Anda di halaman 1dari 30

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN HIPEREMESIS

GRAVIDARUM

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang wajar dan sering kedapatan
pada kehamilan trimester I. Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap
saat dan malam hari. Gejala gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid
terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu. Mual dan muntah terjadi pada 60
80% primi gravida dan 40 60% multi gravida. Satu diantara seribu kehamilan, gejala gejala
ini menjadi lebih berat. Perasaan mual ini desebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon
estrogen dan HCG (Human Chorionic Gonadrotropin) dalam serum. Pengaruh Fisiologik
kenaikan hormon ini belum jelas, mungkin karena sistem saraf pusat atau pengosongan lambung
lambung yang berkurang. Pada umumnya wanita dapat menyesuaikan dengan keadaan ini,
meskipun demikian gejala mual dan muntah yang berat dapat berlangsung sampai 4 bulan.
Pekerjaan sehari hari menjadi terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Keadaan inilah
yang disebut hiperemesis gravidarum. Keluhan gejala dan perubahan fisiologis menentukan berat
ringannya penyakit. (Prawirohardjo, 2002)
Mual dan muntah merupakan gangguan yang paling sering kita jumpai pada kehamilan muda
dan dikemukakan oleh 50 70% wanita hamil dalam 16 minggu pertama. Kurang lebih 66%
wanita hamil trimester pertama mengalami mual- mual dan 44% mengalami muntah muntah.
Wanita hamil memuntahkan segala apa yang dimakan dan diminum hingga berat badannya
sangat turun, turgor kulit berkurang, diuresis berkurang dan timbul asetonuri, keadaan ini disebut
hiperemesis gravidarum dan memerlukan perawatan di rumah sakit. Perbandingan insidensi
hiperemesis gravidarum 4 : 1000 kehamilan. (Sastrawinata, 2004)
Diduga 50% sampai 80% ibu hamil mengalami mual dan muntah dan kira kira 5% dari ibu
hamil membutuhkan penanganan untuk penggantian cairan dan koreksi ketidakseimbangan
elektrolit. Mual dan muntah khas kehamilan terjadi selama trimester pertama dan paling mudah
disebabkan oleh peningkatan jumlah HCG. Mual juga dihubungkan dengan perubahan dalam
indra penciuman dan perasaan pada awal kehamilan. (Walsh, 2007)
Hiperemesis gravidarum didefinisikan sebagai vomitus yang berlebihan atau tidak terkendali
selama masa hamil, yang menyebabkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, atu defisiensi
nutrisi, dan kehilangan berat badan. Insiden kondisi ini sekitar 3,5 per 1000 kelahiran. Walaupun
kebanyakan kasus hilang dan hilang seiring perjalanan waktu, satu dari setiap 1000 wanita hamil
akanmenjalani rawat inap. Hiperemesis gravidarum umumnya hilang dengan sendirinya (self-
limiting), tetapi penyembuhan berjalan lambat dan relaps sering umum terjadi. Kondisi sering
terjadi diantara wanita primigravida dan cenderung terjadi lagi pada kehamilan berikut nya.
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Definisi
Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan sehingga pekerjaan sehari
hari terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. (Arif, 1999). Hiperemesis gravidarum adalah
mual muntah berlebihan sehingga menimbulkan gangguan aktivitas sehari hari dan bahkan
membahayakan hidupnya. (Manuaba, 2001). Wanita hamil memuntahkan segala apa yang
dimakan dan diminum hingga berat badannya sangat turun, turgor kulit berkurang, diuresis
berkurang dan timbul asetonuri, keadaan ini disebut hiperemesis gravidarum. (Sastrawinata,
2004)
B. Etiologi
Penyebab hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti. Tidak ada bukti bahwa
penyakit ini disebabkan oleh faktor toksik, juga tidak ditemukan kelainan biokimia. Perubahan
perubahan anatomik pada otak, jantung, hati dan susunan saraf, disebabkan oleh kekurangan
vitamin serta zat zat lain akibat inanisi.
Beberapa faktor predisposisi dan faktor lain yang telah ditemukan oleh beberapa penulis
sebagai berikut :
1. faktor predisposisi :
a. Primigravid
b. Overdistensi rahim : hidramnion, kehamilan ganda, estrogen dan HCG tinggi, mola
hidatidosa
2. Faktor organik :

Masuknya vili khorialis dalam sirkulasi maternal

Perubahan metabolik akibat hamil

resistensi yang menurun dari pihak ibu.

Alergi

3. faktor psikologis :

Rumah tangga yang retak


Hamil yang tidak diinginkan

takut terhadap kehamilan dan persalinan

takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu

Kehilangan pekerjaan

C. Patofisiologi
Hiperemesis gravidarum yang merupakan komplikasi mual dan muntah pada hamil muda
bila terjadi terus menerus dapat menyebabkan dehidrasi dan tidak imbangnya elektrolit dengan
alkalosis hipokloremik.

Hiperemesis gravidarum dapat mengakibatkan cadangan karbohidrat dan lemak habis


terpakai untuk keperluan energi. Karena oksidasi lemak yang tidak sempurna terjadilah
ketosis dengan tertimbunnya asam aseton asetik, asam hidroksi butirik dan aseton
dalam darah.

Kekurangan cairan yang diminum dan kehilangan karena muntah menyebabkan dehidrasi
sehingga cairan ekstraseluler dan plasma berkurang. Natrium dan khlorida darah dan
khlorida air kemih turun. Selain itu juga dapat menyebabkan hemokonsentrasi sehingga
aliran darah ke jaringan berkurang

Kekurangan kalium sebagai akibat dari muntah dan bertambahnya ekskresi lewat ginjal
menambah frekuensi muntah muntah lebih banyak, dapat merusak hati dan terjadilah
lingkaran setan yang sulit dipatahkan

Selain dehidrasi dan terganggunya keseimbangan elektrolit dapat terjadi robekan pada
selaput lendir esofagus dan lambung (Sindroma Mallory-Weiss) dengan akibat
perdarahan gastro intestinal.

