Anda di halaman 1dari 17

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Protein merupakan salah satu unsur makro yang terdapat pada bahan

pangan selain lemak dan kolestrol. Protein merupakan sumber asam amino

yang mengandung unsur-unsur C, H, O dan N dalam ikatan kimia. Berperan

dalam pertumbuhan sel, pengganti sel yang rusak dan sebagai bahan bakar

dalam tubuh manusia. Protein juga berperan dalam mengatur proses dalam

tubuh dengan menggunakan zat-zat pengatur.

Semua protein di dalam mahkluk hidup, tanpa memandang fungsi dan

aktivitas biologisnya, dibangun oleh susunan dasar yang sama yaitu asam

amino baku. Asam amino merupakan senyawa organik yang merupakan satuan

penyusun protein yang mempunyai gugus amino dan karboksilat. Oleh karena

itu, asam amino mempunyai sifat-sifat asam maupun basa. Asam amino

bersifat tidak seperti senyawa-senyawa organik, tetapi mirip dengan garam-

garam organik.

Terdapat 20 macam asam amino yang terdapat dalam molekul protein

yaitu alanine, arginine, asparagine, asam aspartate, asam glutamate, fenilalanin,

glutamine, histidine, glisin, leusin, isoleusin, lisin, metionin, prolin, sistein,

serin, tirosin, treonin, triptofan dan valin. Asam amino satu dengan yang

lainnya terikat oleh ikatan peptida. Identifikasi asam-asam amino dapat

dilakukan dengan melakukan uji ninhidrin, uji asam amino yang mengandung

sulfur (S) dan uji asam amino yang mengandung inti benzena. Berdasarkan
uraian tersebut, maka perlu dilakukan praktikum Identifikasi asam-asam

amino.

B. Rumusan masalah

Rumusan masalah pada praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana cara mengidentifikasi asam-asam amino?


2. Bagaimana identifikasi asam-asam amino dengan uji ninhidrin, uji asam

amino yang mengandung sulfur dan uji asam amino mengandung inti

benzena ?
C. Tujuan praktikum

Tujuan yang ingin dicapai pada praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui cara mengidentifikasi asam-asam amino.


2. Untuk mengetahui hasil uji ninhidrin, uji asam amino yang mengandung

sulfur dan uji asam amino mengandung inti benzena.


D. Manfaat praktikum

Manfaat yang ingin diperoleh pada praktikum ini adalah sebagai

berikut:

1. Dapat mengetahui cara mengidentifikasi asam-asam amino.


2. Dapat mengetahui hasil uji ninhidrin, uji asam amino yang mengandung

sulfur dan uji asam amino mengandung inti benzena.

II. TINJAUAN PUSTAKA


A. Protein

Protein merupakan komponen utama dalam semua sel hidup yang

tersusun atas unit unit molekul kecil penyusun yaitu asam amino dirangkai satu

sama lain dengan ikatan peptida dan berfungsi sebagai unsur pembentuk

struktur sel dan penghasil energi. Protein adalah sumber asam-asam amino

yang mengandung unsurunsur C, H, O dan N serta mengandung fosfor dan

belerang (Winarno, 1995). Asam amino diperlukan oleh makhluk hidup sebagai

penyusun protein atau sebagai kerangka molekul-molekul penting (Purnomo,

dkk., 2012).

Protein merupakan zat makanan yang penting bagi tubuh, karena

di samping sebagai sumber energi, juga merupakan zat pembangun dan

pengatur dalam tubuh1 sehingga teknik biokimia untuk menentuan

urutan dan komposisi asam amino dalam makanan yang banyak mengandung

protein merupakan teknik yang perlu dikembangkan lebih lanjut.

Kebutuhan protein tubuh sekitar 1 g protein/kg berat badan per

hari. bila dua jenis protein yang memiliki asam amino essensial pembatas

yang berbeda dikonsumsi bersama-sama, maka kekurangan asam amino

dari satu protein dapat ditutupi oleh asam amino sejenis yang berlebihan

pada protein yang lain, sehingga protein tersebut saling mendukung,

karenanya perlu sekali pengetahuan mengenai gizi dan susunan asam

amino makanan (Prabawati, 2005).

