Anda di halaman 1dari 7

KASUS

I. IDENTITAS PASIEN
Nama : Nn. A
Umur : 25 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pekerjaan : -
Pendidikan Terakhir : S1
Status perkawinan : -
Alamat : Jl. Pramuka, Ds. Biromaru

II. DESKRIPSI KASUS

Anamnesis

a. Keluhan Utama: Perubahan tingkah laku


b. Riwayat Gangguan Sekarang
Keluhan dan Gejala:
Pasien datang ke polik jiwa RSU Anutapura bersama kakak dan ayahnya
dengan keluhan perubahan tingkah laku. Menurut pengakuan kakak pasien,
pasien sering melakukan hal-hal yang aneh seperti bicara dan tertawa sendiri,
berbicara tidak jelas dan susah dipahami, menjadi sangat aktif dan periang,
dan susah tidur pada malam hari.
Keluhan ini dialami sejak kurang lebih 2 bulan yang lalu. Awalnya pasien
menderita sakit TB sekitar 3 bulan yang lalu ketika pasien berada di Semarang
untuk melanjutkan pendidikan profesi keperawatannya, dan dirawat inap
selama 2 minggu, kemudian pasien meminta pulang ke Palu dan dirawat inap
di RS Anutapura. Saat sedang dirawat tersebut, pasien mulai berubah menjadi
tidak ingin bicara, dan memilih berkomunikasi lewat tulisan, kemudian pasien
sering merasa sedih dan menangis sendiri. Karena hal tersebut, pasien
kemudian disarankan untuk berobat ke dokter jiwa. Setelah ke dokter jiwa,
pasien diagnosis mengalami gangguan depresi berat, dan menjalani
pengobatan. Ini merupakan kontrol untuk ke empat kalinya ke polik jiwa.
Menurut pengakuan keluarga, pasien sempat putus obat karena pasien
menolak untuk dibawa ke dokter jiwa dan meminum obatnya, karena
menurutnya dia tidak sakit. Pasien kemudian berubah menjadi periang, sering
bernyanyi, bercanda dan tertawa, berbicara dengan benda-benda (contohnya:
handbody lotion), dan makan di kamar mandi. Keluarga kemudian
memutuskan untuk membujuknya kontrol ke polik jiwa.
Pasien mengaku bahwa perasaannya saat ini senang dan tidak ada masalah
atau hal-hal tertentu yang dipikirkan. Pasien juga mengaku sering
membayangkan dan memimpikan seseorang yang bernama Anca yang
pernah bertemu dengannya di polik jiwa. Menurut keluarga, sebelumnya
pasien merupakan orang yang terbuka tentang masalahnya. Sering
menceritakan hal-hal mengenai kehidupannya kepada kakak dan orang tuanya.
Tidak ada masalah atau peristiwa yang membebani pikiran pasien, tidak ada
keinginan yang sering diminta berulang-ulang oleh pasien.

Hendaya/Disfungsi
- Hendaya Sosial (+)
- Hendaya Pekerjaan/Sekolah (+)
- Hendaya Penggunaan Waktu Senggang (-)

c. Riwayat Gangguan Sebelumnya


a. Psikiatrik
Pasien menderita gangguan kejiwaan 1 bulan yang lalu, pasien
sering menangis dan bersedih. dan dokter mendiagnosisnya sebagai
gangguan depresi berat. Melakukan pengobatan, dan sempat putus obat.
b. Medik
Riwayat Tuberkulosis paru 3 bulan yang lalu. Saat ini tengah
menjalani pengobatan OAT 6 bulan sejak bulan maret. Pernah dirawat
inap selama 2 minggu di RS di Semarang dengan diagnosis TB Paru, dan
pasien memaksa untuk pulang ke Palu, dan dirawat selama 8 hari di RS
Anutapura.
c. Penggunaan zat
Tidak ada riwayat penggunaan obat-obatan atau zat lainnya.

d. Riwayat Kehidupan Pribadi


a. Prenatal dan perinatal
Kondisi pasien lahir normal di puskesmas, lahir spontan, cukup
bulan dibantu oleh bidan terlatih. Tidak ada riwayat sakit berat pada ibu
saat hamil. Pasien anak ke 4 dari 4 bersaudara.

