Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali penentuan yang harus di


dahulukan atau tingkat prioritas dan salah satu tingkat prioritas adalah ekonomi ,
ekonomi merupakan suatu ilmu yang digunakan kita sehari-hari dari hal manakah
yang didahulukan yang pertama harus dibeli dan bagaimana perencanaan keuangan
ketika dalam keadaan kesulitan dalam hal ini beguna pula pada tehniksi yaitu yang
disebut ekonomi teknik.

Ekonomi teknik adalah ekonomi yang berkaitan dalam dengan tehniksi yang
berkaitan dengan menganalisa permasalahan ekonomi dan diselesaikna dengan teori
ekonomi, seperti ingin membuat alat hal yang perlu diperhatikan adalah fungsi
kegunaan alat pada kehidupan sehari-sehari kemudian bahan yang digunakan apakah
dari kualitas bahan, harga bahan dan kelebihan dan kekurangan bahan tersebut,
kemudia apakah dapat keuntungan dari apa yang dijual dari segi keuntungan dalam
bentuk uang, keuntungan dalam memakai dan keuntungan jangka panjang dan masih
banyak lagi.

Namun dalam proses pembuatan membutuhkan yang namanya modal modal


itu dapat modal sendiri atau modal menjual dari barang atau modal dari meminjam.

B. Rumusan Masalah

Dalam makalah ini akan membahas tentang :

1. Perumusan Bunga

2. Pengertian dan jenis bunga

3. Pengertian ekivalensi

4. Present Worth Analysis

5. Annual Cash Flow Analysis

6. Future Worth Analysis

1
7. Konsep Ekuivalensi

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Perumusan Bunga

Menurut bahasa interest atau bunga adalah uang yang dikenakan atau dibayar atas
penggunaan uang, sedangkan usury adalah pekerjaan meminjamkan uang dengan
mengenakan bunga yang tinggi.

Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa interest dan usury merupakan dua
konsep yang serupa, yaitu keuntungan yang diharapkan oleh pemberi pinjaman atas
peminjaman uang atau barang (mutuum), yang sebenarnya barang atau uang tersebut
apabila tidak ada unsur tenaga kerja tidak akan menghasilkan apa-apa.

Usury muncul akibat proses peminjaman dan bukan akibat jual beli, dengan kata lain
tambahan dari harga pokok dalam jual beli bukanlah usury atau interest, tetapi laba atau
keuntungan.

B. Pengertian dan Jenis-jenis Bunga


Dalam melakukan transaksi perbankan kita sering mendengarkan tentang BUNGA,
bukan bunga mawar ataupun bunga anggrek yang sering kita lihat ini adalah bunga yang
tidak dapat dilihat tapi bisa dinikmati oleh siapa pun yang terlibat dalam dunia perbankan.
Sebenarnya apa sih BUNGA itu? Mari kita jelaskan lebih dalam lagi.
Bunga atau Interest adalah sebuah pengembalian modal dalam bentuk sejumlah uang
yang diterima atau didapat oleh seorang investor atau pemberi modal untuk penggunaan
uangnya adalah diluar dari modal awal.
Rumus untuk Tingkat Bunga, Bunga dibagi menjadi dua jenis yaitu bunga sedehana dan
bunga majemuk.
a) Bunga Sederhana
Bunga Sederhana adalah bunga yang setiap tahunnya dihitung dengan
berdasarkan modal awal, tidak ada bunga yang dihitung atas bunga yang bertambah.
Bunga sederhana juga bisa diartikan sebagai berikut bunga sederhana adalah bunga
dengan kalkulasi satu kali saja, bunga ini biasanya di bayar diakhir periode perjanjian

2
atau kontrak. Formula dalam menghitung Bunga Sederhana:
Total bunga yang diperoleh dapat dihitung dengan rumus :

I = P.i.n

Di mana : I = Total bunga tunggal

P = Pinjaman awal

i = Tingkat suku bunga

n = Periode pinjaman.

