Anda di halaman 1dari 66

PERAN LABORATORIUM

(A TLM dan PATELKI) DALAM


AKREDITASI FASYANKES
SURYA RIDWANNA
KTA PATELKI: 32730100022

Disampaikan pada:
Rakerwil VII dan Temu Ilmiah II DPW PATELKI Lampung
Novotel Hotels, Suites and Resorts, Lampung, 11 - 12 Maret 2017
BIO DATA
1. NAMA: SURYA RIDWANNA
2. TMP/TGL LAHIR: 10 JUNI 1967
3. TLP/ E MAIL : 0818618438/ surya_blk@yahoo.com
4. PENDIDIKAN:
1. AKADEMI ANALIS KESEHATAN BANDUNG 1989
2. POST GRADUATE DIPLOMA IN SCIENCE UNIVERSITY OF
QUEENSLAND, AUSTRALIA, 1998 (Analisis Lingkungan)
3. SEKOLAH FARMASI / PASCA SARJANA ITB 2008. (Peminatan: Analisis
Kimia Farmasi)
5. PEKERJAAN: PRANATA LAB KES MADYA
BALAI LABORATORIUM KESEHATAN PROVINSI JAWA BARAT
6. AKTIFITAS:
1. KETUA II DPP PATELKI
2. KETUA LSP PATELKI
3. ASESOR KEPALA (ISO 15189) AKREDITASI LAB MEDIS-KAN-BSN
4. DOSEN MATA KULIAH PENGENDALIAN MUTU, SISTEM MANAJEMEN
MUTU DAN INSTRUMENTASI
SASARAN POKOK PEMBANGUNAN Meningkatnya
KESEHATAN DALAM RPJMN 2015 -2019 Akses & Mutu
(PERPRES N0. 2 TAHUN 2015) Fasyankes

1. Akses pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas belum merata


2. Akses pelayanan kesehatan rujukan yang berkualitas belum merata
3. Mutu pelayanan Fasyankes dasar & lanjutan belum merata

A. PENINGKATAN AKSES
B. KUALITAS FASYANKES
MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

PERMENKES NOMOR 64 TAHUN 2015


ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KESEHATAN

DIREKTORAT JENDERAL PELAYANAN KESEHATAN

SEKRETARIAT
DIREKTORAT JENDERAL

DIREKTORAT
DIREKTORAT DIREKTORAT DIREKTORAT DIREKTORAT MUTU DAN
PELAYANAN PELAYANAN PELAYANAN FASILITAS AKREDITASI
KESEHATAN KESEHATAN KESEHATAN PELAYANAN PELAYANAN
PRIMER RUJUKAN TRADISIONAL KESEHATAN KESEHATAN
STRUKTUR ORGANISASI
DIREKTORAT MUTU DAN AKREDITASI PELAYANAN KESEHATAN

DIREKTORAT MUTU DAN AKREDITASI


PELAYANAN KESEHATAN

SUBBAGIAN
TATA USAHA

SUBDIREKTORAT MUTU SUB DIREKTORAT MUTU SUB DIREKTORAT MUTU


DAN AKREDITASI DAN AKREDITASI DAN AKREDITASI
PELAYANAN KESEHATAN PELAYANAN KESEHATAN PELAYANAN KESEHATAN
PRIMER RUJUKAN LAINNYA

SEKSI MUTU SEKSI MUTU SEKSI MUTU


PELAYANAN PELAYANAN PELAYANAN

SEKSI AKREDITASI SEKSI AKREDITASI SEKSI AKREDITASI


PELAYANAN PELAYANAN PELAYANAN

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL


MUTU, KESELAMATAN PASIEN & AKREDITASI

PROSES: OUTPUT
INPUT: OUTCOME
1. MANAJEMEN PELAYANAN
SUMBER DAYA
Fokus pada kebutuhan pasien dan
SARANA KEPUASAN PE STATUS
keselamatan pasien
PRASARANA
2. MANAJEMEN MUTU PELANGGAN KESEHATAN
ALAT
a. Manaj. Peningkatan Kinerja MASYARAKAT
TENAGA
b. Manaj. Keselamatan Pasien
PEMBIAYAAN
3. MANAJEMEN SUMBERDAYA

