Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA

Mengaplikasikan kerukunan antar umat beragama dan peranan agama dalam hidup
bermasyarakat

Disusun oleh : kelompok 2

1. Muhammad Andriyatmo
2. Rachmad Hidayatullah
3. Sari Oktaliza
4. Suryani
5. Teguh Wardoyo
6. Wismiarty

Dosen pembimbing : Fauzan Madjid, S.Pdi

AKADEMI ANALIS KESEHATAN PROVINSI JAMBI

TAHUN AKADEMIK 2013/2014


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkanke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena dengan rahmat
dan petunjuknyalah kami dapat menyelesaikan tugas makalah pendidikan kewarganegaraan ini.

Makalah ini jauh dari kesempurnaan, masih banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu
kami senantiasa mengharapkan masukan dari pembaca. Akhir kata kami selaku penyusun
mengucapkan terima kasih.

Hormat kami,

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR : i

DAFTAR ISI : ii

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang
B. Tujuan
C. Rumusan

BAB II PEMBAHASAN 2-7

A. Agama merupakan rahmat bagi seluruh alam 2


B. Hubungan antar umat Bergama 3
C. Peran umat beragama dalam meweujudkan kedamaian 4
D. Mewujudkan masyarakat madani 5
E. Tanggung jawab umat beragama dalam menegakkan hak asasi 6
F. Tanggung jawab umat beragama dalam menegakkan demokrasi 7

BAB III PENUTUP 8

A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA 9

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Kerukunan beragama di tengah keanekaragaman budaya merupakan aset dalam


kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Dalam perjalanan sejarah bangsa, Pancasila
telah teruji sebagai alternatif yang paling tepat untuk mempersatukan masyarakat Indonesia yang
sangat majemuk di bawah suatu tatanan yang inklusif dan demokratis. Sayangnya wacana
mengenai Pancasila seolah lenyap seiring dengan berlangsungnya reformasi.

Berbagai macam kendala yang sering kita hadapi dalam mensukseskan kerukunan antar
umat beragama di Indonesia, dari luar maupun dalam negeri kita sendiri. Namun dengan kendala
tersebut warga Indonesia selalu optimis, bahwa dengan banyaknya agama yang ada di Indonesia,
maka banyak pula solusi untuk menghadapi kendala-kendala tersebut. Dari berbagai pihak telah
sepakat untuk mencapai tujuan kerukunan antar umat beragama di Indonesia seperti masyarakat
dari berbagai golongan, pemerintah, dan organisasi-organisasi agama yang banyak berperan aktif
dalam masyarakat.

Keharmonisan dalam komunikasi antar sesama penganut agama adalah tujuan dari
kerukunan beragama, agar tercipta masyarakat yang bebas dari ancaman, kekerasan hingga
konflik agama.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud agama merupakan rahmat bagi seluruh alam ?


2. Bagaimana hubungan antar umat beragama ?
3. Apa peranan umat beragama dalam mewujudkan kedamaian ?
4. Bagaimana cara mewujudkan masyarakat madani ?
5. Apa tanggung jawab umar beragama dalam menegakkan hak asasi ?
6. Apa tanggung jawab umat beragama dalam menegakkan demokrasi ?

C. Tujuan

1. Mengetahui maksud dari agama merupakan rahmat bagi seluruh alam


2. Mengetahui hubungan antara umat beragama
3. Mengetahui peranan umat beragama dalam mewujudkan kedamaian
4. Mengetahui caramewujudkan masyarakat madani
5. Mengetahui tanggung jawab umat beragama dalam menegakkan hak asasi
6. Mengetahui tanggung jawab umat beragama dalam menegakkan demokrasi

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. AGAMA MERUPAKAN RAHMAT BAGI SELURUH ALAM


Kata islam berarti damai, selamat, sejahtera,penyerahan diri, taat dan patuh.
Pengertian tersebut menunjukkan bahwa agama islam adalah agama yang mengandung
ajaran yang menciptakan kedamaian, keselamatan dan kesejahteraan kehidupan ummat
manusia pada sebagai penerima amanah allah yang dapat menjalagkan amanah tersebut
secara benar dan kaffah.