D. Tanda dan Gejala


Batas jelas antara mual yang masih fisiologik dalam kehamilan dengan hiperemesis
gravidarum tidak ada, tetapi bila keadaan umum penderita terpengaruh, sebaiknya ini dianggap
sebagai hiperemesis gravidarum. Hiperemesis gravidarum menurut berat ringannya gejala dapat
dibagi :
1. Tingkatan I
Muntah terus menerus sehingga menimbulkan :

1) Dehidrasi : turgor kulit turun


2) Nafsu makan berkurang
3) Berat badan turun
4) Mata cekung dan lidah kering
b. Epigastrium nyeri karena asam lambung meningkat dan terjadi regurgitasi ke esofagus
c. Nadi meningkat dan tekanan darah turun
d. Frekuensi nadi sekitar 100 kali/menit
e. Tampak lemah dan lemas
2. Tingkatan II

Dehidrasi semakin meningkat akibatnya :

1) Turgor kulit makin turun


2) Lidah kering dan kotor
3) Mata tampak cekung dan sedikit ikteris

Kardiovaskuler

1) Frekuensi nadi semakin cepat > 100 kali/menit


2) Nadi kecil karena volume darah turun
3) Suhu badan meningkat
4) Tekanan darah turun

Liver

1) Fungsi hati terganggu sehingga menimbulkan ikterus

Ginjal

Dehidrasi menimbulkan gangguan fungsi ginjal yang yang menyebabkan :


1) Oliguria
2) Anuria
3) Terdapat timbunan benda keton aseton
Aseton dapat tercium dalam hawa pernafasan
Kadang kadang muntah bercampur darah akibat ruptur esofagus dan pecahnya mukosa
lambung pada sindrom mallory weiss.

3. Tingkatan III

Keadaan umum lebih parah

Muntah berhenti

Sindrom mallory weiss

Keadaan kesadran makin menurun hingga mencapai somnollen atau koma

Terdapat ensefalopati werniche :

1) Nistagmus
2) Diplopia
3) Gangguan mental

Kardiovaskuler
1) Nadi kecil, tekanan darh menurun, dan temperatur meningkat

Gastrointestinal

1) Ikterus semakin berat


2) Terdapat timbunan aseton yang makin tinggi dengan bau yang makin tajam

Ginjal

1) Oliguria semakin parah dan menjadi anuria


E. Diagnosis
Diagnosis hiperemesis gravidarum biasanya tidak sukar. Harus ditentukan adanya
kehamilan muda dan muntah terus menerus, sehingga mempengaruhi keadaan umum. Namun
demikian harus dipikirkan kehamilan muda dengan penyakit pielonefritis, hepatitis, ulkus
ventrikuli dan tumor serebri yang dapat pula memberikan gejala muntah.
Hiperemesis gravidarum yang terus menerus dapat menyebabkan kekurangan makanan
yang dapat mempengaruhi perkembangan janin, sehingga pengobatan perlu segera diberikan.

F. Pencegahan
Prinsip pencegahan adalah mengobati emesis agar tidak terjadi hiperemesis gravidarum
dengan cara :
1. Memberikan penerangan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang
fisiologik
2. Memberikan keyakinan bahwa mual dan kadang kadang muntah merupakan gejala yang
fisiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah kehamilan 4 bulan.
3. Menganjurkan mengubah makan sehari hari dengan makanan dalam jumlah kecil tapi
sering
4. Menganjurkan pada waktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, erlebih
dahulu makan roti kering atau biskuit dengan dengan teh hangat.
5. makanan yang berminyak dan berbau lemak sebaiknya dihindarkan
6. Makanan seyogyanya disajikan dalam keadaan panas atau sangat dingin
7. Defekasi teratur
8. Menghindari kekurangan karbohidrat merupakan faktor penting, dianjurkan makanan yang
banyak mengandung gula.

G. Penatalaksanaan
Apabila dengan cara diatas keluhan dan gejala tidak mengurang maka diperlukan :
1. Obat obatan
a. Sedativa : phenobarbital
b. Vitamin : Vitamin B1 dan B6 atau B kompleks
c. Anti histamin : Dramamin, avomin
d. Anti emetik (pada keadan lebih berat) : Disiklomin hidrokhloride atau khlorpromasin.
Penanganan hiperemesis gravidarum yang lebih berat perlu dikelola di rumah sakit.
2. Isolasi

Penderita disendirikan dalam kamar yang tenang, tetapi cerah dan peredaran udara yang
baik.

Catat cairan yang keluar masuk.

Hanya dokter dan perawat yang boleh masuk ke dalam kamar penderita, sampai muntah
berhenti dan penderita mau makan.
Tidak diberikan makanan/minuman dan selama 24 jam.
Kadang kadang dengan isolasi saja gejala gejala akan berkurang atau hilang tanpa
pengobatan.

3. Terapi psikologik
a. Perlu diyakinkan kepada penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan
b. Hilangkan rasa takut oleh karena kehamilan
c. Kurangi pekerjaan sera menghilangkan masalah dan konflik
4. Cairan parenteral

Cairan yang cukup elektrolit, karbohidrat dan protein dengan glukose 5% dalam cairan
fisiologis (2 3 liter/hari)

Dapat ditambah kalium, dan vitamin(vitamin B kompleks, Vitamin C)

Bila kekurangan protein dapat diberikan asam amino secara intravena

Bila dalam 24 jam penderita tidak muntah dan keadaan umum membaik dapat diberikan
minuman dan lambat laun makanan yang tidak cair

Dengan penanganan diatas, pada umumnya gejala gejala akan berkurang dan keadaan
akan bertambah baik.