STANDARISASI

1. KEBIJAKAN PUSAT
1. KERANGKA 1. INDIKATOR
(NSPK) 1. INDEKS
ACUAN MUTU (IND.
2. KEBIJAKAN MANAJ, IND.
2. PROSEDUR KESEHATAN
DAERAH UKP, IND. UKM)
3. KEBUTUHAN 3. MANUAL MASY
2. SPM KAB/KOTA
FASKES

menilai compliance terhadap


STANDAR standar, baik standar input,
AKREDITASI standar proses, dan standar
AKREDITASI output
Dalam Rangka Menjamin Mutu
Pelayanan Kepada Masyarakat

AKREDITASI

STANDAR
AKREDITASI
LABKES
AKREDITASI LABORATORIUM KESEHATAN
DASAR HUKUM

PERMENKES
UU RI 36 UU RI 44 PERMENKES NO 56 NO 75 TAHUN
2009 2009 TAHUN 2014 2014

Klasifikasi
Ttg dan
ttg RS perizinan
PUSKESMAS
Kesehatan
Rumah Sakit
DASAR HUKUM (2)
KHUSUS LAB

PERMENKES PERMENKES Kemenkes no


Kepmenkes
NO.37 tahun NO. 411 tahun No. 1435 tahun 2011
298 tahun
2012 2008
2010

Penyelengga Komisi Pedoman


Laboratorium
raan lab akreditasi lab akreditasi
Klinik
puskesmas kes tk pusat labkes
LABORATORIUM KESEHATAN
Kep MenKes RI Nomor: 364/Menkes/SK/III/2003

LABORATORIUM KESEHATAN

LAB KLINIK LAB KESMAS

MANDIRI TERINTEGRASI

UMUM KHUSUS
LABORATORIUM KLINIK MANDIRI
UMUM
LABORATORIUM
KLINIK SWASTA KHUSUS

LABORATORIUM LABKESDA
KLINIK DAN
KESMAS BBLK/BLK
LAB KLINIK SWASTA
(PERMENKES NO. 411/ MENKES/PER/III/2010, TTG LAB KLINIK)

JENIS KLASIFIKASI

PRATAMA

UMUM MADYA
LAB KLINIK
KHUSUS UTAMA
LABKES TERINTEGRASI

NASIONAL PROPINSI KAB/KOTA KEC DESA


LAB DI RS LAB DI RS LAB DI RS LAB DI LAB DI
TIPE A TIPE B TIPE C/D PUSKESM PUSTU
LAB DI LAB DI AS
KLINIK KLINIK
AKREDITASI LABORATORIUM KLINIK

Akreditasi bergabung dengan akreditasi rumah sakit


LAB RUMAH Diselenggarakan oleh Komisi Akreditasi Rumah sakit (KARS)
SAKIT

Akreditasi bergabung dengan akreditasi puskesmas


LAB Diselenggarakan oleh Komisi Akreditasi Puskesmas
PUSKESMAS

Diselenggarakan oleh Komisi Akreditasi Laboratorium


LAB MANDIRI
Kesehatan (KALK)
STANDAR AKREDITASI LAB MEDIK / KLINIK

KARS
FKTP
KALK
WAJIB

ISO
SUKARELA
PUSKESMAS

KLINIK PRATAMA

TEMPAT PRAKTIK
TENTANG AKREDITASI FKTP

MANDIRI DOKTER

DAN TEMPAT PRAKTIK


MANDIRI DOKTER GIGI
PER MEN KES RI NOMOR 46 TAHUN 2015
LAMPIRAN I
PERATURAN MENTERI KESEHATAN
NOMOR 46 TAHUN 2015 PUSKESMAS

