Anda di halaman 1dari 21

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMP Negeri .. Banjarmasin

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas/Semester : VII/2 (dua)

Materi Pokok : Sistem Organisasi Kehidupan

Alokasi Waktu : 5 X Pertemuan (15JP)

A. Kompetensi Inti (KI)

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.


2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong
royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya .
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,
memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar,
dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi :

NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR


.
3. 3.6. Mengidentifikasi sistem 3.6.1. Menyebutkan tingkatan hierarki
organisasi kehidupan mulai dari kehidupan.
tingkat sel sampai organisme dan 3.6.2. Menjelaskan tentang sistem
komposisi utama penyusun sel. 3.6.3. Melakukan pengamatan sel dengan
menggunakan mikroskop
3.6.4. Melakukan pengamatan jaringan dengan
menggunakan mikroskop
3.6.5. Menjelaskan pengertian organ
3.6.6. Membedakan antara jaringan, organ dan
sistem organ
3.6.7. Menjelaskan konsep sistem organ dan
organisme
3.6.8. Menyebutkan 3 contoh sistem organ yang
menyusun organism
3.6.9. Memiliki keterampilan berbicara di depan
kelas melalui kegiatan presentasi hasil
projek sel.
4. 4.6. Membuat model struktur sel
tumbuhan /hewan

C. Materi Pembelajaran :
Pertemuan I : Konsep Organisasi Kehidupan (3 JP)
Organisasi kehidupan memberikan pemahaman kepada kita bahwa pada hakikatnya dalam
suatu kehidupan terdapat keteraturan (dan keteraturan ini adalah disengaja/diciptakan oleh
Tuhan Yang Maha Esa). Keteraturan tersebut tidak hanya pada individu saja, tetapi pada
semua tingkatan, termasuk keberadaan hierarki kehidupan yang merupakan suatu
keteraturan. Oleh karena dunia kehidupan merupakan suatu hierarki yang niscaya, mulai
dari molekul sampai ke biosfer.

Sumber:
Gambar 1.1 Keteraturan Ciptaan Tuhan pada Mata Faset Serangga (A) dan Bunga Matahari (B)

Tiap-tiap tingkatan hierarki dalam kerangka struktur biologisnya memiliki sifat-sifat baru
yang berbeda dari struktur biologis penyusunnya. Organ memiliki karakteristik yang
berbeda dengan jaringan yang menyusunnya. Demikian juga sel yang menyusun suatu
jaringan tidak sama karakternya dengan jaringan yang disusun tersebut. Tetapi semua
struktur dan fungsi tersebut saling terkait dan tergantung untuk membentuk suatu struktur
yang lebih tinggi lagi.

Sumber: Dok. Kemdikbud


Gambar 1.2 Organisasi Kehidupan

Pertemuan II dan III: Sel sebagai Unit Struktural dan Fungsional


Kehidupan (2 JP) dan Praktikum (3JP)
Setiap organisme tersusun dari salah satu dari dua jenis sel yang secara struktural berbeda,
yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Hanya bakteria dan arkea yang memiliki sel
prokariotik. Protista, jamur, tumbuhan, dan hewan semuanya mempunyai sel eukariotik.
Sel prokariotik (berasal dari bahasa Yunani prokaryote, pro berarti sebelum dan
karyon berarti karnel atau nukleus). Sel prokariotik memiliki nukleus/inti sel tetapi
inti sel tersebut tidak diselubungi membran inti (Gambar 1.3). Sel eukariotik (Yunani, eu
berarti sejati/sebenarnya) merupakan sel yang memiliki inti sel dan inti (Gambar 1.4).

Sumber: Campbell. 2002.


Gambar 1.3. Struktur Sel Prokariotik (a) Bacillus coagulans (b) Dilihat dengan Menggunakan
Mikroskop Elektron

Sel Prokariotik terdapat pada bakteri, termasuk sianobakteri. Prokariotik strukturnya lebih
sederhana daripada struktur eukariotik, karena tidak mempunyai organel terbungkus
membran. Batas sel ialah membran plasma. Di luar membran plasma ini terdapat dinding
sel yang cukup kaku dan seringkali berupa kapsul luar, yang biasanya menyerupai jeli.
Sebagian bakteri memiliki flagela (organel pergerakan), pili (struktur pelekatan), atau
keduanya yang menonjol dari permukaannya.