5. Menghentikan kehamilan
Bila pegobatan tidak berhasil, bahkan gejala semakin berat hingga timbul ikterus, delirium,
koma, takikardia, anuria, dan perdarahan retina, pertimbangan abortus terapeutik.
DAFTAR PUSTAKA
Cunningham, Gary, dkk.2006. Obstetri William ed.21. Jakarta.EGC
Mochtar, Rustam.1998, Sinopsis Obstetri. Jakarta.EGC
Prawiroharjo, Sarwono.2003.IlmuKebidanan.Jakarta.Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawiroharjo.
Varney, Helen Dkk.2007, Buku Ajar Asuhan Kebidanan ed.4 vo1. Jakarta.EGC
Manuaba, Ida Bagus Gede. 1999, Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita.Jakarta. Arcan

ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL DENGAN ANEMIA RINGAN

MAKALAH
ASUHAN KEBIDANAN
PADA IBU HAMIL NyS G1P00000 UK 18 MINGGU
DENGAN ANEMIA RINGAN

Oleh :
SARI LUTFIANI
7210056

PRODI DIII KEBIDANAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARULULUM
JOMBANG
2012
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Alloh SWT atas berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya
dapat menyelesaikan asuhan kebidanan yang berjudul Asuhan KebidananPada Ibu Hamil
NyS G1p00000 Uk 18 Minggu Dengan Anemia Ringan .

Asuhan kebidanan ini disusun sebagai tugas akhir Mata kuliah askeb iv .

Terimah kasih kami sampaikan kepada:

1.Ibu Sabrina Dwi Prihartini,SKM, selaku Kaprodi DIII kebidanan

2.Ibu Ninik Azizah , SST selaku dosen mata kuliah

3.Ibu Suyati SST selaku wali kelas 2B.

4.Semua pihak yang telah membantu dalam menyusun asuhan kebidanan ini.

Penulis menyadari bahwa asuhan kebidanan ini jauh dari sempurna oleh karena itu perlu
kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak untuk kesempurnaan dari asuhan
kebidanan ini.

Saya berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan
bagi pembaca pada umumnya.

Jombang , 28 juli 2012

Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ..1
KATA PENGANTAR.2
DAFTAR ISI3
BAB I PENDAHULUAN ...4
BAB II PEMBAHASAN 6
BAB III KONSEP DASAR ASUHAN KEBIDANAN..12
BAB IV PENUTUP.23
DAFTAR PUSTAKA ..24

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Didunia ini setiap menit perempuan meninggal karena komplikasi yang terkait
dengan kehamilan dan persalinan, dengan kata lain 1.400 perempuan meninggal setiap
hari atau lebih dari 500.000 perempuan meninggal setiap tahun karena kehamilan dan
persalinan. Di Indonesia 2 orang meninggal setiap jam karena kehamilan, persalinan dan
nifas. Setiap menit 20 anak balita meninggal. Dengan kata lain 20.000 anak balita
meninggal setiap hari dan 10,6 juta anak balita meninggal setiap tahun. (university of
Indonesia make every mother and child count 7 april 2005).
Tingginya angka kesakitan dan kehamilan pada wanita hamil dan bersalin merupakan
masalah yang besar. Dilaporkan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia berkisar
334/100.000 kelahiran hidup. (panduan praktis pelayanan kesehatan maternal dan
neonatal) di Sumbar AKI 116/100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKB 9,96/1000
kelahiran hidup. Dan dipadang angka kematian ibu 13/100.000 kelahiran hidup,
sedangkan angka kematian bayi 3,4/1000 kelahiran hidup. (Profil Kesehatan Sumbar).
Didalam rencana Strategi Nasional Making Pregnancy Safer (MPS) di Indonesia 2001-
2010 disebut kontek rencana pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2010
dengan misi menurunkan angka kematian maternal dan neonatal melalui pemantauan
system kesehatan yang menjamin akses terhadap intervensi yang cost effective
berdasarkan bukti ilmiah yang berkualitas, memberdayakan wanita, keluarga dan
masyarakat melalui kegiatan mempromosikan kesehatan ibu dan bayi baru lahir serta
menjamin kesehatan maternal dan neonatal sebagai prioritas program pembangunan
nasional.
Selain itu intervensi dalam safe motherhood melakuakn pendekatan dengan
mengganggap semua kehamilan berisiko dan setiap ibu hamil agar mempunyai akses
pertolongan persalianan yang aman. Diperkirakan 15% kehamilan akan mengalami resiko
tinggi dan komplikasi obstetri yang dapat membahayakan kehidupan ibu maupun
janinnya bila tidak ditangani dengan memadai
Penyebab kematian ibu yang terbanyak disebabkan oleh komplikasi obstetric.
Komplikasi obstetric ini tidak selalu dapat diramalkan sebelumnya. Penyebab kematian
ibu dan perinatal umumnya desebabkan oleh sebab langsung seperti pendarahan,
eklampsi, infeksi dan sebab tidak langsung yaitu rendahnya tingkat pendidikan, sosial
ekonomi, terlambatnya mendapat pertolongan persalinan atau rujukan yang dikenal
dengan istilah 3T (Terlambat mengenal komplikasi, Terlambat membuat keputusan,
Terlambat merujuk) dan pertolongan persalinan oleh dukun yang kurang memperhatikan
sterilisasi dan aborsi illegal .
Seorang bidan baru yang dikatakan profesional jika ia mamapu melakukan tugas
kebidanan sesuai standar dan hasil yang memuaskan. Ia terlatih memberikan perawatan
dan nasehat yang diperlukan bagi seorang wanita selam hamil ,persalianan dan nifas.
Untuk melakukan persalinan normal atas tanggung jawab sendiri dan untuk merawat bayi
baru lahir. Setiap saat ia harus mengenali tanda-tanda bahaya yang menandakan keadaan
yang abnormal atau kemungkianan akan timbul keadaan yang abnormal yang
mengharuskan melakukan rujukan.
1.2 TUJUAN
1.2.1 Tujuan Umum
Mahasiswa mampu menerapkan Asuhan Kebidanan pada ibu hamil serta
mendapatkan pengalaman dalam memecahkan masalah ibu hamil normal.
1.2.2 Tujuan Khusus
Mahasiswa mampu melaksanakan pengkajian data pada ibu hamil Ny S GI P0000 dengan
anemia ringan UK 18 Minggu.
Mahasiswa dapat mengidentifikasi diagnosa, masalah, kebutuhan.
Mahasiswa mampu mengantisipasi masalah potensial.
Mahasiswa dapat mengidentifikasi kebutuhan segera.
Mahasiswa dapat mengembangkan masalah.
Mahasiswa dapat melaksanakan suatu tindakan sesuai rencana.
Mahasiswa dapat mengevaluasi pelaksanaan asuhan kebidanan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 DEFINISI ANEMIA DALAM KEHAMILAN