ADMININTRASI
MANAJEMEN

USAHA USAHA
KESEHATAN KESEHATAN
PERORANGAN MASYARAKAT
Kelompok Upaya Kesehatan Perorangan
Bab VII. Layanan Klinis yang Berorientasi Pasien (LKBP)
Bab VIII. Manajemen Penunjang Layanan Klinis (MPLK)
Bab IX. Peningkatan Mutu Klinis dan Keselamatan Pasien
(PMKP)
BAB VIII. Manajemen Penunjang Layanan Klinis
Pelayanan Laboratorium.
8.1. Pelayanan Laboratorium Tersedia Tepat Waktu untuk
Memenuhi Kebutuhan Pengkajian Pasien, serta Mematuhi
Standar, Hukum dan Peraturan yang Berlaku.
8.2. Obat yang Tersedia Dikelola secara Efisien untuk Memenuhi
Kebutuhan Pasien
8.3. Pelayanan radiodiagnostik disediakan sesuai kebutuhan
pasien, dilaksanakan oleh tenaga yang kompeten, dan mematuhi
persyaratan perundangan yang berlaku

8.7. Terdapat Proses Rekrutmen, Retensi, Pengembangan dan


Pendidikan Berkelanjutan Tenaga Klinis yang Baku.
STANDAR 8.1.
PELAYANAN LABORATORIUM TERSEDIA TEPAT WAKTU UNTUK MEMENUHI
KEBUTUHAN PENGKAJIAN PASIEN, SERTA MEMENUHI STANDAR, HUKUM DAN
PERATURAN YANG BERLAKU.
KRITERIA
8.1.1 Pemeriksaan laboratorium dilakukan oleh petugas yang kompeten
dan berpengalaman untuk melakukan dan/atau menginterpretasikan
hasil pemeriksaan
8.1.2. Terdapat kebijakan dan prosedur spesifik untuk setiap jenis
pemeriksaan laboratorium
8.1.3. Hasil pemeriksaan laboratorium selesai dan tersedia dalam
waktu sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan
8.1.4. Ada prosedur melaporkan hasil tes diagnostik
yang kritis
8.1.5. Reagensia esensial dan bahan lain yang
diperlukan sehari-hari selalu tersedia dan dievaluasi
untuk memastikan akurasi dan presisi hasil.
8.1.6. Ditetapkan nilai normal dan rentang nilai yang
digunakan untuk interpertasi dan pelaporan hasil
laboratorium
8.1.7. Pengendalian mutu dilakukan, ditindaklanjuti dan
didokumentasi untuk setiap pemeriksaan
laboratorium
8.1.8. Program keselamatan (safety) direncanakan,
dilaksanakan, dan didokumentasikan
DOKUMEN DI FKTP
C. Penyelenggaraan pelayanan klinis/upaya kesehatan perorangan
1). Kebijakan tentang pelayanan klinis,
2). Standar Prosedur Operasional (SPO) klinis,
3). Pedoman Pelayanan Klinis,
4). Kerangka Acuan terkait dengan Program/Kegiatan Pelayanan Klinis
dan Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien
DOKUMEN LAINNYA
a. Rencana strategik/rencana lima tahunan
b. Rencana tahunan
c. Kebijakan Kepala Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
d. Pedoman/panduan mutu
e. Standar Prosedur Operasional (SPO)
f. Panduan-panduan teknis
g. Kerangka Acuan Kegiatan
REKAMAN
Sebagai bukti pelaksanaan kegiatan dan pelayanan Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama perlu menyiapkan rekam implementasi (bukti tertulis
kegiatan yang dilaksanakan) dan dokumen-dokumen pendukung lain,
seperti:
- foto copy ijazah,
- sertifikat pelatihan,
- sertifikat kalibrasi
- dan sebagainya.
Kebijakan

Kebijakan adalah peraturan/keputusan yang ditetapkan oleh kepala


FKTP yang merupakan garis besar yang bersifat mengikat dan wajib
dilaksanakan oleh penanggung jawab maupun pelaksana.