B. Asam Amino
Asam amino sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Asam amino

berfungsi memperbaiki jaringan yang rusak setelah luka, melindungi hati

dari berbagai zat toksik, menurunkan tekanan darah, mengatur metabolisme

kolesterol, mendorong sekresi hormon pertumbuhan dan mengurangi kadar

amonia di dalam darah. Asam amino merupakan komponen utama penyusun

protein dan dibagi dalam dua komponen yaitu asam amino esensial dan asam

amino non esensial. Asam amino esensial tidak dapat diproduksi dalam tubuh

sehingga harus ditambahkan dalam bentuk asupan makanan, sedangkan asam

amino non esensial dapat diproduksi dalam tubuh (Mandila, dkk., 2013).

Asam amino merupakan komponen utama penyusun protein, dan

dibagi dalam dua kelompok yaitu asam amino esensial dan non-esensial.

Asam amino esensial tidak dapat diproduksi dalam tubuh sehingga sering

harus ditambahkan dalam bentuk makanan, sedangkan asam amino non-

esensial dapat diproduksi dalam tubuh. Asam amino umumnya berbentuk

serbuk dan mudah larut dalam air, namun tidak larut dalam pelarut organik

non polar (Sitompul dalam Suharsono 1970, 2004).

Protein tersusun atas asam-asam amino yang terhubung membentuk

sekuens linear melalui ikatan peptida antara gugus amino dari salah satu asam

amino dengan gugus karboksil dari asam amino sebelumnya. semua asam

amino yang ditemukan di dalam protein merupakan asam amino , dalam hal

ini, gugus amino dan gugus karboksil keduanya terikat pada atom karbon

yang sama. Asam amino adalah senyawa amfoterik, dalam hal ini, asam
mengandung gugus basa. Oleh karena itu, asam mampu membawa muatan

listrik netto, yang bergantung pada sifat larutannya (Kuchel, dkk., 2002).
III. METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan tempat


Praktikum ini dilaksanakan pada hari Senin, 28 November 2016 pukul

14.15-16.00 WITA. Bertempat di Laboratorium Un it Genetika, Jurusan

Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu

Oleo, Kendari.
B. Bahan Praktikum

Bahan yang digunakan pada praktikum ini tercantum pada Tabel 1.

Tabel 1. Bahan dan kegunaan.


No. Bahan Satuan Kegunaan
1. Albumin mL Sebagai bahan pengamatan
2. Susu Dancow gram Sebagai bahan pengamatan
3. Larutan ninhidrin mL Sebagai larutan penguji
4. Pb asetat mL Sebagai larutan penguji
5. NaOH mL Sebagai larutan penguji
6. HNO3 pekat mL Sebagai larutan penguji
7. NH4OH mL Sebagai larutan penguji

C. Alat Praktikum

Alat yang digunakan pada praktikum ini tercantum pada Tabel 2.


Tabel 2. Alat dan kegunaan.
No Bahan Jumlah Kegunaan
.
1 2 3 4
1. Gelas kimia 1 Untuk wadah larutan saat
dipanaskan
2. Kompor gas 1 Untuk memanaskan larutan
3. Pipet ukur 1 Untuk mengambil larutan dengan
volume tertuntu
4. Tabung reaksi 9 Untuk menyimpan larutan
5. Rak tabung reaksi 1 Untuk menyimpan tabung reaksi
6. Pipet tetes 3 Untuk mengambil larutan
7 Cawan petri 2 Untuk menyimpan albumin dan
1 2 3 4
Yolk
8. Periuk 1 Untuk mema%naskan larutan
9. Kamera 1 Untuk mengambil gambar
10. Alat tulis Untuk menulis hasil pengamatan

C. Prosedur kerja
Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum ini adalah:

1. Uji asam amino yang mengandung sulfur

Larutan susu 1 mL
Larutan albumin 1 mL
- Ditambahkan 1 mL NaOH 40 %
- Dipanaskan 2-3 menit
- Ditambahkan 2-3 tetes Pb asetat
- Diamati perubahan warna

Hasil Pengamatan

2. Uji asam amino yang mengandung inti benzena

Larutan susu 3 mL
Larutan albumin 3 mL
- Ditambahkan 1 mL HNO3 pekat
- Dipanaskan sampai warna larutan
menjadi kuning
- Didinginkan

Hasil Pengamatan

3. Uji ninhidrin
Larutan susu 3 mL

- Ditambahkan 0,5 mL
larutan ninhidrin 1%
- Dipanaskan hingga
mendidih
- Diamati perubahan warna

Hasil Pengamata

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan pada praktikum ini dapat di lihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Hasil pengamatan


No Nama Hasil Pengamatan
Inti benzena Ninhidrin Sulfur
. Bahan
1 2 3 4 5
1 Susu 3%

Positif (+) ositif

2 Albumin ositif

10%

Neg

Positif Positif
3 Albumin

20%

P Posit P

ositif (+) if (+) ositif (+)

B. Pembahasan

Asam amino merupakan suatu golongan senyawa karbon yang

mengandung gugus karboksil (-COOH) dan gugus asam amino (-NH2). Asam

amino yang terbentuk sebagai hasil hidrolisis protein adalah asam amino

karena gugus amino terletak pada atom karbon yang bersebelahan dengan

gugus karboksil.