Anemia adalah kondisi ibu dengan jumlah protein sel darah merah dan zat pewarna
merah pada sel darah kurang dari 12% gram (Winkjosastro,2002) sedangkan Anemia dalam
kehamilan adalah kondisi ibu dengan jumlah protein sel darah merah dan zat pewarna merah
pada sel darah dibawah 11% gram pada usia kehamilan 4-7 bulan (Saifuddin,2002).
Jadi Anemia bukan penyakit kurang darah tapi, kurangnya sel darah merah karena jumlah
protein sel darah merah dan zat pewarna merah pada sel darah yang rendah dalam darah.
2.2 JENIS JENIS ANEMIA DALAM KEHAMILAN
Anemia dalam kehamilan dapat di bagi menjadi:
a. Anemia defesiensi besi (62,3%)
Anemia defisiensi besi adalah Anemia yang terjadi akibat kekurangan bahan
pembentuk protein sel darah merah dalam darah. Kekurangan ini dapat disebabkan
karena kurang masuknya unsure besi dengan makanan, karena gangguan resorpsi,
gangguan penggunaan atau karena terlampau banyk besi keluar dari badan , misalnya
perdarahan.
Diagnosis:
1) Untuk Anemia defesiensi besi yang berat di tandai dengan ciri-ciri
yang khas yaitu mikrisitosis dan hipokromasia
2)Untuk Anemia defesiensi besi yang ringan tidak selalu di tandai
dengan cirri-ciri khas , banyak yang bersifat normositer dan
normokrom
Sifat lain yang khas yaitu :
a) Kadar besi serum rendah
b) Daya ikat besi serum tinggi
c) Protoporfirin eritrisit tinggi.
d) Tidak di temukan hemosiderin dalam sum-sum tulang
Prognosis:
1) Prognosis Anemia defesiensi besi dalam kehamilan umumnya
baik bagi ibu dan anak . Persalinan dapat berlangsung seperti biasa
tanpa perdarahan banyak atau komplikasi lain . Anemia berat
dalam kehamilan muda yang tidak di obati dapat menyebabkan
abortus dan dalam kehamilan tua dapat menyebabkan partus lama ,
perdarahan post partum dan infeksi. Walaupun bayi yang di
lahirkan dari ibu yang menderita anemia defesiensi besi tidak
menunjukkan Hb yang rendah, namun cadangan besinya kurang
yang barubeberapa bulan kemudian tampak sebagai anemia
infatum
2) Pencegahan dan Pengobatan:

Di daerah dengan frekuensi kehamilan yang tinggi sebaiknya


setiap wanita hamil diberi sulfat ferrosus atau glukonas ferrosus,
cukup 1 tablet sehari. Selain itu, ibu di beri nasehat untuk makan
lebih banyak protein dan sayur yang banyak mengandung mineral
dan vitamin.
b. Anemia megaloblastik (29,0%)

Anemia megaloblastik adalah anemia yang disebabkan karena defesiensi asam folat.
Diagnosis:
Diagnosis anemia megaloblastik dibuat apabila ditemukan megeloblas atau
promegaloblas dalam darah atau sum-sum tulang belakang
Prognosis:
Anemia megaloblastik dalam kehamilan mempunyai prognosis cukup baik .
Pengobatan dengan asam folat hampir selalu berhasil.
Pencegahan dan Pengobatan:
1) Asam folat 15-30 mg per hari
2) Vitamin B12 3x1 tablet per hari
3) Sulfas ferosus 3x1 tablet per hari
4) Pada kasus berat diberikan penambah darah.

c. Anemia hipolastik (8,0%)


Anemia hipoplastik yaitu Anemia yang disebabkan oleh penurunan fungsi kerja
sumsum tulang untuk membentuk sel darah merah baru.Pengobatannya yaitu dengan
transfuse darah.
d. Anemia hemolitik (0,7%)
Anemia hemolitik adalah Anemia yang disebabkan penghancuran atau pemecahan
sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatanya.
Gejala utamamya adalah anemia dengan kelainan-kelainan
gambaran darah, kelelahan, kelemahan.
Pengobatanya:
Tergantung pada jenis anemia ini serta penyebabnya. Bila disebabkan oleh
infeksi maka infeksinya diberantas dan diberikan obat-obat penambah
darah. Namun pada beberapa jenis obat-obtan, hal ini tidak memberikan
hasil sehingga penambah darah berulang dapat membantu penderita.
2.3 GEJALA ANEMIA PADA IBU HAMIL
a) Pucat
b) Sering pusing
c) Lemah, lelah, letih, lesu, lunglai
d) Nafas terengah-engah
e) Nyeri dada
f) Mata berkunang-kunang
g) Lidah luka
h) Nafsu makan turun
i) Mual dan muntah yang berlebihan pada hamil muda
2.4 PENYEBAB ANEMIA DALAM KEHAMILAN