b. Masa kanak kanak awal (1 3 tahun)


Pasien diasuh oleh kedua orang tuanya dari usia 0 6 bulan, pada
usia 6 bulan ibunya meninggal dunia kemudian diasuh oleh ayah dan
neneknya. Pasien tidak merasa kekuraangan kasih sayang. Pasien sering
bermain dengan saudara dan teman sebayanya.

c. Masa kanak-kanak pertengahan (4 - 11 tahun)


Pasien masuk TK saat usia 4 tahun, Sekolah dasar usia 6 tahun. Pasien
termasuk anak yang berprestasi dalam hal akademik. Pasien juga mulai
mempelajari agama yang dianutnya sampai sekarang. Pada saat pasien
berumur 7 tahun nenek yang mengasuhnya meninggal dunia. Pada saat
pasien berusia 8 tahun, ayahnya menikah lagi dengan wanita yang sudah
dikenal baik oleh pasien. Hubungan pasien dengan ibu tirinya baik.
d. Riwayat masa kanak akhir dan remaja (12 18 tahun)
Pasien masuk SMP saat usia 12 tahun, SMA pada usia 15 tahun. Dan
menjalani pendidikan keperawatan S1 saat usia 18 tahun. Pasien aktif
dalam kegiatan Organisasi OSIS disekolahnya, dan berpretasi dalam
bidang akademik.

e. Riwayat Kehidupan Keluarga


Pasien sekarang tinggal bersama ayah dan ibu tirinya, 1 orang kakak
kandung, dan 2 orang adik tirinya. 2 orang kakak kandungnya tinggal
terpisah karena sudah berumah tangga. Hubungan dengan semua anggota
keluarga baik.
f. Aktivitas sosial dan situasi hidup sekarang
Pasien sudah sulit berinteraksi dengan baik di lingkungannya.
Pasien tidak mau lagi mengerjakan pekerjaan rumah, seperti mencuci,
memasak, dan membersikan rumah
Pasien selalu menjaga kebersihan diri, dan mandi hingga 1 jam
sambil menyanyi dengan suara yang keras.

III. PEMERIKSAAN STATUS MENTAL


a. Deskripsi Umum
Penampilan : penampilan sesuai umur, berpakaian rapi, memakai
gamis berwarna hitam dan jilbab panjang berwarna hitam.
Menggunakan masker berwarna biru menutupi mulut dan hidungnya.
Serta mengenakan kaos kaki berwarna coklat.
Kesadaran : komposmentis
Perilaku dan aktivitas psikomotor : agitasi psikomotor
Pembicaraan :
Kualitas
- Mengulangulang kata atau penjelasan (Stereotipik)
- Suara nyaring dan cepat

Kuantitas

Bicara banyak

b. Sikap terhadap pemeriksa : bersahabat, suka bercanda.

b. Keadaan Afektif
mood: mood meningkat
Afek: afek meningkat
Empati: dapat dirasakan

c. Fungsi Intelektual
Pengetahuan umum : sulit dievaluasi secara baik
Daya konsentrasi : tidak baik
Orientasi waktu, tempat, dan orang : baik

Daya ingat :
Jangka panjang : baik
Jangka menengah : baik
Jangka pendek : baik
Pikiran abstrak : baik
Bakat kreatif : tidak ada
Kemampuan menolong diri sendiri : baik

d. Pikiran
Arus pikiran : relevan
Isi pikiran : preokupasi (-), waham (-), preokupasi (-), obsesi (-),
kompulsi (-), fobia (-)
e. Persepsi:
Halusinasi : ada (visual)
Ilusi : tidak ada
Depersonalisasi: tidak ada
Derealisasi: tidak ada
f. Pengendalian Impuls
Tidak dapat mengendalikan impuls
g. Daya Nilai
Norma Sosial: terganggu
Uji daya nilai: baik
Penilaian realitas: terganggu
h. Tilikan
Pasien tidak mengerti akan penyakitnya
i. Taraf dapat dipercaya
Dapat dipercaya

