Anda di halaman 1dari 5

NABI YAHYA A.

Nama : Ameera Fadhila M A

Kelas:XI-IPS-4

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

DINAS PENDIDIKAN

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 6


Jalan Mahakam I Blok C Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Telpon (021) 7208762, Kaksimile (021) 7208762

Website: www. Sman6jkt.sch.id, Email: info@sman6jkt.sch.id

2016
Nabi Yahya A.S
Assalamu Alaikum wr wb. Nabi Yahya AS adalah Anak dari Nabi Zakaria AS, Nabi
Yahya AS dilahirkan saat orang tuanya telah berusia senja, Nabi Yahya AS yang lahir pada tahun
7 SM merupakan anak satu- satunya Nabi Zakaria yang juga merupakan keturunan langsung dari
Nabi-Nabi yaitu Nabi Sulaiman AS. Sejak kecil, Nabi Yahya AS sudah diajari oleh ayahnya
tentang ajaran- ajaran yang terkandung dalam kitab Taurat dan Zabur. Nabi Yahya diangkat Allah
SWT menjadi Nabi dan Rasul pada tahun 27 M.

Beliau membantu ayahnya dalam berdakwah dengan mengingatkan kaumnya dan para
pemimpin Bani Israil yang melanggar hukum Taurat. Ia sangat berani menegakkan kebenaran
dan menerapkan hukum agama dengan tegas. Ia juga selalu menganjurkan agar kaumnya yang
berdosa segera bertaubat. Pertaubatan ini ditandai dengan dipermandikan atau dibaptiskan di
sungai Yordan. Karena itu, Yahya dijuluki al-Ma'madan (Pembaptis). Hingga sekarang, upacara
pembaptisan ini masih dilakukan oleh umat Kristiani.

Sebelum kelahiran Yahya, Nabi Zakaria sudah diberitahu tentang putranya yang akan
membenarkan Firman Allah SWT mengenai kedatangan Nabi Isa AS : Kemudian Malaikat
(Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya) :
Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang
membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu)
dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh. (QS. Ali Imran :39). Di kemudian hari
Nabi Yahya yang membaptis Nabi Isa AS dan membenarkan risalah atau syariat yang dibawanya.
Namun Nabi Yahya tidak sempat ikut membela risalah itu karena tewas dibunuh oleh Raja
Herodus.

Nabi Yahya AS hidup pada saat Yerussalem berada di bawah kekuasaan Kekaisaran
Romawi (4 SM - 39 M) dengan Herodus sebagai penguasa setempat. Suatu ketika Raja Herodus
berencana menikahi anak tirinya, Herodia. Tapi Yahya mengetahui rencana itu. Maka ia segera
mengeluarkan fatwa larangan, karena menurut hukum Taurat, anak tiri haram dinikahi. Tapi
Herodia tidak ingin pernikahannya gagal. Maka ia meminta Raja Herodus membunuh Yahya.
Raja Herodus segera menangkap Yahya dan memasukkannya ke penjara. Akhirnya Yahya
dibunuh oleh Raja Herodus untuk memenuhi permintaan kekasihnya itu.
Di dalam Al-Quran Nabi Yahya AS tidak banyak diceritakan, hanya dijelaskan beliau
dikaruniai hikmah dan ilmu semasa kecil. Beliau hormat pada orang tuanya, dan tidak sombong
atau pun durhaka. Beliau pintar dan tajam pemikirannya, beribadah siang malam. Di kalangan
bani Israil, beliau dikenal sebagai ahli agama dan hafal Taurat.