Berdasarkan kebijakan tersebut, disusun pedoman/panduan dan


standar prosedur operasional (SPO) yang memberikan kejelasan
langkah-langkah dalam pelaksanaan kegiatan di Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama
Manual Mutu

Manual Mutu adalah dokumen yang memberi informasi yang konsisten


ke dalam maupun ke luar tentang sistem manajemen mutu.

Manual mutu disusun, ditetapkan, dan dipelihara oleh organisasi, yang


meliputi :
Manual Mutu
1. Pendahuluan
2. Landasan hukum (peraturan/dokumen yang menjadi
acuan)
3. Istilah dan defi nisi
4. Sistem Manajemen Mutu :
5. Tanggung jawab manajemen :
6. Tinjauan Manajemen :
7. Manajemen sumber daya :
8. Penyelenggaraan pelayanan :
9. Pengukuran, analisis, dan penyempurnaan :
10.Penutup
Standar Prosedur Operasional (SPO)
Istilah prosedur ada beberapa pengertian, diantaranya :

Standard Operating Procedures (SOP) adalah serangkaian instruksi tertulis


yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan administrasi
pemerintah, (Kepmenpan No.021 tahun 2008).

Instruksi kerja adalah petunjuk kerja terdokumentasi yang dibuat secara


rinci, spesifi k dan bersifat instruktif, yang dipergunakan oleh pekerja
sebagai acuan dalam melaksanakan suatu pekerjaan spesifi k agar dapat
mencapai hasil kerja sesuai persyaratan yang telah ditetapkan (Susilo,
2003).
Walaupun banyak istilah tentang pengertian prosedur agar
tidak menjadikan salah tapsir maka yang dipergunakan
didalam dokumen akreditasi Puskesmas dan Fasilitas
Kesehatan Tingkat Pertama didalam buku panduan ini
adalah Standar Prosedur Operasional (SPO).

Sedangkan pengertian SPO adalah : Suatu perangkat


instruksi/langkah langkah yang di bakukan untuk
menyelesaikan proses kerja rutin tertentu.
Tujuan Penyusunan SPO
Agar berbagai proses kerja rutin terlaksana dengan
efisien, efektif, konsisten/ seragam dan aman, dalam
rangka meningkatkan mutu pelayanan melalui
pemenuhan standar yang berlaku.
Manfaat SPO
Memenuhi persyaratan standar pelayanan Puskesmas
Mendokumentasi langkah-langkah kegiatan
Memastikan staf Puskesmas memahami bagaimana
melaksanakan pekerjaannya.
3/12/2017 surya 32
AKREDITASI RUMAH SAKIT
Sesuai dengan Undang-undang No.44 Tahun 2009, pasal, 40 ayat 1,
menyatakan bahwa, dalam upaya peningkatan mutu pelayanan
Rumah Sakit wajib dilakukan akreditasi secara berkala menimal 3
(tiga) tahun sekali.
AKREDITASI RUMAH SAKIT (KARS)
Kelompok Standar Berfokus Kepada Pasien

Kelompok Standar Manajemen Rumah Sakit

Kelompok Sasaran Keselamatan Pasien

Kelompok Sasaran Menuju Millenium


Development Goals4
KELOMPOK STANDAR PELAYANAN BERFOKUS
PADA PASIEN
BAB 1. AKSES KE PELAYANAN DAN KONTINUITAS
PELAYANAN (APK)
BAB 2. HAK PASIEN DAN KELUARGA (HPK)

BAB 3. ASESMEN PASIEN (AP)

BAB 4. PELAYANAN PASIEN (PP)

BAB 5. PELAYANAN ANESTESI DAN BEDAH (PAB)

BAB 6. MANAJEMEN DAN PENGGUNAAN OBAT (MPO)

BAB 7. PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA (PPK)


Mengumpulkan informasi dari data keadaan fisik,
psikologis, sosial, dan riwayat - kesehatan pasien.

Analisis informasi dan data,


termasuk hasil laboratorium
ASESMEN dan - Imajing Diagnostic
PASEN (Radiologi) untuk
mengidentifikasi kebutuhan
pelayanan kesehatan pasien.

Membuat rencana pelayanan untuk memenuhi semua


kebutuhan pasien yang telah - diidentifikasi.
Standar AP.5
Layanan laboratorium tersedia untuk memenuhi kebutuhan
pasien. Semua layanan semacam itu memenuhi standar lokal
dan nasional, undang-undang dan peraturan yang berlaku.
Standar AP.5.1
Terdapat suatu program yang menjamin keselamatan
laboratorium, yang dijalankan dan didokumentasikan
Standar AP.5.2
Pengujian dan interpretasi hasilnya dilakukan oleh individu
dengan kualifikasi dan pengalaman yang tepat.
Standar AP.5.3
Hasil laboratorium tersedia secara tepat waktu seperti yang
telah ditetapkan oleh rumah sakit.
Standar AP.5.3.1
Terdapat suatu proses untuk melaporkan hasil-hasil kritis suatu
pengujian diagnostik.
Standar AP.5.4
Semua peralatan yang digunakan untuk uji laboratorium
diinspeksi, dipelihara dan dikalibrasi, secara berkala.
Dokumentasi yang sesuai dibuat untuk kegiatan tersebut
Standar AP.5.5
Reagen penting dan perlengkapan penting lainnya tersedia
secara teratur dan dievaluasi untuk memastikan akurasi dan
presisi hasil
Standar AP.5.6
Prosedur untuk mengumpulkan, mengidentifikasi,
menangani, memindahkan secara aman dan membuang
spesimen diikuti.
Standar AP.5.7
Digunakan norma dan rentang yang telah berlaku umum
untuk menginterpretasikan dan melaporkan hasil
laboratorium klinis
Standar AP.5.8
Orang (-orang) yang memenuhi kualifikasi bertanggung
jawab untuk mengelola layanan laboratorium klinis atau
layanan patologi.
Standar AP.5.9
Terdapat prosedur pengendalian mutu yang dijalankan dan
didokumentasikan
Standar AP.5.9.1
Terdapat suatu proses untuk uji keahlian (proficiency
testing)
Standar AP.5.10
Rumah sakit menilai ulang hasil pengendalian mutu secara
berkala untuk semua sumber luar layanan laboratorium
Standar AP.5.11
Rumah sakit memiliki akses ke pakar di bidang diagnostik
khusus bila diperlukan
LAB MANDIRI

KALK
STANDAR AKREDITASI LABORATORIUM KALK 2017

1. Manajemen 2. Teknis
a. Manajemen dan Kepemimpinan
a. Standar Pelayanan
b. Perencanaan Laboratorium
b. Proses dan Prosedur Pemeriksaan
c. Pencatatan dan Pelaporan Laboratorium
c. Rujukan

d. Monitoring dan Evaluasi


d. Hak Pasien
e. Mutu Pelayanan Laboratorium

f. Keamanan Keselamatan Kerja


STANDAR AKREDITASI LABORATORIUM

KODE MANAJEMEN
MK3 Pencatatan dan
MK 1 Perencanaan Pelaporan
Laboratorium MK 4 Monitoring dan
MK 1.1 Jenis dan Cakupan Evaluasi
Pelayanan MK 5 Kebijakan Mutu
MK 1.2 Tata Kelola Laboratorium MK 6 Indikator Mutu
MK 1.3 Penanggung Jawab Lab MK 7 Program
MK 1.4 Kontrak dan Pelayanan Pemantapan Mutu
Laboratorium MK 7.1 PMI
MK 2 Sumber Daya Lab MK 7.2 PME
MK 2.1 Sarana, Prasarana dan MK 8 Audit Internal
Alat MK 9 Keamanan dan
MK 2.2 Reagen dan Bahan Habis Keselamatan Kerja
Pakai MK 10 Penanganan
MK 2.3 Personal Laboratorium Limbah
KODE TEKNIS
PL 1 Standar Pelayanan
PL 1.1 Prosedur Penerimaan Pasien dan Spesimen