Anemia dalam kehamilan disebabkan oleh kekurangan bahan pembentuk protein sel darah merah
dan perdarahan secara mendadak bahkan tidak jarang keduanya saling berhubungan
(Safuddin,2002). Menurut mochtar (1998) penyebab anemia pada umumnya aadal sebagai
berikut:

a. Kurangnya bahan pembentuk protein sel darah merah dalam makanan


yang dikonsumsi, Kebutuhannya bagi ibu hamil sekitar 1000mg:
1) 500mg untuk meningkatkan jumlah sel darah merah
2) 300mg untuk bayi
3) 200mg untuk mangganti kehilangan bahan pembentuk protein sel
darah merah setiap hari. Rata-rata ibu hamil normal perlu menyerap
3,5mg setiap hari atau meyerap 20% yang masuk.
b. Penyerapan bahan pembentuk protein sel darah merah yang tidak
sempurna akibat mencret yang sudah berlangsung lama, pembedahan
tertentu pada slauran pencernaan seperti: lambung. Bahan pembentuk
protein sel darah merah diserap dari saluran pencernaan. Sebagian besar
diserap dari usu halus bagian atas terutama usus 12 jari. Bila terjadi
gangguan saluran pencernaan, maka penyerapan dari saluran pencernaan
menjadi tidak sempurna. Hal itu menyebabkan kurangnya jumlah bahan
pembentuk protein sel darah merah didalam tubuh sehingga pembentukan
sel darah merah terhambat.
c. Kehilangan darah yang disebabkan oleh perdarahan menstruasi berat,
luka, kanker dan perdarahan pada lambung dan usus akibat tindakan
pemberian obat. Kehilangan banyak darah tersebut menyebabkan
terkurasnya cadangan bahan pembentuk protein sel darah merah dalam
tubuh sehingga pembentukan sel darah merah terganggu.
Kurang gizi
d. Penyakit-penyakit yang sudah berlangsung lama seperti TBC
paru,cacing usus, malaria.

2.5 FAKTOR PREDISPOSISI ANEMIA PADA IBU HAMIL

a. Umur kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun


Wanita yang berumur kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun,
mempunyai risiko yang tinggi untuk hamil. Karena akan membahayakan
kesehatan dan keselamatan ibu hamil maupun janinnya, berisiko
mengalami pendarahan dan dapat menyebabkan ibu mengalami
anemia.Wintrobe (1987) menyatakan bahwa usia ibu dapat mempengaruhi
timbulnya anemia, yaitu semakin rendah usia ibu hamil maka semakin
rendah kadar hemoglobinnya. Muhilal et al (1991) dalam penelitiannya
menyatakan bahwa terdapat kecendrungan semakin tua umur ibu hamil
maka presentasi anemia semakin besar. Pada penelitian ini belum
menunjukkan adanya kecendrungan semakin tua umur ibu hamil maka
kejadian anemia semakin besar. Karena 80% ibu hamil berusia tidak
berisiko yaitu antara 20 tahun hingga 35 tahun.
b. Paritas
Semakin banyak jumlah kelahiran (paritas), maka akan semakin tinggi
angka kejadian anemia Artinya ibu hamil dengan paritas tinggi
mempunyai risiko lebih besar untuk mengalami anemia dibanding yang
paritas rendah
c. Jarak Kehamilan Yang terlalu Dekat

Salah satu penyebab yang dapat mempercepat terjadinya anemia pada


wanita adalah jarak kelahiran pendek. Menurut Kramer (1987) hal ini
disebabkan kekurangan nutrisi yang merupakan mekanisme biologis dan
pemulihan factor hormonal dan adanya kecendrungan bahwa semakin
dekat jarak kehamilan, maka akan semakin tinggi angka kejadian anemia.
d. Pengetahuan
Pengetahuan kesehatan reproduksi menyangkut pemahaman tentang
pentingnya pemeriksaan kehamilan, penyuluhan, tanda dan cara mengatasi
anemia pada ibu hamil diharapkan dapat mencegah ibu hamil dari anemia.
Semakin rendah pengetahuan kesehatan reproduksi, maka akan semakin
tinggi angka kejadian anemia.
e. Pemeriksaan Antenatal Care
Pelayanan antenatal adalah pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh
tenaga professional yaitu Dr Ginekolog dan Bidan serta memenuhi syarat
5 T (TB, BB, Tekanan darah, Tinggi Fundus, TT, Tablet Fe). Jika
pemeriksaan Antenatal Care kurang atau tidak ada sama sekali maka akan
semakin tinggi angka kejadian anemia.

f. Pola makan dan Kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe


Gizi seimbang adalah pola konsumsi makan sehari-hari yang sesuai
dengan kebutuhan gizi setiap individu untuk hidup sehat dan produktif.
Agar sasaran keseimbangan gizi dapat dicapai, maka setiap orang harus
menkonsumsi minimal 1 jenis bahan makanan dari tiap golongan bahan
makanan yaitu KH, protein hewani dan nabati, sayuran, buah dan susu.
(Kodyat, 1995).

Kepatuhan menkonsumsi tablet Fe diukur dari ketepatan jumlah tablet


yang dikonsumsi, ketepatan cara menkonsumsi tablet Fe, frekuensi
konsumsi perhari. Suplementasi besi atau pemberian tablet Fe merupakan
salah satu upaya penting dalam mencegah dan menanggulangi anemia,
khususnya anemia kekurangan besi. Suplementasi besi merupakan cara
efektif karena kandungan besinya yang dilengkapi asam folat yang
sekaligus dapat mencegah anemia karena kekurangan asam folat.ibu hamil
yang kurang patuh konsumsi tablet Fe mempunyai risiko untuk mengalami
anemia dibanding yang patuh konsumsi tablet Fe.
2.6 AKIBAT ANEMIA PADA IBU HAMIL

a. Akibat anemia pada usia kehamilan 3 bulan pertama


1) Dapat terjadi keguguran
2) Cacat bawaan
b. Akibat anemia pada usia kehamilan 4-9 bulan
1) Persalinan belum cukup bulan
2) Perdarahan dalam melahirkan
3) Gangguan pertumbuhan bayi dalam kandungan
4) Bayi kekurangan oksigen dalam kandungan sampai menyebabkan
kematian
5) Mudah terkena infeksi
c. Akibat anemia saat melahirkan
1) kekuatan mengejan
2) Melahirkan berlangsung lama
3) Tertahannya plasenta dan perdarahan saat melahirkan
4) Akibat anemia terhadap bayi
5) Kematian dalam kandungan
6) Cacat bawaan
7) Kecerdasannya rendah
8) Bayi lahir dengan anemia
9) Berat badan bayi lahir keci
2.7 TUJUAN PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL

Tujuan dari pencegahan anemia selama kehamilan adalah untuk menjaga keseimbangan jumlah
protein sel darah merah dan zat pewarna merah pada sel darah ibu dan untuk mencegah
kekurangan bahan pembentuk protein sela darah merah pada bayi.