Sumber: Campbell. 2002


Gambar: 1.4. Sel Eukariotik, (a) Sel Hewan (b) Sel Tumbuhan

Beberapa ahli telah mencoba menyelidiki tentang struktur dan fungsi sel, dan kemudian
muncullah beberapa teori tentang sel. Sejarah ditemukannya teori tentang sel diawali
penemuan mikroskop yang menjadi sarana untuk mempermudah melihat struktur sel.
Berbagai penelitian para ahli biologi, antara lain seperti berikut.

1) Robert Hooke (1635-1703)


Robert Hooke mencoba melihat struktur sel pada sayatan gabus di bawah mikroskop. Dari
hasil pengamatannya diketahui terlihat rongga-rongga yang dibatasi oleh dinding tebal. Jika
dilihat secara keseluruhan, strukturnya mirip sarang lebah. Satuan terkecil dari rongga
tersebut dinamakan sel.

2) Schleiden (1804-1881) dan T. Schwann (1810-1882)


Schleiden dan T. Schwann mengamati sel-sel jaringan hewan dan tumbuhan. Schleiden
mengadakan penelitian terhadap tumbuhan. Setelah mengamati tubuh tumbuhan, ia
menemukan bahwa banyak sel yang tumbuh. Akhirnya ia menyimpulkan bahwa satuan
terkecil dari tumbuhan adalah sel. Schwann melakukan penelitian terhadap hewan.
Ternyata, dalam pengamatannya tersebut Schwann melihat bahwa tubuh hewan juga
tersusun dari banyak sel. Selanjutnya ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tubuh
hewan adalah sel. Dari dua penelitian tersebut keduanya menyimpulkan bahwa sel
merupakan unit terkecil penyusun makhluk hidup.

3) Robert Brown
Pada tahun 1831, Brown mengamati struktur sel pada jaringan tanaman anggrek dan
melihat benda kecil yang terapung-apung dalam sel yang kemudian diberi nama inti sel atau
nukleus. Berdasarkan analisisnya diketahui bahwa inti sel selalu terdapat dalam sel hidup
dan kehadiran inti sel itu sangat penting, yaitu untuk mengatur segala proses yang terjadi di
dalam sel.

4) Felix Durjadin dan Johannes Purkinye


Pada tahun 1835, setelah mengamati struktur sel, Felix Durjadin dan Johannes Purkinye
melihat ada cairan dalam sel, kemudian cairan itu diberi nama protoplasma.

5) Max Schultze (1825-1874)


Max Schultze menegaskan bahwa protoplasma merupakan dasar-dasar fisik kehidupan.
Protoplasma merupakan tempat terjadinyaproses hidup. Dari pendapat beberapa ahli
biologi tersebut akhirnya melahirkan beberapa teori sel antara lain sebagai berikut.
a) Sel merupakan unit struktural makhluk hidup; b) sel merupakan unit fungsional makhluk
hidup; c) sel merupakan unit reproduksi makhluk hidup; dan d) sel merupakan unit
hereditas. Beberapa teori sel itu menunjukkan betapa pentingnya peranan sel karena hampir
semua proses kehidupan dan kegiatan makhluk hidup dipengaruhi oleh sel. Umumnya sel
berukuran mikroskopis Namun ada sel yang berukuran besar yaitu telur burung onta dan sel
saraf Zerafah panjangnya lebih dari 1 meter. Perhatikan Gambar 1.5.

Sumber: Campbell, 2008. Biology dan David Sadava, 2011,


Life: The Science of Biology
Gambar 1.5. Kisaran ukuran sel

Sebagian besar sel berdiameter antara 1 sampai dengan 100 m sehingga hanya dapat dilihat
dengan menggunakan mikroskop. Perhatikan skala yang dipakai. Skala dimulai di bagian
atas dengan 10 meter dan menurun, setiap pengukuran di sisi kiri menunjukkan pengecilan
ukuran sepuluh kali.
Pengukuran:
1 centimeter (cm) = 10-2 m = 0,4 inci
1 milimeter (mm) = 10-3 m
1 mikrometer (m) = 10-3 mm = 10-6 m
1 nanometer (nm) = 10-3 m = 10-9 m

