Anda di halaman 1dari 1

Nama : Bagus Dwi Setiawan

NIM : G1F014036
Kelas :B
Topik Penelitian : Biologi Farmasi

Halitosis adalah suatu keadaan untuk menerangkan adanya bau atau odor yang tidak disukai
sewaktu terhembus udara. Penyebab utama dari halitosis yaitu kurangnya menjaga kebersihan pada
rongga mulut sehingga dapat mempercepat pertumbuhan bakteri terutama Solobacterium moorei
yang akan menghasilkan senyawa HS (Hydrogen Sulfide), CHSH (Metal Merkaptan) dan CH3
(Dimetil sulfida). Senyawa tersebut merupakan produk degradasi dari VSCs (volatile sulphur
compounds) yang akan menciptakan bau mulut yang tidak enak (Bollen & Beikler, 2012). Salah
satu tanaman obat yang sekarang ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat yaitu kemangi ( Ocimum
basilicum L.). Kemangi mempunyai khasiat untuk mengatasi bau mulut, bau badan, antibiotik alami,
dll (Hussain, Anwar, Hussain Sherazi, & Przybylski, 2008). Kandungan paling utama pada kemangi
( Ocimum basilicum L.) adalah minyak atsiri . Minyak atsiri telah banyak dilaporkan memiliki
aktivitas antibakteri, baik bakteri gram positif maupun gram negatif, jamur dan kapang (Al
Abbasy, Pathare, Al-Sabahi, & Khan, 2015). Kandungan minyak atsiri juga terbukti menghambat
pertumbuhan semua bakteri yang ditambahkan pada formula pasta gigi dengan konsentrasi 0,5 %
(Ahonkhai, Ba, Edogun, & Mu, 2009). Selain itu ekstrak metanol maupun etanol daun kemangi
memiliki aktivitas antibakteri seperti Pseudomonas aeruginosa, Shigella sp., Listeria
monocytogenes, Staphylococcus aureus dan dua strain yang berbeda dari Escherichia coli (Kaya,
Yigit, & Benli, 2008).