Gugus karboksil pada asam amino bersifat asam, sedangkan NH2

adalah gugus yang bersifat basa. Jika direaksikan dengan asam maka asam

amino akan menjadi suatu kation, sebaliknya jika direaksikan dengan basa

maka asam amino menjadi anion. Asam amino dibagi dalam dua komponen
yaitu asam amino esensial dan asam amino non esensial. Asam amino esensial

tidak dapat diproduksi dalam tubuh sehingga sering harus ditambahkan dalam

bentuk makanan, sedangkan asam amino non esensial dapat diproduksi dalam

tubuh. Asam amino umumnya berbentuk serbuk dan mudah larut dalam air,

namun tidak larut dalam pelarut organik non polar.

Percobaan identifikasi asam-asam amino bertujuan untuk mengetahui

cara mengindentifikasi asam-asam amino. Identifikasi yang dilakukan pada

percobaan ini menggunakan sampel berupa albumin dari telur ayam kampung.

dalam praktikum ini, ada dua uji yang digunakan yaitu uji ninhidrin dan uji

asam amino yang mengandung sulfur (S). Uji ninhidrin merupakan uji reaksi

yang berguna untuk mendeteksi asam amino dan menetapkan konsentrasinya

dalam larutan. Ninhidrin merupakan hidrat dari triketon siklik dan jika

direaksikan dengan asam amino akan menghasilkan warna violet. Sedangkan

uji asam amino yang mengandung sulfur merupakan uji reaksi untuk

mendeteksi adanya sulfur (S) dan Na sedangkan uji asam amino yang

mengandung inti benzene merupakan uji reaksi untuk mendeteksi adanya

kandungan benzene dalam suatu larutan.

Uji ninhidrin dilakukan dengan cara 3 ml larutan albumin dimasukkan

ke dalam tabung reaksi dan ditambahkan 0,5 ml larutan ninhidrin 0,1 % lalu

dipanaskan hingga mendidih dan di amati perubahan yang terjadi. Perubahan

warna yang dihasilkan dari uji nihidrin yaitu berwarna ungu tua. Reaksi

nihidrin ini berguna untuk mendeteksi asam amino dan menentukkan

konsentrasi dalam larutan. Semakin tinggi konsentrasi dalam larutan. Semakin


tinggi konsentrasi dalam asam amino semakin tua warnanya. Uji nihidrin untuk

susu 3% dan albumin 20% positif mengandung asam mino bebas sedangkan

albumin 10% tidak mengandung asam mino bebas.

Percobaan selanjutnya yaitu uji asam amino yang mengandung sulfur

(S). Uji ini dilakukan dengan cara 1 ml larutran albumin dimasukkan ke dalam

tabung reaksi dan ditambahkan 1 ml larutan NaOH 40 % kemudian dipanaskan

selama 2-3 menit. Setelah dipanaskan, ditambahkan 2-3 tetes larutan Pb asetat

dan di amati perubahan yang terjadi. Pemanasan ini dilakukan untuk

dipanaskan untuk mendenaturasi asam amino sehingga ikatan yang

menghubungkan atom S dapat terputus oleh Pb-asetat membentuk PbS,

sehingga diperoleh perubahan warna larutan dari putih keruh menjadi cokelat

kehitaman. Hasil yang diperoleh yaitu terjadi perubahan warna dimana

sebelum dipanaskan larutan berwarna putih keruh dan setelah dipanaskan

berwarna cokelat dan terbentuk endapan. Terjadinya perubahan warna

menunjukkan bahwa albumin dapat bereaksi dengan NaOH 40 % dan Pb

asetat. Selain itu terbentuknya endapan PbS menunjukkan uji positif terhadap

asam amino yang mengandung atom S.

Hasil uji asam amino yang mengandung sulfur (s) untuk susu 3%

positif mengandung atom sulfur (s), albumin 10% dan albumin 20% juga

mengandung atom sulfur (s) dengan perubahan warna menjadi kuning. Uji

asam amino yang mengandung inti benzene untuk susu 3%, albumin 10%, dan

albumin 20% positif mengandung inti benzene dengan perubahan warna

menjadi putih pekat.