2.8 PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN ANEMIA PADA IBU HAMIL

a. Pemberian tambahan bahan pembentuk protein sel darah merah selama masa
kehamilan ( 90 tablet) dalam satu hari 1 tablet ( satu tablet mengandung 60 mg Fe
dan 200 g asam folat ) minum dengan air putih dan jangan minum dengan air kopi
atau dengan air the karena akan menghambat penyerapan. Efek sampingnya yaitu :
rasa tidak enak di hulu hati, mual, muntah dan mencret.
b. Memakan makanan yang banyak mengandung bahan pembentuk protein sel darah
merah seperti :
1) Telur
2) Susu
Ibu hamil 0-3 bulan = 1 gelas
Ibu hamil 4-7 bulan = 1 gelas
Ibu hamil 7-9 bulan = 1 gelas
3) Hati
4) Ikan
Ibu hamil 0-3 bulan = 1 potong
Ibu hamil 4-7 bulan = 2 potong
Ibu hamil 7-9 bulan = 3 potong
5) Daging
6) Tempe
Ibu hamil 0-3 bulan = 3 potong
Ibu hamil 4-7 bulan = 4 potong
Ibu hamil 7-9 bulan = 5 potong
7) Sayuran yang berwarna hijau tua (kangkung, bayam, daun katuk, daun
singkong)
Ibu hamil 0-3 bulan = mangkok
Ibu hamil 4-7 bulan = 3 mangkok
Ibu hamil 7-9 bulan = 3 mangkok

8) Buah-buahan (jeruk, jambu biji, pisang, tomat)


Ibu hamil 0-3 bulan = 2 buah
Ibu hamil 4-7 bulan = 2 buah
Ibu hamil 7-9 bulan = 2 buah
c. Periksa secepat mungkin apabila terdapat tanda-tanda anemia agara langkah-
langkah pencegahan bisa segera dilakukan

BAB III
KONSEP DASAR ASUHAN KEBIDANAN

1. DEFINISI
Asuhan kebidanan adalah aktivitas atau interaksi yang dilakukan oleh bidan atau
klien yang membutuhkan atau mempunyai permasalah dalam bidang pengetahuan.
Dalam memberikah asuhan kebidanan pada klien, bidan-bidan menggunakan metode
pendekatan pemacahan masalah dengan difokuskan pada suatu proses sistematis dari analisis
dalam memberikan asuhan kebidanan kita menggunakan asuhan dengan metode SOAP:

I. S: Subyektif
II. O : Obyektif
III. A : Assasment
IV. P : Penatalaksanaan

I. S : SUBYEKTIF.

Menggambarkan pendokumentasian hanya pengumpulan data klien melalui


anamnese.
Tanda gejala subyektif yang diperoleh dari hasil bertanya dari pasien, suami
atau keluarga( identitas umum, keluhan, riwayat menarche, riwayat perkawinan, riwayat
kehamilan, riwayat persalinan, riwayat KB, penyakit, riwayat penyakit keluarga, riwayat
penyakit keturunan, riwayat psikososial,pola hidup).
Catatan ini berhubungan dengan masalah sudut pandang pasien. Ekspresi pasien
mengenai kekawatiran dan keluhannya dicatat sebagai kutipan langsung atau ringkasan yang
berhubungan dengan diagnosa. Pada orang yang bisu , dibagian data belakang S diberi tanda
O atau X ini menandakan orang itu bisu. Data Subyektif menguatkan diagnosa yang akan
dibuat.

II. O : OBYEKTIF .

Menggambakan pendokumentasikan hasil analisa dan fisik klien, hasil lab,dan


test diagnostik lain yang dirumuskan dalam data fokus untuk mendukung assesment.
Tanda gejala obyektif yang diperoleh dari hasil pemeriksaan ( tanda KU,Fital
sign ,Fisik,Khusus, Kebidanan, Pemeriksaan dalam, Laboratorium, dan pemeriksaan
penunjang),Pemeriksaan Inpeksi, Palpasi, Auskultasi, dan Perkusi.
Data ini memberi bukti gejaala klinis pasien dan fakta yang berhubungan
dengan diagnosa. Data fisiologis, hasil observasi yang jujur,informasi kajian tehnologi( hasil lab,
sinarX,rekaman USG dll), dan informasi dari keluarega atau orang lain dapat dimasukkan dalam
kategori ini . Apa yang diobservasi oleh Bidan akan menjadi komponen yang berarti dari
diagnosa yang akan ditegakkan.
III. A : ASSESMENT.
Masalah atau diagnosa yang ditegakkan berdasarkan data atau informasi
Subyektif maupun Obyektif yang dikumpulkan atau disimpulkan. Karena keadaan pasien terus
berubah dan selalu ada informasi baru baik Subyektif maupun Obyektif, dan sering diungkapkan
secara terpisah pisah ,maka proses pengkajian adalah suatu proses yang dinamik.
Menganalisa adalah sesuatu yang penting dalam mengikuti perkembangan
pasien dan menjamin suatu perubahan baru cepat diketahui dan dapat diikuti sehingga dapat
diambil tindakan yang tepat.
Menggambarkan pendokumentasian hasil analisa dan interprestasi data
subyektif dan Obyektif dalam suatu identifikasi.
1. Diagnosa / masalah.
Diagnosa adalah rumusan dari hasil pengkajian mengenai kondisi klien :
Hamil, Abortus, Nifas, dan Bayi baru lahir. Berdasarkan hasil analisa data yang didapat.
Masalah segala sesuatu yang menyimpang sehingga kebutuhan klien
terganggu, kemungkinan mengganggu kehamilan / kesehatan tetapi tidak masuk dalam diagnosa.
2. Antisipasi masalah lain / diagnosa potensial.
V. P : PENATALAKSANAAN.