Jika pinjaman awal P, dan tingkat suku bunga, I, adalah suatu nilai yang tetap, maka
besarnya bunga tahunan yang diperoleh adalah konstan. Oleh karena itu, total
pembayaran pinjaman yang harus dilakukan pada akhir periode pinjaman F, sebesar :

F=P+I
Keterangan :
F = Nilai masa depan setelah periode
N = Jumlah atau nilai periode
I = Nilai bunga dalam periode
P = Deposit awal

b) Bunga Majemuk
Bunga Majemuk adalah bunga yang didapat dari sebuah investasi atau
penanaman modal, dan bunga yang dibayarkan pada interval yang hampir seragam.
Bunga setiap tahun dihitung berdasarkan pada saldo tahun tersebut, termasuk bunga
yang bertambah.
C. Pengertian Ekivalensi

Nilai uang yang berbeda pada waktu yang berbeda akan tetapi secara finansial
mempunyai nilai yang sama. Kesamaan nilai finansial tersebut dapat ditunjukkan jika
nilai uang dikonversikan (dihitung) pada satu waktu yang sama.

a) Metode Ekivalensi

Adalah metode yang digunakan dalam menghitung kesamaan atau kesetaraan


nilai uang waktu berbeda.

Nilai ekivalensi dari suatu nilai uang dapat dihitung jika diketahui 3 hal :

3
1) Jumlah uang pada suatu waktu

2) Periode waktu yang ditinjau

3) Tingkat bunga yang dikenakan

b) Perhitungan Ekivalensi

Nilai Ekivalensi Pengeluaran = Nilai Ekivalensi Penerimaan

Contoh:

Hari ini budi menabung di bank sebesar Rp 10.000. dua dan empat tahun
kemudian ditabungnya lagi masing-masing sejumlah Rp 5.000. maka jumlah uang
tabungannya pada tahun ke 7 dar hari ini bila suku bunga i =10 % adalah sebesar Rp
34.195

Rumus-Rumus Bunga Majemuk dan Ekivalensinya

Notasi yang digunakan dalam rumus bunga yaitu :

i (interest) = tingkat suku bunga per periode

n (Number) = jumlah periode bunga

P (Present Worth) = jumlah uang/modal pada saat sekarang (awal


periode/tahun)

F (Future Worth) = jumlah uang/modal pada masa mendatang (akhir


periode/tahun)

A (Annual Worth) = pembayaran/penerimaan yang tetap pada tiap


periode/tahun

G (Gradient) = pembayaran/penerimaan dimana dari satu periode ke


periode berikutnya terjadi penambahan atau pengurangan yang besarnya sama

Rumus
Rumus bunga fundamental yang menyatakan hubungan di antara P, F dan A
dalam bentuk i dan n adalah sebagai berikut :

Diketahui P, untuk mencari F (Componding Factor for One)

4
F = P (1+i )n

Diketahui F, untuk mencari P (Discount Factor)

1
n
(1 i)
P=F

Diketahui F, Untuk mencari A (Sinking Factor)

i

(1 i ) 1
n

A=F

Diketahui P, untuk mencari A ( Capital Recovery Factor)

i (1 i ) n

(1 i ) 1
n

A=P atau

i
i
(1 i ) 1
n

A=P

Diketahui A, untuk mencari F (Componding Factor for i per Annum)

(1 i ) n 1

i
F=A

Diketahui A, Untuk mencari P (Peresent Wort of Annuity Factor)

(1 i ) n 1
n
i (1 i )
P=A atau


1

i
i
(1 i ) n 1
P=A

a. Single Payment

5
Single payment disebut cash flow tunggal dimana sejumlah uang ini sebesar
P (present) dijinjamkankan kepada seseorang dengan suku bunga sebesar i
(interest) pada suatu periode n, maka jumlah yang harus dibayar sesuai uang pada
periode n sebesar F (future). Nilai F akan di ekivalensi dengan P saat ini pada
suku bunga i. Dengan rumus:

Jika dibalik, misalnya F diketahui dan P yang dicari maka hubungan persamaannya

menjadi:

6
D. Annual Cash Flow (Uniform Series Payment)

Single payment disebut cash flow tunggal dimana sejumlah uang ini sebesar P (present)
dijinjamkankan kepada seseorang dengan suku bunga sebesar i (interest) pada suatu
periode n, maka jumlah yang harus dibayar sesuai uang pada periode n sebesar F
(future). Nilai F akan di ekivalensi dengan P saat ini pada suku bunga i

a. Hubungan annual dan future

Metode annual cash flow diaplikasikan untuk suatu pembayaran yang sama besarnya
tiap periode untuk jangka waktu yang lama, seperti mencicil rumah, mobil, motor dan
lainya. Dengan menguraikan bentuk annual dengan tunggal (single)dan selanjutnya
masing-masingnya itu diasumsikan sebagai suatu yang terpisah dan dijumlahkan
dengan menggunakan persamaan sebelumnya

b. Hubungan annual dengan present (P)

Jika sejumlah uang present didistribusikan secara merata setiap periode akan
diperoleh besaran ekuilaven sebesar A.