Kisah Nabi Yahya AS Saat berdialog dengan Iblis

o Pada suatu hari, datanglah iblis menghadap Nabi Yahya as dan dia berkata :
o Iblis : "Wahai Nabi Yahya, aku ingin memberimu nasehat".
o Nabi Yahya AS : "Kamu berdusta. Kamu jangan menasehati aku, tetapi
beritahukan kepadaku tentang anak cucu Nabi Adam AS.
o Iblis : "Anak cucu Adam itu menurut asal ada tiga golongan, yaitu: (1) Golongan
yang paling keras terhadap golongan kami, Bila saya menemukan kesempatan
untuk menggodanya, maka kesempatan itu tidak bisa saya manfaatkan sehingga
kami tidak memperoleh apa-apa dari mereka. (2) Golongan yang kami kuasai,
Mereka ini ditangan kami tidak ubahnya seperti bola di tangan para anak-anak
kami yang kapan saja bisa dimainkan. Kami puas atas mereka. (3) Golongan
orang-orang seperti Anda, Mereka ini oleh Allah SWT dilindungi sehingga saya
tidak dapat menembus mereka.
o Nabi Yahya as : "Kalau begitu, apakah kamu mampu menggoda saya ?"
o Iblis : "Tidak, tapi hanya sekali saja saya mampu menggoda anda. Yaitu ketika
anda menghadapi makanan, lalu anda memakan makanan itu sekenyang-
kenyangnya sampai anda tertidur pada waktu itu juga. Saat itu anda tidak
melakukan shalat malam seperti pada malam-malam sebelumnya.
o Karena Iblis tidak mampu menggoda Nabi Yahya AS, maka iblis pun pergi untuk
kembali nanti. Iblis berfikir, mungkin di kesempatan lain bisa menggoda Nabi
Yahya AS. Iblis mendatangi Nabi Yahya AS lagi, dan kali ini iblis tengah
memperlihatkan dirinya dengan beberapa barang yang tergantung.
o Dan terjadilah dialog lagi dengan mereka.
o Nabi Yahya AS : "Apakah barang-barang yang tergantung itu, wahai Iblis
laknatullah ?"
o Iblis : "Ini adalah beberapa syahwat yang saya dapat dari anak Adam.
o Nabi Yahya AS : "Apakah aku juga ada (syahwat) ?"
o Iblis : "Kadang-kadang Anda kebanyakan makan (maksudnya sekali itu saja
hingga Beliau tertidur), lalu Anda berat untuk menjalankan shalat dan dzikir
kepada Allah SWT."
o Nabi Yahya AS : "Apakah ada yang lain?"
o Iblis : "Tidak ada. Wallahi tidak ada." (Ini menunjukkan bahwa para Nabi dan
Rasul itu benar-benar dilindungi oleh Allah SWT dari perbuatan dosa).
o Nabi Yahya AS : "Ketahuilah wahai Iblis, sesungguhnya Allah SWT tidak akan
memenuhkan perut saya dari berbagai makanan."
o Iblis : "Saya rasa demikian. Saya pun juga begitu, saya tidak akan memberi
nasehat kepada anak cucu Adam".

Nabi Yahya dalam Al-Qur'an

Di dalam Al-Quran, nama Yahya as, disebutkan sebanyak 5 kali, seperti berikut ini.

1. Pada Surat Maryam [19]:ayat 7-15, Firman Allah SWT :

Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang
anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang
serupa dengan dia. Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal
isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang
sangat tua". Tuhan berfirman: "Demikianlah". Tuhan berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku;
dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada
sama sekali". Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda". Tuhan berfirman: "Tanda
bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam,
padahal kamu sehat". Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat
kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang. Hai Yahya, ambillah Al
Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia
masih kanak-kanak, dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dan
dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa, dan seorang yang berbakti kepada kedua orang
tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka. Kesejahteraan atas dirinya pada hari
ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.
2. Pada Surat Aali 'Imran (Ali 'Imran) [3] : ayat 39, Firman Allah SWT :

Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di
mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang
puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan,
menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh".

3. Pada Surat Al-An'aam (Al-An'am) [6] : ayat 85, Firman Allah SWT :

Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang shaleh.

4. Pada Surat Al-Anbiyaa' (Al-Anbiya') [21] : ayat 90, Firman Allah SWT :

Maka Kami memperkenankan do'anya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan
Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang
selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada
Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.