Agama islam adalah agama yang allah turunkan sejak manusia pertama, nabi
pertama yaitu nabi adam as. Agama islam itu kemudian allah turunkan secara
berkisenambungan pada para nabi dan rasul rasulnya. Aknir proses penurunan agama islam
itu baru menjadi pada masa kerasulan nabi Muhammad pada awal abad ke-v11 masehi.
Islam sbagai nama agama yang allah turunkan belum dinyatakan secara eksplisit pada masa
kerasulan sebelum nabi Muhammad saw.

Tetapi makna yang substansi ajaranya secara implicit memiliki persamaan yang
dapat dipahami yang dapat dipahami dari penyataan sikap para rasul. Sebagaimana firman
allah dalam surah al- baqarah ayat 132 yang artinya:
"hai anak anakku (kata Ibrahim )sesungguhnya allah telah memilih agama ini bagimu maka
janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama islam." (Q S al-baqarah 132)
2

B. HUBUNGAN ANTAR UMAT BERAGAMA

Hubungan merupakan kebutuhan bersama yang tidak dapat dihindarkan di tengah


perbedaan. Perbedaan yang ada bukan merupakan penghalang untuk hidup rukun dan
berdampingan dalam bingkai persaudaraan dan persatuan.

Karena Agama tidak bisa dengan dirinya sendiri dan dianggap dapat memecahkan
semua masalah. Agama hanya salah satu faktor dari kehidupan manusia. Mungkin faktor
yang paling penting dan mendasar karena memberikan sebuah arti dan tujuan hidup. Tetapi
sekarang kita mengetahui bahwa untuk mengerti lebih dalam tentang agama perlu segi-segi
lainnya, termasuk ilmu pengetahuan dan juga filsafat.

Yang paling mungkin adalah mendapatkan pengertian yang mendasar dari agama-
agama. Jadi, keterbukaan satu agama terhadap agama lain sangat penting. Kalau kita masih
mempunyai pandangan yang fanatik, bahwa hanya agama kita sendiri saja yang paling
benar, maka itu menjadi penghalang yang paling berat dalam usaha memberikan sesuatu
pandangan yang optimis. Namun ketika kontak-kontak antaragama sering kali terjadi, maka
muncul paradigma dan arah baru dalam pemikiran keagamaan. Orang tidak lagi bersikap
negatif terhadap agama lain. Bahkan mulai muncul pengakuan positif atas kebenaran agama
lain yang pada gilirannya mendorong terjadinya saling pengertian.

Di masa lampau, kita berusaha menutup diri dari tradisi agama lain dan menganggap
agama selain agama kita sebagai lawan yang sesat serta penuh kecurigaan terhadap berbagai
aktivitas agama lain, Dan dapat diketahui bahwa masalah pokok kita dalam hal hubungan
antarumat beragama, adalah pengembangan rasa saling pengertian yang tulus dan
berkelanjutan. Kita hanya akan mampu menjadi bangsa yang kukuh, kalau umat agama-
agama yang berbeda dapat saling mengerti satu sama lain, bukan hanya sekadar saling
menghormati. Yang diperlukan adalah rasa saling memiliki, bukannya hanya saling
bertenggang rasa satu terhadap yang lain.maka sekarang kita lebih mengedepankan sikap
keterbukaan dan saling menghargai satu sama lain.
3
C. PERAN UMAT BERAGAMA DALAM MEWUJUDKAN KEDAMAIAN

Dalam kaitannya untuk menjaga kehidupan antar umat beragama agar terjaga
sekaligus tercipta kedamaian hidup antar umat beragama dalam masyarakat khususnya
masyarakat Indonesia misalnya dengan cara menghilangkan perasaan curiga atau
permusuhan terhadap pemeluk agama lain yaitu dengan cara mengubah rasa curiga dan benci
menjadi rasa penasaran yang positf dan mau menghargai keyakinan orang lain., Jangan
menyalahkan agama seseorang apabila dia melakukan kesalahan tetapi salahkan orangnya
Misalnya dalam hal terorisme, Biarkan umat lain melaksanakan ibadahnya jangan olok-olok
mereka karena ini bagian dari sikap saling menghormati, Hindari diskriminasi terhadap
agama lain karena semua orang berhak mendapat fasilitas yang sama seperti pendidikan,
lapangan pekerjaan dan sebagainya.

