Anda di halaman 1dari 2

MENABUNG UNTUK MASA DEPAN

Yuk Nabung Saham (YNS) merupakan kampanye yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek
Indonesia (BEI) untuk mengajak masyarakat sebagai calon investor untuk berinvestasi di
pasar modal dengan membeli Saham secara rutin dan berkala. Kampanye Peluncuran Industri
Pasar Modal "Yuk! Nabung Saham" diresmikan pada Hari Kamis, 12 November 2015 oleh
Wakil Presiden kita Bapak Yusuf Kalla. Beliau sangat mengapresiasi langkah otoritas pasar
modal yang terus mengupayakan agar investasi di pasar modal terus meningkat. Menurut
beliau, untuk memajukan suatu negara, investasi merupakan salah satu kuncinya.

"Apapun cara untuk melakukan pembangunan negeri adalah melalui investasi. Investasi bisa
melalui tabungan masyarakat, gerakan nabung saham ini merupakan cara yang baik," kata
Kalla di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (12/11/2015).

Kampanye Yuk Nabung Saham didasari dari upaya PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam
mengembangkan industri pasar modal di Indonesia yang nantinya dapat mengedukasi dan
mengembangkan industri ke arah yang lebih baik. Tujuan BEI tidak semata fokus pada
penambahan jumlah investor baru, namun juga berupaya untuk menanamkan kebutuhan
berinvestasi di pasar modal, yang secara tidak langsung akan meningkatkan jumlah investor
aktif di pasar modal Indonesia.

Berdasarkan data statistik bulan September 2015, jumlah investor aktif di Indonesia per
tahun hanya sebesar 30% dari total investor pasar modal di Indonesia. Dengan melihat
kondisi jumlah investor yang masih rendah, BEI menyelenggarakan Kampanye Yuk Nabung
Saham dengan tujuan untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap pasar modal
Indonesia.

Salah satu gerakan yang telah dilakukan Kampanye yuk nabung saham adalah Sekolah Pasar
Saham (SPM). Adapun, materi yang disampaikan dalam SPM mulai dari pengenalan
investasi di pasar modal, pengetahuan tentang pasar modal Indonesia, jenis-jenis efek di pasar
modal Indonesia, mekanisme transaksi saham, dan simulasi transaksi saham. SPM dan SPMS
terdiri dari dua level, yaitu level 1 dan level 2.

Dalam melakukan investasi saham tentu ada risiko yang dihadapi. Seperti slogan high risk
high return. Jadi jika ingin mendapatkan keuntungan yang besar maka risiko yang dihadapi
juga tinggi dan begitu pula sebaliknya. Beberapa tips yang dapat penulis bagikan ketika
mengikuti seminar mengenai Mengungkap Dunia Investasi dan Karir di Industri Pasar
Modal Indonesia di Aula Gedung Doktor Fakultas Ekonomi dan Bisni yakni untuk
meminimalisir risiko dalam berinvestasi antara lain, pertama: Mulai berinvestasi sedini
mungkin karena dengan semakin muda usai kita untuk berinvestasi semakin banyak uang
yang dapat dikumpulkan. Kedua, Investasi secara berkala. Dan terakhir, Dont put all egg in
one basket: jangan menaruh telur di keranjang yang sama. Berarti melakukan diversifikasi
atau membeli beberapa saham dengan jenis industri yang berbeda misalkan anda beli 3 saham
yaitu saham kategori bank, consumer good dan telekomunikasi. Dengan diversifikasi ini
maka risiko menjadi lebih kecil karena bisa saling melengkapi, kalau saja saham perbankan
menurun tajam belum tentu saham telekomunikasi juga turun tajam demikian juga
sebaliknya.

http://yuknabungsaham.idx.co.id/

http://mengelolakeuangan.com/yuk-nabung-saham/