Dalam perhitungan ekuivalen dibutuhkan data tentang:

suku bunga (rate of interest);

jumlah uang yang terlibat;

waktu penerimaan dan/atau pengeluaran uang;

sifat pembayaran bunga terhadap modal yang ditanamkan.

E. Present Worth Analysis

Present worth analysis (Analisis nilai sekarang) didasarkan pada konsep ekuivalensi
di mana semua arus kas masuk dan arus kas keluar diperhitungkan dalam titik waktu
sekarang pada suatu tingkat pengembalian minimum yang diinginkan (minimum attractive

7
rate of return-MARR). Untuk mencari NPV dari sembarang arus kas, maka kita harus
melibatkan faktor bunga yang disebut Uniform Payment Series Capital Recovery Factor
(A/P,i,n).

Usia pakai berbagi alternative yang akan dibandingkan dan periode analisis yang akan
digunakan bisa berada dalam situasi:

1. Usia pakai sama dengan periode analisis

2. Usia pakai berbeda dengan periode analisis

3. Periode analisis tak terhingga

Analisis dilakukan dengan terlebih dahulu menghitung Net Present Worth (NPV) dari
masing masing alternative. NPV diperoleh menggunakan persamaan:

NPV = PWpendapatan PWpengeluaran

Untuk alternatif tunggal, jika diperoleh nilai NPV 0, maka alternatif tersebut layak
diterima. Sementara untuk situasi dimana terdapat lebih dari satu alternatif, maka alternatif
dengan nilai NPV terbesar merupakan alternatif yang paling menarik untuk dipilih. Pada
situasi dimana alternatif yang ada bersifat independent, dipilih semua alternatif yang
memiliki nilai NPV 0.

Analisis present worth terhadap alternatif tunggal

Contoh:

Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan untuk membeli peralatan seharga Rp


30.000.000,. Dengan peralatan baru itu akan diperoleh penghematan sebesar Rp 1.000.000,-
per tahun selama 8 tahun. Pada akhir tahun ke-8, peralatan itu memiliki nilai jual Rp
40.000.000,-.Apabila tingkat suku bunga 12% per tahun, dengan present worth analysis,
apakah pembelian tanah tersebut menguntungkan?

Penyelesaian:

8
NPV = 40.000.000(P/F,12%,8) 1.000.000(P/A,12%,8) 30.000.000

NPV = 40.000.000(0.40388) 1.000.000(4.96764) 30.000.000

NPV = 8.877.160

Oleh karena NPV yang diperoleh < 0, maka pembelian peralatan tersebut tidak
menguntungkan.

F. Future Worth Analysis

Digunakan untuk menghitung nilai investasi yang akan datang berdasarkan tingkat
suku bunga dan angsuran yang tetap selama periode tertentu. Untuk menghitung FV bisa
menggunakan fungsi fv() yang ada dimicrosoft excel. Ada lima parameter yang ada dalam
fungsi fv(), yaitu :

Rate, tingkat suku bunga pada periode tertentu bisa per bulan ataupun per tahun.

Nper, jumlah angsuran yang dilakukan

Pmt, besar angsuran yang dibayarkan.

Pv, nilai saat ini yang akan dihitung nilai akan datangnya.

Type, jika bernilai 1 pembayaran dilakukan diawal periode, jika bernilai 0 pembayaran
dilakukan diakhir periode.