Dengan memperhatikan cara menjaga kedamaian hidup antar umat beragama


tersebut hendaknya kita sesama manusia haruslah saling tolong menolong dan kita harus bisa
menerima bahwa perbedaan agama dengan orang lain adalah sebuah realitas dalam
masyarakat yang multikultural agar kehidupan antar umat beragama bisa terwujud.
4

D. MEWUJUDKAN MASYARAKAT MADANI


Masyarakat madani adalah suatu masyarakat yang berbudaya, maju dan modern.
Bangsa Indonesia berusaha untuk berusaha untuk mencari bentuk masyarakat sipil yang
demokrasi dan agamis/religius. Dalam kaitannya pembentukan masyarakat madani di
Indonesia, maka warga Negara Indonesia perlu dikembangkan untuk menjadi warga Negara
yang berorganisasi secara sadar dan bertanggung jawab, memilih calon pemimpin secara
jujur-adil, berani tampil dan mampu menjadi saksi.

Tantangan Penerapan Masyarakat Madani di Indonesia


a. Masih rendahnya minat partisipasi warga masyarakat terhadap kehidupan politik
Indonesia dan kurangnya rasa nasionalisme yang kurang peduli dengan masalah-masalah
yang dihadapi Negara Indonesia sehingga sulit untuk menerapkan masyarakat yang
memiliki akses penuh dalam kegiatan public, melakukan kegiatan secara merdeka dalam
menyampaikan pendapat, berserikat dan berkumpul serta menyampaikan informasi kepada
publik.
b. Masih kurangnya sikap toleransi baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun beragama.
c. Masih kurangnya kesadaran individu dalam keseimbangan dan pembagian yang
proposional antara hak dan kewajiban.

Upaya yang dilakukan untuk mewujudkan masyarakat madani di Indonesia


a. Meningkatkan jiwa kemandirian melalui kegiatan perekonomian dengan adanya bapak
angkat perusahaan.
b. Meningkatkan kesadaran hukum melalui berbagai media sosialisasi politik.
c. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan.
d. Menciptakan perangkat hukum yang memadai dan berkeadilan sosial.
e. Meningkatkan kualitas SDM melalui berbagai kegiatan.
f. Mengembangkan media komunikasi politik di berbagai lingkungan kerja.
g. Menanamkan sikap positif pada proses demokratisasi di Indonesia pada setiap warga
Negara.
5

E. TANGGUNG JAWAB UMAT BERAGAMA DALAM MENEGAKKAN HAK


ASASI

Hak asasi manusia adalah hak-hak dasar yang di bawa manusia sejak ia hidup yang
melekat pada esensinya sebagai anugrah Tuhan yang maha kuasa. Bila hak asasi manusia
belum dapat di tegak kan maka akan terus terjadi pelanggaran dan penindasan atas HAM
baik oleh masyarakat, bangsa, atau pemerintah. Tak bisa di pungkiri bumi sebagai tempat
hunian manusia adalah satu. Namun para penghuninya terdiri dari berbagai suku , ras,
bahasa, profesi , kultur dan agama. Dengan demikian fenomena kemajemukan tak bisa
dihindari. Kemajemukan atau keberagaman bukan hanya sebagai sebuah realitas social

. Undang-undang dasar 1945 sebagai hukum negara menyatakan dengan jelas bahwa
negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama nya masing-
masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. Karena itu ditegaskan
semua agama memiliki hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang, termasuk pemeluk
agama untuk menjalankan agamanya secara bebas. Yang lain tidak perlu dipaksa pindah
agama sebagaimana realita yang kita lihat selama ini. Setiap orang memiliki hak dasar
memeluk agama, yang berarti kebebasan dan kewenangan seseorang untuk menganut suatu
agama yang tercantum dalam Al-Quran Surat Al-kafirun 109:6 yang berbunyi Lakum
dinukum wa liya din yang artinya : Untuk kalian agama kalian dan untukku lah agamaku.
Quran surat Al-Baqarah 2:256 yang berbunyi La ikraha fi al din yang artinya : Tidak ada
paksaan dalam agama.