Pertemuan IV : Jaringan
1) Jaringan Hewan
Setiap jaringan terdiri atas beberapa tipe sel-sel terdiferensiasi. Misalnya sebagai berikut.
a) Epitel
Jaringan ini dibuat dari sel-sel memadat yang tersusun dalam lapisan pipih.
Jaringan ini melapisi berbagai rongga dan tabung pada tubuh, serta membentuk kulit yang
membungkus tubuh.
Fungsi jaringan epitel adalah melindungi jaringan di bawahnya terhadap kerusakan karena
gesekan mekanis, radiasi UV, dan serangan bakteri, melapisi seluruh kelenjar pencernaan
pada tubuh, tabung air dan rongga paru-paru serta menghasilkan sel-sel kelamin yang akan
dilepaskan dari tubuh.
b) Konektif/Penghubung
Jaringan konektif penunjang berfungsi memberi kekuatan, bantuan, dan perlindungan
kepada bagian-bagian lemah pada tubuh, contohnya tulang rawan.
Jaringan konektif pengikat berfungsi mengikat bagian-bagian tubuh, contohnya tendon.
Jaringan konektif berserat berfungsi untuk (1) bahan pengemas dan pengikat bagi sebagian
besar organ, dan (2) lintasan bagi pembuluh darah. Contohnya Selaput otot (fasia)
merupakan jaringan konektif berserat yang mengikat otot-otot menjadi
satu dan mengikat kulit pada struktur di bawahnya.
Jaringan hematopoietik/sumsum tulang belakang yang merupakan sumber semua sel yang
ada dalam darah. Meliputi sel-sel darah merah (untuk mengangkut gas-gas), lima (5)
macam sel darah putih (untuk antibodi), dan platelet (untuk penggumpalan darah).
c) Otot
Otot halus melapisi dinding organ berongga pada tubuh. Misalnya usus dan pembuluh
darah kontraksinya menciutkan ukuran organ-organ tubuh yang berongga.
Otot rangka, terdiri atas serat-serat panjang yang kontraksinya menimbulkan gerak pindah
(locomotion) dan juga terjadinya macam-macam gerak tubuh lainnya.
Otot jantung merupakan otot yang membentuk jantung.
d) Saraf
Saraf terdiri atas neuron, yaitu sel-sel khusus yang menghantar implus saraf elektrokimia.
Setiap neuron terdiri atas tubuh sel yang berisikan nukleus dan memiliki sambungan seperti
rambut. Sepanjang sambungan inilah berjalan impuls saraf (neurit/ akson) yang ujung-
ujung sambungan ini (dendrit) bertemu dengan neuron-neuron lain atau jaringan-jaringan
lain (misalnya otot). Perhatikan Gambar 1.6.

Sumber: Microsoft Encarta 2008. 1993-2007 Microsoft Corporation.


All rights reserved.
Gambar 1.6. (a) Jaringan Epitelial, (b) Jaringan Konektif, (c) Jaringan Saraf

2) Jaringan Tumbuhan
Jaringan tumbuhan dikelompokkan menjadi dua, yaitu jaringan meristem dan jaringan
permanen.
a) Jaringan meristem
Berdasarkan asal pembentukannya, jaringan meristem dibagi tiga, yaitu promeristem,
meristem primer, dan meristem sekunder. Menurut letaknya, jaringan meristem dibedakan
menjadi meristem apikal, interkalar, dan lateral. Sementara itu,berdasarkan sifat-sifat
dasar selnya, jaringan meristem dibagi menjadi meristem primer dan meristem sekunder.
b) Jaringan Permanen
Jaringan permanen meliputi jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan penyokong
(kolenkim dan sklerenkim), jaringan pengangkut (xilem dan floem), serta jaringan
gabus.
3) Fungsi Jaringan
Fungsi jaringan berbeda-beda sesuai letak, posisi, usia, dan pengaruh faktor luar, yaitu,
sebagai berikut.

a) Jaringan Meristem
Merupakan jaringan yang aktif membelah.
Disebut juga jaringan meristematik atau embrional.
Terdapat pada ujung akar, ujung batang, dan kambium ikatan pembuluh.
Tumbuh secara vertikal dan horizontal Jaringan Permanen/Dewasa Jaringan pelindung,
yaitu jaringan epidermis
Merupakan selapis sel pipih, tipis, dan rapat.
Terletak paling luar/tepi.
Memiliki lapisan kutikula/lilin.
Berfungsi untuk menutupi permukaan daun, bunga, buah dan akar.
Jaringan Stereon/Penguat, yaitu jaringan sklerenkim
Merupakan sel-sel yang telah mati, terdiri atas fiber/serat dan sel batu/sklereid.
Mengalami penebalan pada seluruh dinding sel oleh zat lignin/zat kayu.
Bersifat kaku/mudah patah.
Berfungsi untuk melindungi dan menguatkan bagian dalam sel.

b) Jaringan Kolenkim
Penebalan terjadi di sudut-sudut sel oleh zat selulose.
Bersifat lentur/fleksibel.
Mengandung klorofil.
Terdapat pada batang, daun, buah, dan akar.
Berfungsi untuk menguatkan tubuh tumbuhan.

c) Jaringan Parenkim
Disebut juga jaringan dasar.
Berada juga di berkas pengangkutan (BP).
Bentuknya bermacam-macam seperti, tiang/palisade, spons/ bunga karang, bintang, dan
lipatan.
Selnya tipis dan terdapat ruang antarsel (r.a.s.).
Berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan, air, udara, fotosintesis, dan transportasi.

d) Jaringan Pengangkutan
Jaringan Xylem
Disebut jaringan kayu.
Terletak di bagian paling dalam.
Memiliki trakeid yang mengalami penebalan. Berfungsi untuk mengangkut air, garam
mineral, dan unsurhara dari akar ke daun dan seluruh jaringan tubuh
Jaringan Floem
Disebut juga jaringan tapis.
Terletak di sebelah luar jaringan xilem.
Memiliki sel tapis yang bentuknya kecil dan sel tetangga.
Berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.

e) Jaringan Gabus/Periderm
Merupakan sel pengganti epidermis yang telah mati.
Mengandung zat suberin/zat gabus.
Berfungsi sebagai pelindung dan jalur transportasi air.

Pertemuan V : Organ (2 JP)


1) Kumpulan jaringan yang memiliki fungsi dan tugas sama akan membentuk organ.
2) Organ sebagai bagian dari hierarki kehidupan, memiliki mekanisme kerja yang khusus

Pertemuan VI : Sistem Organ, Organisme, dan Presentasi


Sistem organ merupakan bentuk kerja sama antarorgan untuk melakukan fungsinya. Dalam
melaksanakan kerja sama ini, setiap organ tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan organ-
organ saling bergantung dan saling mempengaruhi satu sama lain. Tanpa ada kerja sama
dengan organ lain proses dalam tubuh tidak akan terjadi. Untuk lebih detilnya, dapat dilihat
pada Tabel 1.1. mengenai sistem organ manusia.
Tabel 1.1. Bagian-bagian Sistem Organ, Organ Penyusun, dan Fungsinya
D. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Scientific Approach
2. Metode : Ceramah, Pratikum,Diskusi,
3. Model : Discovery Learning

E. Sumber Belajar
Buku IPA SMP Kelas VII Semester I. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Kurikulum
2013 Edisi revisi.

F. Media Pembelajaran
1. Media
Laptop dan LCD
2. Alat dan Bahan
Torso Rangka Manusia,hatak,daun adam hawa

G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


Pertemuan I
Kegiatan Langkah-langkah Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
Model
Pendahulua Menciptakan stimulus 1. Guru mengucapkan salam serta
n menanyakan keadaan siswa.
2. Guru menyiapkan peserta didik
untuk mengikuti kegiatan belajar.
3. Guru melakukan pengulangan
materi belajar sebelumnya.
4. Guru meminta siswa untuk
menganalisis suatu bangunan
sekolah yang terdiri atas ruang
kelas, ruang guru, ruang kepala
sekolah, dan lain-lain, peran serta
fungsi keberadaan ruang-ruang
Tersebut serta apa jadinya bila
ruang tersebut tidak tersedia.
5. Guru membimbing siswa untuk
mengajukan pertanyaan terkait
pengamatan terhadap ruang-ruang
sekolah dan fungsinya.
Kegiatan Pembahasan Tugas & 1. Guru menyampaikan informasi
Inti Identifikasi Masalah tentang kegiatan yang akan
dilakukan secara berkelompok
yaitu siswa melakukan kegiatan
mengamati pengamatan bagian
tubuh katak. Kemudian
menuliskan hasil kerjanya (sesuai
kreasi peserta didik), dan
mendiskusikan hasilnya,serta
mempresentasikannya.
Observasi 2. Guru membagi kelompok siswa,
dan guru meminta siswa untuk
bekerjasama dalam kelompoknya
Pengumpulan data & 3. Diskusi kelompok dilakukan untuk
Pengolahan data mengenalkan bahwa makhluk
hidup tersusun dari bagian-bagian.
Penutup Verifikasi 1. Siswa memberikan hasil kegaiatan
pembelajaran
2. Guru memberikkan penghargaan
kepada kelompok
Generalisasi 3. Siswa menjawab pertanyaan dari
guru
4. Guru meminta siswa melakukan
refleksi tentang apa yang
dipelajari dan manfaatnya

Pertemuan II & III


Kegiatan Langkah-langkah Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
Model
Pendahulua Menciptakan stimulus 1. Guru mengucapkan salam serta
n menanyakan keadaan siswa.
2. Guru menyiapkan peserta didik
untuk mengikuti kegiatan belajar.
3. Guru melakukan pengulangan
materi belajar sebelumnya.
4. Guru mempersiapkan praktikum
kegiatan mengamati sel tumbuhan
dengan mikroskop dan praktikum
kegiatan membandingkan sel
hewan dengan sel tumbuhan
Kegiatan Pembahasan Tugas & 1. Guru memberikan penjelasan
Inti Identifikasi Masalah konsep
Observasi 2. Secara berkelompok peserta didik
diminta untuk menganalisis data
pengamatan.
3. Siswa mendeskripsikan konsep sel
4. Siswa mempresentasikan
temuannya
5. Peserta didik membuat preparat
dari daun Rhoeo discolor dengan
bimbingan guru
6. Peserta didik mengambil sel epitel
pipi manusia (siswa sendiri)
dengan bimbingan guru.
7. Peserta didik mengamati sel dari
daun Rhoeo discolor dan sel epitel
mulut menggunakan mikroskop.
Pengumpulan data dan 8. Peserta didik menggunakan data
analisis hasil pengamatan, menganalisis,
dan menyimpulkannya.
Verifikasi 9. Peserta didik membandingkan sel
tumbuhan dan sel hewan.
Generalisasi 10. Peserta didik mempresentasikan
hasil pengamatan dan diskusinya.
Penutup 1. Melakukan refleksi serta
penugasan mandiri melalui
penugasan mandiri pada Kegiatan
1.4 Berpikir kritis.

Pertemuan IV
Kegiatan Langkah-langkah Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
Model
Pendahulua Menciptakan stimulus 1. Guru mengucapkan salam serta
n menanyakan keadaan siswa.
2. Guru menyiapkan peserta didik
untuk mengikuti kegiatan belajar.
3. Guru melakukan pengulangan
materi belajar sebelumnya.
4. Guru meminta siswa untuk
memperoleh perhatian dan
memotivasi peserta didik
tunjukkanlah gambar jaringan dan
organ (daun dan bagian-
bagiannya), kemudian mintalah
peserta didik menyampaikan
idenya tentang Apa yang dilihat?
5. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran.
6. Mempersiapkan praktikum pada
Kegiatan 1.2 Mengamati Sel
Tumbuhan dengan Mikroskop .
Kegiatan Identifikasi Masalah 1. Guru menyampaikan informasi
Inti dan Pembahasan tentang kegiatan yang akan
dilakukan secara berkelompok
yaitu siswa melakukan kegiatan
mengamati secara cermat gambar
jaringan dan organ (daun dan
bagian-bagiannya).
Observasi 2. Guru membagi kelompok siswa,
dan guru meminta siswa untuk
Pengumpulan data, bekerjasama dalam kelompoknya.
Pengolahan data & 3. Hasil pengamatan didiskusikan
Analisis dan peserta didik membuat
kesimpulan.
4. Peserta didik membuat kesimpulan
tentang konsep jaringan,kemudian
mempresentasikan hasilnya di
Verifiikasi depan kelas.
5. Peserta didik melakukan Kegiatan
Generalisasi 1.6 Mengamati Jaringan .
Kemudian menuliskan hasil
kerjanya (sesuai kreasi peserta
didik), dan mendiskusikan hasilny

Penutup 1. Guru melakukan review bersama


siswa dengan menjawab beberapa
pertanyaan.

Pertemuan V
Kegiatan Langkah-langkah Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
Model
Pendahulua Menciptakan stimulus 1. Guru mengucapkan salam serta
n menanyakan keadaan siswa.
2. Guru menyiapkan peserta didik
untuk mengikuti kegiatan belajar.
3. Guru menunjukkan organ tubuh
manusia yang diambil dari torso
manusia.
4. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran.
5. Kemudian diskusikan apakah ini
organ atau bukan dan apa nama
serta fungsinya.
Kegiatan Pembahasan Tugas & 1. Secara berkelompok, peserta didik
Inti Identifikasi Masalah melakukan Kegiatan 1.7 Organ
apa saja yang terdapat pada
tumbuhan? dan dapat
dikembangkan dengan mengamati
secara cermat tumbuhan pacar air,
sayatan melintang akar, batang,
dan daunnya dengan mikroskop.
Observasi 2. Guru meminta siswa untuk
Verifikasi mendiskusikan hasilnya
Generalisasi 3. peserta didik menyimpulkan hasil
diskusi dan mempresentasikan
hasil diskusi.
Penutup 1. Guru bersama siswa melakukan
refleksi serta penugasan mandiri

Pertemuan VI
Kegiatan Langkah-langkah Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
Model
Pendahulua Menciptakan stimulus 1. Guru mengucapkan salam serta
n menanyakan keadaan siswa.
2. Guru menyiapkan peserta didik
untuk mengikuti kegiatan belajar.
3. Guru melakukan pengulangan
materi belajar sebelumnya.
Pembahasan Tugas & 4. Guru menunjukkan gambar
Identifikasi Masalah berbagai macam sistem organ
yang menyusun tubuh manusia.

Kegiatan Observasi 1. Secara berkelompok, peserta didik


Inti Pengumpulan data melakukan kegiatan Keterkaitan
Pengolahan data & antara organ dan sistem organ.
Analisis Data 2. Diskusikan hasilnya
Verifikasi 3. Peserta didik menyimpulkan hasil
Generalisasi diskusi.
4. Peserta didik melakukan
presentasi hasil kerja projek.
Penutup 1. Guru bersama siswa melakukan
refleksi serta penugasan mandiri
melalui kegiatan penerapan
konsep dan pemecahan masalah
LEMBAR KERJA SISWA I

Mengamati Bagian Tubuh Katak


Apa yang diperlukan dalam pengamatan ini?
1. Katak (Rana sp), kloroform, dan alkohol 70% atau formalin 4%.
2. Baki bedah untuk tempat membedah katak.
3. Pisau bedah dan gunting untuk membedah katak.
4. Jarum pentul untuk menusuk tangan dan kaki katak.
5. Pinset atau penjepit untuk membantu pembedahan, yakni menjepit organ-organ bagian
dalam katak.

LEMBAR KERJA SISWA II


Mengamati Sel Tumbuhan dengan Mikroskop
Apa yang diperlukan dalam pengamatan ini?
1. Daun tanaman Rhoeo discolor, ada yang menyebut Adam Hawa, daun sosongkokan, atau
nanas kerang seperti Gambar 1.4. di bawah ini

2. Mikroskop lengkap dengan gelas objek (object glass) dan kaca penutup
3. Silet
4. Pinset/jarum
5. Cawan petri
6. Pipet tetes
7. Sedikit air

LEMBAR KERJA SISWA III


Membandingkan Sel Hewan dengan Sel Tumbuhan
Apa yang diperlukan?
1. Bawang merah
2. Epitel pipi manusia
3. Pipet tetes
4. Mikroskop
5. Pisau atau silet
6. Gelas objek
7. Kaca penutup
8. Air
9. Sendok es krim/batang cotton bud.
Apa yang harus dilakukan?
Bagian A: Pengamatan sel bawang merah.
1. Kupas bagian luar bawang merah dan potong umbi lapis bawang merah secara membujur
menjadi dua belahan.
2. Angkat salah satu lapisan tipis dari kulit luar umbi tersebut. Minta bantuan guru jika kamu
mengalami kesulitan
3. Letakkan lapisan tipis tersebut di atas gelas objek! Kemudian, tetesi dengan setetes air.
4. Tutup dengan kaca penutup secara perlahan agar tidak muncul gelembung.
5. Amati di bawah mikroskop.
6. Gambarkan hasil pengamatanmu pada buku tugasmu dengan membuat tabel pengamatan
(Tabel 1.1). Tentukan bagian-bagian membran sel, dinding sel, sitoplasma, inti sel, dan
vakuola.
Bagian B: Pengamatan sel epitel mulut manusia.
1. Bukalah mulutmu. Oleskan ujung batang korek api ke pipimu sebelahdalam. Berhati-
hatilah, jangan sampai tertusuk batang kayu tersebut. Letakkan pada gelas objek yang telah
diberi setetes air, kemudian tutup dengan kaca penutup. Amati di bawah mikroskop.
2. Gambar hasil pengamatanmu pada tempat yang telah disediakan. Tentukan bagian
membran sel, sitoplasma, dan inti sel.
Tabel 1.1. Pengamatan Sel

Tuliskan perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan berdasarkan hasil pengamatanmu.

Tabel 1.2 Perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan


LEMBAR KEGIATAN SISWA IV
Kegiatan 1.4
Kamu telah mempelajari tentang sel sebagai unit fungsional terkecil yang menyusun makhluk
hidup. Untuk mempelajarinya, kita membutuhkan alat bantu seperti mikroskop.
Mengapa sebagian besar sel berukuran kecil? Coba jelaskan. (Untuk dapat menjawabnya,
perhatikan Gambar 1.6 berikut.

LEMBAR KERJA SISWA V


Kegiatan 1.5 Tugas Projek
Membuat Model Sel
1. Bentuklah satu kelompok yang beranggotakan 5 orang, pilihlah salah satu projek yang
akan kamu kerjakan. Membuat model sel hewan atau membuat model sel tumbuhan. Seperti
contoh pada Gambar 1.7.
2. Buatlah model sel yang kamu pilih untuk dikumpulkan sebagai nilai hasil tugasmu.
3. Bekerjalah dengan kelompokmu dalam memilih bahan yang akan digunakan untuk
membuat model yang sesuai dengan pilihanmu (tumbuhan/hewan)!
Apa yang diperlukan?
1. Gabus, tanah liat, atau lilin plastisin.
2. Lem, gunting atau pisau kecil, dan spidol warna (pisau kecil dan cat warna untuk
membedakan bagian-bagian sel).
Peringatan: Hati-hati dalam menggunakan gunting dan pisau.
Apa yang akan dikerjakan?
1. Bentuk gabus/tanah liat/lilin plastisin menjadi bentuk model sel hewan atau tumbuhan
sesuai pilihan kelompok. Perlu diingat, jangan lupa membuat organelnya.
2. Buatlah model sel tersebut lengkap dengan organel yang ada. Beri warna yang berbeda
untuk setiap organel yang berbeda dengan spidol warna/cat warna.
3. Berilah nomor atau nama tiap organel tersebut.
4. Langkah nomor 1 - 3 dapat

LEMBAR KERJA SISWA VI


Kegiatan 1.6 Mengamati Jaringan
Apakah jaringan tersusun atas sel-sel yang memiliki ciri yang sama? Apa yang diperlukan?
1. Daun
2. Mikroskop
3. Gelas objek dan kaca penutup
4. Silet
5. Pewarna metilen biru
6. Pipet tetes
Apa yang harus dilakukan?
1. Jaringan tumbuhan
a. Sayatlah daun atau batang tumbuhan dengan membujur atau melintang setipis mungkin.
b. Letakkan di atas gelas objek dan tetes dengan pewarna metilen biru. Kemudian, tutuplah
dengan kaca penutup.
c. Amati di bawah mikroskop. Gambarlah jaringan tumbuhannya pada buku tugasmu.
d. Identifikasilah bagian-bagian jaringan tersebut.
Tabel 1.3 Jaringan tumbuhan

2. Jaringan hewan
a. Siapkan preparat awetan hewan (sel otot polos) yang ada di sekolahmu.
b. Amatilah di bawah mikroskop. Gambarlah jaringan-jaringan hewan tersebut.

Tabel 1.4 Jaringan hewan

Analisislah hasil pengamatanmu dan jawablah pertanyaan berikut.


1. Bagaimana struktur jaringan tumbuhan? Identifikasilah.
2. Bagaimana struktur jaringan hewan? Identifikasilah.
3. Bandingkan struktur jaringan hewan dan tumbuhan tersebut.
Apakah persamaan dan perbedaannya?
Lakukan hal-hal berikut untuk mengevaluasi hasil pengamatanmu.
1. Buat kesimpulan dari hasil pengamatanmu.
2. Kumpulkan hasil pengamatanmu kepada gurumu. Mintalah pendapatnya.

LEMBAR KERJA SISWA VII


Kegiatan 1.7 Organ yang terdapat pada tumbuhan
Apa yang diperlukan?
1. Tanaman pacar air yang masih memiliki akar dan daun yang telah direndam batang dan
akarnya dengan larutan pewarna merah selama 2 x 24 jam
2. Pisau kecil dan gunting
3. Kertas label
4. Alat tulis
Apa yang harus dilakukan?
1. Amati keseluruhan tanaman pacar air tersebut.
2. Identifikasilah bagian-bagian tanaman tersebut (akar, batang, dan daun). Beri label pada
setiap bagiannya untuk mempermudah pengamatanmu. Tuliskan fungsinya
3. Gunakan gunting atau silet untuk memotong organ-organ tumbuhan tersebut. Berhati-
hatilah saat memotong.
Peringatan: Berhati-hatilah dalam menggunakan gunting atau silet.
Cucilah gunting dan silet tersebut setelah selesai digunakan.
Tabel 1.5 Organ tumbuhan pacar air
LEMBAR KERJA SISWA VIII
Kegiatan 1.8 Bagian-Bagian Tubuh
Kamu telah mempelajari bahwa makhluk hidup tersusun atas unit terkecil yang disebut sel.
Sel berkumpul membentuk jaringan dan jaringan akan menyusun organ. Sekarang, tentukan
bagian tubuh manusia yang termasuk sel, jaringan, atau organ dengan memberi tanda centang
() pada kolom sel, jaringan, atau organ pada Tabel 1.6 berikut.

Tabel 1.6 Bagian-bagian tubuh

LEMBAR KERJA SISWA IX


Kegiatan 1.9 Sistem Organ dan Organisme
Sebutkan organ-organ yang dapat ditemukan pada tubuh manusia dan telusuri fungsi masing-
masing organ tersebut. Jawablah pertanyaan tersebut melalui percobaan berikut.
Apa yang diperlukan?
- Torso/model manusia
Lakukan langkah-langkah berikut ini.
1. Perhatikan torso/model tubuh manusia yang ada di sekolahmu.
2. Identifikasilah organ-organ yang menyusun torso tersebut. Kemudian tentukan cara
menyusun sistem organ-organ tersebut.
3. Catatlah hasil pengamatanmu dalam Tabel 1.7 berikut ini.
Tabel 1.7 Organ dan sistem organ

LEMBAR KERJA SISWA X


Kegiatan 1.10 Bagian-bagian Tubuh
Sistem organ merupakan bentuk kerja sama antarorgan untuk melakukan fungsinya. Dalam
melaksanakan kerja sama ini, setiap organ tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan organ-
organ saling bergantung dan saling memengaruhi satu sama lainnya. Tanpa ada kerja sama
dengan organ lain, maka proses dalam tubuh tidak akan terjadi. Sistem organ manusia lebih
detil dapat dilihat pada Tabel 1.8. Sistem organ, organ, dan fungsi yang masih belum terisi
silahkan kamu cari sendiri dari berbagai referensi.
Pelajari sistem organ manusia yang terdapat pada Tabel 1.8. Kemudian tuliskan nama
masing-masing organ tersebut pada gambar yang tersedia.
Tabel 1.8 Sistem Organ Manusia
LEMBAR KERJA SISWA XI
Kegiatan 1.11 Mengamati Organisme
Apa yang perlu disiapkan dalam eksplorasi ini?
1. Sampel air yang menggenang beserta serasahnya dan tumbuhan air yang dibiarkan
beberapa hari (dapat diambil dari air selokan yang terdapat di sekitar sekolah, rumah, atau
persawahan).
Cucilah kedua tanganmu dengan sabun setelah melakukan kegiatan ini.
2. Mikroskop.
3. Gelas objek dan kaca penutup.
4. Pipet tetes.
Apa yang harus dilakukan?
1. Ambil sedikit air genangan dengan menggunakan pipet tetes.
2. Teteskan satu tetes pada gelas objek dan tutup dengan kaca penutup. Tutuplah gelas objek
secara perlahan dan hati-hati.
3. Amati preparat tersebut dengan mikroskop.
4. Gambarlah organisme atau bagian organisme yang tampak pada mikroskop di buku
tugasmu.
Analisislah hasil pengamatanmu dengan menjawab pertanyaan berikut.
1. Termasuk organisme atau bagian tubuh organisme apa yang kamu
lihat?
2. Tuliskan kesimpulan yang didapat dari kegiatan ini di buku tugasmu. Kemudian laporkan
hasil pengamatan pada gurumu.
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar.
1. Perhatikan gambar sel di bawah ini. Identifikasilah bagian-bagiannya.

2. Apa yang terjadi dengan sistem organ tertentu, jika salah satu organ penyusunnya
mengalami kerusakan? Dapatkah sistem organ tersebut berfungsi dengan baik?
a. Bagian sel manakah yang menjadi penentu sel tersebut menjadi sel hidup atau sel mati?
b. Apa yang terjadi apabila organ yang ditunjuk dengan huruf (I) pada Gambar 1.21 tidak
berfungsi dengan baik?
c. Bagian manakah yang disebut dinding sel? Mengapa sel ini memiliki dinding sel? Jelaskan.
3. Perhatikan gambar sistem pencernaan di bawah ini. Sebutkan bagian-bagian yang diberi
tanda dengan huruf a sampai dengan r.

4. Mengapa mikroskop merupakan sesuatu yang sangat berguna untuk mempelajari sel?
Jelaskan.
Mengetahui Banjarmasin, Januari 2017
Kepala SMPN .. Banjarmasin Guru Mata Pelajaran

.
Matode