Contoh 1:
Biaya masuk perguruan tinggi saat ini adalah Rp50.000.000, berapa biaya masuk

9
perguruan tinggi 20 tahun yang akan datang, dengan asumsi pemerintah mampu
mempertahankan inflasi satu digit, misal 8% per tahun, dengan menggunakan fungsi fv(),
masukkan nilai untuk parameter-parameter yang ada sebagai berikut :

Rate = 8%

o Nper = 20

o Pmt = 0, tidak ada angsuran yang dikeluarkan tiap tahunnya

o Pv = -50000000, minus sebagai tanda cashflow bahwa kita mengeluarkan


uang

o Type = 0

o Dari masukan diatas maka akan didapat nilai 233,047,857.19

o Contoh 2:
Setiap bulan kita menabung dibank sebesar 250.000, saldo awal tabungan kita adalah
10.000.000, bunga bank pertahun 6%, dengan asumsi tidak ada potongan bunga dan
biaya administrasi, berapa uang yang akan kita dapat 20 tahun yang akan datang?,
dengan menggunakan fungsi fv(), masukkan nilai untuk parameter-parameter yang ada
sebagai berikut :

o Rate = 6%/12, dibagi 12 karena angsuran 250.000 dilakukan perbulan

o Nper = 2012 = 240, dikali 12 karena angsuran dilakukan per bulan

o Pmt = -250000, nilai yang ditabungkan setiap bulan, minus sebagai tanda
cashflow kita mengeluarkan uang

o Pv = -50000000, minus sebagai tanda cashflow bahwa kita mengeluarkan


uang

o Type = 0

o Dari masukan diatas maka akan didapat nilai 148,612,268.55

10
o Yang perlu diperhatikan dalam penggunakan fungsi fv() adalah satuan untuk
parameter rate, nper dan pmt haruslah sama, jika satuannya bulan maka harus bulan
semua, jika ada yang bersatuan tahun maka harus dikonversi ke satuan bulan.

G. Konsep Ekuivalensi

1. Nilai Waktu dari Uang (Time Value of Money)

Pengambilan keputusan pada analisis ekonomi teknik banyak melibatkan dan


menentukan apa yang ekonomis dalam jangka panjang. Dalam hal ini dikenal dengan
istilah nilai waktu dari uang (time value of money). Hal ini disebabkan adanya bunga.
Bunga didefinisikan sebagai uang yang dibayarkan untuk penggunaan uang yang
dipinjam. Bunga juga dapat diartikan sebagai pengembalian yang bisa diperoleh dari
investasi modal yang produktif.

1. Bunga Majemuk (Compound Interest)

Apabila bunga yang diperoleh dalam setiap periode yang didasarkan pada pinjaman
pokok ditambah dengan setiap beban bunga yang terakumulasi sampai dengan awal
periode tersebut, maka bunga itu disebut bunga majemuk. Bunga majemuk lebih sering
digunakan dalam praktik komersial modern.

Contoh

Bunga Total
Jumlah Total
Pinjaman Pinjaman Pinjaman
Pinjaman Pembayaran
Tahun untuk pada Pokok yang
pada Awal pada Akhir
Tahun Akhir Dibayarkan
Tahun Tahun
Tersebut Tahun

Cara 1 : Pada setiap akhir tahun dibayar satu per empat pinjaman pokok ditambah bunga yang
jatuh tempo

1 1000 100 1100 250 350

11
2 750 75 825 250 325

3 500 50 550 250 300

4 250 25 275 250 275

2500 250 1000 1250

Cara 2 : Pada setiap akhir tahun dibayar bunga yang jatuh tempo, pinjaman pokok dibayarkan
kembali pada akhir tahun ke-4

1 1000 100 1100 0 100

2 1000 100 1100 0 100

3 1000 100 1100 0 100

4 1000 100 1100 1000 1100

4000 400 1100 1000 1400

Cara 3 : Pada setiap akhir tahun dilakukan pembayaran sama besar, yang terdiri dari sejumlah
pinjaman pokok dan bunga yang telah jatuh tempo

1 1000 100 1100 215,47 315,47

2 784,53 78,45 862,98 237,02 315,47

3 547,51 54,75 602,26 260,72 315,47

4 286,79 28,68 315,47 286,79 315,47

12
2618,84 261,88 1000 1261,88

Cara 4 : Pokok pinjaman dan bunga dibayarkan dalam satu kali pembayaran di akhir tahun ke-4

1 1000 100 1100 0 0

2 1100 110 1210 0 0

3 1210 121 1331 0 0

4 1331 133,1 1464,1 1000 1464,1

4641 464,1 1000 1464,1

Seseorang meminjam uang sebesar Rp.1000 selama 3 tahun dengan tingkat suku bunga
10% per tahun. Berapa total pembayaran yang harus dilakukan pada akhir tahun ketiga
jika bunga yang digunakan adalah bunga majemuk?