Uji ninhidrin dalam 3 mL larutan sampel albumin telur ditambahkan

dengan 0,5 mL larutan ninhidrin. kemudian dilakukan pemanasan hingga

mendidih. Sebelum dipanaskan terbentuk larutan bening tak berwarna, dan

setelah dilakukan pemanasan terbentuk endapan warna merah dan sedilit

terdapat warna ungu. Perubahan warna larutan menjadi ungu pada larutan

sampel setelah diteteskan dengan larutan Ninhidrin dan dilakukan pemanasan

menandakan bahwa seluruh sampel tersebut terdapat kandungan asam -amino

dan peptida yang memiliki gugus -amino yang bebas. Pembentukan larutan

kompleks berwarna ungu ini terjadi karena dekarboksilasi oksidatif dari asam

amino dan produksi ninhidrin tereduksi, NH3 dan CO2. Kemudian terjadi reaksi

antara ninhidrin tereduksi dengan molekul ninhidrin yang lain dan dengan

molekul NH3 yang dibebaskan sehingga terbentuk kompleks berwarna ungu

(Suprapta, 2014).
V. PENUTUP

A. Simpulan

Simpulan yang diperoleh pada praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Identifikasi asam amino dapat dilakukan dengan menggunakan uji nihidrin,

uji asam amino yang mengandung inti benzena dan uji asam amino yang

mengandung sulfur (s). Uji nihidrin dilakukan dengan menggunakan

larutan susu 3 mL, 0,5 mL Larutan nihidrin kemudian dipanaskan. Uji asam

amino yang mengandung inti benzena dengan menggunakan larutan 3 mL

susu dan albumin telur juga larutan HNO3 pekat 1 mL lalu dipanaskan dan

uji asam amino yang mengandung sulfur dengan menggunakan larutan

NaOH 40% 1 mL kedalam 1 mL susu dancaw dan albumin telur kemudian

juga dipanaskan
2. Hasil uji asam amino yang mengandung sulfur (s) untuk susu 3% positif

mengandung atom sulfur (s), albumin 10% dan albumin 20% juga

mengandung atom sulfur (s) dengan perubahan warna menjadi kuning. Uji

asam amino yang mengandung inti benzene untuk susu 3%, albumin 10%,

dan albumin 20% positif mengandung inti benzene dengan perubahan

warna menjadi putih pekat. Uji nihidrin untuk susu 3% dan albumin 20%

positif mengandung asam mino bebas sedangkan albumin 10% tidak

mengandung asam mino bebas.

B. Saran
Saran yang dapat saya ajukan pada praktikum ini yaitu diharapkan

adanya kerjasama yang baik antar kelompok agar praktikum berjalan dengan

baik.

DAFTAR PUSTAKA
Kuchel, P., dan Ralston, G. B., 2002, Schaums Easy Outlines Biokimia, Erlangga,
Jakarta

Mandila, S.P., dan Hidajati, N., 2013, Identifikasi Asam Amino pada Cacing Sutra
(Tubifex Sp.) yang diekstrak dengan Pelarut Asam Asetat dan Asam
Laktat, Unesa Journal Of Chemistry, 2(1) ; 103

Prabawati, S. Y., 2005, Intisari Analisis Asam Amino dalam Cumi-Cumi


(Todarodes pasificus), Jurnal Kaunia, 1(2) ; 170

Purnomo, H., Rosyidi, D., dan Pantoro, S. K., 2012, Kadar Protein dan Profil
Asam Amino Daging Kambing Peranakan Etawah (Pe) Jantan dan
Peranakan Boer (Pb) Kastrasi, Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak,
7(1) ; 1

Sitompul, S., 2004, Analisis Asam Amino dalam Tepung Ikan dan Bungkil
Kedelai, Jurnal Buletin Tekhnik Pertanian, Jakarta.

Suprapta, K. A., 2014, Identifikasi Asam Amino pada Albumin Telur dan Sampel,
Universitas Pendidikan Ganesha

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA


PRAKTIKUM IX
IDENTIFIKASI ASAM ASAM AMINO

OLEH :

NAMA : RISMAWATI
STAMBUK : F1D1 15 067
KELOMPOK : I (SATU)
ASISTEN PEMBIMBING : NUR RAYANI L.

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI

2016