Menggambarkan pendokumentasian dari perencanaan dan evaluasi berdasarkan


Assesment.
Perencanaan membuat rencana tindakan saat itu atau yang akan datang .Untuk
mengusahakan tercapainya kondisi pasien yang sebaik mungkin atau menjaga mempertahankan
kesejahteraannya. Proses ini termasuk kreteria tujuan tertentu dari kebutuhan pasien yang harus
dicapai dalam batas waktu tertentu, tindakan yang diambil harus membantu pasien mencapai
kemajuan dalam kesehatan dan harus sesuai dengan intruksi dokter.
SOAP untuk perencanaan ,implementasi,dan evaluasi dimasukan dalam P

ASUHAN KEBIDANAN
PADA IBU HAMIL NyS G1P00000 UK 18 MINGGU
DENGAN ANEMIA RINGAN

I. S : SUBYEKTIF\
1. Identitas
Nama : Ny S Nama suami : Tn R
Umur : 25 Th Umur : 30 Th
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMP Pendidikan : SMP
Pekerjaan : swasta Pekerjaan : swasta
Alamat : peterongan Alamat : peterongan

2. Keluhan utama
Alasan kunjungan : ada keluhan
Keluhan keluhan : ibu mengatakan sering pusing , merasa cepat lelah dan lemas.
3. Riwayat kebidanan
a. Riwayat menstruasi
Menarchea : 14 th
Siklus :28 hari
Banyaknya : 1 Softek penuh hari 1-3, 4 - 7 biasa
warna darah: hari 1 -3 merah kental, 4 7 kecoklatan
Disminorhoe : hari pertama
Lamanya : 6- 7 hari
HPHT : 21 maret 2012
b. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
Tgl lahir Komplikasi Bayi Nifas
Usia Jenis Tempat
No Penolong PB/BB
Umur Kehamilan Persalinan Persalinan Ibu Bayi Keadaan Keadaan Lactasi
Jenis

c. Riwayat kehamilan sekarang


HPHT : 21 maret 2012
TP : 28 desember 2012
UK : 18 minggu
Keluhan keluhan : TM I : pusing . mual
TM II : pusing, cepat lelah
TM III :-
4. Riwayat kesehatan yang lalu
Ibu mengatakan tidak pernah mempunyai penyakit
Menular : hiv, tbc
Menurun : hipertensi, DM
Menahun : jantung.
5. Riwayat kesehatan sekarang
Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit
Menular : hiv, tbc
Menurun : hipertensi, DM
Menahun : jantung.
6. Riwayat penyakit keluarga
Ibu mengatakan bahwa dalam keluarganya tidak mempunyai riwayat penyakit
Menular : hiv, tbc
Menurun : hipertensi, DM
Menahun : jantung.
7. Status perkawinan
Perkawinan ke I
Umur Kawin : Istri 22 th Suami : 28 th
Lama Kawin : 3 tahun
8. Riwayat KB
Ibu mengatakan bahwa selama ini , ibu hanya pernah menggunakan KB suntik
selama 3 tahun.
9. Riwayat social/budaya
Ibu mengatakan hubungan dengan keluarganya baik dan kelurga mendukung
sepenuhnya atas kehamilan ini, selama hamil ibu tidak mengkonsumsi jamu-
jamuan, tidak merokok, minum-minuman keras dan tidak tarak.
10. Riwayat psikologis
Ibu mengatakan kehamilan ini tidak direncanakan tapi diterima sepenuhnya
dengan senang hati.
11. Pola kebiasaan sehari-hari
a. Pola Nutrisi
Sebelum Hamil : Makan:3x/hari, dengan porsi sedang (nasi, lauk-
pauk, sayur)
Minum:8 gelas/hari
Saat Hamil : Makan :2 x/hari dengan porsi sedang (nasi, lauk-
pauk, sayur) kadang-kadang ditambah buah.
Minum : 6 gelas/hari
b. Pola Eliminasi
Sebelum Hamil : BAB :1x/hari, warna kuning, lembek tidak ada
keluhan
BAK :4-5 x/hari warna kuning jernih, bau khas,
tidak ada keluhan
Saat Hamil : BAB :1x /2hari warna kuning, lembek, tidak ada
keluhan.
BAK :7-8 x/hari, warna kuning, jernih, bau khas,
tidak ada keluhan.
c. Pola Aktifitas
Sebelum Hamil :Melakukan aktifitas sendiri dirumah seperti
biasanya, yaitu menyapu, mencuci, memasak, dll.
Saat Hamil :Mengurangi aktifitas seperti sebelum hamil dan dibantu
oleh suami karena perut sudah membesar.
d. Pola Istirahat
Sebelum Hamil : Tidur siang jam 12.00-13.00 (1 jam)
Tidur malam jam 21.00-04.30 (7-8 jam)
Saat Hamil : Tidur siang : tidak pernah
Tidur malam jam 22.00-04.30 (6-7 jam)
II. O :OBYEKTIF
1. Pemeriksaan umum
Keadaan umum : baik
Kesadaran : composmentis
TTV : TD :100/70 mmhg
N:80x/ menit
RR: 24x/ menit
S :36 0c
BB sebelum hamil : 50 kg
BB saat : 55 kg
TB : 160 cm
LILA : 26 cm
Hb : 9 gr/dl
2. Pemeriksaan fisik
a. Inspeksi
Kepala : Kepala bersih, tidak ada benjolan/ bekas luka, tidak berketombe
Muka : Simetris, Tidak odema, pucat, tidak ada cloasma gravidarum.
Mata : Simetris, Sclera putih, conjungtiva pucat.
Hidung : Simetris, tidak ada secret dan polip.
Mulut dan gigi : mukosa Bibir kering , tidak ada stomatitis, tidak ada karies
gigi.
Telinga : Simetris, tidak ada serumen.
Leher : Tidak terlihat pembengkakan vena jugularis dan kelenjar tiroid.
Dada : Simetris, puting susu menonjol, colostrums belum keluar,
hiperpigmentasi areola mamae.
Abdomen : Tidak ada luka bekas jahitan, perut terlihat membesar sesuai
dengan usia kehamilan, linea nigra ada.
Genetalia : Vulva tidak oedem, tidak ada varices.
Anus : Tidak ada hemaroid.
Ekstremitas
Atas :Simetris, tidak oedem, tidak ada polidaktili dan sindaktili.
Bawah :Simetris , tidak oedem, tidak ada polidaktili dan sindaktili.
b. Palpasi
Leher : Tidak teraba pembengkakan vena jugularis dan kelenjar tiroid.
Dada : Tidak teraba benjolan mamae kenyal colostrums belum teratur.
Abdomen :
Leopold I : ballotment (+)
Leopold II : -
Leopold III : -
Leopold IV : -

c. Auskultasi
Pernafasan : normal ( tidak ada whezzing atau ronchi )
DJJ : (-)
d. Perkusi
Reflek patella : ka/ki (+)/(+)
3. Pemeriksaan penunjang
Gol darah : B
Hb : 9 gr/dl

