebut (membacanya) setiap saat, sebagaimana kita
mencintai Allah subhanahu wataala, maka kita akan selalu menyebut nama-
Nya dalam Dzikir kita.
Ketiga adalah mengamalkannya sebagai tahap paling inti atas apa yang
telah dipelajarinya dari Al Quran dan hadits. Sebagaimana yang telah
dipraktikkan oleh para sahabat Nabi Muhammad sholallaahu alaihi wasallam
dan generasi salaf yang menjadikan Al Quran dan hadits sebagai sandaran
dalam setiap aspek kehidupan mereka, baik ibadah maupun muamalah.
Mereka telah benar-benar meneladani Rasulullah sholallaahu alaihi wasallam
sebagai idola hidup mereka, karena akhlak Rasulullah Sholallaahu alaihi
wasallam adalah Al Quran yang menghasilkan sabda-sabda sebagai
penjabaran dan penjelas dari Al Quran yaitu hadits.

4. Manfaat Mencintai Al-Quran dan Hadits


Al-Quran dan Hadits merupakan dua kitab pokok dalam memhami
ajaran Islam. Mencintai keduanya tentu banyak membawa manfaat. Diantara
manfaat mencintai Al-Quran dan hadits adalah sebagai berikut:
a. Memperoleh nasihat, obat hati, petunjuk, dan rahmat dari Allah SWT.
Allah SWT berfirman :

Artinya:

Memahami Al-Quran dan Hadis sebagai pedoman Hidup 10


Wahai manusia! Sungguh telah datang kepadamu pelajaran(Al-
Quran) dari Tuhnmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada
dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman. (QS.Yunus/10 : 57)
b. Terhindar dari kesesatan dan kecelakan dunia dan akherat. Allah SWT
Berfirman :

Artinya :
Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku maka (ketahuilah) barang
siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan
celaka. (QS. Taha / 20 : 123)
c. Memperoleh kecintaan dan ampunan dari Allah SWT. Allah SWT
berfirman :

Artinya :
Katakanlah (Muhammad), Jika kamu mencintai Alah, ikutilah aku,
niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosam. Allah Maha
Pengampun, Maha Penyayang.(QS. Ali Imran / 3 : 31)
5. Perilaku Orang yang Mencintai Al-Quran dan Hadits
Setelah memperhatikan bentuk-bentuk mencintai Al-Quran dan Hadits,
perilaku keduanya dapat diwujudkan dengan langkah-langkah sebagai
berikut:
a. Berupaya mewujudkan berdirinya taman pendidikan Al-Quran (TPQ) di
lingkungan masing-masing,
b. Ikut serta secar aktif dalam upaya melancarkan jalannya TPQ, baik
dengan pikiran, tenaga, mapun materi,
c. Menyedikan waktu khusus untuk mempelajari Al-Quran dan Hadits
untuk kemudian di ajarakan kepada orang lain,

Memahami Al-Quran dan Hadis sebagai pedoman Hidup 11


d. Mengajak orang-orang yang belum mau belajar Al-Quran dan Hadits
e. Selalu menjadikan Al-Quran dan hadits sebagai dasar dalam segala
tindakan dan cara berpikirnya.

Memahami Al-Quran dan Hadis sebagai pedoman Hidup 12


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Al-Quran dan Hadis merupakan dua peninggalan terbesar Nabi Muhammad
SAW. bagi umat Islam. Jika mau berpegang pada keduanya, kita tidak akan
tersesat selama-lamanya. Al-Quran dan hadis merupakan dua hal yang
diwariskan Nabi Muhammad SAW. kepada umatnya. Tentu saja warisan itu
mempunyai fungsi khusus bagi umat Islam dalam kehidupannya. Al-Quran dan
Hadis harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik kehidupan pribadi,
keluarga, masyarakat, maupun berbangsa dan bernegara sebagai bukti kecintaan
kita sebagai umat islam terhadap Al-Quran.
Setiap muslim harus mencintai Al-Quran dan Hadis. Mencintai keduanya
bukan berarti harus memilikinya yang besar dan mahal untuk dipajang dilemari.
Akan tetapi, mencintai keduanya dapat diwujudkan dengan selalu berusaha
mempelajari dan mengamalkan isi ajaran yang terkandung didalamnya dan orang-
orang yang mencintai Al-Quran dan Hadis akan menempatkan keduanya diatas
segala-galanya.

Memahami Al-Quran dan Hadis sebagai pedoman Hidup 13


DAFTAR PUSTAKA

Abbudin, Nata. 1996. Al-Quran dan Hadis, Jakarta, PT. Raja Grapindo persada.
Al-Quran dan Hadis, 2016, diakses 29 Maret 2017,
http://embesgang.blogspot.com /2013/09/al-quran-dan-hadits.html

Departemen Agama RI, Al-Quran dan Terjemahnya, Jakarta, Departemen Agama


Republik Indonesia.

Hasbi ash-Shiddieqy, T.M. 1972. Sejarah dan Pengantar Ilmu Tafsir, Jakarta,
Bulan Bintang.

Khan, Majid Ali. 1985. Muhammad SAW. Rasul Terakhir. Terj. oleh Fathul
Umam. Bandung.

Miftah Faridl. 2001. Panduan Hidup Muslim. Bandung, Penerbit Pustaka.

Said Hawwa. 2002. Ar-Rasul Muhammad SAW. Terj. oleh Jasiman dkk. Solo,
Media Insani Press.

Sohari, Sahrani. 2010. Ulumul Hadis, Bogor, Penerbit Ghalia Indonesia.


T.Ibrahim, H.Darsono. 2009. Pemahaman Al-Quran dan Hadits, Tiga Serangkai,
Solo.
Tafsir Al-Quran, 2016, diakses 29 Maret 2017, https://alquranmulia.
wordpress.com/al-quran/tafsir/

Memahami Al-Quran dan Hadis sebagai pedoman Hidup 14