IV. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LEBIH LANJUT


a. Status internus
Keadaan umum tampak sakit ringan, kesadaran compos mentis,
tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 90 kali/menit, respirasi 20
kali/menit, suhu 36,5 0C
Pemeriksaan jantung-paru tidak dilakukan
Status neurologis (Tidak diperiksa)
Pemeriksaan Motorik (Tidak diperiksa)
Pemeriksaan Sensorik (Tidak diperiksa)
Pemeriksaan GCS (E4, V5, M6)
Pemeriksaan Nervus Cranialis & Nervus perifer (Tidak diperiksa)
Pemeriksaan Tekanan IntraKranial (Tidak diperiksa)

V. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA


Pasien datang ke polik jiwa RSU Anutapura karena perubahan
tingkah laku, pasien sering melakukan hal-hal yang aneh seperti bicara dan
tertawa sendiri, berbicara tidak jelas dan susah dipahami, menjadi sangat
aktif dan periang, dan susah tidur pada malam hari.
Pasien mengaku bahwa perasaannya saat ini senang dan tidak ada
masalah atau hal-hal tertentu yang dipikirkan. Pasien juga mengaku sering
membayangkan dan memimpikan seseorang yang bernama Anca yang
pernah bertemu dengannya di polik jiwa.
Pasien sudah sulit berinteraksi dengan baik di lingkungannya.
Pasien tidak mau lagi mengerjakan pekerjaan rumah, seperti mencuci,
memasak, dan membersikan rumah. Pasien selalu menjaga kebersihan diri,
dan mandi hingga 1 jam sambil menyanyi dengan suara yang keras.
Perilaku dan aktivitas psikomotor : agitasi psikomotor
Pembicaraan : Bicara banyak, mengulangulang kata atau penjelasan
(Stereotipik), dengan suara nyaring dan cepat
mood: mood meningkat
Afek: afek apropriate
Empati: dapat dirasakan
Arus pikiran : relevan
Isi pikiran : preokupasi (+)
Halusinasi : ada (visual)
Ilusi : tidak ada
Depersonalisasi : tidak ada
Derealisasi : tidak ada
Tilikan : Pasien tidak mengerti akan penyakitnya

LEARNING OBJECTIVE
1. Cara menentukan/membedakan gangguan bipolar episode mania dengan
efek dari obat-obat antidepresan yang bermanifestasi hipomanik?
2. Diagnosis Banding dan Penegekan Diagnosis kasus tersebut?
3. Bagaimana diagnosis multiaksial kasus tersebut?
4. Patofisiologi dari kasus di skenario? Gejala positif dan gejala negatifnya
seperti apa?
5. Dari segi psikodinamik, apa yang menjadi stressor terjadinya gangguan
di skenario?
6. Bagaimana penanganan dan prognosis kasus tersebut?
7. Apakah gangguan pada kasus ini bersifat genetik-herediter?
8. Bagaimana farmakoterapi bipolar episode kini manik dan episode
depresif? Samakah?
9. Apa yang menyebabkan episode perubahan afek pada kasus tersebut?
10. Apa saja faktor resiko terjadinya gangguan di kasus ini?
11. Berapa lama waktu perubahan afek pada pasien bipolar? Dan diantara
episode tersebut, dapatkah pasien kembali normal?

LEARNING OBJECTIVE :
1. Cara menentukan/membedakan gangguan bipolar episode mania dengan
efek dari obat-obat antidepresan yang bermanifestasi hipomanik?
2. Diagnosis Banding dan Penegekan Diagnosis kasus tersebut?
3. Bagaimana diagnosis multiaksial kasus tersebut?
4. Patofisiologi dari kasus di skenario? Gejala positif dan gejala negatifnya
seperti apa?
5. Dari segi psikodinamik, apa yang menjadi stressor terjadinya gangguan
di skenario?
6. Bagaimana penanganan dan prognosis kasus tersebut?
7. Apakah gangguan pada kasus ini bersifat genetik-herediter?
8. Bagaimana farmakoterapi bipolar episode kini manik dan episode
depresif? Samakah?
9. Apa yang menyebabkan episode perubahan afek pada kasus tersebut?
10. Apa saja faktor resiko terjadinya gangguan di kasus ini?
11. Berapa lama waktu perubahan afek pada pasien bipolar? Dan diantara
episode tersebut, dapatkah pasien kembali normal?