Anda di halaman 1dari 4

Tugas Filsafa Ilmu

SEJARAH PERKEMBANGAN FILSAFAT ILMU

Di susun oleh :

Ainun Qurotin
1155030011
Filsafat adalah ilmu yang berusaha mempelajari sebab yang sedalam-
dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran atau rasio. Filsafat juga
diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar akan dewasa dalam
memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas
yang menyeluruh dengan segala hubungan
Filsafat adalah study tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran
manusia secara kritis dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak dialami
dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi
dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi, emberikan argument
dan alasan tepat untuk solusi tertentu.
Filsafat menurut John Brubacher bahwa filsafata berasal dari kata yunani
filos dan sofia yang berarti cinta kebijaksanaan atau belajar. Lebih dari itu di
artikan cita pada umumnya, pad proses pertumbuhan ilmu pengetahuan yang
hanya terdapat dalam apa yang kita kenal dengan filsafat.

Awal perkembangan filsasfat, filsafat meliputi seluruh jenis ilmu


pengetahuan. Pada masa ini pengetahuan belum terpecah-pecah dan
terspesialisasi. Namun pada masa Renaissannce abad ke 17 dans sesudahnya, ilmu
pengetahuan mengalami perkembangan yang luar biasa sehingga memisahkan diri
dari filsafat. Setelah filsafat pecah menjadi berbagai disiplin ilmu, aktivitas filsafat
tidak mati, tetapi hidup dengan bercorak baru sebagai ilmu istimewa yang
mencoba memecahkan masalah yang tidak terpecah oleh jangkauan ilmu. Filsafat
kemudian memiliki cabang-cabangnya.

De Vos, dalam E.N.S.I.E ( Eertse Nederlandse Systematich Ingeriche


Encyclopedie ), menggolongkan cabang-cabang filsafat sebagai berikut:
a. Metafisika
b. Logika
c. Ajaran tentang ilmu pengetahuan
d. Filsafat alam
e. Filsafat kebudayaan
f. Filsafat sejarah
g. Estetika
h. Etika
i. Antroplogi

Kajian ilmu sejarah mengkaji masalah waktu dan peristiwa. Jadi filsafat
sejarah adalah ilmu filsafat yang memberi jawaban atau sebab dan alasan segala
peristiwa sejarah. Jelasnya, filsafat sejarah adalah salah satu bagian filsafat yang
menyelidiki sebab-sebab terakhir dari suatu peristiwa, serta ingin memberikan
jawaban atas sebab dan alasan segala peristiwa sejarah.
Filsafat sejarah berusaha mencari penjelasan serta berusaha masuk
kedalam dan pikiran cita-cita manusia sendiri dan memberikan keterangan tentang
bagaimana munculnya suatu Negara, bagaimana proses perkembangan
kebudayaannya sampai mencapai puncak kejayaannya dan akhirnya mengalami
kemunduran seperti pernah dialami oleh Negara-negara pada zaman yang lalu
disertai peran pemimpin terkenal sebagai subjek pembuatan sejarah pada
zamannya ( Tamburaka, 1990:130).
Menurut Al Kudhairi , filsafat sejarah adalah tujuan terhadap peristiwa-
peristiwa historis untuk mengetahui factor-faktor essensial yang mengendalikan
perjalanan peristiwa-peristiwa istoris itu, untuk kemudian mengikhtisarkan
hokum-hukum yang tetap. Yang mengarahkan perkembangan berbagai bangsa dan
Negara berbagai masa dan generasi.sementara itu, F Laurent mengatakan sejarah
tidak mungkin hanya merupakan seperangkat rangkaian peristiwa yang tanpa
tujuan atau makna. Dimana sejarah tunduk sepenuhnya pada hakekat Tuhan
seperti peristiwa alam yang tunduk pada hukum-hukum yang mengendalikan.
Menurut prof. Sartono Kartodirjo filsafat sejarah adalahsalah satu bagian
filsafat yang berusaha memberikan jawaban terhadap pertanyaan mengenai makna
suatu proses peristiwa sejarah. Manusia berbudaya tidak puas dengan pengetahuan
sejarah, dicarinya makna yang menguasai kejadian-kejadian sejarah. Dicarinya
hubungan antara fakta-fakta dan sampai kepada asal dan tujuannya. Kekuatan
apakah yang menggerakan sejarah kearah tujuannya? Bagaimana proses sejarah
itu? ( Sartono Kartodirdjo 1990:78-79).
Sedangkan kedudukan atau status filsafat sejarah di jelaskan pula oleh The
Liang Bie filsafat sejarah sebagai anak cabang filsafat yaitu filsafat khusus
adalah suatu cabang filsafat yang mengkaji bidang-bidang khusus. Misalnya
spesifik dari pengalaman atau kegiatan hidup manusia. Filsafat khusus disini
terdiri dari: filsafat kebudayaan, filsafat seni, filsafat politik, filsafat
pendidikan dan filsafat sejarah.
Menurut S. Tulman, filsafat merupakan sebuah anak cabang atau anak
ranting dari sejarah ilmu. Filsafat ilmu dimaksud disini antara lain: ontology
( hakekat pengetahuan), Epistimology ( cara memproleh pengetahuan), Oksiology
( manfaat ilmu pengetahuan).
Jadi, filsafat sejarah adalah cabang dari filsafat yang mempelajari tentang
prinsip-prinsip mendasar ( hakekat) sejarah sejauh dapat ditangkap oleh akal dan
dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah, artinya bersifat rasional-ilmiah.
Filsafat sejarah mempelajari tentang prinsip-prinsip dasar keilmuan sejarah.
Prinsip sejarah membicarakan ada sebagai sejarah. Pertanyaan yang dapat
dikemukakan dalam filsafat sejarah adalah struktur mendasar atau esensi dasar
apa yang menyebabkan sejarah ( masa lampau ) itu menjadi atau hal-hal mendasar
apa yang menyebabkan sesuatu itu terjadi atau berubah. Filsafat sejarah
membicarakan hakekat sejarah atau esensi dasar sejarah.
DAFTAR PUSTAKA
http://fkip.untang-banyuwangi.ac.id/index.php?
option=com_content&view=74;filsafat
http://filsafatdankomunikasi.blogspot.com/2015/02/pengertian-
filsafat-menurut-para-ahli.html
https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=pengertian
%20dilihat%20dari