III. ASSASMENT
Dx : NyS G1P00000 UK 18 minggu dengan anemia ringan
Ds : ibu mengatakan ini adalah kehamilanya yang pertama dengan usia kehamilan 4 bulan dan
ibu mengeluh sering pusing dan cepat lelah.
Do :
Keadaan umum : baik
Kesadaran : composmentis
TTV : TD :100/70 mmhg
N:80x/ menit
RR: 24x/ menit
S :36 0c
BB sebelum hamil : 50 kg
BB saat : 55 kg
TB : 160 cm
LILA : 26 cm
Hb : 9 gr/dl
Dx potensial : ibu bisa mengalami anemia sedang
Mx :-
Kebutuhan ;
jelaskan kepada ibu tentang keluhan yang dirasakan
anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup
berikan ibu obat obatan seperti fed an kalk
beritahu ibu cara menkonsumsi fe .

IV. PENATALAKSANAAN\
1. Jelaskan kepada ibu tentang keluhan yang dirasakan, menjelaskan kepada ibu tentang
keluhan yang dirasakan, ibu mengerti.
2. Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup minimal 7-8 jam/ hari, menganjurkan kepada ibu
untuk istirahat yang cukup, ibu mengerti dan mau melakukan nasihat dari petugas.
3. Anjurkan ibu untuk menkonsumsi nutrisi yang cukup, menganjurkan ibu untuk
menkonsumsi nutrisi yang cukup , ibu mengerti
4. Berikan ibu tablet penambah darah sperti fe, meberikan ibu tblet penambah darah, ibu
menerima.
5. Beritahu ibu cara menkonsumsi obat penambah darah, meberitahu cara menkonsumsi obat
dengan cara : minum obat fe tidak diminum dengan aur the karena akan menganggu hasil
metabolism obat, ibu mengerti dengan penjelasan petugas.
6. Anjurkan ibu untuk follow up 1 bulan lagi, menganjurkan ibu untuk follow up 1 bulan lagi,
ibu mengerti

BAB VI
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
Setelah melaksanakan pengkajian dan pengumpulan semua data ibu baik data
subjektif maupun data objektif yang berguna untuk mengevaluasi keadaan pasien,
dilanjutkan dengan mengidentifikasi secara benar masalah atau diagnosa berdasarkan
interprestasi yang benar atas data-data tersebut dimana didapatkan diagnosa pada Ny. S
G1P00000 dengan kehamilan trimester II dengan anemia ringan dan diagnose potensial pada
kasus ini membuat penulis mencoba memikirkan tindakan segera yang perlu dilaukan
yaitu memberika terapy obat-obatan seperti fe 2 kali sehari. Setelah itu merencanakan
asuhan yang rasional sebagai dasar untuk mengambil keputusan berdasarkan masalah
yang ada dan semua asuhan yang diberikan dapat terlaksana dengan baik dan efektif.
Dengan demikian sangat diperlukan sekali seorang bidan yang profesional dimana
mampu melaksanakan manajemen kebidanan dengan tepat sehingga semua masalah dan
kebutuhan pasien dapat teratasi dengan cepat dan baik.
4.2 SARAN
1. Klien
a. Diharapkan kepada para klien mampu menerapkan asuhan yang telah
diberikan
b. Secepatnya membawa ke pelayanan kesehatan apabila terdapat keluhan serta
kelainan yang dirasakan sedini mungkin, untuk mendapatkan pelayanan
pengobatan.
c. Dalam anamnesa pasien mampu mengemukakan keluhan yang dirasakanya
sehingga petugas kesehatan (bidan) dapat merencanakan asuhan yang akan
diberikan kepada klien tersebut, sehingga dapat mengantisipasi masalah yang
mungkin terjadi
2. Institusi Pendidikan
Diharapkan kepada institusi pendidikan untuk menambah buku sumber terbaru
agar mempermudah mahasiswa dalam meningkatkan pengetahuan, wawasan dan
teknologi terkini.
3. Mahasiswa
a. Dengan adanya manjemen kebidanan diharapkan mahasiswa dapat
menerapkan pada ibu, asuhan yang diberikan sesuai dengan standar profesi
kebidanan.
b. Diharapkan kepada mahasiswa, anamnesa pasien dilakukuan sesuai dengan
daftar tilik yang ada dan anmanesa dilakukan dengan pendekatan pada pasien
sehingga pasien terbuka dalam menyampaikan keluhan yang dirasakan.

DAFTAR PUSTAKA

Arisman. 2007. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta:Penerbit Buku kedokteran


EGC
Asuhan Persalinan Normal. 2002. Jaringan Nasional Pelatihan KLinik Kesehatan Reproduksi.
Jakarta
Depkes RI. 2002. Standar Pelayanan Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Hyre, Anne. 2001. Asuhan Kebidanan Care. Jakarta: Pusdiknakes
Manuaba, Ida Bagus. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga
Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: Penerbit Buku kedokteran EGC
Muchtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta: Penerbit Buku kedokteran EGC
Prawirohardjo, Sarwono, dkk. 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina
Pustaka
Suryanto. 2004. Pemantauan dan Pengkajian Janin. Jakarta: Penerbit Buku
kedokteran EGC
Syaifudin, Abdul Bari. 2001. Buku Panduan Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka