Anda di halaman 1dari 5

Mengapa kita butuh statistik ?

Di dunia tidak ada yang pasti.


Ada error/kesalahan, adanya variasi/fluktuasi.
Butuh sample, generate populasi.
Ada Dugaan/Estimasi.
Membutuhkan Pengujian hipotesa dalam eksperimen.
Ingin mengetahui pola hubungan.
Ingin mengetahui studi kelayaakan.
Ingin mengetahui yang akan datang.
Ingin mengambil kelompok informasi.
Sebagai Pengambilan Keputusan dlm menentukan kebijaksanaan.
Ingin mengidentifikasi pola atau bentuk tertentu.
Menganalisa Standart Kwalitas Produksi, kompetensi?
Dll.

Kegunaan Statistika

1. Membasmi Miskonsepsi (Salah Konsep)


Miskonsepsi adalah pemahaman konsep yang tidak sesuai dengan pengertian ilmiah.
Belakangan ini telah banyak terjadi miskonsepsi yang beredar dan dipercayai di masyarakat,
tanpa melihat secara ilmiah atau tanpa memperhatikan data yang teah ada. Jadi dengan
Statistika kita dapat memperoleh data yang diolah dan sesuai dengan yang terjadi.
2. Membuat rencana dan ramalan
Rencana dn ramalan merupakan dua hal yang diperlukan dalam pelaksanaan sesuatu,
sehingga dapat diperoleh hasil yang baik dan berkualitas. Oleh karena itu, rencana dan
ramalan harus baik pula. Dengan statistik, rencana dan ramalan dapat dibuat sebaik mungkin.
Misalnya, rencana pembuatan perumahan untuk lima tahun mendatang dari suatu
pemerintahan kota, yang dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti jumlah penduduk dan
tingkat pendapatan masyarakat.
3. Prediksi Penyakit (Predicting Disease)
Pada musim tertentu, penyakit akan datang dan untuk mempersiapkan diri baik dari
pencegahan dan pengobatan sehingga kualitas hidup menjadi lebih baik digunakanlah
statistika dalam memprediksi kemungkinan penyakit yang paling sering bereda pada musim
tertentu.
4. Penelitian Medis (Medical Studies)
Ilmuwan harus menunjukkan Statistik yang valid dari tingkat efektivitas sebelum setiap
obat bisa diresepkan. Terlihat bahwa Statistika berada di belakang setiap penelitian medis
yang Anda dengar
5. Kampanye Politik (Political Campaigns)
Setiap kali ada pemilihan umum, banyak ditampilkan perhitungan cepat (Quick Count)
ketika mereka mencoba untuk memprediksi siapa pemenang dalam pemilu tersebut. Quick
count ini merupakan proses sampling ilmiah yang menggunakan teknik/ilmu statistika dalam
proses pengambilan sampelnya.

6. Pasar Saham (Stock Market)


Analis saham juga menggunakan model komputer Statistika untuk memperkirakan apa
yang terjadi dalam perekonomian. Hal ini terkait dengan Finansial & Ekonometrika.
7. Pengujian Kualitas (Quality Testing)
Perusahaan menggunakan Statistika untuk menguji hanya beberapa item (sampel) yang
mereka buat. Jika sampel melewati pengujian kualitas, maka perusahaan mengasumsikan
bahwa semua item yang dibuat dalam kelompok memiliki kualitas yang baik. Hal ini terkait
dengan Quality Control & Quality Assurance
8. Barang Konsumsi (Consumer Goods)
Super Market atau pengecer terkemuka di seluruh dunia, terus menjaga produk yang
mereka jual dan menggunakan Statistika untuk men-manage kebutuhan toko. Hal ini terkait
dengan Riset Marketing yang berusaha untuk mengetahui informasi mengenai Target Market.
9. Asuransi (Insurance)
Asuransi merupakan bagian dari disiplin ilmu Aktuaria. Aktuaria sendiri memiliki
spesialis seperti klaim rasio, rancang produk, penetapan loading, monthly report, dll.
Statistika banyak berperan dalam klaim rasio dan rancang produk..

10. Mengatasi berbagai perubahan


Perubahan-perubahan yang terjadi dalam suatu pengambilan keputusan tidak mungkin
dapat diabaikan, dengan statistik, perubahan-perubahan yang mungkin terjadi dapat
diantisipasi sedini mungkin.

Pengertian statistika
Menurut kbbi, Statistika: ilmu tentang cara mengumpulkan, menabulasi, menggolong-
golongkan, menganalisis, dan mencari keterangan yang berarti dari data yang berupa angka.
Statistika adalah ilmu tentang cara mengumpulkan, menyusun , mengolah, menganalisis, dan
menyajikan data.
Statistik adalah Ringkasan data atau kumpulan data dalam bentuk nilai yang merupakan hasil
dari statistika.

Data
Data adalah gambaran, ciri-ciri suatu hal yang diperoleh denan alat tertentu.
Data adalah catatan atas kumpilan fakta, Data merupakan bentuk jamak dari datum
(Wikipedia)

Sumber Data dan Hirarki Data


Menurut Yakub (2012:6), Sumber data dapat diperoleh dari berbagai sumber untuk
memperolehnya. Sumber data diklasifikasikan sebagai sumber data internal, sumber data
personal, dan sumber data eksternal.
Data Internal sumbernya adalah orang, produk, layanan, dan proses. Data internal umumnya
disimpan dalam basis data perusahaan dan biasanya dapat diakses.Data Personal, sumber data
personal bukan hanya berupa fakta, tetapi dapat juga mencakup konsep, pemikiran dan opini.
Data Eksternal, sumber data ekternal dimulai dari basis data komersial hingga sensor dan
satelit. Data ini tersedia di compact disk, flashdiskatau media lainnya dalam bentuk film,
suara gambar, atlas, dan televisi.
Menurut Yakub (2012:6), Hirarki data dapat diorganisasikan menjadi beberapa level,
antara lain sebagai berikut:
Elemen Data adalah satuan data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang
bermakna. Istilah lain dari elemen data dalam basis data telasional adalah field, kolom, item,
dan atribut. Record adalah gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait. Istilah lain
dari rekaman dalam basis data relasional adalah baris atau tupel. File adalah kumpulan record
sejenis yang mempunyai panjang atribut sama, namun berbeda isinya. Istilah lain dari file
dalam basis data relasional adalah berkas, tabel, dan relasi.

1. Jenis, macam dan klasifikasi data


A. Jenis Data Menurut Cara Memperolehnya
1. Data Primer
Data primer adalah secara langsung diambil dari objek / objek penelitian oleh peneliti
perorangan maupun organisasi.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian.
Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan
berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial.

B. Macam-Macam Data Berdasarkan Sumber Data


1. Data Internal
Data internal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu
organisasi secara internal. Misal : data keuangan, data pegawai, data produksi, dsb.
2. Data Eksternal
Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luar
organisasi. Contohnya adalah data jumlah penggunaan suatu produk pada konsumen, tingkat
preferensi pelanggan, persebaran penduduk, dan lain sebagainya.

C. Klasifikasi Data Berdasarkan Jenis Datanya


1. Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka.
2. Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung
makna. Contohnya seperti persepsi konsumen terhadap botol air minum dalam kemasan,
anggapan para ahli terhadap psikopat dan lain-lain.

2. Pembagian Data Menurut Sifatnya


Menurut sifatnya data dibagi atas data kualitatif dan kuantitatif.
a. Data kualitatif
Data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk bilangan.
Warna, jenis kelamin, status perkawinan. (merah, pria, kawin)
b. Data kuantitatif
Data Kuantiatif adalah data yang berbentuk bilangan:
Contoh : Tinggi, umur, jenis. (170 cm, 41 tahun, 70 buah)
3. Pembagian Data Menurut Waktu Pengumpulannya
Menurut waktu pengumpulannya, data dibagi atas data berkala dan data cross section.
a. Data Berkala
Data berkala adalah data yang terkumpul dari waktu ke waktu untuk memberikan
gambaran perkembangan suatu kegiatan.
b. Data cross section.
Data cross section adalah data yang terkumpul pada suatu waktu tertentu untuk
memberikan gambaran perkembangan keadaan atau kegiatan pada waktu itu.

4. Pembagian Data Menurut Sumber Pengambilannya


Menurut sumber pengambilannya, data dibedakan atas dua, yaitu data primer dan data
sekunder.
a. Data primer
Data Primer dalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan
penelitian atau yang bersangkutan yang memerlukannya.
b. Data sekunder
Data Sekunder Adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan dari sumber-sumber yang
telah
ada

Berdasarkan tujuan atau tahap analisis, statistika dibedakan menjadi


1. Statistika Deskriptif
Statistika deskriptif adalah statistika yang dalam analisisnya bertujuan untuk
memperoleh gambaran (deskripsi) tentang data yang dianalisis. Jika data yang dianalisis
merupakan sampel dari suatu populasi, maka statistika deskriptif akan menghasilkan ukuran-
ukuran sample (statistik), sedangkan jika data yang dianalisis berasal dari populasi, maka
statistika deskriptif akan menghasilkan ukuran populasi (parameter).
2. Statistika Inferensia
Statistika inferensia adalah statistika yang berkenaan dengan cara penarikan
kesimpulanberdasarkan data yang diperoleh dari sampel untuk menggambarkan karakteristik
atau ciri populasi. Dari gambaran diatas, dalam statistika inferensia dilakukan suatu
generalisasi atau memperumum dari hal-hal yang bersifat khusus, sehingga terkadang
statistika inferensia sering juga disebut dengan statistika induktif atau statistika penarikan
kesimpulan. Pada statistika inferensia, biasanya dilakukan pengujian hipotesis dan pendugaan
karakteristik populasi, seperti misalnya nilai rata-rata dan standar deviasi.
Berdasarkan orientasi pembahasannya.
1. Statistika Matematik (mathematical statistic)
Statistika matematik atau lebih dikenal dengan statistika teoritis yang lebih
berorientasi pada pemahaman model dan teknik-teknik statistika secara matematis-teoriti.
3. Statistika Terapan (applied statistic)
Statistika terapan lebih menekankan pembahasannya pada pemahaman intuitif atas
konsep dan teknik-teknik statistika serta penggunaannya pada berbagai bidang ilmu.