Bunga pinjaman tahun berjalan akan menambah jumlah pinjaman di awal tahun
berikutnya. Perhitungan total pembayaran yang dilakukan pada akhir tahun ketiga
menggunakan bunga majemuk seperti table dibawah:

[1] [2] [3] = [2] x 10% [4] = [2] + [3]

Jumlah Pinjaman pada Bunga Pinjaman Tahun Jumlah Pinjaman


Tahun
awal tahun Berjalan pada Akhir Tahun

1 1000 100 1100

2 1100 110 1210

3 1210 121 1331

13
Dengan demikian, total pembayaran yang harus dilakukan pada akhir tahun ketiga ialah
sebesar Rp.1331.

Untuk menjelaskan konsep ekuivalensi,missal seseorang meminjam uang


sebesar Rp.1000 dan sepakat untuk mengembalikan dalam jangka waktu 4 tahun dengan
suku bunga 10%. Terdapat banyak cara untuk membayarkan kembali pokok pinjaman
dan bunga untuk menunjukkan konsep ekuivalensi. Ekuivalensi disini berarti semua cara
pembayaran yang memiliki daya tarik yang sama bagi peminjam.

Meskipun total pembayaran kembali uang pinjaman berbeda menurut caranya, tetapi bisa
ekuivalen satu sama lain merupakan konsep yang penting dalam ekonomi teknik.
Ekuivalensi tergantung pada:

1. Tingkat suku bunga

2. Jumlah uang yang terlibat

3. Waktu penerimaan dan/atau pengembalian uang

4. Sifat yang berkaitan dengan pembayaran bunga terhadap modal yang ditanamkan dan
modal awal yang diperoleh kembali.

Jika tingkat suku bunga konstan pada 10% untuk cara pembayaran apa pun, maka semua
cara pembayaran tersebut ekuivalen. Seorang bisa secara bebas meminjam dan
meminjamkan pada tingkat suku bunga 10%. Tidak ada bedanya apakah pokok pinjaman
dibayarkan dalam umur pinjaman atau baru dibayar kembali pada akhir tahun ke-4.

14
Bab 3

Kesimpulan

A. Kesimpulan
1. Bunga adalah imbal jasa atas pinjaman uang. Imbal jasa (cipal). Persentase

dari pokok utang yang dibayarkan sebagai imbal jasa ( bunga ) dalam suatu

periode tertentu disebut suku bunga.


2. Bunga atau Interest adalah sebuah pengembalian modal dalam bentuk

sejumlah uang yang diterima atau didapat oleh seorang investor atau

pemberi modal untuk penggunaan uangnya adalah diluar dari modal awal.
3. Nilai uang yang berbeda pada waktu yang berbeda akan tetapi secara

finansial mempunyai nilai yang sama. Kesamaan nilai finansial tersebut

dapat ditunjukkan jika nilai uang dikonversikan (dihitung) pada satu waktu

yang sama.
4. Pengambilan keputusan pada analisis ekonomi teknik banyak melibatkan

dan menentukan apa yang ekonomis dalam jangka panjang. Dalam hal ini

dikenal dengan istilah nilai waktu dari uang (time value of money). Hal ini

disebabkan adanya bunga.

15
DAFTAR PUSTAKA

Ginting, risdiyanto.2006.Diktat ekonomi teknik. Medan. Universitas Sumatra utara

http://batangsungkai.wordpress.com

http://gendyelektro.blogspot.com/2010/01/ekonomi-teknik.html

http://math-meters.blogspot.com/2012/05/ringkasan-materi.html

http://yogiefebryanekotek.blogspot.com/

Pujawan, I nyoman.2009. Ekonomi teknik. Surabaya. Guna widya

Raharjo, Ferianto. 2007. Ekonomi Teknik Analsis Pengambilan Keputusan. Yogyakarta

Penerbit Andi

16