PL 1.2 Alur Pelayanan


PL 1.3 Jenis Pelayanan yangTersedia
PL 2 Proses dan Prosedur Pemeriksaan
PL 2.1 Penanggung Jawab Peralatan
PL 2.2 Proses dan Prosedur Pra Analitik
PL 2.3 Proses dan Prosedur Analitik
PL 2.4 Proses dan Prosedur Pasca Analitik
PL 3 Rujukan
PL 3.1 Sistem Rujukan
PL 3.2 Prosedur Baku Rujukan
PL 4 Hak Pasien
PL 4.1 Persetujuan Tindakan
PL 4.2 Kerahasiaan Hasil
ISO/IEC 17025: 2005 ISO 15189 2012

4.Management requirement 4 Management requirements


4.1 Organization 4.1 Organization and management responsibility
4.2 Management System 4.2 Quality management system
4.3 Document Control 4.3 Document control
4.4 Review of request, tenders and contract 4.4 Service agreements
4.5 Subcontracting af test and calibrations 4.5 Examination by referral laboratories
4.6 Purchasing services and supplies 4.6 External services and supplies
4.7 Service to costumer 4.7 Advisory services
4.8 Complaints 4.8 Resolution of complaints
4.9 Control of nonconferming testing and/ or
calibration work 4.9 Identification and control of nonconformities
4.10 Improvement 4.10 Corrective action
4.11 Corrective action 4.11 Preventive action
4.12 Preventive action 4.12 Continual improvement
4.13 Control of records 4.13 Control of records
I4.14 Internal audits 4.14 Evaluation and audits
4.15 Management reviews 4.15 Management review
ISO/IEC 17025: 2005 ISO 15189 2012
5.1. General 5.1 Personnel
5.2. Personnel 5.2 Accommodation and
environmental conditions
5.3. Accomodation and 5.5. Examination processes
environmental conditions
5.4. Test and calibration methods 5.3. Laboratory equipment, reagent
and method validation and consumables
5.5.Equipment 5.4. Pre-examination processes
5.6. Measurement treacibility 5.7. Post -examination
5.7. Sampling 5.6. Ensuring quality of
examination result
5.8. Handling of test and 5.8. Reporting of results
calibration items
5.9. Assuring the quality of test 5.9. Release of results
and calibration result
5.10. Reporting the results 5.10. Laboratory information
management
HIRARKI DOKUMEN MUTU
PANDUAN
MUTU
LEVEL 1

PROSEDUR
PELAKSANAAN
LEVEL 2

INSTRUKSI KERJA
LEVEL 3

FORMULIR
LEVEL 4
PERAN ATLM PATELKI
MAPING PROSES LABORATORIUM
MAPING PERAN PATELKI ATLM DAN LABORATORIUM
MAPPING LABORATORY PROCESS
PROSES MANAJEMEN

PASOKAN JASA DAN PERBEKALAN


Standard and Regulation
1. Preparation and testing of reagent water in
Clinical Lab C03 A
2. Preanalytical variation in trace element C
38
3. Pre Exam QA
4. Phlebotomist Certification
1. Pasien Preparation

PRE 2. Sampling,
3. Sample Preparation

EXAMINATION
4. Packing and delivdery

surya ridwanna
Standard and Regulation
CERTIFIED REFERENCE
1. Methode MATERIAL
2. Methode TREACIBILITY OF
Validation CALIBRATOR &
3. Methode CONTROL MATERIAL
Verification
USER
MANUFACTURE RESPONSIBILITY
RESPONSIBILITY