Sedangkan orang yang lain memiliki kewajiban untuk mengakui kewenangan orang
tersebut. Banyak kelompok menolak kemajemukan dalam beragama, mereka adalah orang-
orang yang biasanya beranggapan bahwasannya agama merekalah yang paling otentik bersal
dari tuhan. Sementara agama lain di anggap sebagai kontruksi manusia, mungkin saja berasal
dari tuhan tapi telah mengalami perombakan dan pemalsuan oleh umat nya sendiri Seluruh
agama mengajarkan agar umatnya menyembah tuhan. Hanya saja sebagaimana lazimnya
setiap agama atau kepercayaan selalu memiliki konsepsi-konsepsi atau rumusan-rumusan
tentang tuhan yang kemungkinan berbeda antara satu umat dengan umat yang lain. Jadi suatu
kemajemukan merupakan suatu hal yang seharusnya dapat dimengerti oleh suatu negara.
Sehingga dinegara ini terciptanya sutu tatanan yang kondusif.
Maka kita harus memiliki sikap toleransi dan sikap tenggang rasa yang tinggi untuk
menghargai dan menghormati setiap individu yang memiliki agama yang berbeda dengan
individu yang lain. Dengan begitu terciptanya sikap saling mengakui dan saling mempercayai
tanpa ada kekawatiran

F. TANGGUNG JAWAB UMAT BERAGAMA DALAM MENEGAKKAN


DEMOKRASI
Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai
upaya mewujudkan kedaulatan rakyat atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara
tersebut.

Indonesia adalah negara demokrasi konstitusional (demokrasi yang didasarkan pada


kebebasan) dan negara hukum, prinsip-prinsip yang sebenarnya telah cukup kuat untuk
menegakkan negara demokrasi dimana mekanisme mayoritas dan minoritas dalam pengambilan
keputusan dilaksanakan seiring dengan penghargaan pada prinsip penghargaan hak-hak asasi
manusia. Dengan perkataan lain, demokrasi (kedaulatan rakyat) berjalan seiring dengan
nomokrasi (supremasi hukum).

Salah satu pengertian penting dalam negara hukum adalah segala aturan hukum adalah
guna mewujudkan tujuan bernegara. Oleh karena itu setiap peraturan perundang-undangan harus
menghormati dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai moral, etik dan spiritual. Setiap peraturan
perundang-undangan menghormati hak-hak asasi manusia, membangun toleransi dan
berkeadaban. Setiap peraturan perundang-undangan membangun kerukunan dan persatuan
bangsa dan teritori negara dengan tetap menghormati kemajemukan kita.
7

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Pentingnya kerukunan hidup antar umat beragama adalah terciptanya kehidupan
masyarakat yang harmonis dalam kedamaian, saling tolong menolong, dan tidak saling
bermusuhan agar agama bisa menjadi pemersatu bangsa Indonesia yang secara tidak langsung
memberikan stabilitas dan kemajuan Negara. Cara menjaga sekaligus mewujudkan kerukunan
hidup antar umat beragama adalah dengan mengadakan dialog antar umat beragama yang di
dalamnya membahas tentang hubungan antar sesama umat beragama. Selain itu ada beberapa
cara menjaga sekaligus mewujudkan kerukunan hidup antar umat beragama antara lain:
a) Menghilangkan perasaan curiga atau permusuhan terhadap pemeluk agama lain
b) Jangan menyalahkan agama seseorang apabila dia melakukan kesalahan tetapi salahkan
orangnya.
c) Biarkan umat lain melaksanakan ibadahnya jangan mengganggu umat lain yang sedang
beribadah.
d) Hindari diskriminasi terhadap agama lain.

SARAN
Saran yang dapat diberikan untuk masyarakat di Indonesia supaya menanamkan sejak dini
pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama agar terciptanya hidup rukun antar sesama
sehingga masyarakat merasa aman, nyaman dan sejahtera.
8

DAFTAR PUSTAKA

http://cippad.usc.edu/ai/themes/cfm/culture_blog

www.google.com
9