ISO 14971
EXAMINATION EP 15 EP 17
ISO 13485 EP 19 EP 21
ISO 15198

1. Preliminary evaluation of
Quantitatif Procedur EP
10
2. User protocol for
evaluation of qualitatif
surya ridwanna
test performance EP 12
Standard and Regulation

VALIDATION OF LIS (AUTO 8 A)

POST
EXAMINATION
AUTO VALIDATION
VERIFICATION OF AUTOVALIDATION

surya ridwanna
Standard and Regulation

DESIGN QC

WESTGARD TE
RULE SEC
ETC SIGMA
ASSAY PERFORMANCE

surya ridwanna
Standard and Regulation
ALTERNATIP PT RESULT:
HOW TO CONDUCT: IMPROVEMENT
ASESMEN
ISO 17043 GP 27 A
PROSEDURE:
HOW TO CALCULATE QUALITY
GP 29A AAP
ISO 13528 IMPROVEM,ENT
ISO 15189

PROFICIENCY
TESTING
surya ridwanna
ATLM
PEMETAAN AKREDITASI
PERAN
LAB OP
Fungsi PATELKI
Sebagai wadah pembinaan dan pengembangan anggota sesuai dengan
tujuan organisasi

Sebagai wadah untuk peran serta usaha mensukseskan pembangunan


nasional

Sebagai sarana komunikasi dan kerjasama antar anggota, antar para


anggota dengan anggota organisasi lain yang sejenis serta antara
organisasi dengan organisasi lain
Tujuan PATELKI
Menghimpun seluruh anggota untuk mempersatukan diri dalam meningkakan peran serta
secara aktif, terarah dan terpadu

Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang teknologi labkes secara


nasional, regional maupun internasional

Membina dan meningkatkan mutu dan status tenaga Ahli Teknologi Labkes sebagai tenaga
profesional

Menjalin komunikasi dan kerjasama antar anggota dan anggota organisasi sejenis

Membantu usaha-usaha pemerintah dalam mempersiapkan perencanaan dan mensukseskan


program-program pembangunan nasional
APAKAH TLM SIAP MENSUKSESKAN PROGRAM
AKREDITASI LABORATORIUM SEPERTI YANG MENJADI
TUJUAN PATELKI

Membantu usaha-usaha pemerintah dalam


mempersiapkan perencanaan dan mensukseskan
program-program pembangunan nasional
MODAL TLM
Sikap dan kepribadian
1. Teliti dan Cekatan
2. Jujur dan dapat dipercaya
3. Rasa Tanggungjawab yang tinggi
4. Mampu berkomunikasi secara efektif
5. Disiplin
6. Berjiwa Melayani
PERANGKAT ORGANISASI DAN PERAN NYA
LDP DIKLAT WORSHOP

SERTIFIKAT
LSP ASESMEN
KOMPETENSI

PEDOMAN QC
PENYUSUNAN
KOLEGIUM PEDOMAN PEDOMAN
VALIDASI METODE

PELATIHAN
DPW DPC WORSKSOP
TIM KERJA
LANGKAH STATEGIS
PENYUSUNAN STRETEGI OLEH OP
PELATIHAN OLEH LDP, DPW dan DPC
SERTIFIKASI OLEH LSP
PENYUSUNAN PEDOMAN PEDOMAN OLEH KOLEGIUM
PEDOMAN
PENYUSUNAN DOKUMENTASI LABORATORIUM
PENENTUAN NILAI NORMAL /NILAI KRITIS
VALIDASI VERIFIKASI METODE
STATISTICAL QC
KREDENTIAL
DLL
DIKLAT/ PELATIHAN / WORKSHOP
VALIDATOR HASIL
QC BASIC
QC ADVANCE
ASESMEN KREDENTIAL
DLL